• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PROJECT BAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PROJECT BAS"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Efektivitas Penggunaan Model

Problem

Based Learning

dan

Project Based

Learning

Ditinjau dari Motivasi Belajar

dalam Pembelajaran Perencanaan

Pemasaran

Sri Lestari, Pembimbing I: Wahjoedi, Pembimbing II: Sri Umi Mintarti Widjaja, Pendidikan Ekonomi-Pascasarjana Universitas Negeri Malang-Jalan Semarang 5 Malang

Jawa Timur Indonesia, SMK Negeri I Malang-Jalan Sonikembang/Janti Malang Jawa Timur Indonesia

Email: [email protected] 081217375929

Abstract: Problem based learning and project based learning are learning strategy with student centered learning basic. In addition, learning motivation is an important component in determining students’ achievement. Research is done to know effectiviteness of using problem based learning and project based learning in marketing planning subject in term of learning motivation. Using two way anova analysis, research result shows if project based learning more efektive for student with high and moderate learning motivation. Students with low learning motivation have the same result in problem based learning and project based learning.

Key words: project based learning, problem based learning, learning motivation, learning results, marketing planning.

Abstrak: Problem based learning dan project based learning adalah strategi pembelajaran yang berbasis student centered learning. Selain itu, motivasi belajar adalah komponen penting dalam menentukan prestasi siswa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat efektifitas penggunaannya problem based learning dan project based learning jika diterapkan pada mata pelajaran perencanaan pemasaran yang dilihat dari motivasi belajar siswa. Dengan analisis two way anova, hasil penelitian menunjukkan bahwa project based learning lebih efektif untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan sedang. Sedangkan untuk siswa yang memiliki motivasi belajar rendah tingkat efektivitas kedua model pembelajaran sama.

(2)

Pendidikan kejuruan (SMK) adalah

bagian dari sistem pendidikan nasional

yang bertujuan mempersiapkan tenaga

yang memiliki keterampilan dan

pengetahuan sesuai dengan kebutuhan

persyaratan lapangan kerja dan mampu

mengembangkan potensi dirinya

dalam mengadopsi dan beradaptasi

dengan perkembangan teknologi.

Kurikulum 2013 merupakan sebuah

kurikulum yang mengutamakan

pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk

paham atas materi, aktif dalam

berdiskusi dan presentasi serta

memiliki sopan santun disiplin yang

tinggi. Perencanaan pemasaran

merupakan sebuah proses sistematis

dalam merancang dan mengkoordinasi

keputusan pemasaran.

Problem Based Learning adalah pembelajaran yang menggunakan masalah

nyata (autentik) yang tidak terstruktur ( ill-structured) dan bersifat terbuka sebagai

konteks bagi peserta didik untuk

mengembangkan keterampilan

menyelesaikan masalah dan berpikir kritis

serta sekaligus membangun pengetahuan

baru. Project Based Learning merupakan suatu merupakan strategi pembelajaran

yang menggunakan proyek/kegiatan

sebagai sarana pembelajaran untuk

mencapai kompetensi sikap, pengetahuan

dan keterampilan. Selain itu, motivasi

belajar adalah komponen penting dalam

menentukan prestasi siswa karena

menyadarkan pada proses dan hasil

belajar, mengarahkan kegiatan belajar,

meningkatkan semangat belajar, dan pada

akhirnya meningkatkan hasil belajar. Di

sini, peneliti ingin melihat tingkat

efektifitasnya kedua model pembelajaran

tersebut jika diterapkan pada kompetensi

dasar “Menyusun Rencana Pemasaran”

yang dilihat dari motivasi belajar siswa.

METODE

Penelitian dilakukan di SMK Negeri

(3)

Program Studi Tata Niaga dengan sampel

kelas X PM-2 sebanyak 35 siswa sebagai

kelas eksperimen model problem based learning dan X PM-3 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen model project based learning. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari, variabel bebas berupa

model problem based learning dan project based learning, variabel kontrol berupa motivasi belajar, dan variabel terikat

berupa hasil belajar. Instrumen penelitian

yang digunakan berupa test untuk variabel

hasil belajar aspek kognitif, lembar

observasi untuk variabel hasil belajar

aspek psikomotor, dan angket untuk

variabel motivasi belajar. Penelitian

dilakukan dengan desain factorial 2 x 3

dan data dianalisis dengan uji two way anova dan dilanjutkan dengan uji post hoc.

HASIL

Hasil analisis uji two way anova dan uji lanjut post hoc menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar siswa

antara yang diajar dengan model problem based learning dan project based learning

dengan taraf signifikansi 0,003, Rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan

project based learning sebesar 61,71 lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan

problem based learning sebesar 58,65; (2) ada perbedaan hasil belajar siswa

dilihat dari motivasi belajarnya dengan

taraf signifikansi 0,000. Rata-rata hasil

belajar siswa yang memiliki motivasi

belajar tinggi sebesar 69,52, siswa yang

memiliki motivasi belajar sedang sebesar

59,69, dan siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah sebesar 51,30; (3) ada

perbedaan hasil belajar siswa yang diajar

dengan model problem based learning

antara yang memiliki motivasi belajar

tinggi, sedang, dan rendah dengan taraf

signifikansi 0,000. Berdasarkan uji post hoc, hasil belajar siswa pada model

problem based learning untuk siswa yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa

(4)

mempunyai taraf siginifikansi sebesar

0,000 atau kurang dari 0,05. Siswa yang

memiliki motivasi tinggi dengan siswa

yang memiliki motivasi rendah

mempunyai taraf siginifikansi sebesar

0,000 atau kurang dari 0,05, dan siswa

yang memiliki motivasi sedang dengan

siswa yang memiliki motivasi rendah

mempunyai taraf siginifikansi sebesar

0,013 atau kurang dari 0,05. Rata-rata

hasil belajar siswa yang memiliki motivasi

belajar tinggi sebesar 66,81, siswa yang

memiliki motivasi belajar sedang sebesar

57,39, dan siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah sebesar 51,81; (4) ada

perbedaan hasil belajar siswa yang diajar

dengan model project based learning

antara yang memiliki motivasi belajar

tinggi, sedang, dan rendah dengan taraf

signifikansi 0,000. Berdasarkan uji post hoc, hasil belajar siswa pada model

project based learning untuk siswa yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa

yang memiliki motivasi sedang

mempunyai taraf siginifikansi sebesar

0,000 atau kurang dari 0,05. Siswa yang

memiliki motivasi tinggi dengan siswa

yang memiliki motivasi rendah

mempunyai taraf siginifikansi sebesar

0,000 atau kurang dari 0,05, dan siswa

yang memiliki motivasi tinggi dengan

siswa yang memiliki motivasi rendah

mempunyai taraf siginifikansi sebesar

0,000 atau kurang dari 0,05. Rata-rata

hasil belajar siswa yang memiliki motivasi

belajar tinggi sebesar 72,90, siswa yang

memiliki motivasi belajar sedang sebesar

61,64, dan siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah sebesar 50,72; (5) ada

perbedaan hasil belajar siswa yang

memiliki motivasi tinggi antara yang

dalam model problem based learning dan

project based learning dengan taraf signifikansi 0,029. Siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam model project based learning memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 72,90 lebih tinggi

(5)

tinggi dalam model problem based learning yaitu sebesar 66,81; (6) ada perbedaan hasil belajar siswa yang

memiliki motivasi sedang antara yang

diajar dengan model problem based learning dan project based learning

dengan taraf signifikansi 0,037. Siswa

yang memiliki motivasi sedang dalam

model project based learning memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 61,64 lebih

tinggi dibanding siswa yang memiliki

motivasi tinggi dalam model problem based learning yaitu sebesar 57,39; (7) tidak ada perbedaan hasil belajar siswa

yang memiliki motivasi rendah antara

yang diajar dengan model problem based learning dan project based learning

dengan taraf signifikansi 1,000. Siswa

yang memiliki motivasi rendah dalam

model project based learning memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 51,81

sedangkan dalam model problem based learning yaitu sebesar 50,72 yang mana keduanya tidak memiliki perbedaan secara

signifikan; (8) ada interaksi antara model

pembelajaran dan motivasi belajar dengan

taraf signigikansi 0,025.

PEMBAHASAN

Hasil analisis menggunakan Two Way Anova menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan

model problem based learning dan siswa dalam pembelajaran dengan model project based learning menunjukkan perbedaan. Dilihat dari rata-rata hasil belajar yang

diperoleh siswa, menunjukkan bahwa

hasil belajar siswa dalam model project based learning lebih tinggi dibanding hasil belajar siswa dalam model problem based learning. Hal tersebut karena sintaks kegiatan pembelajaran dari kedua

model pembelajaran tersebut berbeda dan

kharakteristik dari materi kompetensi

dasar menyusun rencana pemasaran.

Karakteristik mata pelajaran perencanaan

pemasaran kompetensi dasar menyusun

rencana pemasaran tidak hanya

(6)

ranah pengetahuan dan sikap, namun lebih

dituntut penguasaan kompetensi ranah

ketrampilan abstrak siswa dalam hal

menyusun proposal usaha sehingga

dengan model project based learning hasil belajar siswa dalam menyusun rencana

pemasaran lebih baik. Dalam project based learning, siswa mengalami sendiri dan terlibat langsung sacara realistik

dengan obyek yang dipelajarinya. Siswa

belajar atas dasar pengalaman dan minat

siswa sendiri serta topik dalam

kompetensi dasar yang saling terintegrasi.

Pembelajaran dengan model project based learning dapat membantu siswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir,

ketrampilan merancang, ketrampilan

mengerjakan proyek, serta memotivasi

belajar siswa.

Hasil belajar siswa dalam model

problem based learning maupun project based learning memiliki perbedaan jika dilihat dari tingkat motivasi belajar siswa.

Dalam problem based learning maupun

project based learning, diketahui rata-rata hasil belajar siswa yang memiliki motivasi

belajar tinggi lebih baik dibandingkan

siswa yang memiliki motivasi belajar

sedang, rata-rata hasil belajar siswa yang

memiliki motivasi belajar tinggi lebih baik

dibandingkan siswa yang memiliki

motivasi belajar rendah, dan siswa yang

memiliki motivasi belajar sedang lebih

baik dari siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah. Hasil penelitian ini sesuai

dengan pendapat Mc. Celland (1967)

menyatakan bahwa seseorang yang

memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih

baik hasil belajarnya dibandingkan dengan

yang bermotivasi prestasi rendah. Begitu

juga dengan pendapat Halawah (2006),

yang menyatakan bahwa “motivation is

an important key for effective and

successful learning”. Motivasi belajar

menentukan ketekunan belajar (Uno,

2010:28) dalam hal ini tampak bahwa

motivasi untuk belajar menyebabkan

(7)

tidak memiliki motivasi untuk belajar

maka siswa tidak akan tahan lama belajar

dan hasil penelitian menunjukkan bahwa

siswa yang memiliki motivasi rendah

memperoleh prestasi yang rendah. Hasil

penelitian ini juga didukung oleh

penelitian Panjaitan (1999) yang

menyatakan bahwa ada korelasi yang

signifikan antara siswa yang memiliki

motivasi berprestasi dengan hasil belajar.

Penelitian Setiyawan (2013) yang

menyatakan bahwa motivasi belajar secara

signifikan merupakan variabel mediator

yang memperkuat pengaruh dari

efektivitas mengajar dan sarana prasarana

pendidikan terhadap hasil belajar

akuntansi pada siswa IPS kelas XII SMA

Negeri se kota Ponorogo. Penelitian lain

yang relevan adalah penelitian Nursyamsu

(2013) yang menyatakan bahwa siswa

yang memiliki motivasi belajar tinggi

hasil belajarnya lebih baik daripada siswa

yang memiliki motivasi belajar sedang,

dan rendah pada kelas eksperimen yang

diajar dengan model problem based learning dan model jigsaw. Pembelajaran dengan model problem based learning

dan project based learning dapat membantu siswa untuk mengembangkan

ketrampilan berpikir dan memotivasi

belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi

belajar berwujud sebagai daya penggerak

siswa, sikap, dan perilaku dalam

mengusahakan kemajuan dalam belajar

dan mengejar prestasi yang optimal. Siswa

yang memiliki motivasi belajar tinggi

memiliki keinginan untuk sukses yang

berasal dari dalam diri sendiri. Siswa ini

akan bekerja keras baik dalam situasi

bersaing dengan orang lain atau dalam

keadaan bekerja sendiri.

Hasil belajar siswa dalam model

problem based learning memiliki perbedaan jika dilihat dari tingkat

motivasi belajar siswa. Hasil belajar siswa

(8)

motivasi belajar sedang dan siswa yang

memiliki motivasi belajar rendah, serta

siswa yang memiliki motivasi belajar

sedang juga berbeda hasil belajarnya

dengan siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah. Rata-rata hasil belajar

siswa yang memiliki motivasi belajar

tinggi lebih baik dibandingkan siswa yang

memiliki motivasi belajar sedang,

rata-rata hasil belajar siswa yang memiliki

motivasi belajar tinggi lebih baik

dibandingkan siswa yang memiliki

motivasi belajar sedang dan siswa yang

memiliki motivasi belajar sedang lebih

baik dari siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah. Hasil penelitian ini sesuai

dengan pendapat Halawah (2006), yang

menyatakan bahwa “motivation is an

important key for effective and successful

learning”. Motivasi belajar menentukan

ketekunan belajar (Uno, 2013:27) dalam

hal ini tampak bahwa motivasi untuk

belajar menyebabkan seorang siswa tekun

belajar, sebalinya bila tidak memiliki

motivasi untuk belajar maka siswa tidak

akan tahan lama belajar dan hasil

penelitian menunjukkan bahwa siswa

yang memiliki motivasi rendah

memperoleh prestasi yang rendah. Dalam

kegiatan belajar, motivasi belajar

merupakan daya penggerak sikap dan

perilaku siswa dalam mengusahakan

kemajuan dalam belajar dan mengejar

prestasi yang optimal. Siswa yang

memiliki motivasi belajar tinggi memiliki

keinginan untuk sukses yang berasal dari

dalam diri sendiri. Siswa ini akan bekerja

keras baik dalam situasi bersaing dengan

orang lain atau dalam keadaan bekerja

sendiri. Pembelajaran dengan model

problem based learning menantang kemampuan siswa serta memberikan

kepuasan untuk menemukan pengetahuan

baru bagi siswa, meningkatkan motivasi

dan aktivitas pembelajaran siswa,

membantu siswa dalam mentransfer

pengetahuan siswa untuk memahami

(9)

untuk mengembangkan pengetahuan

barunya dan bertanggung jawab dalam

pembelajaran yang mereka lakukan.

Problem Based Learning dapat mendorong siswa untuk melakukan

evaluasi sendiri baik terhadap hasil

maupun proses belajarnya,

mengembangkan kemampuan siswa untuk

berpikir kritis dan mengembangkan

kemampuan mereka untuk menyesuaikan

dengan pengetahuan baru, memberikan

kesemnpatan bagi siswa untuk

mengaplikasikan pengetahuan yang

mereka miliki dalam dunia nyata,

memudahkan siswa dalam menguasai

konsep-konsep yang dipelajari guna

memecahkan masalah dunia nyata. Hasil

penelitian ini sesuai dengan hasil

penelitian Sumarni (2011) bahwa

pembelajaran dengan problem based learning untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi mendapatkan

prestasi belajar yang lebih baik

dibandingkan siswa yang memiliki

motivasi belajar rendah. Penelitian

Setiyawan (2013) yang menyatakan

bahwa motivasi belajar secara signifikan

merupakan variabel mediator yang

memperkuat pengaruh dari efektivitas

mengajar dan sarana prasarana pendidikan

terhadap hasil belajar akuntansi pada

siswa IPS kelas XII SMA Negeri se kota

Ponorogo.

Hasil belajar siswa dalam model

project based learning memiliki perbedaan jika dilihat dari tingkat

motivasi belajarnya. Hasil belajar siswa

kelas eksperimen model project based learning yang memiliki motivasi tinggi berbeda dengan siswa yang memiliki

motivasi belajar sedang dan siswa yang

memiliki motivasi belajar rendah, serta

siswa yang memiliki motivasi belajar

sedang juga berbeda hasil belajarnya

dengan siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah. Rata-rata hasil belajar

siswa yang memiliki motivasi belajar

(10)

memiliki motivasi belajar sedang,

rata-rata hasil belajar siswa yang memiliki

motivasi belajar tinggi lebih baik

dibandingkan siswa yang memiliki

motivasi belajar sedang, dan siswa yang

memiliki motivasi belajar sedang lebih

baik dari siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah. Dalam kegiatan belajar,

motivasi belajar merupakan daya

penggerak sikap dan perilaku siswa

dalam mengusahakan kemajuan dalam

belajar dan mengejar prestasi yang

optimal. Siswa yang memiliki motivasi

belajar tinggi memiliki keinginan untuk

sukses yang berasal dari dalam diri

sendiri. Siswa ini akan bekerja keras baik

dalam situasi bersaing dengan orang lain

atau dalam keadaan bekerja sendiri.

Dalam project based learning, siswa mengalami sendiri dan terlibat langsung

sacara realistik dengan obyek yang

dipelajarinya. Siswa belajar atas dasar

pengalaman dan minat siswa sendiri serta

topik dalam kompetensi dasar yang saling

terintegrasi. Pembelajaran dengan model

project based learning dapat membantu siswa untuk mengembangkan ketrampilan

berpikir, ketrampilan merancang,

ketrampilan mengerjakan proyek, serta

memotivasi belajar siswa. Hasil penelitian

ini sesuai dengan pendapat Halawah

(2006), yang menyatakan bahwa

“motivation is an important key for

effective and successful learning”.

Motivasi belajar menentukan ketekunan

belajar (Uno, 2010:28) dalam hal ini

tampak bahwa motivasi untuk belajar

menyebabkan seorang siswa tekun belajar,

sebalinya bila tidak memiliki motivasi

untuk belajar maka siswa tidak akan tahan

lama belajar dan hasil penelitian

menunjukkan bahwa siswa yang memiliki

motivasi rendah memperoleh prestasi

yang rendah. Pembelajaran dengan model

project based learning dapat membantu siswa untuk mengembangkan ketrampilan

(11)

ketrampilan mengerjakan proyek, serta

memotivasi belajar siswa.

Hasil belajar siswa yang memiliki

motivasi belajar tinggi yang diajar dengan

model problem based learning dan project based learning memiliki perbedaan secara signifikan. Rata-rata hasil belajar siswa

yang memiliki motivasi belajar tinggi

yang diajar dengan model project based learning lebih baik dibandingkan siswa yang diajar dengan model problem based learning. Dalam project based learning

siswa menyelesaikan rangkaian proyek

yang dapat terlaksana dengan baik jika

siswa sudah memiliki pemahaman yang

bagus atas materi penyusunan rencana

pemasaran. Siswa yang memiliki motivasi

belajar tinggi akan semakin aktif dan

tertantang dalam mengorganisasi proyek

termasuk dalam mengembangkan dan

mempraktikkan ketrampilan

berkomunikasi, Siswa akan berlomba

untuk menampilkan produk rencana

pemasaran (proposal usaha) dan

mempresentasikannya dengan tampilan

dan penyampaian yang lebih bagus.

Sedangkan dalam problem based learning, proses pembelajaran merupakan cara untuk memahami materi. Siswa

kurang tertantang untuk

mempresentasikan hasil pemecahan

masalahnya secara kompetitif. Hasil

penelitian ini sejalan dengan hasil

penelitian Corner, Timothy et. al. (2013)

bahwa model project based learning

melibatkan semua siswa dalam

pembelajaran dan memberikan siswa

kepercayaan diri dan kemampuan untuk

berpikir. Penelitian lain yang sejalan

adalah penelitian Insyasiska (2013) bahwa

model project based learning

meningkatkan kreativitas siswa,

kemampuan kritis, dan kemampuan

koginitif siswa. Hasil penelitian ini

diperkuat dengan pendapat Halawah

(2006), yang menyatakan bahwa

“motivation is an important key for

(12)

learning”.Motivasi belajar menentukan

ketekunan belajar (Uno, 2010:28) dalam

hal ini tampak bahwa motivasi untuk

belajar menyebabkan seorang siswa tekun

belajar, sebalinya bila tidak memiliki

motivasi untuk belajar maka siswa tidak

akan tahan lama belajar dan hasil

penelitian menunjukkan bahwa siswa

yang memiliki motivasi rendah

memperoleh prestasi yang rendah.

Hasil belajar siswa yang memiliki

motivasi belajar sedang yang diajar

dengan model problem based learning

dan project based learning memiliki perbedaan secara signifikan. Rata-rata

hasil belajar untuk siswa yang memiliki

motivasi sedang dalam model project based learning lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan model problem based learning. Dalam project based learning siswa menyelesaikan rangkaian proyek yang dapat terlaksana dengan baik

jika siswa sudah memiliki pemahaman

yang bagus atas materi penyusunan

rencana pemasaran. Siswa yang memiliki

motivasi belajar sedang akan semakin

meningkat motivasi dan rasa ingin

tahunya, serta tertantang untuk

mengorganisasi proyek termasuk dalam

mengembangkan dan mempraktikkan

ketrampilan berkomunikasi, Siswa akan

berlomba untuk menampilkan produk

rencana pemasaran (proposal usaha) dan

mempresentasikannya dengan tampilan

dan penyampaian yang lebih bagus.

Sedangkan dalam problem based learning, proses pembelajaran merupakan cara untuk memahami materi. Siswa

kurang tertantang untuk

mempresentasikan hasil pemecahan

masalahnya secara kompetitif. Hasil

penelitian ini sejalan dengan penelitian

Corner, Timothy et. al. (2013) bahwa

model project based learning melibatkan semua siswa dalam pembelajaran dan

memberikan siswa kepercayaan diri dan

kemampuan untuk berpikir. Penelitian lain

(13)

menyatakan bahwa model project based learning meningkatkan kreativitas siswa, kemampuan kritis, dan kemampuan

koginitif siswa. Hasil penelitian tersebut

didukung oleh pendapat Halawah (2006),

yang menyatakan bahwa “motivation is

an important key for effective and

successful learning”.Motivasi belajar

menentukan ketekunan belajar (Uno,

2010:28) dalam hal ini tampak bahwa

motivasi untuk belajar menyebabkan

seorang siswa tekun belajar, sebalinya bila

tidak memiliki motivasi untuk belajar

maka siswa tidak akan tahan lama belajar

dan hasil penelitian menunjukkan bahwa

siswa yang memiliki motivasi rendah

memperoleh prestasi yang rendah.

Dalam hasil analisis uji post hoc

diketahui bahwa tidak ada perbedaan

secara signifikan atas hasil belajar siswa

yang memiliki motivasi belajar rendah

baik dalam model problem based learning

dan project based learning. Hal tersebut dikarenakan siswa yang memiliki motivasi

rendah kurang memiliki semangat dalam

mengikuti pembelajaran begitu pula

dengan pengerjaan proyek yang jelas

membutuhkan tahapan dan sarana yang

lebih banyak. Siswa yang memiliki

motivasi belajar rendah bisa diajar dengan

model problem based learning maupun

project based learning tergantung kondisinya. Hasil penelitian tersebut

diperkuat dengan pendapat Halawah

(2006), yang menyatakan bahwa

“motivation is an important key for

effective and successful learning”.

Motivasi belajar menentukan ketekunan

belajar (Uno, 2010:28) dalam hal ini

tampak bahwa motivasi untuk belajar

menyebabkan seorang siswa tekun belajar,

sebalinya bila tidak memiliki motivasi

untuk belajar maka siswa tidak akan tahan

lama belajar dan hasil penelitian

menunjukkan bahwa siswa yang memiliki

motivasi rendah memperoleh prestasi

yang rendah. Hasil penelitian ini sejalan

(14)

yang menyatakan bahwa siswa yang

belajar dengan problem based learning

bermotivasi rendah tidak lebih baik

dibandingkan dengan siswa yang belajar

dengan model konvensional bermotivasi

rendah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa

siswa yang memiliki motivasi belajar

tinggi, sedang, dan rendah memiliki hasil

belajar yang berbeda di setiap kelas

eksperimen. Hal tersebut menunjukkan

bahwa terdapat interaksi dalam

penggunaan model pembelajaran dengan

motivasi belajar dalam meningkatkan

hasil belajar siswa. Model pembelajaran

mempengaruhi hasil belajar siswa,

motivasi belajar mempengaruhi hasil

belajar siswa, serta model pembelalaran

dan motivasi belajar secara bersama-sama

mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil

belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh

model pembelajaran saja atau oleh

motivasi belajar saja, namun

kedua-duanya sangat mempengaruhi hasil belajar

secara bersama-sama. Model

pembelajaran yang inovatif dapat efektif

dilaksanakan bila siswa juga memiliki

gairah dan dorongan untuk mengikuti

semua proses pembelajaran, sehingga

guru saat memberikan pembelajaran harus

selalu memotivasi siswa untuk belajar.

Hal tersebut sesuai dengan pendapat

Trianto (2007: 33) yang menyatakan

bahwa motivasi dan metode modeling

berimplikasi terhadap prestasi belajar

siswa. Hasil penelitian Linamik (2010)

pembelajaran berdasarkan masalah

melalui kooperatif STAD dapat

meningkatkan motivasi belajar dan hasil

belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri I

Pasuruan. Asri (20110 mmenyatakan

bahwa terdapat perbedaan hasil belajar

yang signifikan antara kelompok siswa

yang memiliki motivasi berprestasi tinggi

dengan siswa yang memiliki morivasi

berprestasi rendah, serta terdapat interaksi

yang signifikan antara implementasi

(15)

dan TGT) dengan tingkat motivasi

berprestasi tinggi dan rendah terhadap

hasil belajar. Penelitian lain yang sejalan

adalah penelitian Sumarni (2011) yang

menyatakan bahwa ada interaksi antara

model pembelajaran (problem based learning dan konvensional) dan motivasi belajar siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Terdapat perbedaan hasil belajar

mata pelajaran Perencanaan Pemasaran

antara siswa dalam pembelajaran dengan

model Problem Based Learning dan siswa dalam pembelajaran dengan model

Project Based Learning. Hasil belajar siswa yang diajar dengan model project based learning lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model

problem based learning. Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran

Perencanaan Pemasaran dilihat dari

tingkat motivasi belajarnya. Hasil belajar

siswa dalam dua model pembelajaran

yang memiliki motivasi belajar tinggi

lebih baik dibandingkan dengan siswa

yang memiliki motivasi sedang dan

rendah. Hasil belajar siswa yang memiliki

motivasi sedang lebih baik dibandingkan

dengan siswa yang memiliki motivasi

belajar rendah. Terdapat perbedaan hasil

belajar mata pelajaran perencanaan

pemasaran dengan model problem based learning antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, sedang, dan

rendah. Hasil belajar siswa yang memiliki

motivasi belajar tinggi lebih baik

dibandingkan dengan siswa yang memiliki

motivasi sedang dan rendah. Hasil belajar

siswa dalam model problem based learning yang memiliki motivasi sedang lebih baik dibandingkan dengan siswa

yang memiliki motivasi belajar rendah.

Terdapat perbedaan hasil belajar mata

pelajaran perencanaan pemasaran dengan

model project based learning antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi,

(16)

dalam model project based learning yang memiliki motivasi belajar tinggi lebih baik

dibandingkan dengan siswa yang memiliki

motivasi sedang dan rendah. Hasil belajar

siswa yang memiliki motivasi sedang

lebih baik dibandingkan dengan siswa

yang memiliki motivasi belajar rendah.

Ada perbedaan hasil belajar mata

pelajaran Perencanaan Pemasaran antara

siswa yang diajar dengan model problem based learning dan model project based learning yang dikontrol dengan motivasi tinggi. Terdapat perbedaan hasil belajar

mata pelajaran Perencanaan Pemasaran

antara siswa yang diajar dengan model problem based learning dan model project based learning yang dikontrol dengan motivasi sedang. Tidak Terdapat

perbedaan hasil belajar mata pelajaran

Perencanaan Pemasaran antara siswa yang

diajar dengan model problem based learning dan model project based learning

yang dikontrol dengan motivasi rendah.

Terdapat interaksi antara model

pembelajaran dengan motivasi belajar

terhadap hasil belajar. Model

pembelajaran dan motivasi belajar secara

bersama-sama berpotensi meningkatkan

hasil belajar siswa. Model pembelajaran

dapat efektif dilaksanakan apabila siswa

juga memiliki gairah dan dorongan untuk

mengikuti semua proses pembelajaran,

sehingga guru saat memberikan

pembelajaran harus selalu memotivasi

siswa untuk belajar.

Saran

Dalam upaya peningkatan kualitas

pembelajaran dan kemampuan

profesionalnya, guru hendaknya selalu

berusaha menerapkan dan

mengembangkan model-model

pembelajaran yang memacu adanya

student centered learning sehingga siswa mampu menguasai kompetensi baik dari

ranah afektif, kognitif, maupun

psikomotor. Bagi guru mata pelajaran

perencanaan pemasaran bisa

(17)

learning maupun project based learning

dalam mengajarkan kompetensi dasar

“Menyusun Rencana Pemasaran”, namun

akan lebih baik jika menggunakan model

project based learning dibandingkan

problem based learning karena lebih sesuai dengan karakteristik materinya.

Guru hendaknya dapat mengelola waktu,

bahan ajar, dan persiapan yang cukup,

serta perlunya dibangun komitmen yang

kuat dengan siswa demi tercapainya

tujuan pembelajaran.

Hendaknya sekolah selalu

memberikan kesempatan dan

memfasilitasi guru pengajar dalam

mengembangkan berbagai model

pembelajaran yang mendukung scientific approach serta sering mengadakan kegiatan yang dapat memacu motivasi

belajar siswa.

Bagi peneliti pembelajaran

disarankan melakukan penelitian pada

kompetensi dasar lain yang mempunyai

karakteristik konten dan subjek yang

berbeda dengan penelitian ini guna

menambah wawasan. Diharapkan juga

bagi para peneliti untuk melakukan

pengembangan dalam penerapan model

problem based learning dan project based learning mengikuti perkembangan teknologi.

DAFTAR RUJUKAN

Agustini. 2011. Efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan learning Cycle 5 Fase (LCM) Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMK Negeri I Purwosari. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Amirin, M, Tatang. 2011. (Online) http://tatangmanguny.wordpress.co m/2011/02/03/taksonomi-bloom-versi-baru-2/ . Diakses tanggal 12 April 2014

Anggraini, Dwi Vebriyanti. 2013.

Pengaruh Model Problem Based Learning Dilengkapi Modul, Motivasi Belajar, dan Kemampuan Awal Terhadap Hasil Belajar Pemrograman C+ + Siswa SMK.

Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

(18)

dan Ketrampilan social Terhadap hasil Belajar PKn Sekolah Dasar.

Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Ngeri Malang.

Bayrak, Karadeniz. Development of a problem-based teaching material for science education in a web environment: the subject of acids and bases. E-journal dikti. Diakses 12 April 2014

Bellanca, James. 2012. Proyek Pemelajaran Yang Diperkaya: Jalur Praktis Menuju Ketrampilan Abad ke-21. Jakarta: PT. Indeks.

Bender, William, N. 2012. Project Based Learning: Differentiating Instruction for the 21st Century. Amerika Serikat: Corwin

Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta.

Corner, Timothy. Capps, Daniel. Crawford, Barbara. Dan Rss, Robert. 2013. Fossil Finders: engaging all of your students using project-based learning. National Science Teachers Association.

Danarti Ratna. 2014. Perbedaan Hasil Belajar IPS Model Project Based Learning Berbasis Outdoor Study dengan Konvensional pada Siswa Kelas VII SMP N 2 Ponorogo. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Dasmanjohan. 2010. Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Learning Approach to Stagecraft. E-journal dikti.

Hamalik, O. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara Hickey, Rebecca. 2014. Project-Based

Learning When to Start?. E-journal dikti. dalam Gale Art, Education, Humanities & Social Science 2014.

Ibtesam Halawah. 2011. Factors influencing college students' motivation to learn from students' perspective. E-journal dikti.

Irmawati. 2012. Penerapan Model Pembelajaran problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kualitas proses Pembelajaran dan hasil Belajar Ekonomi (Studi pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Geger Madiun).Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Kaiser, Kristina. 2014. Using PBL to Reach and Teach. E-journal dikti.

Kantiningrum. 2013. Penerapan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP Kelas Olahraga. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang:

Universitas Negeri Malang.

Kamdi, waras. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif. Malang: UM Press.

Keller, J.M. & Katsuaki. 2004. Learner and E-Learning Design: A Multinatelly Validated Process.

Journal of Educational Media. (Online)29(3):229-238).

(19)

Klein, Joei I. 2009. Project Based Learning: Inspiring Moddle School Students to Engage in Deep and Active Learning. New York: NYC Department of Education.

Kurniawati, R. 2011. Penerapan problem based Learning Untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Aktivitas Ekonomi Dalam pembelajaran IPS Kelas IV SDN Bareng 5 Malang. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Hafize Kesera, Dilek Karahoca. 2010.

Designing a project management e-course by using project based Learning. Procedia Social and Behavioral Sciences : 5744 – 5754.

Deva. 2013. Teori Belajar Konstruktivistik. (Online) http://devamelodica.com/teori-belajar-konstruktivistik/. Diakses 12 Oktober 2014.

Lesch , Shirley , dan Brown, George.

learning outcomes learning achieved by the end of a course or program knowledge skills attitudes. (Online) http://liad.gbrownc.on.ca/programs/I nsAdult/currlo.htm. Diakses 12 April 2014

Linamik. 2010. Penerapan Pembelajaran Berdasarkan Masalah Melalui Pembelajaran Kooperatif STAD Untuk meningkatkan Motivasi dan hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas VII SMP Negeri I Pasuruan. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

McCelland, D.C. Atkinson, JW., Clark, R., & Lowell, El. 1967. The Achivement Motive. New York: Appleton Century Croft.

Mintarti, S.U.2009. Pengembangan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Akunatnsi di SMK Dengan pendekatan Kontekstual dan Syrategi Problem Based Learning. Disertasi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Nur, M. 2011. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: PSMS Unesa. Nursamsu. 2013. Efektifitas Penerapan

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan J igsaw Terhadap Hasil Belajar Ditinjau Dari Motivasi. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Panjaitan,B. 2009. Efektifitas Pembelajaran. (Online).

http://sambasalim.com/pendidikan/k onsep-efektivitas-pembelajaran.html (Diakses 9 Nopember 2014).

Permendikbud No. 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses. Jakarta: Kemdikbud.

Permendikbud No. 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian. 2013. Jakarta: Kemdikbud.

Permendikbud No. 81a Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum. Jakarta: Kemdikbud.

Kemdikbud. 2013. Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013. Jakarta: Kemdikbud.

(20)

Purwanto, E. 2005. Evaluasi Proses dan Hasil Dalam Pembelajaran. Malang: Universitas Negeri Malang.

Pusat Pengembangan Tenaga

Kependidikan. 2013. Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013-Pendekatan dan Strategi

Pembelajaran. Jakarta:Kemdikbud. Rais, Muh. 2010. Model Project Based

Learning sebagai Upaya

Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa. (Online),

http://ejournal.undiksha.ac.id/index. php/JPP/article/viewfile/129/123, diakses 5 April 2014.

Rosyidi, Mushawir. 2014. Pengaruh Metode Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi siswa Kelas X di SMA Negeri I Pringgasela. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Santoso, Singgih. 2012. Panduan Lengkap SPSS 20. Jakarta: PT. Gramedia. Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi

Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Setiyawan, Budhi. 2013. Pengaruh Efektifitas Mengajar dan Sarana Prasarana Pendidikan Terhadap Hasil Belajar akuntansi Yang Dimediasi Motivasi Belajar. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang; Universitas Negeri Malang.

Soekatno, Giri, A., R.2013. (Online) http://id.wikipedia.org/wiki/Taksono mi_Bloom. Diakses 7 April 2014

Sudjana, Nana. 2011. Dasar-Dasa r Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. 2013. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sumarjono. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Ditinjau Dari Ketrampilan Generik Sains Mahasiswa Calon Guru IPA FMIPA Universitas Negeri Malang. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Sumarni. 2011. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjai dari Motivasi pada Siswa Kelas X SMK N 3 Boyolangu Tulungagung. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Susanawati, Eny. 2013. Pengaruh Strategi Project Based Learning Dengan Thinkquest Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Fisika Siswa SMA Negeri I Kraksaan. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Suzie Boss. 2012. The challenge assessing of project-based learning: on the heels of Common Core State Standards, administrators begin assessing critical thinking and content mastery. E-journal dikti. www.emediausa.com.

Trianto.2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Suharsaputra. 2013. (Online) Makna Manajemen.

Uharsputra.wordpress.com/materi/. Diakses tanggal 3 Maret 2014.

Universitas Negeri Malang. 2013.

(21)

Edisi kelima. Malang: universitas Negeri Malang.

Wahyuni, E.N. 2009. Motivasi dalam Pembelajaran. Malang: Universitas Islam Negeri Malang Press.

Waras Kamdi. 2007. Pembelajaran Berbasis Proyek: Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran.2007.

Jurnal.http://Blogroll.

Wolk, Steven 2014 Project-based learning: pursuits with a purpose dalam Gale Art, Education, Humanities & Social Science 2014. Web. 7 Mar. 2014. (Online) http://www.ascd.org. Diakses 19 April 2014

Yoesoef, A. 2011. Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Kediri. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Subjek penelitian adalah seluruh hotel berbintang lima berjumlah 8 hotel yang ada di Nusa Nusa Bali, objek penelitian menggunakan tiga variabel terdiri dari kepuasan ekstrinsik

Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan

Diabetes melitus tipe 2 dapat meningkatkan risiko status tuberkulosis paru lesi sebanyak 5,25 kali.Variabel perancu yang bermakna dalam penelitian ini adalah

Pengisian dokumen medis merupakan perilaku kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam mengisi dokumen rekam medis berisi tentang

la broca del café MIB Prácticas culturales Manejo Agronómico Control biológico Control químico Mejoramiento genético Plantas resistentes.. Uso

Pembuatan virtual tour dilakukan dengan pengambilan beberapa foto lokasi kemudian dilakukan proses stiching (dijahit) untuk menggabungkan beberapa foto lokasi menjadi

yang dapat digunakan pengguna sebagai bagian dari layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Layanan lain yang sangat menunjang kemudahan pemustaka dalam temu balik

Hal ini diperkuat dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa odds ratio (OR) dari variabel asal peminatan (3) adalah 3 artinya alumni yang asal peminatan pada saat