Makalah
Kependudukan dan Lingkungan Hidup
“ MENINGKATKAN MINAT PENGGUNAAN
KONTRASEPSI DALAM UPAYA MENURUNKAN
ANGKA KELAHIRAN YANG MEMBLUDAK “
Dosen Pengampu : Drs. Denny Dwi Tjahyadi, Msi
Disusun oleh : A’thiInayati (21330862) Alfa Widati ( 21130863) AzkiyaturRahmi (21330865) BelinaAdiAnggraeni (21330867)
Dini Dwi Oktaviana (21330877)
Kata Pengantar
Segala Puji kami panjatkan atas kehaadirat Tuhan yang maha Esa, yang senantiasa mencurahkankeridhaan danrahmatnya kepada kami sehingga penulisan tugas Kependudukan & Lingkungan Hidup yang berjudul “Meningkatkan Minat Penggunaan Kontrasepsi dalam Upaya Menurunkan Angka Kelahiran yang Membludak “,dapat terselesaikan dengan baik dan pada waktunya.
Tulisan ini mengulas tentang usahaMeningkatkan Minat masyarakat dalam menggunaan Kontrasepsi sebagai Upaya mendukung program pemerintah menurunkan Angka Kelahiran yang terus menerus meningkat.
Makalah ini merupakan salah satu bentuk tugas mata kuliah yang wajib ditempuh. Oleh sebab itulah , dalam proses pendalaman materi ini, kami mendapatkan banyak bimbingan, arahan, koreksi serta saran. Untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada :Drs. Denny Dwi Tjahyadi, MSi., selaku dosen mata kuliah Kependudukan & Lingkungan Hidup di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi ( STIA ) Malang.
Dalam penulisan makalah ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan makalah ini kami terima dengan sangat terbuka.
Akhirnya, dari hasil penulisan ini kami harapkan semoga hasil evaluasi serta referensi bahan yang menyusun makalah ini dapat membantu serta menambah wawasan para pembaca yang membutuhkan. Kami ucapan terimakasih.Dan semoga barokah serta bermanfaat bagi kita semua.
Daftar Isi
Kata Pengantar...2
Daftar Isi...3
BAB I...4
PENDAHULUAN...4
A.Latar Belakang...4
B.Rumusan Masalah...4
C. Tujuan Penulisan...5
BAB II...6
PEMBAHASAN...6
A. Kondisi sosial indonesia yang angka kelahirannya membludak soal ini...6
B. Faktor-faktor penyebab menurunnya minat masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi. 6 1. Alat kontrasepsi...6
2.Jenis Kontrasepsi...6
3. Macam-macam Alat Kontrasepsi...6
4. Alasan perlunya menggunakan alat kontrasepsi...14
C. Faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya minat masyarakat menurun dalam menggunakan alat kontrasepsi...15
D. Solusi untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunaka alat kontrasepsi...16
BAB III...17
PENUTUP...17
A. Kesimpulan...17
B. Saran...17
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Ledakan penduduk ini terjadi karena laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Karena banyaknya penduduk di indonesia, pemerintah memberikan serangkaian usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang lebih besar dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Melalui program KB masyarakat diharuskan membatasi jumlah kelahiran anak. Tetapi sekarang minat masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi KB menurun. Menurunya minat masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi karena berbagai macam faktor. Diantaranya faktor ekonomi, pendidikan yang lemah, kurangnya penyuluhan,dll.Resikonya yang akan di alami jika minat masyarakat terus menurun dalam menggunakan alat kontrasepsi adalah kelahiran yang terus membludak, ekonomi melemah, aborsi meningkat, hingga masalah-masalah sosial lain yang kompleks.
Oleh sebab itulah, makalah ini disusun untuk mengetahui faktor yang menyebabkan minat masyarakat menurun, alasan perlunya penggunaan alat kontrasepsi KB, resiko yang akan dialami jika alat kontrasepsi tidak digunakan, serta solusi yang dilakukan guna meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi Indonesia saat ini dengan angka kelahiran yang membludak?
2. Mengapa minat masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi menurun ? 3. Mengapa masyarakat tidak menggunakan alat kontrasepsi?
4. Apa solusi untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan alat kontrasepsi?
1. Mengetahui kondisi Indonesia saat ini dengan angka kelahiran yang membludak.
2. Mengetahui faktor yang menyebabkan menurunnya minat masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi.
3. Mengetahui faktor yang menyebabkan masyarakat tidak menggunakan alat kontrasepsi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kondisi sosial indonesia yang angka kelahirannya membludak saat ini.
Jumlah penduduk di indonesia saat ini di perkirakan sekitar 240 juta jiwa dengan pertumbuhan 1,49% per tahun, menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal pada 30 april 2014. Jadi setiap tahunnya lahir empat sampai lima juta bayi atau kurang lebih 10.000 bayi lahir setiap hari. Tingginya jumlah penduduk di Indonesia bisa menjadi keuntungan karena tersedianya banyak tenaga kerja tetapi bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi.
Ini tentunya suatu tantangan yang sangat berat dimasa depan. Jika tidak segera dikendalikan maka diperkirakan jumlah penduduk indonesia bisa mencapai 321 juta jiwa pada tahun 2025. Jika sumber daya manusianya tidak ditingkatkan bisa menjadi beban yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Masalah lahan, pangan, energi dan ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan masalah yang harus ditanggung pemerintah.
Masalah lainnya adalah penyebaran penduduk yang tidak merata dimana 58% penduduk berada di pulau jawa meskipun luas pulau jawa hanya 7% dari luas Indonesia. Padatnya penduduk di Jawa menyebabkan lahan pertanian akan semakin sempit dirubah menjadi pemukiman dan industri. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut perlu pengendalian jumlah penduduk di Indonesia, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih produktif serta transmigrasi dari pulau jawa ke Pulau-pulau lain.
B. Faktor-faktor penyebab menurunnya minat masyarakat dalam
menggunakan alat kontrasepsi.
1. Alat kontrasepsi
penduduk dan untuk meningkatkan kesejahteraaan keluarga.Dalam hal ini pemerintah Indonesia menyelenggarakan program Keluarga Berencana atau KB melalui pengaturan kelahiran.
2. Jenis Kontrasepsi
Kontrasepsi dapat dilakukan dengan alat bantu maupun tanpa alat bantu. Metode kontrasepsi tanpa alat bantu disebut juga KB sistem kalender atau abstinesia. Jenis kontrasepsi yang kedua adalah kontrasepsi dengan alat bantu. Dengan alat bantu kontrasepsi memungkinkan sperma dan sel telur tidak dapat bertemu walaupun terjadi ejakulasi di dalam pagina saat melakukan hubungan cekcual. Pemakaian alat kontrasepsi masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama golongan agamawan.Namun saat ini masyarakat telah banyak memanfaatkan alat kontrasepsi untuk membantu mengatur kelahiran anak. 3. Macam-macam Alat Kontrasepsi
Berikut ini contoh alat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini beserta kelebihan dan kekurangan yang ditimbulkan dalam pemakaiannya.
a. IUD (Intra Uterine Device)
IUD adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, dan harus diganti apabila sudah dipakai dalam masa tertentu.Keuntungan yang didapat dengan menggunakan IUD atau AKDR sebagai alat kontrasepsi pilihan :
i. AKDR dinilai cukup memiliki ke-efektivan dalam mencegah atau menggagalkan kehamilan sekitar 0,6-0,8 dari 100 wanita dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan).
ii. AKDR dapat bekerja optimal setelah dipasang.
iii. Bertahan dalam waktu yang cukup lama kira-kira 10 tahun perlindungan dari CuT-380A dan tidak perlu diganti.
iv. Tidak menganggu atau merusak hubungan seksual anda dengan pasangan. v. Tidak menimbulkan efek samping pada fungsi hormonal seksual dengan
CuT-380A.
vi. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
vii. AKDR atau IUD, dapat dipasang segera sesudah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi).
ix. Tidak mempengaruhi atau berinteraksi langsung terhadap obat-obatan. x. Membantu mencegah kehamilan secara ektopik.
Kekurangan atau kelemahan dan atau efek samping yang terjadi dari kontrasepsi IUD :
i. Terjadi perubahan pada siklus menstruasi, membuat menstruasi menjadi lama dan banyak, pendarahan antar menstruasi, nyeri dan sakit pada saat menstruasi datang.
ii. Setelah pemasangan akan merasa sakit yang juga dapat disertai kejang selama 3-5 hari.
iii. Jika sedang menstruasi, seperti terjadi pendarahan yang cukup berat yang dapat disertai dengan anemia atau kekurangan darah.
iv. Terjadi perforasi pada dinding uterus (namun sangat jarang terjadi, apabila terjadi biasanya disebabkan oleh pemasangan yang tidak benar). v. AKDR atau IUD ini tidak dapat mencegah dari penyakit seksual yang
menular seperti HIV/AIDS.
vi. AKDR atau IUD ini tidak disarankan digunakan pada wanita yang kerap kali berganti pasangan dan terjangkit penyakit seksual yang menular akibat infeksi.
vii. Terjadi peradangan pada panggul yang terjadi usai wanita yang terinfeksi penyakit seksual menular tetap menggunakan alat kontrasepsi jenis ini, sehingga dapat memicu infertilitas.
viii. Akan mengalami sedikit rasad nyeri dan oendarahan (spotting) usai pemasangan AKDR. Namun dapat menghilang dalam 1-2 hari.
ix. Pemasangan dan pencabutan AKDR atau IUD ini hanya dapat dilakukan oleh dokter ahli atau bidan yang terlatih.
x. Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui, biasnaya terjadi apabila akdr dipasang usai melahirkan.
xi. Tidak dapat mencegah kehamilan ektopik karena fungsinya hanya untuk mencegah kehamilan normal.
Selain keuntungan dan kekurangan dari pengunaan AKDR atau IUD ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ). Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ini hanya boleh digunakan oleh :
i. Wanita yang masih dalam usia produktif ii. Dalam keadaan nulipara
iii. Seorang wanita yang menginginkan atau menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang
iv. Wanita yang sedang dalam masa menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
v. Wanita yang pasca melahirkan dan tidak menyusui
vi. Setelah mengalami abortus dan tidak diketahui atau terlihat adanya infeksi
vii. Tidak memiliki resiko atau tidak memiliki dari infeksi meular secara seksual
Seseorang yang tidak diperbolehkan menggunakan AKDR atau IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) :
i. Sedang dalam masa kehamilan
ii. Terjadi pendarahan pada vagina yang tidak diketahui Menderita infeksi pada organ vital ( misalnya vaginitis, servisitis)
iii. Adanya kelainan uterus yang tidak normal atau tumor jinak pada rahim yang dapat mempengaruhi kavum uteri
iv. Terinfeksi adanya penyakit trofoblas yang ganas Diketahui terinfeksi penyakit TBC pelvic
b. Kondom.
Kondom digunakan pada fenis pria untuk mencegah sperma bertemu sel telur ketika terjadi ejakulasi.Kondom berupa sarung karet yang terbuat dari bahan lateks.Kelebihan penggunaan kondom adalah mudah digunakan dan tidak membutuhkan bantuan medis untuk memakai. Kekurangan penggunaan kondom adalah terjadinya kebocoran cairan mani dan alergi pada pemakaian bahan-bahan kondom tertentu.
Pada dasarnya fungsi kondom hanya untuk menampung sperma agar tidak masuk ke dalam vagina.Penggunaan kondom dinilai cukup efektif mencegah kehamilan hingga 90 %. Bahkan penggunaan kondom untuk pencegahan kehamilan akan semakin efektif apabila disertai penggunaan spermisida (pembunuh sperma) namun jarang sekali ditemukan pasangan suami istri yang menggunakan spermisida. Kondom juga dapat digunakan sebagai suatu alat bantu dalam pencegahan penularan penyakit kelamin seksual.
KB Suntik dilakukan setiap 3 bulan sekali pada seorang wanita untuk mencegah terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur).Kelebihan menggunakan KB Suntik adalah efektif mencegah kehamilan tanpa perlu banyak tahap yang sulit.KB Suntik juga termasuk metode kontrasepsi yang terhitung murah untuk masyarakat Indonesia.Meski demikian, suntikan KB pada uji coba hewan bisa meningkatkan terjadi resiko kanker.
Efek samping yang sering terjadi adalah peningkatan berat badan, sakit kepala, mual dan perubahan mood.Berbeda dengan suntik 1 bulan, suntik KB 3 bulan ini memang seringkali tidak menghasilkan siklus menstruasi yang rutin.Atau dapat pula flek-flek saja di setiap bulannya seperti yang dialami kebanyakan wanita pada umumnya. Oleh karenanya, flek berupa keluarnya darah meski dalam jumlah yang sedikit masih terbilang wajar terjadi dan tidak perlu dirisaukan.
d. Pil KB.
e. Implant
Metode kontrasepsi implant (susuk) ditempatkan di bawah kulit lengan wanita dan mengeluarkan hormon yang mencegah pelepasan ovum. Metode kontrasepsi ini terbilang efektif dan tidak memerlukan kedisiplinan tinggi seperti penggunaan Pil KB. Kekurangan penggunaan implant adalah bisa menyebabkan fase menstruasi tidak teratur. Selain itu, sejumlah kasus melaporkan implant yang tertanam tidak berdiam di lengan namun bergerak ke bagian tubuh terdekat lainnya.
f.Difragma
g. Jeli, busa atau spons
Jeli termasuk alat kontrasepsi yang dipakai oleh wanita yang mengandung spermisida (zat yang membunuh sel sperma) sehingga sperma gagal memasuki uterus.Jeli saat ini jarang dipakai dalam metode kontrasepsi karena tidak efektif mencegah kehamilan dan menimbulkan alergi pada sebagian besar wanita yang memakai.
Demikian informasi seputar jenis, metode dan alat kontrasepsi yang umum dipakai oleh manusia. Selain cara ini, pencegahan kehamilan juga bisa dilakukan dengan metode operasi vasektomi dan tubektomi. Penjelasan lengkap mengenai dua cara itu akan kita bahas pada artikel selanjutnya. Mudah-mudahan artikel ini bisa menambah pengetahuan Anda untuk mengatur kelahiran anak.
C. Alasan perlunya menggunakan alat kontrasepsi
Untuk menghindari ledakan pendudukan maka alat kontrasepsi perlu di gunakan. Berikut ini alasan mengapa alat kontrasepsi perlu di gunakan, antara lain:
1. Untuk mengatur angka kelahiran dan jumlah anak dalam keluarga serta membantu pemerintah mengurangi resiko ledakan penduduk atau baby boomer. 2. Dapat membantu mengurangi resiko penyebaran penyakit menular melalui
hubungan seks.
3. Meningkatkan tingkat kesehatan. Sebab anggaran keuangan keluarga akhirnya bisa di gunakan untuk membeli makanan yang lebih berkualitas dan bergizi. 4. Menjaga kesehatan ibu dengan cara mengatur waktu kelahiran dan juga
menghindari kehamilan dalam waktu singkat.
Resiko yang akan dihadapi jika tidak menggunakan alat kontrasepsi, yaitu : 1. Dapat tertular penyakit menular.
2. Jumlah penduduk yang terus membludak. 3. Jarak usia yang dekat.
D. Faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya minat masyarakat menurun
dalam menggunakan alat kontrasepsi 1. Faktor budaya.
2. Minimnya pengetahuan.
Responden menyatakan tidak banyak mengetahui mengenai MOP dan MOW, sehingga tidak mau menggunakan metode ini.
3. Takut/khawatir,
Ketakutan ini dipicu oleh kekhawatiran menjadi mandul secara permanen, walaupun sudah menghentikan penggunaan metode MOP dan MOW. Padahal responden masih muda dan beberapa tahun ke depan ingin punya anak lagi. Kekhawatiran yang lain adalah kekhawatiran hilangnya gairah dan kemampuan seksual sehingga tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan isteri.
4. Faktor biaya.
Mereka khawatir penggunaan metode ini membutuhkan biaya besar karena harus melalui tindakan operasi.Terlebih lagi operasi dapat dilakukan dua kali, pertama ketika menggunakan metode MOP atau MOW dan kedua ketika menghentikan penggunaan metode ini.
5. Kombinasi umur – frekuensi coitus.
Responden ini usianya 46 dan 47 tahun.Responden merasa sudah tua dan sudah jarang sekali melakukan hubungan intim dengan istrinya.Oleh karena itu responden tidak merasa perlu menggunakan metode MOP atau MOW. Responden lebih memilih metode coitus interuptus.
Hasil penelitian tersebut di atas sejalan dengan pendapat Palmore dan Bultoa (Singarimbun, 2004) yang menyatakan faktor dalam pemilihan kontrasepsi antara lain yaitu ongkos, dan faktor sosial budaya. Demikian pula dengan faktor yang mempengaruhi mengenai pemilihan metode kontrasepsi menurut WHO (1994) antara lain adalah :
1. Faktor individu antara lain usia, usia muda, frekuensi koitus. 2. Faktor ekonomi dan kemudahan memperolehnya.
3. Faktor budaya.. Solusi untuk meningkatkan kembali minat masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi sebagai jalan yang aman dan teruji, sebagai upaya menurunkan angka kelahiran yang membludak.
1. Penyuluhan atau memberitahukan bagaimana menggunakan alat kontrasepsi secar benar.
2. Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat secara langsung atau tatap muka.
3. Memberikan pengetahuan tentang keamanan dalam menggunakan alat kontrasepsi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penggunaan alat kontrasepsi sebagai salah satu program pemerintah menurunkan angka kelahiran yang membludak, dukungan dan perhatian penuh baik dari pihak penyelenggara maupun masyarakat sangat dibutuhkan. namun sejalan dengan upaya pelaksaan kebijakan ini, berbagai faktor mempengaruhi kelancaran diberlangsungkannya program ini di Indonesia. Apabila dibandingkan pada masa orde baru dan masa sesudah reformasi, maka akan menunjukkan data bahwasanya angka kelahiran semakin membesar sejalan dengan menurunyya penggunaan alat kontrasepsi pada pasutri. Oleh sebab itulah, dalam makalah ini dibahas bagaimana upaya-upaya yang dapat ditempuh baik oleh pihak pemerintah maupun masyarakat sendiri mengenai pengaplikasian slogan dua anak cukup adalah aman dan bermanfaat.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
http://ridwanaz.com/kesehatan/definisi-jenis-dan-contoh-alat-kontrasepsi-serta-keuntungan-kekurangan/
http://alatkontrasepsi.org/
http://ignatiuspurwo1984.wordpress.com/rendahnya-minat-menggunakan-kontrasepsi-mantap-mop/
file:///F:/Makalah-Program-Keluarga-Berencana-di-Indonesia.html