• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Praktis Gerakan Literasi Sekolah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Panduan Praktis Gerakan Literasi Sekolah"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Tabel Tahu-Ingin-Pelajari
gambar di buku, kira-kira cerita
gambar di buku, kira-kira isi buku
TABEL TAHU-INGIN-PELAJARIINGIN-PELAJARITABEL TAHU-T-I-P))

Referensi

Dokumen terkait

tanggapan personal tentang buku yang dibaca juga dibuat sebagai pilihan (tidak diwajibkan). Pemberian tugas seperti membuat ringkasan cerita akan menghilangkan sifat kegiatan

dioptimalkan, terutama dalam memilih buku yang sesuai dengan minat, daya nalar, dan kemampuan membaca peserta didik. • Sekolah membentuk Tim Literasi Sekolah untuk merancang

Kegiatan pembiasaan adalah kegiatan penumbuhan minat baca yang dilakukan dengan cara membaca teks atau teks multimodal selain buku teks pelajaran selama 15 menit yang dapat

Kegiatan membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan nyaring (read aloud) dan membaca dalam hati (sustained silent reading/SSR). b) Memperkaya koleksi bacaan

Guru menugasi peserta didik secara individu menemukan informasi dari sumber lain sesuai topik dalam kelompoknya (ada yang membaca koran, majalah, artikel, browsing internet,

GLS bertujuan menumbuhkan budaya membaca, menulis, menyimak, berbicara literasi, dan memilah informasi pada warga sekolah, baik kepala sekolah, peserta didik, dan guru yang berujung

14 Peserta didik memiliki portofolio yang berisi kumpulan jurnal respon membaca untuk SMP minimal dua belas buku nonpelajaran 15 Jurnal respon peserta didik dari hasil membaca buku

Pada tahap pembelajaran dilaksanakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dengan membaca buku bersama-sama atau individu, dengan membebaskan siswa untuk membuat karya