Panduan Praktis Gerakan Literasi Sekolah
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
tanggapan personal tentang buku yang dibaca juga dibuat sebagai pilihan (tidak diwajibkan). Pemberian tugas seperti membuat ringkasan cerita akan menghilangkan sifat kegiatan
dioptimalkan, terutama dalam memilih buku yang sesuai dengan minat, daya nalar, dan kemampuan membaca peserta didik. • Sekolah membentuk Tim Literasi Sekolah untuk merancang
Kegiatan pembiasaan adalah kegiatan penumbuhan minat baca yang dilakukan dengan cara membaca teks atau teks multimodal selain buku teks pelajaran selama 15 menit yang dapat
Kegiatan membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan nyaring (read aloud) dan membaca dalam hati (sustained silent reading/SSR). b) Memperkaya koleksi bacaan
Guru menugasi peserta didik secara individu menemukan informasi dari sumber lain sesuai topik dalam kelompoknya (ada yang membaca koran, majalah, artikel, browsing internet,
GLS bertujuan menumbuhkan budaya membaca, menulis, menyimak, berbicara literasi, dan memilah informasi pada warga sekolah, baik kepala sekolah, peserta didik, dan guru yang berujung
14 Peserta didik memiliki portofolio yang berisi kumpulan jurnal respon membaca untuk SMP minimal dua belas buku nonpelajaran 15 Jurnal respon peserta didik dari hasil membaca buku
Pada tahap pembelajaran dilaksanakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dengan membaca buku bersama-sama atau individu, dengan membebaskan siswa untuk membuat karya