• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan kepolisian dalam penyidikan kasus Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan Kematian (studi kasus di polresta Pematang siantar)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan kepolisian dalam penyidikan kasus Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan Kematian (studi kasus di polresta Pematang siantar)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Agio V. Sangki. 2012. Tanggung Jawab Pidana Pengemudi Kendaraan Yang Mengakibatkan Kematian Dalam Kecelakaan Lalu Lintas. Lex Crimen Vol.I/No.1/Jan-Mrt/2012.

Amirudin dan Zainal Askin. 2004. Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Angkasa. 2013. Perlindungan Hukum terhadap Korban Kecelakaan Lalu Lintas dalam Perspektif Viktimologi. Makalah disampaikan dalam Training for Trainers on Victmology and Victim Assistance Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban 18-28 Maret 2013 di Cikopo – Bogor.

Chairudin, Ismail, 2008. Kepolisian Sipil Sebagai Paradigma Baru Kepolisian Republik Indonesia, Pembekalan Kepada Peserta Sespati Kepolisian Republik Indonesia Dikreg ke 14 T.P.

Hamzah Andi, 1986. Pengusutan Perkara Kriminal Melalui Sarana Teknik dan Sarana Hukum, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hamzah Andi, 2001. Hukum Acara Pidana Indonesia. Edisi Revisi., Jakarta: Sinar Grafika.

Kelana, Momo. 1994. Hukum Kepolisian, Cetakan Pertama. Jakarta : PTIK/ Gramedia.

Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Utara Direktorat Lalu Lintas 2011. Standar Operasional Dan Prosedur Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas (TPTKP Dan Penyidikan).

Kuffal, HMA. 2008. Penerapan KUHAP dalam Praktik Hukum. Edisi Revisi. Cetakan Kesepuluh. Jakarta: UMM Press.

Maksum, M. Umar, Agus Suprianto, Thalis Noor Cahyadi, M, Ulinhuha, Afronji, 2009. Cara Mudah Menghadapi Kasus-kasus Hukum Untuk Orang Awam. Yogyakarta: Sabda Media.

Marzuki, Peter Mahmud. 2008. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Persada Media Group.

Maskat, Djunaidi H, 1993. Kepemimpinan Efektif di lingkungan Polri pada tingkat Mabes, Polda, Polwil, Polres dan Polsek, Bandung: Sanyata Sumanasa Wira Sespin Polri.

(2)

Moeljatno, 1996. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Cetakan Pertama. Jakarta : Bumi Aksara.

Moeljatno, 2008. Asas-Asas Hukum Pidana, Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.

Muladi dan Barda Nawawi Arief, 1992. Teori-teori dan Kebijakan Pidana. Bandung : Alumni.

Poerwadarminta, W.J.S. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Jakarta : Balai Pustaka.

Rahardjo, Satjipto, 2000. Menuju Kepolisian Republik Indonesia Mandiri yang Profesional, Jakarta: Yayasan Tenaga Kerja.

Ramelan. 2006. Hukum Acara Pidana Teori dan Implementasi. Jakarta: Sumber Ilmu Jaya

Sadjijono, 2008. Seri Hukum Kepolisian, Polri dan Good Governance, Jakarta: Laksbang Mediatama.

Sadjijono, 2008 Seri Hukum Kepolisian, Polri dan Good Governance, Jakarta: Laksbang Mediatama.

Setyabudi, Besar. 2004. Kajian Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas pada Lokasi Rawan Kecelakaan (Blackspot) di Jalan Tol, Warta Penelitian Perhubungan No.05/THN.XVI/2004

Soekanto, Soerjono. 1990. Polisi dan Lalu Lintas (Analisis Menurut Sosiologi Hukum, Bandung: Mandar Maju

Soekanto, Soerjono. 2006. Pengantar Penelitian Hukum. Cetakan III, Jakarta: UI- Press.

Soesilo, R. 1974. Taktik & Teknik Penyidikan Perkara (Criminal), Bogor: Penerbit Politeia.

Surakhmad, Winarno. 1998. Paper, Skripsi, Thesis, Disertasi. Cetakan Pertama. Bandung: Tarsito.

Toni. 2012. Analisis Hukum Penegakan Tindak Pidana Pelanggaran Bidang Lalu Lintas. Ringkasan penelitian, Penerapan Pasal 6 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Kompetensi Pejabat Yang Melaksanakan Fungsi Di Bidang Lalu Lintas, Fakultas Hukum UBB.

B. Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

(3)

Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 dan Peraturan tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Cetakan Pertama, Jakarta: Visimedia.

UU RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, Bandung: Citra Umbara, 2010. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Undang-Undang Nomor

8 Tahun 1981.

Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.

C. Internet:

Ilman Hadi. Apakah Perdamaian dalam Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Menggugurkan Tuntutan?. Tersedia di: www.hukumonline.com/klinik/ detail/lt5129ad1637c27/apakah-perdamaian-dalam-kasus-kecelakaan-lalu-lintas-menggugurkan-tuntutan. Senin, 25 Pebruari 2013

Kemenhub, 2011. Kemenhub RI, 2011. Perhubungan Darat Dalam Angka 2010. http://www.hubdat.dephub.go.id. Diakses tanggal 30 Maret 2014.

D. Berkas Perkara

Berkas Perkara dari Kepolisian Resor Pematang Siantar a.n. Arya Pratama pada kasus Kecelakaan Lalu Lintas yang Menyebabkan Kematian orang lain a.n. Tukar.

Referensi

Dokumen terkait

PERANAN DIREKTORAT LALU LINTAS KEPOLISIAN DAERAH SUMATERA UTARA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPEMILIKAN KENDARAAN BERMOTOR.. (Studi Kasus

Kantor Kepolisisam Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Utara Direktorat Lalu Lintas. Medan: Ditlantas

Dengan adanya analisa mengenai faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Kota Pematang Siantar diharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas

1) Kepolisian menggunakan kewenangan diskresi dalam menyelesaikan perkara kecelakaan lalu lintas di luar pengadilan sebelum diterbitkan laporan kepolisian. Dalam hal ini

Sumaryanto, Penyidik kecelakaan Lalu lintas Kepolisian Kota Besar Yogyakarta yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi Nara Sumber dalam penelitian dan telah

1) Adanya peraturan yang menjamin tindakan diskresi kepolisian. Adanya peraturan yang menjamin tindakan diskresi kepolisian dalam menyelesaikan perkara kecelakaan lalu

(3) Penyusunan program pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas dilakukan oleh forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di3. bawah koordinasi Kepolisian Negara

ANALISIS HUKUM PELAKSANAAN RESTORATIV JUSTICE TERHADAP KECELAKAAN LALU LINTAS DI KEPOLISIAN RESOR KOTA BESAR MAKASSAR by Mustawa