• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERGUB NOMOR 0105 THN 2017 ttng BOP DIKSUS 2017 DISDIKBUD 27 NOV 17

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERGUB NOMOR 0105 THN 2017 ttng BOP DIKSUS 2017 DISDIKBUD 27 NOV 17"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURANGUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

NOMOR0105 TAHUN 2017

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA

BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN BAGI PENDIDIKAN KHUSUS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

Menimbang: a. bahwa dalam rangka meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan agar semua penduduk usia jenjang pendidikan khusus mendapatkan kesempatan layanan pendidikan yang bermutu sesuai standar nasional pendidikan, perlu dukungan pembiayaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang diwujudkan dalam bentuk program/kegiatan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi SatuanPendidikan Khusus;

b. bahwa agar pengelolaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi Pendidikan Khususdapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel sesuai prinsip pengelolaan keuangan daerah, maka perlu diatur melalui petunjuk teknis;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Pendidikan Bagi Pendidikan Khusus;

Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 antara lain mengenai Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan sebagaiUndang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1106);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

(2)

- 2 -

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang Nomor 15Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan PemerintahanDaerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011tentang Pembentuan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, TambahanLembaran NegaraRepublikIndonesia Nomor 5234);

8. Undang-Undang Nomor23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Dearah(Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Dearah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

9. Peraturan Pemerintahan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863);

(3)

- 3 -

14. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5209);

16. Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan PemerintahNomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

17. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 173, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);

18. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan PelaksanaanUndang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan-undangan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 199);

(4)

- 4 -

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 342) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 51);

21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 tentang Pendidikan Layanan Khusus;

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036); 23. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 80

Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 80 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah;

24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah;

25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah;

26. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2007 Nomor 13);

27. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 092 Tahun 2012 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Dearah Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Dearah Provinsi Kalimantan Selatan (Berita Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012 Nomor 92) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 095 Tahun 2015tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 092 Tahun 2012 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Dearah Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Berita Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2015 Nomor 95);

(5)

- 5 -

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN GUBERNUR TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN BAGI PENDIDIKAN KHUSUS.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan:

1. Bantuan Operasional Pendidikan Bagi Pendidikan Khusus selanjutnya di singkat BOP DIKSUS adalah program bantuan untuk Operasional pendidikan Bagi Pendidikan Khusus Negeri dan Swasta oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung penyediaan biaya personalia dan nonpersonaliabagi sekolah di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang belum dibiaya oleh dana BOS Pusat maupun sumber dana lainnya.

2. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru dan konselor yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan, yang bertugas merencanakandan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, dan pelatihan.

3. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain tenaga administrasi pendidikan, tenaga laboratorium, pustakawan, operator, penjaga sekolah, satpam, sopir, dan petugas kebersihan.

Pasal 2

Petunjuk teknis penyaluran dana BOP DIKSUS ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi pemerintah daerah (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan) dalam penyaluran dana BOP DIKSUS kepada Satuan Pendidikan.

Pasal 3

Prinsip Penyaluran dana BOP DIKSUS adalah:

a. efisien yaitu harus di usahakan dengan menggunakan dana dan daya yang ada untuk mencapai sasaran yang di tetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan;

b. efektif yaitu harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;

c. transparan yaitu menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai penggunaan dan BOP DIKSUS oleh Sekolah Pendidikan Khusus;

d. akuntabel, yaitu pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan;

e. kepatutanyaituPenjabaran program/kegiatan harus dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan

(6)

- 6 -

Pasal 4

Alokasi dan BOP DIKSUS tahun Anggaran berkenaan ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Pasal 5

Sasaran Bantuan BOP di berikan kepada SLB, SDLB, SMPLB, SMALB atau sekolah sejenis yang menyelenggarakan pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Negeri dan Swasta.

Pasal 6

Monitoring dan Evaluasi terhadap pelaksanaan penyaluran dana BOP DIKSUS pada tahun berjalan dilaksanakan oleh Manajemen BOP DIKSUS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

Pasal 7

Petunjuk teknis mengenai penyaluran dana BOP DIKSUS sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dariPeraturanGubernur ini.

BAB II

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 8

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Ditetapkan di Banjarmasin pada tanggal 29 November 2017

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

ttd

H. SAHBIRIN NOOR

Diundangkan di Banjarbaru pada tanggal 29 November 2017

SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN,

ttd

H. ABDUL HARIS

(7)

LAMPIRANI

PERATURAN GUBERNUR NOMOR 0105 TAHUN 2017

TENTANG PETUNJUK TEKNISPENGGUNAAN DANA

BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN BAGI PENDIDIKAN KHUSUS

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara berusia sekolah wajib mengikuti pendidikan. Atas dasar amanat tersebut makapemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin terselenggaranya Pendidikan Khusus (PK) dan Layanan Khusus (LK) Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Konsekuensi logis pernyataan diatas dan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan padaPendidikanKhusus, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengalokasikan Bantuan Operasional Pendidikan Bersumber dari dana APBD, dialokasikan dana untuk Sekolah Pendidikan Khusus negeri dan swasta yang di salurkan ke rekening sekolah.

Agar bantuan pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien perlu dibuat aturan dan ketentuan yang harus dilaksanakan oleh penerima bantuan pemerintah bantuan operasional pendidikan. Oleh karena itu disusun petunjuk teknis penyalur bantuan pemerintah bantuan operasional Pendidikan.

B. Tujuan

Secara umum program BOP DIKSUS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka membantu terselenggaranya pendidikan yang bermutu, serta berperan dalam mempercepat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sekolah yang belum memenuhi SPM, dan meningkatkan mutu pencapaianStandar Nasional Pendidikan (SNP) pada sekolah yang sudah memenuhi SPM.

Secara Khusus Program BOP DIKSUS bertujuan:

1. membantu Sekolah untuk mengatasi biaya operasional pendidikan;

2. meringankan beban orang tua terhadap pembiayaan pendidikan;

3. memberi motivasi bagi penyelenggara pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus; dan

4. mewujudkan keberpihakan pemerintah terhadap peserta didik yang tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau.

C. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional;

(8)

- 2 -

3. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasional Nonpersonalia Tahun 2009 untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs),Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB);

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 tentang Pendidikan Layanan Khusus;

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

10.Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah;

11.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

12.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;

13.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 12 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2017;

14.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan;

15.Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 092 Tahun 2012tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Selatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 095 Tahun 2015tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 092 Tahun 2012 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Selatan; dan

(9)

- 3 -

Pelaksanaan Program BOP DIKSUS diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pendidikan, sehingga hal-hal yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang teknis Bantuan Operasional Pendidikan tidak dibahas kembali dalam Juknis BOP DIKSUS ini.

D. Sasaran

Sasaran Penerima BOP DIKSUS adalah Satuan Pendidikan Khusus Negeri dan Swasta se-Kalimantan Selatan jenjang Pendidikan dasar dan menengah.

E. Ketentuan bagi Penerima Bantuan:

1. Semua Sekolah Negeri yang sudah ada dalam database Dapodik.

2. Semua sekolah swasta yang sudah yang sudah memiliki izin operasional, sudah ada dalam database Dapodik, dan bersedia menerima BOP DIKSUS.

3. Sekolah penerima dana BOP DIKSUS harus mengikuti petunjuk teknis BOP DIKSUS yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

4. Menyampaikan permohonan BOP DIKSUS kepada GubernurKalimantan Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan dilampiri:

a. data jumlah siswa per sekolah;

b. fotokopi RKAS;

c. sisa dana BOP DIKSUS periode sebelumnya; dan

d. membuka rekening khusus BOP DIKSUS di Bank Kalsel atas nama sekolah.

5. Kepala Daerah dapat membatalkan bantuan BOP DIKSUS yang diberikan kepada sekolah apabila melanggar Juknis Ini.

Penyampian surat permohonan beserta Lampiran disampaikan kepada Bidang Pendidikan Khusus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan paling lambat 1(satu) minggu setelah adanya sosialisasi/penjelasan dari Tim Manajemen BOP DISKUS Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan atau Edaran dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

F. Syarat Pencairan

Syarat Pencairan BOP DIKSUS adalah:

1. Sekolah wajib membuat RKAS Khusus Penggunaan dana BOP DIKSUS.

2. Sekolah wajib membuat tim pengelola BOP DIKSUSdengan Surat Keputusan Kepala Sekolah.

3. Sekolah tidak mempunyai tunggakan laporan pertanggungjawaban penggunaan bantuan yang bersumber dari BOP pusat dan BOP DIKSUS.

G. Hasil yang diharapkan

Melalui penyaluran dana BOP DIKSUS ini, hal yang diharapkan adalah:

1. Kualitas satuan pendidikan pada jenjang Pendidikan Khusus Negeri/Swasta semakin meningkat.

(10)

- 4 -

H. Besar Bantuan

Penghitungan Jumlah Dana Bantuan Operasional Pendidikan dilakukan dengan ketentuan Sebagai berikut:

a. Kriteria A : Sekolah negeri yang memiliki Siswa > 78 dan memiliki luas bangunan > 540, nilai bantuan Rp40.000.000,00;

b. Kriteria B : Sekolah negeri yang memiliki Siswa > 78 dan memiliki luas bangunan < 540, nilai bantuan Rp30.000.000,00;

c. Kriteria C : Sekolah negeri yang memiliki Siswa < 78 dan memiliki luas bangunan > 540, nilai bantuan Rp35.000.000,00;

d. Kriteria D : Sekolah negeri yang memiliki Siswa < 78 dan memiliki luas bangunan > 540, nilai bantuan Rp25.000.000,00;

e. Kriteria E : Sekolah swasta yang memiliki Siswa > 78 dan memiliki luas bangunan > 540, nilai bantuan Rp30.000.000,00;

f. Kriteria F : Sekolah negeri yang memiliki Siswa < 78 dan memiliki luas bangunan > 540, nilai bantuan Rp25.000.000,00;

g. Kriteria G : Sekolah swasta yang memiliki Siswa > 78 dan memiliki luas bangunan < 540, nilai bantuan Rp20.000.000,00;

h. Kriteria H : Sekolah swasta yang memiliki Siswa < 78 dan memiliki luas bangunan < 540, nilai bantuan Rp15.000.000,00;

i. Kriteria I : Sekolah negeri yang menumpang pada sekolah lainJumlah Siswa>12, nilai bantuan Rp10.000.000,00;

j. Kriteria J : Sekolah swasta yang menumpang pada sekolah lain dan jumlah siswa > 12 nilai bantuan Rp7.500.000,00; dan

k. Kriteria K : Sekolah negeri atau swasta yang memiliki Siswa < 12 nilai bantuan Rp5.000.000,00.

I. Prinsip Pemberian

1. Dana BOP DIKSUS diberikan untuk memenuhi kekurangan dan/atau melengkapi keperuntukan dana BOP yang di alokasi oleh Pusat, BOS Pusat dan bantuan lainnya.

2. Dana BOP DIKSUS diberikan secara utuh dan tidak diperkenankan melakukan pemotongan dengan alasan apapun serta oleh pihak manapun.

3. Dana BOP DIKSUS harus dikelola secara transparan, efisien, dan efektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

4. Standar pembelanjaan mengacu kepada kewajaran harga setempat atau batas yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten/kota.

5. Standar perpajakan mengacu sistem perpajakan yang berlaku.

6. Dana BOP DIKSUS dalam suatu periode tidak harus dipergunakan pada periode tersebut.

7. Seluruh satuan pendidikan jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB yang sudah terdata dalam sistem Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) dan sudah memiliki izin operasional berhak menerima dana BOP DIKSUS.

(11)

- 5 -

9. Jika terdapat sisa dana BOP DIKSUS tahun berjalan, dapat digunakan pada periode tahun berikutnya dan menjadi penerima dalam APBS.

J. Tata Cara Pencairan Dana

Penyaluran dana BOP DIKSUS dilakukan sebanyak 1 (satu) kali setahun, dengan rincian penggunaan bisa dimulai bulan Januari 2017 sampai dengan bulan Desember 2017 dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Penyaluran BOP DIKSUS kepada satuan pendidikan penerima BOP DIKSUS dilakukan melalui rekening sekolah, atas nama sekolah (bukan rekening BOP Pusat dan bukan nama pribadi.

2. Dana BOP DIKSUS bagi negeri salurkan sesuai dengan jenis belanja program dan kegiatan yaitu belanja barang/jasa.

3. Dana BOP DIKSUS bagi sekolah swasta disalurkan melalui mekanisme hibah.

BAB II

PENGGUNAAN DANA

Mengacu pada Peraturan PemerintahNomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, biaya pendidikan sekolah menjadi bertanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah mengalokasikan dan BOP Pusat untuk membantu sekolah memenuhi biaya operasionalnya.Sampai dengan ini kemampuan pemerintahuntuk menyediakan pembiayaan pendidikan secara keseluruhan belum dapat direalisasikan, sehingga masih diperlukan peran serta pemerintah daerah dan masyarakat untuk memenuhi kekurangan biaya pendidikan yang dibutuhkan oleh sekolah antara lain.

1. Dana Bantuan Operasional Pendidikan dimanfaatkan untuk:

a. asesmen bagi peserta didik;

b.pembelian bahan habis pakai ATK;

c. pembelian bahan habis pakai praktik keterampilan;

d.honor instruktur keterampilan dan bidang lainnya dan tidak boleh untuk bayar honor pendidik dan ketenagaan pendidikan;

e. transportasi guru untuk menjaring ABK yang belum sekolah;

f. langganan daya dan jasa; dan

g. membiayai kegiatan operasional lain yang belum didanai oleh bantuan baik dari pusat maupun daerah.

2. Dana Bantuan sudah termasuk untuk biaya pelaksanaan, pengelolaan, dan pajak-pajak yang berlaku.

3. Dana BOP DIKSUS tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang sama yang telah dibiayai dengan dana bantuan yang sejenis dari pihak lain.

BAB III

LARANGAN DANA

Hal-hal berikut merupakan petunjuk rinci penggunakan dana BOP DIKSUS yang dilarang dalam penggunanya yaitu:

(12)

- 6 -

2. Membayar akomodasi kegiatan.

3. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat.

4. Membeli Lembar Kerja Siswa dan bahan peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran.

5. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi dan sejenisnya.

6. Membiayai kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan operasional sekolah.

BAB IV

PERTANGGUNGJAWABAN DAN PELAPORAN

A. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana

Pertanggungjawaban penggunaan dana BOP DIKSUS harus memperhatikan antara lain:

1. Pembelanjaan dan bantuan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penerima bantuan.

2. Setiap pembelanjaan dana bantuan harus dapat dipertanggungjawaban dan didukung oleh bukti administrasi, fisik, dan keuangan.

3. Dalam bukti pengeluaran harus jelas uraian mengenai barang/jasa yang dibayar, tanggal, dan nomor bukti.Tidak boleh ada coretan pada kwitansi (ketikan ditindas).

4. Setiap terjaditransaksi baik penerimaan maupun pengeluaran uang dibukukan sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi.

5. Pemungutandan/atau pemotongan dan penyetoran pajak atas pembayaran/pembelian/pengadaan/penggandaan barang dalam jumlah tertentu dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

6. Apabila terjadi penyimpangan terhadap penggunaan dana sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis dan lampirannya, maka penyimpangan tersebut menjadi tanggung jawab penerima bantuan.

B. Laporan Pertangggungjawaban

1. Penerimaan Dana BOP DIKSUS wajib menyampaikan laporan pertanggung jawaban kegiatan dan penggunaan dana paling lambat tanggal 15 Januari 2018.

2. Laporan pertanggungjawaban penggunaan dana memuat:

a. uraian singkat kegiatan yang dilaksanakan dan dibiaya melalui dana BOP DIKSUS;

b. rekapitulasi penerima dan pengeluaran/penggunaan dana BOP DIKSUS;

c. pembukuan/administrasi, serta bukti dan dokumen pendukung bukti pengeluaran, dengan disertakan fotokopi RKAS; dan

d. hambatan/kendala yangdihadapi dan cara mengatasi hambatan/kendala jika memang ada.

(13)

- 7 -

C. Pemantauan dan Evaluasi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan berhak melaksanakan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan penggunaan dana BOP DIKSUS.

BAB V

PENUTUP

Petunjuk teknis pemberian dana BOP DIKSUS ini merupakan acuan bagi pihak-pihak terkait dalam implementasi dana BOP DIKSUS bagi satuan Pendidikan Khusus di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017, ketentuan-ketentuan yang diatur di dalamnya bersifat mengikat, namun strategi untuk menjalankan ketentuan tersebut disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.Dengan demikian diharapkan program bantuan dana Pendidikan melalui BOP DIKSUS ini dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah dan mendukung peningkatan akses dan mutu Pendidikan Khusus di Provinsi Kalimantan Selatan.

Melalui pedoman ini diharapkan pemanfaatan dana BOP DIKSUS berjalan secara optimal dan dapatmeminimalkan kendala-kendala yang ditemui di lapangan.

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

(14)

LAMPIRAN II

PERATURAN GUBERNUR NOMOR 0105 TAHUN 2017

TENTANG PETUNJUK TEKNISPENGGUNAAN DANA

BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN BAGI PENDIDIKAN KHUSUS

DAFTAR PENERIMA DANA BOP DIKSUS SEKOLAH NEGERI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

NO. NAMA SEKOLAH KABUPATEN/KOTA STATUS

1. SLB Negeri PelambuanBanjarmasin Banjarmasin Negeri 2. SLB-C Negeri Pembina Prov. Kalsel Banjarbaru Negeri 3. SLB Negeri Kota Banjarbaru Banjarbaru Negeri 4. SDLB Negeri Sungai Paring Martapura Banjar Negeri

5. SLB NegeriMartapura Banjar Negeri

6. SDLB Negeri Pualamsari Binuang Tapin Tapin Negeri 7. SDLB Negeri Lumbu Raya Tapin Tapin Negeri 8. SLB Negeri Kandangan Hulu Sungai Selatan Negeri 9. SDLB Negeri Barabai Hulu Sungai Tengah Negeri 10. SDLB Negeri Sungai Malang Amuntai Hulu Sungai Utara Negeri

11. SLB NegeriBalangan Balangan Negeri

12. SLB NegeriTabalong Tabalong Negeri

13. SLB Negeri MarabahanBarito Kuala Barito Kuala Negeri 14. SDLB Negeri P Wijayakrama Pelaihari Tanah Laut Negeri 15. SDLB NegeriPelaihari Tanah Laut Negeri 16. SDLB NegeriTanah Bumbu Tanah Bumbu Negeri 17. SDLB Negeri Dirgahayu Kotabaru Kotabaru Negeri

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

(15)

LAMPIRAN III

PERATURAN GUBERNUR NOMOR 0105 TAHUN 2017

TENTANG PETUNJUK TEKNISPENGGUNAAN DANA

BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN BAGI PENDIDIKAN KHUSUS

DAFTAR PENERIMA DANA HIBAH BOP DIKSUS SEKOLAH SWASTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

NO. NAMA SEKOLAH KABUPATEN/KOTA STATUS

1. SLB B/C Paramita GrahaBanjarmasin Banjarmasin Swasta 2. SDLB B/C Dharma Wanita Banjarmasin Banjarmasin Swasta 3. SMPLB B/C Dharma Wanita Banjarmasin Banjarmasin Swasta 4. SMALB B/C Dharma Wanita Banjarmasin Banjarmasin Swasta 5. SDLB YPLB Banjarmasin Banjarmasin Swasta 6. SMPLB YPLB Pelambuan Banjarmasin Banjarmasin Swasta 7. SMALB YPLB Pelambuan Banjarmasin Banjarmasin Swasta 8. SLB Plus Madana Dun'ya Banjarmasin Banjarmasin Swasta 9. SMPLB Harapan Bunda Banjarmasin Banjarmasin Swasta 10. SLB-A FajarHarapan Martapura Banjar Swasta

11. SMPLB KeratonMartapura Banjar Swasta

12. SMALB KeratonMartapura Banjar Swasta

13. SMPLB Ramajaya Binuang Tapin Tapin Swasta 14. SMALB Ramajaya BinuangTapin Tapin Swasta 15. SMPLB Pembimbing BudiBarabai Hulu Sungai Tengah Swasta 16. SMALB Barabai Hulu Sungai Tengah Swasta 17. SMPLB Bina Sejahtera Amuntai Hulu Sungai Utara Swasta 18. SMALB Bina SejahteraAmuntai Hulu Sungai Utara Swasta

19. SMPLB Pelaihari Tanah Laut Swasta

20. SMALB Pelaihari Tanah Laut Swasta

21. SMPLB Sumber AsihKotabaru Kotabaru Swasta

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

Referensi

Dokumen terkait

Mengacu pada pendapat di atas, prosedur pengolahan dan analisis data kualitatif dalam penelitian ini menempuh: Pertama , reduksi data; maksudnya pemilahan datayang

Acara yang rencananya akan digelar dua tahun sekali tersebut juga memadukan beberapa tampilan budaya, baik dari Malaysia ataupun Indonesia, beberapa mahasiswa Indonesia

WBPU telah disahkan sesuai SK Menteri Kehutanan Nomor : SK.28/VI-BUHA/2011 Tanggal 18 Maret 2011 tentang Persetujuan Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu

g) pipet ukur 1 mL steril dengan skala 0,1 mL dilengkapi bulb atau pipettor; dan h) cawan Petri gelas/plastik (berukuran minimal 15 mm x 90 mm), steril. Masukkan ke dalam

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 80 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Untuk aktivitas offline komunitas AIS Banyuwangi masuk ke pesantren-pesantren yang ada di Banyuwangi untuk memberikan pelatihan, pelatihan yang diharapkan untuk

Tahun 2017 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan di Daerah sebagaimana telah diubah dengan

Dari semua analisa diatas dapat diketahui bahwa pada dasarnya persepsi santri terhadap penerapan hukuman adalah tinggi, baik hukuman fisik ataupun hukuman psikis tidak