18
REDESAIN PESANTREN MODERN DARUL ULUM
DI BANDA ACEH
(Tema: Arsitektur Tropis)
Rahmazana Aulia Herman
1, Faiza Aidina
2 1)Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik UNMUHA2)Staf Pengajar Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik UNMUHA ([email protected])
ABSTRAK
Pesantren Modern Darul Ulum adalah sebuah Pesantren Terpadu yang menggabungkan dua lembaga pendidikan, yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Setiap tahun pertambahan santri semakin meningkat, tetapi fasilitas yang ada pada saat ini tidak memadai, salah satunya ruangan kelas yang tidak mencukupi , maka dari itu perlu upaya untuk merancang kembali Pesantren Darul Ulum ini dengan maksud memperbaiki desain terhadap fasilitas-fasilitas yang kurang memadai, serta mengatur keteraturan ruang dan sirkulasi. Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh ini berlokasi di Jalan Syiah Kuala nomor 5 Gampong Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Provinsi Aceh. Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh ini menerapkan Pesantren Tipe D, yaitu Pesantren yang menyelenggarakan sistem pondok dan sekaligus sistem sekolah/madrasah, dengan tema yangditerapkan yaitu Arsitektur Tropis. Penerapan arsitektur tropis pada bangunan ini dengan menerapkan ventilasi silang, pilotis, dan bukaan yang besar untuk memanfaatkan angin, pemilihan bentuk massa bangunan yang tidak lebih dari lima kali tinggi lantai, dan penamanan vegetasi seperti pohon palem yang berfungsi sebagai pohon pengarah, glodokan tiang sebagai buffer, pohon tanjung dan flamboyan sebagai pohon peneduh. Orientasi bangunan timur-barat, terletak dijalan utama, pencapaian ke lokasi pesantren dapat diakses dari segala arah, melalui jalan Syiah Kuala, jalan Tengku Daud Bereu’eh, dan jalan T. Hasan Dek. Massa bangunan merupakan massa majemuk yang memiliki dua bangunan utama yang terdiri dari sekolah dan asrama. Fasilitas bangunan pendukung lainnya yaitu mesjid, kantor pengelola, aula, dapur dan ruang makan, rumah ustadz/ustadzah, ruko dan pos satpam. Kolom utama berukuran 50x50 cm, menggunakan pondasi tapak, dinding menggunakan material batu bata, dan atap menggunakan struktur baja berat. Luas lahan 48.938 m² dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) adalah 29.362 m².
Kata kunci : Arsitektur Tropis, Banda Aceh, Pesantren Modern, Redesain.
1. PENDAHULUAN
Pesantren Modern Darul Ulum (Ma’hadu Daarul Ulum al-Ashry) adalah pesantren terpadu yang mengkolaborasikan pendidikan ilmu pengetahuan agama Islam dengan pendidikan ilmu pengetahuan umum yang didirikan pada tahun 1990. Darul Ulum merupakan Pesantren di bawah naungan Yayasan Pembangunan Umat Islam dan berdiri di atas tanah milik yayasan seluas 48.938 m² yang beralamat di Jalan Syiah Kuala nomor 5 Gampong Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Provinsi Aceh.
Pesantren Modern Darul Ulum memiliki gedung-gedung yang difungsikan sebagai asrama, masjid, dan ruang belajar. Saat ini Darul Ulum memiliki tiga buah lembaga
pendidikan formal yang melaksanakan kurikulum nasional, yaitu Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum, SMP Islam Darul Ulum, dan Madrasah Aliyah Darul Ulum. Total keseluruhan santri adalah sebanyak 899 santri
.
Berdasarkan hasil pengamatan pada tahun 2016 lalu, diasumsikan santri yang masuk setiap tahun ajaran bertambah, oleh karena itu butuh adanya pengembangan pesantren. Kapasitas yang ditampung ruang belajar tidak memadai. Dalam satu kelas menampung 3745 santri, kondisi tersebut tidak sesuai dengan kondisi belajar mengajar. Pada kamar asrama menampung 17-20 santri, akibatnya tidak memeberikan rasa nyaman bagi santri karena kamar terlalu penuh, dan juga tidak memiliki ruang bersama. Fasilitas asrama, laboratorium
19 dan ruang ruang lainnya juga sudah tidak mampu menampung kebutuhan pesantren, dan mayoritas gedung dalam kondisi tidak baik, seperti pintu ruang kelas yang sudah rusak, kaca jendela yang pecah, cat pada gedung sudah mengelupas, dan plafonnya yang berlubang.
Dalam kesehariannya para santri melaksanakan aktifitas mengikuti jadwal danperaturan-peraturan yang telah ditetapkan guna membiasakan mereka dalam kedisiplinan dan kemandirian. Disela-sela keharusan santri yang menjalani aktivitasnya di pesantren, kadang kala mereka merasa jenuh dan bosan, dan untuk mengatasinya biasanya santri berkumpul dan bersantai diarea asrama seperti diteras, yang berfungsi sebagai area sirkulasi keluar masuk, sehingga hal tersebut dapat mengganggu aktivitas santri yang lain. Kebutuhan akan area bersosialisasi juga dirasa perlu guna menunjang kenyamanan bagi para santri.
Dari uraian diatas maka dari itu perlu upaya untuk merancang kembali Dayah Modern Darul Ulum ini agar lebih baik kualitasnya sehingga santri dapat merasa lebih nyaman berada di pesantren di tahun-tahun yang akan datang.
2. DESKRIPSI LOKASI
Gambar 1. Lokasi Tapak Sumber: Analisis, 2016
Banda Aceh ini berlokasi di Jalan Syiah Kuala nomor 5 Gampong Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Provinsi Aceh, dengan Luas Lahan 48.938 m².
3. STUDI LITERATUR
Menurut Wahid (2001:3), pesantren adalah sebuah komplek dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan disekitarnya. Sebuah komplek umumnya berupa bangunan mejemuk yang terdiri dari bangunan utama dan beberapa bangunan penunjang. Kebutuhan yang paling utama biasanya adalah masjid dan tempat tinggal yang sering disebut dengan pondok.
Untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman maka hadirnya pesantren modern diharapkan dapat menjadi tempat mendalami agama Islam sekaligus juga mendapat pendidikan sekolah umum sehingga sebuah pesantren modern berdiri sederajat dengan sekolah umum, bahkan dapat meningkatkan potensi remaja sebagai generasi remaja muda. Oleh sebab itu, prioritas pendidikan pesantren bertumpu pada upaya-upaya pembentukan kader ulama dimana persoalan penanaman akhlakul karimah dan ilmu-ilmu agama menjadi prioritas utama. Sedangkan hal-hal lain, terutama bidang keterampilan praktis, hanya berfungsi sebagai pelengkap untuk kesempurnaan peran yang akan dimainkan oleh anak didik pesantren di masyarakat. Pesantren modern diharapkan mampu membawa atau membangun para santrinya menjadi manusia yang berkualitas dan berperan serta dalam pembangunan bangsanya.
4. TEMA PERANCANGAN
Arsitektur tropis adalah keterikatan bangunan dengan lingkungan sebagai tempat manusia beraktifitas yang dirancang dengan mempertimbangkan faktor iklim dan disesuaikan untuk daerah khatulistiwa. Perancangan dengan memperhatikan aspek-aspek terkait, seperti cross ventilation, pembelokan angin dengan gubahan massa dan sistem secondary skin pada bukaan agar rancangan bangunan mengarah pada pemecah
20 persoalan yang ditimbulkan oleh terik matahari, suhu tinggi, hujan dan kelembaban tinggi sehingga tercipta rancangan yang mampu mengatasi problema lingkungan tropis itu sendiri.
Karakteristik iklim tropis:
a. Mengkodisikan kebutuhan fisik ruangan sesuai dengan iklim tropis; b. Bentuk gubahan massa yang panjang
dan lebarnya tidak lebih dari lima kali tinggi lantai bangunan dapat menciptakan pergerakan udara yang memadai sehingga suhu ruangan terasa nyaman;
c. Pencahayaan alami yang cukup dengan bukaan yang besar; dan
d. Menggunakan kanopi, untuk menahan tampias hujan dan terik sinar matahari
5. ANALISIS PERANCANGAN
A. Analisis Pemakai
Jumlah pemakai didasarkan pada data penghuni Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh disesuaikan dengan kegiatan pengguna bangunan. Pengguna bangunan yang dianalisis adalah pengelola, pengunjung, dan servis.
B. Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Menurut kegiatan, pelaku dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan pelaku kegiatan di lingkungan pesantren yaitu :
a. Santri/Murid jenjang Tsanawiyah dan Aliyah
Jumlah santri dalam perencanaan Redesain Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh ini yaitu berjumlah 900 orang.
b. Pengelola dan pembina asrama
Untuk tenaga pendidik perhitungannya dibagi menurut jenjang pendidikannya. Data dari Departemen Pendidikan Nasional, rasio guru dan siswa adalah 1:18 (pendidikan formal). Sedangkan rasio ustadz dan santri adalah 1:25 (pendidikan agama). Maka untuk mendapatkan jumlah tenaga pengajar
pada Redesain Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh ini secara umum dapat dihitung dengan rumus:
Jumlah guru = jumlah siswa : 18 = 900 : 18
= 50 orang (guru pria dan wanita)
Jumlah ustadz = jumlah santri : 25
= 900 : 25
=36 orang (ustad dan ustadzah)
Sehingga, jumlah total tenaga pendidik adalah 50 + 36 = 86 orang
c. Pengunjung/Orang tua santri
d. Tamu yang berkepentingan dengan
pengelola
e. Servis diantaranya petugas kebersihan, petugas maintenance listrik, satpam, petugas dapur.
Ruang-ruang yang dibutuhkan antara lain, Sekolah, Asrama, Kantor Pengelola, Aula, Mesjid, Dapur dan Ruang Makan, Rumah Ustadz/Ustadzah, Ruko, Pos Satpam.
C. Organisasi Ruang
Gambar 2. Organisasi Makro Sumber: Analisis, 2016
Pada organisasi makro Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh ini, dijelaskan secara umum sirkulasi bangunan dengan lingkungan.
21 E. Analisis Tapak
Analisis tapak yang dilakukan adalah analisis iklim, analisa pencapaian dan analisa kebisingan.
F. Analisis Bangunan
Analisis bangunan yang dilakukan adalah pola massa bangunan, bentuk bangunan dan struktur bangunan dan analisa material. G. Sistem Utilitas
Sistem yang mengatur perangkat keras fungsi bangunan seperti; air bersih, limbah cair, sistem pembuangan, penghawaan, instalasi listrik, pencegahan kebakaran aktif, pencegahan kebakaran pasif dan penangkal petir.
6. KONSEP PERANCANGAN
A. Konsep Sesuai TemaDasar dari perancangan ulang Pesantren Modern Darul Ulum ini adalah untuk memberikan solusi akan kondisi eksisting pesantren yang saat dinilai belum sesuai dengan kebutuhan pemakai. Sekain itu juga mengatasi akan permasalahan kondisi bangunan yang sudah rusak karena pengaruh iklim. Serta memberikan kenyamanan bagi penghuninya baik santri maupun pengelola.
Untuk perancangan Pesantren Modern Darul Ulum ini menerapkan konsep arsitektur tropis yang penekanan utamanya adalah pada kenyamanan thermal, yaitu dari segi aliran udara melalui ruangan, dan ventilasi. Tema arsitektur tropis yang diambil akan diterapkan pada bentuk dasar bangunan, tampilan dan fasade bangunan, serta prinsip dasar arsitektur tropis yang mengedepankan kenyamanan thermal.
Kenyamanan adalah sebagai suatu pemikiran dimana kepuasan didapati (Ashere, 1989). Kenyamanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni temperatur udara, pergerakan angin, kelembaban udara, radiasi, faktor subyektif seperti metabolism, pakaian, makanan-minuman, bentuk tubuh, serta usia dan jenis kelamin (Auliciems & Szokolay, 2007). Faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan thermal yaitu, temperature udara,
temperature radiant, kelembaban udara, aktivitas, desain bangunan, desaian bukaan, pengaruh luar, serta pelindung terhadap radiasi matahari. Faktor-faktor tersebut kemudian akan diterapkan pada konsep tapak, bentukan massa, dan ventilasi silang.
B. Konsep Tapak a. Penzoningan
Penzoningan lahan dibagi berdasarkan, zona publik, zona semi publik dan zona privat.
b. Tata Letak
Tata letak disesuaikan dengan konsep penzoningan tapak.
Gambar 3. Tata Letak Sumber: Analisis, 2016
c. Sirkulasi Ruang Luar
Sirkulasi ada dua yaitu sirkulasi kendaraan dan sirkulasi orang.
C. Konsep Tata Hijau (Lanskap)
Tata hijau dari vegetasi yang ada pada tapak menjadi unsur penting bila dikletakkan sesuai dengan fungsinya. Secara umum keberadaan pohon-pohon di sekitar bangunan dapat menurunkan suhu sekitar dan mengendalikan penyerapan air hujan dan juga bisa menjadi buffer. Pengaturan tata hijau harus disesuaikan dengan kondisi eksisting dari tapak serta bentuk dan letak bangunan.
D. Konsep Parkir
Sistem parkir yang direncanakan sistem parkir menyudut 45o dan 90o.
22
Gambar 4. Sistem Parkir Sumber : Data Arsitek, 2016
E. Konsep Bangunan 1. Dinding.
a. Material dinding:
batu bata;
b. Interior dinding: Wallpaper, kaligrafi, dan cat;
c. Ekseterior dinding: Komposit panel, cat dan alucobond; dan d. Dinding partisi: Gypsumboard
2. Lantai
a. Material struktur lantai: menggunakan lantai cor beton; dan b. Finishing lantai menggunakan
materil lantai yang bertekstur, menggunakan keramik pada bangunan sekolah, asrama, kantor pengelola, aula, ruko, dan rumah guru. Lantai granit digunakan pada masjid, pavingblock dan grassblock digunakan pada pedestrian.
3. Atap
a. Struktur atap : Rangka baja dan beton bertulang; dan
b. Penutup atap : Material Seng c. Konsep Utilitas
a. Sistem Instalasi Listrik
Gambar 5. Sistem Instalasi Listrik Sumber : Analisis, 2016
b. Sistem Air Bersih
Gambar 6. Jaringan Air Bersih Sumber : Analisis, 2016
c. Sistem Pembangunan Limbah
Gambar 7. Sistem Pembuangan Air limbah (washtafel dan urinoir)
Sumber : Analisis, 2016
Gambar 8. Jaringan Pembuangan Air Limbah (dapur) Sumber : Analisis, 2016
d. Sistem Pembuangan Sampah
Gambar 9. Sistem Pembuangan Sampah Sumber : Analisis, 2016
e. Sistem Pencegahan Bahaya Kebakaran
Gambar 10. Sistem Kebakaran Sumber : Analisis, 2016
23 d. Konsep Bentuk
Dalam pengolahan konsep bentuk pada bangunan Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh ini mengikuti prinsip-prinsip tema pada arsitektur tropis seperti : bangunan dibuat memanjang untuk memaksimalkan pencahayaan dan menghemat energi listrik, menggunakan ventilasi silang untuk pemanfaatan angin yang mesuk kedalam ruangan dengan maksimal.
Bentuk yang digunakan untuk bangunan Redesain Pesantren Modern Darul Ulum di Banda Aceh ini adalah kombinasi dari bentuk persegi dan persegi panjang.
Gambar 11. Konsep Bentuk Sumber : Analisis, 2016
7. HASIL PERANCANGAN
Gambar 12. Blok Plan
Gambar 13. Layout Plan
Gambar 14. Site Plan
Gambar 15. Tampak Potongan Site
24
Gambar 17. Denah Bangunan Utama (Asrama) Lantai 2
Gambar 18. Denah Bangunan Utama (Asrama) Lantai 3
Gambar 19. Tampak depan dan Tampak Samping Kanan Bangunan Utama (Asrama)
Gambar 20. Tampak Belakang dan Tampak Samping Kiri Bangunan Utama (Asrama)
Gambar 21. Potongan A-A Asrama
Gambar 22. Potongan B-B
Gambar 23. Denah Bangunan Utama (Sekolah) Lantai 1
25
Gambar 25. Denah Bangunan Utama (Sekolah) Lantai 3
Gambar 26. Tampak depan dan Tampak Samping Kanan Bangunan Utama (Sekolah)
Gambar 27. Tampak Belakang dan Tampak Samping Kiri Bangunan Utama (Sekolah)
Gambar 28. Potongan A-A Sekolah
Gambar 29. Potongan B-B Sekolah
Gambar 30. Interior
Gambar 31. Eksterior
26
8. DAFTAR PUSTAKA
Wahid. 2001. Definisi Pesantren Ching, Francis DK. 1996. Wujud
Bangunan.Erlangga. Jakarta
Ching, Francis DK. 1996. PrinsipPenyusunan Ruang. Erlangga. Jakarta