• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUBLIC SUMMARY (Resume Hasil Penilaian)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PUBLIC SUMMARY (Resume Hasil Penilaian)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PUBLIC SUMMARY

(Resume Hasil Penilaian)

HASIL PENILAIAN KINERJA PHPL

IUPHHK- HA

PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II

SK IUPHHK-HA Nomor : SK.384/Menhut-II/2009

Tanggal : 2 Juli 2009

Luas Areal : ± 143.970 Ha

Lokasi Unit Manajemen

Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur

dan Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur

Oleh :

(2)

RESUME HASIL PENILAIAN KINERJA PHPL IUPHHK-HA

PT. Rimba Karya Rayatama

Kab. Mahakam Ulu dan Kab. Malinau

Propinsi Kalimantan Timur dan Propinsi Kalimantan Utara

IDENTITAS LPPHPL PT. TÜV Rheinland Indonesia

1.

IDENTITAS

LPPHPL

a . Nama Lembaga

:

PT. TÜV Rheinland Indonesia

b . Nomor Akreditasi

: LPPHPL-016-IDN

c . Alamat

: Menara Karya 10th Floor

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-5 Kav. 1-2,

Jakarta 12950 INDONESIA

d . Nomor telepon/faks/E-mail

: Telp. +62-21-579 44 579, Fax .+62-21-579 44 579

e-mail :

[email protected]

e . Direktur

: Direktur Utama :

Ir. M. Bascharul Asana, MBA

Direktur :

Edmundus Wiharyono ,

Abdul Qohar

f . Tim Audit

: 1. Sapto Hadi Winarno

2. Jubaedi Nu’man

3. Endang Abdul Rosad

4. Moch. Nurul Anwar

5. Yudi Wahyudin

g . Tim Pengambil Keputusan

: Kepala LV-LK dan PHPL :

Dian Susanty Soeminta, S.Hut

2.

IDENTITAS AUDITEE :

a.

Nama Pemegang Izin

:

PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II

b.

Nomor & Tanggal SK

: Nomor : SK.384/Menhut-II/2009, Tanggal : 2 Juli

2009, Luas : 143.970 Hektar

c.

Luas dan Lokasi

: 143.970 Hektar, Kabupaten Malinau Provinsi

Kalimantan Utara dan Kutai Barat (Mahakam Ulu),

Provinsi Kalimantan Timur

d.

Alamat kantor

:

Kantor Pusat :Jl. P. Antasari No. 54 Samarinda,

Kalimantan Timur

Kantor Jakarta :Ruko Mitra Sunter Blok B No. 22

(3)

e.

Nomor telepon/faks/E-mail

: (0541) 732854 ; Fax (0541) 732855, . (021)

650-6089, Fax. (021) 6530-6858,

E-mail : [email protected]

f.

Pengurus

: - Komisaris Utama : Budiyento Lukman

- Komisaris : Andi Nurlaila

- Direktur Utama

: Hendy Bong

- Direktur

: Ir. Slamet Prayoga

- Direktur

: Ir. H. Iskandar

3.

RINGKASAN TAHAPAN :

Tahapan

Waktu dan Tempat

Ringkasan Catatan

Audit Tahap I

Tanggal 2-5 Juni 2014, PT.

TUV Rheinland Indonesia

Berdasarkan hasil audit I disimpulkan

dapat dilanjutkan audit II

Koordinasi dengan

Instansi Kehutanan

Tanggal 9 Juni 2014,

BP2HP Wilayah XIII dan

Dinhut

Propinsi

Di

Samarinda

Tanggal 10 Juni 2014,

Dinhut Mahulu

Koordinasi di BP2HP Wilayah XIII, Dinhut

Propinsi Kaltim dan Dinhut Mahakam Ulu

dilakukan pada saat datang dan selesai

penilaian lapangan.

Auditor meminta masukan kinerja auditee

dan memberikan laporan pada waktu

koordinasi setelah penilaian lapangan

Konsultasi Publik

Tanggal 10 Juni 2014,

Long Bagun

Konsultasi publik dihadiri BP2HP, Dinhut

Prop, Dinhut Mahakam Ulu, Pemda

Mahulu, dan masyarakat sekitar areal

(tokmas dan pejabat desa)

Pertemuan

Pembukaan

Tanggal 11 Juni 2014,

Camp. Belaban

Pertemuan pembukaan dihadiri oleh

perwakilan PT Rimba Karya Rayatama II

yang

terdiri

dari

Management

Representative, Manager camp, bagian

perencanaan, produksi, pembinaan hutan,

lingkungan, personalia, PH PT. RKR dan

Lembaga Sertifikasi PT. TUV Rheinland

Indonesia.

Perincian

pelaksanaan

pertemuan pembukaan adalah :

 Lead Auditor menjelaskan maksud dan

tujuan,

ruang

lingkup,

jadwal,

metodologi, prosedur penilaian dan

ketentuan/ mekanisme pengambilan

keputusan

 Meminta ketersediaan, kelengkapan

data dan transparansi data.

 Pada saat pertemuan disepakati antara

lain jadwal audit pada dasarnya

(4)

fleksibel antara audit dokumen dan

lapangan mengingat kondisi cuaca

setempat

 Penandatanganan

Berita

Acara

Pertemuan

Verifikasi Dokumen

dan Observasi

Lapangan

Tanggal 11 Juni s.d 18

Juni 2014, Mahulu dan

Samarinda,

Verifikasi

dokumen

dan

observasi

lapangan dapat berjalan dengan baik dan

seluruh

parameter

penilaian

sesuai

peraturan

yang

berlaku

dapat

diselesaikan.

Pertemuan

Penutupan

Tanggal 18 Juni 2014,

Kantor PT. RKR II di

Samarinda

Pertemuan

penutupan

dihadiri

oleh

perwakilan PT Rimba Karya Rayatama II

yang

terdiri

dari

Management

Representative, manager camp, bagian

perencanaan, produksi, transportasi, PH

Samarinda, Kordinator Sosial-Budaya dan

Lembaga Sertifikasi PT. TUV Rheinland

Indonesia. Lead Auditor memaparkan

hasil verifikasi dan melakukan konfirmasi

hasil dan temuan di lapangan serta

menginformasikan

batas

waktu

penyampaian dokumen tambahan untuk

verifier yang berpotensi Buruk (PHPL) dan

berstatus tidak memenuhi (VLK). Lead

Auditor dan Auditee menandatangani

Notulensi Pertemuan Penutupan.

Pengambilan Keputusan

Kantor PT. TUV Rheinland

Indonesia.

Dilakukan

sesuai

dengan

ketentuan

Perdirjen BUK No. P.8/VI-BPPHH/2012

Lampiran

3.1

tentang

Pedoman

Pelaksanaan

Penilaian

Kinerja

Pengelolaan

Hutan

Produksi

Lestari

(PHPL).

(5)

RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

A. Penilaian Kinerja PHPL 1. Prasyarat

1.1. Kepastian Kawasan Pemegang Izin/Hak Pengelolaan

BAIK  Ketersediaan dokumen administrasi tata batas

PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II di kantor lapangan lengkap sesuai dengan tingkat realisasi pelaksanaan tata batas yang telah dilakukan

 Realisasi tata batas 116,16 km (28,47 % dari keseluruhan panjang batas areal 408,00 km) atau realisasi batas < 100%, tetapi ada bukti upaya pemegang izin untuk merealisasikan tata batas hingga temu gelang

 Terdapat pengakuan para pihak yaitu

Pemerintah, pemegang IUPHHK-HA lain dan sebagian masyarakat atas eksistensi areal PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II dan tidak terdapat konflik batas

 Seluruh areal IUPHHK-HA PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II berada dalam kawasan hutan dengan fungsi Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas ± 143.970 Ha (100%) dan tidak terdapat perubahan fungsi kawasan

 Tidak ditemukan adanya penggunaan izin di luar SK IUPHHK-HA PT. RIMBA KARYA RAYATAMA

II, seperti pertambangan, perkebunan,

transmigrasi dan lain-lain, sehingga verifier ini tidak dapat diaplikasikan (Not Aplicable)

1.2. Komitmen Pemegang Izin/Hak Pengelolaan

BAIK  Terdapat komitmen pemilik ijin untuk melakukan

PHPL yang dinyatakan secara tertulis dalam visi, misi dan tujuan perusahaan

 Telah dilakukan sosialisasi Visi dan Misi IUPHHK-HA PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II menuju Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) kepada karyawan dan sebagian masyarakat serta dibuktikan dengan adanya Berita Acara Sosialisasi Visi dan Misi yang dilampiri daftar hadir dan dokumentasi pelaksanaan sosialisasi namun pemahaman Visi dan Misi Perusahaan dari karyawan level bawah masih kurang

 Visi misi telah diimplementasikan dalam

pelaksanaan PHPL namun masih belum

seluruhnya 1.3. Jumlah dan kecukupan tenaga

profesional terlatih dan tenaga teknis pada seluruh tingkatan untuk mendukung pemanfaatan

implementasi penelitian,

pendidikan dan latihan

BAIK  Mengacu pada Peraturan Dirjen Bina Produksi

Kehutanan Nomor : P.8/VI-SET/2009 tanggal 12 Agustus 2009 keberadaan tenaga profesional bidang kehutanan di lapangan jumlahnya masih kurang sebanyak 30 orang dan hanya tersedia pada sebagian bidang kegiatan pengelolaan hutan, dimana masih terdapat bidang pengelolaan hutan yang masih kosong yaitu GANIS PHPL Perencanaan Hutan, GANIS PHPL Pemanenan Hutan, dan GANIS PHPL Kelola Lingkungan

(6)

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

 Realisasi peningkatan kompetensi SDM PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II pada tahun 2010 sampai dengan 2014 sebesar 72,34 % (di atas 70%) dari rencana

 Dokumen ketenagakerjaan PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II tersedia lengkap.

1.4. Kapasitas dan mekanisme untuk

perencanaan pelaksanaan

pemantauan periodik, evaluasi

dan penyajian umpan balik

mengenai kemajuan pencapaian (kegiatan) Pemegang Izin/Hak Pengelolaan

BAIK  Tersedia Struktur organisasi dan job description PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II sesuai SK Direktur Utama PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II 001/RKR.II-IUPHHK/SMD/I/2014 tanggal 1 Januari 2014 yang sesuai dengan kerangka PHPL dimana di dalamnya terdapat unit kerja yang membidangi Kelola Produksi, Kelola lingkungan, Kelola Sosial, Audit Internal, dan lain sebagainya, namun ditemukan masih terdapat rangkap jabatan dan jabatan yang kosong.  PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II telah

memiliki perangkat SIM dan tenaga pelaksana SIM di Kantor Pusat Samarinda, Kantor Cabang Melak, Base Camp Beleban, Camp Berahim, dan Camp Gelak

 Organisasi SPI tersedia sesuai SK Direktur Utama PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II 01/RKR.II-IUPHHK/SMD/I/2011 tanggal 1 Januari 2011, tetapi belum berjalan efektif untuk mengontrol seluruh tahapan kegiatan dalam kerangka PHPL

 Terdapat keterlaksanaan sebagian tindak koreksi manajemen berbasis hasil monitoring dan evaluasi

1.5. Persetujuan tanpa paksaan

berdasarkan informasi yang

lengkap

BAIK  Kegiatan penebangan pada Blok BKT 2010, RKT

2011, 2013, dan 2014 yang akan mempengaruhi kepentingan hak-hak masyarakat Desa Batoq Kelo dan Desa Long Tuyoq telah mendapatkan persetujuan atas dasar informasi awal yang memadai.

 Terdapat persetujuan dalam proses pembuatan

AMDAL dari seluruh para pihak, yaitu

Pemerintah dan masyarakat

 Terdapat sebagian persetujuan dari para pihak dalam proses tata batas areal kerja IUPHHK-HA PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II

 Terdapat persetujuan dalam proses dan pelaksanaan CSR/CD dari sebagian masyarakat desa

 Terdapat persetujuan dalam proses penetapan kawasan lindung dari Pemerintah dan sebagian masyarakat sekitar areal masyarakat sekitar areal PT. RIMBA KARYA RAYATAMA II (masyarakat Desa Batoq Kelo), sedangkan persetuan penetapan kawasan lindung dari masyarakat Desa Long Tuyoq tidak ditemukan

2. Produksi

2.1. Penataan areal kerja jangka panjang dalam pengelolaan hutan lestari

SEDANG  Berdasarkan Hasil Penilaian dokumen dapat

disimpulkan bahwa PT. RKR telah mempunyai dokumen Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (RKUPHHK-HA) berbasis IHMB Periode Tahun 2012 – 2021 yang telah disetujui oleh pejabat yang berwenang berdasarkan SK.55/VI-BUHA-2/2012 tanggal 12 Juli 2012

(7)

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

 Berdasarkan Hasil Penilaian dokumen, dengan cara overlay peta dan pengecekan di lapangan dapat dinyatakan bahwa penataan batas blok RKT di lapangan sesuai dengan RKUPHHK-HT namun terdapat plot PUP yang berbeda antara di peta dengan lapangan

 Berdasarkan hasil telaah dokumen dan verifikasi lapangan dapat disimpulkan bahwa PT. RKR telah melakukan pemeliharaan batas blok dan petak kerja dan tidak seluruhnya terlihat dengan jelas di lapangan.

2.2. Tingkat pemanenan lestari

untuk setiap jenis hasil hutan kayu utama dan nir kayu pada setiap tipe ekosistem

SEDANG  Berdasarkan hasil telaah dokumen dan verifikasi

lapangan dapat disimpulkan bahwa PT. RKR telah memiliki data potensi tegakan hutan alamnya dari hasil IHMB dan hasil ITSP 3 tahun terakhir yang dilengkapi jalur surveI, dan peta penyebaran pohon

 PT RKR sudah mempunyai plot PUP dan belum dianalisa karena baru satu kali pengukuran dan baru RKT ke IV

 Auditee telah melakukan perhitungan JTT berdasarkan data potensi hasil IHMB dan dipergunakan untuk menyusun JTT sendiri 2.3. Pelaksanaan penerapan tahapan

sistem silvikultur untuk menjamin regenerasi hutan

BAIK  Berdasarkan hasil telaah dokumen dapat

diketahui bahwa PT. RKR telah mempunyai SOP seluruh tahapan kegiatan sistem silvikultur sesuai ketentuan namun isinya belum lengkap  Berdasarkan telah dokumen dan Hasil Penilaian

di lapangan, PT. RKR belum seluruhnya mengimplementasikan SOP tahapan silvikultur  Berdasarkan hasil uji petik di lapangan dapat

diketahui bahwa terdapat pohon inti dari kelompok kayu komersial tersebar merata sebanyak 60 batang/ha

 Berdasarkan hasil uji petik di lapangan dapat diketahui bahwa terdapat permudaan kelompok kayu komersil untuk tingkat tiang > 100 dan pancang > 400 namun tidak tersebar merata 2.4. Ketersediaan dan penerapan

teknologi tepat guna untuk pemanfaatan hutan

SEDANG  Hasil Penilaian secara keseluruhan menunjukan

bahwa SOP RIL telah tersedia, isinya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku namun belum memasukkan pembuatan perangkap lumpur (sediment trap), penanaman cover crop untuk di jalan sarad, tanah kosong dan lereng serta pembuatan guludan

 Berdasarkan hasil telaah dokumen dapat diketahui bahwa PT. RKR telah menerapkan teknologi ramah lingkungan pada 3 tahapan namun pelaksanaannya belum pada semua areal tebangan

 Berdasarkan Hasil Penilaian di lapangan diketahui tingkat kerusakan tegakan tinggal pada blok RKT 2012/2013 di IUPHHK-HT PT. RKR adalah 23%

 Hasil uji petik penghitungan faktor eksploitasi diperoleh nilai 0.73 menunjukkan penebangan berlangsung secara efisien (> 0,7)

(8)

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

2.5. Realisasi penebangan sesuai

dengan rencana kerja

penebangan/pemanenan/ pemanfaatan pada areal kerjanya

BAIK  Berdasarkan hasil telaah dokumen dapat

diketahui bahwa PT. RKR telah mempunyai dokumen RKT yang disahkan oleh pejabat yang berwenang dan disusun berdasarkan RKU yang sah

 Berdasarkan hasil telaah dokumen dapat diketahui terdapat kesesuaian antara peta kerja RKT dengan peta RKU yang disahkan oleh pejabat yang berwenang

 Berdasarkan Hasil Penilaian dapat dinyatakan bahwa peta kerja rencana jangka pendek telah diimplementasikan di lapangan tetapi belum mencakup seluruh penataan batas kawasan lindung

 Realisasi rata-rata volume tebangan selama BKT 2010, RKT 2011, RKT 2013 sebesar 32 % 2.6. Tingkat investasi dan reinvestasi

yang memadai dan memenuhi kebutuhan dalam pengelolaan hutan, administrasi, penelitian

dan pengembangan, serta

peningkatan kemampuan sumber daya manusia

BAIK  Realisasi fisik kelola hutan rata-rata 98,4% dan kecukupan dana rata-rata 101,15%.

 Perbedaan alokasi dana untuk tahun 2012 dan 2013 > 66,62%.

 Berdasarkan hasil dari pengamatan fisik di lapangan terlihat bahwa keadaan fisik lapangan sudah sesuai dengan laporan kegiatan sehingga realisasi pendanaan Auditee untuk kegiatan teknis kehutanan lancar sesuai dengan tata waktu

 Realisasi Modal yang ditanam kegiatan

pembinaan hutan dan perlindungan hutan tahun 2012 dan 2013 sebesar 98,73% tetapi kegiatan pengadaan bibit tahun 2013 terealisasi 71,56%  Realisasi penanaman kanan kiri jalan terealisasai

100% sedang hasil uji petik persen tumbuh adalah 16% sehingga realisasi penanaman 84%

3. Ekologi

3.1. Keberadaan, kemantapan dan kondisi kawasan dilindungi pada setiap tipe hutan

BAIK  Keberadaan kawasan lindung di IUPHHK-HA PT.

RKR II terdapat kesesuaian antara dokumen rencana (RKUPHHK) dengan fisik di lapangan

dan terdapat perbedaan luasan hasil

perhitungan. Kawasan lindung yang

dialokasikan dan dan ditetapkan telah sesuai dengan berbagai kondisi biofisik areal kerja  Kawasan Lindung IUPHHK HT PT. RKR II

seluruhnya seluas 11.753 ha, yang sudah ditandai dan tanda batasnya dikenali di lapangan seluas 1.037 ha atau 8,82 %.

 Kondisi Kawasan Lindung di IUPHHK-HA PT RKR II sebagian besar masih berhutan, yakni seluas 11.751,95 Ha atau 99,99 % dari total luas kawasan lindung yang dialokasikan

 Pengakuan keberadaan kawasan dilindungi di areal kerja IUPHHK-HA PT. RKR II telah

diperoleh dari instansi terkait dengan

disahkannya dokumen RKU dan RKT,

sedangkan pengakuan dari masyarakat diperoleh dari Masyarakat adat Kampung Batoq Kelo yang merupakan satu-satunya Kampung di dekat areal IUPHHK

(9)

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

 Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa terdapat laporan pengelolaan kawasan lindung sesuai dengan ketentuan terhadap seluruh kawasan lindung hasil tata ruang areal/ landscaping

3.2. Perlindungan dan pengamanan hutan

BAIK  IUPHHK-HA PT. RKR II telah memiliki prosedur

perlindungan dan pengamanan hutan terhadap berbagai kemungkinan gangguan yang terjadi di areal kerjanya

 IUPHHK-HA PT. RKR II memiliki sarana prasarana perlindungan gangguan hutan dalam jumlah dan jenis yang sesuai dengan ketentuan, dan berfungsi dengan baik.

 IUPHHK-HA PT. RKR II memiliki SDM Satpamhut dengan jumlah 29 orang, dan Satgasdamkar 15 orang, tetapi kualifikasi personilnya belum memadai atau belum terdapat tenaga yang bersertifikat

 Implementasi kegiatan perlindungan hutan baru sebatas pelaksanaan patroli hutan, dan belum

dilaksanakan secara rutin atau

berkesinambungan. Sehingga sejauh ini yang dilakukan adalah kegiatan preventif atau preemtif dalam porsi yang relatif terbatas

3.3. Pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air akibat pemanfaatan hutan

SEDANG  IUPHHK-HA PT. RKR II mempunyai SOP

pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air, yang sesuai dengan kemungkinan dampak yang terjadi pada tanah dan air akibat kegiatan pengelolaan/pengusahaan hutan  Jumlah dan jenis sarana pengelolaan dan

pemantauan tidak sesuai dengan ketentuan (Andal) karena IUPHHK-HA PT. RKR II belum membuat Stasiun Pengamatan Arus Sungai (SPAS), namun demikian sarana prasarana yang ada masih dapat dipergunakan atau berfungsi dengan baik

 SDM untuk pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air di PT. RKR II selama ini telah diisi oleh Ganis Keling. Dan pada saat ini dilaksanakan oleh personil binhut sehubungan ganis keling sudah tidak bekerja atau resign

 IUPHHK-HA PT. RKR II telah memiliki dokumen

perencanaan berupa Andal, Rencana

Pengelolaan Lingkungan yang dibuat pada tahun 2009, implementasinya hanya sebagian

 IUPHHK-HA PT. RKR II telah memiliki dokumen perencanaan berupa Andal dan Rencana Pemantauan Lingkungan yang dibuat pada tahun 2009, implementasinya belum seluruhnya sesuai dengan rencana

 Berdasarkan hasil pengamatan secara umum pada areal IUPHHK-HA PT. RKR II masih terdapat indikasi terjadinya dampak besar terhadap tanah dan air seperti longsor, erosi dan sedimentasi serta kekeruhan yang terjadi di beberapa lokasi kanan kiri jalan dan sungai. Upaya pengelolaan dampak dilakukan dengan mulai menerapkan RIL, pembuatan saluran

drainase, sodetan, sedimen trap serta

penanaman rehabilitasi dan cover crop di areal terbuka dan bekas jalan sarad

(10)

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

3.4. Identifikasi spesies flora dan fauna yang dilindungi dan/atau langka (endangered), jarang

(rare), terancam punah

(threatened) dan endemik

BAIK  IUPHHK-HA PT. RKR II telah memiliki SOP

identifikasi flora dan fauna dilindungi dan/atau Langka (endangered), Jarang (rare), Terancam Punah (threatened) dan Endemik yang terdapat di areal pemegang izin

 Implementasi kegiatan identifikasi flora dan fauna dilindungi dan/atau Langka (endangered), Jarang (rare), Terancam Punah (threatened) dan Endemik yang dilaksanakan di areal KPPN, dan plot identifikasi flora fauna belum mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal kerja IUPHHK-HA PT. RKR II. 3.5. Pengelolaan flora untuk :

a. Luasan tertentu dari hutan

produksi yang tidak

terganggu,danbagian yang tidak rusak.

b. Perlindungan terhadap species flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik

BAIK  IUPHHK-HA PT. RKR II telah memiliki prosedur

pengelolaan flora dalam bentuk SOP

Perlindungan Flora dan Fauna Dilindungi

 IUPHHK-HA PT. RKR II telah

mengimplementasikan pengelolaan flora, tetapi belum mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin  Kondisi spesies flora Dilindungi dan/atau Jarang,

Langka, terancam punah, dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin secara umum relatif aman dari gangguan. Gangguan yang terjadi lebih disebabkan oleh akibat kegiatan operasional penebangan

3.6. Pengelolaan fauna untuk :

a. Luasan tertentu dari hutan

produksi yang tidak terganggu, dan bagian yang tidak rusak. b. Perlindungan terhadap species

fauna dilidungi dan/atau jarang, langka, terancam punah dan endemik

BAIK  IUPHHK-HA PT. RKR II telah memiliki prosedur

pengelolaan fauna dalam bentuk SOP

Perlindungan Flora dan Fauna Dilindungi

 IUPHHK-HA PT. RKR II telah

mengimplementasikan pengelolaan fauna, tetapi belum mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin karena baru terlaksana di KPSL dan frekuensi hanya satu kali selama lima tahun terakhir  Kondisi fauna dilindungi secara umum aman

karena tersediannya lokasi pengungsian satwa yang masih cukup luas dan ideal, tetapi masih terdapat gangguan terhadap kondisi spesies fauna Dilindungi dan/atau Jarang, Langka, terancam punah, dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin akibat kegiatan operasional perusahaan. Upaya IUPHHK-HA PT. RKR II menanggulangi dengan menyediakan kawasan

lindung sebagai lokasi pengungsian dan

menandai jalur-jalur lintasan satwa.

4. Sosial

4.1. Kejelasan deliniasi kawasan

operasional perusahaan/unit

manajemen dengan kawasan

masyarakat hukum adat

dan/atau masyarakat setempat

BAIK  Telah tersedia dokumen yang memenuhi kriteria

verifier yang berkaitan dengan pola penguasaan

dan pemanfaatan SDA/SDH setempat,

identifikasi hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat, dan rencana pemanfaatan SDH oleh pemegang izin

(11)

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

 Telah tersedia mekanisme yang mengatur pembuatan batas kawasan secara parsitipatif dan penyelesaian konflik batas kawasan. Konflik

yang terjadi telah diselasaikan melaui

mekanisme tersebut dan dispekati oleh para pihak

 PT. RKR II belum memiliki mekanisme yang secara khusus mengatur pengakuan hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan masyarakat setempat dalam perencanaan pemanfataan SDH. Namun demikian dalam implementasinya PT. RKR II telah mengakomodasi hak-hak dasar

masyarakat hukum adat dan masyarakat

setempat dalam pemanfaatan SDH

 Telah terdapat bukti tentang luas dan batasan kawasan pemegang izin dengan para pihak  Berkaitan luas kawasan areal usaha PT RKR II

telah terdapat persetujuan dari para pihak dan tidak terdapat keberatan atau konflik kepentingan dari para pihak

4.2. Implementasi tanggungjawab

sosial perusahaan sesuai dengan

peraturan perundangan yang

berlaku

BAIK  Telah tersedia dokumen-dokumen mulai dari

SOP, perencanaan, implementasi dan laporan terkait tanggung jawab sosial pemegang izin sesuai dengan peraturan perundangan yang relevan. Dokumen laporan tahunan kegiatan belum dilengkapi dengan penjelasan kegiatan secara rinci, analisis kegiatan, evaluasi kegiatan dan rekomendasi.

 Telah tersedia mekanisme yang lengkap & legal tentang pemenuhan kewajiban sosial pemegang izin terhadap masyarakat

 Telah tersedia data dan informasi terkait sosialisasi kepada masyarakat mengenai hak

dan kewajiban pemegang izin terhadap

masyarakat dalam mengelola SDH

 PT. RKR II selaku pemegang izin telah melaksanakan tanggung jawab sosial terhadap

masyarakat/ implementasi hak-hak dasar

masyarakat hukum adat dan masyarakat

setempat dalam pengelolaan SDH. Berdasarkan uji petik dan wawancara terdapat bukti-bukti pembuatan kesepakatan tanggung jawab sosial, dan realisasi pemenuhannya dibuktikan pula dengan dokumen berita acara penyerahan bantuan serta dokumentasi foto kegiatan.

 Tersedia laporan kelola sosial terkait

pelaksanaan tanggungjawab sosial pemegang izin termasuk ganti rugi. Laporan kelola sosial yang dibuat hanya memuat data keuangan, foto kegiatan dan berita acara, serta belum dilengkapi dengan analisis permasalahan dan keberhasilan kegiatan

4.3. Ketersediaan mekanisme dan implementasi distribusi manfaat yang adil antar para pihak

BAIK  Tersedia data dan informasi yang lengkap & jelas tentang masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat yang terlibat, tergantung, terpengaruh oleh aktivitas pengelolaan SDH  Telah tersedia mekanisme yang legal, lengkap

dan jelas mengenai peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat

 Telah tersedia dokumen rencana pemegang izin mengenai kegiatan peningkatan peran serta dan

(12)

Kriteria/Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

aktivitas ekonomi masyarakat, namun belum disusun terperinci menjadi detail rencana bulanan dengan indikator target pencapaian baik realisasi fisik maupun keuangan

 Telah terdapat bukti implementasi sebagian besar (≥ 50%) kegiatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat oleh pemegang izin.  Berdasarkan penelusuran dokumen/ laporan

telah tersedia laporan mengenai pelaksanaan distribusi manfaat kepada para pihak, namun belum dilengkapi dengan analisis permasalahan dan keberhasilan kegiatan.

4.4. Keberadaan mekanisme resolusi konflik yang handal

BAIK  Telah tersedia mekanisme resolusi konflik yang

lengkap dan jelas alur dan tahapan penyelesaian konfliknya.

 Telah tersedia peta konflik yang lengkap dan jelas serta telah terdapat penyelesain konflik yang dilakukan berdasarkan mekanisme yang telah dimiliki oleh PT, RKR II

 Tersedia organisasi kelembagaan konflik namun belum memiliki rencana kerja dan rencana alokasi anggaran biaya operasional yang secara khusus untuk operasional kegiatannya

 Telah tersedia dokumen penanganan konflik yang jelas dan lengkap.

4.5. Perlindungan, pengembangan dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja

BAIK  Pemegang Izin telah merealisasikan seluruh

hubungan industrial dengan seluruh karyawan sesuai dengan peraturan perusahaan

 Pemegang izin telah merealisasikan rencana pengembangan kompetensi bagi karyawannya sebesar 73,4%.

 Telah tersedia dokumen standar jenjang karir dan telah diimplementasikan seluruhnya.  Telah tersedia dokumen Peraturan Perusahaan

yang mengatur hak dan kewajiban karyawan termasuk tunjangan kesejahteraan karyawan yang secara keseluruhan telah dilaksanakan oleh PT. RKR II

B. Verifikasi Legalitas Kayu

1.1. Areal unit manajemen hutan terletak di kawasan hutan produksi 1.1.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan mampu

menunjukkan keabsahan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK)

 PT. RKR II telah memperoleh Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK. 384/Menhut-II/2009 tanggal 2 Juli 2009 di Provinsi Kalimantan Timur, seluas ± 143.970 Ha

 PT. Rimba Karya Rayatama II dapat menunjukan SPP dan bukti bayar IIUPH : Berupa Aplikasi Pengiriman Uang dan Tujuan pengiriman : Bendahara Umum Negara Sub. Rekening IHPH & IHH , Tanggal pembayaran telah sesuai dengan bukti Pengirim dan sesuai dengan SPP

K2.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan memiliki rencana penebangan pada areal tebangan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang

(13)

2.1.1. RKUPHHK/RPKH dan Rencana Kerja Tahunan (RKT/Bagan Kerja/RTT) disahkan oleh yang berwenang

 PT. Rimba Karya Rayatama II telah memiliki dokumen RKUPHHK-HA Berbasis IHMB yang telah disahkan oleh Menteri Kehutanan, Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan U.b. Direktur Bina Pengembangan Hutan Alam dan dilengkapi dengan Peta RKUPHHK-HA serta telah memiliki RKT yang telah disahkan dan ditandatangani Kepala Dinas Kehutana Provinsi Kalimantan Timur serta dilengkapi dengan Peta Rencana Kerja Tahunan

 PT. Rimba Karya Rayatama II telah memetakan areal/lokasi yang tidak ditebang pada Peta RKUPHHK-HA dan Peta RKTUPHHK-HA dan dapat diverifikasi keberadaannya di lapangan  Blok/petak tebang pada peta persetujuan RKT

2013 dan RKT 2014 seluruhnya telah ditandai dengan stempel/cap dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur serta keberadaan blok tebang, petak tebang dapat dibuktikan di lapangan

K2.2. Adanya Rencana Kerja yang sah

2.2.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan mempunyai rencana kerja yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku

 PT. Rimba Karya Rayatama II telah memiliki dokumen Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi Berbasis IHMB Periode Periode 2012 –

2021 dan telah mendapat pengesahan

berdasarkan Keputusan menteri Kehutanan

Nomor SK. SK.55/BUHA-2/2012 tanggal 12 Juli 2012 serta dilengkapi dengan Peta RKU dengan skala 1 : 100.000

 PT. RKR II adalah merupakan perusahaan yang mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Alam (IUPHHK-HA) berdasarkan SK 384/Menhut-II/2009 tanggal 2 Juli 2009 . Selama periode Juni 2013 s/d Mei 2014, kegiatan penyiapan

lahan seluruhnya dilakukan pada areal bekas hutan alam, sehingga PT. RKR tidak ada penyiapan lahan untuk pembangunan hutan tanaman industri

2.2.2. Seluruh peralatan yg dipergunakan dalam kegiatan pemanenan telah memiliki izin penggunaan peralatan dan dapat dibuktikan kesesuaian fisik di lapangan

 Penggunaan peralatan kegiatan operasional oleh PT. Rimba Karya Rayatama II telah sesuai dengan izin penggunaan yang terdapat dalam lampiran RKTUPHHK-HA Tahun 2014 yang telah disahkan dan dapat dibuktikan keberadaannya di lapangan

3.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan menjamin bahwa semua kayu yang diangkut dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) hutan ke TPK Antara dan dari TPK Antara ke industri primer hasil hutan (IPHH)/pasar mempunyai identitas fisik dan dokumen yang sah

3.1.1. Seluruh kayu bulat yang ditebang/ dipanen Atau yang dipanen/ dimanfaatkan telah di– LHP-kan

 PT. Rimba Karya Rayatama II telah menunjukkan seluruh dokumen LHP perode Juni 2013 sampai dengan Mei 2013 yang telah dibuat oleh Petugas Pembuat LHP dan disahkan oleh P2LHP ; LHP yang dibuat dan disahkan sesuai dengan fisik kayu; serta nomor Batang di di lapangan sesuai dengan dokumen LHP

3.1.2. Seluruh kayu yang diangkut keluar areal izin dilindungi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan

 Kayu yang diangkut dari PT. RKR II yang keluar dari areal dan untuk ke tujuan Industri telah disertai dengan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSKB, FA-KB) dan dibuat

(14)

oleh pejabat yang berwenang 3.1.3. Pembuktian asal usul kayu bulat (KB) dari

Pemegang Izin/Hak Pengelolaan IUPHHK-HA/IUPHHK-HT/IUPHHK-RE/Hak

Pengelolaan

 Berdasarkan hasil verifikasi lapangan kesesuaian antara tanda-tanda atau label pada kayu di TPn/TPK Hutan dan TPK Antara dengan dokumen LHP terdapat kesesuiaan dan dapat ditelusuri sampai ke Blok/petak tebang (Tunggak)  PT. RKR II telah menerapkan SI-PUHH Online

dimana penandaan identitas log sudah

menggunakan Barcode Berdasarkan pengamatan tanda identitas pada kayu dengan dokumen LHP, menunjukkan bahwa identitas kayu berupa tanda legalitas pada kayu dapat ditelusuri sampai ke petak tebang.

3.1.4. Pemegang Izin/Hak pengelolaan mampu membuktikan adanya catatan angkutan kayu ke luar TPK

 Arsip Dokumen SKSKB dan FA-KB sebagai lampirannya, tersedia dan seluruhnya dibuat oleh petugas yang berwenang

K3.2. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah melunasi kewajiban pungutan pemerintah yang terkait dengan kayu

3.2.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan

menunjukkan bukti pelunasan Dana

Reboisasi (DR) dan/atau Provisi

Sumberdaya Hutan (PSDH)

 PT. Rimba Karya Rayatama telah membayar PSDH dan DR sesuai dengan Surat Perintah Pembayaran PSDH yang telah diterbitkan sesuai dengan LHP yang telah disahkan

 Berdasarkan bukti bukti pembayaran (aplikasi Bank) bahwa PT. Rimba Karya Rayatama telah membayar PSDH sesuai SPP yang dikeluarkan oleh Pejabat penagih

 Dari hasil pemeriksaan dokumen SPP dan bukti setor, seluruh kayu yang telah di LHP-kan telah diterbitkan SPP PSDH sesuai dengan tarif yang berlaku, dan telah dibayar lunas

K3.3. Pengangkutan dan perdagangan antar pulau

3.3.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan yang

mengirim kayu bulat antar pulau memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).



PT.

RKR II telah mendapat Pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT)

berdasarkan Surat Direktur Jenderal

Perdagangan Dalam Negeri Nomor : 369/UPP/PKAPT/Perpanjangan-2/3/2013 tanggal 21 Maret 2013

 PT. RKR II tidak melakukan penjualan kayu keluar pulau sehingga dokumen PKAPT tidak diperlukan Not Aplicable.

3.3.2. Pengangkutan kayu bulat yang

menggunakan kapal harus kapal yang berbendera Indonesia dan memiliki izin yang sah

 Alat angkut yang digunakan dengan tujuan industri adalah Tug Boat yang digunakan untuk menarik rakit dari TPK Antara Karangan Seratus

s/d industri. Sehingga dalam proses

pengangkutan kayu tidak menggunakan kapal

Not Aplicable

K4.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah memiliki AMDAL/DPPL/UKL dan UPL & melaksanakan kewajiban yang dipersyaratkan dalam dokumen lingkungan tersebut

4.1.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan telah memiliki dokumen AMDAL/ DPPL/ UKL-UPL meliputi ANDAL, RKL dan RPL yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya

 PT. RKR II telah memiliki Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Andal), RKL, RPL Hak

Pengusahaan Hutan IUPHHK dan telah

mendapatkan pengesahan/Persetujuan

Kelayakan Lingkungan berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur (H. Awang Faroek Ishak) Nomor : 660.1/K.180/2009 tanggal 15 April 2009

(15)

4.1.2. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan memiliki laporan pelaksanaan RKL dan RPL yang menunjukkan penerapan tindakan untuk mengatasi dampak lingkungan dan menyediakan manfaat sosial

 PT. RKR II telah memiliki dokumen RKL dan RPL

yang telah mendapatkan pengesahan/

Rekomendasi Kelayakan Lingkungan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur (H. Awang Faroek Ishak) Nomor : 660.1/K.180/2009 ditetapkan di Samarinda pada tanggal 15 April 2009

 PT. RKR II telah melaksanakan pengelolaan dan

pemantauan lingkungna, serta terbukti di

lapangan K5.1. Pemenuhan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

5.1.1. Prosedur dan Implementasi K3  PT. Rimba Karya Rayatama II telah memiliki

dokumen mengenai pelaksanaan/prosedur

kegiatan keselamatan dan kesehatah kerja /K3 dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan

dilapangan, dan telah dibentuk struktur

organisasi pengurus P2K3

 Dari hasil pengecekan terhadap kelengkapan kesehatan keselamatan kerja dan peralatan perlindungan hutan masih berfungsi dengan baik  PT. RKR II telah memiliki Laporan Kecelakaan

Kerja yang isinya memuat kronologis penyebab kejadian, kondisi fisik korban dan penanganan kejadian serta telah melakukan sosialisasi pentingnya K3

K5.2. Pemenuhan hak-hak tenaga kerja

5.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja  PT. Rimba Karya Rayatama II belum terbentuk

serikat pekerja namun demikian perusahaan tidak melarang karyawannya untuk mendirikan serikat pekerja atau serikat buruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB)

atau Peraturan Perusahaan (PP)

 PT. RKR II telah Memiliki dokumen Peraturan

Perusahaan (PP) yang telah mendapat

pengesahan melalui keputusan kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Barat Nomor : 568.1/733/II-DTK/X/2013 tanggal 07 Oktober 2013

5.2.3. Perusahaan tidak mempekerjakan anak di bawah umur

 Berdasarkan hasil penelaahan terhadap daftar karyawan di PT. Rimba Karya Rayatama tidak terdapat karyawan yang usianya kurang dari 18 tahun

Referensi

Dokumen terkait

Dihadiri Oleh Direktur Utama/pimpinan Perusahaan/Kepala Cabang, atau penerima kuasa dari Direktur Utama /Pimpinan Perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum

Minat Studi Kimia AnorganikA. No Kode Nama Matakuliah

[r]

Buku Statistik Kepariwisataan Tahun 2013 ini memuat data kepariwisataan DIY seperti jumlah kunjungan wisata- wan, wisatawan yang menggunakan jasa akomodasi, asal wisatawan,

Disampaikan dengan hormat, setelah panitia pokja pengadaan jasa konsultansi membuka aplikasi SPSE Kota Tangerang Selatan pada tahap Pembukaan dan Evaluasi Penawaran File I

o Strategis Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target Realisa si Persent ase Kriteria/K ode 1 Terwujudnya tujuan Wisata berbasis budaya yang kreatif dan inovatif yang aman,

[r]

Disampaikan dengan hormat, setelah panitia pokja pengadaan jasa konsultansi membuka aplikasi SPSE Kota Tangerang Selatan pada tahap Pembukaan dan Evaluasi Penawaran File I