• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata kunci: Laboratorium, Six Sigma, DMAIC, MOQS, FMEA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Kata kunci: Laboratorium, Six Sigma, DMAIC, MOQS, FMEA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

11 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018 SISTEM PERBAIKAN PERBAIKAN

INTEGRASI MENGUJI LABORATORIUM DENGAN

METODE SIX SIGMA DAN MAKROEKONOMI ORGANISASI MACROERGONISASI (MOQS) DI PT.

UNILAB PERDANA Diah Andianingsari dan Usman

Sudjadi2

ABSTRAK

Industri jasa laboratorium lingkungan saat ini tengah berkembang pesat, karena didukung peraturan pemerintah yang mengharuskan seluruh industri, lembaga, kantor untuk melakukan pemantauan lingkungan. PT. Unilab Perdana (PT. UP) adalah perusahaan jasa laboratorium lingkungan yang menghasilkan laporan uji

tersertifikasi. Seiring dengan

meningkatnya jumlah pesanan, PT. UP memiliki beberapa masalah yang tidak mengetahui karakteristik kualitas dan jumlah cacat, tidak dapat menentukan waktu standar dari proses pengujian dan memiliki beberapa risiko proses kerja dan lingkungan kerja. Oleh karena itu PT. UP berusaha untuk meningkatkan kinerja sistem pengujian laboratorium dengan integrasi metode Six Sigma dan MOQS. Pengukuran Six Sigma dan MOQS diperlukan untuk menghitung waktu standar dari proses kerja, mengidentifikasi jenis cacat dan jumlah cacat, dan untuk mengetahui elemen-elemen sistem yang mempengaruhi risiko kerja. Riset urutan seleksi berdasarkan urutan terbanyak yaitu Permenkes 416/1990 memiliki 1399

2 Diah Andianingsari, ST., MT. adalah tenaga pengajar pada Program Studi Teknik Industri, dan

pesanan. Pesanan tersebut memiliki nilai 2,9 sigma, dengan menggunakan diagram fishbone dan metode Failure Mode Effect Analyze (FMEA) didapat nilai sigma rendah, karena beberapa faktor: analisis kamar kurang nyaman, kurangnya analisis peralatan pendukung, beban kerja analis tidak merata, tidak memiliki standar CRM, menggunakan air suling tidak memenuhi standar konduktivitas listrik <2 µmhos. Pengolahan data kuesioner kuantitatif yang telah diolah dengan perhitungan korelasi parsial dan simultan, diperoleh tiga faktor yang mempengaruhi sistem dalam pengujian laboratorium yaitu tentang pekerjaan, pekerjaan dan masa depan. elaksanaan tindakan korektif untuk menghilangkan penyebab analisis FMEA menggunakan Define Measure Analyze Meningkatkan Kontrol (DMAIC) memiliki nilai yang meningkat menjadi 3,5 Sigma. Waktu yang diperlukan untuk proses pengujian Permenkes 416/1990 adalah 2 hari 18,6 jam. Peningkatan kinerja dalam sistem pengujian laboratorium dengan integrasi Six Sigma dan MOQS adalah analisis-ruang yang dirancang ulang mengacu pada PERMENLH NO. 6 Pada tahun 2009, penambahan peralatan pendukung kaca, divisi analis tenaga kerja disesuaikan dengan beban kerja dan kapasitas, standar CRM trueness memperbarui secara berkala sesuai dengan periode validitas, perbaikan instruksi kerja jaminan dan kontrol kualitas, dan menerapkan sistem memeriksa kualitas konduktivitas listrik air suling sesuai dengan standar.

Kata kunci

: Laboratorium, Six Sigma, DMAIC, MOQS, FMEA

Prof. Dr. rer. nat. Usman Sudjadi adalah Dekan Fakultas Teknik, Universitas Azzahra

(2)

12 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018 PENDAHULUAN

Persaingan bisnis dalam industri laboratorium saat ini cukup ketat dengan banyaknya laboratorium baru yang bergerak dalam bidang yang sama. Laboratorium pengujian di Indonesia yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yakni berjumlah 1.041 buah (BSN, 2014). Laboratorium lingkungan adalah laboratorium yang mempunyai sertifikat akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan mempunyai identitas registrasi (PerMenLH No. 6 tahun 2009). Sebagai penyedia jasa yang bergerak dalam bidang customer satisfation maka parameter-parameter yang menjadi kunci kepuasan pelanggan adalah cepat tanggap dalam penyelesaian komplain pelanggan, waktu penyelesaian Sertifikat Laporan Hasil Pengujian (LHP), kompetensi personil dan ruang lingkup pengujian laboratorium.

Salah satu bentuk peningkatan tingkat kepuasan pelanggan khususnya dalam bisnis jasa laboratoriumadalah mempercepat waktu penyelesaian pelaporan hasil analisa karena dengan semakin cepat berarti mereka sudah selangkah lebih maju dalam usaha memenangkan persaingan bisnis.

Berdasarkan uraian diatas PT. Unilab Perdana (UP) adalah perusahaan swasta laboratorium lingkungan hidup yang berdiri pada tahun 1990 oleh 2 (dua) biro konsultan yaitu PT. Unisystem Utama dan PT. Waseco Tirta. Dimana PT. UP telah mendapatkan sertifikat ISO17025:2005 semenjak tahun 2004 dengan No. Laboratorium Penguji 195 dan sertifikat kompetensi laboratorium lingkungan hidup dari Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2009 dengan No.01.

Perusahaan ini melayani jasa pengambilan dan analisis contoh uji parameter lingkungan hidup secara fisika, kimia dan mikrobiologi untuk semua jenis air, udara ambien, udara lingkungan kerja, tanah, sedimen, lumpur, emisi cerobong, emisi kendaraan, dan Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP). Dimana hasil produk yang dikeluarkan adalah Sertifikat Laporan Hasil Pengujian (LHP) yang didasarkan dari Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang diturunkan pada Peraturan Pemerintah, Keputusan/Peraturan Menteri Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Keputusan dan Peraturan Gubernur, Keputusan/Peraturan Walikota/Bupati

(3)

13 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

untuk wilayah industri. Target sasaran mutu dari PT. UP untuk penyelesaian waktu Sertifikat Laporan Hasil Pengujian selama 11 hari kerja sampai saat ini belum tercapai secara keseluruhan.

Melalui penelitian yang telah dilakukan, PT. UP belum mampu mengetahui hambatan-hambatan yang menjadi faktor keterlambatan penyelesaian Laporan Hasil Pengujian dan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian Sertifikat Laporan Hasil Pengujian.

Menurut Grahanintyas,

Wignjosoebroto, dan Latiffianti, 2012 terdapat keterkaitan antara produktivitas kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, manajemen, lingkungan kerja, perilaku perkerja dan stress kerja. Sedangkan menurut Soyan, 2013 bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai sehingga jelas bahwa produktifitas kerja sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja.

Dengan kondisi di PT. UP yaitu suatu laboratorium lingkungan hidup dimana memiliki faktor-faktor yang cukup significan untuk dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.Hal tersebut dapat dilihat dengan kondisi laboratorium yaitu: pemakaian bahan kimia (gas dan padatan), kebisingan, bau, sampel, Bahan Berbahaya dan

Beracun (B3). Dengan implementasi integrasi metoda Six Sigma dan MOQS diharapkan adanya perbaikan kinerja di PT. UP.

Metoda Six Sigma merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas secara dramatik yang merupakan terobosan baru dalam bidang menajemen kualitas (Gaspersz, 2003). Six sigma mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan metoda lainnya, antara lain analisis berdasarkan statistik, sangat luas bidang penerapannya, sistem mudah dipahami dan variabel yang dimonitor tidak statis.

Kuesioner MOQS merupakan survei kuisioner untuk mengumpulkan informasi tentang berbagaia spek atau variable dari suatu system kerja (Carayon and Smith, 2000). Informasi dapat berupa tugas, kondisi organisasi, masalah lingkungan, peralatan kerja, teknologi dan karakteristik individual dan juga informasi tentang berbagai variable keluaran seperti kepuasan kualitas kerja, stress fisik dan psikologis, kesehatan mental dan fisik, kinerja dan sikap (misalnya niat untuk meninggalkan pekerjaan).

Menurut Risma & Rusdiyanto, 2012, kondisi organisasi, pekerjaan, lingkungan fisik, lingkungan sosial,

(4)

14 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

peralatan dan teknologi, serta karakteristik individual dapat menimbulkan stress kerja.

METODE PENELITIAN Kerangkan Konsep

Sistem peningkatan kinerja harus dikembangkan dan dilaksanakan secara terencana dan sistematis.Dalam penelitian ini, peneliti memodelkan sistem peningkatan kinerja dengan integrasi metode six sigma dan MOQS. Dengan sistem ini dapat didisain melalui proses DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Berikut adalah kerangka konsep penelitian yang digunakan dalam peningkatan kinerja laboratorium PT Unilab Perdana dapat dilihat pada Gambar 2.1. Sedangkan keterkaitan antara kedua metode dapat terlihat pada Gambar 2.2.

Pada tahap Define akan ditentukan jenis parameter dan jenis catat, jumlah cacat, dan faktor-faktor lingkungan dan manusia yang berpengaruh terhadap kinerja laboratorium. Penentuan nilai six sigma awal dan faktor lingkungan yang paling berpengaruh ditentukan pada tahap Measure. Pada tahap Analyze, diagram tulang ikan digunakan untuk menentukan akar penyebab masalah dari jumlah terbesar jenis cacat.

Pada tahap improve dimana akan dilakukan langkah perbaikan terhadap faktor-faktor penyebab masalah. 5 (lima) faktor penyebab masalah dengan nilai RPN terbesar dari hasil perhitungan FMEA yang direkomendasikan untuk dilakukan perbaikan. Untuk tahap Control akan dilakukan perhitungan FMEA dan nilai Sigma setelah implementasi perbaikan-perbaikan.

(5)

15 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

(6)

16 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

Gambar 2.2 Keterkaitan antara Metode Six Sigma dan MOQS HASIL DAN PEMBAHASAN

Macroergonomic Organizational

Questionnaire Survey (MOQS)

Quesioner disebarkan terhadap analis untuk untuk selanjtnya dilakukan

analisa jalur untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap faktor-faktor beban dan tangung jawab pekerjaan. Berikut adalah diagram hasil analisa jalur.

Peta Proses

Operasi

6

MOQS

Menentukan faktor lingkungan dan orang yang mempengaruhi kinerja Lama waktu proses

penerbitan LHP Menentukan jenis parameter dan jenis cacat, jumlah cacat untuk menentukan apa saja pemeriksaan yang harus dilakukan

Mengusulkan perbaikan berdasarkan faktor MOQS yang paling dominan Menghitung nilai Sigma

Menentukan akar penyebab masalah dari jumlah terbesar jenis cacat dengan membuat diagram tulang ikan

Melakukan analisis FMEA dan menghitung nilai RPN

Melakukan perbaikan dari nilai 5 RPN terbesar

Melakukan rekomendasi perbaikan dari nilai RPN terbesar dan hasil dari faktor MOQS yang paling dominan

1. Redesign ruangan analisa dengan mengacu ke PERMENLH No. 6 tahun 2009 2. Penambahan peralatan gelas yang diperlukan

3. Pembagian kerja analis berdasarkan beban kerja dan kapasitas

4. Belum memiliki standar CRM (Certified Reference Material) dengan fungsi trueness 5. Terapkan sistem kualitas pengecekan air suling dengan standar < 2 mikro mhos

DEFINE

MEASURE

ANALYZE

IMPROVE

1. Kesesuaian ruang analisa laboratorium dengan Permen LH No 06/2009. 2. Kesesuaian peralatan alat gelas dengan kebutuhan analisis.

3. Perencanaan pembagian kerja analis berdasarkan beban kerja dan kapasitas sampel. 4. Pengadaan Standar CRM dengan fungsi trueness

5. Pemeriksaan air suling yang digunakan sebagai reagent water dengan melakukan analisis DHL dan pH setiap minggu.

(7)

17 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018 Kesempatan Kerja (X2) Kesehatan Umum (X3) Bagaimana perasaan Anda tentang diri anda

sendiri (X4)

Beban Kerja Dan Tanggung Jawab (Y) Konflik di pekerjaan (X1) eY =0,628 ry -0,084 -0,597 0,21 0,491 0,172 0,285 0,556 -0,769 -0,468 0,368 0,654 0,133 -0,033 0,318 0,115 0,431 0,317 0,197 0,008 -0,587 0,443 0,145 -0,354 0,229 -0,218 0,254 0,444 0,587 -0,133 -0,335 -0,233 -0,323 0,411 0,142 0,045 -0,079 -0,033 -0,006 0,561 -0,211 0,029 0,347 -0,241 0,606 0,202 0,087 Dukungan sosial P (X5) Persyaratan Job (pekerjaan) (X6) Masa Depan Pekerjaan Anda (X7) Bahaya Kerja (X9) Masalah di tempat kerja (X8)

Gambar 3.1 Diagram Jalur

Dimana persamaannya adalah :

Terlihat bahwa faktor terbesar yang berpengaruh adalah X8 (masalah ditempat

kerja) Six Sigma

Penentuan jenis paramater menggunakan histogram dimana parameter order Permenkes 416 merupakan parameter penelitian. Berikut diagram histogram peneantuan paramemeter penelitian.

(8)

18 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

Gambar 3.2 Kurva Sepuluh besar order Laboratorium Air 2013

Kemudian dilakukan rekapitulasi catat untuk order Permenkes 416 seperti terlihat pada tabel berikut:

Tabel 3.1 Kecacatan order Permenkes 416 per bulan tahun 2013

Dari tabel tersebut dapat ditentukan nilai sigma adalah 2,9 dan faktor cacat

kesesuaian kesetimbangan anion-kation

merupakan faktor cacat terbesar dengan persentase 36%.

Diagram tulang ikan digunakan untuk mencari akar penyebab faktor cacat kesesuaian kesetimbangan anion-kation dengan mempertimbangkan faktor masalah ditempat kerja seperti lingkungan kerja. Hasil analisa diagram tulang ikan telihat pada Gambar 3.3.

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 1 Fisik Kertas: Sobekan tidak rata 9 2 3 5 6 5 7 2 2 2 3 4 2 Print out Format LHP meleset 10 8 8 3 3 12 10 2 2 2 3 9 3 Kesesuaian berita acara dengan surat

perintah kerja 17 6 6 10 16 16 16 3 3 3 6 8 4 Kesesuaian kesetimbangan

Anion-Kation 29 22 20 18 17 27 28 7 8 6 15 17 5 Kesesuaian hasil analisa dengan indikasi

pengamatan data lapangan 16 18 11 10 16 20 24 6 6 5 8 8

(9)

19 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

Gambar 3.3 Diagram Analisa Tulang Ikan

Penentuan faktor dominan menggunakan metoda FMEA (Failure Mode Effect Analyze)dan dipilih 5 faktor penyebab dengan nilai RPN terbesar, Tabel 3.2 , yakni sebagai berikut:

Tabel 3.2 Ringkasan FMEA dengan 5 besar penyebab

Sumber : Hasil Perhitungan

Berikut rekomendasi perbaikan untuk faktor-faktor tersebut diatas

No Penyebab Kegagalan RPN

1 Ruangan analisa kurang nyaman 600

2 Kekurangan peralatan (gelas ukur, nesler, pipet) 500

3 Beban kerja analis yang belum merata 360

4 Belum memiliki standar CRM (Certified Reference Material)

dengan fungsi trueness 280

5 Pemakaian air suling yang tidak memenuhi standar daya hantar

(10)

20 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

Tabel 3.3 Rekomendasi Perbaikan dari 5 Penyebab

Sumber : Hasil Perhitungan

Implementasi perbaikan dilakukan dengan periode 4 bulan (Agustus-November 2014. Rekapitulasi cacat untuk order Permenkes 416 selama periode implementasi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4 Tabel Defect Order Permenkes 416 periode Agustus – November 2014

No Jenis Kecacatan Bulan

Agustus September Oktober November

1 Fisik Kertas: Sobekan tidak rata 2 2 2 3

2 Print out Format LHP meleset 2 2 2 3

3 Kesesuaian berita acara dengan surat

perintah kerja 3 3 3 6

4 Kesesuaian kesetimbangan

Anion-Kation 5 4 3 5

5 Kesesuaian hasil analisa dengan

indikasi pengamatan data lapangan 5 4 5 6

Sumber : Laporan Cacat PT Unilab Perdana

Dengan perhitungan nilai Sigma adalah 3,5. Sedangkan perhitungan RPN dengan metode FMEA dari hasil implementasi perbaikan selama periode tersebut adalah sebagai berikut( Tabel 3.5):

No Penyebab Kegagalan RPN Saran Tindakan perbaikan

1 Ruangan analisa kurang nyaman 600 Redesign ruangan analisa dengan mengacu ke Permen LH No 06/2009

2 Kekurangan peralatan (gelas ukur,

nesler, pipet) 500 Penambahan peralatan yang diperlukan

3 Beban kerja analis yang belum

merata 360

Pembagian kerja analis berdasarkan beban kerja dan kapasitas

4

Belum memiliki standar CRM (Certified Reference Material) dengan fungsi trueness

280 Pengadaan Standar CRM dengan fungsi trueness

5

Pemakaian air suling yang tidak memenuhi standar daya hantar listrik (< 2 mikro mhos)

270

Terapkan sistem kualitas pengecekan untuk kedatangan air suling sesuai dengan standar ( <2 mikro mhos)

(11)

21 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

Tabel 3.5 Perhitungan RPN untuk tindakan perbaikan dari metoda FMEA

Sumber : Hasil Perhitungan

KESIMPULAN

Pengukuran MOQS dan Six Sigma adalah untuk melihat keterkaitan dari pengaruh makro ergonomi di suatu perusahaan dengan kinerja kualitas yang dicapai, sehingga diharapkan adanya peningkatan kinerja sistem pengujian laboratorium dari hasil pengukuran MOQS dan Six Sigma di PT. UP.

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap PT. UP untuk memperbaiki beberapa masalah yang timbul yaitu mengenai karakteristik mutu dan jumlah kecacatan yang telah dihasilkan, menentukan waktu standar dari proses pengujian dan mencegah resiko pekerjaan dari proses kerja dan lingkungan laboratorium. Berikut ini beberapa hasil penelitian terhadap peningkatan kinerja

sistem pengujian laboratorium dengan integrasi metode Six Sigma dan MOQS di PT. UP, yaitu:

1. Karakteristik mutu untuk peningkatan kinerja sistem pengujian laboratorium terdiri dari : fisik kertas yaitu sobekan tidak merata, print out format LHP meleset, kesesuaian berita acara dengan surat perintah kerja, kesesuaian kesetimbangan anion dan kation, kesesuaian hasil analisa dengan indikasi pengamatan data lapangan. 2. Pencegahan terhadap resiko pekerjaan

dari proses kerja dan lingkungan dapat diketahui dengan melakukan kuesioner MOQS terhadap pekerja yang langsung bekerja di laboratorium. 3. Hasil pengukuran kuesioner MOQS

terdapat variabel yang dominan

Actions

Taken Sev Occ Det RPN Pemakaian air suling yang tidak

memenuhi standar daya hantar listrik (< 2 mikro mhos)

3

Pengecekan dilakukan tetapi

tidak efektif

9 270

Terapkan sistem kualitas pengecekan untuk kedatangan air suling sesuai dengan standar ( <2 mikro mhos)

Yes 10 3 1 30

Ruangan analisa kurang nyaman 6

Belum dilakukan pengecekan

terhadap kesesuaian

10 600

Redesign ruangan analisa dengan mengacu ke Permen LH No 06/2009

Yes 10 6 4 240

Waktu analisa tidak tepat (melebihi batas waktu) 7

Pengecekan dengan

lembar kontrol 4 280

Tingkatkan kontrol terhadap kontrol sheet oleh supervisor laboratorium

Yes 10 7 2 140

Beban kerja analis yang belum

merata 6

Sudah ada

pembagian kerja 6 360

Pembagian kerja analis berdasarkan beban kerja dan kapasitas

Yes 10 6 3 180

Kekurangan peralatan (gelas ukur, nesler, pipet) 5

Belum dilakukan

pengecekan 10 500

Penambahan peralatan yang

diperlukan Yes 10 5 2 100 Process Function Potential Failure Mode Potential Effect(s) of Failure S e v

Potential Cause(s)/ Mechanism(s) of

Failure O c c u r Current Control Detection R P N Recommended Action(s)

Action Results Order Permenkes 416 Ketidaksesuain Kesetimbangan Anion Kation Kesetimbangan Anion Kation lebih atau kurang

dari standar 10

(12)

22 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

dimana variabel tersebut sangat berpengaruh terhadap beban kerja dan tanggung jawab yaitu variabel “masalah pekerjaan, kesempatan kerja dan masa depan”.

4. Hasil perhitungan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja sistem pengujian di laboratorium dihitung

menggunakan metode FMEA

didapatkan 5 faktor yang dominan, yaitu ruangan analisa kurang nyaman, kekurangan peralatan, beban kerja analis yang belum merata, belum memiliki standar CRM dengan fungsi truenessdan pemakaian air suling yang tidak memenuhi standar daya hantar listrik (< 2 mikro mhos).

5. Redesign ruangan analisa belum dapat dilakukan karena pihak manajemen perusahaan berkeinginan untuk memperluas area laboratorium dengan membuat tambahan gedung baru. 6. Peningkatan kinerja dalam sistem

pengujian laboratorium dengan integrasi Six Sigma dan MOQS adalah redesign ruang analisa yang mengacu pada PERMENLH NO. 6 tahun 2009, penambahan peralatan alat gelas, pembagian kerja analis yang disesuaikan dengan beban kerja dan kapasitas, memperbaharui standar CRM trueness secara berkala sesuai

dengan masa berlakunya, perbaikan instruksi kerja jaminan dan pengendalian mutu, terapkan sistem kualitas pengecekan terhadap kedatangan air suling sesuai dengan standar (<2 mikro mhos).

7. Setelah dilakukan perbaikan peningkatan kinerja dalam sistem pengujian di laboratorium selama 4 bulan (Agustus – Desember 2015) maka terjadi kenaikan nilai Sigma pada Order Permenkes 416/1990dari 2,9 menjadi 3,5.

DAFTAR PUSTAKA

AWWA. 2012. Standard Methods for the

Examination of Water and

Wastewater. 2012. Edisi ke-22.

APHA

Barnes, Ralph M. 1980. Motion and Time Study:Design and Measurement of Work. Sevent Edition, John Wiley & Sons, Inc. Singapore.

CarayondanHoonakker. 2001.

Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey (MOQS), Center for Quality and Productivity Improvement, University of Madison-Winconsin.

Elfrida. 2009. Penilaian dan perbaikan

sistem kerja dengan Macro

Ergonomics Quesioner Survey.

Skripsi tidak diterbitkan. Medan, Universitas Sumatera Utara.

GasperszVincent. 2003. Total Quality Management. PT Gramedia Pustaka Utama.

(13)

23 | Jurnal Ilmiah “POSTULATE” Volume VII No.1, April 2018

Gaspersz Vincent. 1997. Manajemen kualitas penerapan konsep-konsep kualitas dalam manajemen bisnis total. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Grahanintyas Dewinta, Wignjosoebroto, dkk. 2012. Analisa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam meningkatkan produktivitas kerja (Studi Kasus: Pabrik Teh Wonosari PTPN XII). Jurnal Teknik Pomits Fakultas Teknik Industri ITS, Vol.1, No. 1.

Go Lean Six Sigma. 2012. The Basics of Lean Six Sigma.

Go Lean Six Sigma. 2012. DMAIC : The 5 Phases of Lean Six Sigma.

Heizer jay, Render Barry. 2009. Manajemen Operasi. Buku 1 Edisi sembilan. Salemba Empat.

Institute for Healthcare Improvement. 2004. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA).

Lixia Chen & Bo Meng. Juni 2010. The Application of Value Stream Mapping Based Lean Production System. International Journal of Business and Management, Vol. 5, No. 6.

Neville Stanton (et al.). 2005. Handbook of Human Factors and Ergonomics Methods. CRC Press.

NIOSH Quesioner. NIOSH Generic Job

Stress Questionnaire. CDC

Workplace Safety and Health. Division of Applied Research and Technology Organizational Science and Human Factors Branch, Cincinnati, OH 45226

Nurmianto. 2004 E. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Edisi Kedua, Jakarta: Guna Widya.

Permen LH 06/2009. Laboratorium

Lingkungan Menteri Negara

Lingkungan Hidup.

Qun Zhang, dkk. February 2012. Lean Six Sigma: A Literature Review, International Journal of Conteporary research Business, Vol 3, No 10, Sadikin F.X. 2005. Tip dan Trik

Meningkatkan Efisiensi,

Produktivitas, dan Profitabilitas, Yogyakarta: Andi.

Simanjuntak Adelia Risma, Rusdianto. 2012. Pengaruh sistem kerja terhadap stress kerja dengan penilaian MOQS. Jurnal Teknologi Technoscientia Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta ISSN: 1979-8415 Vol. 5 No. 1

Sudjana. 2000.Statistika I dan II, Edisi ke-6, Bandung.

Sutalaksana I.Z, Anggawisata R, Tjakraatmadja J.H. 2006. Teknik Tata Cara Kerja, Bandung: Departemen Teknik Industri ITB The International Marine Contractors

Association. April 2002. Guidance on Failure Modes & Effects Analyses. IMCA M 166.

WahanaKomputer. 2003.Pengolahan Data Statistik dengan SPSS 11.5, Salemba Infotek.

Wignjosoebroto S. 2003. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu, Jakarta: GunaWidya.

Wieke R.D,Nasir W.S,Ceria F.M.T. Implementasi Metode Lean Six Sigma sebagai Upaya Meminimasi Waste pada PT Prime Line International. Program Studi Teknik Industri, Universitas Brawijaya

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Penelitian
Gambar 2.2 Keterkaitan antara Metode Six Sigma dan MOQS  HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 3.1 Diagram Jalur  Dimana persamaannya adalah :
Gambar 3.2 Kurva Sepuluh besar order Laboratorium Air 2013
+4

Referensi

Dokumen terkait