• Tidak ada hasil yang ditemukan

1/anifah /hsaniyari.' Kehutuhan!nforma'ii.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1/anifah /hsaniyari.' Kehutuhan!nforma'ii."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

. , b hem Jnjor,,ws1 .... J lanifuh Jh.~,miyaff J;..e uiu

-KEBUTUHAN lNFORMASl ;E: A~t~~~:::IIIIUP\I) (Kasus Desa Rowo Kee Kaodao~an a up

O\eh:

Hanifah lbsaniyati*) ABSTRACT .

1, · r efforts to re{u:li ~oo/-.. Information has

a very 1mport~nl rot: '~ _v~ ,J

0,. input to ... olw It serves to

reduce uncertainty, parti~u a Y A wlc:d~t' -'/'Ju.! l,roblc:m.'i make cieci ... iorL,., plan arul impn,vt'

no I .• n"e,i fior

,

'd (j:., the pe,J.rnn s ... objectives of this study were to I

en ~u . h iii'} a

. .

h d qua/ila/1ve approac \ ' • :nformarions. The researc use a . . ad' II . h ch site 1.'wt w

was fiound ,n t e re sear construct1v1sm par ,gm.

. , ,J · furm,ztio•1 maintain all of the jobs they were serWIL'i eng~~t.:. "'· ''!

. . . .

had becomt' w, import,vrl fiu.:tor

. Their need for 11

1forr,u.itW!Ls \\

;::i

imeparable from the problems they experience in both farn11ng a

d I

fi

minu but also non-non-farming activities. They nee not on Y ar ,.,

farming informations. The informarion need of among t~e peasa~rs were differenl depending 01.

the type of ~asant. The uifomiatun need of the peasant that rake hight risk different from the peasant that take /nw risk.

Keyword'!:

information, information need, pemams PENDAHULUAN

Latar Bt!lak.anj?,

Infonnasi bcrpcran

sangat pcnting dalam upaya

Mencapa1 tujuan. Mcnurut Dervin dan Nilan (1986) informasi

bcrfungsi mcngura~gi ketidakpastian, khususnya sebagai masukan untuk memecahkan masalah,

membuat keputusan, merencanakan,

dan mcningkalkan pcngetahuan. Dcngan infonnasi yang baik seseorang atau suatu organisas1 akan

memiliki keunggulan posisi u.nuk bersaing.

Pada masa ekonomi su\i~ tckanan hidup bcgilu berat dirasakan terutama bagi rakyat keci\ seperti petani gurem. Bagi petani gurem, infonnasi menjadi sumberdaya

penting dalam upaya '.::>ertah<'n hidup. meningkatkan kescjahtcraan

dan untuk dapat bersaing deng~n yang lain.

Yan den Ran d.m

Hawkins ( 1999) mcngcmukakun hahwa bagi petani, mt:ngakscs infom1asi dari berbagai sumber

akan mcmbuka wawusan <lan mcmbungkitkun motivasi dan kinerja berdasarka:1 ide-ide barn ·yang diperoleh.

Seiring dcngan paraJigm:1 baru pembangunan saat 1n1, infonnasi yang akan disajikan o\ch \cm\xt 0a-\embaga pemasok dan

~nya\ur informasi tpusat

info:masi. pene\itian, penyu\uha11), h~ni,;; digali dari" kebutuhan infonnasi

yang benar•benar dirasaka,1,

dirikirkan dan dikehendaki

oleh petani. Ke~utuhan informasi tersebut digali dan sudut paridang petani, infonnasi • Do~n pada J u ~ Pen~uluhan dan

Komwuw1 1-'cn.atuan l'alulw l,:11.11n

1an UNS Agri1ex1 No. 2&, Desember 2010

(2)

_vang scsuai dcngan kondisi dan pennasalahan yang mcrcka alami. Namun kondisi riil di lokasi pencli!ian mcnunjukkan bahwa '<~_bijakan kom~nikasi yang dqalankan pemerintah daerah Tcrnangfung (Dinas Pcrtanian Ka'.1upatcn Tcm11nggung dan Balai Pcny,tluh Pcrtanian/BPP Kandangan) bclum memihak petani gurcm di Desa Rowo. Programa penyuluhan pertanian BPP Kandangan tidak d:::.usun bcrsama petani. Di sisi lain: p-.:tani gurem di Desa Rowo memiliki kebutuhan informasi yang belum terpenuhi.

Untuk mengkaj i kebutuhan infonT.asi, telah banyak penelitian yang dilakukan. Menurut Putubuku (200F, ). rcn~1 itian ten tang kcbutuhan infr,n1rnsi diawali olch rwra ilmuwan perp:..stakaan dan infonnasi pada I 048, di antaranya adalah penelitian Dcrvin Ji tahun 19 /2, 1973, dan I 98U-an: Belkin, f-:llis, Krikclas, K,1hlt'.rnu di tahun .. 1980-:-an. Pcnclitian serupajuga dilakukan oleh Hasyim ( 1999), Budiyanto (2000),

Wi_iayanti (2000), Kumiadi (2004),

I fandajani (2004), Fisher et al (20'),1). Bnkn (2004). Sccara umum

obyc~ pc11clitinn-pc11clitian tcrscbut

adalah ilmuwan, peneliti,

profesional, mahasiswa, dan kaum intclcktual lainnya. Konscp pcnclitiannyn bcrkiblal pada k~,jinn i lrnu rcrpustakaan dan infonnasi. Untuk mcnamhah khasanah kcil:nuan dipcrluka.1 pcnclitian serupa dengan obyek penelitian yang berbeoa. Penelitian berikutnya tidak hanyR meneliti kebutuhun infonnasi kaurn elit dan intelcktual dengan perpustaknan seb~gai si~t~m infonn'lSi. Untuk 1tu, peneht1an tcntang i<ebutuhan informasi petani

·f•:rircxr .\'n 28. l)eJemha ]()JO

1/anifah /hsaniyari.' Kehutuhan !nforma'ii.

gurem yang mcngkaj i masyarakat . sebagai sistcm informasi perlu dilakukan.

Pcnelitian untuk mcngctahui kcbutuhan dan a tau pcri laku komunikasi pctani, antara lain pcnelitian Sudradj ... t ( 1998), lskandar (1999), Suryantini (2000), Ma'mir (200 I), Kif1i (2002), lndraningsih (2002), Hanafi (2002), Wi_jayanti (2003 ), Yusmasari (2003 ), Ellyta (2006). Penelitian-penclitian tersebut memandang infonnasi dari sudut pandang penel iti (observer) dan

informasi diartikan dalam arti fisik. Penelitian-penelitian tersebut banyak menampilkan atau membahas kebutuhan infonnasi dan atau perilaku komunikasi petani terhadap infonnasi pe1 t,rnian. 1-fampir semua penelitian di ata<i menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain surve,.

Bel um bun yak pcnclitian tcntang kcbutuhan informasi yang mernfokuskan informusi duri sudut pandang orang yan2 diteliti, mengartikan infonnasi dari sisi paradigma kogniti( mcnggunakan pendc!(atan kualitnt.if, menggunakan pctani gurcm lnhan mariinal (sawah tndnh hujan) scbagni subyck penelitian, dan melihat kebutuhan infonn lSi petani gurem meliputi infonnasi pcrtanian dan non pcrtnninn. Okh s~Mb itu pcnclitian Kebutuhan dan Pcrilaku Pencarian lnfonnasi Pctani Gurcm (Kasus Desa Rowo Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung) pe1 :u

dilakukan dengan pcndckatan

berbcda. Pendckatan berbeda

terscbut bukan untuk mcnggantikan pendekatan pada

(3)

-pcnelitian scbclumnya akan mempertajam fokus penelitiun ini. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian tentang kebutuhan infonnasi petani gurem ( Kasus Desa Rowo Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung)

yaitu mcncmukan kcbutuhan

infonnasi petani gurem dalam upaya

memenuhi kebutuhan dasar yaitu

bekerja baik menjalankan usahatani

maupun pekerjaan lain. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bcnnanfaat terutama untuk :

1 . Se~agai masukan bagi lembaga

penyuluhan pcrtanian yang

sebagai satu-satunya lcmbaga

infonnasi pertanian di Kabupaten

Temanggung, pcneliti,

pcmerintah des.a, pen gurus GAPOKTAN/kelompok tani,

lembaga kcuangan dan kredit

(BRI Unit Kandangan, BMT, dan

lembaga keuangan lain), dan petani sendiri agar dapat melihat

apa saja dan bagaimana kebutuhan informasi pctani gurem di Desa Rowo.

2. Sebagai acuan menentukan pembangunan bagi daerah setempat. dalam kebijakan pemerintah 3. Sebagai acuan bagi peneliti lain.

khususnya yang berminat

melakukan pcnelitian

menyangkut masalah yang relcvan.

4. Sebagai media belajar dan bahan

kajian bagi peneliti sendiri tentang kebutuhan informasi petani gurcm.

.-lgrirexr Xo 28. l>ewmba}0/0

De fin isi Konscptuul

· b ata ·

I. lnformusi yaitu Jawa an 'Jdng.,

•rtanyaan-pertanyaan .

pc muncu I d,· saat ::,ctant gurem

' h

bcrada dalam situasi ?crmas.i~'¼ ' yang rm.:ngurangi kct1dakpast1an,

diciptakan petani gurcm dala~

pikirannya. bersifat snbyekt1f,

berguna dun bcrh.irga dalam

ha netani gurrm untuk

usa ~- .

memc1111hi kebutuha:1 dasar ya1tu

bckcrja haik ,111~njalanknn usah~tani rnaupun i:x:kerjaan lain.

2. Kchutuhan in formasi yaitu

kcsc11ja11gan \)-!.''I') unlur <l pcng~tahuan yang dimiliki petani gurcm dcngan kcin~inan untuk mcrrv1.:ksaika11 ma~ .. dah Jalam

upa1~a memenuh i kebutuhan

dasar yaitu saat hd:·.:rja baik mcn_jalankan usahatani maupu11 i:x:kcrjaan lain, scbagai ~eouah

pcrtanyaan yang n .cm -:rlu~an

jawaban (.hn 111cn;mbulkan ketidakpast:an.

3. Pctani gur~rn (p1.. u.rnnl) yait•J scscornng yang u111u\.; bertahan hid up dan llH.:ningKatkan kescjahtuaan, memtliki da,1 atau

1111.:nguasai lahan yung secrra

kumulatir kurang cfari 0,5 hektar,

menjalankun u~~hatani Jw:

sckaligus juga ·nenekuni

r<,:ker_iaan lain di luar u-.;~1hatani.

TINJAUAN PllST.-\KA lofornrn ... i

Dalam du.1ia ilrnu rcn!:•1.:tahuan dan ilmu informasi, tcrjad1

1)crubahan dalam cara m~manchrng infom1a~i.

J·aitu p;1r;1digma ~11~·niti'.' dan

(4)

-paradigma fisik (Ellis 1992). lnformasi juga dikolaborasikan dahm kaitmnya dengan fungsinya. BP-berapa fungsi informasi adalah mengurangi ketidakpastian, khususnya sebagai masukan untuk · pemecahan masalah, pembuatan k~putusan, perencanaan dan p.!niPgkatan pengetahuan (Dervin

1992).

Kaniki ( 1992)

mendefinisikan bahwa infonnasj merui: akan sesuatu yang mengurangi ketidakpastian. Menunrt Derv1n ( 1992) informasi adalah ja\\taban atas pertanyaan-pertanyaan

yang- muncul pada saat seseorang

l>crada dalam situasi problematika. Pannen (1996) ·mendefinisikan infonn't'ii sebagai Jawaban yang n,em~rikan indivjdu_ jalan lce.luar . dari pennasalahan. Selanjutnya menurut Mangindaam dkk (1993) dalam Hasyim ( 1999) informasi merupakan alat untuk membantu sere0rang mengatasi situasi problema~ik sehingga seseorang dapa·.: kembali meneruskan perjalanan kognitifnya.

Info~masi dalam penelitian ini adalah infonnasi yang dipandang dari paradigma kognitif, yaitu jawaoon atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul di ::;aat seseorang berada dalam situasi bennasalah, yang mengurangi ketidakpastian, diciptakan scscorang dalam pikirannya, bersifat subjektif, berguna dan berharga dalam usahanya untuk memenuhi kebututJlll dasar yaitu bekerja baik merjalankan usahatanVpekerjaan lain.

Kebutnban Infor.nui

Agrlte:.:t No. 28, Desember 2010

llanlfah Jluanlyatl: Kehutuhan hrformml.... _

Nicholas (2000) mcnjelaskan bahwa kebutuhan infonnasi muncul ketika scseorang berlceinginan memenuhi satu atau lebih dari tiga kebutuhan dasar manu~ia.. yaitu kebutuhan fisiologis (m~ tcmpat tinggal, dan lainnya); kcbutuhan psikologis (kekuasaa~ rasa aman); dan kebutuhan kognitif (pendidikan, pcrencanaan). Meskipun bukan mcrupakan kcbutuhan primer. kebutuhan infonnasi mcrupakan hal yang pcnting karcna kebcrhasilan seseorang dalam memenuhi salah

·satu atau SC'mua kebutuhan dasar .. dipcngaruhi oleh pemenuhan

kcbutuhan informasi.

Belkin ( 1989) yang dikutip olch Nicholas (2000) menjelaskan bahwa kebutuhan informasi tumbuh ketika scscorang mcnyadari adanya kcsenjangan antara ~getahuan dcngan kcinginan untuk n.emecahkan masalah. Menurut Dicti<mary for Library and lnfonnaJion yang disusu1a oleh Reitz (2004), kcbutuhan informasi adalah kesenjangan dalam pcngetahuan seseorang yang dialami pada tingkat kesadaran tertentu sebagai ·

"pertanyaan" yang timbul untuk mendapatkan jawaban. Krikelas ( 1983) mengartikan kebutuhan infonnasi sebagai pcngakuan scscorang atas adanya ketidakpast;an dalam dirinya.

Kcbutuhan infonnasi dalam pcnelitian ini dideflnlslkan scbagai kcscnjangan (gap) antara pcngetahuan yang dimilild scscorang dengan kcinginan untuk menyelesaikan masalah dalam upaya memcnuhi kcbutuhan dasar !'aitu bekerja baik 1nenjalankan usahatanVpckcrjuan lain, scbaga\ sebuah pcrtanyaan yang memcrlukan

(5)

. han I r{orma.si.. .. I Janif ah Jhsaniyall: Kebutu

jawaban dan menimbulkan Karena petani pahng • khawatir .

b h n Oun,a yang

ketidakpastian. terhadap peru 8 8

· tan i adalah

d'angankan oleh pe ad I ',

Petani Gurem pada Laban

Marjinal k~stabilan. Kestab~,lan a a ..

Dari berbagai referensi dan

literatur yang mengupas tentang kaum tani, diperoleh keterangan bahwa petani di negara kita dapat

digolongkan ke dalam empa~

pengertian, yakni petani besar, petan!

kepastian. :-. (1981)

Secara dialektis S~o~

. mberilum tieskrip51 bahwa

. JUga me ... a\ran dasar

dari

persepsi moral mcru~.· . dal

kecil, petani gurem clan petam

buruh/buruh tani. Petani besar

umumnya menggambarkan ten~~ sosok petani yang umumnya memhk1 lahan sawah di atas satu hek1ar. Petani kecil menggambarkan jati diri petani yang memiliki lahan antara

0 5 - satu hektar. Petani gurem

'

memiliki lahan antara 0, 1 - 0,5

hektar, dan petani buruh adhlah

mereka yang sama sekali . tidak .

memiliki lahan sawah (Sastraatmadja

2009).

Berdasar Sensus Pertanian

Tahun 2003 banyaknya rumah

tangga petani gurem (RTPG)

meningkat cukup tajwn )'akni sckitar

9,4 juta RTPG menjadi 13,3 juta

RTPG dalam periode 1993-2003.

Sekitar tiga-per-empat dari jurrhah

RTPG berada di Pulau Jawa (Winoto

dan Hermanto S 2007). Hal ini·

menunjukkan bahwa semakin banyak

petani, kecil yang menggantungkan

hidupnya pada lahan yang sempit.

Dalam sebuah karyanya Scott •

( 1981) The Moral Economy of the

Pea.wnr, digambarkan bahwa

bagaimanapun sesungguhnya petani ibarat orang yang selamanya berdiri

terendam dalam a:r sampai ke leher,

sehingga ombak yang kccil sekalipun

sudah cukup menenggelamkannya.

Mcnurutnyu pct.ani wiulah golongan

orang-orang pasif. Mengapa pasif'? A1-:rite.x1 No. 28, Desember 20/0

. daka p .. \.all, am

setiap ttn n .,, .

akt. ·tasnya. Secara moral petam lVl

'I . dakan "Gllg

tidak alcan mengamb1 tm. . .

berbahaya, beresiko tmggt . ~

mengancam tingkat ... ~ubs1stens)1

mereka. kehidupan petaut (pe~ant

adalah masyarakat yang ~~om d1n

stabil. Komunitas petam ,m ~l~

suatu kelompok sosial yang mem~hk1

kepentingan untuk menJaga

kelangsungan keterikatan . antar

individunya. Kaum ekonomi mora~

memandang kemanan sebagat

sesuatu yang paling penting

mengingat bahwa petani miskin dan

selalu dekat dengan ~aris bahaya, sehingga penurunan sedikit saja

terhadap produksi dapat

menimbulkan bencana besar bagi

kclangsungw1 hidup rumahtangga

merek.a. Perhatian besar terhad<ip

subsistensi dan l·.eamanan i.1i

dinamakan prm~1p •• jnhulukan

selamat" e'safety first") yaitu para

petani enggan mengambil resiko

(averse to risk) dan lebih

memusatkan diri pada u ~

menghindarkan jatuhnya prvduksi,

bukan kepada usaha

memaksimumkan

keuntungan-keuntungan harapap. Dalam

pandangan ekonomi moral pur~

petani itu anti pasar, lebih 111enyukai

pemilikan harta

ucrswna

daripacta

pemilikan pribadi, dan tidak

menyukai pembclia,1 dan .)Cnjualan.

Di sisi luin, sccaru dialckt:s pula Popkin ( 1986) juslru

(6)

mcnunjukkan bahwa bukan soal ~oral yang paling mcncntukan setiap tmdakan pctani mclainkan ras1onalitas kcrjanya. Dalam ~r.n<hmcan Popkin pctani bukan t·dak mau mengambil resiko dalam segala tindakannya. Pcrsepsi petani kerap kali justru dipcngaruhi olch aspek-aspek spckulatif dan perhi~ngan untung rugi yang sangat cerdik.

Ar.tarn Scott dan Popkin ada p c ~ cara pandang tcrhadap petaf)i, iUlmun tidak discbutkan Jmhwa petani tidak mcmbutuhkan

informa5i. Petani scbagai manusia, sepcrti manusia lai~ petani juga rasioria~ memiliki _ha!!iQ_all-~~pan,

keinginan-keinginan dan kcmauan untuk hi<lup lebih baik. Petani juga memiliki naluri untuk memenuhi kebumhan hidup terutama kebutuhan

da.~r (subsistensi) dan

mempcrtahankan hidup. Untuk mem..!nuhi kcbutuhan hidup tersebut, petani mclakukan usaha atau upaya-upaya sepcrti berusaha tani atau be~-usaha lain di luar pert8n1an. Dalam usaha tcrsebut petani akan

mengatami situasi problcmatik dan i

ada kesenjangan antara pengetahuan yang dimiliki dengan harapan- ·

harapan yang akan dicapai. Kesenjangan tersebut menimbullcan

pcrtanyaan-pertanyoan

yang

mcmcrlukan jawaban, lnilah yang

disebut dengan kebutuhan infonnasi. Jadi, sebagai manusia, pctani membutuhkan informasi untuk

men&3Apai harapan-harapannya.

Dalam pembangunan, pctani

~ebagai aktor sosinl scbailcnya tidak hanya dilihat scbag11i objck pasif dari scbuah intervcnsl namun dianggap sebagai partisipan aktif yang memproscs informasi dan ikut

Agrltut No. 18, D,s,m/Hr 1010

llanlfah /luanlyati: K~butuhan /nformati ....

mcmbentuk strategi dalam

mcnghadapi berbagai alctor lokal dan institusi atau pcrsoncl luar (Boot 1994, diacu dalam Hidayaturrahman 2000), sehingga kctika mclihat kcbijakan pcmerlntah (aras makro) yang berhubungan dengan petani

scbagai pelaksana lapangan (aras mikro) tidak harus tcrbatas pada

intervcnsi dari atas, model top down

atau olch pcmcrintah. agcn-agcn pcmbangunan tctapi harus juga

mclihat pada :uas mikro dimana

pctani scbagai aktor. Hal an, discbabkan kclompok-kclompok lokal sccara aktif mcrurnuskan dan

berusaha mewujudkan program pembangunan hasil rcncananya sendiri yang sering .bcrbenturan dengan kepentingan otoritas scntral d.m agen-agen pcm bangunan (Long dan Ploeg 1989, diacu dalam Hidayaturrahman 2000).

KERANGKA BERPIKIR

Infom1asi mcrupakan

sumbcrdaya penting bagi individu maupun organisasi. Scpcrti dcfinisi Dervin dan Nilan ( 1986) infonnasi

bcrfungsi mengurangi

ketidakpastian., khususnya scbagai masulcan untuk mcmccahkan masalah. mcmbuat kcputusan,

mcrcncanakan dan mcnlngkatkan

pcngetahuan. Dalam paradigma

kognitif, infonnasi dipandang sebagai sesuatu yang subyckti f,

individual dan tidak dapat discntuh~

yang terjadi melalui proses konstruksi dalam diri manusia. Kunci utama pada paradigma kognitif adalah individu pemakai. Dalam hat ini, infonnasi merupakan scsuatu yang diciptak.an (con,tructed or

(7)

created) olch individu pcmakai (Ellis

1992).

Untuk bcrtahan hiJup dan meningkatkan kesejahteraan, petani gurem bekerja baik menjalankan usahatani maupun pekerjaan lain di

luar usahatani. Dalam upaya

memenuhi kebutuhan dasar tersebut, petani gurem menemui masalah. Kondisi di saat pctani gurcm ingin menyelesaikan masalah yang ditemui dan pengetahuan mereka tidak cukup

untuk menyelesaikan masalah

·

tersebut dinamakan kebutuhan

• Bekerja di usahatani • Beker,a di luar K b 1 .. 1..,. .. J--'ormasi .... Han/Joh Jhsaniyali: e u """'' ,~, . . Kebutuhan iuforrnasi mformas1. ba a·

petani gurem dirasakan se g

d:

pertanyaan-pertanyaan

ak/ 'kiran yang memerlukan

ben . ban pt h' aka

dan J. ika dipcnu I n

Jawa berkurang

ketidakpastian/kegundahan . dal~ d. . in. Kebutuhan infonnas1 petam

l h

gurem melek.at pada masa ~ yang dihadapi baik saat menJa!ankan usahatani maupun pel~el')aan lam.

Kerangka berpikir penelitian dapat digambarkau sebagai berikut :

Gambar I Kcrangka Bcrpikir

· Pcnelitian

METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan

paradigm a

Jwnstrukrivisme. Berkaitan dengan

pemilihan paradigma tersebut, maka •

penelitian ini mengarah

pada

pendekatan kualitatif (qua/itarive

approa •. :h). Lokasi dipilih secara

sengaja (purposive) dengan berbagai

pertimbangan yaitu Desa Rowo Kecamatan Kandangan Kabupaten

Temanggung Jawa Tengah. Subyek

penelitian (narnsumber) ditentukan

dengan teknik bola salju (snrJwba/1

Agrilexr No. 2R, /)esember 20/0

sampling). Narasumber yaitu petani gurem yang bekerja di usahatani dar. juga di luar usahatani, penyuluh

pertanian, pemerintah des:\, pengurus GAPOKT AN/kelompok tani, toko pertanian, lembaga keuangan dan kredit yaitu BMT Al k:i~ clan BRI Unit Kandangan, kaaer posyanc!u, pengelola dana PUAP, pengurus PPK/PNPM Mandiri, tengkulak. Pengumpulan data dilakukan bulan

April hingga Agustus 2()09. Data dikumpulkan dengail wawan~aia mendalam (indeprh interview) dengan menggunakan telnik khusus yaitu the micro - momenl time line

(8)

interview , observasi, dan diskusi

kelo~pok. Sebagai pendukung

peny1mpanan data dari ketiga teknik yang dipakai, maka peneliti membuat cntntnn hnrinn, rcknmnn wnwnncnrn,

d1n f0to-foto. Analisis data

dilaksanakan

secara

kualitatif yang

meliputi reduksi data (memilah, memfokuskan pada hal penting,

mencari pola), penyajian data

(nnrui, kutipnn pcmyotann, foto),

intepretasi data, dan penarikan

kesimpulan. Setelah melakukaft

reduksi data, peneliti memilah-milah dan akhimya menemukan pola-pola dalam golongan petani gurem di Oesa Row~ clan kebutuhan infomasi setiap golongan

IIASIL DAN PI-:MDAIIASAN Kondisi Umum Wilayab Penelitian

Jumlah rumahtangga di Desa

R.:>wo adalah 597 keluarga, 400

kepala keluarga berprofesi sebagai retani. Dari 400 rumahtangga petani (RTP) yang memiliki lahan, ada 370

rumahtangga petani (RTP) dengan

kepe;nilik.an lahan kurang dari 0,5

hektar. Selain memiliki lahan sempit,

merek.a juga dihadapkan pada

keterbatasan alam yaitu lahan sawah

yang mereka garap sangat tergantung

dari ada tidaknya air hujan (sawah tadah ujnn).

Menunrt Scott (1981) petani .

gurem adalah golongan orang-orang

pasif.

Petani

paling

khawatir

terhadap perubahan.

Dunia

yang

dianga."lkan oleh ;,etani adalah

k,stabilan. Namun ·

-deta

·

-dalam

penelitia'l ini menunjukkan bahwa

petani gurcm di Desa Rowo bukan

on.ng yang pasif. Untuk bertahan

hidup dan meningkatkan

Agrllext No. 28, Desember 2010

1/anifah lhsaniyati.· Kebutuhan Jnformasi ...

kesejahteraan, mereka yang notahene

orang Jawa tidak pasrah atau

"nrimo" pada keadaan. Mereka aktif

dan bersungguh-sungguh dalam

hckc~jn hnik mcn_jnlnnknn usnhatani

maupun pckcrjaan lain di luar

usahatani.

Usahatani lahan sawah yang

ditekuni petani gurem di JCsa Rowo

antara lain usahatani padi, jagung. hortikulturn (cahni. tomat, kcmhang

kol, ca1s1m. kacang panjang),

tembaka~ singkong, ketela rambat dan kacang tanah.

Pendapatan dari pertanian tidak cukup memenuhi kebutuhan dasar

petani gurem di Desa Rowo. Untuk

menambah pendapatan rumahtangga dan bertahan hidup, selain bertani di sawah (usahatani) pctani gurcm di

Dcsa Rowo mclukukan bcrbagai

pekerjaan lain di luar usahatani.

Pekerjaan sampin6an yang ditekuni

petani gurem di Desa Rowo antara

lain pengrajin keranjang

• sayur/buah, pengraj irv'pebisnis

keranjang tembakau, pengrajin batu

bata, usaha warung, pedagang bibit.

pedagang roti keliling, usaha

camilan/makanan ringan, guru

honorer, buruh tani, oje~ sopir, tuk.ang rongso~ tuk.ang kayu~ TKW,

dan serabutan. Tidak hanya kepala keluarga/suami yang tcrlibat dalam mencari pendapatan kcluarga

(bekcrja), tetdpi juga istri dan anak-anak mereka yang telah dewasa.

Scott ( 1981) juga memberikan

deskripsi bahwa petani tidak akan

mengambll tindakan yana

bcrbahaya,

bercsiko tinggi dan mengancam

tlnakat

subslstensl

mereka.

Menurutnya mercka :nl adalah

masyarakat yang "mendahulukan

selamat" dan lebih mcmusatkan diri

(9)

produksi, bukan kepada usaha

memaksimumkan

keuntungan-keuntungan harapan. Data dawn

penelitian ini m e n ~ ~

sebaliknya. Sebagian petam gurem ~•

Desa Rowo berani mengamb1l

resiko. Perilaku berani mcngambil

resiko dicirikan salah satunya dari

jenis komoditi yang diusahakan dan

pekerjaan di luar usahatani yang

ditekuni. Mereka tidak hanya

bcrtanctm padi dan jagung untuk

memenuhi kebutuhan subsistensi, ·

tetapi berani menanam

komoditi-komoditi komersial dan beresiko

tinggi seperti cabai, tomat, ·

kembang ko~ dan tembakau.

Menurut pengakuan mereka,

keberanian mereka mengambil resiko terseout terlebih lagi di lahan sawah

tadah hujan d idorong oleh keinginan

untuk mendapatkan keuntungan

sebesar-besamya. Merck.a mgm

men ingkatkan pendapatan

rumahtangga yang tidak cukup hanya

dengan bertanam jagung, caisim,

kacang panjang, atau komoditi lain yang kurang komersial. Demikian

juga dengan pekerjaan di luar usahatani yang ditekuni. Mereka berani menekuni pekerjaan ;,'ang beresiko seperti : pengrajin/pebisnis

keranjang tembakau, usaha warung,

usaha camilan/makanan ringan.

Dal am pandangan ekonom i

moral para petani itu anti pasar dan

tidak menyukai pembclian dan •

penjualan. Perilaku pctani gurcm di

Desa Rowo menunjukkan tidak anti

pasar dan terlibat aktif dalam

pembelian dan penjualan. Mereka

aktif dalam usaha bisnis baik

usahatani maupun pekerjaan lain. Pemantauan perkcmbangan harga,

varieta.s yang laku di pasar, teknologi

pemberant.asan hama penyaki~ harga

Agril~xt No. 28. Des~mber 2010

11.0

~ luJ han J,,tonnasi .... 1/anifah JhswiiyaJi: e u

bahan baku, perkembancan ~

pakan bebcrapa contoh kcg1atan

meN lakukan Mercka

yang mcreka · •

mclakukan pcnjualan dan pe?1beha~

komoditi/barang produks~g

dagangan guna k~bcrlanJu~

usahatanilpckerjaan . 1~m:

Pcrtimbangan untung rug1 mcnJ~l hal yang diperhitungkan dalam setiap

I a n ~ ~ data penclitian

diketahui bahwa petani bukan

masyarakat yan~ hom?gcn dan

melulu bekerja d1 pcrtaman. Untuk

itu, peneliti menduga ~ dua

golongan petani gurem di ~

Rowo yaitu petani gurer~1 Pengamb1l

Resiko Tinggi (PRT) dan P\!ngambil

Resiko Rendah (PRR).

Masing-masing golongan memiliki ciri !dlas

·

aan

-sifat/karakter yan& berbeda.

Petani gurem PRT di antaranya

cenderung memiliki sifat/karakter

berani mengambil resiko, b:rpPdr lebih komersial. berani keluar <lati

zona

aman.

dan gigi~ dalam

menyelesaikan masalah. PetMi

gurem PRT menekuni usahatani atau pekerjaan lain yang cen<lerung lebih

komersial; beresiko tincsi;

membutuhkan modal besar;

garapan/p-:kerjaan rum it;

membutuhkan curahan ~~

konsentrasi, dan tenaca yang ,ebih

besar. Usahatani /pekerjaan lain yar.~

mcmiliki ciri-ciri tersebut anwa bin usahatana cabai, usahatani tembakau.. usahatani kembang kol, usahatani tomat_ pengrajin/pebisnis keranjang tembaka~ uwia camilan, usaha warung. Petani gurem PRR mcmiliki

ciri antara lain lebih ~rpikir

subsisten. tidak berani keluar dari

"zona aman'\ tidak bcra.1i

mengambil banyak resiko. Pctani gurem Pengambil Resiko kendah

(10)

m~njrilankan usahatani /pckcrjaan lam yang ccnderung lebih rcndah resikc, tidak membutuhkan modal

besar, garapan/pckerjaan relatif mudah, tidak membutuhkan banyak curahan pikiran dar, konscntrasi.

Usahatani /pckerjaan lain ~ang

memiliki ciri-ciri terscbut antara lain usahatani jagung, usahatani caisim, usahatar,i kacang panjang, usahatani

ketda pohon, usahatani kacang

tanah, usahatani ketela rambat,·

usahatani singkong, pengrajirt

keranjang sayur/buah, sopir, ojek,

tukang rongsok, tukang kayu,

pen~iin batu bata, buruh tani,

pedagang bibit, pedagang roti

keliling (sales roti), guru honorer, TKl/fKW, serabutan. Petani gurem Pengambil Resiko Tinggi (PRT) dan

P·.!ngambil Resiko Rendah (PRR)

juga berbcda da;am kebutuhan

informasi, perilaku pencarian

infonnasi, dan kendala yang ditemui saat berusalla mencari infonnasi tersebut.

Kebutuban lnformasl Petanl Gurem

Kebutuhan infonnasi petani gurem Ji Desa Rowo melekat pada masalah yal"g sedang dirasakan mereka pada saat bekerja baik

menjulank.an usahatani maupun

pekerjaan larn di luar usahatani.

Kebutuhan infonnasi dirasakan

pctani gurem di Desa Rowo scbagai

suatu kondisi dimana pcngetahuan mcreka tidak cukup untuk mcnjawab pcrtauyaan-pcrtanyaan yang muncul

di benruc/pikiran mcrcka saat mcreka

ingin mcnyclcsaikan masalah yang

tcngah dihadapi.

Pcrtanyaan-pcrtanyaan di bcnak mcrcka tcrscbut membuat mcreka ingin mengetahui,

Agrltut No. 28, DeJem~r 20 I 0

I 11 Jlanlfal, Jmanlyali: Kebutuhon /nfonnml ....

pcnasa~ gundah/gelisah. dan tidak ada kepastian.

Dari data penelitian, peneliti menduga kcbutuhan informasi pctani gurem Pengambil Resiko Tinggi (PR'D dan pctani gurcm Pengambil

Rcsiko Rcndah (PRR) berbcda.

Namun, berkaitan dengan

pennasalahan umum pctani di Desa

Rowo baik petani gurem PRT maupun PRR memiliki kcbutuh~n informasi yang sama. Kcbutuhan

informasi petani gurem di Desa

Rowo secara umum antara lain cara

membuat pupuk organik, tanaman yang cocok untuk lahan di Dcsa

Rowo, dan pekerjaan /usaha lain

yang lebih menguntungkan. Kedua golongan petani gurem baik petani gurem PRT dan PRR sama-sama

memiliki kebLtuhan infonnasi

berk.aitan dengan komoditi padi. Usahatani/pekcrjaan lain di luar usahatani yang ditckuni pctani gurem PRT lebih beresiko tinggi. Dalam

menjalankan berbagai pekerjaan

tersebut petani gurem PRT memiliki semangat tinggi terlebih-lebih dalam

menyelcsaikan masalah yang ada

pada pckerjaan mercka. Menurut pengamatan peneliti, pctani gurem

PRT lebih berscmangat dalam

menyelesaikan masalah. Mereka

ber1ckad menyelesaikan masalah

dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih baik. Mereka tidak puas hanya dcngan usahatani subsisten atau pekerjaan di luar usahatani yang

kurang mcnantana. Pctani aurem

PRT memilikl harapan

mengembangkan usahatani/pckerjaan lain di luar usahatani meskipun dalam skala bisnis yang kecil.

Kcinginan lebih mcnambah

pcndapatan dan kesejahteraan

(11)

mereka menyclesaikan masalah . . j 1 • guna Bei'bagai cara mereka a am menyelesaikan m~lah. Namun pada lcondisi tertentu peng~~ mereka tidak cukup untuk menJawa .

pertanyaan yang muncul di _saat mereka ingin menyel~sa•~ ,

masalah. Kebutuhan informasi mula! mereka sadari dalam kondisi seperti

tersebut di atas. .

Kcbutuhan informasi petani gurem PRT meliputi informasi yang teblh berslfat tluktuatif, akurat, perlu pemcm:han segera (berkaitan dengan waktu ), berkaitan dengan untung/rugi secara ekonomis maupun non ekonomi~ perlu pemantauan terus menerus. Informasi yang dibutuhkan petani gurem PRT antara lain infonnasi pinjaman modal ( cabai, tembakau, keranjang tembak.1u, usaha camilan, usaha warung), harna penyakit tanaman ( cabai, kembang kol, toma~

tcmbukau), pcrl,.cmtxmiun har1ia

( cabui, kc:mbung kol, tomat, tembakau, bahan balw camil~ barang dagangan, debog, keranjang

tembakau), budidaya

komoditi/varietas pertanian yang·

sedang laku di ~ pembeli hasil panen, pemasaran (tenaga pemasaran camilan, perluasa11 pasar camilan clan roti).

Berbeda dengan petani gurem PRT, petani gurem PRR tampak lebih subsisten clan menjalani pekerjaan di luar usahatani yang lebih rendah resiko. Pekerjaan-pekerjaan baik usahatani maupun di luar usahatani mereka jalani dengan santai. Alasan garapan mudah dan kepastian hasil/harga menjadi faktor pendorong bagi mercka mcngelola usahatani subsisten.

Agri1e.x1 No. 28, De.'iember 2010

112 Hani/ah Jhsaniyali: KebuJuhan J,(ormasL.

Kebutuhan infonoasi petani PRR meliputl iufonnasi yar~~ gurcm · dan b · a.ca,

rclatif

lcbih stabil, nitin

~

· petani rcndah resiko, dan gi __ 1,

rclatif tidak mcndc~

gurcm · an dibutuhkan petam Inf ormasi Y g . • antara lain

rem golongan mi .

guberkaitan dengan penu~Jan~

r. • sehan-han

pekerjaan/pro,es1 kn.k

(kendaraan yang rusak, te t . . kendaraan sewa, tempat

mengaJar, . yur yai,g

kulakan, jcnis kcranJang 58

dipesan pembeli, upah/honor terutang, premanisme penumpan~

. k, keberadaan barang

rongsok

d1

OJC kayu

rumahtnn~ keterscdiMn

balw untuk batu bata, tumpangan transportasi), alt<;mati~ tem~t bckerja sebagai buruh tam yang lebih dekat, hama penyakit

tanaman

jagung, teknologi (pemasaran

sayuran

yang

lebih

bai~ peningka:.an · kual iias-·t>atu bata, pcm bakaran batu bata), perkembangan harg11 rutin (baran1i nU\.i~ok. kcr11rjan1i ~yur),

pc:nggunu jtiSll {tuung ~· tiyu, turuh tani).

lnfonnasi

yang

d,sajikan

lembaga infonnasi (penyP.dia dar

penyalur) yang ada di Kabupaten Temanggung harus berar.~ dari

kebutuhan infonnasi yang

benar-benar dirasakan

petani

tenna5uk

petani

gurem yang

jumlahnya

mayoritas. Petani gurem di Desa

• Rowo tidak bersifat hom.:>gen. Mereka beraneka ragam dalam hal karakter/sifat

dan

juga kebuluhan

infonnasinya. Lembaga infonnasi

(Dinas

Pertanian, BPP

Kand&ngan, lembaga keu'lllgan'kredit yang

menyajikan

miOnnasi

pinjaman

modal) perlu

mengacu

pada

perbcdaan

kcbutuhan infonnasi di

~tara

~tani gurcm.

1'

ebijakan

(12)

berjalan cfektif jika beroricntasi pada

kebutuhan infonnasi riil petani

gurcm di Dcsa Rowo. ·

Kchutuhan infonnasi pctani

gureni PRT berbeda dcngan PRR.

Jika ·informasi yang disajikan pada

masing-masing mercka tidak tepat, maka keoijakan komunikasi menjadi

kurang \!fektif dan cfisien. Pctani

gt:.rcm PRT -membutuhkan

pemenuhM infonnasi segera karcna berkaitan dengan untung rugi secara

ekcnomis dan non ekonomis

(ketenWtgan hati), maka kebijakan

informasi untuk mereka perlu

memperhatikan unsur waktu

tersebut Sebagai contoh informasi penangBnan hama penyakit tanaman hortikultura yang sarnpai saat ini meresahkan petani gurem, yang jika

tidak ~egera dipenuhi, maka

kesejahtcraan petani terancam.

Me'.Jkipun kebutuhhll infonnasi

petani gurcm PRR cenderung

meliputi informasi yang stabil, tetapi

mereka tetap membutuhkan

informasi tertcntu. Kebijakan

komunikasi yang Jiterapkan lembaga informasi perlu tetap memperhatikan kebutuhlill informasi petani gurcm rRR

SIMPULAN DAN SARAN

Sjmpulan

1. Petani gurem di Dcsa Rowo tidak homogcn, peneliti menduga ada dua golongan petani gurem yaitu petani gun:m Pengambil Rcsiko Tinggi (PR1) dan petani gurcm

Pcngambil Rcsiko Rcnd8h

(PRR). Untuk bcrtahan hidup,

selain mcnjalankan usahatani

petani gurcm di Dcsa Rowo juga me"lckuni pckcrjaan lain di luar usahatani. Usahatani /pekcrjaan

Agrfte.xt No. 28, Desem~r 2010

113 1/anlfah Jluaniyati: Ktbutuhan Jnformasi ....

lain yang ditekuni pctani gurem PRT cenderung lebih komersial, bercsiko tinggi, mcmbutuhkan modal besar, garapan/pckerjaan

rumit, mcmbutuhkan curahan

pikiran/konsentrasi dan tcnaga

yang lcbih bcsar.

Usahatani/pckcrjaan lain yang

ditekuni petani gurcm PRR

ccndcrung lebih rcndah rcsiko,

tidak membutuhkan rr-odal bcsar,

garapan/pckcrjaan rclatif mu~

tidak membutuhkan banyak

cu;ahan pikiran dan konsentrasi

yang lebih besar. Dalarn

menjalankan usahatani/pckcrjaan lain, petani gurcm baik PRT

ma upun PRR sangat

membutuhkan informasi.

Kebutuhan informasi mercka

penuhi dengan mclakukan usaha

pencarian/penemuan infonnasi.

Namun dalam proses pencarian

informasi yang dibutuhk, n,

mercka mcnghadapi kcndala.

2. Kebutuhan infonnasi pctani

gurcm Pengambil Rcsiko Tinggi

(PR1) dan pctani gurcm

Pengarnbil Resiko Rc=tdah (PRR) bcrbcda. Petani gurcm PRT mcmhutuhkan infonnasi yang

lcbih bcrsifat fluktuatif, akura~

per tu pemenuhan segera

(berkaitan dcngan waktu),

bcrkaitan dengan untunwrugi

sccara ckonomis maupun non

ekonomis. pertu pemantauan

terus mcnerus. Petani gurcm Pengambit Rcsiko Rcndah (PRR)

membutuhkan membutuhkan

infonnasi yang cendcrung tebih stabit, rutin dan biasa, rclatif

rcndah rcsiko, dan

bagi petani

gurcm rclatiftidak mcndcsak.

(13)

1. Bagi petani gurem di Desa Rowo ayar tetap mempertahankan semangat dalam bekerja, memenuhi kebutuhan infannasi, dan mengatasi kendala dalam pe'ncarian infonnasi. Petani gurcm PRT perlu tctap ·

bersemangat dan tidak putus asa dalam usaha mencari infonnasi meskipun berhadapan dengan banyak

kendala. Petani gurem

PRR perb lebih aktif

dan

proaktif dal~n menyelesaikan masalah, mencari infonnasi yang ,

dibutukan , dan menangani kendala pcncrian infonnasi dalam diri.

2. Bagi lembaga infonnasi (Dinas

Pertanian Temanggung/BPP Kandangan) dan lembaga keuangan/kredit (BRI Unit Kandangan, pengurus PNPM Mandiri/PPK, BMT Al Aziz, pengelola daJJa PUAP, dan bank/lembaga keuangan lain) perlu memperhatikan perbedaan kebutuhan infonnasi petani gurem sebagai acuan dalam menentukan kebijakan infonnasi. Kebijakan komunikasi yang

Jiterapkan hendaknya

disesuaikan dengan kebutuhan infonnasi masing-masing golongan petani gurem.

DAFT AR PUST AKA ·

Budiyanto, M.2000. Kebutuhan ~nfonnasi clan Perilaku Pencarian lnfonnasi Peneliti Bidang llmu Pengetahuan Sosial dan Kernanusiaan di Lembaga llmu Pcngctahuan

Indonesia (tesis). Jakarta :

Agrllext No. 28, DeJember 2010

114

Hanifah JhsaniyaJI: Kebutuhan I,{onna.d ....

Program Pascasarjana, Universitas Indonesia

Dervin, B.1992. From

tJie

Mind's

Eye of the User : the

Sen.,e-making

Qualitative-Quanl italive Me1hodo/11gy.

Jiitp.://www .ideals.uiuc.edu/htm

l/2142/2281 /Dervin 19?2a.htm

( 18 ~opember 2008).

Dervin, B., dan Nilar., M. 1986. Information ne~s and uses.

Annual Review of

111/ormoJwn

Science and Techrulogy; 21.

White Plains, NY: Knowledge Industry Publicationf..

Ellis, D.1992.The Physical and

Cognitive Paradigms

m

Infor.nation Retrieval

Research Journal of

DocumentaJio~ 43 (1).London

Ellyta. 2006. Analisis jaringUP. Komunikasi Petani dalam Perna.saran Lidah Buaya :

K.asus di Kawa.i8Jl Sentra

Agribisnis Pontianak

Kalimantan Barat (tesis). Bogor : Program Pascasarjanci, lnstitut Pertanian Bogor

Fis:1er, KE, E Marcoux., L.S. Miller,

A Sanches, E.R.

Cunningham.2004.Informa:don Behaviour of f\1igrant Hispank Fann 'Norkers and 11,eir Families in the Pasific Northwest. lnfonnaiion

R~search 2004; 10 ( 1 ). http ://mfonnationnr.net/ir/ l

0-1 /paper 0-199.html (2 September 2008)

Handajani, T.2004. Kebutuhan dan

Pe?carian

Infonnasi

Bagi

PeJabat Fungsional di

Pusat

Penelitian

dan

rengembangan Teknologi Mineral

dan

Batubara, Bandung (tesis).

(14)

Jakarta : Program Pascasarjana, Universitas Indonesia

Hasyi~, N. 1999. Studi Tcntang

Kebutuhan dan Pcncarian

Informasi Dosen Politeknik

Negeri Jakarta dalam Persiapan

P'!laksanaan Tri · Dhanna

Perguruan Tinggi (tesis).

Jakr.rta : Progra111 Pascasarjana, Universitas Indonesia

Hidnyntnrrnhmnn.2000. Pctani Lokal dan Kapitalismc : Studi Respon Petani Lokal nada Kebijakan Pcrtanian di Dcsn Nungga dan Desa Maria Kabupaten Bima. Jurnal Administrasi Negara

1(1) September 2000 :72-87. htt;,://publik.brawijaya.ac.id/si mple/us/jumaVpdffi le/9Petani . %2CLokal%20&%20Kapitalis me%20-Hiriayatur°/o20R1hman.pdf (26 Nopember 2008).

Husodo, S.Y. 2004. Memajukan

Pertanian dan menyejahterakan

Fctr.ni Kita.

http://www.sinarharapan.co.id/ perita/0406/15/opi0 I .html {25 Nop 2008)

Iskardar, T. 1999. Sumber lnfonnasi

Bagi Petani dalam Penerapan

Teknologi Usahatani Kentang :

Kasus di Kecamatan

Pangalengan Dati II Bandung

(tesis). Bogor

Program

Pascasarjana, lnstitut

Pertanian

B0gor.

Knniki, A.M. 1992.Meeting the

Needs of Agricultural

Researchers in Aftica: the Role

of Unpublished Reports.

Information Development 8 (2)

: 83-89

Kar:n, Y. 2008. Kajian Pertanian

Or%anik di Indonesia

Dampak Pertanian Organik

,lgr/tt:ct No. 28, De.tember 2010

HanlfaJr /hsaniyali: Keburuhan l,,tormasi .. •.

terhadap Petan i Gurem di

Indonesia. http://yhan is. word pre

ss.com/2008/02/18/kajian-pcrtan

ian-organik-di-indonesia/(25 Nopcmber 2008).

Kifli, QC. 2002. Pcrilaku

Komunikasi Petani Padi Dalam

Pcncrapan Usahatani Tanaman

Pangan Kasus Dcsa

Kalibuaya, Kecamatan

Telagasari, Kabupatcn

Karawang (tcsis). Bogor :

Program Pascasarjana, lnstitut Pcrtanian Bogor.

Krikelas, J. 1983. lnfonnation

Seeking Behaviour : Pattern

and Concepts. Drexel Library

Querte(v 19 (2):5-20

Kumiadi, D. 2004. Kebutuhan dan Perilaku Pencarian lnfonnasi Peneliti Bidang llmu Sosial dan Kemanusiaan di Perpustakaan

Nasional (tcsis). Jakarta

Program Pascasarj

ana.

Universitas Indonesia.

Ma'mir, M. 2001. Peruaku Pctani

Sayuran dalam Pemanfaatan

Sumber lnfonnasi Agribisnis

Tanaman Saturan d: Kabupaten

Kendari, Sulawesi Tenggara

(tesis). Bogor Program

Pascasarjana, lnstitut Pertanian

t3ogor.

Nicholas, D. 2000. .-b1e.uing

lnfonnation Needs : Tool,

Thecnique and Concepts for

Internet Age. Second Edition.

London As lib (the

Association for lnfonnataon

Management and lnfonnation Management lntcmasional) Pannen, P.1996.Sense

Making

sebagai

Pendekatan Kopltif dalam Pcrancangan dan Pemanfaatan Jasa Pudokinfo.

(15)

Fendii editor. Prm;iding

Seminar Seharl Layanan

Pusdolcinfo BerorienJasi

Pema/CQ/ di Era Jnformasi :

Pandangan Alcademisi dan

Pralctisi. Depok. 16 Maret

1996. Jakarta : Program Studi Ilmu Perpustakaan Program i"'ascasarjana Universitas lndonesia.29-39

Popkin, S.L. 1986. Petani Rasional (terjemahan).Jakarta : Yayasan Padamu Negeri

Putubuku.2008.Kaj ian Perilaku

Pemakai.

http://iperpin.wordpress.com. (2 April 2008)

Reitz, J.M. 2004. Dictionary for

library and JnformaJin

Science. London Libraries

Unlimited Westport

Connecticus

Sastraatmadja. 2009. Petani Gurem

? . http://www.suara-rakyat.com (10 Mei 2010).

Scott, J.C. 1981. Moral Ekonomi

Petani. J--lasan Basari,

penerjemah; Bur Rasuanto,

editor. Jakarta LP3ES.

Terjemahan dari : The Moral

Elwnomy of 'I'he PeasanJ.

Sudradjat, A. 1998. Perilaku

Pemanfaatan Saluran

Komunikasi dalam Penerapan

Tek.nologi PHT di Kalangan

Petani Kabupaten Sukabumi

(tesis). Oogor Program •

Pascasarjana, lnstitut i>ertanian Bogor.

Suryantini, H.2000.Kebutuhan

lnfonnasi dan Motivasi

Kogniti f Penyuluhan Pertanian

Serta Hubungannya dengan

Penggunaan Sumber Infonnasi

:Kasus di Kabupaten Bogor,

Jawa Barat. Jurna/

Agritext No. 28, Desember 2010

Hanifah Jhsaniyati: Kebutuhan Jrformasl ....

Perru.'ltakaan Pertanian 2003;

12 (2).

http://~w~.pvstaka-dcptan.go.id/pubh~Vpp 12203 1. pdf ( 25 Mare.: 2008).

Van den Ban, A.W, d&.n H.S.

Hawkins. 1999. Penyuluhan

Pertanian, Agnes ~ina

Herdiasti, penerJemah.

y ogyakarta : Kanisiu~

··· WijayanT1~ L. 2000. ~ebutuhan ~

Peri1aku Pencanan Infonnas1

Staf Pengajar Fakultas Sastra

Universitas Indonesia Dala:.n

Rangka Mengerjakan

Penelitian (tesis). fok.arta :

Program Paxasarjana,

Universitas Indoriesia

Wijayanti, H. 2U03. l(ebutuhan

Infonnasi Petani Tanaman Hias

: Kasus di Kola Jakarta BaraJ

(tesis). Boger Program

Pascasarjana, lnstitut Pei tanian Boger.

Yusmasari.2003.Perilaku

Komunikasi Masyarak.at

terhadap Manfaat dan

Pelestarian Mangrov~ di Desa

Pematan£ Pa:,ir Ke\Alllla.t.an

Ketapang Lampung Selata~

(tesis). Oogor Program

Pascasarjana, lnstitut Pertanian

Gambar

Gambar  I  Kcrangka Bcrpikir

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Program Gerakan Makassar Ta tidak Rantasa (Gemar MTR) adalah program yang bertujuan untuk merubah pola pikir masyarakat untuk

Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam menghitung kebutuhan alat kesehatan yang dibutuhkan oleh puskesmas Tareran berdasarkan pada keadaan dan ketersediaan alat

Tujuan penelitian kualitatif pendekatan Rasionalistik ini adalah untuk meneliti perkembangan bentuk dan pergeseran makna melalui adaptasi dapur rumah tinggal di kawasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pada pada struktur bertmgkat tiga dengan dua gempa berbeda yaitu Koyna dan Bucharest letak MRD yang paling

[r]

Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas sehingga kelas terlihat pasif dan siswa hanya sebagai pendengar ceramah guru tanpa diberi kesempatan

Dokumentasi adalah “teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian, melainkan hanya pada catatan-catatan (dokumen) yang ada baik