confessióne dicéntes: kami, yang dengan rendah hati mengakui dan berkata:
COMMUNIO (Mat 26:42)
APA, jika piala ini tidak dapat berlalu, kecuali kalau itu Kuminum, maka jadilah kehendakMu.
POSTCOMMUNIO
I : Dóminus vobíscum. U: Et cum spiritu tuo. I : Orémus.
er huius, Dómine,
operatiónem mystérii: et vitia nostra purgéntur, et iusta
desidéria compleántur.
Per Dòminum nostrum Jesum Christum, Filium tuum, qui tecum vivit et regnat in unitáte Spíritus Sancti, Deus, per òmnia sæcula sæculòrum.
I : Tuhan bersamamu. U: Dan bersama rohmu. I : Marilah berdoa.
UHAN, semoga dengan karya misteri ini, dosa-dosa kami dibersihkan, dan juga keinginan-keinginan kami yang tulus dikabulkan.
Karena Tuhan kami Yesus Kristus
PuteraMu yang hidup dan bertahta dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amen. U: Amin.
Jika Kurban Missa merupakan Kurban Missa (kedua dari Imam Selebran
dan/atau) tidak diawali dengan pemberkatan dan perarakan daun Palma, maka dibacakan Injil terakhir yang diambil dari Injil yang seharusnya dibacakan pada saat Pemberkatan Daun Palma, dengan diawali sebagaimana lazimnya pembacaan Injil.
B
P
T
DOMINICA II PASSIONIS SEU DOMINICA IN PALMISHARI MINGGU SENGSARA II ATAU MINGGU PALMA
pacara minggu palma terbagi menjdi 2 bagian, yaitu (1) Pemberkatan dan perarakan daun palma untuk menghormati Kristus Raja; (2) Kurban Missa untuk merenungkan sengsara dan wafat Yesus di Salib.
1. Pemberkatan dan Perarakan
Perarakan daun palma ini dimaksudkan untuk menghormati Kristus, Raja cinta kasih, serta Raja damai, dan untuk menyatakan balals cinta serta syukur kepada Penebus kita. Dengan gembira kita menyambut kedatangan Tuhan Yesus, mengakui serta menghormati Dia sebagai Raja Rohani yang datang untuk memberi kita penebusan jiwa dan ketentraman hati. Penghormatan kita harus tulus dan iklas, keluar dari hati. Ini berarti, bahwa Yesuslah yang harus meraja dan bertakhta dalam hati kita.
Warna liturgi adalah merah, lambang cinta kasih Tuhan Yesus. 2. Kurban Missa
Perubahan perasaan rakyat yang menyambut Yesus dengan meriah, tetapi beberapa hari kemudian menuntut dengan teriakan: Salibkanlah Dia! – tampak juga dalam Liturgi Minggu Palma. Setelah perarakan palma secara meriah, lalu disusul dengan Kurban Missa, yang memperingati sengsara dan wafat Tuhan Yesus. Semua perhatian dipusatkan pada Yesus, “Pria yang Bersengsara”.
Warna liturgi adalah ungu, lambang sengsara dan tobat serta sesal.
Dalam Kurban Missa ini doa di kaki altar dibatalkan demikian juga Injil terakhir tidak dibacakan.
BENEDICTIO PALMORUM ANTIFON PEMBUKA (Mat 21:9)
osanna bagi Putera Daud: terpujilah yang datang atas Nama Tuhan, Raja Israel; Hosanna di tempat tinggi
BENEDICTIO PALMORUM/PEMBERKATAN DAUN PALMA
I : Dóminus vobíscum. U: Et cum spiritu tuo. I : Orémus.
ene☩︎dic, quǽsumus, Dómine, hos palmárum
ramos: et præsta; ut, quod pópulus tuus in tui veneratiónem hodiérna die corporáliter agit, hoc
spirituáliter summa devotióne perfíciat, de hoste victóriam reportándo et opus misericórdiæ summópere diligéndo.
Per Christum Dominum nostrum.
I : Tuhan bersamamu. U:Dan bersama rohmu. I : Marilah berdoa
ami mohon kepadaMu, ya Tuhan, berkat☩ilah daun palma (atau daun lainnya) ini, dan berilah supaya umatMu menyelesaikan apa yang pada pada hari ini dibuatnya secara lahir bagi
kehormatanMu dengan kebaktian yang amat besar secara batin, yakni dengan memenangi musuh dan dengan
mencintai pekerjaan belas kasihan di atas semuanya.
Karena Kristus Tuhan kami
U: Amen U: Amen
DE DISTRIBUTIONE RAMORUM/PEMBAGIAN DAUN PALMA ANTIFON I (Mzm 23[24]:1-2, 7-9)
nak-anak Ibrani menyambut Tuhan dengan mem-bawa ranting zaitun sambil bersorak dan berteriak: “Hosanna di tempat tinggi!”
H
K
B
A
SECRETAoncéde, quǽsumus, Dómine: ut oculis tuæ maiestátis munus oblátum, et grátiam nobis devotionis obtineat, et efféctum beátæ perennitátis acquírat.
Per Dóminum nostrum Jesum Christum, Fílium tuum: qui tecum vivit et regnat in unitáte Spíritus Sancti Deus,
ami mohon kepadaMu, ya Tuhan, berilah, supaya persembahan yang diunjukkan di hadapan wajah hadiratMu ini, memperoleh rahmat kebaktian bagi kami, dan memberikan hasil kebahagiaan kekal,
Karena Tuhan kami Yesus Kristus, PutraMu, yang hidup dan berkuasa, dalam persekutuan Roh Kudus, Allah Imam mengakhiri doa ini dan dengan suara nyaring berkata:
I : per omnia saecula saeculorum. U:Amen.
I : sepanjang segala masa. U:Amin.
PREFATIO
I : Dóminus vobíscum. U: Et cum spiritu tuo I : Sursum corda.
U: Habémus ad Dóminum.
I : Grátias agámus Dómino, Deo nostro.
U: Dignum et iustum est.
I : Tuhan bersamamu. U:Dan bersama rohmu. I : Angkatlah hatimu.
U:Sudah kami angkat kepada Tuhan
I : Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita.
U:Sudah layak dan sepantasnya.
PREFATIO DE SANCTA CRUCE/PREFASI SALIB SUCI
ere dignum et justum est, æquum et salutáre: nos tibi semper et ubíque grátias ágere: Dómine sancte, Pater omnípotens, ætérne Deus:
Qui salútem humáni géneris in ligno Crucis constituísti: ut, unde mors oriebátur, inde vita resúrgeret: et, qui in ligno vincébat, in ligno quoque vincerétur: per Christum Dóminum nostrum. Per quem majestátem tuam laudant Ángeli, adórant Dominatiónes, tremunt Potestátes. Cœli, cœlorúmque virtútes ac beáta Séraphim, sócia exsultatióne concélebrant. Cum quibus et nostras voces, ut admítti júbeas, deprecámur, súpplici
ungguh pantas dan adil, layak dan berguna, kalau kami selalu dan di mana-mana mengucap syukur
kepadaMu,Tuhan yang Kudus, Bapa yang Mahakuasa, Allah kekal:
Engkau sudah menaruh keselamatan bangsa manusia pada kayu Salib; supaya dari
tempat terjadinya mati, bangkit hidup pula pada kayu: dan yang menang pada kayu, dialahkan juga pada kayu: karena Kristus, Tuhan kami. –KarenaNya para Malaikat memuji hadiratMu, para Pemerintahan menyembah, para Kekuasaan bergetar. Surga dan Kekuatan-Kekuatan surga serta Serafim yang berbahagia merayakannya dengan kegembiraan bersama sama.- Kami mohon kepadaMu, berkenanlah juga
menerima bersama dengan mereka suara
C
K
Galilaea, ministrántes ei: inter quas erat María Magdaléne, et María Iacóbi, et Ioseph mater, et mater filiórum Zebedaei.
Cum autem sero factum esset, venit quidam homo dives ab Arimathaea, nómine Ioseph, qui et ipse discípulus erat Iesu. Hic accéssit ad Pilátum, et pétiit corpus Iesu. Tunc Pilátus iussit reddi corpus. Et accépto córpore, Ioseph invólvit illud in síndone munda. Et pósuit illud in
monuménto suo novo, quod excíderat in petra. Et advólvit saxum magnum ad óstium monuménti, et ábiit.
perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.
OFFERTORIUM (Mzm 68[69]:21-22)
atiku menanti- kan penghinaan dan kepapaan, dan Aku menunggu-nunggu orang yang turut berduka cita dengan Aku, seorang pun tak ada.
Aku mencari penghi-bur, tetapi seorangpun tak kudapati,
Bahkan mereka
memberi empedu jadi makananKu, dan dalam dahagaKu aku diberi minum cuka
H
℣: Milik Tuhan ada-lah bumi dan isi-nya, dunia dengan penghuninya.
2: Sebab Ia telah mendasarkannya di atas lautan dan mengukuhkannya di atas sungai-sungai. Anak-anak Ibrani … 7:Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu kuno, agar Raja Kemuliaan dapat masuk.
8:Siapa Raja Kemuliaan itu? Ialah Tuhan yang kuat dan berkuasa, Tuhan yang berkuasa dalam perang. Anak-anak … 9: Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu
gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu kuno, agar Raja Kemuliaan dapat masuk.
10: Siapa Raja Kemuliaan itu? Tuhan balatentara, Dialah Raja Kemuliaan. Anak-anak Ibrani … ℣:Kemuliaan … Anak-anak Ibrani … ANTIFON II (Mzm 46[47]:1-9) nak-anak Ibrani membentangkan pakaiannya di jalan, sambil berteriak: “Hosanna bagi Putera Daud, terpujilah yang datang atas Nama Tuhan!”
℣: Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, bersorak-sorailah bagi Allah dengan suara gembira.
A
2: Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Anak-anak Ibrani …
3: Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,
4: Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Anak-anak Ibrani …
5: Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.
6: Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita,
bermazmurlah! Anak-anak Ibrani … 7: Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
8: Allah memerintah sebagai raja atas
bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. Anak-anak … 9: Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul
sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan. Anak-anak Ibrani … ℣:Kemuliaan …
Anak-anak Ibrani …
DE LECTIONE EVANGELICA/PEMBACAAN INJIL EVANGELIUM (Mat 21:1-9)
I : Dóminus vobíscum U: Et cum spíritu tuo.
I : Sequéntia ☩ sancti Evangélii secúndum Matthǽum.
U: Gloria tibi, Domine!
I : Tuhan bersama-mu. U:Dan bersama roh-mu.
I : Inilah Injil ☩ Suci menurut Matheus. U:Dimuliakanlah Tuhan!
In illo témpore:
Cum appropinquásset Iesus Ierosólymis, et venísset
Béthphage ad montem Olivéti: tunc misit duos discípulos suos, dicens eis: Ite in castéllum, quod contra vos est, et statim inveniétis ásinam
alligátam et pullum cum ea: sólvite et addúcite mihi:
et si quis vobis áliquid dixerit, dícite, quia Dóminus his opus habet, et conféstim dimíttet eos.
Pada waktu itu:
etika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepadaKu. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera
mengembalikannya."
C
K
usque ad horam nonam. Et circa horam nonam clamávit Iesus voce magna, dicens:
I. Eli, Eli, lamma sabactháni? C. Hoc est:
I. Deus meus, Deus meus, ut quid
dereliquísti me?
C. Quidam autem illic stantes et
audiéntes dicébant:
S. Elíam vocat iste.
C. Et contínuo currens unus ex eis,
accéptam spóngiam implévit acéto et impósuit arúndini, et dabat ei bíbere. Céteri vero dicébant:
S. Sine, videámus, an véniat Elías
líberans eum.
C. Iesus autem íterum clamans voce
magna, emísit
kira jam ke sembilan berserulah Yesus dengan suara nyaring:
"Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya:
Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata:
"Ia memanggil Elia."
Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang,
mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata:
"Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
Semua berlutut sejenak dan merenungkan wafat Tuhan kita Yesus Kristus. C:Et ecce, velum templi scissum est
in duas partes a summo usque deórsum: et terra mota est, et petræ scissæ sunt, et monuménta apérta sunt: et multa córpora sanctórum, qui dormíerant, surrexérunt.
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Bacaan Injil ringkas tersebut diakhiri dengan respon umat:
U: Laus tibi, Christe! U: Terpujilah Kristus!
C: Et exeúntes de monuméntis post resurrectiónem eius, venérunt in sanctam civitátem, et apparuérunt multis. Centúrio autem et qui cum eo erant, custodiéntes Iesum, viso terræmótu et his, quæ fiébant, timuérunt valde, dicéntes:
S. Vere Fílius Dei erat iste.
C. Erant autem ibi mulíeres multæ a
longe, quæ secútæ erant Iesum a
Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada
banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu
berkata:
"Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu
Et imposuérunt super caput eius causam ipsíus scriptam: Hic est Iesus, Rex Iudæórum.
Tunc crucifíxi sunt cum eo duo latrónes: unus a dextris et unus a sinístris. Prætereúntes autem blasphemábant eum, movéntes cápita sua et dicéntes:
S. Vah, qui déstruis templum Dei et
in tríduo illud reædíficas: salva temetípsum. Si Fílius Dei es, descénde de cruce.
C.Simíliter et príncipes sacerdótum
illudéntes cum scribis et senióribus, dicébant:
S.Alios salvos fecit, seípsum non
potest salvum fácere: si Rex Israël est, descéndat nunc de cruce, et crédimus ei: confídit in Deo: líberet nunc, si vult eum: dixit enim: Quia Fílius Dei sum.
C. Idípsum autem et latrónes, qui
crucifíxi erant cum eo, improperábant ei.
Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia
dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata:
"Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"
Demikian juga imam-imam kepala
bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."
Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.
Jika Kurban Missa merupakan Kurban Missa kedua atau lebih dari Imam Selebran (dan/atau tidak diawali dengan pemberkatan dan perarakan daun Palma), maka Injil dibacakan secara ringkas dimulai dari bagian ini dengan diawali sebagaimana lazimnya pembacaan Injil.
I : Dóminus vobíscum U: Et cum spíritu tuo.
I : Sequéntia ☩ sancti Evangélii secúndum Matthǽum.
U: Gloria tibi, Domine!
Postquam crucifixerunt Iesum,
I : Tuhan bersama-mu. U:Dan bersama roh-mu.
I : Inilah Injil ☩ Suci menurut Matheus. U:Dimuliakanlah Tuhan!
Sesudah Yesus disalibkan,
A sexta autem hora ténebræ factæ sunt super univérsam terram
Mulai dari jam ke enam kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
Kira-Hoc autem totum factum est, ut adimplerétur, quod dictum est per Prophétam, dicéntem: Dícite fíliae Sion: Ecce, Rex tuus venit tibi mansuétus, sedens super ásinam et pullum, fílium subiugális.
Eúntes autem discípuli, fecérunt, sicut præcépit illis Iesus. Et
adduxérunt ásinam et pullum: et imposuérunt super eos vestiménta sua, et eum désuper sedére tecérunt. Plúrima autem turba stravérunt
vestiménta sua in via: álii autem cædébant ramos de arbóribus, et sternébant in via: t
urbæ autem, quæ præcedébant et quæ sequebántur, clamábant, dicéntes: Hosánna fílio David: benedíctus, qui venit in nómine Dómini.
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:"Katakanlah kepada put eri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan
mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu
mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya.
Orang banyak yang sangat besar
jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan
menyebarkannya di jalan.
Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari
belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"
U: Laus tibi, Christe! U: Terpujilah Kristus!
DE PROCESSIONE CUM RAMIS BENEDICTIS/PERARAKAN PALMA
I:
U:
I: Marilah kita berjalan dengan damai. U: Atas Nama Kristus, Amen.
ANTIFON I
rang banyak menyambut Penebus dengan bunga-bungaan dan palem, lalu memberi-kan penghormatan yang pantas kepada pemenang yang berjaya.
Para bangsa
memuliakan Putra Allah dengan
mulutnya sedangkan suara mendengun melalui awan memuji Kristus, “Hosanna”
ANTIFON II
arilah kita ber- sama-sama dengan para Malaikat dan anak-anak menya-takan kesetiaan kita, sambil bersorak-sorai di hadapan Pemenang atas maut, “Hosanna di tempat Tinggi”.
ANTIFON III
rang banyak yg berkumpul untuk hari raya bersorak-sorak di hadapan Tuhan, “Terpujilah yang datang atas Nama Tuhan, Hosanna di tempat tinggi”
ANTIFON IV (Luk 19:37-38)
eluruh rakyat yang datang mulai
memuji Allah dengan suara lantang karena sukacitanya atas segala sesuatu yang besar lebih dari yang mereka lihat, dan berkata, “Terpujilah yang datang sebagai Raja atas Nama Tuhan, damai di bumi dan kemuliaan di tempat tinggi”
M
O
S
fílios nostros.C. Tunc dimísit illis Barábbam:
Iesum autem flagellátum trádidit eis, ut crucifigerétur.
Tunc mílites praesidis
suscipiéntes Iesum in prætórium, congregavérunt ad eum
univérsam cohórtem: et exuéntes eum, chlámydem coccíneam circumdedérunt ei: et plecténtes corónam de spinis, posuérunt super caput eius, et arúndinem in déxtera eius. Et genu flexo ante eum, illudébant ei, dicéntes:
S. Ave, Rex Iudæórum.
C. Et exspuéntes in eum, accepérunt
arúndinem, et percutiébant caput eius. Et postquam illusérunt ei, exuérunt eum chlámyde et
induérunt eum vestiméntis eius, et duxérunt eum, ut crucifígerent. Exeúntes autem, invenérunt
hóminem Cyrenaeum, nómine Simónem: hunc angariavérunt, ut tólleret crucem eius. Et venérunt in locum, qui dícitur Gólgotha, quod est Calváriæ locus.
Et dedérunt ei vinum bíbere cum felle mixtum. Et cum gustásset, nóluit bibere.
Postquam autem crucifixérunt eum, divisérunt vestiménta eius, sortem mitténtes: ut implerétur, quod dictum est per Prophétam dicentem: Divisérunt sibi
vestiménta mea, et super vestem meam misérunt sortem.
Et sedéntes, servábant eum.
kami dan atas anak-anak kami!"
Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas
kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!"
Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-pada-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.
Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia
mengecapnya, Ia tidak mau meminum-nya. Sesudah menyalibkan Dia mereka
membagi-bagi pakaian-Nya dengan
membuang undi. Sehingga terpenuhilah apa yang telah dikatakan oleh Nabi, yang
berkata, “Mereka telah membagi-bagikan pakaianKu di antara mereka, dan telah membuang undi atas jubahKu”
S. Quem vultis dimíttam vobis:
Barábbam, an Iesum, qui dícitur Christus?
C. Sciébat enim, quod per invídiam
tradidíssent eum. Sedénte autem illo pro tribunáli, misit ad eum uxor eius, dicens:
S. Nihil tibi et iusto illi: multa enim
passa sum hódie per visum propter eum.
C. Príncipes autem sacerdótum et
senióres persuasérunt populis, ut péterent Barábbam, Iesum vero pérderent. Respóndens autem præses, ait illis:
S.Quem vultis vobis de duóbus
dimítti?
C. At illi dixérunt: S. Barábbam.
C. Dicit illis Pilátus:
S. Quid ígitur fáciam de Iesu, qui
dícitur Christus?
C. Dicunt omnes: S. Crucifigátur. C. Ait illis præses:
S. Quid enim mali fecit?
C. At illi magis clamábant,dicéntes: S. Crucifigátur.
C. Videns autem Pilátus, quia nihil
profíceret, sed magis tumúltus fíeret: accépta aqua, lavit manus coram pópulo, dicens:
S.Innocens ego sum a sánguine iusti
huius: vos vidéritis.
C. Et respóndens univérsus pópulus,
dixit:
S. Sanguis eius super nos et super
Pilatus berkata kepada mereka:
"Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya:
"Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk
meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Wali negeri
menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?"
Kata mereka: "Barabas."
Kata Pilatus kepada mereka:
"Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru:
"Ia harus disalibkan!" Katanya:
"Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?"
Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"
Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan
membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata:
"Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"
Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas
HYMNUS AD CHRISTUM REGEM/LAGU KRISTUS RAJA
uja, puji, dan bakti padamu, Sri
Kristus, Penebus. Anak-anak
menyambutMu dengan Hosanna merdu.
1. Kau Raja Israel, Kau Putera Daud yang mulia, Kau atas Nama Ilahi, Raja terpuji, tiba. Puja, puji, …
2. Isi Surga luhur semua berbakti padamu, Semesta manusia dan alam serta makhluk semua. Puja, puji, …
3. Juga orang Ibrani, menyongsongMu dengan palma, dan doa, pujian serta nyanyian dari kami kepadaMu.
Puja, puji…
4. Menjelang sengsara-Mu, mereka hormat padamu, kini Kau meraja, kamilah yang memuja.
Puja, puji…
P
5. Bagai bakti mereka, bakti kampiun
terimalah; Ya Raja Penyayang, yang suka kebaikan. Puja, puji… ANTIFON V (Mzm 147) emua memuji NamaMu, dan berkata, “Terpujilah yang datang atas Nama Tuhan, Hosanna di tempat tinggi.
1. Pujilah Tuhan hai Yerusalem, luhurkan Allahmu, hai Sion.
2. Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbang-mu, dan memberkati anak-anakmu di
antaramu.
3. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerah-mu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
4. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
5. Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu. 6. Ia melemparkan air batu seperti pecahan-pecahan. Siapakah yang tahan berdiri mengah-dapi dingin-Nya?
7. Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencair-kan semuanya, Ia meniupmencair-kan angin-Nya, maka air mengalir.
8. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
9. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.
Kemuliaan…
Semua memuji NamaMu…
S
suspéndit. Príncipes autem sacerdótum, accéptis argénteis, dixérunt:
S. Non licet eos míttere in
córbonam: quia prétium sánguinis est.
C. Consílio autem ínito, emérunt ex
illis agrum fíguli, in sepultúram peregrinórum. Propter hoc
vocátus est ager ille, Hacéldama, hoc est, ager sánguinis, usque in hodiérnum diem. Tunc implétum est, quod dictum est per Ieremíam Prophétam, dicéntem: Et
accepérunt trigínta argénteos prétium appretiáti, quem
appretiavérunt a fíliis Israël: et dedérunt eos in agrum fíguli, sicut constítuit mihi Dóminus.
Iesus autem stetit ante praesidem,
et interrogávit eum præses, dicens:
S. Tu es Rex Iudæórum? C. Dicit illi Iesus:
I. Tu dicis.
C. Et cum accusarétur a princípibus
sacerdótum et senióribus, nihil respóndit. Tunc dicit illi Pilátus:
S. Non audis, quanta advérsum te
dicunt testimónia?
C. Et non respóndit ei ad ullum
verbum, ita ut mirarétur præses veheménter. Per diem autem sollémnem consuéverat præses pópulo dimíttere unum vinctum, quem voluíssent. Habébat autem tunc vinctum insígnem, qui dicebátur Barábbas. Congregátis ergo illis, dixit Pilátus:
menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."
Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."
Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?"
Jawab Yesus:
"Engkau sendiri mengatakannya."
Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya:
"Tidakkah Engkau dengar betapa
banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
dicens:
S. Néscio, quid dicis.
C. Exeúnte autem illo iánuam, vidit
eum ália ancílla, et ait his, qui erant ibi:
S. Et hic erat cum Iesu Nazaréno. C. Et íterum negávit cum
iuraménto: Quia non novi hóminem. Et post pusíllum accessérunt, qui stabant, et dixérunt Petro:
S. Vere et tu ex illis es: nam et
loquéla tua maniféstum te facit.
C. Tunc coepit detestári et iuráre,
quia non novísset hóminem. Et contínuo gallus cantávit.
Et recordátus est Petrus verbi
Iesu, quod díxerat: Priúsquam gallus cantet, ter me negábis. Et egréssus foras, flevit amáre. Mane autem facto, consílium
iniérunt omnes príncipes sacerdótum et senióres pópuli advérsus Iesum, ut eum morti tráderent. Et vinctum adduxérunt eum, et tradidérunt Póntio Piláto praesidi. Tunc videns Iudas, qui eum trádidit, quod damnátus esset, pæniténtia ductus, réttulit trigínta argénteos princípibus sacerdótum et senióribus, dicens:
S. Peccávi, tradens sánguinem
iustum.
C. At illi dixérunt:
S. Quid ad nos? Tu vidéris.
C. Et proiéctis argénteis in templo,
recéssit: et ábiens, láqueo se
orang, katanya:
"Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ:
"Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu." Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi
berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata:
"Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah."
Tetapi jawab mereka:
"Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan
ANTIFON VI
engan palma yg mulia, kita
merebahkan diri di hadapan Tuhan yang datang; Kita sekalian menyambut Dia dengan lagu dan nyanyian dan
memuliakan Tuhan berseru, “Terpujilah Tuhan”
ANTIFON VII
alam, Raja kami, Putera Daud, Penebus dunia yang menurut nubuat para Nabi akan datang menjadi Penyelamat bani Israel.
Sebab Bapa telah mengutus Engkau ke dunia, menjadi kurban yang menyelamatkan, yang dinanti-nantikan para saleh sejak awal dunia, maka kini, “Hosanna bagi Putera Daud, Terpujilah yang datang atas Nama Tuhan, Hosanna di tempat tinggi!”
RESPONSORIUM
Ketika perarakan memasuki Gereja, dalam tradisi lama, diawali dengan pengetukan pintu gereja dengan menggunakan salip prosesi oleh Sub Diakon.
D
etika Tuhan masuk ke kota suci, anak-anak Ibrani mewartakan kebang-kitan Kehidupan,
Dengan membawa ranting palma sambil bersorak, “Hosanna di tempat tinggi.” ℣: Ketika rakyat mendengar, bahwa Yesus tiba di Yerusalem, mereka menyambut Dia
dengan ranting Palma dan bersorak, ,
“Hosanna di tempat tinggi.”
DOA PENUTUP PERARAKAN
I : Dóminus vobíscum. U: Et cum spiritu tuo. I : Orémus.
ómine Iesu Christe, Rex ac Redémptor noster, in cuius honórem, hoc ramos gestántes, solémnes laudes decantávimus: concéde propítius ut, quocúmque hi rami deportáti fúerint, ibi tuæ benedictiónis grátia descéndat, et quavis dǽmonum iniquitáte vel illusióne profligáta, déxtera tua prótegat, quos redémit:
Qui vivis et regnas in sǽcula sæculórum.
I : Tuhan bersamamu. U:Dan bersama rohmu. I : Marilah berdoa
UHAN Yesus Kristus, Raja dan Penebus kami, akan kehormatanMu kami telah melagukan pujian-pujian
meriah dengan membawa daun palma ini; berilah dengan rela, supaya ke mana pun daun palma ini dibawa, di ditu pun turun rahmat berkatMu, dan supaya tangan kananMu melindungi orang-orang yang tertebus, setelah segala macam kejahatan ataupun tipu muslihat setan dienyahkan, Karena Engkau yang hidup dan bertakhta sepanjang segala masa.
I : Amen I : Amen
D
T
K
venérunt duo falsi testes et dixérunt:S. Hic dixit: Possum destrúere
templum Dei, et post tríduum reædificáre illud.
C. Et surgens princeps sacerdótum,
ait illi:
S. Nihil respóndes ad ea, quæ isti
advérsum te testificántur?
C. Iesus autem tacébat. Et princeps
sacerdótum ait illi:
S. Adiúro te per Deum vivum, ut
dicas nobis, si tu es Christus, Fílius Dei.
C. Dicit illi Iesus:
I.Tu dixísti. Verúmtamen dico
vobis, ámodo vidébitis Fílium hóminis sedéntem a dextris virtútis Dei, et veniéntem in núbibus coeli.
C. Tunc princeps sacerdótum scidit
vestiménta sua, dicens:
S. Blasphemávit: quid adhuc
egémus téstibus? Ecce, nunc audístis blasphémiam: quid vobis vidétur?
C. At illi respondéntes dixérunt: S. Reus est mortis.
C. Tunc exspuérunt in fáciem eius,
et cólaphis eum cecidérunt, álii autem palmas in fáciem eius dedérunt, dicéntes:
S. Prophetíza nobis, Christe, quis
est, qui te percússit?
C. Petrus vero sedébat foris in átrio:
et accéssit ad eum una ancílla, dicens:
S. Et tu cum Iesu Galilaeo eras. C. At ille negávit coram ómnibus,
"Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."
Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya:
"Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya:
"Demi Allah yang hidup, katakanlah
kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
Jawab Yesus:
"Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata:
"Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata:
"Ia harus dihukum mati!"
Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata:
"Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?"
Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya:
"Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu."
erant cum Iesu, exténdens
manum, exémit gládium suum, et percútiens servum príncipis
sacerdótum, amputávit aurículam eius. Tunc ait illi Iesus:
I.Convérte gládium tuum in locum
suum. Omnes enim, qui accéperint gládium, gládio períbunt. An putas, quia non possum rogáre Patrem meum, et exhibébit mihi modo plus quam duódecim legiónes Angelórum? Quómodo ergo implebúntur
Scripturae, quia sic oportet fíeri?
C. In illa hora dixit Iesus turbis: I. Tamquam ad latrónem exístis
cum gládiis et fústibus
comprehéndere me: cotídie apud vos sedébam docens in templo, et non me tenuístis.
C. Hoc autem totum factum est, ut
adimpleréntur Scripturae Prophetárum. Tunc discípuli
omnes, relícto eo, fugérunt. At illi tenéntes Iesum, duxérunt ad
Cáipham, príncipem sacerdótum, ubi scribæ et senióres
convénerant. Petrus autem
sequebátur eum a longe, usque in átrium príncipis sacerdótum. Et ingréssus intro, sedébat cum minístris, ut vidéret finem. Príncipes autem sacerdótum et omne concílium quærébant
falsum testimónium contra Iesum, ut eum morti tráderent: et non invenérunt, cum multi falsi testes accessíssent. Novíssime autem
tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Maka kata Yesus kepadanya:
"Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa
menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang
mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak:
"Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.”
Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. Sesudah mereka
menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan
setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat
kesudahan perkara itu. Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan:
DE MISSA/KURBAN MISSA
Imam mengganti Vestment dengan yang berwarna Ungu. Kurban Missa dapat dimulai dengan ritus perecikan Air (Asperges Me). Setelah itu Missa
dilanjutkan tanpa Doa di Kaki Altar.
INTROITUS (Mzm 21[22]:20, 22, 2)
UHAN, jangan-lah bantuanMu Kau jauhkan dari padaku, berilah aku pertolongan,
bebaskanlah aku dari mulut singa,
lepaskanlah aku yang hina dina ini dari cula dan badak.
℣: Allah, ya Allahku, lihatlah akan daku, mengapa aku Kau tinggalkan? Bujukan dosaku menjauhkan daku dari keselamatanku Tuhan, janganlah … COLLECTA I : Dóminus vobíscum. U: Et cum spiritu tuo. I : Orémus.
mnípotens sempitérne Deus, qui humáno generi, ad
imitandum humilitátis exémplum, Salvatórem nostrum carnem
súmere et crucem subíre fecísti: concéde propítius; ut et patiéntiæ ipsíus habére documénta et
resurrectiónis consórtia mereámur.
I : Tuhan bersamamu. U:Dan bersama rohmu. I : Marilah berdoa
LLAH yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyuruh Penyelamat kami menjadi manusia dan wafat di salib, agar bangsa manusia meniru teladan kerendahan hatiNya; berilah dengan rela, supaya kami mencamkan pelajaran
kesabaranNya, dan patut mempunyai bagian dalam kebangkitannya.
T
Christum, Filium tuum: qui tecum vivit et regnat in unitáte Spíritus Sancti, Deus, per òmnia sæcula sæculòrum.
Mu yang hidup dan bertahta dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amen. U:Amin.
LECTIO EPISTOLAE (Flp 2:5-11)
Léctio Epístolæ beáti Pauli Apóstoli ad Philippénses.
Fratres,
oc enim sentíte in vobis, quod et in Christo Iesu:
qui, cum in forma Dei esset, non rapínam arbitrátus est esse se æqualem Deo:
sed semetípsum exinanívit, formam servi accípiens, in similitúdinem hóminum factus, et hábitu invéntus ut homo. Humiliávit semetípsum, factus oboediens usque ad mortem, mortem autem crucis.
Propter quod et Deus exaltávit illum: ei donávit illi nomen, quod est super omne nomen:
Pembacaan Surat Pertama Rasul Santo Paulus kepada jemaat di Filipi.
Saudara-saudara:
endaklah kamu dalam hidupmu bersa-ma, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
Umat Berlutut ut in nómine Iesu omne genu
flectátur coeléstium, terréstrium et inférno rum: et omnis lingua
confiteátur, quia Dóminus Iesus Christus in glória est Dei Patris.
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
U: Deo gratias U: Syukur Kepada Allah
GRADUALE (Mzm 72[73]:24, 1-3) ngkau memegang tangan kananku, memimpin daku menurut kehendakMu
H
H
E
I. Sic non potuístis una hora vigiláre
mecum? Vigiláte et oráte, ut non intrétis in tentatiónem. Spíritus quidem promptus est, caro autem infírma.
C. Iterum secúndo ábiit et orávit,
dicens:
I. Pater mi, si non potest hic calix
transíre, nisi bibam illum, fiat volúntas tua.
C. Et venit íterum, et invenit eos
dormiéntes: erant enim óculi eórum graváti. Et relíctis illis, íterum ábiit et orávit tértio,
eúndem sermónem dicens. Tunc venit ad discípulos suos, et dicit illis:
I. Dormíte iam et requiéscite: ecce,
appropinquávit hora, et Fílius hóminis tradétur in manus
peccatórum. Súrgite, eámus: ecce, appropinquávit, qui me tradet.
C. Adhuc eo loquénte, ecce, Iudas,
unus de duódecim, venit, et cum eo turba multa cum gládiis et fústibus, missi a princípibus sacerdótum et senióribus pópuli. Qui autem trádidit eum, dedit illis signum, dicens:
S. Quemcúmque osculátus fúero,
ipse est, tenéte eum.
C. Et conféstim accédens ad Iesum,
dixit:
S.Ave, Rabbi.
C. Et osculátus est eum. Dixítque
illi Iesus:
I. Amíce, ad quid venísti? C. Tunc accessérunt, et manus
iniecérunt in Iesum et tenuérunt eum. Et ecce, unus ex his, qui
"Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya:
"Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka:
"Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."
Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia
serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan Dia telah
memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia."
Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata:
"Salam Rabi,"
lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata kepadanya:
"Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan
℣: Keturunan yang akan datang akan diberitahu tentang Tuhan, dan langit akan memberitakan
keadilan-Nya ℣: Kepada bangsa yang akan lahir, dan yang dijadikan oleh Tuhan.
EVANGELIUM (Mat:26:36-27:60)
Pássio Dómini nostri Iesu Christi secúndum Matthǽum.
Inilah kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matheus.
C:In illo tempore, Venit Iesus cum illis in villam, quæ dícitur
Gethsémani, et dixit discípulis suis:
I. Sedéte hic, donec vadam illuc et
orem.
C. Et assúmpto Petro et duóbus
fíliis Zebedaei, coepit contristári et mæstus esse. Tunc ait illis:
I. Tristis est ánima mea usque ad
mortem: sustinéte hic, et vigilate mecum.
C. Et progréssus pusíllum, prócidit
in fáciem suam, orans et dicens:
I. Pater mi, si possíbile est, tránseat
a me calix iste: Verúmtamen non sicut ego volo, sed sicut tu.
C. Et venit ad discípulos suos, et
invénit eos dormiéntes: et dicit Petro:
Pada waktu itu, Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya:
"Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka:
"Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya:
"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki,
melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus:
dan mengangkat aku dengan kemuliaan
℣: Betapa baiknya Allah bagi Israel,
bagi orang yang lurus hati
tetapi kakiku hampir-hampir terpeleset, hampir tapak kakiku tergelincir,
karena aku menjadi dengki akan orang-orang jahat, ketika aku melihat kesentosaan orang berdosa. TRACTUS (Mzm 21[22]:2-9, 18-19, 22, 24, 32) Umat duduk LLAHku, Allah- ku, lihatlah akan daku,
mengapa aku Kau tinggalkan?
℣: Bujukan dosaku
menjauhkan daku dari keselamatanku,
℣: Allahku, aku berseru-seru pada siang hari, tetapi Engkau tidak
menjawab, dan pada waktu malam, maka hal itu tidak dianggap sebagai suatu
kebodohan bagiku ℣: Tetapi Engkau bersemayam di rumah suci, Engkau pujian Israel
℣: Kepada-Mu nenek moyang kami berha-rap; mereka berharap, dan Engkau membe-baskan mereka.
℣: Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan
mereka diselamatkan; kepada-Mu mereka berharap, oleh karena-nya mereka tidak mendapat malu. ℣: Tetapi aku ini cacing dan bukan lagi manusia, aku menjadi cela bagi manusia, dan kehinaan bagi orang banyak.
℣: Semua yang
melihat aku mengolok-olok aku, mereka
mencibirkan bibirnya, menggeleng-geleng-kan kepalanya ℣: Ia berharap kepada TUHAN; biarlah Tuhan melepaskan dia, biarlah Tuhan yang menyelamatkan dia, karena ia disayang Tuhan.
℣: Mereka melihat dan memandang aku. Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka sendiri, dan membuang undi atas jubahku.
℣: Bebaskanlah aku dari mulut singa, dan lepaskanlah aku yang hina dina ini dari cula badak.
℣: Hai kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia