• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS BIAYA PENYULINGAN MINYAK GAHARU DAN PRODUK SAMPINGANNYA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI SAMARINDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS BIAYA PENYULINGAN MINYAK GAHARU DAN PRODUK SAMPINGANNYA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI SAMARINDA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  1.  Warna  Kayu  Gaharu  Berdasarkan  Umur  Inokulasi  yang  Diukur  Menggunakan  Colourmeter
Gambar 2.  Jenis-jenis Kayu Gaharu yang Digunakan Sebagai Bahan Baku Penyulingan
Gambar 3. Pola Keuntungan Maksimum Penyulingan Minyak Gaharu dengan Bahan Baku dari  Berbagai Kualitas

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian biaya lainnya adalah biaya pembelian minyak goreng sebesar Rp 495.000,00 hal ini dikarenakan fluktuasi harga minyak goreng yang tidak stabil, kemudian biaya pembelian

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel yang stasioner adalah variabel Permintaan Minyak Tanah, Harga Kayu Bakar, Pendapatan Perkapita pada tingkat signifikansi

Usaha penyulingan minyak nilam memberikan nilai tambah yang diperoleh adalah bersifat positif yaitu Rp6.630/ Kg dengan rasio nilai tambah 84,75 % yang berarti selisih antara

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keyakinan konsumen terhadap atribut warna pada Produk Minyak Goreng Curah untuk pertanyaan 6 dan 7 adalah cukup

Analisis yang penulis lakukan atas pembahasan penentuan harga jual (pricing decision) khususnya pada PLTU Kapasitas 3.400 MW dengan tujuan diawal penelitian adalah

Menurut Purba (1996:62) ”harga jual adalah sejumlah nilai yang ditukar oleh konsumen dengan manfaat dan memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang

Definisi operasional Variabel Definisi Indikator variabel Pengukuran Harga X1 Harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan produk olahan ikan wader,

a b Gambar 2 a Tampilan Produk Rengginang Mitra, b Sampel Produk Yang Memiliki Harga Jual Lebih Mahal dan Memiliki Atribut Produk Setelah dilakukan sosialisasi tentang pengembangan