• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II - 7 -

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

Kewenangan penyelenggaraan Jalan Provinsi di Jawa Timur sesuai dengan Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan, berada pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penyelenggaraan jalan provinsi tersebut berupa: pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan provinsi.

Pengaturan jalan provinsi meliputi :

a. Perumusan kebijakan penyelenggaraan jalan provinsi berdasarkan kebijakan nasional di bidang jalan;

b. Penyusunan pedoman operasional penyelenggaraan jalan provinsi dengan memperhatikan keserasian antar wilayah provinsi;

c. Penetapan fungsi jalan dalam sistem jaringan jalan primer meliputi jalan kolektor primer 2 dan jalan kolektor primer 3 yang menghubungkan secara berdaya guna antara ibukota provinsi dan ibukota kabupaten/kota, antar ibukota kabupaten, jalan lokal, dan jalan lingkungan dalam sistem jaringan jalan primer;

d. Penetapan status jalan provinsi; dan

e. Penyusunan perencanaan jaringan jalan provinsi.

Pembinaan jalan provinsi meliputi :

a. Pemberian bimbingan, penyuluhan, serta pendidikan dan pelatihan para aparatur penyelenggara jalan provinsi dan aparatur penyelenggara jalan kabupaten/kota;

b. Pengkajian serta penelitian dan pengembangan teknologi di bidang jalan untuk jalan provinsi; dan

c. Pemberian fasilitas penyelesaian sengketa antarkabupaten/kota dalam penyelenggaraan jalan.

Pembangunan jalan provinsi meliputi:

a. perencanaan teknis, pemrograman dan penganggaran, pengadaan lahan, serta pelaksanaan konstruksi jalan provinsi;

(2)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II - 8 - b. Pengoperasian dan pemeliharaan jalan provinsi; dan

c. Pengembangan dan pengelolaan sistem manajemen jalan provinsi.

Pengawasan jalan provinsi meliputi :

a. Evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan provinsi; dan

b. Pengendalian fungsi dan manfaat hasil pembangunan jalan provinsi.

Untuk pelaksanaan tugas penyelenggaraan jalan provinsi di Jawa Timur sepanjang 1.760,915 km, sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/103/KPTS/013/2011 tanggal 28 Februari 2011 tentang Penetapan Ruas-ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Provinsi, yang berada pada 37 kabupaten/kota di Jawa Timur telah terbentuk susunan organisasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

Sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka keberadaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga diatur melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur nomor 9 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Timur, Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 88 tahun 2008 tentang Uraian Tugas Sekretariat, Bidang, Sub Bagian dan Seksi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 125 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Dengan tugas “Membantu Gubernur

dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum bina marga”, dengan fungsi sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pekerjaan umum bina marga. 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang

(3)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II - 9 - pekerjaan umum bina marga.

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya. 4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan gubernur.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya maka dibentuk susunan organisasi seperti terlihat pada gambar 2.1 berikut :

(4)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II - 10 - Ga m ba r 2 .1 S us un an O rg an is as i D in as P ek erj aa n U m um B in a M arg a P ro vin si J aw a T im ur

(5)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 11 Struktur organisasi DPU Bina Marga Propinsi Jawa Timur sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur nomor 9 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Nomor 125 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur terdiri dari :

1. Kepala Dinas

Dalam melaksanakan tugas, kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

2. Sekretaris

3. Bidang Pengaturan dan Pengendalian. 4. Bidang Bina Teknik.

5. Bidang Pembangunan dan Peningkatan. 6. Bidang Pemeliharaan.

7. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga terdiri dari :

a. UPT Bina Marga Surabaya, b. UPT Bina Marga Mojokerto, c. UPT Bina Marga Bojonegoro, d. UPT Bina Marga Madiun, e. UPT Bina Marga Pacitan, f. UPT Bina Marga Kediri, g. UPT Bina Marga Malang, h. UPT Bina Marga Probolinggo, i. UPT Bina Marga Jember, j. UPT Bina Marga Banyuwangi, k. UPT Bina Marga Pamekasan, l. UPT Bina Marga Bangkalan.

(6)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 12 Uraian Tugas dan Fungsi Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur

1. Sekretariat

Tugas :

Sekretaris mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan program dan keuangan, hubungan masyarakat (humas) dan protokol.

Fungsi :

1. Pengelolaan dan pelayanan administrasi umum ; 2. Pengelolaan administrasi kepegawaian ;

3. Pengelolaan administrasi keuangan ; 4. Pengelolaan administrasi perlengkapan ;

5. Pengelolaan urusan rumah tangga, humas dan protokol ; 6. Pelaksanaan koordinasi penyusunan program, anggaran dan

perundang–undangan ;

7. Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas – tugas bidang ; 8. Pengelolaan kearsipan dan perpustakaan Dinas ;

9. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi organisasi dan tata laksana ;

10. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

2. Bidang Pengaturan dan Pengendalian

Tugas :

Bidang pengaturan dan pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan, pedoman operasional, perencanaan umum dan evaluasi penyelenggaraan jalan serta penetapan status dan fungsi jalan.

Fungsi :

(7)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 13 2. Penyusunan standard pelayanan minimal jalan ;

3. Penyusunan perencanaan umum penyelenggaraan jalan ;

4. Penyusunan studi kelayakan dan analisa dampak lingkungan serta studi lainnya ;

5. Pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan jalan ; 6. Pengelolaan data leger dan pemetaan jalan ;

7. Penyusunan rancangan penetapan status dan fungsi jalan ; 8. Pelaksanaan kajian fungsi jalan dan jembatan ;

9. Pelaksanaan tugas–tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

3. Bidang Bina Teknik

Tugas :

Bidang bina teknik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknik, perencanaan teknik, pengawasan teknik jalan dan jembatan, melaksanakan pembinaan teknik jalan dan jembatan Kabupaten/Kota, pengkajian, penelitian dan pengembangan teknologi bidang jalan.

Fungsi :

1. Pelaksanaan perencanaan teknik jalan ; 2. Pelaksanaan perencanaan teknik jembatan ;

3. Pelaksanaan kajian dan pengembangan teknik jalan dan jembatan ;

4. Pelaksanaan pembinaan teknik jalan/jembatan dan jalan/jembatan Kabupaten/Kota ;

5. Pelaksanaan evaluasi hasil perencanaan jalan dan jembatan ; 6. Penyusunan perkiraan harga satuan dasar dan pekerjaan ;

7. Pelaksanaan pemberian fasilitasi penyelesaian sengketa antar Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan jalan ;

8. Pelaksanaan pelayanan pengujian laboratorium ;

9. Pelaksanaan pengembangan teknologi penanganan bidang jalan ; 10. Pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(8)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 14 4. Bidang Pembangunan dan Peningkatan

Tugas :

Bidang pembangunan dan peningkatan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengendalian, pengawasan, evaluasi, pelaporan pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan serta pemberian fasilitas pengadaan lahan.

Fungsi :

1. Menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan pembangunan / peningkatan jalan dan jembatan ;

2. Menyiapkan bahan pengawasan pembangunan / peningkatan jalan dan jembatan ;

3. Melaksanakan penelitian dan pengkajian dokumen teknik pembangunan/peningkatan jalan dan jembatan ;

4. Menyiapkan bahan pemberian fasilitas pengadaan bahan untuk pembangunan/peningkatan jalan dan jembatan ;

5. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pembangunan/ peningkatan jalan dan jembatan ;

6. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas .

5. Bidang Pemeliharaan

Tugas :

Melaksanakan pembinaan, pengendalian, pengawasan, evaluasi, pelaporan pelaksanaan pemeliharaan jalan dan jembatan, penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana/kejadian alam, pelaksanaan pengelolaan peralatan jalan.

Fungsi :

1. Pelaksanaan pembinaan pemeliharaan jalan dan jembatan ; 2. Pelaksanaan pengawasan pemeliharaan jalan dan jembatan ; 3. Penelitian dan pengkajian dokumen teknik pemeliharaan jalan dan

(9)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 15 4. Pelaksanaan fasilitas pengadaan bahan untuk pemeliharaan jalan

dan jembatan ;

5. Pelaksanaan penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana/kejadian alam ;

6. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan ;

7. Pelaksanaan pengendalian penggunaan peralatan jalan ; 8. Pelaksanaan penyediaan bahan dan peralatan jalan ;

9. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

6. Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Kedudukan :

1. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga merupakan unit pelaksana teknis yang melaksanakan tugas-tugas teknis operasional dilapangan.

2. Unit pelaksana teknis Bina Marga dipimpin oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga

Tugas :

Unit pelaksana teknis Bina Marga mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam penanganan, pengelolaan jalan dan jembatan, ketatausahaan serta pelayanan masyarakat.

Fungsi :

1. Pelaksanaan administrasi teknik penanganan jalan dan jembatan ; 2. Pelaksanaan penanganan jalan dan jembatan ;

3. Pelaksanaan pemantauan penanganan jalan dan jembatan ; 4. Pelaksanaan pengamatan manfaat dan kondisi jalan dan

jembatan;

5. Pelaksanaan tugas ketatausahaan ; 6. Pelaksanaan pelayanan masyarakat ;

(10)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 16 7. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. Kedudukan dan wilayah Unit Pelaksana Teknis Bina Marga adalah : 1. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Surabaya berkedudukan di

Surabaya dengan wilayah kerja Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Lamongan, yang meliputi:

NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kabupaten Gresik

135 Legundi - Bts. Kab. Sidoarjo 0,270 136 Pertigaan Bunder (Simpang Empat) - Legundi 25,500 137 Bts. Kota Surabaya - Driyorejo - Legundi 11,110 138 Legundi - Bts. Kab. Mojokerto 9,870

46,750 Kota Surabaya 139 11K Jln. Mastrip (Surabaya) 8,130 139 12K Jln. Gunungsari (Surabaya) 3,290 140 11K Jln. Joyoboyo (Surabaya) 0,810 12,230 Kabupaten Sidoarjo

141 Bts. Kab. Gresik - Krian 2,670

142 Krian - Bts. Kab. Mojokerto 7,550

143 11K Jln. Pahlawan (Sidoarjo) 2,150

143 Sidoarjo – Krian 15,850

144 Sepanjang – Taman 1,850

145 Mlirip - Bts. Kab. Mojokerto 0,950 31,020

Kabupaten Lamongan

133 Babat – Bts. Kab. Jombang 30,695

134 11K Jl. Lamong Rejo (Lamongan) 1,120

134 12K Jl. Achmad Dahlan (Lamongan) 0,070

134 13K Jl. Sunan Drajat (Lamongan) 0,700

134 14K Jl. Raya Mantup (Lamongan) 2,150

134 Lamongan – Bts. Kab. Mojokerto 21,620

146,355

2. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Mojokerto berkedudukan di Mojokerto dengan wilayah kerja Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.

NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kabupaten Jombang

157 Bts. Kab. Lamongan - Ploso 12,200

158 Ploso – Jombang 6,550

158 11K Jl. Wahab Hasbullah (Jombang) 1,880

(11)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 17

159 Jombang – Pulorejo 11,860

160 Pulorejo – Bts Kab. Kediri 2,860

161 Pulorejo – Bts Kab. Kediri 8,870

162 Bts. Kab. Mojokerto - Ploso 13,790

60,350

Kabupaten Mojokerto

146 Bts. Kab. Sidoarjo - Mojosari 2,750

146 11K Jln.Pemuda (Mojosari) 2,350

146 11K Jln. Erlangga (Mojosari) 1,940

147 Mojosari – Pandanarum 9,170

148 Pandanarum - Pacet 6,430

149 Bts. Kab. Malang (Cangar II) - Pacet 10,300

150 Bts. Kab. Lamongan - Gedek 18,150

151 Mojokerto – Gedek 4,760

152 Bts. Kab. Sidoarjo - Mojokerto 3,530

153 Gemekan - Gondang 15,950

154 Gondang – Pacet - Trawas 16,600

155 Bts. Kab.Gresik - Mlirip 7,330

156 Gedek – Kesamben 7,080

106,340

166,690

3. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Bojonegoro berkedudukan di Bojonegoro dengan wilayah kerja Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

NOMOR PANJANG

RUAS SUB N A M A R U A S JALAN

RUAS (KM)

Kabupaten Tuban

130 Bts. Kab. Bojonegoro - Ponco 3,550

131 Ponco – Jatinegoro (Bts. Prov. Jateng) 42,612

132 Pakah – Ponco 35,600

81,762

Kabupaten Bojonegoro

127 Padangan – Bts. Jawa Tengah (Cepu) 2,170

128 Bojonegoro – Bts. Kab. Tuban 3,206

128 11K Jln. Jagung Suprapto (Bojonegoro) 0,590

128 12K Jl. Sawunggaling ( Bojonegoro) 1,000

128 13K Jl. Basuki Rachmad (Bojonegoro) 1,580

129 11K Jl. Cokroaminoto (Bojonegoro) 2,730

129 Bojonegoro - (Pajeng) Bts. Kab. Nganjuk 39,680

50.956

132.718

4. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Madiun berkedudukan di Madiun dengan wilayah kerja Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Trenggalek.

(12)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 18 NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kota Madiun

126 11K Jl. Raya Ponorogo – Madiun (Madiun) 0,580

0,580

Kabupaten Madiun

126 11K Madiun – Bts. Kab. Ponorogo 15,560

15,560 Kabupaten Magetan 124 Magetan – Maospati 9,200 124 11K Jln. Mongisidi (Magetan) 0,540 124 12K Jln. Diponegoro (Magetan) 0,420 124 13K Jln. Dr. Sutomo (Magetan) 0,300 124 14K Jln. A. Yani (Magetan) 0,740 124 15K Jln. P.B. Sudirman (Magetan) 0,540 124 16K Jln. Pahlawan (Magetan) 0,660

124 17K Jln. Gubenur Suryo (Magetan) 2,400

125 Cemorosewu (Bts. Prov. Jateng - Magetan 24,764

39,564

Kabupaten Ponorogo

119 Dengok - Bts. Kab. Pacitan 24,270

120 11K Jln. Diponegoro (Ponorogo) 0,570

120 12K Jln. Alon-alon Barat (Ponorogo) 0,210

120 13K Jln. Gatot Subroto (Ponorogo) 0,630

120 Ponorogo – Dengok 2,860

121 Bts. Prov. Jateng - Ponorogo 15,720

121 11K Jln. Hayam Wuruk (Ponorogo) 2,610

121 12K Jln. Trunojoyo (Ponorogo) 1,110

122 Bts. Kab. Madiun - Ponorogo 5,230

122 11K Jln. Arif Racman Hakim (Ponorogo) 1,730

122 12K Jln. Letjen. S. Parman (Ponorogo) 0,600

122 13K Jln. MT. Haryono (Ponorogo) 2,860

123 Bts. Kab. Trenggalek - Dengok 28,070

86,470

Kabupaten Trenggalek

118 Trenggalek - Bts. Kab. Ponorogo 12,950

118 11K Jln. Sukarno - Hatta (Trenggalek) 1,960

118 12K Jln. P. Sudirman (Trenggalek) 0,540

118 13K Jln. Yos Sudarso (Trenggalek) 0,700

118 14K Jln. Mayjen Sungkono 4,060

20,210

(13)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 19 5. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Pacitan berkedudukan di Pacitan

dengan wilayah kerja Kabupaten Pacitan.

NOMOR PANJANG

RUAS SUB N A M A R U A S JALAN

RUAS (KM)

Kabupaten Pacitan

116 Bts. Kab. Ponorogo - Pacitan 45,600

116 11K Jln. Tentara Pelajar (Pacitan) 2,450

116 12K Jln. Basuki Racmad (Pacitan) 0,620

117 Arjosari - Purwantoro 48,600

97,270

6. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Kediri berkedudukan di Kediri dengan wilayah kerja Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.

NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kota Kediri

172 11K Jln. Sersan Bahrun (Kediri) 0,740 172 12K Jln. Gatot Subroto (Kediri) 1,320 172 13K Jln. Ahmad Dahlan (Kediri) 0,350

173 11K Jln. Kapt. Tendean (Kediri) 4,360

174 11K Jln. A. Yani (Kediri) 0,620

7,390

Kabupaten Nganjuk

163 Bts.Kab. Bojonegoro (Pajeng) - Nganjuk 19,480

164 11K Jln. Supriadi (Nganjuk) 0,420

Jln. Kartini (Nganjuk)

164 12K Jln. A. Yani (Nganjuk) 1,610

164 13K Jln. Anjuk Ladang (Nganjuk) 2,650 164 Bts. Kota Nganjuk - Bts. Kab. Kediri 9,980

34,140

Kabupaten Kediri

165 Bts. Kab. Nganjuk - Bts. Kota Kediri 10,780

166 Kediri - Bts. Kab. Blitar 14,531

167 Bts. Kab. Jombang - Pare 6,300

167 Jln. Cokroaminoto (Pare) 2,070

167 Jln. Ki Hajar Dewantoro (Lkr.Utr-Brt.) Pare 1,780

167 Jln. Veteran (Lkr.Utr-Brt) Pare 2,060

167 Jln. Dr. Wahidin (Lkr.Utr.-Brt) Pare 0,470

167 Jln. Gajah Mada (Lkr.Utr.-Tmr) Pare 1,570

167 Jln. Panglima Polim (Lkr.Utr.-Tmr) Pare 2,500

168 Bts. Kab. Jombang - Kandangan 3,602

169 Bts. Kab. Malang - Kandangan 2,020

170 Kandangan – Pere 6,070

170 11K Jln. Mayor Bismo (Pare) 3,000

170 12K Jln. Letjen Sutoyo (Pare) 1,500

170 13K Jln. Wr. Supratman (Pare) 0,400

(14)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 20

170 15K Jln. Pahlawan (Pare) 1,500

170 16K Jln. Sukarno - Hatta (Pare) 1,330

171 Pare – Kediri 15,497

79,616 Kabupaten Tulungagung

175 Ngantru – Bts. Kab. Blitar 9,565

9,565

Kota Blitar

Jln. Letjen Hariono (Blitar)

178 11K Jln.Tanjung (Blitar) 2,593

178 12K Jln. Cepaka (Blitar) 0,400

178 13K Jln. Cemara (Blitar) 2,000

4,993

Kabupaten Blitar

176 Bts. Kab. Kediri - Srengat 8,164

177 Bts. Kab. Tulungagung - Srengat 10,200

178 Srengat - Bts. Kota Blitar 10,417

28,781

164,485

7. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Malang berkedudukan di Malang dengan wilayah kerja Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kota Malang

181 11K Jln. Tlogo Mas (Malang) 2,230

181 12K Jln. Mayjen. Hariyono (Malang) 1,800

181 13K Jln. Sukarno - Hatta (Malang) 2,000

181 14K Jln. Borobudur (Malang) 1,750

181 15K Jln. A. Yani (Malang) 1,600

182 11K Jln. Kol. Sugiono (Malang) 1,560

10,940

Kabupaten Malang

179 Talok - Druju - Sendang Biru 41,780

180 Bts. Kota Batu - Bts. Kab. Kediri 40,380

181 Bts. Kota Malang - Bts. Kota Batu (Pendem) 1,950

182 Malang – Turen 19,990

183 Karanglo - Bts. Kota Batu (Pendem) 6,020

110,120

Kota Batu

184 11K Jln. Raya Cangar (Batu) 8,200

184 12K Jln. Raya Tulungrejo (Batu) 7,000

184 13K Jln. Raya Punten (Batu) 1,700

184 14K Jln. Bukit Berbunga (Batu) 2,500

184 15K Jln. Brantas (Batu) 0,700

185 11K Jln. Trunojoyo (Batu) 4,350

185 12K Jln. P. Sudirman (Batu) 1,600

(15)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 21

185 14K Jln. Diponegoro (Batu) 1,400

185 15K Jln. Patimurah (Batu) 1,300

185 16K Jln. Raya Beji (Batu) 1,850

185 17K Jln. Mojo Rejo (Batu) 1,800

185 18K Jln. Dadap Rejo (Batu) 1,450

186 11K Jln. Raya Pendem (Batu) 2,210

36,310

157,370

8. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Probolinggo berkedudukan di Probolinggo dengan wilayah kerja Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.

NOMOR PANJANG

RUAS SUB N A M A R U A S JALAN

RUAS (KM)

Kabupaten Pasuruan

187 Pandaan – Tretes 9,660

188 Bts. Kota Pasuruan - Kejayan 1,600

189 Kejayan – Tosari 35,490

190 Kejayan - Purwosari 18,960

191 Purwodadi - Nongkojajar 20,940

86,650

Kota Pasuruan

188 11K Jl. KH. Achmad Dahlan/Pohjentrek (Pasuruan) 1,400

1,400

Kabupaten Probolinggo

192 Lawean – (Pilang) - Sukapura 20,210

20,210

Kabupaten Lumajang

193 Grobogan-Pondokdalem 20,960

194 11K Jln. Letjen. Panjaitan (Lumajang) 0,600

194 12K Jln. Kapten Suwandak (Lumajang) 0,760

194 13K Jln. Mayjen Sukertiyo (Lumajang) 0,760

194 14K Jln. Mahakam (Lumajang) 1,190

194 Lumajang - Bts. Kab. Jember 14,390

38,660

146,920

9. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Jember yang berkedudukan di Jember dengan wilayah kerja Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso.

NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kabupaten Jember

195 Bts. Kab. Lumajang - Pondokdalem 9,220

196 Bts. Kab. Lumajang - Kencong 6,710

(16)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 22

198 Kasian – Puger 7,050

199 Kasian – Balung 7,290

200 Balung – Rambipuji 10,600

201 Balung – Ambulu 13,950

202 Ambulu - Bts. Kota Jember (Mangli) 17,895

202 11K Jln. Oto Iskandar (Jember) 0,900

203 Arjasa - Bts. Kota Jember 1,400

203 11K Jln. Supriadi (Jember) 0,800

203 12K Jln. Slamet Riyadi (Jember) 2,480

203 13K Jln. Moch. Seruji (Jember) 1,110

203 14K Jln. PB. Sudirman (Jember) 1,400

204 Bts. Kab. Bondowoso - Arjasa 9,300

205 Bts. Kab Bondowoso - Kalisat 12,890

206 Kalisat – Sempolan 8,050

126,485

Kabupaten Bondowoso

207 Bts. Kota Bondowoso - Bts. Kab. Situbondo 23,060 207 11K Jln. K.H. Hasyim Ashari (Bondowoso) 1,080 207 12K Jln. K.H. Wachid Hasyim (Bondowoso) 0,640

207 13K Jln. PB. Sudirman (Bondowoso) 0,410

207 14K Jln. Letjen. Karsono (Bondowoso) 0,250

208 Maesan - Bts. Kab. Jember 2,100

209 11K Jln. Letjen. Sutarman (Bondowoso) 0,230

209 12K Jln. A. Yani (Bondowoso) 1,980

209 11K Jln. Mastrip (Bondowoso) 0,350

209 Bondowoso - Maesan 11,740

210 Bts. Kab. Situbondo - Bts. Kota Bondowoso 20,400

210 11K Jln. Diponegoro (Bondowoso) 2,480

211 Maesan – Kalisat 4,160

68,880

195,365

10. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Banyuwangi yang berkedudukan di Banyuwangi dengan wilayah kerja Kabupaten Banyuwangi. NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kabupaten Banyuwangi

214 Genteng Kulon - Wonorekso 14,880

215 Wonorekso - Rogojampi 4,690 216 Genteng - Temuguruh 9,870 217 Temuguruh-Wonorekso 5,720 218 Jajag - Bangorejo-Pasangaran 21,930 219 Benculuk - Glagahagung 9,620 220 Glagahagung - Grajagan 9,700 221 G.Agung - T. Dlimo 13,000 89,410 Kabupaten Situbondo 212 11K Jln. A. Jakfar (Situbondo) 0,200 212 12K Jln. Diponegoro (Situbondo) 0,400

(17)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 23

212 13K Jln. Pemuda (Situbondo) 6,250

212 Bts. Kab. Bondowoso - Bts. Kota Situbondo 2,400

213 Buduan - Bts. Kab. Bondowoso 7,700

16,950

106,360

11. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Pamekasan berkedudukan di Pamekasan dengan wilayah kerja Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep

NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kabupaten Pamekasan

228 Bts. Kab. Sampang - Sotabar 5,680

229 Sotabar - Bts. Kab. Sumenep 12,320

230 11K Jln. Stadion (Pamekasan) 1,225

230 12K Jln. Raya Nyalaran (Pamekasan) 1,550

230 13K Jln. Raya Blumbungan (Pamekasan) 2,450

230 Pamekasan - Sotabar 34,960

231 Bts. Kab. Sampang - Pamekasan 11,100

231 11K Jln. Nyalabuh (Pamekasan) 0,980

231 12K Jln. Dirgahayu (Pamekasan) 1,070

231 13K Jln. Pintu Gerbang (Pamekasan) 0,320

231 14K Jln. Kabupaten (Pamekasan) 0,520

231 15K Jln. Diponegoro (Pamekasan) 0,490

72,665

Kabupaten Sumenep

232 Bts. Kab. Pamekasan - Bts. Kota Sumenep 35,300

232 11K Jln. Raya Mandeng (Sumenep) 2,100

232 12K Jln. Halim Perdana Kusuma (Sumenep) 1,110

233 11K Jln. Imam Bonjol (Sumenep) 0,480

233 12K Jln. Raya Gapura (Sumenep) 1,170

233 Bts. Kota Sumenep - Pantai Lumbang 26,450

66,610

139,275

12. Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Bangkalan berkedudukan di Pamekasan dengan wilayah kerja Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang. NOMOR N A M A R U A S PANJANG JALAN (KM) RUAS SUB RUAS Kabupaten Bangkalan

222 11K Jln. Pemuda Kaffa (Bangkalan) 0,530

222 12K Jln. Kapten Safiri (Bangkalan) 0,520

222 13K Jln. Pertahanan (Bangkalan) 1,570

222 Bangkalan - Bts. Kab. Sampang 46,380

(18)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 24

Kabupaten Sampang

223 Bts. Kab. Bangkalan - Ketapang 17,540

224 Ketapang - Bts. Kab. Pamekasan 23,020

225 11K Jln. Kusuma Bangsa (Sampang) 1,020

225 Sampang - Ketapang 37,120

226 11K Jln. Imam Bonjol (Sampang) 0,870

226 Sampang – Omben 11,750

227 Omben - Bts. Kab. Pamekasan 5,400

96,720

145,72

2.2 Sumber Daya SKPD

Sumber daya yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur meliputi sumber daya manusia, sumber aset/ modal. Sumber daya aset/modal meliputi bangunan gedung dan tanah, peralatan mesin unit produksi pemeliharaan jalan.

2.2.1 Sumber daya manusia

Jumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur status Desember 2013 berjumlah 1.593 (seribu lima ratus sembilan puluh tiga) orang, yang apabila dikatagorikan berdasarkan golongan ruang kepangkatan, pendidikan dan gender sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 2.1., Tabel 2.2., dan Tabel 2.3. dengan uraian sebagai berikut:

Tabel 2.1. Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH

JENJANG TEKNIK NON TEKNIK

1. S2 79 29 108 2. S1 145 125 270 3. D3 16 19 35 4. SLTA 255 541 802 5. SLTP 28 176 204 6. SD - 174 174 J U M L A H 1.593

Tabel 2.2 Jumlah Pegawai Berdasarkan Usia

NO USIA JUMLAH 1. > 55 TAHUN 7 2. 50 – 55 TAHUN 970 3. 40 – 49 TAHUN 493 4. 30 – 39 TAHUN 114 5. < 30 TAHUN 9 J U M L A H 1.593

(19)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 25 Tabel 2.3 Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan

NO GOLONGAN JUMLAH 1. I/A 2 2. I/B 5 3. I/C 3 4. I/D 2 5. II/A 256 6. II/B 145 7. II/C 198 8. II/D 161 9. III/A 143 10. III/B 383 11. III/C 123 12. III/D 100 13. IV/A 56 14. IV/B 15 15. IV/C 1 16. IV/D 17. IV/E JUMLAH PEGAWAI 1.593

2.2.2 Sumber daya asset/modal

Aset yang dikelola oleh DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur per 1 Januari 2014 berdasarkan Buku Induk Inventaris, dalam pelayanan masyarakat, berupa kantor, kendaraan dinas, kendaraan operasional, dan perlengkapan kantor dengan rincian jenis aset terlihat pada Tabel 2.5. Sisanya adalah aset tanah dan infrastruktur yang merupakan infrastruktur publik.

Tabel 2.4 Aset Bangunan Gedung

NO DAFTAR SARANA DAN

PRASARANA

JUMLAH SARANA DAN PRASARANA DALAM KONDISI

BAIK SEDANG RUSAK

RINGAN

RUSAK BERAT 1. Kantor Dinas PU Bina Marga

2. Kantor UPT

3. Kantor Pembantu UPT 4. Sarana Transportasi

a. Kendaraan roda dua (R2) b. Kendaraan roda empat (R4) 5. Rumah dinas

6. Peralatan Unit Pemeliharaan Rutin

a. Buldozer 2 0

b. Motor Greader 3 1

c. Wheel Loader 6 2

d. Mobil Crane 2 0

(20)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 26 f. Breaker 1 0 g. Cold Milling 2 0 h. Soil Compactor 1 0 i. Forklif 1 0 j. Self Loader 1 0 k. Fb.Truck Crane 22 8 l. Dump Truck 26 25 m. Pick Up 28 2 n. Core Drill 1 0 o. Tandem Roller 1.5T 2 0 p. Tandem Roller 2.5T 12 0 q. Tire Roller 2 1

r. Three Wheel roller 1 45

s. Vib.Roller Hand Guid 17 10

t. Plate Compactor 16 0

u. Compressor 17 1

v. Asphal Sprayer 14 0

w. Concret Cutter 16 0

x. Gensed type silent 3 0

y. Chain Saw 34 0

z. Grass Cutter 4 0

aa. Water Pump 2 0

bb. Plate Stamper 6 0

cc. Burner 6 0

dd. Concret Mixser 2 0

ee. Jack Hammer 14 0

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja DPUBina Marga Provinsi Jawa Timur berdasarkan sasaran/target Renstra periode 2009 – 2014. Ada 3 indikator kinerja utama yang dituangkan dalam Renstra DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur seperti terlihat pada Tabel 2.5.

Selanjutnya dilakukan analisis pengelolaan pendanaan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui pelaksanaan Renstra periode perencanaan sebelumnya untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan khusus pada aspek pendanaan pelayanan penyelenggaraan jalan seperti pada Tabel 2.6.

(21)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 27 Ta be l 2. 5 Pe nc ap ai an K in er ja Pe lay an an D in as P ek er ja an Um um B in a M ar ga Pr ov in si Jawa T im ur

(22)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 28 Ta be l 2. 6 Angga ra n da n Re al is as i P enda na an Pe la ya na n Di nas P ek er jaan Um um B in a M ar ga Pr ov in si Jawa T im ur

(23)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 29 Total panjang jaringan jalan berstatus Jalan Provinsi sebelum tahun 2011 adalah 2.000,98 kilometer. Sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/104/KPTS/013/2011 tanggal 28 Februari 2011, panjang jalan berstatus jalan provinsi berkurang dari semula 2.000,98 kilometer menjadi 1.760,91 kilometer. Penurunan panjang jalan provinsi ini disebabkan karena terdapat beberapa ruas jalan berstatus provinsi yang beralih status menjadi jalan berstatus nasional maupun jalan berstatus kabupaten. Selain itu, terdapat juga perubahan status dari jalan berstatus nasional menjadi jalan berstatus provinsi.

Pencapaian sasaran yang berupa persentase jalan provinsi dalam kondisi mantap, pada tahun 2013 sebesar 88,40% atau sepanjang 1.556,63 kilometer dan diperkirakan pada akhir 2014 sebesar 87,68 % atau sepanjang 1.543,93 kilometer. Sedangkan persentase Jalan Provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer yang menjamin pengguna jalan berkendara dengan selamat, dengan parameter:

INDIKATOR SASARAN REALISASI

Persentase Jalan Provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer.

Kriterianya adalah jalan provinsi yang menjamin pengguna jalan berkendara dengan selamat, dengan parameter:

a. Spesifikasi Penyediaan Prasarana Jalan Sedang Jalan Raya 100,00 b. LHRT (SMP/Hari) ≤ 22.000 ≤ 61.000 100,00 c. Lebar Jalur Lalu Lintas Minimum 2 x 3,5 m 2 x (2x3,5) 29,40 d. Lebar Bahu Minimum 1 m 2 + 0,5 m 88,31 e. Tipe Perkerasan Jalan Minimum Berpenutup Aspal 100,00 f. Kelandaian Maksimum 10% 96,68

g. Kondisi Bangunan Pelengkap Jalan

(Jembatan, Gorong-gorong, dll)

Baik dan berfungsi 93,40

Pelaksanaan pembangunan Jalan Lintas Selatan lebih dari 10 tahun, sampai dengan saat ini baru mampu menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 314.91 kilometer atau 46.73% dari rencana sepanjang 673.872 km dan jembatan sepanjang 3.330 meter atau 43.01% dari rencana sepanjang 7.742 meter.

(24)

DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur | Renstra 2014 - 2019| BAB II 30 Halaman ini sengaja dikosongkan

Gambar

Gambar 2.1 Susunan Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur
Tabel 2.1. Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel 2.3 Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan
Tabel 2.5  Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari permasalah dan penelitian diatas maka peneliti lebih menitik beratkan kepada analisis kompresi citra dengan file tipe yang lebih baik yaitu *.bmp dan

Perkembangan Tingkat Penggunaan Sarana Akomodasi dan Transportasi Sulawesi Tengah Dibandingkan periode yang sama tahun 2016, terjadi peningkatan TPTT sebesar 13,11

Homogenisasi Peralatan tidak steril Penggunaan alat yang telah disterilisasi Bukan CCP Tidak terdapat penggumpalan susu Pemantauan peralatan secara berkala

garis B), profil B’ (hilangnya lung sliding dengan garis B), profil C (konsolidasi paru yang ekuivalen dengan gambaran garis pleura yang tebal dan

Kesimpulan tersebut sesuai dengan hasil penelitian pada kolesom ini bahwa tanaman kolesom dengan perlakuan naungan (KN) memiliki biomassa akar, batang dan daun

Maka dari itu, penulis tertarik dan bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur gotik apa saja yang terdapat dalam novel ini dan bagaimana karakter utama mempunyai peranan dalam

57 Menurut Muljono dan Wicaksono (2009:59) koreksi fiskal adalah koreksi perhitungan pajak yang diakibatkan oleh adanya perbedaan pengakuan metode, masa manfaat dalam

Kedudukan kopling berada pada poros engkol/kruk as dan ada juga yang berkedudukan pada as primer persnelling/poros utama transmisi ( main / input shaft transmisi )