• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Usaha Toko Alat Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proposal Usaha Toko Alat Kesehatan"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

 

 

  

PROPOSAL USAHA 

TOKO ALAT 

KESEHATAN ver. 1.0 

 

 

 

Spesialis Alat Kesehatan Anda 

    

 

 

(2)

BAB I 

PENDAHULUAN 

  

A.  LATAR BELAKANG 

Berawal pada tahun 2009, dr. Arief Budi Lesmana (biasa dikenal        sebagai Dokter Abel) berpraktek sebagai dokter umum pegawai tidak tetap        (PTT) di salah satu Puskesmas Propinsi Sulawesi Tenggara.  

Selama praktek, dr. Abel kesulitan memperoleh alat kesehatan (alkes)        yang berkualitas dan terjangkau. Selain itu, permintaan alat kesehatan dari        rekan kerja dan para pasiennya semakin banyak. Maka tahun 2011 beliau        mulai menjual alat kesehatan secara eceran. 

Setelah berjalan selama 2 tahun, usahanya berkembang dengan        terjalinnya kerjasama penyediaan alat praktek di kampus­kampus kesehatan        misalnya kampus kedokteran Universitas Haluoleo, Kendari. 

Pada awal tahun 2013, beliau kesulitan memperoleh obat penurun        panas lewat infus dan obat anti kejang ketika anaknya demam tinggi dan        kejang saat tengah malam. Oleh karena itu, beliau bertekad untuk memiliki        usaha apotek.  

Pada September tahun 2013, dr. Abel membuka praktek di apotek        sekaligus bekerja sama dengan dokter pemilik apotek selama 2 tahun. Pada        waktu senggangnya, beliau juga mendalami ilmu bisnis dan manajemen        apotek secara otodidak. 

Setelah itu pada Agustus tahun 2014, beliau bersama istrinya Ratna        Amin, Am.Keb mendirikan usaha Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika.  Berjalan 2 tahun ternyata permintaan Alat Kesehatan lebih besar        dibandingkan obat­obatan. Selain itu, keuntungan penjualan alat kesehatan        yang menggiurkan sehingga dr. Abel kembali fokus menyediakan alat        kesehatan. 

(3)

Menyadari keterbatasan dana untuk mendirikan usaha dan melihat        peluang yang semakin besar maka proposal ini bertujuan untuk menggalang        investasi dana. Target usaha kami berikutnya yaitu mendirikan usaha        penjualan retail yang lebih fokus kepada alkes berupa Toko Alat Kesehatan.  

Setelah itu, seiring perkembangan usaha kami akan mendirikan badan        hukum PT (Perseoran Terbatas) Penyalur Alat Kesehatan yang bergerak di        bidang Perdagangan Alkes secara grosir atau tender. Sehingga bisa        menyuplai alkes kepada Apotek, Toko Alkes, Toko Obat, Klinik maupun        Praktek Profesi Kesehatan seperti Dokter, Perawat dan Bidan. 

  

B.  ALASAN MEMILIH USAHA  1. Bisnis Tahan Krisis 

Usaha kesehatan memiliki ketahanan tinggi dan mampu bertahan saat        krisis ekonomi. Bahkan usaha kesehatan yang dikelola dengan baik        seringkali mencatat laba positif dalam neraca perdagangannya. 

2. Persaingan Usaha Masih Sedikit 

Berbeda dengan usaha apotek yang jumlahnya semakin banyak dan        tingkat persaingan yang makin tinggi, usaha toko alkes masih relatif        sedikit jumlahnya. Tentunya hal ini berarti persaingannya      tidak  seberat usaha apotek. 

3. Kebutuhan Alkes Semakin Meningkat Seiring Pertumbuhan            Penduduk 

Kebutuhan alkes setiap tahun akan semakin besar seiring pertambahan        jumlah penduduk dan peningkatan kesadaran akan hidup sehat di        Indonesia.  

4. Pemberlakuan BPJS Memicu Pertumbuhan Pelayanan Kesehatan   Semakin banyak berdiri pelayanan kesehatan seperti klinik dan rumah        sakit swasta untuk mendukung asuransi BPJS. Tentunya permintaan        alkes semakin bertambah. Khususnya permintaan kebutuhan alkes       

(4)

medis habis pakai seperti sarung tangan, jarum suntik, masker dan        sebagainya. 

5. Nilai Tambah yang Berbeda dengan Apotek 

Meskipun alkes juga dijual di apotek, tetapi toko alat kesehatan tentu        memiliki pilihan alkes yang lebih variatif dan lengkap dengan harga        yang lebih terjangkau serta pelayanan yang lebih tepat 

6. Margin Keuntungan Lebih Tinggi 

Berbeda dengan obat­obatan, keuntungan alkes bisa lebih tinggi        karena tidak memiliki aturan HET (Harga Eceran Tertinggi).  

7. Modal Usaha Relatif Lebih Rendah 

Untuk membuka usaha toko alat kesehatan tidak perlu mengeluarkan        dana milyaran rupiah asal tahu strategi dan cara untuk mengefisienkan        pengeluaran. Tentunya besarnya kemampuan modal awal akan sangat        menentukan segmentasi pasar yang dituju. 

8. Membuka Usaha untuk Memberi Manfaat kepada Masyarakat  Tentunya selain orientasi bisnis, toko alkes ini juga bisa memberikan        kontribusi sosial kepada masyarakat misalnya pengobatan dan        pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan home care, penyuluhan        kesehatan dan sebagainya. 

9. Pemeriksaan dan Terapi Kesehatan Mandiri bagi Pemilik 

Apabila pemilik atau keluarga sakit dan sulit mencari tenaga kesehatan,        bisa melakukan pemeriksaan kesehatan atau terapi kesehatan darurat secara        mandiri setiap saat.             C.  Visi dan Misi Usaha 

(5)

Visi : ​   Menjadi perusahaan penyedia Alat Kesehatan Medis no.1 di Sulawesi        Tenggara pada tahun 2026 

Misi : 

1. Memberikan pelayanan yang ramah, cepat tanggap dan peduli akan        kebutuhan pelanggan 

2. Mengutamakan kepuasan pelanggan 

3. Menyelesaikan keluhan pelanggan secara efektif, cepat, penuh empati        dan bijaksana 

4. Menjalin hubungan baik jangka panjang dengan setiap pelanggan dan        calon pelanggan 

5. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan institusi dan        komunitas kesehatan se­Sultra 

6. Mengembangkan komunitas mahasiswa/i kesehatan untuk menjalin        relasi dan mengembangkan ilmu serta ketrampilan medis 

7. Menyediakan wadah bersosialisasi, berprestasi dan memberikan        informasi terbaru bermanfaat bagi segenap komunitas kesehatan 

8. Membantu pemerintah dalam meningkatkan taraf kesehatan dan        ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara 

 

D.  Analisis SWOT 

1. Kekuatan/ Strength 

Yang menjadi kekuatan kompetitif toko alkes baru yang akan didirikan        adalah sebagai berikut: 

1. Letak/ lokasi sangat Strategis 

Berada di Jalan Jenderal AH. Nasution, Kota Kendari yang ramai        dilalui arus kendaraan dan dekat dari target pasar seperti Rumah        Sakit Daerah Abunawas, kampus Kebidanan Keperawatan        Poltekkes, Akademi Keperawatan PPNI, Akademi Kebidanan Pelita        Ibu dan STIKES Mandala Waluya. 

(6)

2. Konsep Desain Interior Nyaman untuk Keluarga 

Kenyamanan dalam berbelanja menjadi salah satu kekuatan        bisnis retail. Oleh karena itu, kami akan membuat desain interior        yang membuat pengunjung betah berlama­lama. Misalnya        terdapat ruangan bermain untuk anak­anak, ruangan multimedia        dan ruangan relaksasi pijat elektrik gratis. 

3. Pelayanan Ramah dan Profesional 

Kami memberikan pelayanan yang ramah, cepat tanggap dan        profesional terdiri dari tenaga farmasi dan paramedis yang sudah        berpengalaman.  

4. Memiliki Strategi Pemasaran Online yang terintegrasi  

Kami  memiliki  beberapa  website,  salah  satunya  (​www.alkeskendari.com​) dan salah satu media sosial yaitu        facebook (​  https://www.facebook.com/AlkesKendariDotCom​) yang    aktif dan sudah mempunyai pengikut yang cukup banyak (3000        lebih) 

5. Tim yang Kuat dan Berpengalaman 

Memiliki tim utama yang kompeten berpengalaman selama 4        tahun menjalankan usaha dalam bidang retail obat dan alat        kesehatan. 

6. Database Pelanggan yang Banyak 

Memiliki lebih dari 1000 pelanggan yang telah berbelanja ​       offline 

di Toko Obat & Alat Kesehatan Mitra Medika dan ​       online ​   di Alkes  Kendari.com.  

     

(7)

Selain itu, kami menyediakan konsultasi secara pribadi dan        mengkustomisasi sesuai kebutuhan dan kondisi medis tiap        pelanggan. 

8. Konsultasi Online 24/7 

Layanan dan konsultasi seputar alat kesehatan ​       bisa dilakukan    melalui  hotline  dan  website  setiap  saat  sehingga bisa    memudahkan pelanggan yang ingin berkonsultasi tentang alat        kesehatan secara online. 

2.   ​Kelemahan/ Weakness 

1. Merupakan toko alkes yang belum berjalan sendiri, masih        tergabung dalam unit penjualan Toko Obat Mitra Medika 

2. Nama dan logo merek belum terdaftar di HAKI 

3. Merupakan toko alkes swasta yang berdiri sendiri dan belum        tergabung dalam jaringan/ memiliki cabang 

4. Stok barang yang masih terbatas  3.  ​ Peluang/ Opportunity 

1. Kebutuhan dan pangsa pasar alkes yang semakin banyak seiring        peningkatan jumlah penduduk, tenaga profesi kesehatan dan        fasilitas pelayanan kesehatan 

2. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya  kesehatan  3. Pesaing yang memiliki pelayanan standar dan harga yang kurang       

kompetitif 

4. Tingginya lulusan tenaga kesehatan yang menganggur sehingga        bisa membuka lapangan pekerjaan  4.   ​Ancaman/ Threat  1. Pesaing Toko Alkes yang menerapkan strategi ​low pricing  2. Pesaing Apotek yang memiliki produk serupa     BAB II 

(8)

 USAHA OFFLINE SAAT INI     A.  Nama Usaha yang Sudah Berjalan  Usaha perdagangan alkes kami sudah berjalan sejak 2011. Baru pada tahun  2014 kami memperoleh izin usaha resmi yaitu Toko Obat. Sesuai Permenkes,  Toko Obat selain menjual obat bebas (selain logo lingkaran merah) juga  boleh menjual Alat Kesehatan dalam jumlah terbatas.    B.  Lokasi Fisik/ Offline Saat Ini 

Toko fisik kami yaitu Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika saat ini        memiliki kriteria antara lain: 

1. Merupakan jalur perjalanan target pasar 

Persis di pinggir jalan besar provinsi dua jalur yaitu Jenderal AH        Nasution. Jalan ini memiliki kepadatan lalu lintas tinggi dan strategis. 

(9)

2. Neon Box mudah terlihat  

Penampakkan Neon Box toko kami terlihat jelas oleh para pengendara        kendaraan ataupun para pejalan kaki yang melintas. 

  3. Dekat target pasar berkumpul 

Letak toko persis samping Kampus Negeri Poltekkes Kemenkes Kendari        yang terdiri dari program studi D3 Kebidanan, D3 Keperawatan, D3        Analisis Lab dan D3 Gizi. Tentunya setiap tahun  

4. Dekat pemukiman target pasar 

Dekat dengan pusat pemukiman penduduk, seperti komplek Griya Asri        Cendana (+/­ 200 meter), Citraland (+/­ 1 km), rumah kost dan rumah        kontrakan mahasiswa/i kampus kesehatan. 

(10)

5. Dekat pusat keramaian 

Lokasi toko dekat dengan tempat yang sering dikunjungi oleh orang        banyak seperti Bank Mandiri (50 meter), Apotek Kimia Farma (40        meter), pasar Anduonohu (+/­ 1 km), RSUD Abunawas (+/­ 1,5        kilometer), Sekolah (SD dekat pasar Anduonohu), Minimarket (Fiesly        Mart, Nusamart), Supermarket (Marina Swalayan), Kantor Kelurahan        Kambu, Kantor Kecamatan Anduonohu. 

6. Potensi perkembangan wilayah yang tinggi 

Pada denah dibawah ini toko kami ditandai dengan balon merah di        tengah gambar. Terlihat posisi toko kami yang berada pada PUSAT        daerah pengembangan kota Kendari yaitu Anduonohu sehingga banyak        pusat aktivitas penduduk, seperti kantor, Bank, Pegadaian dan usaha        lainnya.                   

(11)

D.  Struktur Organisasi 

Struktur organisasi Toko Alat Kesehatan memiliki susunan terdiri dari        Direktur, Manajer dan Departemen 

   

E.   Bentuk Badan Usaha 

Bentuk badan usaha yang sudah kami jalankan saat ini adalah usaha        perorangan berupa Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika yang berdiri        sejak Tahun 2014. 

Untuk  pengembangan  usaha  selanjutnya,  kami  akan  lebih  memfokuskan pada perdagangan Alat Kesehatan secara retail dengan        membuka Toko Alat Kesehatan. 

Bila kami mendapatkan investor, kami berencana mendirikan badan        hukum berbentuk Perseroan Terbatas. Setiap investor akan menandatangani        perjanjian di notaris dan mendapat bagian saham sesuai persentase modal        yang diinvestasikan.  

(12)

Sebagian dana investasi akan kami akan fokuskan untuk mendirikan        Perusahaan Penyalur Alat Kesehatan (PAK) yang dapat bekerja sama dengan        pemerintah atau swasta secara tender ataupun menyalurkan alkes secara        grosir ke apotek dan toko obat/alkes. 

Investor penting bagi kami untuk mengembangkan usaha ke tahapan        selanjutnya, baik sebagai pemodal tunggal ataupun pemodal jamak. Adapun        pengelolaan usaha sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami. Anda sebagai        investor akan mendapatkan pembagian keuntungan baik bulanan atau        tahunan sesuai kesepakatan.  

Bila Anda berminat ingin mempelajari tentang bisnis perdagangan alat        kesehatan kami juga siap memberikan pendampingan dan pelatihan khusus.    

BAB III 

RENCANA USAHA TOKO ALKES  

  A. Divisi Online 

Salah satu divisi yang sudah kami jalankan secara ​online​ diberi nama 

Alkes Kendari ​yang merupakan usaha penjualan berbagai macam  produk alat kesehatan asli dengan harga yang terjangkau serta kualitas  dan mutu terjamin  B. Desain Logo Usaha    C.    Harga Jual 

Dalam menjalankan usaha toko alat kesehatan ​      online ​  ini, kami    menghitung biaya dari setiap barang berdasarkan harga beli ( grosir )        barang yang akan kami jual. 

(13)

Seperti terlihat dalam tabel berikut :  Harga Jual Alkes  Harga Beli Barang  Profit Penjualan  Rp 1.000 – Rp 100.000  20% dari Harga Beli  Rp 101.000 – Rp 500.000  30% dari Harga Beli  > Rp 500.000  40% dari Harga Beli    

Penentuan harga jual barang dalam usaha kami adalah Harga Beli dari        produsen atau distributor ditambah dengan keuntungan yang akan kami        ambil.  

Selain itu, kami juga menyediakan Paket Hemat, yaitu apabila        pengunjung membeli paket tertentu maka akan mendapatkan diskon harga. 

Serta untuk mendongkrak hasil penjualan kami, untuk pelanggan setia        (member) kami akan berikan diskon minimal 5% untuk semua produk yang        ada. 

 

d.   Lokasi Toko Alkes 

Lokasi Toko Alat Kesehatan ini akan dekat dengan pusat aktivitas        masyarakat seperti Rumah Sakit, Bank, Puskesmas, Apotek, Praktek Dokter,        Perkantoran, Sekolah, Kantor Pemerintah,  Swalayan dan Perumahan elit. 

Tempat Toko Obat Mitra Medika yang sedang berjalan saat ini telah        memenuhi kriteria diatas. Bila target dana investasi melalui proposal ini        tercapai maka usaha Toko Obat akan berubah izin menjadi Toko Alat        Kesehatan. 

Hal ini lebih ​     cost effective dibandingkan menghabiskan waktu dan uang        mencari tempat untuk menyewa ruko di tempat lain. Alasannya karena 80%        penghasilan Toko Obat berasal dari pelanggan yang membeli Alat Kesehatan. 

(14)

 

e.   Proses Pelayanan 

1. Jadwal 

Toko Alat Kesehatan ini akan buka setiap hari Senin – Minggu yaitu        pada pukul 08.00 WITA – 21.00 WITA. Sementara itu pada hari libur        nasional toko kami akan tutup. 

2. Fasilitas 

a. Lokasi Parkir Luas dan Aman 

Lokasi parkir pada toko kami merupakan lokasi yang aman        dan cukup luas. Karena tempat parkir kami berada di dekat jalan        sehingga  pengunjung dapat dengan mudah memarkirkan          kendaraannya. 

b. Full Musik 

Seperti layaknya supermarket, toko kami juga akan        memutar lagu­lagu untuk menemani pengunjung dalam memilih        barang yang akan dibeli. 

c. Toilet yang Bersih 

Toko kami juga menyediakan toilet yang bersih untuk        melayani pengunjung saat ingin buang air kecil ketika        mengunjungi toko kami. 

d. Fasilitas AC dan CCTV 

Toko Alkes akan mengutamakan kenyamanan, ketenangan        dan keselamatan baik untuk pengunjung juga untuk pegawai.        Sehingga fasilitas Air Conditioner (AC) mutlak diperlukan        mengingat suhu ruangan di toko meningkat ketika pengunjung        ramai. Selain itu adanya CCTV akan mengurangi kemungkinan        terjadinya pencurian dan kejahatan di dalam ataupun di halaman        toko. 

(15)

e. Konsep Desain Swalayan 

Toko Alkes ini akan mengikuti trend retail yaitu ​       self service   

seperti pada jaringan retail modern apotek atau supermarket.        Jadi pengunjung bebas memilih alkes yang dibutuhkan tanpa        pemantauan langsung karyawan. Hal ini akan meningkatkan        kenyamanan berbelanja. 

f. Konsultasi Tenaga Profesional Medis 

Tambahan pembeda dengan Toko Alkes lain, Toko Alkes ini

       

mempunyai pendamping dan konsultan kesehatan yang berlatar        belakang tenaga medis/ paramedis. Sehingga pengunjung dapat        bertanya mengenai kondisi penyakit dan alkes yang tepat guna        sesuai keadaannya.                                        

(16)

BAB IV 

PERMODALAN 

  

A. Sumber Modal 

Saat ini pembagian modal Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika        berasal  dari  Pemilik  dan  Pinjaman  beberapa  Investor.  Untuk  perkembangan berikutnya yaitu Toko Alat Kesehatan, kami membuka        kesempatan bagi Anda yang berminat untuk menanamkan modal pada        usaha kami. 

B.  

Sumber  Modal 

Penyertaan  Modal  Jumlah 

Modal  Investor  Rp     1.086.700.000  Rp  1.086.700.000  Rp  1.086.700.000  Jumlah Modal  Rp  1.086.700.000          Sistem penyertaan modal bagi para investor :  Sistem penyertaan modal untuk usaha yang kami jalani terdiri dari 2 sistem,  yaitu:    A. Sistem Investor Tunggal: 

Sistem Investor Tunggal adalah Investor yang menanamkan modalnya        dengan jumlah 100% dari keseluruhan modal usaha yang dibutuhkan. Maka        ketika pembagian hasil perbulannya Investor berhak menerima 50%        keuntungan bersih dari usaha yang kami jalankan. 

Contoh : Misalnya keuntungan bersih bulan pertama adalah Rp 30.000.000  maka Investor berhak menerima bagi hasil sebesar Rp 15.000.000. Nominal 

(17)

bagi hasil tentu saja fluktuatif, bisa bertambah atau berkurang di bulan  berikutnya. Hal ini tergantung dari tinggi rendahnya tingkat penjualan. 

B. Sistem Investor Jamak: 

Sistem Investor Jamak adalah investor yang menanamkan modalnya        dengan jumlah kurang dari 100% dari keseluruhan modal usaha yang        dibutuhkan. Maka investor akan menerima pembagian hasil perbulan kurang        dari 50% keuntungan bersih dari usaha yang kami jalankan.  

Pada Sistem Investor Jamak ini investor terdiri dari 2 orang atau lebih.        Adapun keuntungan 50% tersebut masih harus dibagi sesuai dengan        persentase modal yang disertakan Investor. Modal minimal yang harus        disertakan Investor adalah 20% dari jumlah modal yang kami butuhkan.    

Contoh : Misalnya keuntungan bersih bulan pertama adalah Rp 30.000.000        maka  Investor  berhak  menerima  sesuai  persentase  modal  yang  disertakannya. Jika Investor hanya mananamkan modal 50% maka Investor        tersebut hanya menerima      Rp 7.500.000. Nominal bagi hasil tentu saja        fluktuatif, bisa bertambah atau berkurang di bulan berikutnya. Hal ini        tergantung dari tinggi rendahnya tingkat penjualan. 

   

C. PROYEKSI MODAL 

Modal diperoleh dari modal Investor sebesar Rp 1.301.100.000        diproyeksikan dalam bentuk aktiva lancar berupa Barang Dagang sebesar Rp        300.000.000 , sisanya digunakan dalam bentuk aktiva tetap yaitu untuk        Pembelian Peralatan sebesar Rp 46.050.000. 

Dari proyeksi modal diatas, untuk aktiva tetap berupa Sewa Toko        selama 5 Tahun, Pembelian Peralatan dan sebagainya akan menghabiskan        dana sebesar Rp 558.500.000 dengan perincian pembelian peralatan dan        proyeksi sumber modal usaha digambarkan dalam neraca berikut: 

(18)

   

No  Pos Anggaran Alkes Kendari  Unit  Harga 

1  Desain Interior  1  Rp .  50.000.000    2  Perizinan dan Administrasi  1  Rp .  16.000.000  3  Sewa Ruko untuk 5 Tahun  1  Rp .  200.000.000  4  Perlengkapan dan Peralatan  1  Rp .  35.000.000  5  Tim Survei  1  Rp .  1.000.000   6  Neon Box dan Plang Merek  1  Rp .  5.000.000  7  CCTV  1  Rp .  6.000.000  8  Mobil  1  Rp .  200.000.000  9  Rekrutmen dan Pelatihan  1  Rp .  10.000.000  10 .  Dukungan IT  1  Rp .  5.000.000  11 .  Gaji dibayar di muka (1 bulan  pertama)  1  Rp .  22.000.000 

(19)

12 .  Daftar Merek Dagang  1  Rp .  1.500.000  13 .  Website dan  Internet Marketing  1  Rp .  2.000.000  14 .  Grand Opening  1  Rp .  15.000.000  15 .  Stok Alat Kesehatan  1  Rp  300.000.000  16 .  Dana Cadangan Tahun Pertama  1  Rp  50.000.000  17 .  Modal Kerja Awal  1  Rp         221.000.000  18 .  Gaji di muka 11 bulan awal  1  Rp .  171.600.000  Jumlah  18  Rp    1.311.100.000     D.  PENGEMBALIAN MODAL    

Modal yang disertakan oleh Investor dapat diambil kembali pada Tahun        ke dua setelah uang diberikan kepada pengelola usaha. Pengambilan dana        harus melalui pemberitahuan terlebih dahulu minimal 3 bulan sebelum modal        yang ditanamkan Investor ditarik kembali. 

Pengembalian modal bertahap sebesar maksimal 10% perbulan dari        seluruh jumlah modal yang ditanamkan oleh Investor demi keberlangsungan        perputaran dana usaha. 

(20)

    

BAB V 

KEUANGAN 

   A.   ASUMSI BIAYA OPERASIONAL, OMSET DAN PROFIT PENJUALAN    

● Asumsi biaya Operasional selama 1 bulan sebesar Rp. 253.924.000 yang        diasumsikan sebagai berikut : 

  

Biaya Operasional Selama 1 Bulan Toko Alat Kesehatan 

No  Pengeluaran  Biaya 

1  Listrik, Air, Telp dll     Rp 60.000.000  2  Gaji Karyawan     Rp. 22.000.000  3  Biaya Pemasaran dan Bonus Penjualan     Rp. 120.000.000  4  Fasilitas THR dan Tunjangan Kinerja     Rp.   40.000.000  5  Sewa Ruko 1 Bulan     Rp.   4.167.000    6  Penyusutan     Rp.   7.757.000    TOTAL     Rp  253.924.000                  

(21)

Asumsi Omset Penjualan adalah perkiraan penjualan selama 1 bulan dengan Omset  Penjualan sebesar Rp 2.269.500.000 yang diambil dari produk paling laris dengan  tabel sebagai berikut 

  

N

Produk  Profit  Jumlah  Total Profit 

1  Alat Cek GCU Nesco  Rp 250.000  300  Rp 75.000.000  2  Alat Cek GCU Easy Touch  Rp 200.000  300  Rp 60.000.000  3  Nebulizer Omron NEC 28  Rp 500.000  100  Rp 50.000.000  4  Tensi Digital Omron 7203  Rp 600.000  100  Rp 60.000.000  5  Tensi Digital Omron 7111  Rp 400.000  100  Rp 40.000.000  6  Nebulizer ABN Compamist 2  Rp 500.000  200  Rp 100.000.000  7  Kursi Roda Standar  Rp 600.000  100  Rp 60.000.000  8  Kursi Roda 2 in 1  Rp 700.000  100  Rp 70.000.000  9  Kursi Roda 3 in 1  Rp 1.200.000  50  Rp 60.000.000  10  Kruck S/M/L  Rp 150.000  200  Rp 30.000.000  11  Electronic Cauter  Rp 1.200.000  50  Rp 60.000.000  12  Bidan Kit  Rp 400.000  40  Rp 1.600.000  13  Partus Set  Rp 200.000  20  Rp 4.000.000  14  Nursing Kit  Rp 200.000  30  Rp 6.000.000  15  Timbangan Digital  Rp 180.000  20  Rp 3.600.000  16  Timbangan Pegas  Rp 100.000  10  Rp 1.000.000 

(22)

17  Timbangan Bayi Meja  Rp 300.000  5  Rp 1.500.000  18  Alat Bantu Dengar Axon  Rp 180.000  10  Rp 1.800.000  19  Pispot Stainless  Rp 125.000  10  Rp 1.250.000  20  Alat Cek GCHb  Rp 250.000  20  Rp 5.000.000  21  Alat Tes Golongan Darah  Rp 200.000  30  Rp 6.000.000  22  Tabung Oksigen Lengkap  Rp 600.000  10  Rp 6.000.000  23  Strip Gula Nesco  Rp 40.000  60  Rp 2.400.000  24  Strip Asam Urat Nesco  Rp 45.000  60  Rp 2.700.000  25  Strip Kolestrol Nesco  Rp 55.000  100  Rp 5.500.000  26  Strip Gula Easy Touch  Rp 30.000  60  Rp 1.800.000  27  Strip Asam Urat Easy Touch  Rp 35.000  60  Rp 2.100.000  28  Strip Kolestrol Easy Touch  Rp 50.000  100  Rp 5.000.000  29  Sterilisator Corona  Rp 1.500.000  50  75.000.000  29  Alat Cek GCHb  Rp 300.000  200  Rp 60.000.000  30  Doppler Bistos Hibebe LCD  Rp 800.000  200  Rp 160.000.000  31  Doppler Bistos Hibebe Suara  Rp 500.000  150  Rp 75.000.000  32  Tensimeter Raksa Riester  Rp 500.000  200  Rp 100.000.000  33  Bidan Kit Renz  Rp 500.000  200  Rp 100.000.000  34  Doppler Bestman LCD++  Rp 400.000  100  Rp 40.000.000  35  Lampu Terapi Philips Infraphil  Rp 400.000  100  Rp 40.000.000  36  Doctor Kit  Rp 400.000  300  Rp 120.000.000 

(23)

37  Partus Set  Rp 150.000  180  Rp 27.000.000  38  Nursing Kit  Rp 200.000  200  Rp 40.000.000  39  Walker  Rp 250.000  200  Rp. 50.000.000  40  Sirkumset  Rp 200.000  300  Rp. 60.000.000  41  Pispot Stainless  Rp 125.000  200  Rp. 25.000.000  42  Timbangan Camry Pegas  Rp 60.000  400  Rp 24.000.000  43  Timbangan Digital  Rp 120.000  300  Rp. 36.000.000          Rp 2.269.500.000          Profit Penjualan diperoleh dari Omset Penjualan dikurangi  Biaya Operasional  1 Bulan penjualan.     Tabel Profit Penjualan ​Toko Alat Kesehatan    

Omset Penjualan  Laba Kotor  Biaya Operasional  Laba Bersih 

Rp 2.269.500.000  Rp.453.900.000  Rp 253.924.000  Rp 145.938.000                

(24)

  

Sistem bagi hasil yang kami gunakan adalah sebesar 50% untuk        Pengelola Usaha dan 50% untuk Para Investor. Jika Investor terdiri lebih dari        satu orang maka pembagian Profit Investor akan dibagi dengan Investor        lainnya. 

Dari Tabel diatas terlihat bahwa Laba Bersih adalah sebesar Rp        145.938.000. Sebelum Laba Bersih dibagi kepada Pengelola Usaha dan Para        Investor, Laba Bersih tersebut akan dipotong sebesar 2,5% untuk Zakat        Perniagaan, 10% untuk Zakat Sabilillah dan 12% dipotong untuk Pajak. 

Zakat Perniagaan adalah Rp. 145.938.000 x 2,5% (3.648.450) dan        Zakat Sabilillah adalah Rp.        145.938.000 x 10% (14.593.000) dan Pajak        adalah  145.938.000 x 12% (17.512.560) dengan total Rp. 35.754.010        sehingga Laba Bersih Akhir menjadi Rp. 110.183.990 per bulan. 

Maka pembagian hasil sebesar 50% kepada kedua belah pihak adalah        sebesar Rp 55.091.995 

 

Return on Investment (ROI) = Perbandingan Laba Akhir dengan            Total Investasi yang Dibutuhkan yaitu 110.183.990 x 12 /1.340.100.000 =        98 %. 

Hal ini menunjukkan ROI sebesar 98 %, diatas inflasi dan bunga bank        sehingga usaha toko alat kesehatan ini sangat layak untuk dijalankan 

 

Break Even Point (BEP)​      / Titik Impas antara Pendapatan dengan        Pengeluaran yaitu 9 bulan.            

BAB VI 

(25)

PEMASARAN 

   Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan  memberikan informasi mengenai barang atau jasa yang ditawarkan dalam  kaitannya dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan  pelanggan.     Sebagian Teknik Pemasaran yang akan kami gunakan antara lain:     1.   Periklanan 

Dengan beriklan diberbagai media dengan harga terjangkau seperti Koran,        Forum Komunitas ataupun menggunakan Aplikasi Pesan Berantai agar        cakupan konsumen yang diraih dapat lebih luas. 

  

2.   Penjualan ke Pelanggan 

Dengan melakukan presentasi lisan dan tulisan dengan memanfaatkan        teknologi yang ada untuk menjalin komunikasi yang baik antara kami sebagai        penjual dengan para konsumen. Kami akan langsung menuju lokasi tempat        konsumen berada untuk menjelaskan produk yang kami jual guna        meningkatkan penjualan serta mendapat kepercayaan yang tinggi dari        konsumen. 

  

3.   Promosi Penjualan 

Promosi ini ditujukan untuk meningkatkan pembelian. Cara yang bisa        dilakukan dengan memberi berupa uang, barang atau pelayanan tambahan        lainya yang biasanya tak disertakan bersama produk tersebut. 

  

Toko Alkes akan mengoptimalkan pemasaran melalui internet yaitu        melalui website resmi dengan sistem belanja yang sudah otomatis dan       

(26)

sistematis sehingga memudahkan pelanggan dalam memilih produk yang        mereka cari.  

Selain itu, divisi pemasaran online akan rutin memberikan materi yang        bermanfaat sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan tenaga kesehatan,        baik melalui sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest dan        sebagainya. 

 

4. Sistem Afiliasi dan Reseller 

Untuk meningkatkan omset penjualan secara optimal, toko alkes akan        menggunakan sistem afiliasi dan reseller sehingga perputaran barang akan        lebih cepat.  

Afiliasi berarti setiap pembeli atau pengunjung yang mereferensikan        toko alkes akan mendapatkan komisi. Sedangkan sistem reseller adalah        sistem yang merekrut penjual dengan pembayaran komisi sesuai jumlah        penjualan barang 

 

5. Komunitas Kesehatan 

Target utama pemasaran toko alkes adalah tenaga kesehatan. Untuk        mendekatkan dengan target pasar, maka kami akan bekerja sama dengan        organisasi profesi untuk mengadakan seminar, simposium, workshop bagi        tenaga kesehatan.                      

(27)

BAB VII 

PENUTUP 

       

Demikian proposal ini saya susun dengan harapan permohonan        pendirian usaha yang saya rencanakan dapat terealisasi. Usaha ini didirikan        karena tingginya kebutuhan masyarakat akan produk alat kesehatan yang        asli dan berkualitas. Selain itu tujuan pendirian usaha penjualan alat        kesehatan agar masyarakat mudah memperoleh akses pemeriksaan dan        pemeliharaan kesehatan yang mudah dengan harga terjangkau. 

Saya menyadari bahwa tiada yang sempurna di dunia ini kecuali yang        Maha Kuasa. Dalam pembuatan proposal ini tentunya masih banyak        kekurangan yang saya lakukan, untuk itu saya mengharapkan kritik dan        saran yang bersifat membangun agar pembuatan proposal selanjutnya dapat        lebih baik lagi. 

Akhir dari penulisan proposal ini saya ucapkan terima kasih kepada        semua pihak yang telah ikut serta berpartisipasi dan membantu dalam        penyusunan proposal serta pendirian usaha “Toko Alat Kesehatan”.  

Terima kasih Anda telah berkenan menyisihkan waktu untuk        mempelajari proposal ini dan saya berharap dapat bekerja sama dalam        pelaksanaan usaha sehingga bisa berjalan dengan baik dan lancar seperti        harapan kita semua.            

(28)

LAMPIRAN

     

DATA DIRI PEMILIK USAHA 

 

Nama saya, Arief Budi Lesmana, lahir di        Jakarta dan lulus Kedokteran Umum tahun        2008 dari Fakultas Kedokteran Universitas          Indonesia Jakarta. 

Saya  mempunyai  seorang istri bidan      bernama Ratna Amin dan dua anak. 

Pengalaman sebagai dokter praktek umum          sejak tahun 2008 ­ sekarang 

Mengabdi sebagai dokter Pegawai Tidak          Tetap di Puskesmas, Kab. Wakatobi pada        tahun 2009 

Mengabdi sebagai dokter Pegawai Tidak          Tetap  di  Puskesmas,  Kab.  Konawe,  Sulawesi Tenggara pada tahun        2010 ­    2015 

Memulai menjual alat kesehatan secara          perorangan pada tahun 2011 

Bekerjasama  dengan  Pemilik  Sarana  Apotek dengan membuka praktek sekaligus membantu pengelolaan Apotek pada tahun        2012­2013 

Membuka Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika Kendari sejak tahun 2014 ­        sekarang 

 

   

(29)

        KTP      PENDIDIKAN DAN SERTIFIKAT KOMPETENSI KEAHLIAN    

(30)

Izin Usaha Toko Obat Mitra Medika  Izin Gangguan                     

(31)

Izin Toko Obat                       

(32)

Tanda Daftar Perusahaan                   

(33)

Nomor Pokok Wajib Pajak                                      

(34)

Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian 

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan pendapatan bersih yang diperoleh usaha pembuatan keripik keladi Di Desa Makuang, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa dalam melakukan usahanya sebesar Rp

Hasil dari uji regresi hipotesis ke tiga menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara pendapatan usaha dan biaya operasional secara bersama-sama dengan laba bersih

Dari segi keberlanjutan usaha bubu karang di kecamatan bintan timur diketahui usaha bubu karang sistem bagi hasil memiliki kelebihan dimana potensi sumberdaya

Hasil penelitian menunjukkan pendapatan bersih yang diperoleh usaha pembuatan keripik keladi Di Desa Makuang, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa dalam melakukan usahanya sebesar Rp

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih” pada perusahaan jasa subsektor telekomunikasi

Laba Bersih 831.846.166,67 41.592.308,33 Sumber: data primer diolah 2015 Tingkat Efisiensi Usaha Tani Jeruk Siam Untuk mengetahui apakah usaha tani jeruk siam di desa Padang

PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan bagi hasil keuntungan usaha gerai minuman ESTEH INDONESIA yang di jalankan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA sebesar 5 % lima persen dari omzet

Berdasarkan data hasil pengujian, tampak bahwa untuk mengupas singkong lokal hingga bersih dengan alat kupas kulit singkong sistem vertikal, dibutuhkan gaya potong minimal sebesar 10 N,