PROPOSAL USAHA
TOKO ALAT
KESEHATAN ver. 1.0
Spesialis Alat Kesehatan Anda
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Berawal pada tahun 2009, dr. Arief Budi Lesmana (biasa dikenal sebagai Dokter Abel) berpraktek sebagai dokter umum pegawai tidak tetap (PTT) di salah satu Puskesmas Propinsi Sulawesi Tenggara.
Selama praktek, dr. Abel kesulitan memperoleh alat kesehatan (alkes) yang berkualitas dan terjangkau. Selain itu, permintaan alat kesehatan dari rekan kerja dan para pasiennya semakin banyak. Maka tahun 2011 beliau mulai menjual alat kesehatan secara eceran.
Setelah berjalan selama 2 tahun, usahanya berkembang dengan terjalinnya kerjasama penyediaan alat praktek di kampuskampus kesehatan misalnya kampus kedokteran Universitas Haluoleo, Kendari.
Pada awal tahun 2013, beliau kesulitan memperoleh obat penurun panas lewat infus dan obat anti kejang ketika anaknya demam tinggi dan kejang saat tengah malam. Oleh karena itu, beliau bertekad untuk memiliki usaha apotek.
Pada September tahun 2013, dr. Abel membuka praktek di apotek sekaligus bekerja sama dengan dokter pemilik apotek selama 2 tahun. Pada waktu senggangnya, beliau juga mendalami ilmu bisnis dan manajemen apotek secara otodidak.
Setelah itu pada Agustus tahun 2014, beliau bersama istrinya Ratna Amin, Am.Keb mendirikan usaha Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika. Berjalan 2 tahun ternyata permintaan Alat Kesehatan lebih besar dibandingkan obatobatan. Selain itu, keuntungan penjualan alat kesehatan yang menggiurkan sehingga dr. Abel kembali fokus menyediakan alat kesehatan.
Menyadari keterbatasan dana untuk mendirikan usaha dan melihat peluang yang semakin besar maka proposal ini bertujuan untuk menggalang investasi dana. Target usaha kami berikutnya yaitu mendirikan usaha penjualan retail yang lebih fokus kepada alkes berupa Toko Alat Kesehatan.
Setelah itu, seiring perkembangan usaha kami akan mendirikan badan hukum PT (Perseoran Terbatas) Penyalur Alat Kesehatan yang bergerak di bidang Perdagangan Alkes secara grosir atau tender. Sehingga bisa menyuplai alkes kepada Apotek, Toko Alkes, Toko Obat, Klinik maupun Praktek Profesi Kesehatan seperti Dokter, Perawat dan Bidan.
B. ALASAN MEMILIH USAHA 1. Bisnis Tahan Krisis
Usaha kesehatan memiliki ketahanan tinggi dan mampu bertahan saat krisis ekonomi. Bahkan usaha kesehatan yang dikelola dengan baik seringkali mencatat laba positif dalam neraca perdagangannya.
2. Persaingan Usaha Masih Sedikit
Berbeda dengan usaha apotek yang jumlahnya semakin banyak dan tingkat persaingan yang makin tinggi, usaha toko alkes masih relatif sedikit jumlahnya. Tentunya hal ini berarti persaingannya tidak seberat usaha apotek.
3. Kebutuhan Alkes Semakin Meningkat Seiring Pertumbuhan Penduduk
Kebutuhan alkes setiap tahun akan semakin besar seiring pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kesadaran akan hidup sehat di Indonesia.
4. Pemberlakuan BPJS Memicu Pertumbuhan Pelayanan Kesehatan Semakin banyak berdiri pelayanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit swasta untuk mendukung asuransi BPJS. Tentunya permintaan alkes semakin bertambah. Khususnya permintaan kebutuhan alkes
medis habis pakai seperti sarung tangan, jarum suntik, masker dan sebagainya.
5. Nilai Tambah yang Berbeda dengan Apotek
Meskipun alkes juga dijual di apotek, tetapi toko alat kesehatan tentu memiliki pilihan alkes yang lebih variatif dan lengkap dengan harga yang lebih terjangkau serta pelayanan yang lebih tepat
6. Margin Keuntungan Lebih Tinggi
Berbeda dengan obatobatan, keuntungan alkes bisa lebih tinggi karena tidak memiliki aturan HET (Harga Eceran Tertinggi).
7. Modal Usaha Relatif Lebih Rendah
Untuk membuka usaha toko alat kesehatan tidak perlu mengeluarkan dana milyaran rupiah asal tahu strategi dan cara untuk mengefisienkan pengeluaran. Tentunya besarnya kemampuan modal awal akan sangat menentukan segmentasi pasar yang dituju.
8. Membuka Usaha untuk Memberi Manfaat kepada Masyarakat Tentunya selain orientasi bisnis, toko alkes ini juga bisa memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat misalnya pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan home care, penyuluhan kesehatan dan sebagainya.
9. Pemeriksaan dan Terapi Kesehatan Mandiri bagi Pemilik
Apabila pemilik atau keluarga sakit dan sulit mencari tenaga kesehatan, bisa melakukan pemeriksaan kesehatan atau terapi kesehatan darurat secara mandiri setiap saat. C. Visi dan Misi Usaha
Visi : Menjadi perusahaan penyedia Alat Kesehatan Medis no.1 di Sulawesi Tenggara pada tahun 2026
Misi :
1. Memberikan pelayanan yang ramah, cepat tanggap dan peduli akan kebutuhan pelanggan
2. Mengutamakan kepuasan pelanggan
3. Menyelesaikan keluhan pelanggan secara efektif, cepat, penuh empati dan bijaksana
4. Menjalin hubungan baik jangka panjang dengan setiap pelanggan dan calon pelanggan
5. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan institusi dan komunitas kesehatan seSultra
6. Mengembangkan komunitas mahasiswa/i kesehatan untuk menjalin relasi dan mengembangkan ilmu serta ketrampilan medis
7. Menyediakan wadah bersosialisasi, berprestasi dan memberikan informasi terbaru bermanfaat bagi segenap komunitas kesehatan
8. Membantu pemerintah dalam meningkatkan taraf kesehatan dan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara
D. Analisis SWOT
1. Kekuatan/ Strength
Yang menjadi kekuatan kompetitif toko alkes baru yang akan didirikan adalah sebagai berikut:
1. Letak/ lokasi sangat Strategis
Berada di Jalan Jenderal AH. Nasution, Kota Kendari yang ramai dilalui arus kendaraan dan dekat dari target pasar seperti Rumah Sakit Daerah Abunawas, kampus Kebidanan Keperawatan Poltekkes, Akademi Keperawatan PPNI, Akademi Kebidanan Pelita Ibu dan STIKES Mandala Waluya.
2. Konsep Desain Interior Nyaman untuk Keluarga
Kenyamanan dalam berbelanja menjadi salah satu kekuatan bisnis retail. Oleh karena itu, kami akan membuat desain interior yang membuat pengunjung betah berlamalama. Misalnya terdapat ruangan bermain untuk anakanak, ruangan multimedia dan ruangan relaksasi pijat elektrik gratis.
3. Pelayanan Ramah dan Profesional
Kami memberikan pelayanan yang ramah, cepat tanggap dan profesional terdiri dari tenaga farmasi dan paramedis yang sudah berpengalaman.
4. Memiliki Strategi Pemasaran Online yang terintegrasi
Kami memiliki beberapa website, salah satunya (www.alkeskendari.com) dan salah satu media sosial yaitu facebook ( https://www.facebook.com/AlkesKendariDotCom) yang aktif dan sudah mempunyai pengikut yang cukup banyak (3000 lebih)
5. Tim yang Kuat dan Berpengalaman
Memiliki tim utama yang kompeten berpengalaman selama 4 tahun menjalankan usaha dalam bidang retail obat dan alat kesehatan.
6. Database Pelanggan yang Banyak
Memiliki lebih dari 1000 pelanggan yang telah berbelanja offline
di Toko Obat & Alat Kesehatan Mitra Medika dan online di Alkes Kendari.com.
Selain itu, kami menyediakan konsultasi secara pribadi dan mengkustomisasi sesuai kebutuhan dan kondisi medis tiap pelanggan.
8. Konsultasi Online 24/7
Layanan dan konsultasi seputar alat kesehatan bisa dilakukan melalui hotline dan website setiap saat sehingga bisa memudahkan pelanggan yang ingin berkonsultasi tentang alat kesehatan secara online.
2. Kelemahan/ Weakness
1. Merupakan toko alkes yang belum berjalan sendiri, masih tergabung dalam unit penjualan Toko Obat Mitra Medika
2. Nama dan logo merek belum terdaftar di HAKI
3. Merupakan toko alkes swasta yang berdiri sendiri dan belum tergabung dalam jaringan/ memiliki cabang
4. Stok barang yang masih terbatas 3. Peluang/ Opportunity
1. Kebutuhan dan pangsa pasar alkes yang semakin banyak seiring peningkatan jumlah penduduk, tenaga profesi kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan
2. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 3. Pesaing yang memiliki pelayanan standar dan harga yang kurang
kompetitif
4. Tingginya lulusan tenaga kesehatan yang menganggur sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan 4. Ancaman/ Threat 1. Pesaing Toko Alkes yang menerapkan strategi low pricing 2. Pesaing Apotek yang memiliki produk serupa BAB II
USAHA OFFLINE SAAT INI A. Nama Usaha yang Sudah Berjalan Usaha perdagangan alkes kami sudah berjalan sejak 2011. Baru pada tahun 2014 kami memperoleh izin usaha resmi yaitu Toko Obat. Sesuai Permenkes, Toko Obat selain menjual obat bebas (selain logo lingkaran merah) juga boleh menjual Alat Kesehatan dalam jumlah terbatas. B. Lokasi Fisik/ Offline Saat Ini
Toko fisik kami yaitu Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika saat ini memiliki kriteria antara lain:
1. Merupakan jalur perjalanan target pasar
Persis di pinggir jalan besar provinsi dua jalur yaitu Jenderal AH Nasution. Jalan ini memiliki kepadatan lalu lintas tinggi dan strategis.
2. Neon Box mudah terlihat
Penampakkan Neon Box toko kami terlihat jelas oleh para pengendara kendaraan ataupun para pejalan kaki yang melintas.
3. Dekat target pasar berkumpul
Letak toko persis samping Kampus Negeri Poltekkes Kemenkes Kendari yang terdiri dari program studi D3 Kebidanan, D3 Keperawatan, D3 Analisis Lab dan D3 Gizi. Tentunya setiap tahun
4. Dekat pemukiman target pasar
Dekat dengan pusat pemukiman penduduk, seperti komplek Griya Asri Cendana (+/ 200 meter), Citraland (+/ 1 km), rumah kost dan rumah kontrakan mahasiswa/i kampus kesehatan.
5. Dekat pusat keramaian
Lokasi toko dekat dengan tempat yang sering dikunjungi oleh orang banyak seperti Bank Mandiri (50 meter), Apotek Kimia Farma (40 meter), pasar Anduonohu (+/ 1 km), RSUD Abunawas (+/ 1,5 kilometer), Sekolah (SD dekat pasar Anduonohu), Minimarket (Fiesly Mart, Nusamart), Supermarket (Marina Swalayan), Kantor Kelurahan Kambu, Kantor Kecamatan Anduonohu.
6. Potensi perkembangan wilayah yang tinggi
Pada denah dibawah ini toko kami ditandai dengan balon merah di tengah gambar. Terlihat posisi toko kami yang berada pada PUSAT daerah pengembangan kota Kendari yaitu Anduonohu sehingga banyak pusat aktivitas penduduk, seperti kantor, Bank, Pegadaian dan usaha lainnya.
D. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Toko Alat Kesehatan memiliki susunan terdiri dari Direktur, Manajer dan Departemen
E. Bentuk Badan Usaha
Bentuk badan usaha yang sudah kami jalankan saat ini adalah usaha perorangan berupa Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika yang berdiri sejak Tahun 2014.
Untuk pengembangan usaha selanjutnya, kami akan lebih memfokuskan pada perdagangan Alat Kesehatan secara retail dengan membuka Toko Alat Kesehatan.
Bila kami mendapatkan investor, kami berencana mendirikan badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas. Setiap investor akan menandatangani perjanjian di notaris dan mendapat bagian saham sesuai persentase modal yang diinvestasikan.
Sebagian dana investasi akan kami akan fokuskan untuk mendirikan Perusahaan Penyalur Alat Kesehatan (PAK) yang dapat bekerja sama dengan pemerintah atau swasta secara tender ataupun menyalurkan alkes secara grosir ke apotek dan toko obat/alkes.
Investor penting bagi kami untuk mengembangkan usaha ke tahapan selanjutnya, baik sebagai pemodal tunggal ataupun pemodal jamak. Adapun pengelolaan usaha sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami. Anda sebagai investor akan mendapatkan pembagian keuntungan baik bulanan atau tahunan sesuai kesepakatan.
Bila Anda berminat ingin mempelajari tentang bisnis perdagangan alat kesehatan kami juga siap memberikan pendampingan dan pelatihan khusus.
BAB III
RENCANA USAHA TOKO ALKES
A. Divisi OnlineSalah satu divisi yang sudah kami jalankan secara online diberi nama
Alkes Kendari yang merupakan usaha penjualan berbagai macam produk alat kesehatan asli dengan harga yang terjangkau serta kualitas dan mutu terjamin B. Desain Logo Usaha C. Harga Jual
Dalam menjalankan usaha toko alat kesehatan online ini, kami menghitung biaya dari setiap barang berdasarkan harga beli ( grosir ) barang yang akan kami jual.
Seperti terlihat dalam tabel berikut : Harga Jual Alkes Harga Beli Barang Profit Penjualan Rp 1.000 – Rp 100.000 20% dari Harga Beli Rp 101.000 – Rp 500.000 30% dari Harga Beli > Rp 500.000 40% dari Harga Beli
Penentuan harga jual barang dalam usaha kami adalah Harga Beli dari produsen atau distributor ditambah dengan keuntungan yang akan kami ambil.
Selain itu, kami juga menyediakan Paket Hemat, yaitu apabila pengunjung membeli paket tertentu maka akan mendapatkan diskon harga.
Serta untuk mendongkrak hasil penjualan kami, untuk pelanggan setia (member) kami akan berikan diskon minimal 5% untuk semua produk yang ada.
d. Lokasi Toko Alkes
Lokasi Toko Alat Kesehatan ini akan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat seperti Rumah Sakit, Bank, Puskesmas, Apotek, Praktek Dokter, Perkantoran, Sekolah, Kantor Pemerintah, Swalayan dan Perumahan elit.
Tempat Toko Obat Mitra Medika yang sedang berjalan saat ini telah memenuhi kriteria diatas. Bila target dana investasi melalui proposal ini tercapai maka usaha Toko Obat akan berubah izin menjadi Toko Alat Kesehatan.
Hal ini lebih cost effective dibandingkan menghabiskan waktu dan uang mencari tempat untuk menyewa ruko di tempat lain. Alasannya karena 80% penghasilan Toko Obat berasal dari pelanggan yang membeli Alat Kesehatan.
e. Proses Pelayanan
1. Jadwal
Toko Alat Kesehatan ini akan buka setiap hari Senin – Minggu yaitu pada pukul 08.00 WITA – 21.00 WITA. Sementara itu pada hari libur nasional toko kami akan tutup.
2. Fasilitas
a. Lokasi Parkir Luas dan Aman
Lokasi parkir pada toko kami merupakan lokasi yang aman dan cukup luas. Karena tempat parkir kami berada di dekat jalan sehingga pengunjung dapat dengan mudah memarkirkan kendaraannya.
b. Full Musik
Seperti layaknya supermarket, toko kami juga akan memutar lagulagu untuk menemani pengunjung dalam memilih barang yang akan dibeli.
c. Toilet yang Bersih
Toko kami juga menyediakan toilet yang bersih untuk melayani pengunjung saat ingin buang air kecil ketika mengunjungi toko kami.
d. Fasilitas AC dan CCTV
Toko Alkes akan mengutamakan kenyamanan, ketenangan dan keselamatan baik untuk pengunjung juga untuk pegawai. Sehingga fasilitas Air Conditioner (AC) mutlak diperlukan mengingat suhu ruangan di toko meningkat ketika pengunjung ramai. Selain itu adanya CCTV akan mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian dan kejahatan di dalam ataupun di halaman toko.
e. Konsep Desain Swalayan
Toko Alkes ini akan mengikuti trend retail yaitu self service
seperti pada jaringan retail modern apotek atau supermarket. Jadi pengunjung bebas memilih alkes yang dibutuhkan tanpa pemantauan langsung karyawan. Hal ini akan meningkatkan kenyamanan berbelanja.
f. Konsultasi Tenaga Profesional Medis
Tambahan pembeda dengan Toko Alkes lain, Toko Alkes ini
mempunyai pendamping dan konsultan kesehatan yang berlatar belakang tenaga medis/ paramedis. Sehingga pengunjung dapat bertanya mengenai kondisi penyakit dan alkes yang tepat guna sesuai keadaannya.
BAB IV
PERMODALAN
A. Sumber Modal
Saat ini pembagian modal Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika berasal dari Pemilik dan Pinjaman beberapa Investor. Untuk perkembangan berikutnya yaitu Toko Alat Kesehatan, kami membuka kesempatan bagi Anda yang berminat untuk menanamkan modal pada usaha kami.
B.
Sumber Modal
Penyertaan Modal Jumlah
Modal Investor Rp 1.086.700.000 Rp 1.086.700.000 Rp 1.086.700.000 Jumlah Modal Rp 1.086.700.000 Sistem penyertaan modal bagi para investor : Sistem penyertaan modal untuk usaha yang kami jalani terdiri dari 2 sistem, yaitu: A. Sistem Investor Tunggal:
Sistem Investor Tunggal adalah Investor yang menanamkan modalnya dengan jumlah 100% dari keseluruhan modal usaha yang dibutuhkan. Maka ketika pembagian hasil perbulannya Investor berhak menerima 50% keuntungan bersih dari usaha yang kami jalankan.
Contoh : Misalnya keuntungan bersih bulan pertama adalah Rp 30.000.000 maka Investor berhak menerima bagi hasil sebesar Rp 15.000.000. Nominal
bagi hasil tentu saja fluktuatif, bisa bertambah atau berkurang di bulan berikutnya. Hal ini tergantung dari tinggi rendahnya tingkat penjualan.
B. Sistem Investor Jamak:
Sistem Investor Jamak adalah investor yang menanamkan modalnya dengan jumlah kurang dari 100% dari keseluruhan modal usaha yang dibutuhkan. Maka investor akan menerima pembagian hasil perbulan kurang dari 50% keuntungan bersih dari usaha yang kami jalankan.
Pada Sistem Investor Jamak ini investor terdiri dari 2 orang atau lebih. Adapun keuntungan 50% tersebut masih harus dibagi sesuai dengan persentase modal yang disertakan Investor. Modal minimal yang harus disertakan Investor adalah 20% dari jumlah modal yang kami butuhkan.
Contoh : Misalnya keuntungan bersih bulan pertama adalah Rp 30.000.000 maka Investor berhak menerima sesuai persentase modal yang disertakannya. Jika Investor hanya mananamkan modal 50% maka Investor tersebut hanya menerima Rp 7.500.000. Nominal bagi hasil tentu saja fluktuatif, bisa bertambah atau berkurang di bulan berikutnya. Hal ini tergantung dari tinggi rendahnya tingkat penjualan.
C. PROYEKSI MODAL
Modal diperoleh dari modal Investor sebesar Rp 1.301.100.000 diproyeksikan dalam bentuk aktiva lancar berupa Barang Dagang sebesar Rp 300.000.000 , sisanya digunakan dalam bentuk aktiva tetap yaitu untuk Pembelian Peralatan sebesar Rp 46.050.000.
Dari proyeksi modal diatas, untuk aktiva tetap berupa Sewa Toko selama 5 Tahun, Pembelian Peralatan dan sebagainya akan menghabiskan dana sebesar Rp 558.500.000 dengan perincian pembelian peralatan dan proyeksi sumber modal usaha digambarkan dalam neraca berikut:
No Pos Anggaran Alkes Kendari Unit Harga
1 Desain Interior 1 Rp . 50.000.000 2 Perizinan dan Administrasi 1 Rp . 16.000.000 3 Sewa Ruko untuk 5 Tahun 1 Rp . 200.000.000 4 Perlengkapan dan Peralatan 1 Rp . 35.000.000 5 Tim Survei 1 Rp . 1.000.000 6 Neon Box dan Plang Merek 1 Rp . 5.000.000 7 CCTV 1 Rp . 6.000.000 8 Mobil 1 Rp . 200.000.000 9 Rekrutmen dan Pelatihan 1 Rp . 10.000.000 10 . Dukungan IT 1 Rp . 5.000.000 11 . Gaji dibayar di muka (1 bulan pertama) 1 Rp . 22.000.000
12 . Daftar Merek Dagang 1 Rp . 1.500.000 13 . Website dan Internet Marketing 1 Rp . 2.000.000 14 . Grand Opening 1 Rp . 15.000.000 15 . Stok Alat Kesehatan 1 Rp 300.000.000 16 . Dana Cadangan Tahun Pertama 1 Rp 50.000.000 17 . Modal Kerja Awal 1 Rp 221.000.000 18 . Gaji di muka 11 bulan awal 1 Rp . 171.600.000 Jumlah 18 Rp 1.311.100.000 D. PENGEMBALIAN MODAL
Modal yang disertakan oleh Investor dapat diambil kembali pada Tahun ke dua setelah uang diberikan kepada pengelola usaha. Pengambilan dana harus melalui pemberitahuan terlebih dahulu minimal 3 bulan sebelum modal yang ditanamkan Investor ditarik kembali.
Pengembalian modal bertahap sebesar maksimal 10% perbulan dari seluruh jumlah modal yang ditanamkan oleh Investor demi keberlangsungan perputaran dana usaha.
BAB V
KEUANGAN
A. ASUMSI BIAYA OPERASIONAL, OMSET DAN PROFIT PENJUALAN● Asumsi biaya Operasional selama 1 bulan sebesar Rp. 253.924.000 yang diasumsikan sebagai berikut :
Biaya Operasional Selama 1 Bulan Toko Alat Kesehatan
No Pengeluaran Biaya
1 Listrik, Air, Telp dll Rp 60.000.000 2 Gaji Karyawan Rp. 22.000.000 3 Biaya Pemasaran dan Bonus Penjualan Rp. 120.000.000 4 Fasilitas THR dan Tunjangan Kinerja Rp. 40.000.000 5 Sewa Ruko 1 Bulan Rp. 4.167.000 6 Penyusutan Rp. 7.757.000 TOTAL Rp 253.924.000
Asumsi Omset Penjualan adalah perkiraan penjualan selama 1 bulan dengan Omset Penjualan sebesar Rp 2.269.500.000 yang diambil dari produk paling laris dengan tabel sebagai berikut
N
o Produk Profit Jumlah Total Profit
1 Alat Cek GCU Nesco Rp 250.000 300 Rp 75.000.000 2 Alat Cek GCU Easy Touch Rp 200.000 300 Rp 60.000.000 3 Nebulizer Omron NEC 28 Rp 500.000 100 Rp 50.000.000 4 Tensi Digital Omron 7203 Rp 600.000 100 Rp 60.000.000 5 Tensi Digital Omron 7111 Rp 400.000 100 Rp 40.000.000 6 Nebulizer ABN Compamist 2 Rp 500.000 200 Rp 100.000.000 7 Kursi Roda Standar Rp 600.000 100 Rp 60.000.000 8 Kursi Roda 2 in 1 Rp 700.000 100 Rp 70.000.000 9 Kursi Roda 3 in 1 Rp 1.200.000 50 Rp 60.000.000 10 Kruck S/M/L Rp 150.000 200 Rp 30.000.000 11 Electronic Cauter Rp 1.200.000 50 Rp 60.000.000 12 Bidan Kit Rp 400.000 40 Rp 1.600.000 13 Partus Set Rp 200.000 20 Rp 4.000.000 14 Nursing Kit Rp 200.000 30 Rp 6.000.000 15 Timbangan Digital Rp 180.000 20 Rp 3.600.000 16 Timbangan Pegas Rp 100.000 10 Rp 1.000.000
17 Timbangan Bayi Meja Rp 300.000 5 Rp 1.500.000 18 Alat Bantu Dengar Axon Rp 180.000 10 Rp 1.800.000 19 Pispot Stainless Rp 125.000 10 Rp 1.250.000 20 Alat Cek GCHb Rp 250.000 20 Rp 5.000.000 21 Alat Tes Golongan Darah Rp 200.000 30 Rp 6.000.000 22 Tabung Oksigen Lengkap Rp 600.000 10 Rp 6.000.000 23 Strip Gula Nesco Rp 40.000 60 Rp 2.400.000 24 Strip Asam Urat Nesco Rp 45.000 60 Rp 2.700.000 25 Strip Kolestrol Nesco Rp 55.000 100 Rp 5.500.000 26 Strip Gula Easy Touch Rp 30.000 60 Rp 1.800.000 27 Strip Asam Urat Easy Touch Rp 35.000 60 Rp 2.100.000 28 Strip Kolestrol Easy Touch Rp 50.000 100 Rp 5.000.000 29 Sterilisator Corona Rp 1.500.000 50 75.000.000 29 Alat Cek GCHb Rp 300.000 200 Rp 60.000.000 30 Doppler Bistos Hibebe LCD Rp 800.000 200 Rp 160.000.000 31 Doppler Bistos Hibebe Suara Rp 500.000 150 Rp 75.000.000 32 Tensimeter Raksa Riester Rp 500.000 200 Rp 100.000.000 33 Bidan Kit Renz Rp 500.000 200 Rp 100.000.000 34 Doppler Bestman LCD++ Rp 400.000 100 Rp 40.000.000 35 Lampu Terapi Philips Infraphil Rp 400.000 100 Rp 40.000.000 36 Doctor Kit Rp 400.000 300 Rp 120.000.000
37 Partus Set Rp 150.000 180 Rp 27.000.000 38 Nursing Kit Rp 200.000 200 Rp 40.000.000 39 Walker Rp 250.000 200 Rp. 50.000.000 40 Sirkumset Rp 200.000 300 Rp. 60.000.000 41 Pispot Stainless Rp 125.000 200 Rp. 25.000.000 42 Timbangan Camry Pegas Rp 60.000 400 Rp 24.000.000 43 Timbangan Digital Rp 120.000 300 Rp. 36.000.000 Rp 2.269.500.000 Profit Penjualan diperoleh dari Omset Penjualan dikurangi Biaya Operasional 1 Bulan penjualan. Tabel Profit Penjualan Toko Alat Kesehatan
Omset Penjualan Laba Kotor Biaya Operasional Laba Bersih
Rp 2.269.500.000 Rp.453.900.000 Rp 253.924.000 Rp 145.938.000
Sistem bagi hasil yang kami gunakan adalah sebesar 50% untuk Pengelola Usaha dan 50% untuk Para Investor. Jika Investor terdiri lebih dari satu orang maka pembagian Profit Investor akan dibagi dengan Investor lainnya.
Dari Tabel diatas terlihat bahwa Laba Bersih adalah sebesar Rp 145.938.000. Sebelum Laba Bersih dibagi kepada Pengelola Usaha dan Para Investor, Laba Bersih tersebut akan dipotong sebesar 2,5% untuk Zakat Perniagaan, 10% untuk Zakat Sabilillah dan 12% dipotong untuk Pajak.
Zakat Perniagaan adalah Rp. 145.938.000 x 2,5% (3.648.450) dan Zakat Sabilillah adalah Rp. 145.938.000 x 10% (14.593.000) dan Pajak adalah 145.938.000 x 12% (17.512.560) dengan total Rp. 35.754.010 sehingga Laba Bersih Akhir menjadi Rp. 110.183.990 per bulan.
Maka pembagian hasil sebesar 50% kepada kedua belah pihak adalah sebesar Rp 55.091.995
Return on Investment (ROI) = Perbandingan Laba Akhir dengan Total Investasi yang Dibutuhkan yaitu 110.183.990 x 12 /1.340.100.000 = 98 %.
Hal ini menunjukkan ROI sebesar 98 %, diatas inflasi dan bunga bank sehingga usaha toko alat kesehatan ini sangat layak untuk dijalankan
Break Even Point (BEP) / Titik Impas antara Pendapatan dengan Pengeluaran yaitu 9 bulan.
BAB VI
PEMASARAN
Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan memberikan informasi mengenai barang atau jasa yang ditawarkan dalam kaitannya dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sebagian Teknik Pemasaran yang akan kami gunakan antara lain: 1. PeriklananDengan beriklan diberbagai media dengan harga terjangkau seperti Koran, Forum Komunitas ataupun menggunakan Aplikasi Pesan Berantai agar cakupan konsumen yang diraih dapat lebih luas.
2. Penjualan ke Pelanggan
Dengan melakukan presentasi lisan dan tulisan dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk menjalin komunikasi yang baik antara kami sebagai penjual dengan para konsumen. Kami akan langsung menuju lokasi tempat konsumen berada untuk menjelaskan produk yang kami jual guna meningkatkan penjualan serta mendapat kepercayaan yang tinggi dari konsumen.
3. Promosi Penjualan
Promosi ini ditujukan untuk meningkatkan pembelian. Cara yang bisa dilakukan dengan memberi berupa uang, barang atau pelayanan tambahan lainya yang biasanya tak disertakan bersama produk tersebut.
Toko Alkes akan mengoptimalkan pemasaran melalui internet yaitu melalui website resmi dengan sistem belanja yang sudah otomatis dan
sistematis sehingga memudahkan pelanggan dalam memilih produk yang mereka cari.
Selain itu, divisi pemasaran online akan rutin memberikan materi yang bermanfaat sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan tenaga kesehatan, baik melalui sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest dan sebagainya.
4. Sistem Afiliasi dan Reseller
Untuk meningkatkan omset penjualan secara optimal, toko alkes akan menggunakan sistem afiliasi dan reseller sehingga perputaran barang akan lebih cepat.
Afiliasi berarti setiap pembeli atau pengunjung yang mereferensikan toko alkes akan mendapatkan komisi. Sedangkan sistem reseller adalah sistem yang merekrut penjual dengan pembayaran komisi sesuai jumlah penjualan barang
5. Komunitas Kesehatan
Target utama pemasaran toko alkes adalah tenaga kesehatan. Untuk mendekatkan dengan target pasar, maka kami akan bekerja sama dengan organisasi profesi untuk mengadakan seminar, simposium, workshop bagi tenaga kesehatan.
BAB VII
PENUTUP
Demikian proposal ini saya susun dengan harapan permohonan pendirian usaha yang saya rencanakan dapat terealisasi. Usaha ini didirikan karena tingginya kebutuhan masyarakat akan produk alat kesehatan yang asli dan berkualitas. Selain itu tujuan pendirian usaha penjualan alat kesehatan agar masyarakat mudah memperoleh akses pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan yang mudah dengan harga terjangkau.
Saya menyadari bahwa tiada yang sempurna di dunia ini kecuali yang Maha Kuasa. Dalam pembuatan proposal ini tentunya masih banyak kekurangan yang saya lakukan, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar pembuatan proposal selanjutnya dapat lebih baik lagi.
Akhir dari penulisan proposal ini saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta berpartisipasi dan membantu dalam penyusunan proposal serta pendirian usaha “Toko Alat Kesehatan”.
Terima kasih Anda telah berkenan menyisihkan waktu untuk mempelajari proposal ini dan saya berharap dapat bekerja sama dalam pelaksanaan usaha sehingga bisa berjalan dengan baik dan lancar seperti harapan kita semua.
LAMPIRAN
DATA DIRI PEMILIK USAHA
Nama saya, Arief Budi Lesmana, lahir di Jakarta dan lulus Kedokteran Umum tahun 2008 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta.
Saya mempunyai seorang istri bidan bernama Ratna Amin dan dua anak.
Pengalaman sebagai dokter praktek umum sejak tahun 2008 sekarang
Mengabdi sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap di Puskesmas, Kab. Wakatobi pada tahun 2009
Mengabdi sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap di Puskesmas, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara pada tahun 2010 2015
Memulai menjual alat kesehatan secara perorangan pada tahun 2011
Bekerjasama dengan Pemilik Sarana Apotek dengan membuka praktek sekaligus membantu pengelolaan Apotek pada tahun 20122013
Membuka Toko Obat dan Alat Kesehatan Mitra Medika Kendari sejak tahun 2014 sekarang
KTP PENDIDIKAN DAN SERTIFIKAT KOMPETENSI KEAHLIAN
Izin Usaha Toko Obat Mitra Medika Izin Gangguan
Izin Toko Obat
Tanda Daftar Perusahaan
Nomor Pokok Wajib Pajak
Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian