• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Jamur Makroskopis Dan Mikroskopis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Jamur Makroskopis Dan Mikroskopis"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

Laporan Praktikum Cryptogamae ke-3, kelompok 1

JAMUR MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS Rissa Rochimah1, Rizal Maulana Hasby2, Ferbi Fajar Ramadhan3

(Jurusan Biologi Fakultas Saintek UIN SGD)

[email protected], [email protected]2 , [email protected]3

ABSTRAK :

Jamur termasuk organisme eukariotik karena sel penyusunnya telah memiliki membran inti. Jamur merupakan organisme bersel banyak tetapi ada juga yang bersel tunggal. Pada jamur multiseluler yang hifanya tidak bersekat (asepta), inti selnya tersebar di dalam sitoplasma dan berinti banyak. Fungi terdiri dar 4 Divisi yaitu Basidiomycota, Zygomycota, Ascomycota, dan Deuteormycota. Pada praktikum kali ini kami mengamati jamur makroskopis dan jamur mikroskopis. Jamur makroskopis yaitu jamur tiram, shiitake, dan jamur kuping. Jamur mikroskopis yaitu jamur pada ragi, dan jamur pada oncom.

Kata Kunci : Jamur, Fungi, Makroskopis, Mikroskopis, Jamur Kuping (Auricularia auricular), Jamur Shiitake (Lentinus edodes), Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus), Jamur Ragi, Jamur Oncom.

1. PENDAHULAN

1.1 Tujuan Penelitian

- Mengenal jenis-jenis dan struktur jamur makroskopis

- Mengenal jenis-jenis dan struktur jamur mikroskopis

1.2 Dasar Teori

Jamur termasuk organisme

eukariotik karena sel penyusunnya telah memiliki membran inti. Jamur

merupakan organisme bersel

banyak (multiseluler), tetapi ada

juga yang bersel tunggal

(uniseluler). Tubuh jamur bersel banyak terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa, kumpulan hifa jamur membentuk anyaman yang disebut miselium (Campbell, 2003).

Pada jamur multiseluler yang hifanya tidak bersekat (asepta), inti selnya tersebar di dalam sitoplasma dan berinti banyak. Jamur jenis ini

disebut jamur senositik

(coenocytic). Sedang yang bersekat

umumnya berinti satu dan disebut

sebagai jamur monositik

(monocytic) (Campbell, 2003). Bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, tetapi jamur tidak memiliki daun dan akar sejati. Selain itu, jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu berfotosintesis. Dengan demikian,

jamur merupakan organisme

heterotrop, yaitu organisme yang

cara memperoleh makanannya

dengan mengabsorbsi nutrisi dari lingkungannya atau substratnya (Kimball, 1983).

Jamur ada yang hidup sebagai parasit, ada pula yang bersifat saprofit. Selain itu, ada pula yang bersimbiosis dengan organisme lain secara mutualisme. Sebagai parasit, jamur mengambil makanan langsung dari inangnya. Jamur jenis ini memiliki haustorium, yaitu

hifa khusus untuk menyerap

makanan langsung dari inangnya. Sebagai saprofit, jamur mengambil

(2)

2

makanan dari sisa-sisa organisme lain yang telah mati (Sumarsih, 2003).

Jamur yang bersimbiosis,

mengambil nutrisi berupa zat organik dari organisme lain dan organisme itu mendapatkan zat tertentu yang bermanfaat dari jamur tersebut (Kimball, 1983).

Jamur melakukan reproduksi

secara aseksual dan seksual.

Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniseluler serta

pemutusan benang hifa

(fragmentasi miselium) dan

pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami (Tjitrosoepomo, 1989).

Jamur digolongkan ke dalam 4

divisi, yaitu Zygomycota,

Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycocotin.

1. Zygomycota

Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa senositik. Septa hanya ditemukan pada hifa bagian tubuh yang membentuk alat reproduksi

saja. Reproduksi seksualnya

melalui peleburan gamet yang

membentuk zigospora. Setelah

sporangium pecah, spora akan bertebaran dibawa angin. Di tempat yang sesuai, spora tersebut akan

berkecambah.Ia hidup saprofit

misalnya pada roti atau kotoran hewan (Kimball, 1983).

2. Ascomycota

Tubuh jamur ini tersusun atas miselium dengan hifa bersepta. Pada umumnya jamur dari divisio ini hidup pada habitat air bersifat sebagai saproba atau patogen pada tumbuhan. Akan tetapi, tidak

sedikit pula yang hidup

bersimbiosis dengan ganggang

membentuk Lichenes (lumut

kerak). Ciri khas Ascomycota adalah cara perkembangbiakan seksualnya dengan membentuk askospora. Sedangkan, reproduksi

aseksual terjadi dengan

membentuk konidium. Konidium ini dapat berupa kumpulan spora tunggal atau berantai. Konidium merupakan hifa khusus yang terdapat pada bagian ujung hifa

penyokong yang disebut

konidiofor. Di antara Ascomycota ada yang bersel tunggal, bersel banyak membentuk miselium dan ada pula yang membentuk tubuh buah (Kimball, 1983).

3. Basidiomycota

Pada umumnya jamur ini

merupakan saproba yang penting. Aktivitasnya adalah menguraikan polimer lignin pada kayu dan berbagai bagian tumbuhan yang lain. jamur ini adalah hifa bersepta,

fase seksualnya dengan

pembentukan basidiospora yang terbentuk pada basidium yang berbentuk gada, membentuk tubuh buah (basidiokarp) seperti payung yang terdiri atas batang dan tudung. Di bagian bawah tudung terdapat lembaran - lembaran, tempat terbentuknya basidium. Semua anggota divisio Basidiomycota beradaptasi pada kehidupan di

(3)

3

darat sebagai saproba, parasit pada organism lain dan mikoriza. Daur hidup Basidiomycota Fase aseksual Basidiomycota ditandai dengan pembentukan konidium, sedangkan fase seksualnya ditandai dengan membentuk basidiospora. Spora

pada konidium maupun

basidiospora pada kondisi yang sesuai tumbuh

membentuk hifa bersekat

melintang yang berinti satu

(monokariotik). Selanjutnya, hifa

akan tumbuh membentuk

miselium. Di antara hifa ada yang berjenis (+) dan ada yang (-). Jika hifa (+) dan hifa (-) bertemu, bersentuhan, maka dinding sel yang

membatasi keduanya akan

melebur, sehingga terbentuk

saluran sel. Hifanya kemudian menjadi berinti dua (dikariotik). Sel

hifa dikariotik terus tumbuh

menjadi miselium. Dari miselium

ini muncul tubuh buah

(basidiocarp). Tubuh buah akan membentuk basidium. Di dalam basidium, inti yang mula-mula dua

buah (masing-masing haploid)

melebur menjadi satu inti diploid. Inti diploid akan membelah secara

meiosis dan menghasilkan 4

basidiospora haploid (Ahmad,

2005).

4. Deuteromycota

Dari berbagai pengamatan

secara teliti terhadap jamur tidak

semua dapat diketahui cara

reproduksi seksualnya.

Jamur-jamur yang seperti ini untuk sementara digolongkan ke dalam Deuteromycota (Fungi Imperfecti = Jamur tidak sempurna) (Ahmad, 2005).

2. METODE

2.1 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam percobaan jamur makroskopis

dan mikroskopis adalah

mikroskop, object glass, cover

glass, pipet tetes, dissecting kit, dan cawan petri.

Bahan yang digunakan dalam percobaan jamur makroskopis

yaitu Auricularia auricular

(jamur kuping), Lentinus edodes

(shiitake), dan Pleurotus

ostreatus (jamur tiram).

Sedangkan bahan yang

digunakan dalam jamur

mikroskopis yaitu jamur pada ragi, dan jamur pada oncom.

2.2 Cara kerja

2.2.1 Jamur Makroskopis

Pertama menuliskan nama jamur tersebut dan menyebutkan familinya. Memnggambar jamur

tersebut dan memberikan

keterangan dan membuat tabel dan menuliskan tempat hidup, jenis jamur, ordo dan marganya.

2.2.2 Jamur Mikroskopis

Pertama mengambil jamur pada ragi dan oncom lalu meletakkan nya pada object glass kemudian diteteskan 1 tetes air, dan menutup nya dengan cover glass lalu diamati

dengan menggunakan

(4)

4 3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Jamur Makroskopis

Literature Foto Gambar Klasifikasi

Jamur Kuping

(Auricularia auricular)

(Yuli, 2010).

Jamur Kuping (Auricularia

auricular) (Dokumentasi pribadi, 2015). Kingdom : Fungi Divisi : Basidiomycota Class : Agaricomycetes Ordo : Auriculariales Famili : Auriculariaceae Genus : Auricularia Spesies : Auriculari auricula Keterangan :

Pada praktikum kali ini kami mengamati jamur kuping atau

Auriculari auricular. Jamur ini

termasuk ke dalam kelas

Basidiomycota. Fungi yang masuk ke dalam kelas ini umumnya makroskopis atau mudah dilihat

dengan mata telanjang.

Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu,

umumnya berasal dari

perkembangan basidiospora) dan

miselium sekunder (miselium

yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora).

Cara reproduksi : vegetatif

(dengan membentuk tunas,

dengan konidia, dan fragmentasi miselium) dan secara generatif

(dengan alat yang disebut

basidium, basidium berkumpul

dalam badan yang disebut

basidiokarp, yang menghasilkan spora yang disebut basidiospora).

Jamur kuping ini mempunyai

warna tubuh buahnya yaitu

berwarna hitam atau coklat

kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna coklat tua.

Jamur kuping sering digunakan sebagai bahan makanan. Jamur kuping ini juga memilik khasiat sebagai obat dan penawar racun. Manfaat jamur kuping ini adalah lender dari jamur tersebut yang telah dihasilkan jamur kuping selama dimasak dapat menjadi pengental. Lendir jamur kuping

dapat menonaktifkan atau

(5)

5

Jamur kuping biasanya berada di tempat-tempat yang bersuhu dingin. Menurut Tjitrosoepomo

(1989) jamur tumbuh dan

berkembang di alam terbuka

sesuai dengan habitat dan

lingkungan (media) hidupnya

tetapi jamur kuping dapat

ditemukan sepanjang tahun di daerah yang beriklim dingin (suhu sekitar 12° C) sampai dengan daratan tropis beriklim panas (suhu sekitar 36° C) dan tumbuh optimal pada kisaran suhu 26° C - 28° C. Jamur kuping dapat tumbuh dan berkembang pada berbagai macam kayu di sembarang tempat. Tetapi, jamur kuping tumbuh optimal pada kayu lapuk yang tersebar di dataran rendah sampai lereng pegunungan atau kawasan yang memiliki ketinggian antara

600 m - 800 m di atas permukaan laut dengan kelembaban 80% - 90% serta suhu udara berkisar 20° C - 30° C.

Jamur Shiitake

(Lentinus edodes)

(Yuli, 2010).

Jamur Shiitake (Lentinus

edodes) (Dokumentasi pribadi, 2015). Kingdom :Fungi Divisi :Basidiomycota Kelas : Homobasidiomycetes Ordo : Agaricales Famili :Marasmiaceae Genus :Lentinus Spesies :Lentinus edodes

Keterangan : 1. Hifa, 2. Lamella

Selanjutnya kami mengamati jamur Shiitake atau Lentinus

edodes. Jamur ini sama seperi

jamur kuping yaitu berasal dari

divisi yang sama yaitu

Basidiomycota.

(6)

6

Jamur shiitake tumbuh di permukaan batang kayu yang melapuk dari pohon Castanopsis

cuspidata, Castanea crenata

(kastanye), dan sejenis pohon ek Quercus acutissima.

Pada jamur shiitake tudung merupakan tubuh buah dari jamur, dibawah tudung tersbut terdapat lamella-lamella. Jamur ini juga terdapat vulva, vulva merupakan

bagian yang menghubungkan

antara tangkai dan substrat.

Tangkainya merupankan yang mendukung tudung.

Ciri khas pada jamur ini adalah batangnya dari tubuh buah sering

melengkung, payung terbuka

lebar. Payung terbuka lebar, berwarna coklat tua dengan

bulu-bulu halus di bagian atas

permukaan payung. Menurut

Kimball (1983) jamur shiitake bereproduksi secara vegetative dan generative. Vegetatif dengan pembentukan tunas oleh konidium

dan fragmentasi miselium.

Generatif, dengan alat yang

disebut basidium, basidium

berkumpul dalam badan yang

disebut basidiokarp yang

selanjutnya menghasilkan spora. Pada jamur shiitake, kandungan lentinan tertinggi akan didapatkan pada bagian batang dekat tudung dan bagian tudungnya. Sedang

batang lainnya, umumnya

merupakan makanan kaya serat yang sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker usus.

Literature Foto Gambar Klasifikasi

Jamur Tiram (Pleurotus

ostreatus)

(Yuli, 2010).

Jamur Tiram (Pleurotus

ostreatus) (Dokumentasi pribadi, 2015). Kingdom : Fungi Filum : Basidiomycota Class:Homobasidiomycetes Ordo : Agaricales Famili : Tricholomatacea Genus : Pleurotus Spesies: P. ostreatus

Keterangan : 1. Lamella 2. Tangkai 3. Hifa

Selanjutnya yaitu kami

mengamati jamur tiram, jamur ini juga termasuk Basidiomycota. Jamur ini memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur ini memiliki ciri-ciri

umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung, tudungnya pun sedikit melekuk.

Pada umumnya jamur

tiram, Pleurotus ostreatus,

mengalami dua tipe

(7)

7

hidupnya, yakni secara aseksual maupun seksual. Seperti halnya

reproduksi aseksual jamur,

reproduksi aseksual

basidiomycota secara umum

yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen

pada kantung spora atau

sporangiumnya, spora

aseksualnya yang disebut

konidiospora terbentuk dalam

konidium. Sedangkan secara

seksual, reproduksinya terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina membentuk

zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium. Manfaat jamur tiram yaitu dapat menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko hipertensi dan

stroke. Jamur tiram juga

mengandung asam amino yang dikandungnya sangat lengkap, seperti lisin, triptofan, valin,

metionin, threonin, leusin,

fenilalanin, isoleusin, dan

histidin.

3.2 Jamur Mikroskopis

Literature Foto Gambar Klasifikasi

Jamur Ragi 40x10 (Anwar, 2010). Jamur Ragi 40x10 (Dokumentasi pribadi, 2015). Kingdom : Fungi Phylum : Ascomycota Class : Saccharomycetes Ordo : Saccharomytales Famili : Saccharomycetaceae Genus : Saccharomyces Spesies : S. cerevisiae Keterangan : 1. Spora

Selanjutnya yaitu pengamatan

pada jamur mikroskopis.

Berebeda dengan jamur

makroskopis, pada jamur

makroskopis lebih dominan

termasuk Basidiomycota

sedangkan pada jamur ragi, jamur tersbut termasuk Ascomycota.

Cerevisiae memiliki arti

sebagai " jamur gula ". Karena inilah ragi ini menggunakan

untuk makanan. Jamur ini

ditemukan di alam liar yang tumbuh di kulit buah anggur dan

buah-buahan lainnya.

Saccharomyces cerevisiae

bereproduksi baik aseksual dan

seksual. Dalam reproduksi

aseksual yang haploid ragi dalam bentuk mitosis dan

bentuk-bentuk ragi haploid.

Saccharomyces cerevisiae juga

mendapatkan nutrisi dari

(8)

8

Saccharomyces cerevisiae

termasuk ke dalam kingdom jamur. Hal ini karena memiliki dinding sel yang terbuat dari

kitin, tidak memiliki

peptiodglycan di dinding sel, dan lipid ester. Jamur ini juga menggunakan DNA template

untuk sintesis protein dan

memiliki ribosom yang lebih besar. Hal ini kemudian menjadi pertimbangan bagi ragi karena

ragi merupakan organisme

uniseluler sehingga tidak dapat membentuk tubuh buah, seperti jamur lain.

Saccharomyces cerevisiae telah

beradaptasi dengan beberapa cara. Salah satunya adalah

mereka mampu memecah

makanan mereka melalui dua cara yaitu respirasi aerobik dan fermentasi anaerobik. Mereka

dapat bertahan hidup di

lingkungan yang kekurangan oksigen untuk jangka waktu tertentu. adaptasi lain mereka

adalah kemampuan mereka

untuk memiliki reproduksi

seksual dan aseksual.

Literature Foto Gambar Klasifikasi

Jamur Oncom 40x10 (Anwar, 2010). Jamur Oncom 40x10 (Dokumentasi pribadi, 2015). Kingdom : Fungi Phylum : Ascomycota Class :Ascomycetes Order : Sordariales Family : Sordariaceae Genus : Neurospora Spesies : Neurospora sitophila

Keterangan : 1. Spora 2. Hifa 3. Misselium

Yang terakhir kami melakukan pengamatan jamur pada oncom,

jamur pada oncom juga

termasuk filum Ascomycota. Dapat dilihat pada gambar hasil

pengamatan bahwa terdapat

spora yang berbentuk bula-bulat kecil dan terdapat hifa yang berupa serabut-serabut panjang, dan terihat juga kumpulan hifa yang sering disebut misselium.

Hifa pada jamur ini pun bersekat dan bersel banyak.

Reproduksi aseksual dengan

konidia. Berasal dari

pembentukan askus yang normal bukan hanya berbeda pada jenis yang berbeda. Tidak jarang terjadinya inti yang berpasangan itu baru kemudian setelah hampir tiba waktunya untuk pembentukan kait, jadi hifa

(9)

9

askogen itu mula-mula sel-selnya mengandung banyak inti.

Jika askospora mengadakan

kopulasi maka tidak dapat menghasilkan gametofit. Selain dari itu sporofitnya dapat pula

suatu reduksi. Jika askus

langsung terbentuk arkegonium atau spora terbentuk dalam gametangium jantan.

Neurospora berasal dari kata neuron (= sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya

menyerupai bentuk

akson. Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen). Sebelum

diketahui perkembangbiakan

secara seksualnya, jamur

oncom masuk ke dalam

kelompok Deuteromycota,

tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota.

(10)

10

4. KESIMPULAN

- Pada jamur makroskopis terdapat Jamur Kuping, Shiitake, dan Jamur Tiram

yang memiliki struktur

tubuh yang beda-beda. Pada jamur kuping bentuk jamur

ini berbetntuk seperti

kuping dan teksturnya

kasar. Pada jamur Shiitake

dan tiram jamur ini

berbentuk seperti payung dan dibawahnya terdapat lamella-lamella.

- Pada jamur mikroskopis jamur pada ragi hanya

terlihat spornya saja.

Sedangkan pada jamur

oncom spora, hifa, dan misselium nya terlihat.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Riza Zainuddin. 2005. Pemanfaatan Khamir Saccharomyces CerevisiaeUntuk Ternak. Jurnal Peternakan. 15(1):50-51. Anwar. 2010. Jamur. [anwarqomaruz.blogspot.c om] [Diakses pada tanggal 2 november 2015 pukul 19:00 WIB].

Campbell, Neill A. 2003.

Biologi Edisi 5 Jilid 2.

Jakarta: Erlangga.

Kimball, John W . 1983.

Biologi Jilid 3 Edisi 5.

Jakarta: Erlangga.

Sumarsih, Sri. 2003. Diktat

Kuliah Mikrobiologi Dasar

Jurusan Ilmu Tanah

Yogyakarta : UPN Veteran. Tjitrosoepomo,Gembong. 1989. Taksonomi Tumbuhan.Yogyakarta : UGM. Yuli. 2010. Jamur Mikroskopis. [yudi94.blogspot.com] [Diakses pada tanggal 2

november 2015 pukul

(11)

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH PENGGUNAAN JAMUR KUPING (Auricularia auricula) SEBAGAI BAHAN PENSUBSTITUSI DAGING SAPI TERHADAP KOMPOSISI PROKSIMAT.. DAN DAYA

Pemodelan konsentrasi gas pada pengemasan tertutup. jamur tiram (Pleurotus ostreatus

Berdasarkan penelitian Fitrianingsih et al (2015) menyebutkan bahwa ekstrak jamur kuping hitam ( Auricularia polytricha ) memiliki efek menurunkan kadar glukosa

keanekaragaman spesies jamur makroskopis yang tinggi, di hutan Indonesia. penelitian mengenai keanekaragaman jamur makroskopis belum

Pengaruh Penambahan Molase Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Berat Segar Tubuh Buah Jamur Jamur Kuping Hitam (Auricularia polytrica) .... Pengaruh Penambahan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat kesalahan siswa dalam memahami konsep larutan buffer ditinjau dari aspek makroskopis dan mikroskopis; (2)

POTENSI PREBIOTIK TEPUNG JAMUR MERANG (Volvariella volvacea) DAN TEPUNG JAMUR TIRAM (Pleurotus Ostreatus) TERVARIASI PERLAKUAN BLANSING; Qoimatul Fitriyah, 141710101010;

iBerikut iini tabel iyang imenunjukkan jumlah spesies jamur makroskopis berdasarkan Famili: Tabel 4.1 Jenis-jenis Jamur Makroskopis yang ditemukan di Taman Wisata Alam Deleng Lancuk