ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
PEMASARAN BAJU PANTAI BERBASIS WEB
Ni Made Astiti1, Ni Luh Ratniasih2
1,2STMIK STIKOM Bali; Jl.Raya Puputan No. 86 Renon, Denpasar-Bali, Telp (0361)244445 1Program Studi Sistem Informasi, 2Program Studi Sistem Komputer
e-mail: 1[email protected], 2[email protected]
Abstrak
Pakaian pantai merupakan salah satu jenis pakaian yang nyaman dan sejuk untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pakaian pantai diproduksi di Bali. Bali sebagai salah satu tempat wisatamenjadikan pakaian pantai sebagai oleh – oleh khas Bali. Pemasaran produk pakaian pantai biasanya dilakukan dari toko ke toko atau dari mulut ke mulut. Penyajian informasi secara tepat, cepat, akurat serta dinamis merupakan hal yang sangat penting pada sistem pemasaran, dengan cara memberikan segala bentuk informasi yang diperlukan kepada customer maka dapat dipastikan akan lebih memperluas pangsa pasar agar dapat mencapai hasil penjualan lebih maksimal. Penggunaan sarana website di dalam sistem pemasaran adalah merupakan cara paling tepat karena customer mendapatkan informasi data yang lengkap dan akurat serta dapat diakses dimanapun dengan melalui media cyberspace. Konsep perencanaan dan juga perancangan sistem pemasaran pakaian pantai melalui analisa Context diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD).
Kata kunci—Analisa dan Perancangan, Baju Pantai, Website
Abstract
Beachwear is one type of the clothing which is comfortable and comfy and which can be used in daily. Beachwear is produces in Bali. Bali as one of the tourism destination used beachwear as one of Bali’s special gifts. This beachwear is usually promoted from one shop to others or mouth to mouth marketing strategy. Nowadays the presentation of the information in precisely, fast, accurate and dynamic are very important in the marketing system, in order to give widely information which is needed by the customers, by using this strategy that can be assure that can be expanding the market in order to reach the maximum selling target. The usage of the website in the marketing system is the best way to attract the customer to get the accurate and complete information which can be access thru cyberspace media. The concept of the beachwear marketing planning program and prototype through analysis of the Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), and Entity Relationship Diagram (ERD).
Keywords—Analysis and Prototype, Beachwear, Website.
1. PENDAHULUAN
Bali merupakan salah satu tempat tujuan wisata di Indonesia, sebagai tempat wisata tentunya memiliki banyak dan berbagai macam produk oleh – oleh khas Bali yang dijual di tempat wisata tersebut, salah satunya pakaian pantai.Pakaian pantai ini biasanya dijual di toko-toko kerajinan tangan yang menjual pernak-pernik tentang Bali. Pedagang pakaian pantai yang memiliki kemampuan menengah kebawah memiliki kendala dalam memasarkan produknya. Pemasaran produk dari toko ke toko atau dari mulut ke mulut sudah tidak efektif dilakukan.
Kemajuan dunia telekomunikasi juga semakin pesat yang memudahkan para pelanggan untuk dapat mengakses layanan internet melalui mobile yang dimiliki sehingga seorang pelanggan dapat melakukan semua transaksinya hanya dengan mengexplore websitee-commerce tanpa harus berpanas-panasan dan meluangkan banyak waktu untuk datang ketempat transaksi. Perkembangan ini dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk memperluas pemasaran produk. Pada penelitian yang dilakukan oleh Viviliana Siang yang melakukan penelitian tentang perancangan sistem informasi pemasaran produk pempek Nony 168 Palembang [1] menghasilkan kesimpulan hasil bahwa dengan adanya website, perusahaan dapat memperluas promosi produk, meningkatkan market penjualan serta menambah omset penjualan. Sehingga dirancang sebuah sistem informasi pakaian pantai berbasis website sebagai media pendukung pengenalan produk.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia dalam Amin [2] merancang (merencanakan) berarti mengatur segala sesuatu (sebelum bertindak, mengerjakan, melakukan sesuatu). Menurut Jogiyanto, perancangan adalah penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa pengaturan atas beberapa elemen yang terpisah kedalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi [3]. Perancangan adalah proses menuangkan ide dan gagasan berdasarkan teori-teori dasar yang mendukung. Proses perancangan dapat dilakukan dengan cara pemilihan komponen yang akan digunakan, mempelajari karakteristik dan data fisiknya, membuat rangkaian skematik dengan melihat fungsi-fungsi komponen yang dipelajari, sehingga dapat dibuat alat yang sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan [4].
2. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dapat digambarkan pada gambar 1.
Gambar 1. Alur Perancangan Sistem Alur perancangan sistem dilakukan dengan beberapa tahap antara lain : a. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitan ini adalah sebagai berikut: 1. Observasi : Pada tahap ini akan dilakukan observasi langsung ke para pedagang pakaian
pantai untuk mencari informasi tentang produk pakaian pantai yang biasa dijual. Observasi dilakukan ke daerah objek wisata pasar Sukawati dan pasar Guwang yang terletak di Gianyar-Bali.
2. Wawancara : Metode pengumpulan data, dengan cara bertanya langsung kepada para pedagang, untuk memperoleh keterangan yang ada hubungannya dengan penelitian ini. 3. Studi Literatur : Pengumpulan data dari buku-buku referensi dan menganalisa data yang
diperoleh sehingga akan diperoleh suatu simpulan yang lebih terarah pada pokok permasalahan.
b. Analisa Sistem
Tahapinimencakupstudikelayakandananalisiskebutuhan. Tujuannyaadalahuntuk menghasilkanhal-haldetail mengenaikebutuhanyangdibutuhkan oleh pengguna (user). Analisis sistem dilakukan untuk menganalisis sistem yang telah ada atau sedang berjalan saatini untuk
menemukan kelemahan – kelemahan yang terdapat dalam sistem tersebut, sehingga bisa kelemahan tersebut bisa diperbaiki dengan merancang sistem yang baru. Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan informasi pemakai dengan melakukan berbagai kegiatan pengumpulan informasi (wawancara, pengamatan, dan studi pustaka).
c. Desain Sistem
Tahapan ini menghasilkan rancangan yang memenuhi kebutuhan yang ada selama tahap analisis sistem. Dimulai dengan Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD),Entity Relationship Diagram(ERD),Konseptual Database.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN a. DFD (Data Flow Diagram)
Data Flow Diagram (DFD) disebut juga dengan Diagram Arus Data (DAD). DFD adalah: suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan: darimana asal data, dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan, dan proses yang dikenakan pada data tersebut [5].Salah satu manfaat DFD adalah memungkinkan penganalisis sistem memahami keterkaitan antara subsistem yang satu dengan subsistem yang lainnya pada sistem yang sedang digambarkan karena sistem digambarkan secara terstruktur sehingga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan sistem kepada pengguna [6].Data flow diagram menggambarkan komponen-komponen dan alir data antar komponen yang terdapat pada penerapan E-commerce dalam kegiatan pemasaran pakaian pantai berbasis web. Berikut merupakan desain data flow diagram dari sistem ini yang digambarkan mulai dari diagram konteks hingga menjadi data flow diagram level 1.
1. Context Diagram
Pada context diagram terdapat entity-entity yang melakukan kegiatan memberi data maupun yang menerima data. Ada tiga entity utama pada context diagram ini yaitu Admin, Member dan Pengunjung. Context diagram dari perancangan penerapan E-commerce dalam kegiatan pemasaran pakaian pantai berbasis web dapat dilihat pada gambar 2.
SI Pemasaran Pakaian Pantai Admin Data_login Info_login Maintenance_dtbarang Info_dtbarang Maintenance_dtmember Info_dtmember Info_dtcontactus Maintenance_dtberitaInfo_dtberita Maintenance_dtcontactus Maintenance_dtkategori Info_dtkategori Pengunjung Member Info_barang Data_barang Info_berita Data_berita Info_registrasi Data_registrasi Info_barang Data_barang Info_berita Data_berita Info_kategori Data_kategori Data_contactus Info_contactus Data_Laporan Info_Laporan
Gambar 2. Context Diagram 2. DFD Level 0
Pada level 0 ini merupakan penjabaran dari context diagram di atas dan pada level 0 proses context diagram itu dipecah lagi menjadi lima bagian yaitu pertama ”Login”, kedua
”Maintenance” data yang menjelaskan mekanisme umum bagaimana untuk memaintenance data master, entity yang melakukan maintenance, entity yang terlibat dalam maintenance dan hasil dari maintenance tersebut disimpan pada data store tertentu yang telah disediakan, ketiga ”Transaksi” yang menjelaskan secara garis besar alir data yang masuk dan keluar dari proses transaksi tersebut, pada proses transaksi ini juga dijelaskan alur data tentang informasi data berita, informasi data barang, informasi data kategori, informasi data pesanan, informasi data pembayaran dan juga telah disediakan data store yang befungsi sebagai media penyimpanan dari proses transaksi dan yang kelima adalah ”Proses Laporan”, dimana laporan umumnya akan diberikan kepada pimpinan atau pemilik perusahaan namun untuk laporan disini akan diberikan kepada admin yang sekaligus sebagai pemilik website dan pada distributor sebagai mitra dalam website ini. Data Flow Diagram Level 0 dari sistem ini dapat dilihat pada gambar 3.
Gambar 3. DFD Level 0 b. ERD (Entity Relationship Diagram) dan Konseptual Database
Menurut Marlinda Entity Relationship Diagram (ERD) adalah diagram dari sistem yang menggambarkan hubungan antar entitas beserta relasinya yang saling terhubung [7]. ERD menyediakan bentuk untuk menunjukkan struktur keseluruhan dari data user. Dalam ERD data-data tersebut digambarkan dengan menggunakan simbol entity.Adapun ERD yang terdapat pada sistem ini dapat dilihat pada Gambar 4 (a).Konseptual database merupakan rincian dari entity relationship diagram (ERD) dimana terdapat attribute atau struktur file yang merupakan interpretasi dari sistem basis data yang digunakan sebagai media penyimpanan. Gambar berikut merupakan konseptual database dari sistem ini pada Gambar 4 (b).
Login Maintenance Registrasi Cetak Laporan Admin Login_admin Info_login_admin Member Login_member Info_login_member Maintenance_dtmember Info_maintenance_dtmember Maintenance_dtbarang Info_maintenance_dtbarang Info_maintenance_dtkategori Maintenance_dtkategori Maintenance_dtlogin Info_maintenance_dtlogin Info_maintenance_dtlaporan Maintenance_dtlaporan Info_maintenance_dtberita Maintenance_dtberita Data_registrasi Info_registrasi Tb_dtbarang Dt_barang Simpan_dtbarang Tb_dtberita Dt_berita simpan_dtberita Tb_dtmember Dt_member Simpat_dtberita Dt_member Tb_dtkategori Simpan_dtkategori Dt_kategori Info_laporan Pengunjung Transaksi Info_dtbarang Dt_barang Info_dtkategori Dt_kategori Data_berita Info_dtberita Dt_kategori Dt_berita Dt_barang Tb_dtlogin Simpan_dtlogin Dt_login Dt_member Info_laporan Dt_pesanan Info_dtpesanan Dt_barang Info_dtbarang Dt_berita Info_dtberita Info_contactus contactus Tb_dtpesanan Dt_pesanan Simpan_dtpesanan
(a) (b)
Gambar 4. (a) Entity Relationship Diagram, (b) Konseptual Database c. Desain Antarmuka Sistem
Dengan adanya desain antar muka (interface) bertujuan sebagai gambaran pola dasar dalam pembuatan program yang akan dirancang pada penerapan E-commerce dalam pemasaran baju pantai, berikut desain antarmuka sistem.
1. Desain Login Admin
Gambar 6 (a) merupakan desain login pada halaman admin, bagian atas terdapat menu link menuju halaman lain, menu link di atas akan dapat diakses oleh admin yang telah melakukan login, dibagian paling bawah ialah footer. Gambar 6 (b) merupakan desain Home pada halaman admin, bagian atas terdapat menu link menuju halaman lain, dibagian tengah terdapat link data penjual, data member dan manage contact us sedangkan dibagian bawah setelah link tersebut akan ditampilkan kolom data log dari admin.
(a) (b)
Gambar 6. (a) Halaman Login Admin, (b) Halaman Home Admin 2. Desain Halaman Maintenance
Halaman maintenance digunakan untuk maintenance data barang, data kategori, data berita, data member, data pesanan dan data login, dibagian tengah sebagai ruang untuk me-maintenance kategori barang oleh seorang admin, dibagian paling bawah ialah footer. Tampilan maintenance pada halaman admin dapat dilihat seperti pada gambar 8 (a). Halaman barang/produk merupakan halaman dari member dan pengunjung untuk melihat berbagai macam produk baju
Tb_dtkategori Tb_dtbarang Tb_dtmember Tb_dtpesanan Tb_dtmember PK id_dtmember nama jk alamat no_tlp email FK1 id_dtpesanan Tb_dtbarang PK id_dtbarang nama brg harga gambar keterangan status FK1 id_dtkategori Tb_dtkategori PK id_dtkategori nama kategori Tb_dtpesanan PK id_dtpesanan tanggal jumlah FK1 id_dtbarang Tb_dtberita PK id_dtberita tgl berita isi berita gambar Tb_dtlogin PK id_dtlogin username password
pantai yang ditawarkan di website ini. Tampilan halaman produk/barang dapat dilihat pada gambar 8 (b) berikut ini.
(a) (b)
Gambar 8. (a) Halaman Maintenance, (b) Halaman Barang/Produk 4. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian dari tahap-tahap sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada tahap analisa ternyata masih perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan terhadap perancangan sistem sehingga diperlukan memperbanyak data akan kebutuhan pembeli terhadap fasilitas sistem yang akan dibangun dan jenis produk yang dibutuhkan oleh pengunjung.
2. Menganalisa dan merancang sebuah sistem informasi untuk memasarkan produk baju pantai berbasis web dapat dilakukan dengan menggunakan analisa dan perancangan DFD, ERD dan konseptual database.
5. SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat disampaikan adalah penelitian ini sampai tahap perancangan sistem sehingga dapat dilakukan pengembangan untuk implementasi sistem ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Siang, Viviliana. 2002. Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web pada Pempek Nony 168 Palembang. http://eprints.mdp.ac.id/
823/1/JURNAL%202009240002%20VIVILIANA_SIANG%20DAN%202009240012%20 MARGARETA_SUSANTO.pdf diaksen tanggal 25 Januari 2016.
[2] Amin, Choirul., 2006,Inspirasi Desain Rumah Tinggal, Penebar Swadaya, Jakarta. [3] Jogiyanto, HM., 1990, Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur.
Andi, Yogyakarta.
[4] Suyanto, M., 2005,Multimedia alat untuk meningkatkan keunggulan bersaing, C. V. Andi Offset, Yogyakarta.
[5] Kristanto, Andri., 2008, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, edisi revisi,Gava Media, Yogyakarta.
[6] Kendall, Kenneth E Dan Kendall, Julie E., 2003, Analisis dan Perancangan Sistem, Ed. 5, Jilid 1 dan Jilid 2, Prenhallindo, Jakarta.