DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
-
Market Preview
Neraca dagang November bisa surplus US$ 600 juta.
BUMI berniat gelar IPO anak usaha baru.
KLBF perbesar ekspor di kawasan ASEAN
SMGR targetkan penualan 31juta ton semen tahun ini.
M
elihat kinerja IHSG
selama tahun 2013
memang sangat fluktuatif.
Sempat menguat hingga
mencapai rekor di 5214
kemudian melemah hingga ke
level
3967.
Mengakhiri
perdagangan terakhir di 2013,
Senin (30/12/2013), IHSG
ditutup melonjak 61,197 poin
(1,45%) ke level 4.274,17.
Adapun hal ini menunjukkan
bahwa
IHSG
melemah
sebanyak 1% selama tahun
2013. Hal ini sejalan dengan
penjualan bersih yang dilakukan investor asing hingga sebesar Rp
19,9 triliun.
Sementara kinerja bursa global lainnya berbanding terbalik dengan
IHSG. Indeks S&P 500 menanjak 29,6% tahun ini, kinerja tahunan
terbaiknya sejak 1997. Sementara Indeks Dow Jones melaju 26,5%,
terbaik sejak 1995. Indeks Nasdaq melompat 38,3%, terbaik sejak
2009. Hal ini dikarenakan membaiknya pertumbuhan ekonomi di
negara maju sehingga menarik dana dari negara berkembang
seperti Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini IHSG akan berpotensi menguat. Secara
teknikal penutupan IHSG kemarin berhasil menembus resisten di
4250. IHSG juga telah golden cross dengan MA 20d dan mulai
memasuki fase awal uptrend.
IHSG 4230 - 4320
Index Last Chg % DJIA 16576.66 98.25 0.60 S&P 500 1848.36 6.96 0.38 FTSE 100 6749.09 (1.78) (0.03) CAC 40 4295.95 18.30 0.43 DAX 9552.16 (37.23) (0.39) NIKKEI 225 16291.31 112.37 0.69 HANGSENG 23244.87 1.63 0.01 STI 3167.46 17.70 0.56 SHENZHEN 1057.67 6.81 0.65 SHANGHAI 2115.98 14.73 0.70 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 98.64 (0.03) (0.03) CPO (RM/M.T) 2650.00 31.00 1.18 Gold (USD/T.oz) 1211.90 13.20 1.10 Nikel (USD/M.T 13965.00 (345.00) (2.41) Timah (USD/M.T) 22525.00 (375.00) (1.64) Coal (USD/M.T) 86.30 (0.60) (0.69) Exchange Rates Chg % IDR/USD 12165.00 (85.00) (0.69) USD/EUR 1.376 0.00 0.06 JPY/USD 105.28 (0.04) (0.04) IDR/SGD 9618.12 (30.63) (0.32) IDR/AUD 10828.80 (17.97) (0.17) Dual Listed USD IDR Chg %TLK.NYSE 35.85 10903 0.58 1.64 Top Gainers IDR % Chg
ESSA 2,450 23 450 MAYA 2,200 22 400
ERTX 280 22 50
SMRU 300 20 50
SRAJ 285 19 45
Top Losers IDR % Chg
MYOR 22,500 (11.60) (2,950)
LAPD 98 (10.10) (11)
ICON 360 (10.00) (40)
MAGP 100 (6.50) (7)
BAEK 1,700 (5.60) (100) Top Value IDR % (miliar)
TRAM 1,600 0.00 509 B SILO 9,450 (0.50) 373 B BMRI 7,650 (1.90) 322 B
BBRI 7,150 2.10 249 B TLKM 2,125 0.00 219 B
Top Volume IDR % (juta)
TRAM 1,600 0.00 316.889 TMPI 440 1.10 234.379 GAMA 105 16.70 231.974 META 260 0.00 196.202 LCGP 290 5.50 194.629 IHSG 4,274.18 Change 61.20 Change (%) 1.45 Change (%/ytd) (0.98)
Total Value (IDR triliun) 4.199 Total Volume (miliar saham) 4.996 Net Foreign Buy (IDR miliar) 704.109
Neraca dagang November bisa surplus US$ 600 juta. Pemerintah memprediksi neraca perdagangan November 2013 bakal surplus di kisaran US$ 600 juta. Optimisme itu dilontarkan Menteri Keuangan Chatib Basri melihat impor non migas yang turun, dan ekspor mulai naik. Chatib mengklaim, surplus neraca perdagangan pada November 2013 terjadi karena berbagai kebijakan yang telah dilaku-kan pemerintah. Salah satunya kebijadilaku-kan menaikdilaku-kan pajak penghasilan (PPh) kepada para importir atau dikenal dengan PPh pasal 22. Pemerintah menaikkan tarif PPh yang semula 2,5% menjadi 7,5% ke importir yang belum memiliki pengenal impor. Meskipun demikian, Chatib mengakui sulit untuk mengerem impor lebih besar lagi. Sebab tekanan impor terbesar yang dialami Indonesia, berasal dari impor bahan bakar minyak (BBM). Sampai akhir 2013 realisasi pemakaian BBM subsidi diperkirakan hanya akan mencapai 46 juta kiloliter (Kl), lebih rendah dibanding kuota APBN perubahan 2013 yang sebesar 48 juta kiloliter. Namun dari sisi nominal, nilai subsidi BBm diprediksi naik dari Rp 199 triliun menjadi Rp 250 triliun akibat asumsi nilai tukar rupiah yang melemah. Dari asumsi Rp 9.600, melemah ke Rp 12.189 per dollar Amerika Serikat (31/12). Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memprediksi impor migas turun pada November 2013, sementara, ekspor produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) naik. Sebab perbaikan kondisi ekonomi global mendorong harga jual CPO. Selain harga, volume ekspor CPO juga naik. Jika perkiraan itu benar terjadi, maka surplus neraca perdagangan November 2013 akan lebih tinggi dibanding bulan Oktober 2013 yang sebesar US$ 42,4 juta. Surplus neraca perdagangan US$ 600 juta juga akan menjadi yang tertinggi selama tahun 2013. (Kontan Online)
BUMI berniat gelar IPO anak usaha baru. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memang tidak pernah kehabisan akal untuk menggelar aksi korpoprasi. Emiten batubara ini bahkan menyebutkan bakal menawarkan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) atas anak usaha yang akan dibentuknya. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava mengatakan, tahun ini pihaknya tengah memikirkan membuat satu lagi entitas bertujuan khusus alias special purpose vehicle (SPV). BUMI akan menguasai 70% porsi kepemilikan saham SPV itu. Selanjutnya, BUMI akan membawa SPV tersebut ke bursa saham. Dileep menyatakan, BUMI akan menem-patkan beberapa aset bisnisnya di SPV itu. Sayang, Dileep masih enggan menjelaskan lebih detail rencana tersebut. Dia juga belum bersedia berbicara tentang jumlah emisi yang diincar dari aksi IPO ini.BUMI saat ini memiliki beberapa anak usaha. Sebut saja antara lain PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia, Indocoal Resources (Cayman) Limited, PT Indocoal Kalsel Resources, dan PT Indocoal Kaltim Resources. Selain menyiapkan IPO anak usaha, Dileep mengatakan, ekspansi produksi tetap menjadi perhatian BUMI. Tahun ini, BUMI menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 50 juta. Dileep menyebut, seluruh capex berasal dari kas internal. BUMI akan mengalokasikan 60%-70% dari capex itu untuk biaya pemeliharaan dan sisanya belanja rutin. (Kontan Online)
KLBF perbesar ekspor di kawasan ASEAN. Tahun ini PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berikhtiar memacu ekspor di pasar ASEAN. Emiten saham di industri farmasi ini akan memasarkan sejumlah produk baru ke beberapa ASEAN, termasuk Filipina. Vidjongtius, Direktur dan Sekretaris Perusahaan KLBF, menyatakan, perusahaan ini akan memasarkan produk nutrisi seperti susu serta beberapa produk obat ke Filipina. Selain Filipina, KLBF juga menyasar Myanmar dan Vietnam. Kedua negara ini sudah menjadi sasaran ekspor KLBF sejak tahun 2013. Namun, perusahaan tersebut masih kesulitan menembus pasar farmasi dan nutrisi dua negara tersebut. Khusus di Myanmar dan Vietnam, KLBF berniat mencari mitra strategis. Sebab kedua negara itu cukup potensial sebagai pasar produk-produk farmasi. Namun sayang, hingga saat ini KLBF masih belum menemukan mitra bisnis yang cocok di Myanmar dan Vietnam. Oleh karena itu, KLBF men-gubah strategi ekspansi di Myanmar dan Vietnam. KLBF akan menjual secara langsung obat-obat bebas dan produk nutrisi tanpa menggandeng mitra lokal. Ekspansi tersebut akan mulai dilakukan pada kuartal kedua tahun 2014. Pendapatan KLBF tahun ini dari pasar ekspor diperkirakan tidak bertumbuh pesat. Pasalnya, ekspansi regional diperkirakan hanya menambah 1% pendapatan ekspor KLBF. Vidjongtius menyebutkan, tahun 2013 pendapatan ekspor hanya menyumbang 4% dari total pendapatan perusahaan tersebut. Manajemen KLBF berharap, kontribusi pendapatan dari pasar ekspor bisa naik menjadi 5%-10% dari total pendapatannya, dalam lima tahun ke depan. Secara umum, KLBF tak terlalu ekspansif di tahun ini. Hal itu tampak pada pengurangan anggaran ekspansi emiten farmasi tersebut. Tahun 2013, KLBF menyediakan anggaran belanja Rp 1,2 triliun. Tahun ini, KLBF menyediakan anggaran belanja seki-tar Rp 1 triliun. Vidjongtius menyatakan, KLBF memang mematok seki-target konservatif bagi pertumbuhan pendapatan tahun ini. Meskipun, pertumbuhan industri farmasi diprediksi masih kencang karena terbentuknya Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS). Tahun ini Pendapatan KLBF diperkirakan naik 15% dibandingkan prediksi tahun 2013 yang sebesar Rp 16 triliun. Asal tahu saja, target pendapatan tahun 2013 naik 18% dari pencapaian tahun 2012. Namun sebagai catatan, pertumbuhan pendapatan yang diperoleh KLBF lebih tinggi ketimbang rata-rata pertumbuhan pasar industri farmasi yang sebesar 15% di tahun 2013. (Kontan Online)
SMGR targetkan penualan 31juta ton semen tahun ini. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menargetkan bisa mebukukan kenaikan penjualan semen sekitar 11% tahun ini. Peningkatan penjualan perseroan terjadi seiring dengan kenaikan penjualan semen nasional yang diproyeksikan mencapai 6% year-on-year (yoy). Dwi Soetjipto, Direktur Utama SMGR memperkirakan, penjualan perusahaan hingga akhir Desember 2013 sebanyak 27,95 juta ton. Perinciannya, penjualan SMGR sendiri sebesar 13,64 juta ton. Kemudian, dari Semen Padang 7,27 juta ton, dam Semen Tonasa sebanyak 6,33 juta ton. Adapun, penjualan dari perusahaan semen di Vietnam, Thang Long Cement (TLCC) sebesar 2,29 juta ton. Di tahun kuda kayu ini, BUMN semen tersebut menargetkan bisa menjual 31 juta ton se-men. (Kontan Online)
DSSA Bidik Pendapatan Naik 30% ke US$780 Jt. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membidik pendapatan 2014 sekitar US$780 juta atau tumbuh 30% dari estimasi sepanjang tahun ini sebesar US$600 juta. Direktur sekaligus Seketaris Perusahaan PT Dian Swasta-tika Sentosa Tbk, Hermawan Tarjono mengatakan, pendapatan tahun depan diharapkan akan tumbuh 30% dari pendapatan tahun ini, diharapkan harga batubara 2014 bisa membaik dari tahun ini.Menurut Hermawan, kontribusi pendapatan tahun depan masih didomi-nasi oleh batu bara yanki sekitar 70% dan sisanya dari anak usaha perseroan.Tercatat perseroan hingga Juni mengalami penurunan pendaparan sebesar 7,58% menjadi US$300,14 juta dari sebelumnya US$324,77 juta. Sementara laba bersih sebesar US$2,04 juta dari sebelumnya US$17,53 juta. (Inilah.com)News Update
2
Stock Picks
3ADRO 1030 - 1160 Accumulation Buy
ADRO kemarin menguat tipis ke level 1090. Adapun posisi ADRO saat ini berada di middle area. Level
terendah ADRO dalam setahun terakhir berada di level 640 dan tertinggi di level 1770. Pada perdagangan
akhir tahun kemarin ADRO membentuk candle hammer dengan ekor yang panjang. Hal ini didukung dengan
peningkatan jumlah volume transaksi hingga diatas rata-rata perdagangan. Pola tersebut merupakan pola
reversal yang memungkinkan ADRO mengakhiri downtrend dalam beberapa hari terakhir. Indikator teknikal
lainnya seperti RSI dan Stochastic juga menunjukkan pola reversal. RSI rebound pada batas oversold.
Sedangkan stochastic berhasil golden cross di area oversold. Namun indikator MACD masih dalam
downtrend.
Stock Picks
4
BBCA 9300 - 9900 Spec Buy
BBCA kemarin berhasil tutup diatas resisten kuat di 9550. BBCA menguat 2,13% ke posisi 9600. Adapaun
penguatan tersebut tidak diiringi dengan peningkatan volume yang signifikan. Akan tetapi indikator teknikal
seperti MACD berhasil golden cross. Histogram MACD juga meningkat dengan membantuk histogram hijau.
Adapun indikator teknikal lainnya seperti RSI dan stochastic masih berada di area netral. Namun stochastic
berhasil membentuk sinyal positif berupa golden cross.
BBCA diprediksi akan memperoleh kinerja menggiurkan pada tahun 2013. Lihat saja, realisasi pertumbuhan
kredit melebihi target sebesar 22%, artinya pendapatan bunga yang diperoleh lebih tinggi jika beban bunga
tak besar. Per akhir Oktober tahun lalu, Bank BCA mengantongi laba bersih Rp 11,46 triliun, sedangkan laba
pada kuartal III 2013 tumbuh 25,2% menjadi Rp 10,4 triliun. Perolehan laba tersebut seiring pertumbuhan
kredit sebesar 25,8%.
Stock Picks
5
PGAS 4400 - 4550 Spec Buy
PGAS pada perdagangan akhir tahun kemarin berhasil membentuk pola bullish harami. Pola tersebut
merupakan pola reversal yang dapat mengakhiri downtrend PGAS yang telah terjadi dalam seminggu
terakhir. Adapun target penguatan dari PGAS mencapai 4850. Volume masih rendah belum menunjukkan
peningkatan. Sementara indikator teknikal lainnya juga telah menunjukkan potensi reversal. MACD masih
downtrend akan tetapi histogramnya telah menguat. Selain itu RSI juga masih berada di area oversold.
Sementara stochastic telah golden cross di area oversold.
Selasa, 02 Januari 2013
Saham Pilihan :
BWPT 1300 - 1400 Maintain Buy
INDF 6350 - 6800 Spec Buy
LSIP 1850 - 2010 Spec Buy
Stock View
6
Selasa, 02 Januari 2013
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q2 2013 G (%) EPS Q2 13 G (%) PE IHSG
4274.18 4288.04 4301.91 4246.45 4218.73
PERKEBUNAN AALI 25100 25,250.00 25,400.00 24,800.00 24,500.00 5,495,534.00 -2.68 455.30 -25.21 27.56 BWPT 1330 1,353.33 1,376.67 1,303.33 1,276.67 546,351.26 5.01 21.16 -44.27 31.43 LSIP 1930 1,943.33 1,956.67 1,903.33 1,876.67 1,927,529.00 -13.57 26.26 -71.97 36.75 SGRO 2000 2,050.00 2,100.00 1,975.00 1,950.00 SIMP 780 793.33 806.67 773.33 766.67 6,454,605.00 -7.52 6.82 -84.28 57.20 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1090 1,106.67 1,123.33 1,056.67 1,023.33 15,681,584.59 -14.35 35.76 -53.60 15.24 BORN 174 177.33 180.67 172.33 170.67 BRAU 186 191.00 196.00 183.00 180.00 7,169,850.05 -1.84 -12.09 -12.91 -7.69 BUMI 300 303.33 306.67 298.33 296.67 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 1,187,271.77 -23.79 -3.08 33.46 -8.10 HRUM 2750 2,841.67 2,933.33 2,666.67 2,583.33 4,617,446.50 -16.48 80.53 -74.37 17.07 ITMG 28500 28,816.67 29,133.33 27,866.67 27,233.33 10,818,499.39 -5.24 -1,024.92 -149.51 -13.90 PTBA 10200 10,350.00 10,500.00 10,100.00 10,000.00 5,433,619.00 -6.15 377.64 -44.06 13.51 PTRO 1150 1,170.00 1,190.00 1,140.00 1,130.00 1,807,445.37 9.27 105.99 -45.90 5.42
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 111 112.67 114.33 109.67 108.33 456,704.00 143.71 5.71 857.78 9.72 ELSA 330 331.67 333.33 326.67 323.33 1,974,037.00 -13.75 11.41 72.34 14.46
ENRG 70 70.33 70.67 69.33 68.67
ESSA 2375 2,491.67 2,608.33 2,316.67 2,258.33 197,928.35 -24.51 69.88 -16.18 16.99 MEDC 2100 2,133.33 2,166.67 2,058.33 2,016.67 4,254,873.80 -19.03 15.20 56.26 69.07
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 1090 1,110.00 1,130.00 1,080.00 1,070.00 INCO 2650 2,683.33 2,716.67 2,583.33 2,516.67 5,021,085.37 24.51 44.03 736.26 30.09 TINS 1600 1,613.33 1,626.67 1,573.33 1,546.67 2,793,577.00 -32.35 27.25 -59.17 29.36 SEMEN INTP 20000 20,183.33 20,366.67 19,833.33 19,666.67 8,917,704.00 8.85 657.71 11.83 15.20 SMCB 2275 2,308.33 2,341.67 2,233.33 2,191.67 4,481,736.00 6.95 60.95 -7.40 18.66 SMGR 14150 14,233.33 14,316.67 14,083.33 14,016.67 11,422,242.66 31.93 435.73 22.87 16.24
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 86 88.33 90.67 84.33 82.67 JPRS 270 276.67 283.33 266.67 263.33 KRAS 495 506.67 518.33 486.67 478.33 PAKAN TERNAK CPIN 3375 3,433.33 3,491.67 3,333.33 3,291.67 11,984,498.00 17.03 93.35 -9.50 18.08 JPFA 1220 1,236.67 1,253.33 1,206.67 1,193.33
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 6800 6,883.33 6,966.67 6,683.33 6,566.67 94,279,000.00 -1.71 217.84 -8.88 15.61 GJTL 1680 1,716.67 1,753.33 1,656.67 1,633.33 6,129,102.00 -3.72 131.86 -12.67 6.37
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 10200 10,316.67 10,433.33 10,066.67 9,933.33 INDF 6600 6,650.00 6,700.00 6,500.00 6,400.00 MYOR 26000 26,633.33 27,266.67 24,733.33 23,466.67 5,796,156.81 6.50 589.00 34.29 22.07 ROTI 1020 1,036.67 1,053.33 1,006.67 993.33 706,876.77 23.93 74.80 4.74 6.82 GGRM 42000 42,183.34 42,366.67 41,633.34 41,266.67 26,637,719.00 13.07 1,144.54 4.82 18.35 INAF 153 154.33 155.67 152.33 151.67 346,228.92 -14.45 -3.00 -251.48 -25.49 KAEF 590 603.33 616.67 563.33 536.67 1,740,950.51 9.95 7.70 -48.98 38.31 KLBF 1250 1,260.00 1,270.00 1,230.00 1,210.00 7,421,128.22 18.85 18.16 11.62 34.42
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q2 2013 G (%) EPS Q2 13 G (%) PE PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 215 221.67 228.33 211.67 208.33 2,427,175.34 4.76 21.82 2.31 4.93 ASRI 430 436.67 443.33 426.67 423.33 1,822,995.20 63.46 38.04 42.10 5.65 BKSL 157 159.67 162.33 155.67 154.33 BSDE 1290 1,303.33 1,316.67 1,263.33 1,236.67 2,899,355.45 80.85 87.65 160.65 7.36 COWL 470 476.67 483.33 466.67 463.33 178,797.61 20.66 5.60 -18.50 41.95 CTRA 750 756.67 763.33 736.67 723.33 2,476,041.16 87.74 28.25 145.37 13.27 CTRP 620 626.67 633.33 606.67 593.33 844,546.15 173.53 40.85 149.82 7.59 CTRS 1310 1,320.00 1,330.00 1,300.00 1,290.00 544,397.99 8.82 103.60 61.38 6.32 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 193 195.33 197.67 190.33 187.67 MDLN 390 393.33 396.67 383.33 376.67 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 1510 1,526.67 1,543.33 1,496.67 1,483.33 DGIK 150 152.33 154.67 146.33 142.67 663,052.06 18.56 6.75 106.81 11.11 PTPP 1160 1,166.67 1,173.33 1,146.67 1,133.33 SSIA 560 573.33 586.67 553.33 546.67 2,349,408.81 32.98 81.19 2.70 3.45 TOTL 500 546.67 593.33 476.67 453.33 1,189,067.60 38.83 29.20 18.45 8.56 WIKA 1580 1,596.67 1,613.33 1,566.67 1,553.33 5,282,412.94 31.28 45.66 55.68 17.30
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 4475 4,491.67 4,508.33 4,441.67 4,408.33 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 3350 3,500.00 3,650.00 3,150.00 2,950.00 472,349.52 6.57 92.94 -4.49 18.02 JSMR 4725 4,750.00 4,775.00 4,675.00 4,625.00 4,752,555.94 45.17 111.96 -17.71 21.10 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 1,304,870.67 -5.12 -9.57 60.96 -2.61 EXCL 5200 5,275.00 5,350.00 5,050.00 4,900.00 10,290,761.00 0.02 78.56 -54.11 33.10 ISAT 4150 4,200.00 4,250.00 4,075.00 4,000.00 11,708,059.00 12.83 -42.54 -75.37 -48.78 TLKM 2150 2,158.33 2,166.67 2,133.33 2,116.67 40,160,000.00 8.25 353.42 10.84 3.04 TRANSPORTASI GIAA 500 506.67 513.33 486.67 473.33 MBSS 1010 1,020.00 1,030.00 1,000.00 990.00 743,824.85 15.24 110.92 11.99 4.55 WINS 680 693.33 706.67 653.33 626.67 813,321.40 50.87 31.08 14.95 10.94
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 590 603.33 616.67 583.33 576.67 4,103,172.90 29.58 -15.13 -110.44 -19.50 BANK BBCA 9600 9,666.67 9,733.33 9,516.67 9,433.33 15,731,522.00 19.21 256.38 19.30 18.72 BBKP 620 636.67 653.33 596.67 573.33 BBNI 3950 3,975.00 4,000.00 3,900.00 3,850.00 12,232,132.00 10.56 229.42 30.20 8.61 BBRI 7250 7,283.33 7,316.67 7,183.33 7,116.67 27,023,251.00 10.52 411.52 16.69 8.81 BBTN 870 876.67 883.33 856.67 843.33 5,008,661.00 18.75 63.75 2.20 6.82 BDMN 3775 3,841.67 3,908.33 3,716.67 3,658.33 9,670,837.00 4.86 207.10 -0.92 9.11 BJBR 890 896.67 903.33 876.67 863.33 3,931,110.00 16.84 76.87 24.23 5.79 BMRI 7850 7,900.00 7,950.00 7,750.00 7,650.00 23,114,382.00 14.30 355.46 16.05 11.04 BNGA 920 930.00 940.00 910.00 900.00 8,491,044.00 8.25 84.90 7.56 5.42
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 4375 4,450.00 4,525.00 4,325.00 4,275.00 10,616,563.52 -0.92 90.43 17.90 24.19 INTA 260 263.33 266.67 253.33 246.67 1,443,586.00 -12.67 12.59 -37.06 10.32 UNTR 19000 19,216.67 19,433.33 18,666.67 18,333.33 24,901,298.00 -18.65 619.20 -25.03 15.34 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5500 5,650.00 5,800.00 5,350.00 5,200.00 4,380,445.00 26.56 87.79 -12.24 31.33 RALS 1060 1,090.00 1,120.00 1,030.00 1,000.00 2,486,440.00 3.68 15.14 4.70 35.01
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2625 2,658.33 2,691.67 2,583.33 2,541.67 3,134,243.00 2.90 67.76 27.11 19.37 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 199 201.33 203.67 194.33 189.67
Corporate Action
8
RUPS
EMITEN
JENIS
TANGGAL
TEMPAT
IATA Indonesia Air Transport Tbk. EGM 07/11/2013 Ruang Bima MNC Tower Lt. B2, Jl. Kebon Sirih No. 17-19 Jakarta 10340
BNII Bank Internasional Indonesia Tbk. EGM 11/11/2013 HERO Hero Supermarket Tbk. EGM 12/11/2013
SRIL Sri Rejeki Isman Tbk EGM 15/11/2013 Rubby Room - Hotel Diamond, Jl. Slamet Riyadi 394 Solo
HMSP H.M. Sampoerna Tbk. EGM 18/11/2013 Ruang Taman Sampoerna - One Pasific Place Building Lt. 18, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 ICON Island Concepts Indonesia Tbk EGM 18/11/2013 Hotel Century Park, Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270 PYFA Pyridam Farma Tbk EGM 18/11/2013
MCOR Bank Windu Kentjana International
Tbk. EGM 19/11/2013
MYRX Hanson International Tbk. EGM 20/11/2013
TRIM Trimegah Securities Tbk. EGM 20/11/2013 Gardenia Room - Hotel Gran Mahakam, Lobby Level, Jl. Ma-hakam I No. 6 Jakarta 12130
VOKS Voksel Electric Tbk. EGM 22/11/2013 PT Voksel Electric Tbk, Gd. Menara Karya Lt. 3, Jl. HR Rasuna Said Kav. 1-2 Jakarta
KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk. EGM 22/11/2013 President Lounge - Menara Batavia Lt. Dasar, Jl. KH Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta 10220
ATPK ATPK Resources Tbk. EGM 22/11/2013 Hotel Le Meridien - Ruang Puri Asri 1&2, Jl. Jend. Sudirman Kav. 18-20 Jakarta 10220
INPC Bank Artha Graha Internasional Tbk. EGM 27/11/2013
BABP Bank ICB Bumiputera Tbk. EGM 28/11/2013 Menara ICB Bumiputera Lt. 9, Jl. Probolinggo No. 18 Men-teng, Jakarta Pusat 10350
STOCK SPLIT &
REVERSE STOCK
RASIO
JADWAL
KETERANGAN
MDLN
Stock Split
1 : 2
12-Nov-13
Akhir Perdagangan Nominal Lama
13-Nov-13
Awal Perdagangan Nominal Baru
15-Nov-13
Recording Date
18-Nov-13
Distribusi Dengan Nilai Nominal Baru
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH
DIVIDEN
CUM DIVIDEN
RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
MICE 15 12/11/2013 13/11/2013 29/11/2013 BRNA 23 08/11/2013 11/11/2013 27/12/2013 MAIN 36 08/11/2013 11/11/2013 13/11/2013 MLBI 9,500 08/11/2013 11/11/2013 27/11/2013 RUIS 8 07/11/2013 08/11/2013 22/11/2013 TKIM 25 06/11/2013 07/11/2013 25/11/2013 GMTD 50 30/10/2013 31/10/2013 19/11/2013 ITMG 1 29/10/2013 30/10/2013 15/11/2013 KOBX 5 22/10/2013 23/10/2013 11/11/2013 JAWA 12 13/08/2013 14/08/2013 30/08/2013 KKGI 75 12/08/2013 13/08/2013 26/08/2013 TIRA 48 12/08/2013 13/08/2013 29/08/2013 PTIS 15 29/07/2013 30/07/2013 22/08/2013 INDF 185 17/07/2013 18/07/2013 02/08/2013 SIMP 22 15/07/2013 16/07/2013 01/08/2013 ICBP 186 12/07/2013 15/07/2013 31/07/2013 LION 400 08/07/2013 09/07/2013 25/07/2013 LMSH 150 08/07/2013 09/07/2013 25/07/2013 LTLS 32 08/07/2013 09/07/2013 25/07/2013 CTRA 75 05/07/2013 08/07/2013 24/07/2013 TSPC 75 05/07/2013 07/07/2013 24/07/2013 APLN 6 04/07/2013 05/07/2013 23/07/2013 GDYR 275 04/07/2013 05/07/2013 23/07/2013 JPFA 20 03/07/2013 04/07/2013 22/07/2013 JTPE 7 03/07/2013 04/06/2013 22/07/2013RIGHT
ISSUE
RASIO
NOMINAL
HARGA
HARGA
PELAK-SANAAN
JADWAL
KETERANGAN
BBKP
125.000 : 41.657
Rp. 100 21-Oct-01
18-Dec-13 Cum HMETD di Pasar Reguler
23-Dec-13 Recording Date
24-Dec-13 Distribusi HMETD
27-Dec-13 Pencatatan Efek di Bursa
27/12/13 - 06/01/14 Periode Perdagangan HMETD
27/12/13 - 06/01/14 Periode Pelaksanaan HMETD
8-Jan-14 Pembayaran Pemesanan Saham Tamb
9-Jan-14 Tanggal Penjatahan
10-Jan-14 Refund
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.