• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK OLAHAN JAMUR LINGZHI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK OLAHAN JAMUR LINGZHI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK OLAHAN JAMUR LINGZHI CV. HERBA

NUSANTARA DI DESA KUDU KECAMATAN BAKI KABUPATEN SUKOHARJO

Hana Fadhillah Noor, Kusnandar, Emi Widiyanti

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Telp./ Fax.(0271) 637457

E-mail: hanafadhillah09@gmail.com. Telp. 085647032951

Abstract: The purpose of this study was to examine the decision-making

process in the purchase of refined products consumer lingzhi mushroom CV. Herba Nusantara and to analyze the factors that consumers consider the purchase decisions of refined products lingzhi mushroom in the CV. Herba Nusantara . The basic method in this study uses a descriptive method . Location of the study was on the CV . Herba Nusantara. Respondent retrieval methods used in this study was a convenience sampling. The number of samples is taken as 100. Factor analysis using data derived from the opinions of respondents to 12 research variables were observed in this study. The results of the factor analysis shows that there are 3 factors into consideration in purchasing decisions of refined products lingzhi mushroom in CV.Herba Nusantara . The third factor is the factor I (27.736 %) , factor II (12.283 %) , and factor III (11.361 %) . The variables that consumers consider the purchase of refined products in the lingzhi mushroom CV. Herba Nusantara based on the value of the factor loading of the factor I is a variable of product efficacy (0.827), factor II is a variable of flavor products (0,652), and factor III is the type of a variable strategic locations (0,709).

Keywords: Factor Analysis, Marketing Mix, Purchasing decisions, Lingzhi Mushroom

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara dan untuk menganalisis faktor yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara. Metode dasar dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di CV. Herba Nusantara. Metode pengambilan responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah adalah 100 orang. Analisis faktor menggunakan data yang berasal dari pendapat responden terhadap 12 variabel penelitian yang diamati dalam penelitian ini. Hasil analisis faktor menunjukkan terdapat 3 faktor yang menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian produk olahan jamur lingzhi di CV.Herba Nusantara. Ketiga faktor tersebut adalah faktor I, (27,736%), faktor II (12,283%), dan faktor III (11,361%). Variabel-variabel yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara berdasarkan besarnya nilai factor loadingnya dari faktor I adalah variabel khasiat produk (0,827), faktor II adalah variabel rasa produk (0,652), dan dari faktor III adalah variabel kestrategisan lokasi (0,709).

Kata Kunci: Analisis Faktor, Bauran Pemasaran, Keputusan Pembelian, Jamur Lingzhi

(2)

PENDAHULUAN

Bidang pertanian di Indonesia tidak hanya membudidayakan tanaman pangan saja namun juga tanaman herbal untuk pengobatan tradisional dan menjaga kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu bahan obat herbal di Indonesia adalah jamur lingzhi. Jamur lingzhi adalah jamur yang memiliki banyak khasiat. Bila kebanyakan jamur digunakan untuk kebutuhan konsumsi, maka jamur lingzhi memiliki perbedaan. Jamur lingzhi lebih banyak dipergunakan untuk keperluan medis dan pengobatan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan periset dari USA, Jepang, China, Jerman, Kanada, Malaysia,

Singapura dan Indonesia

menunjukkan bahwa lingzhi memiliki kandungan lebih dari 200 elemen zat aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Misalnya polisakarida yang dapat mengurangi kadar gula darah serta memperkuat kekebalan tubuh (Yunitasari, 2012). Saat ini masyarakat lebih banyak memilih pengobatan herbal karena tidak memiliki efek samping pada jangka panjang, dan salah satu obat herbal yang semakin hari semakin diminati oleh banyak konsumen adalah jamur lingzhi, karena khasiatnya yang sangat banyak untuk kesehatan manusia. Potensi dari jamur lingzhi itu semakin besar maka banyak pelaku bisnis yang memanfaatkan kesempatan ini dengan membuat produk olahan jamur lingzhi untuk memudahkan masyarakat dalam mengkonsumsi jamur lingzhi ini. Salah satu produsen yang mengolah jamur lingzhi untuk mendapatkan nilai tambah adalah CV. Herba Nusantara.

CV. Herba Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang herbal. Visi dari CV. Herba Nusantara yaitu menciptakan bangsa

yang sehat, menghindari

ketergantungan obat. Misi CV. Herba Nusantara yaitu sehat dengan mengkonsumsi obat herbal dan terapi pennasia. Terapi pennasia adalah terapi yang perawatannya tanpa menggunakan obat. CV.Herba Nusantara pada awalnya bernama PT. Sari Bumi Nusantara dan pada tahun 2007 berganti nama menjadi CV. Herba Nusantara. CV.Herba Nusantara memproduksi berbagai produk olahan jamur lingzhi yaitu kapsul ekstrak jamur lingzhi, sirup lingzhi dan serbuk lingzhi.

Satu hal yang terpenting dalam produk herbal adalah bagaimana menyakinkan para konsumen akan khasiat dari produk tersebut agar para konsumen tertarik untuk mengkonsumsi produk herbal tersebut. Agar konsumen yakin dan percaya akan khasiat dari produk herbal maka diperlukan langkah pemasaran yang tepat agar penjualan produk menjadi maksimal. Dalam strategi pemasaran yang tepat terdapat bauran pemasaran atau marketing mix yang terdiri dari 4 P yaitu Product, Price, Promotion dan Place. Keempat P tersebut secara bersama-sama terangkai dalam bauran pemasaran (Ginting, 2012). Menurut Silverman (1995) marketing mix adalah konsep pemasaran yang

awal dan pengembangannya

misterius untuk para peneliti pemasaran dan manajer. Menurut Sumawihardja, dkk (1991) tugas perusahaan ialah menemukan kombinasi yang paling baik dari marketing decision variables yang

(3)

dikuasainya. Kombinasi (rangkaian) tersebut dinyatakan sebagai marketing mix, sehingga definisi dari marketing mix adalah pengaturan dari variabel keputusan pemasaran perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Merk merupakan variabel yang sangat penting dalam produk. Menurut Riaz dan Tanveer (2012) dasar dari marketing mix pada faktor produk adalah perspektif branding atau merek. Branding adalah alat penting keberhasilan di pasar saat ini. Jika sebuah perusahaan ingin berhasil di sebuah pasar, perlu untuk memposisikan diri dalam benak pelanggan dan menciptakan citra merek yang kuat. Sedangkan menurut Widodo dan Wahyudi (2009) bahwa suatu produk dengan brand equity yang kuat dapat membentuk landasan merek yang kuat dan mampu mengembangkan keberadaan suatu merek dalam persaingan jangka waktu yang lama. Rajh (2005) berpendapat bahwa unsur-unsur bauran pemasaran yang berbeda berdampak pada penciptaan ekuitas merek dengan tingkat intensitas yang berbeda, serta beberapa unsur bauran pemasaran negatif dapat mempengaruhi penciptaan ekuitas merek.

Harga merupakan elemen kedua bauran pemasaran yang membawa pendapatan, sementara elemen marketing mix lainnya merupakan biaya (Tolušić dkk,2002). Harga produk harus sejalan dengan karakteristik dasar produk dan fitur. Faktor bauran pemasaran yang ketiga adalah promotion atau promosi. Promosi berkaitan erat dengan iklan, penjualan pribadi, promosi

penjualan, dan hubungan

masyarakat. Membangun hubungan

yang baik dengan pelanggan membutuhkan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik, menetapkan harga untuk produk itu secara atraktif dan menyediakan produk itu bagi pelanggan sasaran. Segala bentuk komunikasi mereka harus direncanakan dan dipadukan kedalam program komunikasi pemasaran yang dintegrasikan secara cermat (Kotler dan Amstrong, 2006). Place atau tempat merupakan salah satu unsur bauran pemasaran yang penting. Tempat mencakup semua

kegiatan perusahaan yang

mengusahakan agar produknya tersedia bagi konsumen yang dituju. Tempat mencakup semua kegiatan perusahaan yang mengusahakan agar produknya tersedia bagi konsumen yang dituju. (Ginting, 2012).

Penelitian ini meneliti tentang keputusan pembelian produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara. Suatu proses keputusan

pembelian bukan sekedar

mengetahui berbagai faktor yang akan mempengaruhi pembeli, tetapi berdasarkan peranan dalam pembelian dan keputusan untuk membeli. Menurut Kotler (2000) terdapat lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku purna pembelian. Model ini

menekankan bahwa proses

pembelian bermula sebelum pembelian dan berakibat jauh setelah pembelian. Setiap konsumen tentu melewati kelima tahap ini untuk setiap pembelian yang mereka buat.

Analisis faktor digunakan untuk menguji efektifitas faktor bauran pemasaran yang paling

(4)

dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Mengkaji proses pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara,(2) Menganalisis faktor

bauran pemasaran yang

dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara.

METODE PENELITIAN

Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekskriptif. Lokasi penelitian yaitu di CV. Herba Nusantara karena berdasarkan data dari UMKM Soloraya, CV.Herba Nusantara merupakan produsen yang berbentuk perusahaan dengan omzet terbesar yang mengolah hasil jamur lingzhi yang berada di Kabupaten Sukoharjo. Metode pengambilan sampel responden dalam penelitian adalah dengan metode non probability sampling, karena populasi yang diteliti jumah dan identitas sampel responden tidak diketahui, selain itu juga dilakukan pengambilan sampel secara convenience sampling. Sugiyono (2004) convinence sampling atau

accidental sampling adalah

mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data dengan kriteria utama yang terdapat dalam penelitian ini yaitu orang tersebut merupakan konsumen atau pembeli dari produk

olahan jamur lingzhi yang membeli di toko CV.Herba Nusantara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk olahan jamur lingzhi CV. Herba Nusantara. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang.

Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data sekunder digunakan untuk mendukung penelitian ini. Data primer dari penelitian ini meliputi identitas responden dan faktor bauran pemasaran yang paling dominan serta variabel-variabel yang paling dominan pada faktor bauran pemasaran yang mempengaruhi

konsumen dalam melakukan

pembelian jamur lingzhi di CV.Herba Nusantara. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku literatur, jurnal-jurnal ekonomi dan bisnis, jurnal internasional, dan data perusahaan CV. Herba Nusantara.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode wawancara, observasi, dan pencatatan. Kegiatan wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada konsumen yang sedang membeli produk olahan jamur lingzhi CV. Herba Nusantara. Teknik pengumpulan data dengan observasi dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti sehingga didapatkan gambaran yang jelas mengenai keadaan objek yang akan diteliti. Metode pencatatan ini dilakukan dengan cara mencatat hasil wawancara pada kuisioner dan

(5)

mencatat data sekunder dari CV. Herba Nusantara.

Metode Analisis Data

Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis faktor. Data yang dianalisis dan dideskripsikan adalah data dari kuesioner yang berkaitan dengan pengambilan keputusan pembelian produk olahan jamur lingzhi di CV.Herba Nusantara. Proses pengambilan keputusan berkaitan dengan tahap-tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku purna pembelian.

Analisis faktor digunakan untuk mengetahui faktor-faktor dominan dalam menjelaskan suatu masalah (Simamora, 2005). Secara matematis, Simamora (2005) mengemukakan model dari analisis faktor sebagai berikut:

Fi = Wi1Xi + Wi2X2 + Wi3X3 +

... + WikXk

...(1)

Dimana Fi adalah estimasi faktor ke-i, Wi adalah bobot atau koefisien skor faktor, X adalah variabel bauran pemasaran yang diamati, dan k adalah banyaknya variabel.

HASIL DAN PEMBAHASAN Keputusan Pembelian Produk Olahan Jamur Lingzhi

Tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku purna pembelian (Kotler, 2000). Pengenalan kebutuhan dimulai dari

tujuan penggunaan produk olahan jamur lingzhi yang ingin dicapai konsumen adalah promotif atau untuk memelihara kesehatan konsumen. Pencarian informasi yaitu

sumber informasi yang

mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian berasal dari keluarga atau teman. Pada tahap evaluasi alternatif sbagian besar konsumen tidak mengkonsumsi produk herbal lain sedangkan konsumen yang mengkonsumsi produk herbal lain karena ingin mencoba produk herbal yang lain dan tindakan responden ketika tidak menemukan produk olahan jamur lingzhi yang dicarinya adalah mencari produk olahan jamur lingzhi ditempat lain karena banyak outlet-outlet lain yang menjual produk olahan jamur lingzhi.

Pada tahap keputusan

pembelian, pertimbangan utama konsumen mengkonsumsi produk olahan jamur lingzhi adalah khasiatnya yang terbukti ampuh, sebagian konsumen mengenal produk olahan jamur lingzhi selama 1-6 bulan, kondisi konsumen saat membeli produk olahan jamur lingzhi adalah tergantung situasi yaitu membeli produk olahan jamur lingzhi membeli saat sakit atau tidak enak badan, jumlah produk olahan jamur lingzhi yang dibeli oleh konsumen sekali pembelian sebagian besar membeli 1-3 produk olahan jamur lingzhi, dan sebagian besar konsumen membeli produk olahan jamur lingzhi dalam frekuensi mingguan. Pada perilaku purna pembelian banyak konsumen yang melakukan perilaku purna pembelian produk olahan jamur lingzhi karena konsumen ingin cepat sembuh dari

(6)

penyakitnya sehingga konsumen rajin mengkonsumsi produk olahan jamur lingzhi sampai konsumen benar-benar sembuh

Analisis Faktor- Faktor Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Data yang digunakan dalam analisis faktor bauran pemasaran dalam keputusan pembelian produk

olahan jamur lingzhi ini adalah data dari 100 responden yang merupakan produk olahan jamur lingzhi. Layak atau tidaknya analisis faktor dilakukan dapat diuji secara statistik dengan menggunakan uji KMO (Kaiser Meyer Olkin), Measure of Sampling Adequacy and Bartlett’s Test.

Tabel 1. KMO ( Kaiser Meyer Olkin), Measure of Sampling Adequacy and Bartlett’s Test

Uji KMO dan Bartlett’s Hasil Penelitian

KMO Measure of Sampling Adequacy and Bartlett’s Test 0,722

Approx. Chi-Square 238,445

Derajat Kebebasan (df) 66

Signifikansi (Sig) 0,000

Sumber : Analisis Data Primer, tahun 2013 Berdasarkan hasil analisis dengan SPSS 17 diperoleh angka KMO 0,722 dengan signifikansi sebesar 0,000. Angka 0,722 berada pada kisaran 0,5 sampai 1 dan signifikansi 0,000 lebih kecil dari

0,05, maka variabel dan data dapat dianalisis lebih lanjut. Analisis faktor dilakukan dengan persyaratan pokok yang harus dipenuhi yaitu angka dari Measures of Sampling Adequancy (MSA) harus diatas 0,5.

Tabel 2. Hasil Perhitungan Analisis Faktor

No Faktor Variabel- variabel MSA

1. Product

(Produk)

 Jenis produk olahan jamur lingzhi (X1) 0,735  Rasa produk olahan jamur lingzhi (X2) 0,698

 Merk produk olahan jamur lingzhi (X3) 0,808  Kemasan produk olahan jamur lingzhi (X4) 0,788  Khasiat produk olahan jamur lingzhi (X5) 0,671  Keamanan produk olahan jamur lingzhi (X6) 0,741 2. Price (Harga)  Harga produk olahan jamur lingzhi (X7) 0,676

3. Promotion

(Promosi)

 Promosi penjualan produk olahan jamur lingzhi di toko CV. Herba Nusantara (X8)

0,583 4. Place

(Tempat)

 Kestrategisan lokasi toko CV.Herba Nusantara (X9)

0,598  Ketersediaaan produk olahan jamur lingzhi di

toko CV. Herba Nusantara (X10)

0,704  Penataan(display) produk olahan jamur lingzhi

(X11)

0,740  Kenyamanan di toko CV. Herba Nusantara

(X12)

0,818 Sumber: Analisis Data Primer, tahun 2013

Tabel 2 menjelaskan keduabelas variabel mempunyai nilai Measures of Sampling Adequancy (MSA) lebih dari 0,5 hal tersebut

berarti variabel tersebut masih dapat diprediksi dan dapat dianalisis lebih lanjut dan tidak ada variabel yang dikeluarkan dan dilanjutkan dengan

(7)

communalities. Communalities merupakan jumlah total variasi dari sebuah variabel penelitian yang bisa dijelaskan faktor umum. Berdasarkan

nilai communalities diketahui hubungan antara variabel dengan faktor-faktor yang nantinya terbentuk.

Tabel 3. Communalities

Faktor Variabel Initial Extracti

on

Product

(Produk)

 Jenis produk olahan jamur lingzhi (X1) 1,000 0,498  Rasa produk olahan jamur lingzhi (X2) 1,000 0,457  Merk produk olahan jamur lingzhi (X3) 1,000 0,513

 Kemasan produk olahan jamur lingzhi (X4) 1,000 0,330  Khasiat produk olahan jamur lingzhi (X5) 1,000 0,690  Keamanan produk olahan jamur lingzhi (X6) 1,000 0,671

Price

(Harga)

 Harga produk olahan jamur lingzhi (X7) 1,000 0,290

Promotion

(Promosi)

 Promosi penjualan produk olahan jamur lingzhi di toko CV. Herba Nusantara (X8)

1,000 0,676

Place (Tempat)

 Kestrategisan lokasi toko CV.Herba Nusantara (X9)

1,000 0,519

 Ketersediaaan produk olahan jamur lingzhi di toko CV. Herba Nusantara (X10)

1,000 0,634

 Penataan (display) produk olahan jamur lingzhi (X11)

1,000 0,561

 Kenyamanan di toko CV. Herba Nusantara (X12)

1,000 0,327

Sumber : Analisis Data Primer, tahun 2013 Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai communalities untuk tiap variabel berbeda. Communalities untuk variabel jenis produk olahan jamur lingzhi (X1) nilainya 0,498

yang artinya sekitar 49,8% variabel dari varian jenis produk olahan jamur lingzhi (X1) dapat dijelaskan oleh

faktor yang akan terbentuk. Nilai communalities yang terbesar yaitu pada variabel khasiat produk olahan jamur lingzhi (X5) yaitu sebesar

0,690 yang artinya sekitar 69% variabel dari varian khasiat produk olahan jamur lingzhi (X5) dapat

dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai communalities sebuah variabel maka semakin kuat hubungannya dengan faktor yang terbentuk. Sedangkan bila semakin kecil nilai

communalities sebuah variabel maka semakin lemah hubungannya dengan faktor yang terbentuk. Setelah diketahui nilai communalities maka analisis selanjutnya adalah melihat nilai eigenvalue dari semua variabel yang terdapat pada tabel total variance explained. Kriteria suatu faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen terhadap keputusan dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara dapat diketahui dengan melihat nilai eigenvalue dari suatu faktor.

Tabel 4 menjelaskan nilai eigenvalue dari keduabelas variabel. Dari dua belas variabel tersebut dapat diketahui total dari % cumulative nya adalah 100%. Faktor yang dipertimbangkan konsumen terhadap keputusan pembelian produk olahan jamur lingzhi di

(8)

CV. Herba Nusantara harus memiliki nilai eigenvalue yang sama atau lebih besar dari satu. Keduabelas faktor yang terbentuk hanya ada tiga faktor yang memenuhi kriteria yaitu yang

memiliki nilai eigenvalue lebih dari atau sama dengan satu sehingga dari tiga faktor yang memenuhi kriteria dapat dijabarkan nilai eigenvalue dan proporsi variannya.

Tabel 4. Total Variance Explained Variabel

Initial Eigenvalues

Total % Variance Cumulative %

1 3,329 27,738 27,738 2 1,474 12,283 40,021 3 1,363 11,361 51,382 4 0,974 8,115 59,498 5 0,904 7,530 67,027 6 0,847 7,062 74,090 7 0,738 6,150 80,240 8 0,585 4,872 85,113 9 0,530 4,418 89,530 10 0,514 4,283 93,814 11 0,419 3,489 97,302 12 0,324 2,698 100,00

Sumber: Analisis Data Primer, tahun 2013 Tabel 5 menunjukkan bahwa dari hasil penelitian terdapat 3 faktor yang memiliki nilai eigenvalue lebih dari 1. Dengan demikian pada penelitian ini terbentuk tiga faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV.Herba Nusantara. Faktor 1 mampu menjelaskan sebesar 27,738 % varian ke-12 variabel penelitian, faktor 2 mampu menjelaskan sebesar 12,283 % varian ke-12 variabel penelitian, dan faktor 3 mampu menjelaskan sebesar 11,361 % varian ke-12

variabel penelitian. Total varian yang mampu dijelaskan oleh ketiga faktor tersebut adalah 51,382%. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini mampu menjelaskan faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi sebesar 51,382% sedangkan sisanya sebesar 48,618% merupakan faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut misalnya karakteristik konsumen itu sendiri, lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik dan faktor-faktor lain.

Tabel 5. Angka Eigenvalue dan Proporsi Varian dari Tiap Faktor

Faktor Eigenvalue Proporsi Varian

1 3,329 27,738 %

2 1,474 12,283 %

3 1,363 11,361 %

Total 6,166 51,382 %

Sumber: Analisis Data Primer, tahun 2013 Setelah diketahui tiga faktor yang sesuai untuk menyederhanakan ke-12 variabel penelitian, maka dari analisis data menggunakan SPSS 17 diperoleh tabel rotated component

matrix. Tabel ini menunjukkan distribusi ke-12 variabel pada tiga faktor yang terbentuk. Angka-angka yang terdapat pada tabel rotated component matrix adalah factor

(9)

loading yang menunjukkan besarnya korelasi antara suatu variabel dengan masing-masing faktor yang terbentuk. Rotated component matrix menampilkan nilai factor loading tiap variabel yang sudah dirotasikan

dengan metode varimax yaitu metode rotasi orthogonal (sudut putar 90°) yang menyederhanakan kolom dari matriks faktor agar hanya didapat satu factor loading tertinggi untuk tiap-tiap variabel.

Tabel 6. Rotated Component Matrix

Variabel Faktor 1 2 3 X1 0,165 0,124 0,675 X2 0,166 0,652 -0,071 X3 0,535 0,359 0,313 X4 0,349 0,407 0,207 X5 0,827 0,062 0,058 X6 0,804 0,095 0,126 X7 0,537 0,043 -0,010 X8 0,126 0,646 -0,493 X9 0,123 0,015 0,709 X10 -0,099 0,638 0,466 X11 -0,003 0,616 0,426 X12 0,369 0,428 0,082

Sumber: Analisis Data Primer, tahun 2013 Pada Tabel 6 dapat diketahui nilai factor loading tiap-tiap variabel. Berdasarkan nilai tiap-tiap factor loading dilihat nilai factor loading pada faktor berapa yang paling tinggi. Pada variabel X1 dapat dilihat

bahwa untuk faktor 1 memiliki factor

loading sebesar 0,165, untuk faktor 2 sebesar 0,124 dan untuk faktor 3 sebesar 0,675. Berdasarkan factor loading tersebut dapat terlihat bahwa factor loading dari variabel X1

adalah pada faktor 3 sehingga variabel X1 masuk pada faktor 3.

Tabel 7. Penamaan Faktor

Faktor Nama

Faktor

% of variance

Variabel yang Terlibat pada Faktor Inti

Factor Loading

Eigen-value

1 Faktor I 27,73  Merk Produk

 Khasiat Produk  Keamanan Produk  Harga Produk 0,535 0,827 0,804 0,537 3,329

2. Faktor II 12,28  Rasa Produk

 Kemasan Produk  Promosi Penjualan  Ketersediaan Produk  Penataan Display 0,652 0,407 0,646 0,638 0,616 1,474

3 Faktor III 11,36  Jenis Produk

 Kestrategisan Lokasi 0,675 0,709

1,363 Sumber : Analisis Data Primer, tahun 2013

(10)

Hasil analisis faktor menyatakan bahwa 12 variabel yang diteliti dapat disederhanakan menjadi 3 faktor baru yang terbentuk. Tiga faktor ini didapatkan dari pemecahan 4 faktor bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan tempat). Faktor I yang terdiri dari variabel merk produk, khasiat produk, keamanan produk, dan harga produk. Faktor II yang terdiri dari variabel rasa produk, kemasan

produk, promosi penjualan,

ketersediaan produk, penataan display produk, dan kenyaman di toko. Faktor III yang terdiri dari jenis produk dan kestrategisan lokasi. Berikut ini pembahasan dari ketiga faktor hasil penelitian:

Faktor I merupakan faktor pertama yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara yang terdiri dari variabel merk produk, khasiat produk, keamanan produk, dan harga produk. Faktor I memiliki persentase total varian sebesar 27,736% yang artinya faktor ini merupakan faktor yang paling dipertimbangkan responden dalam membeli produk olahan jamur lingzhi. Variabel khasiat produk menjadi variabel yang paling dipertimbangkan oleh responden dengan factor loading tertinggi yaitu sebesar 0,827 karena khasiat produk merupakan yang paling terpenting karena khasiat produk merupakan manfaat yang dicari responden ketika mengkonsumsi produk olahan jamur lingzhi.

Faktor kedua yang menjadi pertimbangan konsumen dalam

membeli produk olahan jamur lingzhi adalah faktor II dengan persentase varian sebesar 12, 283%. Faktor II yang terdiri dari variabel rasa produk, kemasan produk, promosi penjualan, ketersediaan produk, penataan display. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel rasa produk merupakan variabel tertinggi dari faktor II dengan factor loading sebesar 0,652.

Faktor III merupakan faktor ketiga yang dipertimbangkan oleh responden dengan % varian sebesar 11,361%. Variabel yang paling berpengaruh pada faktor jenis produk dan kestrategisan lokasi adalah variabel kestrategisan lokasi dengan

factor loading sebesar 0,709.

Kestrategisan lokasi sangat

mempengaruhi pertimbangan

responden dalam pengambilan keputusan pembelian karena dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau maka akan semakin memudahkan responden menuju outlet CV. Herba Nusantara. Variabel kedua yang dipertimbangkan oleh reponden pada faktor III adalah variabel jenis produk dengan factor loading sebesar 0,675. Jenis produk merupakan salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi karena dengan jenis produk yang beragam akan semakin memudahkan konsumen dalam memilih produk olahan jamur lingzhi sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan

(11)

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Pada penelitian ini diketahui tahapan dalam keputusan pembelian produk olahan jamur lingzhi yaitu sebagai berikut (a) Pengenalan tujuan pada tahap ini tujuan penggunaan produk olahan jamur lingzhi yang ingin dicapai konsumen adalah promotif atau untuk memelihara kesehatan konsumen, (b) Pencarian informasi pada tahap ini sumber informasi yang mempengaruhi

konsumen dalam keputusan

pembelian berasal dari keluarga atau teman, (c) Evaluasi alternatif pada tahap ini sebagian besar konsumen tidak mengkonsumsi produk herbal lain sedangkan konsumen yang mengkonsumsi produk herbal lain karena ingin mencoba produk herbal yang lain dan tindakan responden ketika tidak menemukan produk olahan jamur lingzhi yang dicarinya adalah mencari produk olahan jamur lingzhi ditempat lain karena banyak outlet-outlet lain yang menjual produk olahan jamur lingzhi, (d) Keputusan

pembelian, pada tahap ini

pertimbangan utama konsumen mengkonsumsi produk olahan jamur lingzhi adalah karena khasiatnya yang terbukti ampuh, sebagian konsumen mengenal produk olahan jamur lingzhi selama 1-6 bulan, kondisi konsumen saat membeli produk olahan jamur lingzhi adalah tergantung situasi yaitu membeli produk olahan jamur lingzhi membeli saat sakit atau tidak enak badan, jumlah produk olahan jamur lingzhi yang dibeli oleh konsumen sekali pembelian sebagian besar

membeli 1-3 produk olahan jamur lingzhi, dan sebagian besar konsumen membeli produk olahan jamur lingzhi

dalam frekuensi mingguan, (e) Perilaku purna pembelian, pada

tahap ini banyak konsumen yang melakukan pembelian lagi di CV. Herba Nusantara karena para konsumen ingin cepat sembuh dari penyakitnya sehingga konsumen rajin mengkonsumsi produk olahan jamur lingzhi sampai konsumen benar-benar sembuh dari penyakitnya.

Terdapat tiga faktor yang terbentuk yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara yaitu faktor I yang terdiri variabel merk produk, khasiat produk, keamanan produk, dan harga produk, faktor II yang terdiri dari variabel rasa produk, kemasan produk, promosi penjualan, ketersediaan produk, penataan display, dan faktor yang ketiga yaitu faktor III terdiri dari variabel jenis produk dan kestrategisan lokasi. Variabel yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk olahan jamur lingzhi di CV. Herba Nusantara adalah variabel khasiat produk.

Saran

Saran yang dapat diajukan berdasarkan hasil penelitian dan analisis data adalah sebagai berikut:

Untuk faktor I dimana khasiat produk merupakan variabel yang paling dipertimbangkan responden

maka hendaknya CV. Herba

Nusantara lebih mengkombinasikan berbagai produk herbal untuk dikombinasikan lagi dengan jamur

(12)

lingzhi agar khasiat produk dapat lebih beragam dalam mengobati berbagai penyakit. Untuk faktor II dimana rasa produk merupakan variabel yang dominan yang menjadi pertimbangan responden dalam pengambilan keputusan pembelian produk olahan herbal lingzhi hendaknya CV. Herba Nusantara lebih mengembangkan inovasi rasa produk olahan jamur lingzhi agar rasa produk olahan jamur lingzhi dapat unik dan memiliki ciri khas serta enak dan sesuai dengan selera konsumen. Untuk faktor III dengan variabel kestrategisan lokasi sebagai variabel yang paling dominan yang menjadi pertimbangan responden hendaknya CV. Herba Nusantara melebarkan sayap dengan membuka cabang outlet penjualan ditempat yang lebih strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

CV. Herba Nusantara agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas hendaknya promosi penjualan dapat ditingkatkan karena banyak responden yang mengenal CV. Herba Nusantara melalui berbagai promosi yang telah dilakukan oleh CV. Herba Nusantara. Hendaknya kemasan produk olahan didesain ulang dengan kemasan yang lebih modern agar kemasan terlihat lebih menarik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Ginting. Nembah. 2012. Manajemen Pemasaran. CV Yrama Widya. Bandung

Kotler, Philip. (2000). Manajemen Pemasaran. PT. Prenhallindo, Jakarta.

Kotler, Philip. (2006). Marketing Management. Erlangga. Jakarta Rajh, Edo. 2005. The Effects Of

Marketing Mix Elements on Brand Equity.Journal Croatian Economic Survey 2005

Riaz, Waheed and Tanveer, Asif. 2012. Marketing Mix, Not Branding. Asian Journal and

Bussiness and Management

Sciences Vol 1 No 11 (43-52) Silverman, Steven N. 1995. An

Historical Review and Modern Assement of Marketing Mix Concept. Journal Marketing History Conference Proceedings. Vol VII, 1995

Simamora, Bilson. 2005. Analisis

Multivariat Pemasaran.

PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung Sumawihardja, Surakhman, dkk. 1991.

Intisari Manajemen Pemasaran. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung

Tolušić, Zdravko dkk. 2002. Marketing Mix In The Function Of The Organic Food Of Eastern Croatia. Journal Ekonomski pregled 53(7-8) 782-794.

Widodo, Nur Cahyo dan Wahyudi, Lilik. 2009. Analisis Pengaruh Kepercayaan Atas Merk pada Ekuitas Merek. Jurnal Bisnis dan Manajemen Volume 9 No. 1 91-100Yunitasari, Liska. 2012. Budidaya Jamur Lingzhi Mudah, Murah, dan Menguntungkan. Pustaka Baru Press. Yogyakarta

Gambar

Tabel 6.  Rotated Component Matrix

Referensi

Dokumen terkait

Dalam situasi semacam ini doa ini memohon segala macam 'hasanah' dari karunia Tuhan, termasuk perbuatan kita supaya menjadi hal yang menyebabkan kita mendapatkan 'hasanah' di

Pokok permasalahan di skripsi ini adalah bagaimana pertimbangan- pertimbangan yang dilakukan Majelis Hakim dalam menangani kasus pemerkosaan yang marak terjadi pada

Penelitian yang dilakukan oleh Arif Hutoro pada program studi ekonomi Islami di Universitas Brawijaya Ide awal untuk mengajarkan ekonomi Islam di Fakultas Ekonomika dan

Kajian ini merupakan kajian awal yang dijalankan untuk mengenalpasti kesediaan pelajar Kolej Komuniti Selayang dari aspek minat dan sikap terhadap bidang kemahiran pendidikan

Kegiatan penelitian diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan peneliti didalam melakukan penelitian, khususnya penelitian tentang hubungan supervisi dan motivasi

Ada pengaruh yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal dan interpersonal terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek

Penulisan ilmiah ini berisi tentang pembuatan animasi bahasa Mandarin dengan menggunakan Macromedia Flash MX yang menampilkan animasi gambar yang disertai musik dan efek suara

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak,