• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI PENGELOLAAN DATA KULIAH KERJA LAPANGAN PLUS MEMANFAATKAN FRAMERWORK CODEIGNITER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "APLIKASI PENGELOLAAN DATA KULIAH KERJA LAPANGAN PLUS MEMANFAATKAN FRAMERWORK CODEIGNITER"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI PENGELOLAAN DATA KULIAH KERJA LAPANGAN

PLUS MEMANFAATKAN FRAMERWORK CODEIGNITER

Junaedy

1)

Abdul Munir S.

2)

1),2)

Teknik Informatika STMIK KHARISMA Makassar

Jl. Baji Ateka No. 20, Makassar

email : 1) [email protected], 2)[email protected]

ABSTRACT

This study aims to create an information system for data management of Field Plus Lecture (KKLP) based on the web by utilizing CodeIgniter framework, which is one of the implementation concept of Model View Controller (MVC). This system is built on a web-based basis to facilitate the various parties involved in accessing this system. The use of the CodeIgniter framework will make the creation of this system easier and more structured.

This research will be done by taking case study of KKLP management on campus STMIK KHARISMA Makassar. The system that has been running on campus is still not using a computerized system with digital data centered. The use of computers is limited to printing the necessary documents in the process, such as forms, attendance, participant data, and announcements. Most of the management process is still done manually.

This system is expected to replace the old system so that it can help the STMIK KHARISMA Makassar and can be a reference for other parties in doing KKLP data management.

Key words

KKLP (Lecture Field Work Plus), Web, PHP, CodeIgniter

1. Pendahuluan

Mahasiswa sebagai aset bangsa merupakan sumberdaya manusia yang produktif dan potensial, serta akan tumbuh dan berkembang sebagai calon-calon pemimpin dimasa mendatang, sehinggah kebijakan pemerintah melalui penerapan kurikulum nasional dan kebijakan pengelolah perguruan tinggi melalui kurikulum lokal yang sinkron lapangan dengan kebutuhan kerja sangat diperlukan dalam rangka penciptaan aset bangsa yang berkualitas.[11]

Mencermati perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif diiringi pula dengan kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang handal sehingga rekruitmen

tenaga keja pun dilakukan semakin ketat. Hal ini menuntut para produsen tenaga kerja dalam hal ini salah satunya adalah lembaga pendidikan tinggi diharapkan dapat menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasaran kerja. Oleh karna itu, sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya, perlu melakukan pengenalan dunia kerja yang sesungguhnya melalui Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP). [8]

KKLP merupakan salah satu mata kuliah yang wajib di ikuti oleh semua mahasiswa. Melalui KKLP ini mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam dunia kerja, sebelum mereka terjun langsung ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan S1. Salah satu yang menjadi poin penting dalam pelaksanaan KKLP ini adalah pemilihan lokasi pelaksanaan. Agar mahasiswa dapat memperoleh informasi tentang lokasi-lokasi pelaksanaan KKLP yang baik maka pihak kampus paling tidak dapat memberikan rekomendasi tentang lokasi tersebut.

STMIK Kharisma Makassar merupakan salah satu Sekolah Tinggi Management dan Informatika di Makassar. Dalam perkembangannya Kharisma juga di tuntut untuk menghasilkan mahasiswa yang baik dan berpengalaman, karena itu STIMIK Kharisma menjadikan KKLP menjadi sebuah mata kuliah yang wajib. Saat ini pengolahan data KKLP sudah dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga (Office). Walaupun sudah dilakukan secara komputerisasi, tapi belum menjadi satu sistem yang terintegrasi dan terpusat, sehingga menyulitkan dalam melakukan pengolahan datanya. Pengolahan data KKLP dapat meliputi data mahasiswa, data lokasi, usulan lokasi oleh mahasiswa, persuratan, pembekalan, pembagian kelompok, pembimbing, dan ujian. Selain itu, tidak tersedianya layanan informasi tentang lokasi yang dapat menjadi rekomendasi pelaksanaan KKLP untuk mahasiswa juga menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi.

Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian untuk menghasilkan suatu sistem yang dapat mengelolah data KKLP dengan baik. Sistem yang dibangun nantinya

(2)

akan berbasis web, dengan database yang terpusat. Web base digunakan agar sistem dapat diakses dimana saja dan kapan saja oleh pihak-pihak yang terkait. Untuk mempermudah dalam membangun sistem yang berbasis web, maka digunakan salah satu fremework, yaitu CodeIgniter yang merupakan salah satu framework dengan konsep Model View Controller (MVC).[8]

2. Landasan Teori

2.1 Kuliah Kerja Lapang Plus (KKLP)

Kuliah Kerja Lapang Plus atau KKLP atau yang biasa di sebut magang adalah calon pegawai (yang belum diangkatsecara tetap serta belum menerima gaji atau upah karena dianggap masih dalam taraf belajar). [www.kbbi.web.id/magang]

Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjan, Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

Menurut Sudjana (dalam Maman Tocharman), magang adalah cara penyebaran informasi yang dilakukan secara terorganisasi. Magang merupakan salah satu mata kuliah yang harus diselesaikan setiap mahasiswa sebagai cara mempersiapkan diri untuk menjadi SDM yang propersional yang siap kerja.[11]

2.2 PHP

PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang didesain agar dapat disisipkan dengan mudah ke halaman HTML. PHP memberikan solusi sangat murah (karena gratis digunakan) dan dapat berjalan di berbagai jenis platform. Pada awalnya memang PHP berjalan di sistem UNIX dan variannya, namun kini dapat berjalan dengan lancar di lingkungan sistem operasi Windows. Suatu nilai tambah yang luar biasa karena proses pengembangan program berbasis web dapat dilakukan lintas sistem operasi.[5]

Dengan luasnya cakupan sistem operasi yang mampu menjalankan PHP dan ditambah begitu lengkapnya function yang dimilikinya (tersedia lebih dari 400 function di PHP yang sangat berguna) tidak heran jika PHP semakin menjadi tren di kalangan programmer web.[5]

Beberapa pemrograman server web yang ada saat ini, adalah ASP yang berkembang menjadi ASP .NET, JSP,

CFML, dan PHP. Jika dibandingkan di antara 3 terbesar pemrograman server web di atas. Terdapat kelebihan dari PHP itu sendiri, yaitu:

1. PHP merupakan sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya. Tidak seperti halnya bahasa pemrograman aplikasi seperti Visual Basic dan sebagainya.

2. PHP dapat berjalan pada web server yang di rilis oleh Microsoft, seperti IIS atau PWS juga pada Apache yang bersifat open source.

3. Karena bersifat open source, maka perubahan dan perkembangan interpreter PHP lebih cepat dan mudah, karena banyak developer yang siap membantu perkembangannya.

4. PHP memiliki referensi yang banyak dan mudah dipahami.

5. PHP dapat berjalan di 3 sistem operasi, yaitu: Linux, Unix, dan Windows, dan juga dapat dijalankan secara runtime pada saat consule.

Seperti pemrograman aplikasi atau web lainnya, PHP pun memiliki beberapa kelemahan, di antaranya :

1. Tidak ideal untuk skala besar.

2. Tidak memiliki sistem pemrograman berorientasi objek yang sesungguhnya (sampai versi 4). Namum pada versi PHP 5 sudah dilengkapi OOP yang sesungguhnya.

2.3 MVC (Model View Controller)

MVC (Model View Controller) adalah pola desain yang digunakan untuk arsitektur aplikasi web. MVC diciptakan nertujuan untuk memisahkan 3 komponen pada suatu web. Komponen tersebut ialah:

1. Model, yaitu perancangan logika dan proses kerja web. 2. View, yaitu perancangan interface web.

3. Controller, yaitu navigasi dan input.

(3)

2.4 CodeIgniter Framework

CodeIgniter merupakan salah satu dari sekian banyak framework PHP yang ada. CodeIgniter dikembangkan oleh Rick Ellis. Tujuan dari pembuatan framework CodeIgniter ini menurut user manualnya adalah untuk menghasilkan

framework yang akan dapat digunakan untuk

pengembangan proyek pembuatan website secara lebih cepat dibandingkan dengan pembuatan website dengan cara koding secara manual, dengan menyediakan banyak sekali pustaka yang dibutuhkan dalam pembuatan website, dengan antarmuka yang sederhana dan struktur logika untuk mengakses pustaka yang dibutuhkan. CodeIgniter membiarkan kita untuk memfokuskan diri pada pembuatan website dengan meminimalkan pembuatan kode untuk berbagai tujuan pembuatan website.[1]

Ada banyak framework yang menyebar di internet. Beberapa alasan mengapa menggunakan Codeigniter sebagi framework PHP, yaitu:

1. CodeIgniter dilisensikan dibawah lisensi Apache/BSD style open source license, ini berarti kita dapat menggunakannya sesuai dengan keinginan kita.

2. CodeIgniter dapat berjalan di PHP 4 dan PHP 5. 3. Secara default CodeIgniter me-load beberapa pustaka

saja, sehingga hanya membutuhkan resource yang sedikit sehingga ringan.

4. CodeIgniter menggunakan konsep Model View Controller.

3. Pembahasan dan Perancangan Sistem

3.1. Analisa Kondisi Awal

Untuk melakukan pengajuan lokasi KKLP, mahasiswa terlebih dahulu mengisi form pengajuan KKLP, kemudian form pengajuan dikumpulkan ke panitia untuk dibuatkan surat pengantar ke lokasi KKLP. Setelah surat pengantar diajukan ke lokasi KKLP, mahasiswa menunggu persetujuan dari lokasi KKLP. Apabila perusahaan menolak, mahasiswa harus mengisi form pengajuan kembali dan meminta surat pengantar kembali ke panitia.

Gambar 2 Proses Kerja Sistem

Dari hasil analisa kondisi awal ini penulis mendapatkan beberapa kelemahan dari sistem sebelumnya yang digunakan untuk menangani proses KKLP pada STMIK KHARISMA yaitu:

• Pencetakan surat usulan tempat KKLP mahasiswa masih dilakukan dengan cara manual berdasarkan kertas form usulan tempat KKLP.

• Persetujuan pengajuan tempat KKLP masih dilakukan dengan manual (lokal) tanpa menggunakan suatu sistem.

• Tidak ada saran atau rekomendasi tempat KKLP yang baik bagi mahasiswa.

• Tempat KKLP yang diajukan tidak memberikan pekerjaan sesuai dengan bidang mahasiswa karena tidak informasi tentang tempat tersebut.

• Terlambatnya keluar surat pengantar KKLP.

• Kurangnya kerja sama anatara kampus dan tempat KKLP.

• Belum tersedianya pangkalan data yang dapat mengelola lokasi KKLP pada Sistem Informasi Akademik STMIK KHARISMA.

Dari kelemahan fitur yang telah ada, penulis memberikan beberapa solusi yang mungkin dapat menyelesaikan masalah tersebut, diantaranya:

• Pencetakan surat usulan dilkukan secara online yang memungkinkan mahasiswa dapat mencetak surat usulan dimana saja dan kapan saja.

• Persetujuan lokasi KKLP dilakukan secara online agar persetujuan lokasi cepat diproses oleh panitia KKLP. • Terdapat saran lokasi KKLP untuk memudahkan

mahasiswa mendapatkan lokasi yang sesuai dengan bidangnya. (Lokasi KKLP yang di sarankan telah kerja sama dengan kampus)

• Mengintegrasikan sistem pengelolaan data KKLP dengan Sistem Informasi Akademik STMIK Kharisma. • Pengembangan sistem menggunakan konsep MVC

dengan menggunakan Framework CodeIgniter untuk memudahkan pembagian antara tampilan aplikasi, model data, dan navigasi aplikasi.

3.1 Spesifikasi Fungsional

Dari sistem yang akan dikembangkan oleh penulis berdasarkan hasil dari studi literatur, observasi, dan wawancara terhadap pihak-pihkat yang terkait, terdapat beberapa kebutuhan fungsional yang akan ada dalam aplikasi, antara lain [4]:

1. Sistem mampu mendata anggota kelompok KKLP di sisi mahasiswa.

2. Sistem mampu mendata lokasi KKLP mahasiswa. 3. Sistem mampu memberikan informasi Pembimbing

(4)

4. Sistem mampu memberikan informasi jadwal ujian ke mahasiswa.

5. Sistem dapat mendata pembimbing yang diinput oleh panitia.

6. Jadwal dan penguji ujian KKLP. 7. Rekomendasi lokasi KKLP.

3.2 Model Fungsi

Gambar 3 Diagram Use Case Aplikasi Pengolahan Data KKLP • Case registrasi kelompok, cese ini akan berhubungan

dengan mahasiswa dan berfungsi untuk registrasi kelompok KKLP.

• Case input form pengajuan, case ini akan aktif setelah mahasiswa sudah memiliki kelompok dan mahasiswa dapat mengisi pengajuan lokasi KKLP pada form pengajuan.

• Case informasi pembimbing, dalam case ini mahasiswa dapat mengetahui nama pembimbing kelompok KKLP. • Case jadwal ujian, dalam case ini berfungsi untuk

memberitahukan jadwal ujian KKLP.

• Case pembagian pembimbing, case ini berfungsi untuk membagi pembimbing. Pembagian pembimbing di case ini akan diinput oleh panitia KKLP.

• Case jadwal dan penguji ujian KKLP, dalam case ini panitia akan menginput jadwal serta penguji untuk ujian KKLP. Yang akan terhubung pada case jadwal ujian.

• Case input rekomendasi lokasi, case ini berfungsi untuk mendata lokasi KKLP yang di sarankan oleh pihak kampus.

3.3 Model Data

Gambar 4 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entitas utama dalam aplikasi ini terdiri atas Mahasiswa, Kelompok, Dosen, dan Lokasi KKLP. Entitas Mahasiswa digunakan untuk mencatat data-data mahasiswa peserta KKLP yang melakukan registrasi, kemudian dari data mahasiswa tersebut akan terbentuk kelompok-kelompok mahasiswa dimana setiap kelompok, memiliki maksimal 3 (tiga) orang mahasiswa yang direkam kedalam entitas Kelompok

Dari data kelompok mahasiswa yang terbentuk akan menentukan lokasi pelaksanaan KKLP. Lokasi bisa di pilih dari daftar lokasi yang sudah pernah ada berdasarkan rating atau peringkat yang baik, atau bisa dengan memasukkan lokasi yang baru. Data lokasi tersebut akan terekam kedalam entitas Lokasi KKLP.

Data Entitas Dosen digunakan untuk menentukan pembimbing yang terdiri atas 2 orang dosen untuk setiap kelompok mahasiswa yang telah terbentuk dan mempunyai lokasi pelaksanaan KKLP.

3.4 Arsitektur Framework CodeIgniter

Gambar 5 Arsitektur Model View Controller

(5)

Sistem kerja dari Framework CodeIgniter dapat dijelaskan sebagai berikut:

• File index.php berfungsi sebagai front controller, menginisialisasi resource utama yang dibutuhkan untuk menjalankan CodeIgniter.

• Router memeriksa HTTP request untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan itu.

• Jika file cache ada, dikirim langsung ke browser, melewati eksekusi sistem normal.

• Keamanan. Sebelum controller aplikasi dimuat, HTTP request dan setiap data pengguna yang di submit disaring terlebih dahulu untuk keamanan. • Controller memuat model, library utama, helper, dan

setiap resource lainnya yang diperlukan untuk memproses permintaan khusus.

• View di render kemudian dikirim ke web browser agar dapat dilihat. Jika caching diaktifkan, view di cache terlebih dahulu sehingga pada permintaan berikutnya dapat dilayani.

Arsitektur yang terdapat dalam pengembangan aplikasi ini terdiri atas:

1. Pada Model terdapat : model login, model user, model ujian, model persetujuan, model pembimbing, model lokasi, model login, model kelompok. Pada model terletak alur database dari sistem.

Contoh model login untuk pengecekan user: <?php

class M_login extends CI_Model { function __construct() {

parent ::__construct(); }

function cek_user($nim= "",$password= "") { $this->tbl = "mahasiswa";

$query = $this->db->get_where($this->tbl, array('nim' => $nim, 'password' => md5($password)));

$query = $query->result_array(); return $query;

} }

2. Pada View terdapat: view login, view register kelompok, view register lokasi, view ujian, view persetujuan, view pembimbing, view penguji. Pada view terletak tampilan interface yang di munculkan ke user.

Contoh view login untuk tampilan login user:

<div class="row">

<div class="col-md-12 center login-header"> <h2>STMIK KHARISMA</h2> </div> <!--/span--> </div><!--/row--> <div class="row">

<div class="well col-md-5 center login-box"> <div class="alert alert-info">

Please login with your Username and Password. </div>

<form class="form-horizontal" action="<?php echo base_url('login/do_login') ?>" method="post"> <?php // Cetak session if ($this->session->flashdata('sukses')) { echo '<p class="warning" style="margin: 10px 20px;">'.$this->session->flashdata('sukses').'</p>';

}

// Cetak error echo

validation_errors('<p class="warning" style="margin: 10px 20px;">','</p>');

?>

<fieldset>

<div class="input-group input-group-lg">

<span class="input-group-addon"><i class="glyphicon glyphicon-user red"></i></span>

<input type="text" class="form-control" placeholder="NIM" id="nim" name="nim">

</div>

<div class="clearfix"></div><br> <div class="input-group input-group-lg">

<span class="input-group-addon"><i class="glyphicon glyphicon-lock red"></i></span>

<input type="password" class="form-control" placeholder="Password" id="password" name="password"> </div>

<div class="clearfix"></div> <div class="input-prepend">

<label class="remember" for="remember"><input type="checkbox" id="remember"> Remember me</label> </div>

<div class="clearfix"></div> <p class="center col-md-5">

<button type="submit" value="Login" class="btn btn-primary">Login</button> </p> </fieldset> </form> </div> <!--/span--> </div><!--/row-->

(6)

3. Pada Controller terdapat: controller login, controller mahasiswa, dan controller dosen. Dalam controller menghubungkan view dan model yang sudah di buat. Contoh controller login:

<?php if(! defined('BASEPATH')) exit('Akses langsung tidak diperbolehkan');

class Login extends CI_Controller { function __construct() { parent ::__construct(); $this->load->model('m_login'); } function index() { $session = $this->session->userdata('isLogin'); if ($session == FALSE) { $this->load->view('home/wrapper'); }else { $sesi = $this->session->userdata('stat'); if ($sesi== "dosen"){ redirect(base_url('dosen')); }else if ($sesi== "mahasiswa"){ redirect(base_url('mahasiswa')); } } } function do_login() { $nim = $this->input->post("nim"); $password = $this->input->post("password"); $cek2 = $this->m_login->cek_admin($nim, $password);

$cek = $this->m_login->cek_user($nim, $password); if (count($cek) == 1) { $this->session->set_userdata(array( 'isLogin' => TRUE, 'nim' => $nim, 'stat' => "mahasiswa" )); redirect(base_url('mahasiswa'),'refresh'); }else { if (count($cek2) == 1) { $this->session->set_userdata(array( 'isLogin' => TRUE, 'id' => $nim, 'stat' => "dosen" )); redirect(base_url('dosen'),'refresh'); } else { $this->session->set_flashdata('sukses','Username atau password yang dimasukkan salah'); redirect(base_url('login'),'refresh'); } } } }

4. Pengujian Sistem

Metode pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengujian black box. Pengujian black box berfokus pada spesifikasi fungsional dari aplikasi, tester dapat mendefinisikan kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi funsional aplikasi. Apabila sistem dari aplikasi memberikan hasil yang tidak sesuai, berarti terdapat kesalahan pada sistem dari aplikasi. Krieria yang menjadi tolak ukur keberhasilan sistem adalah apabila sistem dapat memberikan output yang sesuai dengan alur aplikasi.

Pengujian Login:

Test Case : 1.1

Input : Input NIM/Username untuk login

Keterangan : Jika NIM/Username tidak terdapat dalam database maka halaman selanjutnya tidak akan muncul.

Gambar 7 Pengujian Login

Test Case : 1.2

Keterangan : Jika NIM/Username terdapat pada database mahasiswa, maka halaman selanjutnya akan diarahkan ke halaman utama mahasiswa.

(7)

Test Case : 1.3

Keterangan : Jika NIM/Username terdapat pada database admin, maka halaman selanjutnya akan diarahkan ke halaman utama administrator.

Gambar 9 Halaman Administrator

5. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dan informasi yang diperoleh, maka penulis dapat menarik kesimpulan, antara lain adalah:

1. Penulis berhasil membangun sebuah Aplikasi untuk Pengelolaan Data KKLP Menggunakan Framework CodeIgniter pada STMIK Kharisma Makassar.

2. Aplikasi yang di buat diharapkan akan dapat membantu panitia dan mahasiswa dalam mengelolah pelaksanaan KKLP di STMIK KHARISMA Makassar.

3. Framework codeIgniter menggunakan pendekatan MVC (Model, View, Controller) yaitu metode pengembangan aplikasi PHP yang memisahkan antara data logic (Model) dengan presentation logic (Controller), sehingga pengembangan aplikasi dengan framework CodeIgniter dapat lebih terstruktur.

REFERENSI

[1] CodeIgniter. CodeIgniter. Retrieved Agustus 4, 2016, from CodeIgniter: http://codeigniter-id.github.io/user-guide/overview/appflow.html

[2] Hakim, L., 2009, “Jalan Pintas Menjadi Master PHP”, Yogyakarta: Lokomedia.

[3] Indrianto, A. M., 2010, “Penerapan Codeigniter Framework Dalam Perkembangan Sistem Informasi Sidang Keliling”, Jakarta: UIN.

[4] Jogiyanto, H., 2008, “Analisis dan Desain Sistem. Yogyakarta: Andi.

[5] Kadir, A., 2003, “Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP”, Andi, Yogyakarta.

[6] Kusrini,., 2007, “Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data”, Andi, Yogyakarta.

[7] Sanjaya, R., & Purbo, O. W., 2002, “Buku Pintar Internet Membuat Aplikasi W@P dengan PHP”, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta .

[8] Sinabela, A. S., 2008, “Sistem Informasi Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Berbasis Web pada Jurusan D-3

Ilmu Komputer Departemen Matematika Universitas Sumatera Utara”, USU Repository, Medan.

[9] Sumardiono., 2014, “Apa Itu Homeschooling: 35 Gagasan Pendidikan Berbasis Keluarga”, PandaMedia, Jakarta. [10] Syafii, M., 2005, “Panduan Membuat Aplikasi Database

dengan PHP 5 MySQL PostgreSQL Oracle”, Andi, Yogyakarta.

[11] Tocharman, M., 2005, “Magang Kewirausahaan pada Industri Keramik Sebagai Model Pembelajaran Kolaborasi dalam Meningkatkan Kompetensi Akademis Mahasiswa”, [12] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003

tentang Ketenagakerjaan. 2016, February 22). Retrieved from produk-hukum.kemenag.go.id

Junaedy, memperoleh gelar S.Kom. dari STMIK KHARISMA Makassar tahun 2006. Kemudian tahun 2014 memperoleh M.T. dari Universitas Hasanuddin di Makassar, Indonesia. Saat ini sebagai Staf Pengajar dan Ketua Program Studi Teknik Informatika STMIK KHARISMA Makassar.

Abdul Munir S., memperoleh gelar S.Kom. dari STMIK KHARISMA Makassar tahun 2006. Kemudian tahun 2011 memperoleh M.T. dari Universitas Hasanuddin di Makassar, Indonesia. Saat ini sebagai Staf Pengajar Program Studi Teknik Informatika STMIK KHARISMA Makassar.

Gambar

Gambar 1 Konsep Model View Controller [1]
Gambar 4 Entity Relationship Diagram (ERD)
Gambar 7 Pengujian Login  Test Case  :  1.2
Gambar 9 Halaman Administrator

Referensi

Dokumen terkait

2) Menu kuis : menu ini berisi latihan soal operasi bilangan yang terdiri dari 12 soal secara acak. 3) Menu permainan : menu ini memiliki 2 pilihan permainan, yaitu

Dalam berbagai dataran dialog dari apa yang telah dijelaskan diatas, saya menganalisis bahwa bentuk aplikasi dari dialog antar umat beragama dalam Masjid Baitul

Dari hasil penelitian yang dilakukan menujukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan kejadian diare pada batita di wilayah kerja Puskesmas

Untuk menjembatani antara ahli dan orang tua adalah melakukan permodelan untuk pemberian stimulan kepada anak sesuai dengan gejala dan umur dari anak

Latar belakang dari Trial ini adalah adanya perbaikan proses produksi menggunakan metode Seven Tools untuk mengukur hasil Implementasi sistem pengecekan scan barcode

Dengan Employee Retention yang baik, maka akan meningkatkan kinerja dari karyawan Rumah Sakit. Hal ini terbukti dengan besarnya nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil (&lt;)

[r]

Gambar 6.9 View hasil perancangan socialitation zone- open hall.. Gambar 6.10 View hasil perancangan socialitation