• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Tahukah Anda bahwa bahan-bahan yang terkandung dalam makanan instan itu berbahaya? Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berusaha memenuhi kebutuhan primernya, dan salah satu kebutuhan primer tersebut adalah makanan.

Pada zaman dahulu peranan makanan instan (junk food) bagi para nenek moyang kita belum ada, karena pada zaman dahulu mereka lebih memilih menanam atau beternak sendiri untuk memenuhi bahan pangan yang mereka butuhkan. Tidak hanya sekedar untuk memenuhi bahan pangan tetapi mereka dapat menjualnya sebagai penambah penghasilan. Dari tahun ke tahun dapat dirasakan perkembangan jenis-jenis makanan terutama di negara kita sendiri yang berkembang dengan pesat, salah satunya makanan instan (junk food) karena pengaruh akan makanan luar negeri yang di

perkenalkan di Indonesia dan sesuai dengan selera orang Indonesia.

Makanan instan tergolong makanan yang sangat digemari oleh masyarakat terutama bagi para remaja. Makanan ini sangat beragam dari mulai

makanan ringan hingga makanan yang termasuk dalam makanan utama, karena di dalam kemasan sering kita lihat bahan yang disertakan

mengandung karbohidrat. Tetapi jangan menganggap makanan ini sangat bergizi bagi tubuh kita karena kita tidak tahu pasti apa saja bahan yang terkandung di dalamnya. Bahkan kita juga tidak tahu bagaimana nantinya tubuh kita apabila kita terus menerus mengkonsumsi makanan instan ini. Dan tahukah kalian bahwa dalam satu kemasan junk food terdapat berbagai macam bakteri berbahaya? Mulai dari bahan makanannya, bumbunya serta kemasannya. Bakteri-bakteri ini akan sangat berbahaya bagi tubuh kita. Apabila kita mengkonsumsinya secara berlebihan, bisa-bisa kita terkena penyakit atau malah berakibat fatal yang berakhir pada kematian.

Sejak abad ke-19, ilmu pangan telah mengetahui cara mengisolasi protein, lemak dankarbohidrat dari makanan utuh. Perkembangan ini menyebabkan penciptaan junk food. Saat ini, 100% junk food buatan telah dijual sebagai makanan sebenarnya. Namun tidak semua makanan yang diproses

(2)

modern ini. Junk food, dengan demikian,harus dianggap sebagai makanan yang diproses secara ekstrim.

Junk food adalah istilah informal yang diterapkan untuk beberapa makananyang dianggap memiliki nilai gizi sedikit atau tidak ada, untuk produk dengan nilaigizi, tetapi yang juga memiliki bahan-bahan dianggap tidak sehat ketika dimakansecara teratur, atau untuk mereka yang dianggap tidak sehat untuk dikonsumsi samasekali.

Industri pengolahan makanan modern telah berhasil meyakinkan

publik bahwa mereka mendapatkan nilai gizi dari makanan olahan, padahal tidak. Denganmenghasilkan cita rasa yang enak, junk food yang

mengandung banyak lemak, garam,dan gula, termasuk bahan tambahan dan bahan adiktif sintetik dapat berpotensi menimbulkan banyak penyakit, dari yang ringan sampai yang berat, seperti obesitas, diabetes, rematik,

hipertensi, serangan jantung, struk, dan kanker. Saat ini penyakit- penyakit degeneratif tersebut tidak hanya diderita orang tua yang sudah berumur, tetapi juga anak muda.

B. Rumusan Masalah

Sehubungan dengan judul makalah ini, penulis merumuskan pokok-pokok sebagai berikut:

1. Apakah pengertian junk food?

2. Apa saja jenis junk food?

3. Apa saja bahan yang terkandung dalam junk food?

4. Bagaimanakah damapak negatif dari kebiasaan mengonsumsi Junk Food?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan memilih tema ini yaitu untuk:

1. Memberikan wawasan kepada para pelajar yang belun paham mengenai

junk food.

2. Mengetahui jenis-jenisyang tergolong junk food.

3. Mengetahui bahan yang terkandung dalam junk food.

4. Mengetahui dampak negatif kebiasaan mengonsumsi junk food.

(3)

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini, yaitu sebagai sember referensi bagi penulis selanjutnya. Makalah ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan yang sehat terhadap tubuh.

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Junk Food

Junk food adalah makanan yang mempunyai kalori tinggi tapi nilai gizinya sedikit alias minim atau sama sekali tidak ada nilai gizinya. Junk food ada didalam makanan yang tinggi kadar garamnya, tinggi fat, mengandung soda, makanan yang mengandung bahan aditif (pengawet, pewarna, pemanis buatan, penambah cita rasa), makanan yang dimasak terlalu

lama/dihangatkan berulang-ulang. Jenis makanan olahan (dalam kaleng) maupun snack (asin maupun manis) yang sering kita dijumpai mengandung bahan-bahan tersebut.

Junk food tidak hanya terdapat dalam makanan western (Pizza, hamburger, french fries,) makanan dinegeri kita sendiri pun banyak yang tergolong junk food. Gudeg, rendang, dan jenis-jenis masakan yang dimasak dalam jangka waktu lama, camilan goreng usus goreng, kulit ayam digoreng kering, jenis-jenis keripik asin dan manis, gorengan dipinggir jalan, nilai gizinya sudah berkurang kadang nyaris hilang. Beberapa sumber zat gizi, berubah nilai gizinya jika diolah dengan cara tertentu, proses memasak dengan

pemanasan yg tinggi seperti di goreng, dipanggang/bake. Misal telur + gula + tepung diolah menjadi cookies, cake, harus melalui proses yang panjang ini akan mengakibatkan nilai gizi yang terkandung dari masing-masing bahan menjadi hilang atau berkurang.

Junk food selalu ada disekitar kita, bahkan dimeja makan kita sekalipun. Untuk menghindari junk food, hindari atau kurangi konsumsi makanan olahan (sosis, corned, bakso, nugget dan sejenisnya), kue-kue yg banyak menggunakan produk-produk olahan (cake, roti, cookies), minuman bersoda (soft drink), masakan yang dimasak berulang-ulang, masakan yang

mengandung fat tinggi (berlemak, bersantan, digoreng), fast food dan teman-temannya.

Makanan apa yang biasa Anda bawa saat berwisata? Pasti kita tidak lupa akan makanan ringan, karena makanan ini yang sangat praktis dibawa dan enak dimakan meskipun tidak mengenyangkan. Makanan ringan termasuk dalam salah satu jenis junk food.

(5)

Junk food sendiri adalah istilah untuk makanan siap saji yang disiapkan atau disajikan dengan cepat dan mudah. Makanan ini banyak digemari dari mulai anak kecil (balita), remaja hingga orang tua, karena rasanya yang bervariatif serta praktis dalam penyajiannya. Berbagai macam makanan ini antara lain seperti pengganti makanan utama, makanan ringan, minuman, bumbu-bumbu dapur, buah kalengan, dan masih banyak lainnya. Makanan ini sangat berbahaya bagi tubuh kita apabila dikonsumsi setiap hari.

Makanan siap saji sangat mudah ditemui di toko-toko ataupun swalayan, karena harganya yang relatif murah dan makanan ini sering dicari para konsumen. Oleh karena itu, mulai banyak produk rumahan yang

memproduksi berbagai olahan makanan siap saji walaupun tanpa takaran yang pas atau tanpa mempedulikan aturan AKG. Dan mereka biasanya memperjualkan produk mereka di toko-toko rumahan. Biasanya pada saat orang tua mengajak anaknya belanja di swalayan, mereka membiarkan anaknya memilih makanan yang mereka suka. Padahal di swalayan tersedia bermacam-macam makanan siap saji dengan berbagai pilihan. Dan pada usia anak yang relatif butuh perhatian pola makan, apabila dibiarkan mereka akan memilih untuk dibelikan makanan siap saji, seperti chiki (makanan ringan) karena anak-anak menyukai makanan ini.

Dalam pengolahan makanan siap saji, ada yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum disajikan, ada juga yang bisa disajikan secara langsung tanpa perlu diolah kembali. Jenisnya tidak hanya makanan saja, tetapi minuman pun juga. Untuk minuman biasanya bisa langsung dikonsumsi, yang disajikan dalam gelas, botol dan kaleng. Tapi ada juga yang perlu diolah terlebih dahulu biasanya dikemas dalam plastik. Sedangkan dalam makanan, kebanyakan harus diolah terlebih dahulu (biasanya untuk pengganti

makanan utama), dan ada juga tanpa proses pengolahan kembali (biasanya dalam makanan ringan).

Istilah junk food diberikan pada makanan yang tidak memiliki nilai

nutrisi y a n g b a i k a t a u m a k a n a n y a n g s e b e t u l n y a k a n d u n g a n n u t r i s i n y a c u k u p t a p i mengandung zat-zat yang tidak sehat kalau dikonsumsi terus-menerus. Karenatidak memiliki nutrisi yang baik, maka junk food tidak berguna bagi tubuh apabiladikonsumsi. Makanan junk food biasanya lebih banyak mengandung kalori, gula,garam dan lemak yang sangat tinggi.

(6)

Kepopuleran makanan cepat saji yang telah merebut hampir semua segmen di masyarakat dari semua umur dan sudah tidak asing dengan jajanan

seperti fried chicken, french fries, hamburger, pizza dan sejenisnya.

Termasuk juga donat impor yang berukuran besar dengan macam-macam citarasa, cemilan ekstruksi (semacam chiki), minuman bersoda, minuman kola, es krim, milkshake, minuman kopi dengan "float" krim, coklat dan sebagainya. Makanan-minuman keren tersebut memang sangat mudah ditemui di mall-mall, plaza dan pertokoan besar di pusat dan pinggiran kota. Dan agaknya telah membudaya dan menjadi santapan elit, terutama bagi kaum muda perkotaan. Tapi, tahukah kita bahwa jenis-jenis jajanan yang ditawarkan resto-resto di atas termasuk atau sangat berpotensi

sebagai junk-food? Alias makanan sampah? Mengapa makanan sampah? Produk pangan disebut junk-food jika kandungan nutrisinya sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasanya yang enak. Ciri-ciri golongan junk-food adalah

 makanan berkadar garam tinggi;

 bergula tinggi;

 berlemak tinggi;

 kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral;

 mengandung banyak sodium (garam-garaman);

 lemak jenuh dan kolesterol mengutamakan citarasa.

secara ekonomi menguntungkan karena populer, sedangkan nilai gizinya prioritas ke sekian. Akibat mengutamakan citarasa tersebut junk-food mengandung banyak lemak, garam dan gula, termasuk bahan tambahan pangan atau aditif sintetik untuk menimbulkan citarasa (seperti MSG). Maka junk-food berpotensi menimbulkan banyak penyakit, dari yang ringan sampai berat, seperti obesitas, rematik akibat penimbunan asam urat, tekanan darah tinggi, serangan jantung koroner, stroke dan kanker.

Banyak orang yang keliru menganggap bahwa fast food

merupakan junk food. Padahal sebenarnya fast food memiliki kandungan nutrisi yang baik bagitubuh. Namun apabila terlalu

berlebihan dalam mengkonsumsi fast food, maka fast food tersebut akan menjadi junk food bagi tubuh kita. Jadi tidak semua fast food seperti fried chicken, hamburger, pizza, dan lain-lain merupakan junk

(7)

food. Makanan-makanan tersebut dapat menjadi junk food apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus. Karena itu bukan berarti bahwa semua restoran-restoran fast food menjual junk food. Makanan-makanan fast food yang dibuats e ndiri di rum a h juga a ka n m e nja di junk food apabila dikonsumsi berlebihan. Bahkan makanan-makanan yang seharusnya menyehatkan bias berubah menjadi junk food.

Menurut WHO ada 10 jenis makanan yang tergolong sebagaijunk food, yaitu:

a. Makanan gorengan

Makanan gorengan golongan makanan ini pada umunya kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi.

b. Makanan kalengan

Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas dari bahan asalnya. Terlebih dari itukandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat.

c. Makanan asinan

Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan dan penambahan ammonium nitrit, hal mana dapat mengakibatkan

kandungan garam makanan tersebut melewati batas.

d. Makanan daging yang diproses

Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit, pengawet/ pewarna dan lain-lain.

e. Makanan daging berlemak dan jerohan

Walaupun makan ini mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral, tetapi mengandung lemak jenuh dan kolestrol.

f. Makanan olahan keju

(8)

Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral, dan mengandung trans lipid.

h. Makanan yang dipanggang/dibakar

Golongan ini mengandung zat-zat karsinogenik. i. Sajian manis beku

Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi, kadar gula tinggi, temperature rendah.

j. Manisan kering

Mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen sebagai tambahan, serta mengandung garam tinggi.

Berikut ini adalah contoh makanan sehat yang berubah menjadi junk food, yaitu:

1. Hamburger

Makanan ini menggunakan daging sapi yangbanyak mengandung lemak. Selain itu, roti putih yang digunakan juga banyak mengandung gula sederhana yang memberikan beban glukosa yang lebih tinggi bagi tubuh.

2. Pizza

Makanan khas Italia ini mengandung kalori dan lemak cukup tinggi. Kalori berasal dari karbohidrat sederhana, sedangkan kandungan lemak paling banyak terdapat pada penggunan minyak kering paprika atau pepperoni.

3. Hot Dog

Hot Dog adalah suatu jenis sossis yang dimasak atau diasapi dan memiliki tekstur yang lebih halus serta rasa yang lebih lembut dan basah daripada kebanyakan sossis dan umumnya sangat banyakmengandung lemak.

4. Popcorn

Sebenarnya jagung itu sehat karena memiliki zat besi tinggi, rendah

kalori dan sedikit gula. Namun banyak produk popcorn yang dijual di pasaran memiliki rasa yang asin karena justru kandungan gula dan garam di dalam produk popcorn yang lebih banyak sehingga tidak lagi

(9)

5. Sereal

Sereal yang dijual di pasaran adalah produk gandum, oat, atau beras yang te la h dita m ba hi gula , s irup, da n ba ha n-ba ha n la in ya ng jus tru m e m bua t sereal menjadi junk food bagi tubuh.

6. Kentang Russet

Kentang ini adalah jenis kentang yang biasanya dipakai untuk

membuat french fries. Ternyata jenis kentang ini dapat memicu terjadinya diabetes d a n o b e s i t a s k a r e n a a p a b i l a d i k o n s u m s i m a k a k e n t a n g i n i c e p a t terkonversi menjadi gula darah. Meskipun begitu banyak produsen yangm e na m ba hka n gula da n ga ram pa da p roduk ke nta ng ini, ka re na je nis kentang ini memiliki rasa yang hambar.

7. Sup Kalengan

Awalnya sup kalengan memiliki komposisi yang ideal dan sehat. Namun, l a m a - l a m a b a n y a k p r o d u s e n s u p k a l e n g a n y a n g h a n y a m e m i k i r k a n keuntungan sehingga produk sup kalengan mereka tidak lagi mengandung komposisi yang ideal dan tidak sehat.

8. Yoghurt

Banyak dijumpai yoghurt-yoghurt kemasan yang dijual di pasar swalayan. Sebagian produk yoghurt tersebut biasanya mengandung banyak gula dan buah yang diproses, kemudian disamarkan menjadi produk yoghurt yang sehat.

9. Nugget Ikan

Nugget ikan yang ada di pasaran memang membuat praktis, namun justru m e nga ndung le bih ba nya k ga ra m da n le m ak se hingga tida k s eha t ba gi tubuh.

10.Teh Hijau

T h e h i j a u s e b e n a r n y a a d a l a h m i n u m a n y a n g m e n y e h a t k a n . N a m u n sekarang banyak dipasarkan the hijau dalam kemasan botol yang telah ditambahi zat-zat lain seperti gula, penambah rasa, dan pengawet yang membuat the hijau tidak lagi menjadi minuman yang sehat.

(10)

Roti tawar yang sehat seharusnya terbuat dari tepung, air. Sedikt garamdan ragi. Namun banyak produk roti tawar yang dipasarkan mengandungtepung dengan ggula, sirup, bahkan bahan tambahan yang tidak berguna.

C. Bahan yang Terkandung dalam Junk Food

Junk food sering disebut-sebut tidak sehat bagi tubuh. Hal ini dikarenakan, kandungan nutrisi junk food sangat rendah atau kalori terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasanya yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food adalah makanan berkadar garam (sodium) tinggi, bergula tinggi, berlemak jenuh,dan kolesterol tinggi, namun kandungan nutrisi lainnya seperti protein, vitamin, dan mineral sangat sedikit.

Mengonsumsi makanan siap saji (junk food) secara berlebihan sangat

berisiko bagi kesehatan. Terlebih makanan ini mengandung berbagai bahan kimia yang tidak baik bagi tubuh kita. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain pewarna makanan, pengawet, penyedap, pemanis, lemak jenuh dan lemak trans (trans fat). Makanan ini umumnya juga tidak cukup mengandung vitamin C, zat besi, garam asam folat, dan riboflavin, kurang serat, tinggi kalori, lemak, serta garam.

Tahukah Anda bahwa tubuh kita memerlukan sejumlah jenis lemak tertentu yang bermanfaat? Lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal sangat diperlukan oleh tubuh kita yang dapat ditemukan pada kacang-kacangan, minyak ikan dan minyak sayur. Tetapi dalam berbagai produk seperti mentega, pastri dan fast food, lemak yang bermanfaat bagi tubuh kita diganti dengan lemak yang berbahaya bagi tubuh kita, yakni seperti lemak trans dan lemak jenuh. Bahayanya yang akan didapat apabila semakin banyak kita mangonsumsi makanan yang mengandung lemak trans, maka semakin besar pula dampak buruk yang timbul.

Yang dimaksud lemak trans ini adalah jenis lemak yang dapat ditemukan pada bentuk artifisal dalam produk-produk pastri. Sebagian besar lemak trans disintetiskan secara artifisal melewati proses kimia yang menambah hidrogen ke dalam minyak sayur. Dalam bahasa sederhana, itu artinya

mengubah minyak cair menjadi lemak padat. Sangat berbahaya apabila kita mengonsumsi makanan yang terdapat lemak trans ini, terlebih dalam

mengonsumsinya dilakukan dalam jangka waktu yang terbilang sering. Berbagai penyakit dapat mengancam kesehatan kita, seperti penyakit

jantung, meningkatkan risiko mengidap depresi dan menurunkan kadar HDL kholestero.

(11)

D. Dampak Negatif Kebiasaan Mengonsumsi Junk Food

Junk food adalah kata ’slang’ untuk makanan dengan kandungan nutrisi yang rendah. Biasanya junk food ini mengandung kadar garam, gula, lemak atau kalori yang tinggi, tetapi rendah nutrisinya (rendah vitamin, mineral dan juga serat). Harganya biasanya lebih murah daripada makanan yang sehat, dan rasanya lebih enak (tetapi tidak sehat).

Efek junk food untuk kesehatan

a. Junk food yang mengandung banyak gula, dapat merusak gigi

dan menyebabkan terjadinya kavitas (gigi berlubang).

b. Terlalu sering makan makanan yang banyak gula, membuat kadar

insulin dalam tubuh tidak stabil, dan memicu terjadinya penyakit Diabetes Melitus / kencing manis dikemudian hari.

c. Junk food menyebabkan terjadinya obesitas (kegemukan) karena

nilai kalori yang tinggi. Obesitas akan meningkatkan resiko

terjadinya penyakit Diabetes Melitus/ kencing manis, penyakit jantung, pembuluh darah, stroke dan menyebabkan masalah sosial - psikologis.

d. Makan makanan tinggi lemak (terutama lemak jahat yang terdapat

dalam junk food) dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah,

dan meningkatkan resiko untuk terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah oleh plak lemak), penyakit hipertensi/tekanan

darah tinggi, jantung dan kanker dikemudian hari.

e. Terlalu banyak garam dapat memicu terjadinya

penyakit hipertensi/tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. f. Pengawet, pewarna, dapat merusak persarafan, meningkatkan

faktor resiko terjadinya kanker.

g. Makanan yang mengandung MSG (mono sodium glutamat) atau

zat penyedap rasa (biasanya ada dalam junk food), dapat memberikan efek samping : kemerahan pada kulit, sakit kepala, mual-muntah, gejala asma, sesak napas, gangguan mood, migren, serangan

panik, jantung berdebar, kejang, atau depresi. Efek jangka panjangnya adalah merusak otak, susunan saraf, dan retina.

Untuk menghasilkan cita rasa yang enak, junk food mengandung banyak lemak, garam, dan gula, termasuk bahan tambahan sehingga junk

(12)

yang berat, seperti obesitas, diabetes, rematik, hipertensi, serangan jantung, struk, dan kanker. Saat ini penyakit- penyakit degeneratif tersebut tidak hanya diderita orang tua yang sudah berumur, tetapi juga anak muda.

1. Kelelahan fisik

Junk food tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat. Akibatnya, tubuh akan merasakan kelelahan yang kronik dan

kekurangan energi yang dibutuhkan untuk memenuhi aktivitas rutin. Pada jangka waktu singkat, tingginya asupan lemak dapat menyebabkan

kemampuan kognitif yang berkurang dan sulit berkonsentrasi.

2. Perubahan bentuk tubuh dan obesitas

Obesitas merupakan suatu penyakit multifaktorial, yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan, sehingga dapat mengganggu kesehatan. Prevalensi obesitas ini berhubungan erat dengan urbanisasi dan mudahnya mendapatkan makanan yang salah satunya adalah fast food serta banyaknya jumlah makanan yang tersedia.

Junk food mengandung jumlah lemak yang tinggi, dan dengan penumpukan lemak dalam tubuh, berat badan akan semakin bertambah dan terjadi

obesitas. Dengan semakin bertambahnya berat badan, maka seseorang semakin memiliki resiko untuk menderita penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan arthritis.

3. Diabetes

Seiring waktu, tingkat tinggi gula dan karbohidrat sederhana dalam junk food dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan stress metabolisme. Ketika mengonsumsi banyak gula putih halus dan karbohidrat sederhana, tubuh harus

memproduksi insulin untuk mencegah lonjakan berbahaya dalam kadar gula darah. Seiring waktu, stress ini merusak kemampuan tubuh untuk

menggunakan insulin disekresikan oleh pankreas. Diet sehat dapat membantu menjaga sensitivitas insulin tubuh.

4. Jantung, hati, ginjal, dan saluran

Tingkat lemak dan garam yang tinggi dalam junk food dapat berkontribusi menyebabkan penyakit jantung. Peningkatkan kadar kolesterol darah akan menyebabkan hiperlipidemia dan terbentuknya plak pada arteri

(13)

survey WHO, usia rata-rata seseorang menderita penyakit jantung koroner telah menurun dari usia 45 tahun menjadi 35 tahun.

Tingkat asam lemak trans yang menyebabkan deposit lemak pada

hati, berbagai bahan karsinogenik, dan esen tambahan dapat menyebabkan penyakit dandisfungsi hati seiring dengan berjalannya waktu.

Kelebihan asupan garam menyebabkan penambahan beban ginjal yang menyebabkan hipertensi dan penyakit ginjal. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir pada lambung dan usus sehingga dapat

menyebabkan radang lambung dan usus bagi orang yang mengonsumsi makanan asin secara kontinu.

5. Kanker

Tingginya jumlah lemak jenuh serta bahan-bahan karsinogenik yang terkandung dalam junk food akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus.

6. Adiksi

kalori berlebih dapat memicu respon adiktif di Otak. Sifat adiktif makanan sampah itu seperti narkoba – memberi efek fly, tenang, nyaman. Selain itu, kadar lemak yang dikandung makanan sampah dapat membuat konsumen lepas kendali, salah satu ciri adiksi.

Sebuah studi oleh Paul Johnson dan Paul Kenny di The Scripps Research Institute pada tahun 2008 menduga bahwa konsumsi junk food mengubah aktifitas otak dengan cara yang mirip dengan obat adiktif seperti kokain atau heroin. Setelah beberapa minggu dengan akses tidak terbatas akan junk food, pusat kesenangan pada otak tikus menjadi terdesensitisasi sehingga memerlukan lebih banyak junk food untuk mencapai kesenangan. Setelah junk food digantikan dengan makanan sehat, tikus tersebut kelaparan selama 2 minggu daripada harus makan makanan yang bergizi.

7. Ibu hamil dan bayi

Mengonsumsi makanan tidak sehat seperti junk food selama masa hamil ataumenyusui tidak hanya berpotensi merugikan kesehatan ibu. Suatu riset terhadap binatang mengindikasikan, konsumsi makanan tak sehat selama hamil dan menyusui juga dapat menimbulkan kerugian jangka panjang pada bayi.

(14)

8. Kadar Gula dan Garam yang tinggi

Untuk mencapai rasa lezat, biasanya masakan sampah akan menambah porsi garam dan atau gula pada makanan yang disajikan. Selain itu, penyedap rasa MSG juga diberikan dalam takaran tinggi plus diberi

tambahan zat pewarna dan pengawet untuk memperbaik tampilan makanan-makanan tersebut. Tanpa kita sadari, mengkonsumsi makanan-makanan dan zat-zat yang terkandung didalamnya secara teratur akan mempercepat tumpukan kolesterol yang tinggi. Penyakit yang umum disebabkan kolesteroltinggi adalah darah tinggi, Kegemukan, kadar gula darah naik, serta Jantung.

(15)

BAB III PENUTUP

A. Simpulan

a. Junk food adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat

atau memiliki sedikit kandungan nutrisi atau makanan yang mempunyai kalori tinggi tapi nilai gizinya sedikit alias minim atau sama sekali tidak ada nilai gizinya.

b. Ada berbagai macam jenis junk food yang sering kita jumpai dalam

kehidupan sehari-hari yang dimulai dari makanan gorengan, makanan asinan, makanan kalengan, mie instant, makanan daging berlemak, makanan yang dipanggang/dibakar, dan sebagainya.

c. Mengonsumsi makanan siap saji (junk food) secara berlebihan sangat

berisiko bagi kesehatan. Terlebih makanan ini mengandung berbagai bahan kimia yang tidak baik bagi tubuh kita. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain pewarna makanan, pengawet, penyedap, pemanis, lemak jenuh dan lemak trans (trans fat). Makanan ini umumnya juga tidak cukup mengandung vitamin C, zat besi, garam asam folat, dan riboflavin, kurang serat, tinggi kalori, lemak, serta garam. Yang dimaksud lemak trans ini adalah jenis lemak yang dapat ditemukan pada bentuk artifisal dalam produk-produk pastri yang mengubah minyak cair cair menjadi lemak padat.

d. Makanan cepat saji umumnya tidak cukup mengandung berbagai nutrisi

yang diperlukan oleh tubuh. Oleh sebab itu makanan cepat saji (junk food) dapat dikategorikan sebagai makanan penyebab timbulnya berbagai

penyakit. Karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya membuat makanan ini tidak sehat. Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain menyebabkan seseorang menderita jantung, dapat meningkatkan risiko mengidap depresi, penuwaan sejak dini, obesitas (kegemukan), kanker hingga berujung pada kematian.

B. Saran

Ada pepatah yang mengatakan bahwa sehat itu mahal. Ya, pepatah ini memang tidak salah. Sehat memang menjadi impian bagi setiap orang, karena dengan sehat aktifitas akan berjalan lancar dan tidak menjadi beban

(16)

orang lain, khususnya keluarga bahkan orang disekitar kita. Ingin hidup sehat tidak terlalu susah asalkan kita dapat menjaga pola makan,

berolahraga teratur dan banyak minum air putih.

Di zaman modernisasi seperti sekarang ini pasti banyak masyarakat yang lebih memilih hidup praktis, yah salah satunya dengan mengonsumsi Junk Food. Namun, ada baiknya kita mengonsumsi makanan sehat selain Junk Food dan mulai membiasakan kebiasaan tersebut pada anak-anak selagi masih kecil.

Dalam pengolahan makanan junk food sebaiknya kita menghindari penggunaan bumbu yang ada dalam kemasannya dan menggantinya dengan bumbu olahan sendiri, misalnya dengan menggunakan bawang merah, bawang putih, garam, merica, dan bumbu dapur lainnya. Sehingga dalam pengolahan makanan sendiri kita dapat mengetahui bahan-bahan yang digunakan sudah steril atau belum. Kita juga dapat menambahkan berbagai sayuran yang segar sehingga dapat mempercantik penampilan dan dapat menambah selera makan kita.

Dalam mengonsumsi makanan sehari-hari usahakan kita mendapat asupan yang mencukupi kebutuhan kalori, gizi, serat atau zat pada tubuh kita. Dalam mencukupi kebutuhan tubuh tersebut kita dapat memenuhinya

dengan makanan 4 sehat 5 sempurna, seperti karbohidrat, protein, makanan bervitamin, makanan berserat serta susu sebagai minuman pelengkapnya. Dalam membeli produk junk food kita lebih memperhatikan bahan yang terkandung dalam makanan tersebut. Mulai dari kemasannya sampai isi makanannya, jangan menjadi pembeli yang konsumtif.

Referensi

Dokumen terkait

mengandung garam dengan perubahan tekanan darah pada lansia di Desa. Gembong Kecamatan Bojongsari

Tindakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan pengobatan non farmakologi yaitu dengan cara mengurangi makan–makanan yang mengandung lemak jenuh

Di samping itu, ritual merupakan tindakan yang memperkokoh hubungan pelaku dengan objek yang suci, dan memperkuat solidaritas kelompok yang menimbulkan rasa aman

Salah satu upaya untuk memuaskan konsumen adalah yang berkaitan dengan produk yang disediakan disuatu restoran dengan rasa yang enak, menarik, rekstur bagus,

Bahan baku minyak jarak pagar yang digunakan di dalam penelitian ini mengandung asam lemak bebas yang tinggi, sehingga proses pembuatan biodiesel juga meliputi tahap

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak SMPN 1 Cimahi mengenai gambaran konsumsi junk food, status gizi dan usia menarche pada

Begitu juga dengan rasa makanan, perpaduan rasa makanan yang disajikan dapat menimbulkan sensasi rasa pada indera pengecap serta sensasi bau yang menarik pada indera

Junk food adalah semua makanan yang dikonsumsi yang tidak memberikan manfaat bahkan justru merugikan kesehatan, Junk food merupakan semua jenis makanan yang mengandung gula, lemak, dan