• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Radiologi Tumor Kolon

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gambaran Radiologi Tumor Kolon"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Gambaran Radiologi

Tumor Kolon

Oleh

Janter Bonardo (09 61050 0770

(2)

Definisi

suatu pertumbuhan tumor

yang bersifat ganas dan

merusak sel DNA dan

jaringan sehat disekitar

kolon (usus besar)

(3)

Etiologi

• Secara umum kanker selalu dihubungkan

dengan: bahan-bahan kimia, bahan-bahan

radioaktif, dan virus.

• Umumnya kanker usus besar terjadi

dihubungkan dengan faktor genetik dan

lingkungan. Serta dihubungkan juga dengan

faktor predisposisi diet rendah serat, kenaikan

berat badan, intake alkohol.

(4)

EPIDEMIOLOGI

• Kanker kolon adalah penyebab kematian

kedua akibat kanker.

• Insiden kanker kolon menunjukkan variasi

geografik.

• Di Indonesia dari berbagai laporan terdapat

kenaikan jumlah kasus tetapi belum ada angka

yang pasti berapa insiden kanker kolon.

(5)

II.4 TIPE KARSINOMA KOLON DAN

REKTUM

Secara makroskopis terdapat tiga tipe karsinoma kolon dan rektum, yaitu:

• Tipe polipoid atau vegetatif

Pada tipe ini tumor tumbuh menonjol ke dalam lumen usus,

berbentuk bunga kol dan ditemukan terutama di sekum dan kolon ascendens.

• Tipe skirus atau infiltratif,

Pada tipe ini biasanya mengakibatkan penyempitan sehingga terjadi stenosis dan gejala obstruksi, terutama ditemukan pada kolon

descendens, sigmoid dan rektum. • Tahap ulserasi

Pada tipe ini terjadi karena nekrosis di bagian sentral dan terletak di daerah rektum. Pada tahap lanjut, sebagian besar tumor kolon akan mengalami ulcerasi menjadi tukak yang maligna.

(6)
(7)

METASTASIS

• limfohematogen

• Perkontinutatum

(8)

KLASIFIKASI TUMOR

Klasifikasi karsinoma rektum menurut Dukes:

• Tahap A: Infiltrasi karsinoma terbatas pada dinding usus (survive for 5 years 97 %)

• Tahap B: Infiltrasi karsinoma sudah menembus lapisan muskularis mukosa (80 %)

• Tahap C: Terdapat metastasis ke dalam kelenjar limfe • C1: Beberapa kelenjar limfe dekat tumor primer (65 %) • C2: Dalam kelenjar limfe jauh (35 %)

(9)

Klasifikasi TNM

T – Tumor primer

• Tx - Tumor primer tidak dapat dinilai • T0 - Tidak ada tumor primer

• T1 - Invasi tumor di lapisan sub mukosa • T2 - Invasi tumor di lapisan otot propria

• T3 - Invasi tumor melewati otot propria ke subserosa atau masuk ke perikolik yang tidak dilapisi peritoneum atau perirektal

• T4 - Invasi tumor terhadap organ atau struktur sekitarnya atau peritoneum viseral • N – Kelenjar limfe regional

• Nx - Kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai

• N1 - Metastasis di 1-3 kelenjar limfe perikolik atau perirektal • N2 - Metastasis di ≥ 4 kelenjar limfe perikolik atau perirektal

• N3 - Metastasis pada kelenjar limfe sesuai nama pembuluh darah atau pada kelenjar apikal

M – Metastasis jauh

• Mx - Metastasis jauh tidak dapat dinilai • M0 - tidak ada metastasis jauh

(10)

GEJALA KLINIS

• Gejala dan tanda dini karsinoma kolorektal

tidak ada. Umumnya gejala pertama timbul

karena penyulit, yaitu gangguan faal usus,

(11)

Diagnosis

• Anamnesis

tentang perubahan pola defekasi, frekuensi dari defekasi, perasaan tidak puas atau rasa penuh setelah defekasi, adanya benjolan dan nyeri perut (dispepsia) yang hilang timbul (kolik) atau menetap.

• Pemeriksaan

karsinoma kolon bisa didapatkan tumor kecil yang pada

tahap dini tidak teraba pada palpasi perut, dan jika teraba menunjukkan proses karsinoma yang sudah

lanjut. Pemeriksaan yang wajib dilakukan untuk tumor kolon adalah pemeriksaan colok dubur.

(12)

Beberapa Modalitas Pemeriksaan

Radiologi pada kolon

• Ultrasonografi (USG)

• CT-Scan dan MRI

• Foto Polos Abdomen

• Colon in Loop

(13)

Ultrasonografi

• Salah satu imaging diagnostic untuk pemeriksaan alat-alat tubuh  mempelajari bentuk, ukuran anatomi, gerakan, serta hubungan dengan jaringan sekitarnya.

• Pemeriksaan ini bersifat noninvasive, tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita, dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan data yang diperoleh mempunyai nilai dignostik yang tinggi. • Tidak ada kontraindikasinya, karena

pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita.

(14)

Penyulit USG

• Suatu penyulit yang umum pada pemeriksaan

USG disebabkan karena USG tidak mampu

menembus bagian tertentu badan.

• Tujuh puluh persen gelombang suara yang

mengenai tulang akan dipantulkan. Dan

diperkirakan 25% pemeriksaan di abdomen

diperoleh hasil yang kurang memuaskan karena

gas dalam usus. USG sulit dilakukan untuk

(15)

CT-Scan dan MRI

• Peran pemeriksaan CT abdomen dan panggul yang rutin terus menjadi pemeriksaan yang penting dalam mendiagnosis penyakit kolon.

• Banyak pusat kesehatan secara rutin menggunakan kontras usus per rektum untuk melukiskan usus besar yang lebih baik dengan pemeriksaan CT (Gambar2).

(16)

Pemeriksaan CT Scan dilakukan untuk:

• Mengetahui metastase ke organ lain, hal ini

penting untuk menentukan tingkatan staging

sehingga dapat dipilih penatalaksanaan yang

tepat.

• Mengetahui pakah tumor sudah mengecil setelah

pemberian kemoterapi, dilakukan pemeriksaan

setelah

4-6

minggu

setelah

pemberian

kemoterapi

• Mendeteksi rekurensi, dilakukan pemeriksaan

setiap 5 tahun.

(17)

Keuntungan MRI

• Tidak memakai sinar X

• Tidak merusak kesehatan pada penggunaannya yang tepat • Banyak pemeriksaan yang dapat dikerjakan tanpa

memerlukan kontras

• Disamping gambar informasi yang jelas, MRI juga dapat menunjukkan

CT telah menjadi standar untuk gambar modalitas abdomen pada pasien dengan kanker kolorektal. CT relatif sangat akurat di hati mendeteksi metastasis. CT scan mempunyai sensitivitas yang tinggi dalam mendeteksi metastasis hati yaitu antara 78-90%. 8

(18)

Foto Polos Abdomen

• Pada foto polos abdomen umumnya perhatian

kita cenderung terfokus pada kolon. Tetapi

kelainan lain yang sering menyertai penyakit ini

adalah

batu

ginjal,

sakroilitis,

spondilitis

ankilosing dan nekrosis avaskular kaput femur.

• Gambaran kolon sendiri terlihat memendek dan

struktur haustra menghilang.

• Sisa feses pada daerah inflamasi tidak ada,

sehingga apabila seluruh kolon terkena maka

materi feses tidak akan terlihat di dalam

abdomen yang disebut dengan empty abdomen.

(19)

Colon in Loop

• Double-Contrast Barium Enema

• Single-Contrast Barium Enema

(20)

Keuntungan sebagai

berikut :

• sensitivitasnya untuk

mendiagnosis kanker

kolon-rektum: 65 – 95 %,

• aman,

• tingkat keberhasilan

prosedur sangat tinggi,

• tidak memerlukan

sedasi,

• telah tersedia di hampir

seluruh rumah sakit.

Kelemahan pemeriksaan enema barium yaitu:

lesi T1 sering tak terdeteksi, rendahnya akurasi untuk

mendiagnosis lesi di

rekto-sigmoid dengan divertikulosis dan di sekum,

rendahnya akurasi untuk

mendiagnosis lesi tipe datar, rendahnya sensitivitas (70–95 %) di dalam mendiagnosis

polip < 1 cm,

(21)

Kolonoskopi

• Kolonoskopi dianjurkan untuk memeriksa

pasien lebih dari 50 tahun rata-rata berusia

risiko kanker usus besar atau polip kolon.

• Kanker usus jarang tidak dapat dideteksi pada

kolonoskopi karena ia cenderung lebih besar

daripada adenomatosa polip. Kolonoskopi

adalah tes yang sangat spesifik.

• Pada kolonoskopi, massa dibiopsi untuk

diagnosis patologis.

(22)

• Kolonoskopi memberikan keuntungan sebagai berikut: • tingkat sensitivitas di dalam

mendiagnosis adenokarsinoma atau poli kolorektal adalah 95%,

• kolonoskopi berfungsi sebagai alat diagnostik melalui biopsi dan

terapipada polipektomi,

• kolonoskopi dapat mengidentifikasi dan melakukan reseksi synchronous

polyp,

• tidak ada paparan radiasi.

Kerugian kolonoskopi adalah

• pada 5 – 30 % pemeriksaan tidak dapat mencapai sekum, • sedasi intravena selalu

diperlukan,

• lokalisasi tumor dapat tidak akurat,

• tingkat mortalitas adalah 1 : 5000 kolonoskopi.

(23)

Gambaran Radiologi Kanker Kolon

• Pada foto rontgen abdomen akan nampak gambaran

tumor yang menonjol ke dalam lumen dan menyebabkan penyempitan lumen kolon yang sering disebut dengan gambaran “apple core” atau “napkin-ring”.

• Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan foto rontgen dengan memakai zat

kontras seperti barium yang dimasukkan melalui rektum. Pada foto nanti akan tampak lapisan tipis barium di mukosa kolon.

• Pemeriksaan ini disebut dengan foto kontras ganda, yaitu kontras negatif udara dan kontras positif bubur barium, tetapi cara ini tidak dapat melihat rektum pada duapertiga distalnya.

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)

• Kolonoskopi merupakan tehnik pemeriksaan

yang paling lengkap dan akurat. Pada

kolonoskopi dipakai fiberskop lentur untuk

melihat dinding kolon dari dalam lumen

sampai ileum terminalis.

• Dengan alat ini dapat dilihat seluruh kolon

termasuk yang tidak terlihat pada foto

rontgen dan dapat juga dipakai untuk biopsi

setiap jaringan yang mencurigakan.

(30)
(31)

PROGNOSIS

• Prognosis tergantung dari ada atau tidaknya

metastasis jauh, yaitu klasifikasi penyebaran

tumor dan tingkat keganasan sel tumor. Bila

disertai dengan diferensiasi sel tumor buruk,

prognosisnya sangat buruk.

(32)

KESIMPULAN

• Skrining karsinoma kolorektal memegang peranan yang sangat penting.

• Gejala yang di timbulkan antara lain adalah nyeri di

perut bagian bawah, darah pada tinja, diare, konstipasi, atau perubahan kebiasaan buang air besar, obstruksi usus, anemia dengan penyebab tidak di ketahui dan berat badan tanpa alasan yang diketahui

• Dari anamnesa, apabila kita temukan gejala seperti di atas, kita perkuat dengan pemeriksaan fisik yang

mungkin dapat membantu jika di temukannya benjolan pada abdomen atau teraba massa pada pemeriksaan colok dubur.

(33)

• Selanjutkan dapat kita lakukan pemeriksaan radiologi diantaranya dengan endoskopi yakni kolonoskopi sekitar 12% lebih akurat daripada udara kontras barium enema, terutama dalam mendeteksi lesi kecil seperti adenomas. Pemeriksaan ini paling akurat dan sangat efektif.

• Kontras barium enema adalah sebuah alternatif untuk kolonoskopi. Meskipun demikian, jika kolonoskopi tidak tersedia, pemeriksaan ini masih sangat akurat dalam mendeteksi karsinoma dan lebih besar adenomas.

• CT telah menjadi standar untuk gambar modalitas abdomen pada pasien dengan kanker kolorektal. CT relatif sangat akurat di hati mendeteksi metastasis. CT scan mempunyai sensitivitas yang tinggi dalam mendeteksi metastasis hati yaitu antara 78-90%, memiliki keunggulan dibandingkan MRI CT untuk mendeteksi hepatik metastasis.

(34)

DAFTAR PUSTAKA

1. Kanker kolon. Available from

http://web.squ.edu.om/med-Lib/MED_CD/E_CDs/Cancer%20of%20the%20Lower%20Gastrointinal%20Tract/DOCS/Ch7.pdf Diakses 25 Oktober 2014.

2. National Cancer Institute U.S National Intitute of Health ( 2009) Cancer colon treatment. Available

from www.cancer.org Diakses tgl 25 Oktober 2014

3. De jong W, Sjamsuhidajat R. Buku Ajar Ilmu Penyakit Bedah Edisi 2: Bab 35 Usus Halus, Apendiks,

Kolon, dan Rektum. Jakarta: EGC. 2005.

4. Halpert, RD. Gastrointestinal Imaging 3rd ed: Chapter 7 Colon and Rectum. Philadelphia: Mosby

Elsevier. 2006. 261-300.

5. Deteksi dini , diagnose dan penatalaksanaan kanker kolon. Available from

http://repository.unand.ac.id/12202/1/Deteksi_Dini,_Diagnosa_dan_Penatalaksanaan_Kanker_Kolo

n_dan_Kerektum.pdf Diakses 25 Oktober 2014.

6. Zieve, D. (2009) Colon cancer. Available from www.nlm.nih.gov/medlineplus/colorectalcancer.html.

Diakses 25 Oktober 2014.

7. Keuntungan kolonoskopi dengan barium enema. Available from

http://books.google.com/books?id=GTqUHHF4A6oC&pg=PA91&lpg=PA91&dq=kelebihan+kolonosko pi&source=bl&ots=rqG8SF8GG4&sig=kXhFVJNRwKMsvciNcW9YwdIkUNY&hl=en&ei=lxcbTv2QKMzH rQfo0tnPAQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4&ved=0CDAQ6AEwAw#v=onepage&q=kele

bihan%20kolonoskopi&f=false. Diakses 25 Oktober 2014

8. Rasad, Sjahriar. Radiologi Diagnostik Edisi 2: Traktus Digestivus dan Biliaris. Jakarta: EGC. 2005.

256-268

9. Gontar Alamsyah Siregar. Deteksi dini dan penatalaksanaan kanker usus besar, 2007.

10. Colorectal Cancer Health Centre (2010) Laparoscopic Proctosigmoidectomy and Colorectal Cancer.

Available from www.webmd.com/colorectal-cancer/default.htm

11. Colorectal Cancer Center of Cedars-Sinai Hospital (2010) Treatments for Sigmoid Colon Cancer .

(35)

Gambar

Foto Polos Abdomen

Referensi

Dokumen terkait

Untuk membaca arus digunakan sensor CT yaitu trafo untuk mendeteksi besar arus beban, besaran arus tersebut dikonversi menjadi digital dan dikalibrasi oleh