• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III STRATEGI PERANCANGAN & KONSEP VISUAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III STRATEGI PERANCANGAN & KONSEP VISUAL"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

STRATEGI PERANCANGAN & KONSEP VISUAL

3.1

Tujuan Komunikasi

Tujuan komunikasi pada perancangan iklan layanan masyarakat tentang mengemudi untuk kalangan remaja di bawah umur ini adalah agar pesan yang disampaikan dapat tepat kepada sasaran dimana tahapan dan tujuannya adalah :

1.

Memberikan informasi kepada masyarakat terutama para orang tua tentang bahaya mengemudi bagi remaja dibawah umur

2.

Mempengaruhi orang tua agar tidak memberikan fasilitas berupa kendaraan kepada anak dibawah umur.

3.1.1 Strategi Komunikasi

Iklan layanan masyarakat ini memiliki informasi dan pesan yang sangat penting untuk diketahui oleh kalangan para orang tua dan masyarakat di Indonesia, ditambah dengan meningkatnya angka kecelakaan remaja di bawah umur pada saat ini. Oleh karena itu, bentuk komunikasi yang akan dikemas dalam bentuk video iklan layanan masyarakat ini harus dibuat dengan baik dan teliti agar pesan yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Target audiens dari iklan layanan masyarakat ini adalah usia25-50 tahun, maka tema perancangan harus disesuaikan dengan pertimbangan demografis, geografis, dan psikografisnya.

(2)

3.1.2 Materi Pesan

Materi pesan yang ingin disampaikan melalui iklan layanan masyarakat ini berupa himbauan dan informasi kepada masyarakat tentang bahaya mengemudi bagi remaja di bawah umur, sebagai cara yang efektif untuk mengurangi tingkat kecelakaan pada remaja.

3.1.3 Target Sasaran Komunikasi

a. Demografis

Jenis Kelamin : Perempuan dan Laki-laki Kelompok Umur : 25 – 50 Tahun

Status Sosial : mencakup seluruh lapisan masyarakat baik itu masyarakat menengah ke atas ataupun masyarakat menengah ke bawah.

a. Geografis

Target sasaran geografis untuk iklan layanan masyarakat ini adalah seluruh kota yang ada di Indonesia.

b. Psikografis

Video Iklan layanan masyarakat ini nantinya akan menjadi acuan para orang tua agar lebih berhati-hati lagi dalam memberikan fasilitas berupa kendaraan terhadap anaknya yang belum cukup umur, karena remaja dibawah umur memiliki tingkat emosi yang belum stabil saat mengendarai.

(3)

3.2

Strategi Perancangan

Bab ini menjelaskan tentang konsep desain dalam pembuatan Iklan Layanan Masyarakat.Video ILM “Bahaya mengemudi Bagi Remaja dibawah Umur” ini akan dirancang dalam bentuk audio visual pada media televisi. Iklan ini berisi tentang informasi mengenai bahaya mengemudi bagi remaja di bawah umur dengan konsep video bernuansa dramatik.

Iklan Layanan Masyarakat ini memiliki informasi yang penting untuk diketahui oleh masyarakat khususnya para orang tua. Karena itu, bentuk komunikasi akan di kemas dengan baik dan di teliti agar dapat diterima oleh masyarakat. ILM ini akan di buat dengan menampilkan tipografi dan penjelasan dengan teks agar pesan yang disampaikan cepat sampai dan mudah dimengerti.

3.2.1 Pesan Utama

Isi pesan dari iklan layanan masyarakat ini adalah mengajak masyarakat khususnya para orang tua agar lebih sadar akan bahaya yang mengancam saat anak remaja dibawah umur mengemudi karena bisa membahayakan keselamatannya dan menghancurkan masa depannya.

3.2.2 Strategi Media

Media merupakan alat sebagai penyampai informasi atau pesan yang akan disampaikan. Strategi adalah suatu cara atau tindakan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Maka dapat disimpulkan bahwa media strategi merupakan suatu cara dalam menentukan media untuk mencapai suatu maksud dan tujuan yang ingin dicapai.

(4)

3.2.3 Pemilihan Media

Tv Commercial :

Media televisi merupakan media lini atas yang termasuk dalam media elektronik.Dalam mengkampanyekan iklan layanan masyarakat ini, penulis memilih media televisi yang menjadi media utama.Dikarenakan media televisi merupakan media elektronik yang disajikan dengan modern juga menarik. Media televisi juga merupakan media massa yang hampir semua penduduk Indonesia mempunyai media televisi. Media ini juga dipilih dengan alasan karena tampilan yang disajikan berupa gambar yang bergerak, dapat bersuara yang memungkinkan pesan dan informasi yang disampaikan dalam iklan layanan masyarakat ini tersampaikan dengan baik.

3.2.4 Prioritas Media

Dalam prioritas media ini menentukan media utama dan pendukung yang berdasarkan pada pertimbangan – pertimbangan karakteristik media.

Berkaitan dengan media utama dan media pendukung ini, maka media utama akan di berikan alokasi biaya lebih besar, dalam hal prioritas media ini adalah berupa audio visual, perlu di jelaskan media tersebut menjadi media utama

3.2.5 Media Pendukung

Keuntungan menggunakan media pendukung :

Pesan yang disampaikan setiap saat, kerena pemilihan perancangan media pendukung berdasarkan objek – onjek yang sering digunakan oleh khalayak.

(5)

Untuk beberapa materi promosi, ruangan untuk menempatkannya terbatas, sehingga harus lebih singkat.

Berikut ini adalah materi – materi promosi yang di pilih :

1. Youtube 2. Poster 3. Stiker 4. Facebook 5. Twitter 6. Iklan Majalah

3.2.5.1 Merchandize

Dalam hal seperti ini merchandize juga penting untuk melengkapi media pendukung sehingga dapat mempengaruhi konsumen dalam iklan ini, berikut ini adalah merchandize yang di pilih :

1. T-shirt 2. Jam Dinding 3. Gantungan Kunci 4. Pin

(6)

3.3

Ide Kreatif

3.3.1 Tema

Dalam video iklan layanan masyarakat ini, penulis mengangkat tema tentang “Bahaya Mengemudi Bagi Remaja di Bawah Umur”.Tema ini diangkat karena kurangnya pengetahuan dan informasi masyarakat khususnya orang tua tentang bahaya mengemudi bagi remaja di bawah umur. Tema ini diharapkan dapat mempengaruhi khalayak khususnya orang tua agar lebih

aware terhadap remaja dibawah umur di Indonesia dalam hal mengandarai.

3.3.2 Sinopsis

Dalam iklan layanan masyarakat ini akan ditampilkan seorang ibu yang memiliki anak laki-laki. Ibu tersebut flashback ke masa-masa anaknya masih kecil dari mulai anak tersebut masih bayi, balita, pada saat anaknya belajar naik sepeda, mengerjakan PR, hingga sampai anak tersebut tumbuh menjadi remaja. Pada saat anak tersebut menjadi murid SMP, di sela-sela waktu makan anak tersebut meminta dibelikan sepeda motor, ibunya tidak mengijinkan dan tidak memberikan, anak tersebut marah. Keesokan harinya ibu trsebut memberikan kejutn kepada anaknya dengan membelikan sepeda motor, anak tersebut sangat senang dan dia pun berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor tersebut. Di perjalanan menuju sekolah anak tersebut kebut-kebutan padahal dia baru bisa naik sepeda, dan pada akhirnya dia mengalami kecelakaan. Ibu tersebut menangis mengingat kenyataannya anaknya yang sudah meninggal karena kecelakaan.

3.3.3 Treatment

Awal : pada saat ibu tersebut melihat foto album dan flashback ke masa-masa anaknya masih kecil.

(7)

Klimaks : Pada saat anak tersebut meminta sepeda motor pada awalnya ibu tersebut tidak memberikan ijin namun akhirnya ibu tersebut membelikan sepeda motor untuk anaknya. Di perjalanan menuju sekolah anak tersebut mengalami kecelakaan.

Penyelesaian : Ibu tersebut menangis mengingat anaknya yang sudah meninggal dunia akibat kecelakaan.

3.3.4 Storyline

Berikut ini adalah penjelasan storyline dalam pembuatan iklan layanan masyarakat “Bahaya Mengemudi Bagi Remaja dibawah Umur” :

1.

Opening

Seorang ibu sedang duduk di sofa kamar memakai baju hitam. Dia melihat album foto anaknya sambil merasakan kesedihan yang begitu dalam karena kehilangan anaknya.

2.

Isi

Setelah kamera fokus ke sosok ibu tersebut kemudian ibu tersebut flashback mengingat masa-masa dimana dia masih bersama anaknya dari mulai anaknya masih bayi. Dalam flashback itu digambarkan kebahagian ibu tersebut saat bersama anaknya hingga pada suatu hari dia kehilangan anaknya karena dia mengabulkan permintaan anaknya yang masih dibawah umur untuk dibelikan sepeda motor. Anak ibu itu pun akhirnya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.

3.

Penutup

Kembali ke adegan dimana ibu tersebut sedang memegang album foto anaknya, ibu tersebut pun akhirnya menangis dan memeluk album foto tersebut. Kemudian transisi

(8)

dengan ditampilkannya penjelasan berupa teks yang menjelaskan kejadian tadi. Kemudian transisi lagi dan ditampilkan tagline “cegah sebelum semua ini terjadi”.

2.3.5 Moodboard

Moodboard adalah komposisi gambar-gambar yang akan digunakan sebagai referensi

desain yang akan diwujudkan. Moodboardakan mengungkapkan gambaran awal bagaimana suasana, warna dan tema yang akan diwujudkan.

Berikut ini konsep moodboard yang penulis pakai dalam video iklan layanan masyarakat “Bahaya Mengemudi Bagi Remaja dibawah Umur” ini :

Gambar 3.1 Konsep Moodboard Iklan Layanan Masyarakat “Bahaya Mengemudi Bagi Remaja dibawah Umur”

(9)

3.3.6 Pembuatan Storyboard

Dalam pengolahan ide serta gagasan pembuatan storyboard merupakan kumpulan-kumpulan beberapa analisa serta referensi sehingga menjadi satu wadah dalam konsep iklan

audio visual. Pada storyboard ini dijelaskan angle kamera yang digunakan dalam iklan audio visual sebagai penjelasan. Pembuatan storyboard berguna untuk memudahkan pembuat iklan

untuk menentukan urutan pengambilan gambar, durasi, audio, dan efek yang akan ditampilkan dalam iklan layanan masyarakat ini. Berikut ini pembuatan storyboard pada iklan layanan masyarakat “Bahaya Mengemudi Bagi Remaja dibawah Umur” ini :

Scene Board Naskah

1 Seorang ibu duduk di kursi

memakai baju hitam memegang album photo dengan raut muka

penuh dengan kesedihan.

2 Flashback ke masa Ibu itu masih

bersama anaknya, adegan Ibu menggendong anaknya yang masih

(10)

3 Ibu menimang anaknya dan bermain dengan anaknya

4 Ibu memangku anaknya yang

berusia 7 bulan di taman sambil mengajaknya bermain

5 Ibu mengajarkan anaknya yang

berusia 7 tahun belajar menaiki sepeda

6 Ibu menemani anaknya yang

berusia 9 tahun belajar mengerjakan PR

(11)

7 Si anak sudah berusia 12 tahun, pulang sekolah di diantar temannya pulang, sampai di depan rumah si anak memandangi motor temannya.

8 Di meja makan, Ibu dan

anaknya makan

Anaknya merengek minta dibelikan sepedamotor dengan

menunjukan brosur motor, tapi ibunya marah dan tidak

mengijinkan

9 Anaknya meninggalkan meja makan

dengan muka kesal

10 keesokan hari saat anaknya

ingin pergi ke sekolah, dia merasa kaget melihat ada

(12)

rumahnya

11 Anaknya menghampiri ibunya

untuk memeluk ibunya

12 Alvin pergi ke sekolah bersama

teman nya, dengan kebut-kebutan

13 Alvin kaget saat melihat ada

yang menyebrang, Alvin pun kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan

14 Dirumah, ibu sedang

(13)

15 Tangan si ibu tiba-tiba teriris pisau

16 ibu menerima telepon dan

mendapatkan berita bahwa anaknya kecelakaan

17 Kembali ke adegan anaknya

kecelakaan

18 Kembali ke adegan awal si ibu

memakai baju hitam dengan memeluk album photo

(14)

19 Simbol peringatan

20 Logo Ditlantas Polda Metro

Jaya

3.3.7 Break Down Sheet

1. Scene 1

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shot : Medium Shoot

Lokasi : Di dalam kamar (indoor) Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu

Cerita : Ayu duduk di kursi memakai baju hitam

memegang album photo dengan raut muka penuh dengan kesedihan.

(15)

2. Scene 2

Camera angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of shot : Medium shoot

Lokasi : Di Ruang Tv (indoor) Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu

Cerita : Ibu menggendong anaknya yang masih bayi

3. Scene 3

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of shoot : Medium shoot

Lokasi : Di Ruang Tv (indoor) Durasi : 00.00.04:00

Talent : Ayu dan Zora

Cerita : Ibu menimang anaknya dan bermain dengan anaknya

4. Scene 4

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

(16)

Type of Shoot : Full Shoot

Lokasi : Di Taman (outdoor) Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu dan Zora

Cerita : Ibu memangku anaknya yang berusia 7 bulan di taman sambil mengajaknya bermain

5. Scene 5

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shot : Full Shoot

Lokasi : Di Halaman Rumah (outdoor) Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu dan Adit

Cerita : Ibu mengajarkan anaknya belajar menaiki sepeda

6. Scene 6

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Full Shoot

Lokasi : Di Ruang Tv (indoor) Durasi : 00.00.03:00

(17)

Cerita : Ibu menemani anaknya yang berusia 9 tahun belajar mengerjakan PR

7. Scene 7

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot

Lokasi : Di depan rumah (outdoor) Durasi : 00.00.02:00

Talent : Alvin dan Kevin

Cerita : Si anak sudah berusia 12 tahun, pulang sekolah di bonceng

8. Scene 8

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot

Lokasi : Di Ruang makan (indoor) Durasi : 00.00.08:00

Talent : Ayu dan Alvin

Cerita : Di meja makan, Ibu dan anaknya makan Anaknya merengek minta dibelikan sepeda motordengan menunjukan brosur motor, tapi ibunya marah dan tidak mengijinkan

(18)

9. Scene 9

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot

Lokasi : Di Ruang makan (indoor) Durasi : 00.00.03:00

Talent : Ayu dan Alvin

Cerita : Anaknya meninggalkan meja makan dengan muka kesal.

10. Scene 10

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Full Shoot

Lokasi : Di Halaman rumah (outdoor) Durasi : 00.00.07:00

Talent : Alvin

Cerita : keesokan hari saat anaknya ingin pergi ke sekolah,

diamerasa kaget melihat ada sepeda motor di depan rumahnya

11. Scene 11

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Full Shoot

(19)

Durasi : 00.00.02:00 Talent : Ayu dan Alvin

Cerita : Anaknya menghampiri ibunya untuk memeluk ibunya

12. Scene 12

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Full Shoot

Lokasi : Di jalan raya (outdoor) Durasi : 00.00.03:00

Talent : Alvin dan kevin

Cerita : mereka kebut-kebutan di sepanjang perjalanan menuju ke sekolah

13. Scene 13

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot

Lokasi : Di jalan raya (outdoor) Durasi : 00.00.02:00

Talent : Alvin

Cerita :Alvin kaget saat melihat ada orang yang menyebrang, alvin kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan.

(20)

14. Scene 14

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot Lokasi : Di ruang tv Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu

Cerita : ibu memotong sayuran di dapur

15. Scene 15

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot Lokasi : Di Ruang Tv (indoor) Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu

Cerita : Tangan si ibu tiba-tiba teriris pisau

16. Scene 16

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Close Up Lokasi : Di Ruang Tamu (indoor)

(21)

Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu

Cerita : ibu menerima telepon dan mendapatkan berita bahwa anaknya kecelakaan

17. Scene 17

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot Lokasi : Di jalan (indoor) Durasi : 00.00.03:00

Talent : -

Cerita : Adegan motor si anak yang kecelakaan

18. Scene 18

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot Lokasi : Di kamar Durasi : 00.00.02:00

Talent : Ayu

Cerita : Kembali ke adegan awal si ibu memakai baju hitamdengan memeluk album photo dan menangis

(22)

19. Scene 19

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Shoot : Medium Shoot

Lokasi : -

Durasi : 00.00.02.00

Talent : -

Cerita : gambar ssimbol peringatan

20. Scene 21

Camera Angle : Eye Level Angle Camera Movement : Still

Type of Sshoot : Full Shoot

Lokasi : -

Durasi : 00.00.02:00

Talent : -

Cerita : Logo Ditlantas

3.3.8 Konsep Audio

Konsep audio ini dilakukan untuk menentukan pilihan audio yang tepat dalam iklan layanan masyarakat ini.Pemilihan konsep audio harus disesuaikan dengan jalan cerita dari iklan

(23)

layanan masyarakat ini, agar audio dan video dapat serasi dan pesan yang disampaikan lebih dapat tersampaikan dengan baik.

Dalam iklan layanan masyarakat ini menggunakan backsound sound memberikan sentuhan suara latar seperti musik atau apapun suasana dalam scene sesuai dengan adegan. Untuk pemakaian musiknya memakai instrument yang mempunyai harmonisasi yang cocok dengan scene agar terkesan dramatis.

3.3.9 Penyajian

Konsep penyajian visual yang dipakai dalam perancangan iklan layanan masyarakat ini adalah dengan melakukan shooting secara nyata memakai beberapa talent.Iklan layanan masyarakat ini visualisasi ceritanya beralur maju-mundur dan bergenre drama.Gambar atau visualisasinya terdiri dari penempatan objek dalam scene, pemilihan warna yang tepat, serta pemilihan font (tipografi) yang tepat. Visual yang dibuat berupa hasil video dari kamera professional dan hasilnya akan diolah kembali dengan penambahan tagline melalui software untuk mengedit video agar memberikan efek-efek yang disesuaikan dalam suasana cerita.

Penggunaan tagline “Cegah Sebelum Semua ini Terjadi” bermaksud untuk mengajak serta memberikan peringatan kepada orang tua agar sadar akan bahaya mengemudi bagi remaja dibawah umur, sehingga dapat mencegah dengan mengambil tindakan terhadap anaknya sebelum mengalaminya.

(24)

3.4

Crew List

Pengertian kru adalah semua orang yang dipekerjakan dalam pembuatan sebuah film atau video selama hari syuting. Setiap kru menyumbangkan keahlian masing-masing. Berikut ini adalah kru dalam video iklan layanan masyarakat Bahaya Mengemudi Bagi Remaja dibawah Umur :

1. Producer : Nur Rahayu 2. Sutradara : Nur Rahayu 3. Penggambar Storyboard : Tessy Ervina JS 4. Cameramen 1 : Israini Miranda 5. Cameramen 2 : Nur Rahayu 6. Pengarah gaya : Ayu Liza Ristiyani 7. Dokumentasi : Lerry Irma Faiz 8. Lighting : Lerry Irma Faiz 9. Editor : Nur Rahayu

3.5

Konsep Video

Konsep video dalam iklan layanan masyarakat ini berguna untuk menentukan bagaimana format-format video yang akan digunakan, dengan demikian dapat mempermudah penulis untuk perancangan iklan layanan Konsep video dalam iklan layanan masyarakat ini berguna untuk menentukan bagaimana format-format video yang akan digunakan, dengan demikian dapat mempermudah penulis untuk perancangan iklan layanan masyarakat ini.Format

(25)

video dalam konsep video iklan layanan masyarakat ini terdiri dari format file, format media, durasi, tipe huruf dan teknik.

Format file : .mov

Format Media : HDV 25 fps, aspec ratio 16:9 PAL DV1/DV(1440x1080), audio

setting 48.000 Hz, 16 bit, Stereo. Durasi : 60 Detik, 30 Detik, 15 Detik Tipe Huruf : Tag line – Arial Black

Teknik : Video Shooting + Video Editing+ Grafis

Dalam pembuatan Iklan Layanan Masyarakat ini penulis membuat 3 format video yang sama namun, dengan durasi yang berbeda yaitu 60 detik, 30 detik, dan 15 detik. Video ILM ini nantinya akan di convert menjadi durasi 30 detik dan durasi 15 detik. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mempersingkat waktu penayangan.

(26)

Warna merupakan unsur penting dalam desain karena suatu karya desain khususnya iklan memiliki arti, kesan dan nilai lebih.Warna juga dapat memberikan pengaruh emosional terhadap suasana yang diciptakan.

Warna yang dipilih oleh penulis disesuaikan dengan konsep dari cerita juga arti dari pesan yang akan disampaikan. Karena memberikan keseragaman dalam objek dan tipografi dalam iklan layanan masyarakat ini, warna dominan pada pembuatan video ini adalah menggunakan warna hitam dan juga dikombinasikan dengan warna putih.Karena warna hitam memiliki arti psikologi yang melambangkan kesedihan, duka dan murung.Sedangkan warna putih merupakan warna yang netral.

3.6

Konsep Tipografi

Jenis huruf yang akan digunakan pada pembuatan iklan layanan masyarakat ini adalahArial Black.

ABCDFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Abcdfghijklmnopqrstuvwxyz1234567890

Dalam hal ini informasi yang diberikan merupakan informasi yang sangat penting, oleh karenanya setiap penjelasan berupa font yang akan ditampilkan harus diusahakan agar dibaca semua oleh masyarakat yang melihatnya. Disini penulis akan menampilkan animasi font, jadi alasan menggunakan font tersebut karena font tersebut terlihat jelas dan mudah dibaca.

(27)

3.7 Biaya Kreatif

BREAK DOWN BUDGET

Project Title : Iklan Layanan Masyarakat “Bahaya Mengemudi Bagi Remaja dibawah Umur”

Producer : Nur Rahayu Length : 60 detik

PRA PRODUKSI

Pax Rate (Rp) Amount (Rp)

Ide Cerita & Skenario (Script)

(28)

Storyboard 1 3.000.000 3.000.000 SubTotal 2 13.000.000 PRODUKSI CREW Person Amount (Rp) Director 1 5.000.000 Script Writer 1 1.000.000 Art Director 1 5.000.000 Cameraman 2 3.000.000 Wadrobe 1 1.000.000 Editor 1 3.000.000 Sub Total 7 18.000.000 TALENT Peran Utama 1 1 2.000.000 Peran Utama 2 3 3.000.000 Peran Pembantu 1 1.000.000 Sub Total 5 6.000.000 Equipment rent

(29)

Camera 5D 2 500.000 1.000.000 Standy Camera 2 100.000 200.000 Lighting 1 100.000 100.000 Sub Total 5 1.300.000 SUB TOTAL PRODUKSI 25.300.000 PASCA PRODUKSI Amount (Rp) Editing 2.000.000 Composting 1.000.000 Rendering 1.000.000 Sub Total 4.000.000 MEDIA PENDUKUNG

Unit Rate (Rp) Amount (Rp)

T-shirt 10 50.000 500.000

Stiker 10 2.000 200.000

Gantungan Kunci 10 5.000 50.000

Pin 10 5.000 50.000

Sub Total 40 800.000

(30)

Total Biaya

= Pra Produksi + Produksi + Pasca Produksi + Media Pendukung = Rp. 13.000.000,- + 25.300.000,- + 4.000.000,- + 800.000 = Rp. 43.100.000,-

3.8 Time Schedule

Bulan 1 PRA PRODUKSI

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Ide Cerita &

Skenario j Storyboard Pembuatan Script Pemilihan Lokasi PRODUKSI Shoting PASCA PRODUKSI Editing Composting Rendering

Gambar

Gambar 3.1 Konsep Moodboard Iklan Layanan Masyarakat “Bahaya Mengemudi Bagi Remaja  dibawah Umur”
Tabel 3.1 Budgeting Iklan Layanan Masyarakat “Bahaya Mengemudi bagi Remaja dibawah Umur”
Tabel 3.2 Time Schedule Bulan 1

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan permasalahan di atas, dibutuhkan sebuah solusi yakni sebuah aplikasi analisa biochemical ( biochemical anaysis) untuk dapat mempercepat prediksi

Hasil dari tabel 7 diketahui bahwa, secara kumulatif terdapat t rata-rata abnormal return saham yang berbeda negatif dan signifikan antara sebelum dan sesudah

Skripsi yang berjudul, “Pengaruh Sistem Pemberian Gaji Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Cabang Makassar,” yang disusun oleh Muhlis

mendapatkan subjek penelitian, yaitu: 1) Laki-laki dan perempuan yang berada pada tahapan perkembangan remaja dengan rentang usia 12-22 tahun; 2) Pernah mengalami

Setelah dilakukan pembelajaran melalui kegiatan laboratorium riil dan laboratorium virtual pada materi gunung api, kompetensi pengetahuan siswa meningkat dari nilai D

Kinerja pertumbuhan ikan lele yang terdiri atas jumlah komsumsi pakan, retensi protein, re- tensi lemak, retensi selenium, efisiensi pakan, la- ju pertumbuhan spesifik, dan

sampai kepada negerinya. Terkait dengan syarat pertama, apabila seseorang yang berada dalam atau melakukan perjalanan telah memiliki bekal, maka dia tidak berhak diberi

Dari kedua hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kekentalan larutan pati dan jumlah enzim glukoamilase akan mempengaruhi konsentrasi glukosa yang dihasilkan. Namun ada