• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA BIRO PERENCANAAN TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA BIRO PERENCANAAN TAHUN 2015"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal

Kementerian Pertanian

2016

LAPORAN KINERJA

BIRO PERENCANAAN

TAHUN 2015

KEMENTERIAN PERTANIAN

JL. Harsono RM No. 3 Ragunan

Jakarta Selatan Telp/Fax. 62-21 7804756

(2)

KATA PENGANTAR

Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran yang dikelola. Penyusunan laporan kinerja bertujuan untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai serta sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya. Laporan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 disusun dengan mengacu kepada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Secara umum materi yang termuat dalam laporan ini memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja Biro Perencanaan selama Tahun 2015. Capaian kinerja Tahun 2015 tersebut diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2015 sebagai tolak ukur keberhasilan pencapaian kinerja Biro Perencanaan. Analisis atas capaian kinerja terhadap target kinerja ini akan digunakan sebagai umpan balik perbaikan dan peningkatan kinerja Biro Perencanaan secara berkelanjutan.

Jakarta, Januari 2016 Kepala Biro Perencanaan,

Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc

(3)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis Biro Perencanaan Tahun 2015-2019 dan Rencana Kinerja Tahunan 2015 yang telah ditetapkan melalui Penetapan Kinerja Tahun 2015. Penyusunan Laporan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 ini pada hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas kinerja yang telah dilakukan selama tahun 2015.

Laporan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 disusun dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 53 Tahun 2014. Laporan ini memuat pencapaian kinerja pelaksanaan program/kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Biro Perencanaan serta Rencana Strategis Biro Perencanaan Tahun 2015-2019. Pada Laporan Kinerja Biro Perencanaan ini dijelaskan upaya pertanggungjawaban keberhasilan maupun kegagalan dalam pelaksanaan program/kegiatan Biro Perencanaan pada tahun 2015.

Dalam upaya merealisasikan good governance, Biro Perencanaan telah melaksanakan berbagai kegiatan, dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran, untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis Biro Perencanaan Tahun 2015-2019.

Visi Biro Perencanaan adalah Terwujudnya sistem perencanaan yang berkualitas dan handal guna mendukung pencapaian target pembangunan pertanian. Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, Misi yang harus dilaksanakan adalah: (1) Mengkoordinasikan penyusunan rumusan kebijakan, program, anggaran dan perencanaan wilayah; (2) Mengkoordinasikan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian; serta (3) Mendorong terwujudnya sistem perencanaan pertanian berbasis kawasan dan pertanian terpadu berkelanjutan. Sesuai dengan visi dan misi Biro Perencanaan, maka tujuan yang akan dilaksanakan adalah menyelenggarakan manajemen pembangunan pertanian sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola, tata penyelenggaraan, dan tata kewenangan untuk mewujudkan Biro Perencanaan sebagai organisasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. Tujuan umum Biro Perencanaan tersebut akan

(4)

diselenggarakan melalui: (1) Penyusunan rumusan kebijakan, program dan perencanaan wilayah pembangunan pertanian yang selaras dengan perencanaan pembangunan nasional; (2) Penyusunan anggaran Kementerian Pertanian dengan menerapkan asas disiplin anggaran; (3) Pemantauan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian agar sejalan dengan pencapaian target yang telah ditetapkan; serta (4) Menyediakan data dan analisis yang mendukung perencanaan pembangunan pertanian, menyusun laporan kinerja dan menyiapkan bahan laporan pimpinan Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan audit kinerja birokrasi.

Sasaran Biro Perencanaan adalah: (1) Meningkatnya kualitas penyusunan dokumen rumusan kebijakan, program dan wilayah; (2) Meningkatnya kualitas penyusunan dokumen anggaran; (3) Meningkatnya kualitas pelaksanaan dan penyediaan dokumen pemantauan dan evaluasi; serta (4) Meningkatnya kualitas dan penyusunan dokumen kinerja Kementerian Pertanian.

Dalam dokumen Penetapan Kinerja (PK) Biro Perencanaan Tahun 2015 menetapkan 1 sasaran kegiatan dengan 3 indikator kinerja. Sasaran kegiatan yang dimaksud adalah Dokumen perencanaan kebijakan, anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan Kementerian Pertanian yang berkualitas baik, dengan 3 (tiga) indikator kinerja, antara lain: (1) Nilai AKIP Sekretariat Jenderal dengan target nilai 82; (2) Jumlah revisi anggaran (DIPA) yang dilakukan dengan target maksimal sebanyak 5 kali; serta (3) Jumlah rekomendasi hasil evaluasi yang ditindaklanjuti dengan target 6 rekomendasi yang ditindaklanjuti.

Secara umum pencapaian sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam tahun 2015 telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pencapaian indikator kinerja Biro Perencaaan Tahun 2015 dengan kriteria sangat berhasil yaitu Nilai AKIP Sekretariat Jenderal danberhasilyaitu untuk indikator Jumlah revisi anggaran (DIPA) yang dilakukan serta Jumlah rekomendasi hasil evaluasi yang ditindaklanjuti.

Pada tahun 2015, Biro Perencanaan mendapatkan total alokasi anggaran sebesar Rp59.587.600.000,- yang bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) dengan realisasi anggaran mencapai Rp56.587.600.000,- atau 95,21%.

Biro Perencanaan akan senantiasa berupaya dan bekerja lebih keras lagi, serta menyempurnakan kebijakan yang ada untuk lebih mengoptimalkan pencapaian sasaran kegiatan, sehingga diharapkan di masa yang akan datang capaian semua sasaran kegiatan dapat lebih optimal. Melalui Laporan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan kinerja kegiatan untuk tahun selanjutnya.

(5)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i RINGKASAN EKSEKUTIF... ii DAFTAR ISI... v I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Struktur Organisasi ... 1

1.3 Tugas dan Fungsi Biro Perencanaan ... 3

1.4 Sumberdaya Manusia Biro Perencanaan... 7

1.5 Dukungan Anggaran... 9

II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA... 10

2.1 Visi dan Misi... 10

2.2 Tujuan dan Sasaran ... 11

2.3 Arah dan Kebijakan ... 12

2.4 Strategi... 13

2.5 Penetapan Kinerja 2015... 13

III. AKUNTABILITAS KINERJA... 16

3.1 Pengukuran Kinerja ... 16

3.2 Pencapaian Kinerja... 16

3.3 Evaluasi dan Analisis Kinerja ... 19

3.3.1 AKIP Sekretariat Jenderal ... 19

3.3.2 Jumlah Revisi Anggaran Yang Dilakukan ... 22

3.3.3 Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi Yang Ditindaklanjuti... 28 3.4 Akuntabilitas Keuangan ... 30 3.5 Permasalahan ... 32 3.6 Rekomendasi ... 32 IV. PENUTUP... 33 LAMPIRAN

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015... 14 Tabel 2. Capaian Indikator Biro Perencanaan Tahun 2015... 17 Tabel 3. Capaian Kinerja Nilai AKIP Sekretariat Jenderal Tahun

2015... 19 Tabel 4. Capaian Kinerja Jumlah Revisi Anggaran Tahun 2015 ... 23 Tabel 5. Capaian Kinerja Rekomendasi Hasil Evaluasi yang

Ditindaklanjuti Tahun 2015 ... 28 Tabel 6. Realisasi Anggaran Biro Perencanaan TA. 2015 Sampai Dengan

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Komposisi Pegawai Biro Perencanaan berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2010-2014 ... 8 Gambar 2 Komposisi Pegawai Biro Perencanaan Berdasarkan

Golongan Ruang Tahun 2010-2014 ... 9 Gambar 3 dan 4. Pelaksanaan Rakor SAKIP di Bali dan Yogya . ... 22 Gambar 5 Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas)

Pembangunan Pertanian Tahun 2016 ... 26 Gambar 6 dan 7. Monitoring Kegiatan GP-PTT di Kabupaten

Banyuasin dan Kunjungan ke PT.Gunung Madu

(8)

BAB. I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Laporan Kinerja Biro Perencanaan ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian visi, misi, dan program Biro Perencanaan Tahun 2015. Penyusunan Laporan Kinerja Biro Perencanaan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Permen PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah..

Laporan Kinerja ini juga dimaksudkan sebagai salah satu wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Perencanaan dalam rangka mewujudkan (good governance), transparansi, dan akuntabilitas sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja unit organisasi di lingkungan Biro Perencanaan.

1.2. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 61/Kpts/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, disebutkan Biro Perencanaan merupakan satu unsur pelaksana di Sekretariat Jenderal. Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pertanian.

Susunan organisasi Biro Perencanaan terdiri dari empat bagian, 12 sub bagian dan satu kelompok jabatan fungsional, terdiri dari: (1) Bagian Penyusunan Kebijakan, Program dan Wilayah, meliputi (i) Sub Bagian Penyusunan Kebijakan, (ii) Sub Bagian Penyusunan Program, dan (iii) Sub

(9)

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN PROGRAM DAN Subbagian Penyusunan Kebijakan Subbagian Penyusunan Program Subbagian Perencanaan Wilayah BAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN Subbagian Fasilitasi Pengelolaan Anggaram Subbagian Administrasi Anggaran I Subbagian Administrasi Anggaran II BAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Subbagian Tata Usaha Biro Perencanaan BAGIAN PELAPORAN Subbagian Data dan Analisis

Subbagian Pelaporan Kementerian Subbagian Pelaporan Kinerja Kelompok Jabatan Fungsional

Bagian Perencanaan Wilayah. (2) Bagian Penyusunan Anggaran, meliputi (i) Sub Bagian Fasilitasi Pengelolaan Anggaran, (ii) Sub Bagian Administrasi Anggaran I, dan (iii) Sub Bagian Administrasi Anggaran II; (3) Bagian Pemantauan dan Evaluas, meliputi (i) Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi I, (ii) Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II, dan (iii) Sub Bagian Tata Usaha Biro; (4) Bagian Pelaporan, meliputi (i) Sub Bagian Data dan Analisis, (ii) Sub Bagian Pelaporan Kementerian, dan (iii) Sub Bagian Pelaporan Kinerja; dan (5) Kelompok Jabatan Fungsional.

S

(10)

1.3. Tugas dan Fungsi Biro Perencanaan

Sebagai bagian dari Sekretariat Jenderal, Biro Perencanaan mendukung pelaksanaan program Sekretariat Jenderal yaitu Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian. Biro Perencanaan mempunyai tugas: melaksanakan koordinasi perencanaan penyusunan rencana kegiatan dan program Kementerian Pertanian. Fungsi yang dilaksanakan Biro Perencanaan mencakup: (1) Koordinasi dan penyiapan penyusunan kebijakan, rencana dan program pembangunan pertanian; (2) Koordinasi dan penyusunan anggaran pembangunan pertanian; (3) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan pertanian; (4) Koordinasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian, dan (5) Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan.

Untuk melaksanakan Tugas dan Fungsi tersebut, Biro Perencanaan melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Pembinaan Perencanaan Kementerian Pertanian, dengan sub kegiatan: (1) Koordinasi penyusunan kebijakan, program dan wilayah; (2) Koordinasi penyusunan anggaran; (3) Koordinasi pemantauan dan evaluasi; dan (4) Koordinasi pelaporan kinerja Kementerian Pertanian. Indikator Kegiatan Biro Perencanaan berupa output, yaitu: (1) Terumuskannya dokumen kebijakan, program dan wilayah; (2) Terumuskannya dokumen anggaran; (3) Tersusunnya laporan pemantauan dan evaluasi; dan (4) Tersusunnya laporan kinerja Kementerian Pertanian. Uraian tugas menurut bagian disajikan sebagai berikut:

1.3.1. Tugas dan Fungsi Bagian Penyusunan Kebijakan, Program dan Wilayah

Bagian Penyusunan Kebijakan, Program dan Wilayah, mempunyai tugas pokok dan fungsi, melaksanakan: (1) Penyiapan penyusunan kebijakan pembangunan pertanian; (2) Penyiapan penyusunan rencana program dan kegiatan pembangunan pertanian; dan (3) Penyiapan perencanaan

(11)

pengembangan wilayah berbasis pertanian. Bagian Penyusunan Kebijakan, Program dan Wilayah terdiri dari: (1) Sub Bagian Penyusunan Kebijakan, bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan pembangunan pertanian; (2) Sub Bagian Penyusunan Program, bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan pembangunan pertanian; (3) Sub Bagian Perencanaan Wilayah, bertugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengembangan wilayah berbasis pertanian. Indikator Kegiatan Bagian Penyusunan Kebijakan, Program dan Wilayah: (1) Tersusunnya dokumen kebijakan Pembangunan Pertanian; (2) Tersusunnya dokumen program dan kegiatan Kementerian Pertanian; (3) Tersusunnya dokumen perencanaan pengembangan wilayah berbasis pertanian.

1.3.2. Tugas dan Fungsi Bagian Penyusunan Anggaran

Bagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas dan fungsi, melaksanakan: (1) Penyiapan fasilitasi pengelolaan anggaran Kementerian Pertanian; (2) Penyiapan penyusunan administrasi anggaran Kementerian Pertanian yang bersumber dari Bagian Anggaran 18 meliputi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan; dan (3) Penyiapan penyusunan administrasi anggaran Kementerian pertanian yang bersumber dari Non Bagian Anggaran 18 meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK), subsidi, tugas pelayanan publik (PSO), kredit program, dan sumber daya anggaran lain di luar Bagian Anggaran 18.

Bagian Penyusunan Anggaran terdiri dari: (1) Sub Bagian Fasilitasi Pengelolaan Anggaran, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan fasilitasi pengelolaan anggaran Kementerian Pertanian; (2) Sub Bagian Administrasi Anggaran I, bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan administrasi anggaran Kementerian Pertanian yang bersumber dari Bagian Anggaran 18 meliputi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan; dan (3) Sub Bagian Administrasi

(12)

Anggaran II, bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan administrasi anggaran Kementerian pertanian yang bersumber dari Non Bagian Anggaran 18 meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK), subsidi, tugas pelayanan publik (PSO), kredit program, dan sumber daya anggaran lain di luar Bagian Anggaran 18. Indikator Kegiatan Bagian Penyusunan Anggaran: (1) Tersusunnya dokumen fasilitasi anggaran Kementerian Pertanian; (2) Tersusunnya dokumen administrasi anggaran I Kementerian Pertanian; dan (3) Tersusunnya dokumen administrasi anggaran II Kementerian Pertanian.

1.3.3. Tugas dan Fungsi Bagian Pemantauan dan Evaluasi

Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas dan fungsi, melaksanakan: (1) Penyiapan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Kementerian Pertanian yang bersumber dari Bagian Anggaran 18 meliputi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan; (2) Penyiapan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Kementerian Pertanian yang bersumber dari Non Bagian Anggaran 18 meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK), subsidi, tugas pelayanan publik (PSO), kredit program, dan sumber daya anggaran lain di luar Bagian Anggaran 18; dan (3) Penyiapan urusan tata usaha Biro Perencanaan.

Bagian Pemantauan dan Evaluasi terdiri dari: (1) Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi I, bertugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Kementerian Pertanian yang bersumber dari Bagian Anggaran 18 meliputi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan; (2) Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II, bertugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Kementerian Pertanian yang bersumber dari Non Bagian Anggaran 18 meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK), subsidi, tugas pelayanan publik (PSO), kredit program, dan sumber daya anggaran lain di luar Bagian Anggaran 18; dan (3) Sub Bagian Tata Usaha Biro,

(13)

bertugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, rumah tangga, perlengkapan dan surat menyurat, serta kearsipan Biro Perencanaan. Indikator Kegiatan Bagian Pemantauan dan Evaluasi: (1) Tersusunnya dokumen pemantauan dan evaluasi I program Kementerian Pertanian; (2) Tersusunnya dokumen pemantauan dan evaluasi II program Kementerian Pertanian; dan (3) Tersusunnya laporan ketatausahaan Biro Perencanaan.

1.3.4. Tugas dan Fungsi Bagian Pelaporan

Bagian Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian. Dalam melaksanakan tugas, Bagian Pelaporan menyelenggarakan fungsi: (1) Pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data kebijakan, program dan kegiatan Kementerian Pertanian; (2) Penyusunan laporan pelaksanaan program pembangunan pertanian; dan (3) Penyusunan laporan kinerja Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal dan Biro Perencanaan.

Bagian Pelaporan terdiri dari: (1) Sub Bagian Data dan Analisis, mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data kebijakan, program, dan kegiatan Kementerian Pertanian; (2) Sub Bagian Pelaporan Kementerian, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan program pembangunan pertanian; dan (3) Sub Bagian Pelaporan Kinerja, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kinerja Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal dan Biro Perencanaan. Indikator Kegiatan Bagian Pelaporan: (1) Tersusunnya laporan data dan analisis; (2) Tersusunnya laporan Kementerian Pertanian; dan (3) Tersusunnya laporan kinerja Kementerian Pertanian.

(14)

1.3.5. Tugas dan Fungsi Jabatan Fungsional Perencana

Fungsional Perencana adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang untuk melaksanakan kegiatan perencanaan di unit-unit perencanaan, yang memiliki tugas dan fungsi untuk menyiapkan, melakukan dan menyelesaikan kegiatan perencanaan yang meliputi: identifikasi permasalahan; perumusan alternatif kebijakan perencanaan; pengkajian alternatif; penentuan alternatif dan rencana pelaksanaan; pengendalian pelaksanaan; dan penilaian hasil pelaksanaan, sebagaimana diatur dalam pasal 4 Keputusan Menpan No. 16/Kep/M.PAN/3/2001.

Ruang lingkup pejabat fungsional perencana adalah mendukung tugas unit kerja struktural dalam menyusun dan menyiapkan bahan formulasi kebijakan, menyusun dan menyiapkan bahan pelaksanaan perencanaan, memberikan masukan-masukan dan analisis kebijakan, menyusun rekomendasi dan rencana, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan yang dapat digunakan oleh pimpinan unit kerja beserta jajarannya untuk mengambil langkah-langkah/kebijakan lebih lanjut.

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas 4 (empat) Jabatan Fungsional Perencana, yakni: Pertama, Muda, Madya dan Utama, yang dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Biro Perencanaan.

1.4. Sumberdaya Manusia Biro Perencanaan

Berdasarkan data kepegawaian, pegawai di Biro Perencanaan pada Tahun 2015 masih sama dengan jumlah Tahun 2014 yakni mencapai 107 orang. Bila dilihat dari tingkat pendidikannya, maka tingkat pendidikan S1 keatas mencapai 85 % dari total pegawai di Tahun 2015, meningkat dibanding

(15)

pada Tahun 2010 yang hanya mencapai 77 persen dari total pegawai yang ada. Komposisi yang meningkat cukup besar adalah pegawai yang berpendidikan S2 yang pada Tahun 2010 sebanyak 14 orang, maka pada Tahun 2015 sebanyak 25 orang (Gambar 1).

Gambar 1. Komposisi Pegawai Biro Perencanaan berdasarkan Tingkat Pendidikan, Tahun 2010-2014

Sedangkan bila dilihat berdasarkan golongan ruang, maka komposisi pegawai Biro Perencanaan semakin meningkat pada golongan IV, sebaliknya pada golongan III mengalami penurunan. Hal ini karena adanya kenaikan pangkat pegawai dari golongan III menjadi golongan IV atau memasuki purnabakti. 0 10 20 30 40 50 60 70 SLTP SLTA Diploma 3 S1 S2 S3 Pe ga w ai (o ra ng ) Jenis Pendidikan 2010 2011 2012 2013 2014

(16)

Gambar 2. Komposisi Pegawai Biro Perencanaan berdasarkan Golongan Ruang, Tahun 2010-2014.

1.5. Dukungan Anggaran

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Biro Perencanaan mempunyai tugas untuk melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pertanian. Maka, dalam pencapaian sasaran dengan sejumlah target indikator yang telah ditetapkan, Biro Perencanaan pada Tahun Anggaran 2015 mengelola anggaran sebesar Rp59.587.600.000,- yang selanjutnya dikelola oleh empat (4) bagian dengan rincian sebagai berikut:

(1) Bagian Penyusunan Kebijakan, Program dan Wilayah, dengan pagu anggaran sebesar Rp16.089.092.000,-;

(2) Bagian Penyusunan Anggaran, dengan pagu anggaran sebesar Rp16.872.570.000,-;

(3) Bagian Pemantauan dan Evaluasi, dengan pagu anggaran sebesar Rp18.394.728.000,- ; serta

(4) Bagian Pelaporan, dengan pagu anggaran sebesar Rp8.231.210.000,-. 0 20 40 60 80 100

Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV

or

an

g

(17)

BAB. II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1. Visi dan Misi

Dalam rangka menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh jajaran Biro Perencanaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, maka ditetapkan visi dan misi. Adapun visi Biro Perencanaan yang diharapkan mampu memberi arah ke masa depan yaitu:

Misi Biro Perencanaan telah disusun secara jelas dan sesuai dengan tugas dan fungsinya, juga terkait dengan kewenangan yang dimilikinya sesuai peraturan perundang-undangan. Perumusan misi ini telah memperhatikan masukan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders), dan memberikan peluang untuk perubahan/penyesuaian sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategis.

Kriteria dalam penentuan misi Biro Perencanaan lain adalah (1) sejalan dengan upaya pencapaian visi Sekretariat Jenderal, (2) sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Naional (RPJMN) Tahun 2015-2019 serta tugas yang dibebankan oleh undang-undang, (3) menggambarkan tindakan sesuai dengan tugas dan fungsi Biro Perencanaan.

Terwujudnya Sistem Perencanaan Yang Berkualitas

dan Handal

(18)

1) Mengkoordinasikan Penyusunan Rumusan Kebijakan,

Program, Anggaran dan Perencanaan Wilayah

2) Mengkoordinasikan

pemantauan,

evaluasi

dan

pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan

pembangunan pertanian

3) Mendorong

terwujudnya

sistem

perencanaan

pertanian berbasis kawasan dan pertanian terpadu

berkelanjutan.

Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pembangunan

Pertanian

Berdasarkan acuan tersebut di atas, misi Biro Perencanaan, antara lain:

2.2. Tujuan dan Sasaran

Untuk mewujudkan Visi dan Misi Unit Kerja Biro Perencanaan, maka ditetapkan tujuan dan sasaran, sebagai berikut:

a. Tujuan

(1) Menyusun rumusan kebijakan, program dan perencanaan wilayah pembangunan pertanian yang selaras dengan perencanaan pembangunan nasional.

(2) Menyusun anggaran Kementerian Pertanian dengan menerapkan asas disiplin anggaran.

(19)

(3) Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian agar sejalan dengan pencapaian target yang telah ditetapkan.

(4) Menyediakan data dan analisis yang mendukung perencanaan pembangunan pertanian, menyusun laporan kinerja dan menyiapkan bahan laporan pimpinan Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan audit kinerja birokrasi.

b. Sasaran

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka sasaran yang akan dicapai adalah:

(1) Meningkatnya kualitas penyusunan dokumen rumusan kebijakan, program

dan wilayah.

(2) Meningkatnya kualitas penyusunan dokumen anggaran

(3) Meningkatnya kualitas pelaksanaan dan penyediaan dokumen pemantauan

dan evaluasi.

(4) Meningkatnya kualitas dan penyusunan dokumen kinerja Kementerian Pertanian.

2.2. Arah Kebijakan

Kebijakan yang dibutuhkan dalam rangka melaksanakan koordinasi dan kebijakan teknis, antara lain: 1) perencanaan program dan anggaran kementerian; 2) penyiapan bahan perencanaan program dan anggaran kementerian; 3) pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi kementerian; 4) laporan akuntabilitas kinerja kementerian; serta 5) kelembagaan, kepegawaian dan ketatalaksanaan Biro Perencanaan.

(20)

2.4. Strategi

(1) Mengembangkan sistem dan prosedur manajemen perencanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan yang mudah diterapkan oleh Pusat dan Daerah;

(2) Mengembangkan instrumen dan metode perencanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan yang sesuai dengan kaidah teknis, sosial ekonomi dan peraturan perundangan;

(3) Mengefektifkan berfungsinya forum perencanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pembangunan pertanian di Pusat dan Daerah; (4) Meningkatkan kapasitas perencana dan evaluator bidang pertanian di

Pusat dan Daerah;

(5) Memanfaatkan sarana, teknologi, data dan informasi pembangunan pertanian;

(6) Meningkatkan tatakelola manajemen administrasi yang baik.

2.5. Penetapan Kinerja Tahun 2015

Perjanjian kinerja merupakan lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan Tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome

yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.

(21)

Untuk Tahun 2015, Biro Perencanaan telah menetapkan target kinerja program dan kegiatan dalam dokumen Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2015 yang telah ditandatangani oleh pejabat Eselon II dengan pejabat Eselon I. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 adalah sebagaimana Tabel berikut:

Tabel 1: Penetapan Kinerja Biro Perencanaan, Tahun 2015

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target

Dokumen perencanaan kebijakan, anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan Kementerian Pertanian yang berkualitas baik

1. Nilai AKIP Sekretariat

Jenderal 82

2. Jumlah revisi anggaran

yang dilakukan 5 Kali

3. Jumlah rekomendasi hasil evaluasi yang ditindaklanjuti 6

Sumber: Biro Perencanaan, 2015

Dalam Penetapan Kinerja Tahun 2015, Biro Perencanaan

menggunakan Indikator Kinerja dengan 2 (dua) jenis sasaran target yaitu

maximize target danminimize target. Yang dimaksud maximize target adalah

semakin tinggi pencapaian dari target maka kinerja semakin baik sedangkan

minimize target adalah semakin rendah pencapaian dari target maka kinerja

semakin baik. Indikator kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 yang menggunakanmaximize target adalah Nilai AKIP Setjen dengan target 82 dan Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Ditindaklanjuti dengan target 6

rekomendasi. Sedangkan Indikator kinerja Biro Perencanaan yang

menggunakan minimize target adalah Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan dengan target 5 kali revisi.

(22)

Dalam menentukan capaian kriteria keberhasilannya, khusus untuk indikator dengan target minimize, Biro Perencanaan menggunakan metode

scoringsebagai berikut:

 Melakukan revisi 0-1 kali: Sangat berhasil, capaiannya sebesar 100%  Melakukan revisi 2-3 kali: Berhasil, capaiannya sebesar 80%

 Melakukan revisi 4-5 kali: Cukup berhasil, capaiannya sebesar 60%  Melakukan revisi > 5 kali : Kurang berhasil, capaiannya sebesar 50%

(23)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Pengukuran Kinerja

Manajemen kinerja merupakan proses organisasi untuk membangun kesepakatan bersama tentang apa yang ingin dicapai, apa ukuran pencapaiannya dan bagaimana cara mencapainya. Manajemen kinerja organisasi akan selaras dengan strategi organisasi di setiap tingkat jabatan di dalam organisasi.

Biro Perencanaan telah menetapkan kriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran keberhasilan kegiatan-kegiatan Biro Perencanaan pada Tahun 2015, berdasarkan penilaian capaian melalui metode scoring, seperti berikut: (1) sangat berhasil (capaian>100%), (2) berhasil (capaian 80-100%), (3) cukup berhasil (capaian 60-79%), dan (4) kurang berhasil (capaian <60%) terhadap sasaran yang telah ditetapkan.

3.2. Pencapaian Kinerja

Biro Perencanaan telah menetapkan standar kinerja yang terdiri dari sasaran kegiatan, indikator sasaran kegiatan serta target yang ingin dicapai Tahun 2015. Standar kinerja tersebut telah diselaras dengan standar kinerja jangka menengah seperti yang telah diamanatkan dalam Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2015-2019. Standar kinerja ini juga merupakan Perjanjian Kinerja Kepala Biro Perencanaan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dalam mendukung pencapaian kinerja Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Tahun 2015.

Evaluasi kinerja Biro Perencanaan tidak hanya menganalisis perbandingkan antara target dengan realisasi kinerja, namun secara sistematis

(24)

juga mencari akar permasalahan atas pencapaian kinerja yang belum memenuhi harapan, serta membandingkan pencapaian kinerja Tahun 2015 dengan kinerja beberapa Tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya perbaikan kinerja Biro Perencanaan sehingga peningkatan kinerja secara berkesinambungan (continuous improvement) dapat terwujud. Pencapaian kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015 dapat dijabarkan pada Tabel 2, berikut ini.

Tabel 2. Capaian Indikator Biro Perencanaan Tahun 2015

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Capaian %

Dokumen perencanaan kebijakan, anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan Kementerian Pertanian yang berkualitas baik 1. Nilai AKIP Sekretariat Jenderal 82 86,91 105,98 2. Jumlah revisi anggaran yang

dilakukan 5 Kali 3 kali 80

3. Jumlah rekomendasi hasil evaluasi yang ditindaklanjuti 6 Rekome ndasi 6 Rekomen dasi 100

Sumber: Biro Perencanaan, 2015

Secara umum, pencapaian kinerja Biro Perencanaan dapat dikatakan berhasil, dengan rata-rata capaian sebesar 95,32%. Jika dilihat berdasarkan capaian indikator kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015, seluruh indikator kinerja Biro Perencanaan tercapai targetnya. Detail pencapaian masing-masing Indikator akan dibahas pada sub bab berikutnya.

Biro Perencanaan Kementerian Pertanian telah melakukan peningkatan kualitas indikator kinerja pada Tahun 2015 ini dalam rangka peningkatan kinerja secara berkesinambungan. Jumlah indikator kinerja sasaran kegiatan

(25)

yang digunakan dalam 5 (lima) tahun terakhir semakin efisien. Indikator kinerja sasaran program yang digunakan pada Tahun 2015 hanya sebanyak 3 (tiga) indikator, dimana pada Tahun 2011-2013 jumlah indikator yang digunakan sebanyak 4 indikator dan 2014 sebanyak 6 indikator.

Kualitas indikator kinerja sasaran kegiatan juga mengalami peningkatan, dimana secara umum kualitas indikator kinerja dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis indikator, yaitu lead indicators dan lag indicators. Lead indicators merupakan indikator kinerja yang relatif mudah, dimana pencapaiannya cenderung berada dibawah kendali organisasi. Contoh

lead indicators adalah jumlah laporan, jumlah kegiatan dan jumlah sertifikat yang dikeluarkan. Pencapaian indikator tersebut tergantung kepada kegiatan (process) yang dilakukan organisasi, bukan kepada hasil (output) maupun dampak (outcome) yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.

Lag indicatorsmerupakan indikator kinerja yang pencapaiannya berada diluar kendali organisasi, berbentuk hasil (output) atas suatu aktifitas yang dilakukan atau dampak (outcome) atas hasil (output) yang dihasilkan organisasi. Contoh lag indicators adalah nilai SAKIP Sekretariat Jenderal, Jumlah revisi anggaran yang dilakukan, serta Jumlah rekomendasi hasil evaluasi yang ditindaklanjuti. Berdasarkan tabel perbandingan jumlah dan kualitas indikator kinerja sasaran program, seluruh indikator kinerja sasaran kegiatan Tahun 2015 adalah Lag indicator. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, seluruh indikator yang digunakan adalah lead indicator. Sehingga, dengan jumlah indikator yang semakin sedikit dengan kualitas indikator yang semakin tinggi diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan kinerja di lingkungan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian.

(26)

3.3. Evaluasi dan Analisis Kinerja

Evaluasi akuntabilitas kinerja dilakukan terhadap hasil pengukuran kinerja masing-masing indikator kinerja yang terdapat dalam sasaran strategis Biro Perencanaan tahun 2015 Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja dari masing-masing indikator kinerja tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

3.3.1. AKIP Sekretariat Jenderal

Biro Perencanaan bertugas mengawal agar nilai AKIP Sekretariat Jenderal yang diperoleh sesuai dengan target yaitu sebesar 82. AKIP dievaluasi dan dianalisa oleh Inspektorat Jenderal dengan berdasarkan kepada pencapaian atas lima komponen besar manajemen kinerja yang meliputi: perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, pemanfaatan hasil evaluasi dan pencapaian sasaran/kinerja organisasi. Hasil evaluasi dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran 0 s.d 100.

Tahun 2015, unit kerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian memperoleh nilai sebesar 86,91 dengan kategori sangat baik (A), dan dapat dikatakan pencapaian sasaran indikator mencapai 105,98% (sangat berhasil). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 5,70 poin atau 9,34% dibanding perolehan pada Tahun 2014 (penilaian SAKIP Tahun 2013) yang mencapai 81,21 poin.

Tabel 3: Capaian Kinerja nilai AKIP Sekretariat Jenderal Tahun 2015

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI PERSENTASECAPAIAN (%)

Nilai AKIP Sekretariat Jenderal 82 86,91 105,98

(27)

Nilai tersebut merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Sekretariat Jenderal yaitu Biro Umum dan Humas, Biro Perencanaan, Biro Organisasi dan Kepegawaian, Biro Hukum dan Informasi Publik; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Pusat Kerjasama Luar Negeri; Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian; serta Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Hal ini berarti Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian sudah melakukan beberapa perbaikan dalam pelaksanaan SAKIP baik di tingkat unit kerja Eselon I maupun di tingkat unit kerja Eselon II, antara lain untuk:

1) Menyempurnakan tujuan dan sasaran dalam renstra agar seluruhnya berorientasi hasil, memperbaiki indikator kinerja tujuan (outcome) dan sasaran (outcome dan output) agar memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik.

2) Menambahkan dokumen penetapan kinerja di dalam renstra dan melakukan review secara berkala terhadap renstra.

3) Menambahkan komponen program, serta target kinerja dalam dokumen PK agar ditetapkan dengan baik degan menyajikan target jumlah, selain itu dokumen PK dimonitor pencapaiannya secara berkala.

Kegiatan-kegiatan di Biro Perencanaan yang mendukung keberhasilan dalam pencapaian indikator kinerja Nilai AKIP Setjen adalah sebagai berikut: a. Kegiatan Tindak Lanjut Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP)

2015-2045

dengan pagu anggaran Rp674.000.000,- dan realisasi Rp542.349.570,-(80,47%).

b. Kegiatan Penyusunan Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019

Kegiatan Renstra Pertanian 2015-2019 menghasilkan tiga dokumen yang terdiri dari: Renstra Kementan, Renstra Setjen dan Renstra Biro Perencanaan 2015-2019. Pagu anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp981.290.000,- dengan realisasi Rp808.102.050,- (82,35%).

(28)

c. Koordinasi Penyusunan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp97.200.000,- dan terealisasi sebesar Rp83.146.000,-(85,54%).

d. KoordinasiTrilateral Meetingdan Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2016.

dengan pagu anggaran Rp186.180.000,- dan realisasi Rp177.947.000,-(95,58%).

e. Penyusunan Standar Baku Indikator Kinerja dan Indikator Kinerja Utama 2015-2019 dengan pagu anggaran Rp690.004.000,- dan realisasi Rp662.196.000,- (95,97%).

f. Koordinasi Pelaksanaan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional Tahun 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp1.066.660.000,- dan realisasi sebesar Rp1.052.631.360,-(98,68%).

g. Pemantauan dan Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Sekretariat Jenderal dengan alokasi anggaran sebesar Rp131.630.000,- dan realisasi sebesar Rp125.000.000,- (94,96%).

h. Koordinasi serta peningkatan kapasitas penyusun Laporan Kinerja

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan SAKIP di lingkup Kementerian Pertanian, maka Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mengadakan Rapat Koordinasi SAKIP Kementerian Pertanian Tahun 2015 di 2 (dua) wilayah yaitu: Wilayah Timur yang dilaksanakan di Swiss Bell Hotel Bali pada tanggal 21-23 Oktober 2015 dan Wilayah Barat yang telah diselenggarakan pada tanggal 28-30 Oktober 2015 bertempat di Hotel Santika Premiere Yogyakarta. Peserta dalam Rakor ini adalah para penyusun Laporan Kinerja dari Eselon I dan perwakilan UPT

(29)

Lingkup Kementerian Pertanian serta menghadirkan narasumber dari KemenPAN RB, Inspektorat Jenderal, dan Konsultan VA2

dialokasikan untuk kegiatan ini adalah Rp806.900.000, sebesar Rp781.239.100,- (96,82%).

Gambar 3 dan 4. Pelaksanaan Rakor SAKIP di Bali dan Yogya

i. Penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2014

Rp842.750.000,- dengan serapan sebesar Rp802.961.850,

Dalam mencapai indikator Nilai AKIP Sekretariat Jenderal Tahun 2015, dialokasikan pagu anggaran sebesar

sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar 91,95%.

3.3.2. Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan

Salah satu indikator ketepatan perencanaan anggaran adalah berapa banyak revisi yang dilakukan. Revisi anggaran yang dimaksudkan adalah revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Biro Perencanaan Tahun 2015. Revisi DIPA tersebut untuk memperlancar rencana kegiatan.

revisi DIPA maka kinerja Biro Perencanaan semakin baik, dengan kata lain perencanaan mencapai target dan sasaran yang telah ditetapkan.

Tahun 2015 telah dilakukan revisi DIPA Biro Perencanaan Tahun 2015 Lingkup Kementerian Pertanian serta menghadirkan narasumber dari KemenPAN RB, Inspektorat Jenderal, dan Konsultan VA2. Anggaran yang kegiatan ini adalah Rp806.900.000,- dengan serapan

. Pelaksanaan Rakor SAKIP di Bali dan Yogya

Laporan Kinerja Tahun 2014 dengan alokasi anggaran sebesar sebesar Rp802.961.850,- (95,28%).

Dalam mencapai indikator Nilai AKIP Sekretariat Jenderal Tahun 2015, dialokasikan pagu anggaran sebesar Rp5.476.614.000,- dengan realisasi sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar Rp5.035.572.930,- atau sebesar

Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan

Salah satu indikator ketepatan perencanaan anggaran adalah berapa Revisi anggaran yang dimaksudkan adalah revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Biro Perencanaan Tahun 2015. untuk memperlancar rencana kegiatan. Semakin sedikit maka kinerja Biro Perencanaan semakin baik, dengan kata lain perencanaan mencapai target dan sasaran yang telah ditetapkan. Hingga akhir DIPA Biro Perencanaan Tahun 2015

(30)

sebanyak 3 kali atau bisa dikatakan ukuran keberhasilan mencapai 80% (berhasil).

Tabel 4: Capaian Kinerja Jumlah Revisi Anggaran Tahun 2015

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI PERSENTASECAPAIAN (%)

Jumlah Revisi Anggaran 5 Kali 3 Kali 80

Revisi DIPA yang dilakukan terkait dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Menteri Pertanian, berdasar pada:

1) Surat Menteri Keuangan No. S-794/ MK.02/ 2014 tanggal 1 Desember

2014, sebagai tindak lanjut penghematan anggaran perjalanan dinas/meeting konsinyering Kementerian/Lembaga TA. 2015 dan refocusing belanja untuk mendukung Upsus Swasembada Pangan Padi, Jagung, dan Kedelai. Anggaran Biro Perencanaan yang semula Rp51.587.600.000,- bertambah

Rp71.587.600.000,-2) Surat Menteri Keuangan No. S-18/MK.02/2015 tanggal 9 Pebruari

2015, perihal Perubahan Pagu Anggaran Belanja K/L dalam APBN-P TA. 2015. Anggaran Biro Perencanaan yang semula Rp71.587.600.000,-berkurang menjadi

Rp63.587.600.000,-3) Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 134 Tahun 2015 tentang

Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Pertanian

sebesar 70%. Anggaran Biro Perencanaan yang semula

Rp63.587.600.000,- kembali berkurang menjadi Rp59.587.600.000,-Pada Tahun 2015 ini, telah keluar beberapa peraturan-peraturan baru yang juga berpengaruh terhadap penggunaan anggaran sehingga perlunya dilakukan revisi DIPA. Peraturan-peraturan tersebut adanya kebijakan yang terkait dengan proses revisi yang harus dipatuhi, yakni adanya: 1) PMK No: S-798/PB/2015 tanggal 6 Oktober 2015 perihal Pemantauan dan Pengendalian

(31)

Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2015, dan 2) PMK No: 140/PMK/ 2015 tanggal 6 Oktober 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 257/PMK.02/2014 yakni Tata Cara Revisi Anggaran Tahun 2015.

Revisi-revisi tersebut sangat menyita waktu, bahkan berdampak pada penundaan kegiatan sehingga realisasi menjadi rendah. Selain itu, revisi ini dapat mengakibatkan pagu minus, karena beberapa kegiatan yang sedang berjalan dan belum dibayar terkena penghematan, hal ini berdampak juga pada rendahnya serapan anggaran sampai dengan triwulan III.

Proses revisi juga tidak terlepas dari fasilitasi software "Aplikasi RKA-KL

Online" yang terkadang bermasalah dan mengalami kegagalan dalam proses (upload) nya. Keluarnya beberapa peraturan-peraturan baru terhadap penggunaan anggaran, menyebabkan perlunya revisi DIPA. Tahun 2015, terdapat kebijakan terkait terkait proses revisi yang harus dipatuhi, yakni adanya PMK No: S-798/PB/2015 tanggal 6 Oktober 2015 perihal Pemantauan dan Pengendalian Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2015 dan PMK No: 140/PMK/2015 tanggal 6 Oktober 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 257/PMK.02/2014 yakni Tata Cara Revisi Anggaran Tahun 2015. Proses revisi juga tidak terlepas dari fasilitasi software "Aplikasi RKA-KL Online" yang terkadang bermasalah dan mengalami kegagalan dalam proses (upload) nya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi/memecahkan permasalahan tersebut diatas dapat dilakukan, antara lain: 1) sejak DIPA diserahkan oleh Presiden kepada Kementerian/Lembaga, masing-masing Satker segera melakukan pengecekan RKA-KL dan menyegerakan proses revisi agar rencana kerja/jadwal kerja tidak terganggu; 2) mematuhi kaidah-kaidah penyusunan anggaran agar tidak terjadi kesalahan dalam peletakan akun belanja; 3) melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan yang membidangi proses revisi, sehingga apabila terjadi kesalahan di dalam aplikasi RKA-KL atau kegagalan proses revisi

(32)

dapat segera diatasi; 4) petugas/pejabat pengelola keuangan sebaiknya tidak melegalisasi setiap Tahunnya, sehingga tidak perlu melakukan revisi administratif pergantian pejabat pengelola keuangan; 5) selalu mengikuti perkembangan aplikasi RKA-KL Online melalui jaringan internet

http://rkakldipa.anggaran.depkeu.go.id.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan revisi di tahun-tahun sebelumnya, pada Tahun 2014 hanya 1 kali terjadi revisi DIPA terkait Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun Anggaran 2014 tentang Langkah-Langkah Penghematan dan Pemotongan Belanjan Kementerian/Lembaga dalam rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. Adanya kebijakan tersebut menyebabkan pagu awal alokasi anggaran Biro Perencanaan Tahun 2014 sebesar Rp40.099.900.000,- menjadi Rp36.551,455.000,-.

Sedangkan pada Tahun 2013, terjadi revisi DIPA sebanyak 6 kali yang hal ini disebabkan adanya: 1) perubahan nama Pejabat Pengelola Keuangan (KPA) Satker; 2) pencairan tanda bintang satker Biro Perencanaan terkait kendaran roda empat sebanyak 2 unit; 3) penambahan akun transport dalam kota sesuai dengan Surat Menteri Keuangan No: S-2056/MK.5/2013 tanggal 18 Maret 2013 tentang Langkah-Langkah Dalam Peningkatan Akuntabilitas dan Transparasi Belanja Perjalanan Dinas; 4) pergeseran anggaran satker pada kegiatan yang sama; 5) pergeseran anggaran antar belanja pada satker yang sama; 6) pergeseran anggaran belanja perjalanan lainnya sesuai akun yang telah ditetapkan sesuai Surat Menteri Keuangan No: S-4599/PB/2013 tentang Penjelasan Lebih Lanjut Penggunaan Akun Perjalanan Dinas.

Kegiatan-kegiatan di Biro Perencanaan yang mendukung keberhasilan dalam pencapaian indikator kinerja Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan adalah sebagai berikut:

(33)

a. Koordinasi Penyusunan APBN-P 2015 Lingkup Kementan

dengan alokasi anggaran untuk kegiatan ini adalah sebesar

Rp292.760.000,- dan terealisasi sebesar Rp292.344.108,- (99,86%).

b. Koordinasi dan Penelitian RKA-KL Kementan TA 2016 Mendukung PJK dengan alokasi anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp1.173.440.000,- dan terealisasi sebesar Rp1.169.347.900,- (99,65%).

c. Penyusunan Rancangan APBN Pagu Anggaran Lingkup Kementan Tahun 2016 dengan alokasi anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp697.805.000,-dan terealisasi sebesar Rp690.294.500,- (98,94%).

d. Identifikasi Hasil Revisi DIPA dan POK 2015 dengan alokasi anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 410.541.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 406.551.530,- (99,03%).

e. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Pembangunan Pertanian TA. 2016 dan Rakersus.

Gambar 5. Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2016

Alokasi anggaran kegiatan ini sebesar Rp821.550.000,- dengan Realisasi anggaran sebesar Rp818.346.500,- (99,61%).

f. Rapat Kerja Nasional Upaya Khusus Percepatan Swasembada Pangan dengan alokasi anggaran sebesar Rp405.260.000,- dan Realisasi anggaran sebesar Rp404.656.125,- (99,85%).

(34)

g. Workshop Upaya Percepatan Serapan Anggaran 2015 dan Rekonfirmasi Kegiatan dan Anggaran 2016 dengan Alokasi anggaran kegiatan ini sebesar Rp1.174.815.000,- dan Realisasi anggaran sebesar Rp1.174.163.300,-(99,94%) sedangkan sisa anggaran adalah Rp651.700,- (0,06%).

h. Penyusunan Data Base Satker DIPA Kementerian Pertanian Tahun 2015.

Capaian kegiatan ini

adalah Rekapitulasi

jumlah DIPA Satker

lingkup Kementerian

Pertanian Tahun 2015

sebagai dokumen

pelaksanaan anggaran

pembangunan pertanian baik di Pusat maupun di Daerah. Dengan adanya database DIPA satker ini

menjadi acuan dan

diharapkan semua pihak dapat saling berkoordinasi, mendukung dan bersinergi dalam pengendalian dan pembatasan jumlah DIPA satker

Kementerian Pertanian. Alokasi anggaran kegiatan ini sebesar

Rp200.030.000,- dan Realisasi anggaran sebesar

Rp197.415.200,-(98,69%) sedangkan sisa anggaran adalah Rp2.614.800,- (1,31%).

i. Penyusunan Standar Biaya Keluaran Kementerian Pertanian Tahun 2016 dengan alokasi anggaran kegiatan ini sebesar Rp239.890.000,- dan Realisasi anggaran sebesar Rp235.893.550,- (98,33%).

j. Penyusunan Pedoman Pengelolaan Anggaran Kementan Tahun 2016 dengan lokasi anggaran kegiatan ini sebesar Rp194.719.000,- dan Realisasi anggaran sebesar Rp175.011.825,- (89,88%).

k. Penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN 2016 Lingkup Kementerian Pertanian. Dengan alokasi anggaran kegiatan ini sebesar Rp60.300.000,-dan Realisasi anggaran sebesar Rp59.354.000,- (98,43%).

Dalam mencapai indikator Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan Tahun 2015, dialokasikan pagu anggaran sebesar Rp5.671.110.000,- dengan realisasi sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar Rp5.623.378.538,- atau sebesar 99,16%.

(35)

3.3.3. Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Ditindaklanjuti

Salah satu fungsi Biro Perencanaan adalah melakukan Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan pertanian. Hasil evaluasi diharapkan dapat ditindaklanjuti sebagai feedback bagi perencanaan ke depan maupun yang sedang berjalan. Rekomendasi hasil evaluasi Tahun 2014 ditindaklanjuti Tahun 2015. Salah satu evaluasi yang dilakukan oleh Biro Perencanaan pada Tahun 2014 adalah monev terpadu. Evaluasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh Biro Perencanaan tetapi melibatkan pula Eselon I terkait. Sampai dengan akhir Tahun 2015, ada sebanyak 6 (enam) rekomendasi hasil evaluasi yang ditindaklanjuti, atau dengan kriteria ukuran keberhasil mencapai 100% (berhasil).

Tabel 5: Capaian Kinerja Rekomendasi Hasil Evaluasi Yang Ditindaklanjuti Tahun 2015

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI PERSENTASECAPAIAN (%)

Jumlah Rekomendasi Hasil

Evaluasi yang Ditindaklanjuti 6 Rekomendasi Rekomendasi6 100

Indikator Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Ditindaklanjuti ini merupakan indikator baru di Biro Perencanaan yang bersifat outcome. Tahun-tahun sebelumnya kami masih menggunakan indikator yang bersifat output berupa dokumen evaluasi.

Dari target yang ditetapkan sebanyak 6 rekomendasi hasil evaluasi yang ditindaklanjuti, tercapai 100 % (sebanyak 6 rekomendasi), yakni:

1) Merekomendasikan kepada Ditjen Perkebunan untuk memberikan

bantuan peralatan berupa alat/mesin penebang tebu agar panen tebu tidak terlambat;

(36)

2) Merekomendasikan kepada Ditjen Tanaman Pangan agar Program SL-PTT yang sudah berakhir, segera ditindaklanjuti dengan Program GP-PTT;

3) Merekomendasikan kepada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melaksanakan kegiatan Peningkatan Inseminasi Buatan (IB), termasuk peningkatan produksi dan distribusi semen beku yang merupakan kegiatan prioritas pada Tahun 2015;

4) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan agar menginstruksikan kepada Balai Veteriner Denpasar untuk membantu Dinas Peternakan Provinsi, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam penyidikan, pengujian dan pengobatan/pemberantasan penyakit pada kelompok peternak terkait dengan kasus kematian sapi bantuan;

5) Merekomendasikan kepada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan agar kegiatan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) yang semula berjumlah 500 SPR menjadi 50 SPR (sebagaipilot project). Hal ini karena kegiatan tersebut bersifat jangka panjang sehingga harus dijabarkan lagi dalam tahapan setia tahun dengan sasaran yang terukur dan jelas serta memperhatikan realitas sosial budaya masyarakat;

6) Merekomendasikan kepada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian terkait perbaikan sistem pengawasan pelaksanaan kebijakan pupuk bersubsidi dengan mengintegrasikan sistem pengawasan berbasis internet yang memberi kesempatan bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan pupuk bersubsidi, dan pengawasan dilakukan secara berjenjang dari mulai tingkat pusat hingga ke level desa.

Kegiatan-kegiatan di Biro Perencanaan yang mendukung keberhasilan dalam pencapaian indikator kinerja Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Ditindaklanjuti adalah : Swakelola pemantauan dan evaluasi pembangunan pertanian; pemantauan dan evaluasi pembangunan pertanian; evaluasi

(37)

pelaksanaan Upsus dalam rangka peningkatan produksi komoditas pertanian; dan pemantauan dan evaluasi subsidi pupuk dan benih kredit program asuransi pertanian tahun 2014 dan 2015.

Gambar 6 dan 7: Monitoring Kegiatan GP

Kunjungan ke PT. Gunung Madu Plantation, Lampung

Dalam mencapai indikator Jumlah

Dilakukan Tahun 2015, dialokasikan pagu anggaran sebesar dengan realisasi sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar atau sebesar 92,37%.

3.4. Akuntabilitas Keuangan

Dalam rangka pengelolaan anggaran Biro Perencanaan

telah dilakukan pembinaan dan sosialisasi pelaksanaan anggaran mengacu pada peraturan-peraturan yang berlaku. Dari anggaran sebesar Rp59.587.600.000,- dengan realisasi sampai dengan posisi 31 Desember 2015 mencapai sebesar Rp56.587.600.000,- (95,21%), dengan rincian anggaran per bagian sebagai berikut:

(1) Bagian Penyusunan Kebijakan, Program dan Wilayah, sebesar Rp16.089.092.000,- dengan realisasi

(2) Bagian Penyusunan Anggaran, sebesar Rp16.613.109.374,- (98,46%);

pelaksanaan Upsus dalam rangka peningkatan produksi komoditas pertanian; subsidi pupuk dan benih kredit program asuransi

Monitoring Kegiatan GP-PTT di Kabupaten Banyuasin dan Kunjungan ke PT. Gunung Madu Plantation, Lampung

Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Tahun 2015, dialokasikan pagu anggaran sebesar Rp3.829.815.000,-realisasi sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar

Rp3.537.850.500,-Dalam rangka pengelolaan anggaran Biro Perencanaan Tahun 2015, telah dilakukan pembinaan dan sosialisasi pelaksanaan anggaran mengacu peraturan yang berlaku. Dari anggaran sebesar dengan realisasi sampai dengan posisi 31 Desember 2015 (95,21%), dengan rincian anggaran per

ijakan, Program dan Wilayah, sebesar dengan realisasi Rp14.723.043.812,- (91,51%); Bagian Penyusunan Anggaran, sebesar Rp16.872.570.000,- realisasi

(38)

TOTAL PAGU ANGGARAN REALISASI SISA ANGGARAN

Rp Rp Rp

1 Penyus. Kebijakan Program dan Wilayah 16,089,092,000 14,723,043,812 91.51 1,366,048,188 8.49

- Belanja Barang 15,511,592,000 14,157,945,062 1,353,646,938 8.73

- Belanja Modal 577,500,000 565,098,750 12,401,250 2.15

2 Penyusunan Anggaran 16,872,570,000 16,613,109,374 98.46 259,460,626 1.54

- Belanja Barang 16,499,820,000 16,244,344,730 255,475,270 1.55

- Belanja Modal 372,750,000 368,764,644 3,985,356 1.07

3 Pemantauan dan Evaluasi 18,394,728,000 17,494,256,774 95.10 900,471,226 4.90

- Belanja Barang 16,690,998,000 15,803,912,774 887,085,226 5.31 - Belanja Modal 1,703,730,000 1,690,344,000 13,386,000 0.79 4 Pelaporan 8,231,210,000 7,904,799,676 96.03 326,410,324 3.97 - Belanja Barang 7,733,860,000 7,411,134,676 322,725,324 4.17 - Belanja Modal 497,350,000 493,665,000 3,685,000 0.74 Jumlah 59,587,600,000 56,735,209,636 95.21 2,852,390,364 4.79 NO BAGIAN % %

(3) Bagian Pemantauan dan Evaluasi, sebesar Rp18.394.728.000,- realisasi Rp17.494.256.774,- (95,10%); dan

(4) Bagian Pelaporan, sebesar Rp8.231.210.000,- realisasi

Rp7.904.799.676,- (96,03%)

Tabel 6: Realisasi Anggaran Biro Perencanaan TA. 2015 Sampai Dengan Tanggal 31 Desember 2015 (Sesuai SPM)

Apabila dibandingkan dengan Tahun 2014 yang besarnya 90,18%, kinerja realisasi keuangan Tahun 2015 telah menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Pada Tahun 2014 alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan program operasional di Biro Perencanaan sebesar Rp 36.551.455.000,- dengan realisasi anggaran sampai dengan posisi 31 Desember 2014 sebesar Rp32.962.060.814,- atau mencapai 90,18%.

(39)

3.5. Permasalahan

Meskipun capaian Indikator Kinerja sudah banyak yang telah memenuhi target yang ditetapkan, namun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti dalam pelaksanaan baik itu perencanaan kebijakan program kegiatan maupun dalam pemantauan pelaporan dan evaluasinya melibatkan seluruh unit kerja di lingkup Sekretariat Jenderal ataupun lingkup Kementerian Pertanian, sehingga kinerja Biro Perencanaan sangat tergantung koordinasi dengan unit lainnya. Namun demikian dalam pelaksanaannya koordinasi ini masih belum seperti yang diharapkan.

3.6. Rekomendasi

Memperhatikan capaian dan kendala yang dihadapi saat ini, rekomendasi untuk perbaikan ke depan agar dilakukan antara lain dengan meningkatkan koordinasi dengan unit kerja lainnya lingkup Sekretariat Jenderal maupun lingkup Kementerian Pertanian, baik itu melalui penyusunan aplikasi yang terintegrasi untuk perencanaan kebijakan dan program kegiatan maupun dalam pemantauan, evaluasi dan pelaporan yang melibatkan seluruh unit kerja lainnya.

(40)

BAB IV PENUTUP

Dari hasil analisis terhadap capaian kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015, beberapa hal yang dapat disimpulkan antara lain bahwa dari beberapa indikator kinerja, target yang ditetapkan sudah dapat dicapai seluruhnya, dengan rata-rata pencapaian mencapai 95,32% ini menggambarkan bahwa kinerja Tahun 2015 menunjukan hasil kinerja Biro Perencanaan dapat dikatakan berhasil. Alokasi anggaran yang tersedia untuk mendukung kelancaran pelaksanaan di Biro Perencanaan adalah sebesar Rp59.587.600.000,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp56.587.600.000,-atau mencapai 95,21%.

Memperhatikan kendala yang dihadapi dan rekomendasi sebagaimana diuraikan pada Bab III, serta dalam rangka meningkatkan capaian kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015, rencana tindak lanjut yang akan dilakukan antara lain mengembangkan dan menyempurnakan aplikasi yang terintegrasi untuk perencanaan kebijakan program kegiatan maupun dalam pemantauan pelaporan dan evaluasinya yang melibatkan seluruh unit kerja lingkup Kementerian Pertanian.

Gambar

Tabel 1. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2015................... 14 Tabel 2. Capaian Indikator Biro Perencanaan Tahun 2015...................
Gambar 1. Komposisi Pegawai Biro Perencanaan berdasarkan Tingkat Pendidikan, Tahun 2010-2014
Gambar 2. Komposisi Pegawai Biro Perencanaan berdasarkan Golongan Ruang, Tahun 2010-2014.
Tabel 1: Penetapan Kinerja Biro Perencanaan, Tahun 2015
+6

Referensi

Dokumen terkait

12. Daerah adalah Daerah Kabupaten Sukamara. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas

Beradasarkan hasil refleksi maka, dapat dilihat bahwa Dari hasil-hasil siklus II, tampak ada peningkatan yang tajam baik komitmen maupun kemampuan namun indikator kinerja

Perlu diperhatikan, untuk tidak menempatkan elemen lainnya DI DALAM RUANG MINIMAL yang dapat memberikan kesan sebagai bagian dari identitas perusahaan... CMYK &amp; PANTONE

Waktu : Pukul 08.00 WIB - Selesai (Untuk Daftar Nama Yang Diberi Warna Kuning) : Pukul 13.00 WIB - Selesai (Untuk Daftar Nama Yang Diberi Warna Ungu) Tempat : Gedung A Lantai

minimal tentang: a) perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang

Disamping itu struktur sesar terbentuk setelah pembentukan lipatan ditandai dengan adanya offset pada sumbu sinklin pada daerah penelitian (Lampiran F-3), sehingga dapat

Beberapa saran untuk penelitian lebih lanjut adalah (1) melihat interaksi dari keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen untuk mengetahui

(2) Pada dasarnya Islam anti terhadap kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suami kepada istrinya, baik kekerasan fisik, psikis, seksual maupun ekonomi. Karena itu