TEKNOLOGI TELEKONFERENSI
Suatu teknologi yang secara live menghubungkan
media elektronik di antara dua atau lebih partisipan
manusia atau mesin yang dihubungkan dengan suatu
sistem telekomunikasi (internet, telepon)
Bentuk Telekonferensi:
konferensi audio: seseorang hanya dapat melakukan
percakapan interaktif
konferensi video: dapat saling melihat gambar (video)
dan saling mendengar, melalui kamera, monitor, atau
speaker.
KELEBIHAN TELEKONFERENSI
Biaya lebih murah
Waktu lebih efektif
BROADCAST
Suatu proses ketika data dikirimkan ke semua receiver
dalam sebuah jaringan.
Kendala & solusi penyiaran video
Kendala penyiaran video ke user:
ukuran video yang besar
kapasitas bandwidth yang terbatas
trafik yang ada pada jaringan
Solusi :
teknologi video streaming:
teknologi yang dapat mentransmisikan video dari server ke
client melalui jaringan,
teknologi yang digunakan untuk mengirimkan data secara
langsung tanpa harus melakukan download terhadap data yang akan dijalankan
Format file video (stream)
Windows Media
Adobe Flash
Quicktime
Real Media
MPEG
Metode pembuatan
video streaming
Streaming server
HTTP streaming (Hyper Text Transfer Protocol)
Lebih Murah Lebih Mudah
Kekurangan HTTP Streaming:
HTTP streaming baik digunakan untuk situs-situs
dengan trafic yang sederhana, (< 20 orang yang
melihat pada saat bersamaan).
Tidak bisa melihat streaming video langsung, karena
metode HTTP hanya bekerja dengan lengkap file yang
tersimpan di server.
Tidak dapat otomatis mendeteksi pengguna akhir dari
kecepatan koneksi menggunakan HTTP.
HTTP streaming tidak efisien dilihat dari sisi server
karena beban server berat.
Cara Membuat
HTTP streaming video
1.
Membuat file video dengan format media umum
streaming
2.
Upload file ke server Web
3.
Membuat hyperlink ke file video atau menggunakan
tag HTML khusus untuk link video di halaman web.
Jenis streaming protocol
RSVP – Resource Reservation Protocol
SMRP – Simple Multicast Routing Protocol
RTSP – Real-Time Streaming Protocol (RFC 2326)
RTP – Real Time Transport Protocol (RFC 1889)
Streaming Protocol
RSVP – Resource Reservation Protocol
Untuk mereserve bandwith sehingga data tiba ditujuan dengan cepat dan tepat.
SMRP – Simple Multicast Routing Protocol
Protocol yang mendukung ‘conferencing’ dengan mengganda-kan (multiplying) data pada sekelompok user penerima
RTSP – Real-Time Streaming Protocol (RFC 2326)
Untuk mengatur pengiriman data secara real-time, tidak bergantung pada protokol Transport.
Streaming Protocol
RTP – Real Time Transport Protocol (RFC 1889)
standard untuk mengirimkan data multimedia secara
real-time, bergantung pada protokol Transport
Berjalan diatas UDP tapi bisa juga diatas protokol lain
RTCP – Real-Time Control Protocol
Protocol QoS (Quality of Service) untuk menjamin kualitas
streaming.
STRUKTUR VIDEO
Proses video coding akan menghasilkan beberapa macam tipe gambar dalam sebuah video digital.
Sebuah video digital : sekumpulan group of pictures (GOP). Group of pictures : kumpulan dari beberapa picture/frame. Picture : sekumpulan macroblock yang disebut slice.
Slice dapat memiliki ukuran yang berbeda-beda dalam sebuah picture. Satu slice terbagi atas beberapa macroblock yang berukuran 16 x 16 pixel. Macroblock dibagi menjadi block-block berukuran 8x 8 pixel.
Standar Video Coding Dikembangkan
International Telecommunication Union (ITU-T)
1)
H.261
Standar video coding ini diresmikan pada tahun 1990. Pada awalnya didesain untuk transmisi di atas ISDN.
Algoritma video coding ini didesain untuk dapat beroperasi
pada bitrate antara 40 kbit/s sampai 2 Mbit/s.
Standar ini mendukung dua ukuran video frame:
CIF (352 x 288 luma dengan 176 x 144 chroma) QCIF (176 x 144 luma dengan 88 x 72 chroma).
2)
H.262
Standar video coding H.262 serupa dengan standar video
ISO/IEC MPEG-2.
Standar ini dikembangkan secara bersamaan oleh ITU-T
3)
H.263
H.263 merupakan standar yang didesain ITU-T pada tahun
1995/1996 sebagai format kompresi dengan bitrate rendah untuk video conference.
H.263 dikembangkan sebagai hasil perkembangan evolusi
dari H.261, MPEG-1 dan MPEG-2.
Versi pertama standar ini diselesaikan pada tahun 1995 dan
merupakan pengganti yang cocok untuk H.261.
Kemudian dikembangkan lagi pada proyek yang dikenal
dengan nama H.263v2 (H.263+ atau H.263 1998) dan H.263v3 (H.263++ atau H.263 2000).
4)
H.264
H.264
menyediakan perkembangan yang signifikan
melebihi H.263.
Sebagian besar produk video conferencing
sekarang
mengikutsertakan standar video H.264,
H.263 dan H.261.
H.264 dikenal juga sebagai MPEG-4
Part 10 atau
MPEG-4
AVC (
Advanced Video Coding).
Video Coding Dikembangkan
Motion Picture Experts Group (MPEG)
1)
MPEG-1
MPEG-1 merupakan standar untuk audio dan video
coding dengan tipe kompresi lossy.
Standar ini didesain untuk kompresi video dengan
kualitas VHS dan CD audio.
MPEG-1 telah menjadi standar lossy audio/video coding
paling kompatibel di dunia dan banyak digunakan dalam
produk dan teknologi yang ada.
2)
MPEG-2
MPEG-2 digunakan secara luas sebagai format TV digital.
Standar video coding ini juga digunakan sebagai format film atau program lain yang didistribusikan melalui DVD.
3)
MPEG-4
MPEG-4 : kumpulan metode-metode yang mendefinisikan
kompresi data audio dan visual (AV) digital.
Penggunaan standar MPEG-4 ini termasuk kompresi data AV
untuk web dan distribusi CD, suara (telephone, videophone) dan aplikasi TV broadcast
4)
MPEG-7
MPEG-7 : standar deskripsi content multimedia. Deskripsi ini
akan diasosiasikan dengan content-nya untuk membuat pencarian menjadi cepat dan efisien.
MPEG-7 disebut juga Multimedia Content Description
Interface.
Standar ini tidak berurusan dengan encoding dari gambar
ENKRIPSI VIDEO
1)
Complete encryption algorithm
Konsep complete encryption algorithm sangat berfokus pada
peningkatan faktor confidentiality dari video dan kurang berfokus pada faktor efisiensi proses komputasi.
Algoritma enkripsi ini akan mengenkripsi keseluruhan frame
dari awal hingga akhir video, sehingga menghasilkan tingkat confidentiality paling tinggi. Namun proses enkripsi yang dilakukan memakan waktu paling lama bila dibandingkan dengan dua konsep algoritma enkripsi video yang lain.
2)
Compression encryption combined algorithm
Proses enkripsi yang dilakukan dikombinasikan dengan
proses kompresi video.
Tingkat confidentiality yang dihasilkan bergantung
pada struktur pohon Huffman atau algoritma kompresi
yang digunakan.
proses komputasi yang dilakukan lebih sedikit, namun
membutuhkan tabel tambahan untuk menyimpan hasil
Huffman coding yang tentunya memakan tempat lebih
banyak.
3)
Selective encryption algorithm
Konsep selective encryption algorithm meningkatkan faktor
confidentiality dari video namun lebih berfokus pada efisiensi proses komputasi.
Algoritma yang menerapkan konsep selective encryption
algorithm akan melakukan enkripsi video hanya pada frame-frame tertentu saja, sehingga dapat meminimalisasi proses komputasi.
Hal tersebut meningkatkan efisiensi dari proses enkripsi yang
dilakukan, namun tingkat confidentiality yang dihasilkan lebih rendah bila dibandingkan complete encryption algorithm.
Aspek Utama Security
Privacy / confidentiality (Kerahasiaan)
Integrity (Integritas)
Authentication (Keaslian)
Availability (Ketersediaan)
Privacy / Confidentiality
Proteksi data pribadi
Ex: Nama, tempat tanggal lahir, agama, hobby, penyakit
yang pernah diderita,status perkawinan
Data pelanggan
Integrity
Informasi tidak berubah tanpa ijin (updated, altered,
modified)
Authentication
Meyakinkan keaslian data, sumber data, orang yang
mengakses data, server yang digunakan
penggunaan digital signature
message authentication code
Availability
Informasi harus dapat tersedia ketika dibutuhkan
Server dibuat hang, down, crash
Layanan lambat
Bila terjadi bencana
Serangan : Adanya virus dan spam yang menghabiskan
bandwidth
Access control
Mekanisme untuk mengatur siapa boleh melakukan
apa saja
Ex:
menggunakan password terenkripsi
adanya kelas / klasifikasi
Evolusi Pengamanan Data
Steganography
Menyamarkan data sehingga seolah-olah tidak ada
Cryptography
Mengacak data;
Mengubah susunan huruf (transposition)
Menggantikan huruf dengan huruf atau kode lainnya
Steganography
Digital watermarking
Menandai kepemilikan gambar digital dengan
Komponen Cryptography
Plain text
Sumber berita/pesan/teks asli
Cipher text
Teks yang sudah diproses (diacak, digantikan)
Algoritma & kunci
Misal: subsitusi (algoritma) & number of shift (kunci)
Pemisahan algoritma & kunci ditemukan oleh Auguste
Private-key Cryptosystem
enkripsi dekripsi
Plaintext
Password : R12345
Chipertext
Yhujh kdsjidj Plaintext
SPAM VS MAILBOMB
SPAM : email yang tidak diminta yang dikirim ke
banyak orang
Isi SPAM :
Iklan
Tawaran untuk bergabung ke MLM
Undian
Informasi palsu, phishing