• Tidak ada hasil yang ditemukan

~ By : Aprilia Sulistyohati, S.Kom ~

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "~ By : Aprilia Sulistyohati, S.Kom ~"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

TEKNOLOGI TELEKONFERENSI

Suatu teknologi yang secara live menghubungkan

media elektronik di antara dua atau lebih partisipan

manusia atau mesin yang dihubungkan dengan suatu

sistem telekomunikasi (internet, telepon)

Bentuk Telekonferensi:

konferensi audio: seseorang hanya dapat melakukan

percakapan interaktif

konferensi video: dapat saling melihat gambar (video)

dan saling mendengar, melalui kamera, monitor, atau

speaker.

(3)

KELEBIHAN TELEKONFERENSI

Biaya lebih murah

Waktu lebih efektif

BROADCAST

Suatu proses ketika data dikirimkan ke semua receiver

dalam sebuah jaringan.

(4)

Kendala & solusi penyiaran video

Kendala penyiaran video ke user:

ukuran video yang besar

kapasitas bandwidth yang terbatas

trafik yang ada pada jaringan

Solusi :

teknologi video streaming:

teknologi yang dapat mentransmisikan video dari server ke

client melalui jaringan,

teknologi yang digunakan untuk mengirimkan data secara

langsung tanpa harus melakukan download terhadap data yang akan dijalankan

(5)

Format file video (stream)

Windows Media

Adobe Flash

Quicktime

Real Media

MPEG

(6)

Metode pembuatan

video streaming

Streaming server

HTTP streaming (Hyper Text Transfer Protocol)

Lebih MurahLebih Mudah

(7)

Kekurangan HTTP Streaming:

HTTP streaming baik digunakan untuk situs-situs

dengan trafic yang sederhana, (< 20 orang yang

melihat pada saat bersamaan).

Tidak bisa melihat streaming video langsung, karena

metode HTTP hanya bekerja dengan lengkap file yang

tersimpan di server.

Tidak dapat otomatis mendeteksi pengguna akhir dari

kecepatan koneksi menggunakan HTTP.

HTTP streaming tidak efisien dilihat dari sisi server

karena beban server berat.

(8)

Cara Membuat

HTTP streaming video

1.

Membuat file video dengan format media umum

streaming

2.

Upload file ke server Web

3.

Membuat hyperlink ke file video atau menggunakan

tag HTML khusus untuk link video di halaman web.

(9)

Jenis streaming protocol

RSVP – Resource Reservation Protocol

SMRP – Simple Multicast Routing Protocol

RTSP – Real-Time Streaming Protocol (RFC 2326)

RTP – Real Time Transport Protocol (RFC 1889)

(10)

Streaming Protocol

 RSVP – Resource Reservation Protocol

 Untuk mereserve bandwith sehingga data tiba ditujuan dengan cepat dan tepat.

 SMRP – Simple Multicast Routing Protocol

 Protocol yang mendukung ‘conferencing’ dengan mengganda-kan (multiplying) data pada sekelompok user penerima

 RTSP – Real-Time Streaming Protocol (RFC 2326)

 Untuk mengatur pengiriman data secara real-time, tidak bergantung pada protokol Transport.

(11)

Streaming Protocol

RTP – Real Time Transport Protocol (RFC 1889)

standard untuk mengirimkan data multimedia secara

real-time, bergantung pada protokol Transport

Berjalan diatas UDP tapi bisa juga diatas protokol lain

RTCP – Real-Time Control Protocol

Protocol QoS (Quality of Service) untuk menjamin kualitas

streaming.

(12)

STRUKTUR VIDEO

Proses video coding akan menghasilkan beberapa macam tipe gambar dalam sebuah video digital.

Sebuah video digital : sekumpulan group of pictures (GOP).  Group of pictures : kumpulan dari beberapa picture/frame.  Picture : sekumpulan macroblock yang disebut slice.

Slice dapat memiliki ukuran yang berbeda-beda dalam sebuah picture.Satu slice terbagi atas beberapa macroblock yang berukuran 16 x 16 pixel.  Macroblock dibagi menjadi block-block berukuran 8x 8 pixel.

(13)
(14)

Standar Video Coding Dikembangkan

International Telecommunication Union (ITU-T)

1)

H.261

Standar video coding ini diresmikan pada tahun 1990.Pada awalnya didesain untuk transmisi di atas ISDN.

Algoritma video coding ini didesain untuk dapat beroperasi

pada bitrate antara 40 kbit/s sampai 2 Mbit/s.

Standar ini mendukung dua ukuran video frame:

 CIF (352 x 288 luma dengan 176 x 144 chroma)  QCIF (176 x 144 luma dengan 88 x 72 chroma).

2)

H.262

Standar video coding H.262 serupa dengan standar video

ISO/IEC MPEG-2.

Standar ini dikembangkan secara bersamaan oleh ITU-T

(15)

3)

H.263

H.263 merupakan standar yang didesain ITU-T pada tahun

1995/1996 sebagai format kompresi dengan bitrate rendah untuk video conference.

H.263 dikembangkan sebagai hasil perkembangan evolusi

dari H.261, MPEG-1 dan MPEG-2.

Versi pertama standar ini diselesaikan pada tahun 1995 dan

merupakan pengganti yang cocok untuk H.261.

Kemudian dikembangkan lagi pada proyek yang dikenal

dengan nama H.263v2 (H.263+ atau H.263 1998) dan H.263v3 (H.263++ atau H.263 2000).

(16)

4)

H.264

H.264

menyediakan perkembangan yang signifikan

melebihi H.263.

Sebagian besar produk video conferencing

sekarang

mengikutsertakan standar video H.264,

H.263 dan H.261.

H.264 dikenal juga sebagai MPEG-4

Part 10 atau

MPEG-4

AVC (

Advanced Video Coding).

(17)

Video Coding Dikembangkan

Motion Picture Experts Group (MPEG)

1)

MPEG-1

MPEG-1 merupakan standar untuk audio dan video

coding dengan tipe kompresi lossy.

Standar ini didesain untuk kompresi video dengan

kualitas VHS dan CD audio.

MPEG-1 telah menjadi standar lossy audio/video coding

paling kompatibel di dunia dan banyak digunakan dalam

produk dan teknologi yang ada.

(18)

2)

MPEG-2

MPEG-2 digunakan secara luas sebagai format TV digital.

Standar video coding ini juga digunakan sebagai format film atau program lain yang didistribusikan melalui DVD.

3)

MPEG-4

MPEG-4 : kumpulan metode-metode yang mendefinisikan

kompresi data audio dan visual (AV) digital.

Penggunaan standar MPEG-4 ini termasuk kompresi data AV

untuk web dan distribusi CD, suara (telephone, videophone) dan aplikasi TV broadcast

(19)

4)

MPEG-7

MPEG-7 : standar deskripsi content multimedia. Deskripsi ini

akan diasosiasikan dengan content-nya untuk membuat pencarian menjadi cepat dan efisien.

MPEG-7 disebut juga Multimedia Content Description

Interface.

Standar ini tidak berurusan dengan encoding dari gambar

(20)

ENKRIPSI VIDEO

1)

Complete encryption algorithm

Konsep complete encryption algorithm sangat berfokus pada

peningkatan faktor confidentiality dari video dan kurang berfokus pada faktor efisiensi proses komputasi.

Algoritma enkripsi ini akan mengenkripsi keseluruhan frame

dari awal hingga akhir video, sehingga menghasilkan tingkat confidentiality paling tinggi. Namun proses enkripsi yang dilakukan memakan waktu paling lama bila dibandingkan dengan dua konsep algoritma enkripsi video yang lain.

(21)

2)

Compression encryption combined algorithm

Proses enkripsi yang dilakukan dikombinasikan dengan

proses kompresi video.

Tingkat confidentiality yang dihasilkan bergantung

pada struktur pohon Huffman atau algoritma kompresi

yang digunakan.

proses komputasi yang dilakukan lebih sedikit, namun

membutuhkan tabel tambahan untuk menyimpan hasil

Huffman coding yang tentunya memakan tempat lebih

banyak.

(22)

3)

Selective encryption algorithm

Konsep selective encryption algorithm meningkatkan faktor

confidentiality dari video namun lebih berfokus pada efisiensi proses komputasi.

Algoritma yang menerapkan konsep selective encryption

algorithm akan melakukan enkripsi video hanya pada frame-frame tertentu saja, sehingga dapat meminimalisasi proses komputasi.

Hal tersebut meningkatkan efisiensi dari proses enkripsi yang

dilakukan, namun tingkat confidentiality yang dihasilkan lebih rendah bila dibandingkan complete encryption algorithm.

(23)

Aspek Utama Security

Privacy / confidentiality (Kerahasiaan)

Integrity (Integritas)

Authentication (Keaslian)

Availability (Ketersediaan)

(24)

Privacy / Confidentiality

Proteksi data pribadi

Ex: Nama, tempat tanggal lahir, agama, hobby, penyakit

yang pernah diderita,status perkawinan

Data pelanggan

(25)

Integrity

Informasi tidak berubah tanpa ijin (updated, altered,

modified)

(26)

Authentication

Meyakinkan keaslian data, sumber data, orang yang

mengakses data, server yang digunakan

penggunaan digital signature

message authentication code

(27)

Availability

Informasi harus dapat tersedia ketika dibutuhkan

Server dibuat hang, down, crash

Layanan lambat

Bila terjadi bencana

Serangan : Adanya virus dan spam yang menghabiskan

bandwidth

(28)

Access control

Mekanisme untuk mengatur siapa boleh melakukan

apa saja

Ex:

menggunakan password terenkripsi

adanya kelas / klasifikasi

(29)

Evolusi Pengamanan Data

Steganography

Menyamarkan data sehingga seolah-olah tidak ada

Cryptography

Mengacak data;

 Mengubah susunan huruf (transposition)

 Menggantikan huruf dengan huruf atau kode lainnya

(30)

Steganography

Digital watermarking

Menandai kepemilikan gambar digital dengan

(31)

Komponen Cryptography

Plain text

Sumber berita/pesan/teks asli

Cipher text

Teks yang sudah diproses (diacak, digantikan)

Algoritma & kunci

Misal: subsitusi (algoritma) & number of shift (kunci)

Pemisahan algoritma & kunci ditemukan oleh Auguste

(32)

Private-key Cryptosystem

enkripsi dekripsi

Plaintext

Password : R12345

Chipertext

Yhujh kdsjidj Plaintext

(33)

SPAM VS MAILBOMB

SPAM : email yang tidak diminta yang dikirim ke

banyak orang

Isi SPAM :

Iklan

Tawaran untuk bergabung ke MLM

Undian

Informasi palsu, phishing

Penipuan

(34)

Akibat adanya SPAM

Menghabiskan Disk (email storage)

Menghabiskan Jaringan

Membuang waktu dan produktivitas kerja

pengguna

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, Kabupaten Aceh Timur dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan dan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kebijakan deviden, kebijakan hutang, profitabilitas dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan

Sumbangan efektif disiplin kerja lebih besar dari sumbangan iklim kerja dan etos kerja, dengan demikian dalam meningkatkan efektifitas kinerja di Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi

CANDRA

Penerapan penemuan hukum yang menggunakan maqâshid al-syar î’ah sebagai pertimbangan terdapat pada putusan hakim tentang dispensasi kawin, dengan menggunakan maqâshid

Transparansi laporan keuangan merupakan upaya dalam memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa

Apabila penyimpangan seperti tersebut di atas direspon masyarakat dalam bentuk melapor ke pemerintah (Dinas kehutanan) tetapi tidak memperoleh respon ulang dari Dinas Kehutanan