JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
42
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jasa Dan Peran Tokoh Dalam
Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia Melalui Metode Picture And
Picture Pada Siswa Kelas V SDN Giriharjo 2 Kecamatan Ngrambe
Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2014/2015
Oleh :
Rina Purwati
SDN Giriharjo 1 Ngrambe Ngawi
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Giriharjo 1 sebelum diadakan tindakan
masih banyak siswa yang hasil belajarnya belum tuntas. Ketuntasan klasikal belajar
siswa kelas V pada mata pelajaran IPS hanya 50% dengan nilai rata-rata 62. Hal ini
belum sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran IPS yaitu 70.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode picture
and picture dan hasil belajar siswa. Metode pada penelitian ini menggunakan model
siklus PTK dari Kemmis dan Taggart yang dilakukan dengan tahapan perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini meliputi: observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode
picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan kriteria
yang diinginkan.
Kata Kunci: Hasil belajar, metode picture and picture, jasa dan peran tokoh
dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
A.
PENDAHULUAN
Keberhasilan
guru
dalam
mengelola
pembelajaran
Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) dikelas V,
lebih
disebabkan
oleh
tepatnya
metodologis yang digunakan guru dalam
mengajar. Hal tersebut berimplikasi pada
respon positif yang diperlihatkan siswa
saat mengikuti proses pembelajaran.
Siswa sangat antusias saat mengikuti
proses pembelajaran sehingga kelas
terlihat
kondusif,
aktif
dan
menyenangkan.
Namun,
sebagaimana
pengalaman mengajar penulis pada mata
pelajaran IPS di kelas V SDN Giriharjo
1, setiap kali guru melakukan selalu
direspon kurang positif dari seluruh
siswa, hal tersebut bisa terlihat dari
reaksi yang diperlihatkan siswa. Mereka
selalu pasif saat pembelajaran dan
cenderung menolak untuk dilaksanakan
evaluasi dengan berbagai alasan. Kondisi
tersebut terus terlihat hingga proses
evaluasi
berlangsung,
yang
secara
otomatis keadaan tersebut berdampak
pula pada hasil yang didapat siswa
dengan hasil kurang memuaskan, dan
belum
mencapai
pada
Standar
Ketuntasan Minimal. Ketuntasan klasikal
belajar siswa kelas V pada mata
pelajaran IPS hanya 50% dengan nilai
rata-rata 63. Hal ini belum sesuai dengan
tujuan yang akan dicapai pada setiap
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
43
kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau
jauh dari ketuntasan belajar pada mata
pelajaran IPS yaitu 70.
Penyebab kurang responya siswa
saat mengikuti proses pembelajaran dan
buruknya hasil belajar adalah karena
kurang
kreatifnya
guru
dalam
menggunakan
metode
pembelajaran.
Guru masih terbelenggu oleh cara
konvensional
dalam
melakukan
pembelajaran,
hingga
image
siswa
terhadap mata pelajaran IPS yaitu
membosankan dan menjenuhkan.
Dalam hal ini guru sebagai
fasilitator dalam proses pembelajaran,
perlu memberikan respon positif yang
konkrit
dan
objektif
untuk
membangkitkan
motivasi
siswa
khususnya
saat
pembelajaran
IPS.
Adapun metode pembelajaran yang
dibuat guru untuk memecahkan masalah
di atas adalah dengan membuat model
evaluasi yang kreatif dan inovatif, yaitu
dalam bentuk mengurutkan gambar atau
lebih dikenal dengan
“Picture and
Picture”.
Metode
picture and picture
merupakan suatu metode belajar yang
menggunakan gambar dan dipasangkan
atau diurutkan menjadi urutan logis
(Suprijono, 2009 :125). Metode
picture
and picture
merupakan bentuk metode
pembelajaran yang mudah dijangkau
serta sangat menarik. Selain berupa
gambar-gambar yang dapat memotivasi
siswa, juga dilengkapi tulisan yang
menjelaskan gambar tersebut. Dengan
metode
ini
diharapkan
dapat
mempermudah siswa dalam memahami
materi sehingga hasil belajar akan lebih
baik.
Berdasarkan latar belakang di
atas, maka dapat dirumuskan suatu
masalah
sebagai
berikut:
(1)
Bagaimanakah
penggunaan
metode
picture and picture
dalam meningkatkan
hasil belajar siswa pada materi jasa dan
peran tokoh dalam mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia melalui pada
kelas V SDN Giriharjo 1 Ngrambe
Ngawi? (2) Apakah penggunaan metode
picture and picture
dapat meningkatkan
hasil belajar siswa pada materi jasa dan
peran tokoh dalam mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia melalui pada
kelas V SDN Giriharjo 1 Ngrambe
Ngawi?
Sesuai dengan permasalahan di
atas, penelitian ini bertujuan untuk: (1)
Mengetahui penggunaan metode
picture
and picture
dalam meningkatkan hasil
belajar siswa pada materi jasa dan peran
tokoh
dalam
mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia pada kelas V
SDN Giriharjo 1 Ngrambe Ngawi. (2)
Mengetahui peningkatan hasil belajar
siswa pada materi jasa dan peran tokoh
dalam
mempersiapkan
kemerdekaan
Indonesia melalui metode
picture and
picture
pada kelas V SDN Giriharjo 1
Ngrambe
Ngawi.
Penelitian
ini
diharapkan memberi kontribusi yang
baik pada guru (peneliti), siswa, dan
sekolah.
B.
KAJIAN TEORI
Hasil Belajar
Dalam
aktivitas
kehidupan
manusia sehari-hari hampir tidak pernah
dapat terlepas dari kegiatan belajar, baik
ketika seseorang melaksanakan aktivitas
sendiri,
maupun
di
dalam
suatu
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
44
kelompok tertentu. Dipahami atau tidak
dipahami, sesungguhnya sebagian besar
aktivitas di dalam kehidupan sehari-hari
kita merupakan kegiatan belajar.
Menurut
Purwanto
(2009:43)
“Belajar adalah suatu proses untuk
membuat perubahan dalam diri siswa
dengan
cara
berinteraksi
dengan
lingkungan
untuk
mendapatkan
perubahan dalam aspek kognitif, afektif,
dan psikomotorik”.
Hasil belajar adalah sesuatu yang
diperoleh atau dicapai siswa berkat
adanya usaha atau fikiran yang mana hal
tersebut
dinyatakan
dalam
bentuk
penguasaan, pengetahuan, dan kecakapan
dasar yang terdapat dalam berbagai
kehidupan sehingga nampak pada diri
individu pengguanan penilaian terhadap
sikap, pengetahuan kecakapan dasar
yang terdapat dalam berbagai aspek
kehidupan sehingga nampak pada diri
individu perubahan tingkah laku secara
kuantitatif.
Metode Picture And Picture
Pengertian Mpdel pembelajaran Picture
And Picture
Model Pembelajaran Picture and
Picture merupakan salah satu bentuk
model pembelajaran kooperatif yaitu
suatu
model
pembelajaran
yang
mengutamakan
adanya
kelompok-kelompok.
Pembelajaran
kooperatif
adalah pembelajaran yang secara sadar
dan sistematis mengembangkan interaksi
yang saling asah, silih asih, dan silih
asuh. Model pembelajaran Picture and
Picture adalah suatu metode belajar yang
menggunakan gambar dan dipasangkan /
diurutkan menjadi urutan logis.
Pembelajaran ini memiliki ciri
Aktif,
Inovatif,
Kreatif,
dan
Menyenangkan. Model apapun yang
digunakan selalu menekankan aktifnya
peserta didik dalam setiap proses
pembelajaran.
Inovatif
setiap
pembelajaran harus memberikan sesuatu
yang baru, berbeda dan selalu menarik
minat peserta didik. Dan Kreatif, setiap
pembelajarnya harus menimbulkan minat
kepada peserta didik untuk menghasilkan
sesuatu atau dapat menyelesaikan suatu
masalah dengan menggunakan metoda,
teknik atau cara yang dikuasai oleh siswa
itu sendiri yang diperoleh dari proses
pembelajaran.
Model
Pembelajaran
ini
mengandalkan gambar sebagai media
dalam proses pembelajaran.
Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam
proses pembelajaran. Sehingga sebelum
proses
pembelajaran
guru
sudah
menyiapkan
gambar
yang
akan
ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau
dalam bentuk carta dalam ukuran besar.
Atau jika di sekolah sudah menggunakan
ICT dalam menggunakan Power Point
atau software yang lain.
Menurut Johnson & Johnson ,
prinsip dasar dalam model pembelajaran
kooperatif picture and picture adalah
sebagai berikut:
1.
Setiap anggota kelompok (siswa)
bertanggung jawab atas segala
sesuatu yang dikerjakan dalam
kelompoknya.
2.
Setiap anggota kelompok (siswa)
harus mengetahui bahwa semua
anggota
kelompok
mempunyai
tujuan yang sama.
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
45
3.
Setiap anggota kelompok (siswa)
harus membagi tugas dan tanggung
jawab yang sama di antara anggota
kelompoknya.
4.
Setiap anggota kelompok (siswa)
akan dikenai evaluasi.
5.
Setiap anggota kelompok (siswa)
berbagi
kepemimpinan
dan
membutuhkan keterampilan untuk
belajar bersama selama proses
belajarnya.
6.
Setiap anggota kelompok (siswa)
akan
diminta
mempertanggungjawabkan
secara
individual materi yang ditangani
dalam kelompok kooperatif.
Sesuai dengan namanya, tipe ini
menggunakan media gambar dalam
proses pembelajaran yaitu dengan cara
memasang/mengurutkan gambar-gambar
menjadi urutan yang logis. Melalui cara
seperti ini diharapkan siswa mampu
berpikir
dengan
logis
sehingga
pembelajaran menjadi bermakna.
Langkah-langkah
dalam
model
pembelajaran picture and picture
Guru menyampaikan kompetensi
yang ingin dicapai,menyajikan materi
sebagai pengantar, guru menunjukkan
atau memperlihatkan gambar-gambar
yang berkaitan dengan materi, guru
menunjuk atau memanggil siswa secara
bergantian memasang atau mengurutkan
gambar menjadi urutan yang logis, guru
menanyakan alasan atau dasar pemikiran
urutan gambar tersebut dari alasan atau
urutan gambar tersebut guru mulai
menanamkan konsep kemudian menarik
kesimpulan.
Prinsip – prinsip model pembelajaran
picture and picture
Menurut Johnson & Johnson ,
prinsip dasar dalam model pembelajaran
kooperatif picture and picture adalah
sebagai berikut:
1.
Setiap anggota kelompok (siswa)
bertanggung jawab atas segala
sesuatu yang dikerjakan dalam
kelompoknya.
2.
Setiap anggota kelompok (siswa)
harus mengetahui bahwa semua
anggota
kelompok
mempunyai
tujuan yang sama.
3.
Setiap anggota kelompok (siswa)
harus membagi tugas dan tanggung
jawab yang sama di antara anggota
kelompoknya.
4.
Setiap anggota kelompok (siswa)
akan dikenai evaluasi.
5.
Setiap anggota kelompok (siswa)
berbagi
kepemimpinan
dan
membutuhkan keterampilan untuk
belajar bersama selama proses
belajarnya.
6.
Setiap anggota kelompok (siswa)
akan
diminta
mempertanggungjawabkan
secara
individual materi yang ditangani
dalam kelompok kooperatif.
C.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
menggunakan
metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan penelitian tindakan kelas
karena
penelitian
ini
dilaksanakan
berdasarkan adanya temuan masalah di
kelas. Sedangkan model PTK yang akan
digunakan adalah model PTK bersiklus
yang mengacu pada model John Elliot.
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
46
PTK
tersebut
dilaksanakan
secara
bersiklus, setiap siklus penelitian terdiri
dari 4 tahapan yaitu perencanaan,
pelaksanaan tindakan, obrservasi, dan
refleksi.Tahap
perencanaan
yaitu
merumuskan
masalah,
menentukan
tujuan, dan metode penelitian serta
membuat
rencana
tindakan.Tahap
pelaksanaan tindakan yaitu merupakan
suatu hal yang dilakukan sebagai upaya
perubahan
yang
dilakukan.Tahap
observasi/ pengamatan yaitu mengamati
secara sistematis hasil/ dampak tindakan
terhadap proses belajar-mengajar, dan
tahap refleksi yaitu mengkaji dan
mempertimbangkan hasil atau dampak
tindakan yang dilakukan.
Peneliti dalam penelitian kualitatif
berperan sebagai instrument penelitian,
kehadiran peneliti mutlak diperlukan,
dalam hal ini peneliti bertindak sebagai
perencana,
pelaksanaan
pengajaran,
pengumpul data, penganalisis, penafsir
dan
sebagai
pelapor
hasil
penelitian.Peneliti berkolaborasi dengan
teman sejawat sebagai observer dan juga
dengan.
Subjek
penelitian
ini
adalah
seluruh siswa kelas V SDN Giriharjo 1,
Kecamatan
Ngrambe,
Kabupaten
Ngawi, Semester II Tahun Pelajaran
2014/2015
dengan
jumlah
siswa
sebanyak 4 siswa yang terdiri dari 3
siswa putra dan 1 siswa putri.
Penelitian ini dilaksanakan selama
dua siklus (siklus I : 4 x 35 menit, Siklus
II : 4 x 35 menit, jadi penelitian ini
dilaksanakan selama 21 hari, dimulai
dari tanggal 20 April sampai 13 Mei
2015.
Penelitian ini dilaksanakan di
SDN Giriharjo 1, Kecamatan Ngrambe,
Kabupaten
Ngawi.
Pertimbangan
melakukan penelitian di sekolah dasar
tersebut
karena
sekolah
tersebut
merupakan
tempat
tugas
penulis
seharihari sebagai guru. Selain itu, pada
pembelajaran IPS juga hanya digunakan
metode ceramah tanpa menggunakan
metode dan media. Penelitian ini akan
dilaksanakan mulai dari siklus I yang
dilanjutkan dengan siklus berikutnya jika
siklus I tidak berhasil.
Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah lembar observasi
dan lembar tes. Observasi dilakukan
terhadap proses mengajar guru dan
keaktifan siswa saat mengikuti proses
pembelajaran
melalui
penggunaan
metode picture and picture dengan media
gambar. Instrumen untuk observasi
menggunakan daftar cocok (check list).
Sedangkan Pemberian soal tes akan
dilaksanakan pada tiap-tiap akhir proses
pembelajaran
untuk
mengetahui
peningkatan hasil belajar siswa melalui
penggunaan metode picture and picture
dengan media gambar dalam mata
pelajaran IPS setelah dilakukan tindakan.
Jika dalam penelitian ini setiap
siklus dilaksanakan dalam dua kali
pertemuan, maka pemberian soal tes juga
akan dibagi menjadi dua. Sehingga pada
siklus
I
pertemuan
pertama akan
diberikan 10 soal dan pada pertemuan
kedua juga akan diberikan 10 soal, begitu
juga pada siklus berikutnya jika siklus I
tidak berhasil. Pembagian soal juga
disesuaikan dengan indikator yang ada
pada
pertemuan
tersebut.
Dalam
instrumen tes ini, tiap satu soal jika
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
47
menjawab benar maka mendapatkan skor
1, tetapi jika tiap satu soal menjawab
salah maka mendapatkan skor 0.
Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
observasi dan tes. Observasi dilakukan
untuk
memperoleh
data
tentang
penggunaan metode picture and picture
dengan media gambar dalam mata
pelajaran IPS yang diamati secara
langsung dalam proses pembelajaran
berdasarkan lembar observasi. Observasi
dilakukan terhadap proses mengajar guru
dan keaktifan siswa saat mengikuti
proses pembelajaran melalui penggunaan
metode picture and picture dengan media
gambar. Sedangkan Tes dilakukan untuk
memperoleh data tentang peningkatan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran
IPS.
Sugiyono
(2009:
333)
menyatakan bahwa teknik analisis data
merupakan
proses
mencari
dan
menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan
lapangan,dan dokumentasi dengan cara
mengorganisasikan
data
ke
dalam
kategori, menjabarkan ke dalam
unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke
dalam pola, memilih mana yang penting
dan yang akan dipelajari, dan membuat
kesimpulan sehingga mudah difahami
oleh diri sendiri maupun orang lain.
Tujuan Analisis dalam penelitian
tindakan kelas adalah untuk memperoleh
kepastian apakah terjadi perbaikan,
peningkatan,
atau
perubahan
sebagaimana yang diharapkan bukan
untuk
membuat
generalisasi
atau
pengujian teori. Teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik deskriptif kualitatif dan
kuantitatif. Analisis data terhadap hasil
penelitian dijelaskan sebagai berikut:
1.
Data kualitatif diperoleh dari lembar
observasi proses mengajar guru dan
aktivitas
siswa
selama
proses
pembelajaran berlangsung dengan
cara deskriptif.
2.
Data
kuantitatif
dikumpulkan
melalui tes, dihitung jumlah skor
masing-masing dan
dihitung nilai dari skor tersebut
dengan mengunakan rumus sebagai
berikut:
Nilai rata-rata kelas = Jumlah seluruh
nilai siswa
Jumlah
siswa
Indikator keberhasilan penelitian
dalam menggunakan metode
picture and
picture
dengan media gambar pada
pembelajaran mata pelajaran IPS siswa
kelas V SDN Giriharjo 1 dengan kriteria
ketuntasan yaitu minimal 80 % dari
seluruh siswa kelas V SDN Giriharjo 1
dengan KKM yang ditentukan yaitu
rata-rata nilai ≥ 70. Untuk menghitung
persentase ketuntasan belajar digunakan
rumus sebagai berikut:
P = ∑ siswa yang tuntas belajar X 100%
∑ siswa
Keterangan :
P : prosentase ketuntasan belajar
∑ : jumlah
D.
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Kondisi awal
Hasil belajar IPS siswa kelas V
SDN Giriharjo 1 sebelum diadakan
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
48
tindakan masih banyak siswa yang hasil
belajarnya belum tuntas. Ketuntasan
klasikal belajar siswa kelas V pada mata
pelajaran IPS hanya 50% dengan nilai
rata-rata 62. Hal ini belum sesuai dengan
tujuan yang akan dicapai pada setiap
kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau
jauh dari ketuntasan belajar pada mata
pelajaran IPS yaitu 70.
Ketuntasan
belajar
siswa
sebelum diadakan tindakan hanya 2
siswa yang tuntas dan 2 yang tidak
tuntas. Terlihat pula ada ketimpangan
yang cukup besar antara nilai tertinggi 75
dengan nilai terendah 50. Rendahnya
hasil belajar IPS siswa kelas V
disebabkan oleh guru kelas V SDN
Giriharjo 1 kurang kreatif, dalam
kegiatan mengajar hanya berceramah
saja tanpa disertai media apapun, metode
kurang
bervariasi
serta
kurang
melibatkan siswa,membatasi kreativitas
siswa,
konsentrasi
siswa
dalam
pembelajaran lemah.
Dari hasil analisis data hasil
belajar pra siklus dijadikan sebagai
sempel
penelitian.
Penelitian
dilaksanakan selama 2 siklus dan setiap
siklus dilakukan 2 kali pertemuan dengan
menerapkan metode
picture and picture
dalam pembelajaran IPS.
Pelaksanaan Siklus I Pertemuan I
Berdasarkan
observasi
dan
analisis hasil tes pada siklus I pertemuan
pertama terdapat 3 siswa yang tuntas dan
1 siswa belum tuntas belajar, sehingga
perlu diadakan perbaikan pembelajaran.
Dari
hasil
pelaksanaan
pembelajaran, diketahui bahwa selama
guru mengajar pada pembelajaran siklus
I siswa sudah aktif akan tetapi beberapa
siswa tingkat keaktifannya masih kurang
dan perhatian siswa dalam materi
pembelajaran kurang serta masih ada
25% siswa belum tuntas belajar. Hal
tersebut dikarenakan interaksi guru
dengan siswa belum optimal dalam
proses pembelajaran di kelas, masih
terdapat beberapa anak saat mengikuti
pelajaran tidak mendengarkan penjelasan
dan arahan dari guru serta semangatnya
masih kurang.
Berdasarkan
kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I
pertemuan pertama , rata-rata nilai belum
mencapai
KKM
(70)
maka
akan
diperbaiki
dalam
pelaksanaan
pembelajaran siklus I pertemuan kedua
agar hasil belajar siswa yang dicapai
secara optimal. Hal-hal yang perlu
dilakukan
untuk
memperbaiki atau
menindak lanjuti pembelajaran pada
siklus berikutnya antara lain dengan cara
memotivasi siswa dengan memberi
pujian
ketika
siswa
menjawab
pertanyaan dengan benar.
Siklus I Pertemuan II
Berdasarkan
observasi
dan
analisis hasil tes pada siklus I pertemuan
kedua terdapat 3 siswa yang tuntas dan 1
siswa belum tuntas belajar, sehingga
perlu diadakan perbaikan pembelajaran.
Dari hasil pelaksanaan pembelajaran,
diketahui bahwa selama guru mengajar
pada pembelajaran siklus I pertemuan
kedua siswa sudah aktif akan tetapi
beberapa siswa tingkat keaktifannya
masih kurang dan perhatian siswa dalam
materi pembelajaran kurang serta masih
ada 25% siswa belum tuntas belajar.
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
49
Hal
tersebut
dikarenakan
interaksi guru dengan siswa belum
optimal dalam proses pembelajaran di
kelas,
Keberanian
siswa
dalam
mengungkapkan
pendapat
pada
kelompok
masih
kurang.
Untuk
menindak
lanjuti
dilakukan
cara
Memberi petunjuk pada siswa agar
berani dalam berpendapat dalam diskusi
kelompok.
Dari temuan hasil penelitian
diperoleh hasil perbaikan pembelajaran
yang
telah
dilaksanakan
pada
pembelajaran siklus I. Hasil penilaian
kinerja guru dalam pembelajaran dengan
menerapkan metode
picture and picture
pada mata pelajaran IPS siklus I
pertemuan pertama yaitu 83% dengan
katagori
baik
dan
meningkat
di
pertemuan kedua menjadi 85% dengan
katagori
baik.
Sedangkan
aktivitas
belajar siswa pada siklus I pertemuan
pertama memperoleh skor 37 dengan
nilai presentase 66% dikatakan cukup
baik,
dan
pada
pertemuan
kedua
mendapat
skor
48
dengan
nilai
presentase 85% dengan katagori baik.
Dari temuan hasil penelitian juga
diperoleh perbaikan hasil belajar siswa
yang
telah
dilaksanakan
pada
pembelajaran siklus I. Nilai rata-rata
siswa dalam kelas pada siklus I adalah
70.8 meningkat dibandingkan nilai
rata-rata pra siklus yaitu 62. Jumlah siswa
yang tuntas belajarnya pada siklus I
meningkat menjadi 3 siswa, sementara
pada pra siklus 2 siswa. Nilai tertinggi
diperoleh siswa pada siklus I sudah ada
yang mencapai nilai tertinggi yaitu 78,
nilai terendah 62. Perolehan hasil belajar
IPS siswa kelas V SDN Giriharjo 1
dengan menerapkan metode
picture and
picture
jumlah siswa yang nilainya ≥ 70
atau yang memenuhi KKM sudah terlihat
meningkat seperti yang dikatakan dalam
hasil penelitian Irfa Riyana (2010) bahwa
metode pembelajaran picture and picture
sangat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Pelaksanaan Siklus II Pertemuan I
Berdasarkan
observasi
dan
analisis hasil tes pada siklus II pertemuan
pertama terdapat 3 siswa yang tuntas dan
1 siswa belum tuntas belajar, sehingga
perlu diadakan perbaikan pembelajaran.
Dari hasil pelaksanaan pembelajaran,
diketahui bahwa selama guru mengajar
pada pembelajaran siklus II pertemuan
pertama siswa sudah aktif dan semangat
dalam mengikuti pembelajaran. Tindak
lanjutnya dalam siklus ke II pertemuan
kedua nilai siswa harus meningkat lagi.
Kegiatan
observasi
terhadap
kegiatan
pembelajaran
guru
dalam
menerapkan metode
picture and picture
pada siklus II pertemuan pertama yang
dinilai observer sudah menunjukan hasil
yang sangat baik dari siklus I. Pada
pertemuan pertama memperoleh skor 50
atau dengan nilai presentase kegiatan 89
%. Aktivitas belajar siswa selama
mengikuti pembelajaran
picture and
picture
pada siklus II pertemuan pertama
memperoleh skor 50 dengan nilai
presentase 89% dikatakan baik,
Pelaksanaan Siklus II Pertemuan II
Bardasarkan
observasi
dari
pelaksanaan siklus II pertemuan II dalam
kegiatan pembelajaran siswa sudah
cukup antusias dan aktif dibandingkan
saat pembelajaran siklus I, hal ini terjadi
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
50
karena siswa sudah mengerti dan terlibat
secara
langsung
dalam
proses
mengurutkan gambar secara benar.
Selain itu juga siswa yang pada saat
siklus I tidak mau mendengarkan arahan
dari guru pada siklus II ini sudah dapat
memperhatikan dengan baik.
Pada pertemuan kedua siklus II
mendapat skor 54 atau nilai presentase
kegiatan 96% semua kegiatan yang
dilakukan guru semua dilaksanakan
dengan kreteria sangat baik dan sudah
menunjukan kesuksesan dalam mengajar.
Aktivitas siswa pada pertemuan kedua
siklus II mendapat skor 53 dengan nilai
presentase 94% dikatakan baik sekali dan
proses pembelajaran pada siklus 2
pertemuan kedua dilaksanakan dengan
berhasil.
Hasil dari tindakan Siklus II
diperoleh hasil belajar IPS siswa kelas V
meningkat. Sehingga dapat dinyatakan
penerapan metode picture and picture
dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Kelas V pada mata pelajaran IPS. Hasil
belajar tersebut menunjukkan adanya
kebenaran pernyataan dari Sahrudin dan
Iriani (2010) bahwa dengan picture atau
gambar kita akan menghemat energi dan
siswa akan lebih mudah memahami
materi yang di ajarkan.
Pembahasan
Pembelajaran tindakan dalam
penelitian ini dilaksanakan dalam 2
siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali
petemuan. Pada siklus I pertemuan
pertama
proses
pembelajaran
yang
dilakukan
didapatkan
permasalahan
antara lain siswa kurang memperhatikan
penyampaian
materi
dengan
menggunakan
metode
picture
and
picture
. Dalam proses pembelajaran
masih banyak siswa yang sibuk sendiri
dan tidak menempati tempat duduknya
masing-masing,
siswa
tidak
berani
mengungkapkan
pendapat
pada
kelompok. Selain itu karena terbiasa
dengan proses pembelajaran yang lalu
siswa masih banyak yang bingung dan
kurang dapat mencermati/mengerjakan
lembar tugas yang diberikan guru.
Guru dalam menerapkan metode
picture and picture
dengan memanfaat
kan gambar kurang optimal terlihat pada
kegiatan-kegiatan
guru
dalam
pembelajaran yang direncanakan belum
dilakukan.
Sehingga
pertemuan
berikutnya harus berusaha melakukan
kegiatan-kegiatan pembelajaran yang
sudah direncanakan.
Pada pertemuan kedua siklus I
masih
ditemukan
permasalahan-permasalahan seperti diatas. Sehingga
guru terus menerus memotivasi siswa
untuk
mau
berperan
aktif
dalam
mengikuti
pembelajaran.
Walaupun
kegiatan-kegiatan yang direncanakan
sudah banyak dilakukan tetapi kurang
optimal yang ditunjukan hasil penilaian
observer terhadap pembelajaran yang
dilakukan masih dibawah kriteria baik
sekali. Kegiatan guru pada siklus I
pertemuan pertama memperoleh 83%
dengan Kriteria baik, sedangkan pada
pertemuan kedua 85% dengan kriteria
baik.
Pada
pertemuan
siklus
II
masalah-masalah
tersebut
sudah
berkurang, yang ditunjukan antara lain:
siswa sudah berani mengungkapkan
pendapat pada kelompok, siswa sudah
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550
51
menempati tempat duduknya
masing-masing. Dari hasil pengamatan kegiatan
guru dalam pembelajaran pada siklus II
diperoleh nilai persentasenya 89% pada
pertemuan pertama dan 96% pada
pertemuan
kedua
guru
berusaha
memperbaiki
dan
menambahkan
kegiatan-kegiatan yang belum dilakukan
pada siklus I semua indikator kegiatan
guru dilakukan pada pembelajaran di
siklus II.
Pada pertemuan pertama dan
pertemuan kedua siklus II diakhir
pembelajaran
diadakan
tes/evaluasi
untuk mengukur ketuntasan belajar siswa
dan diperoleh hasil : nilai rata-rata siswa
dalam kelas pada siklus II adalah 74,7
meningkat dibandingkan nilai rata-rata
pra siklus 62 dan siklus I 70.8. Jumlah
siswa yang tuntas belajarnya pada siklus
II meningkat menjadi 4 siswa, sementara
pada pra siklus hanya 2 siswa dan siklus
I yaitu 3 siswa.
E.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil
penelitian
yang telah dipaparkan dapat diambil
kesimpulan bahwa:
1.
Penggunaan metode
picture and
picture
dalam meningkatkan hasil
belajar
siswa pada materi jasa dan peran
tokoh
dalam
mempersiapkan
kemerdekaan
Indonesia
melalui
pada kelas V SDN Giriharjo 1
Ngrambe Ngawi berjalan dengan
baik. Hal ini dapat dibuktikan bahwa
guru sudah menggunakan
langkah-langkah pembelajaran model
picture
and picture
pada saat kegiatan
belajar
mengajar
dengan
peningkatan aktivitas guru dan
belajar siswa. Aktivitas guru pada
siklus I 85% dengan kriteria baik
meningkat menjadi 96% dengan
kriteria sangat baik pada siklus II.
Sedangkan aktivitas belajar siswa
pada siklus I 85% dengan kriteria
baik
meningkat
menjadi
94%
dengan kriteria sangat baik pada
siklus II.
2.
Penerapan metode picture and
picture dapat meningkatkan hasil
belajar ilmu pengetahuan sosial pada
siswa kelas V SDN Giriharjo 1
semester II tahun ajaran 2014/2015.
Hal ini dapat dilihat dari hasil
belajar siswa pada pembelajaran
siklus I dan siklus II. Terjadi
peningkatan motivasi dan hasil
belajar siswa pada pembelajaran
siklus I, yaitu dari pretes 2 siswa
yang mencapai KKM atau sekitar
50% dengan nilai rata-rata 62 naik
menjadi 3 siswa yang mencapai
KKM atau sekitar 75% dengan nilai
rata-rata 70,8 pada postes siklus I.
Kemudian pada siklus I yaitu dari 3
siswa atau 75% dengan nilairata-rata
70,8 naik menjadi 4 siswa yang
mencapai KKM atau 100% dengan
nilai rata-rata 74,7 pada postes
siklus II.
Saran
Berikut
saran
yang
dapat
diajukan berkaitan dengan penelitian ini.
Bagi guru sebaiknya dalam mengajar
menggunakan metode picture and picture
untuk
mempermudah
siswa
dalam
memahami materi yang disampaikan
oleh
guru.
Apabila
siswa
dapat
JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-ISSN2503-2542 e-ISSN 2503-2550