/$325$1.,1(5-$
386$7.$-,$16,67(0(1(5*,18./,5
%$'$17(1$*$18./,51$6,21$/
-O.XQLQJDQ%DUDW0DPSDQJ3UDSDWDQ-DNDUWD
.RWDN3RV-DNDUWD
/$325$1.,1(5-$
7,03(1<8681
.HWXD
'UV6DKDOD0DUXOL/XPEDQUDMD
6HNUHWDULV (GG\6\DK3XWUD67
$QJJRWD
,U0RFK'MRNR%LUPDQR06F
6XÀDQD6ROLKDW67
,U+DGL6XQWRNR
<XOLDVWXWL06L
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, karunia dan hidayah-Nya, Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) telah dapat menyelesaikan kegiatan 2016 dengan baik dan tepat waktu, seperti yang tercantum dalam Laporan Kinerja Tahun 2016. Laporan Kinerja Tahun 2016 ini disusun sebagai media pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan PKSEN tahun 2016, berisi hasil pengukuran dan evaluasi kinerja yang merupakan perwujudan status pencapaian pelaksanaan Visi dan Misi BATAN. Laporan ini disusun sesuai Permenpan dan RB Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Kepala (Perka) BATAN Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja dan Pelaporan Kinerja. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap tentang status kinerja pelaksanaan kegiatan PKSEN-BATAN.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai PKSEN yang merupakan faktor utama dalam peningkatan kamampuan dan kinerja PKSEN untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Kami menyadari bahwa Laporan Kinerja Tahun 2016 ini tidak luput dari kekurangan dan hambatan, untuk itu kritik dan saran kami perlukan untuk perbaikan ke depan.
Demikian semoga Laporan Kinerja PKSEN Tahun 2016 dapat menjadi bahan masukan yang berharga, sehingga dapat memberikan manfaat bagi terwujudnya Visi dan Misi BATAN dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
Jakarta, Januari 2017 Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir
Ir. Yarianto Sugeng Budi Susilo, M.Si NIP: 19660106 199303 1 004
1
2
KATA PENGANTAR... 1
DAFTAR ISI ... 2
DAFTAR TABEL... 3
DAFTAR GAMBAR ... 4
IKHTISAR EKSEKUTIF ... 6
BAB I PENDAHULUAN ... 8
A. Latar Belakang ... 8
B. Profil dan Sejarah Singkat ... 8
C. Tugas dan Fungsi ... 9
D. Struktur Organisasi ... 10
E. Isu Strategis ... 11
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 12
BAB III KINERJA UNIT PKSEN ... 13
A. Capaian Kinerja Organisasi ... 13
A.1. Indikator Kinerja 1 (IK.1): Jumlah Dokumen Teknis Infrastruktur Pendukung Proyek PLTN
... 13
a. Dokumen Indonesia Nuclear Energy Outlook (INEO) ... 13
b. Dokumen Dukungan Teknis Survei Tapak PLTN di Kalimantan ... 14
c. Dokumen Pemantauan Tapak PLTN di Pulau Bangka ... 15
d. Dokumen Pemantauan Kegempaan, Meteorologi & Lingkungan di Wilayah Tapak Muria, Jepara ... 16
e. Dokumen Dukungan Teknis Survei Tapak PLTN di Kepulauan Riau .... 20
f. Dokumen Dukungan Teknis Non-Tapak PLTN di Kepulauan Riau ... 21
A.2. Indikator Kinerja 2 (IK.2): Jumlah Dokumen Teknis Persiapan Infrastruktur Pembangunan RDE
... 27
a. Dokumen Evaluasi Tapak RDE (Lanjutan) ... 27
b. Dokumen Pangkalan Data Tapak RDE ... 29
A.3. Indikator Kinerja 3 (IK.3): Persentase Pembangunan Reaktor Daya Eksperimental
... 30
A.4. Indikator Kinerja 4 (IK.4): Jumlah Laporan Penyiapan Infrastruktur Tapak RDE
... 31
A.5. Indikator Kinerja 5 (IK.5): Jumlah dokumen teknis pembangunan Reaktor Daya Eksperimental
... 33
A.6. Indikator Kinerja 6 (IK.6): Jumlah Publikasi Ilmiah
... 36
A.7. Kinerja Lainnya
... 37
A.7.1. Bimbingan Mahasiswa ... 37
A.7.2. Training dan Pelatihan ... 37
A.7.3. Kerjasama Luar Negeri ... 41
A.7.4. Indeks Kepuasan Masyarakat ... 41
B. Realisasi Anggaran ... 42
BAB IV PENUTUP ... 44
Lampiran I Capaian Kinerja PKSEN Tahun 2016 ... 45
Lampiran II Realisasi Keuangan yang Terkait Langsung ... 46
Lampiran III Realisasi Keuangan yang Tidak Terkait Langsung ... 48
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, karunia dan hidayah-Nya, Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) telah dapat menyelesaikan kegiatan 2016 dengan baik dan tepat waktu, seperti yang tercantum dalam Laporan Kinerja Tahun 2016. Laporan Kinerja Tahun 2016 ini disusun sebagai media pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan PKSEN tahun 2016, berisi hasil pengukuran dan evaluasi kinerja yang merupakan perwujudan status pencapaian pelaksanaan Visi dan Misi BATAN. Laporan ini disusun sesuai Permenpan dan RB Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Kepala (Perka) BATAN Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja dan Pelaporan Kinerja. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap tentang status kinerja pelaksanaan kegiatan PKSEN-BATAN.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai PKSEN yang merupakan faktor utama dalam peningkatan kamampuan dan kinerja PKSEN untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Kami menyadari bahwa Laporan Kinerja Tahun 2016 ini tidak luput dari kekurangan dan hambatan, untuk itu kritik dan saran kami perlukan untuk perbaikan ke depan.
Demikian semoga Laporan Kinerja PKSEN Tahun 2016 dapat menjadi bahan masukan yang berharga, sehingga dapat memberikan manfaat bagi terwujudnya Visi dan Misi BATAN dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
Jakarta, Januari 2017 Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir
Ir. Yarianto Sugeng Budi Susilo, M.Si NIP: 19660106 199303 1 004
1
2
KATA PENGANTAR... 1
DAFTAR ISI ... 2
DAFTAR TABEL... 3
DAFTAR GAMBAR ... 4
IKHTISAR EKSEKUTIF ... 6
BAB I PENDAHULUAN ... 8
A. Latar Belakang ... 8
B. Profil dan Sejarah Singkat ... 8
C. Tugas dan Fungsi ... 9
D. Struktur Organisasi ... 10
E. Isu Strategis ... 11
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 12
BAB III KINERJA UNIT PKSEN ... 13
A. Capaian Kinerja Organisasi ... 13
A.1. Indikator Kinerja 1 (IK.1): Jumlah Dokumen Teknis Infrastruktur Pendukung Proyek PLTN
... 13
a. Dokumen Indonesia Nuclear Energy Outlook (INEO) ... 13
b. Dokumen Dukungan Teknis Survei Tapak PLTN di Kalimantan ... 14
c. Dokumen Pemantauan Tapak PLTN di Pulau Bangka ... 15
d. Dokumen Pemantauan Kegempaan, Meteorologi & Lingkungan di Wilayah Tapak Muria, Jepara ... 16
e. Dokumen Dukungan Teknis Survei Tapak PLTN di Kepulauan Riau .... 20
f. Dokumen Dukungan Teknis Non-Tapak PLTN di Kepulauan Riau ... 21
A.2. Indikator Kinerja 2 (IK.2): Jumlah Dokumen Teknis Persiapan Infrastruktur Pembangunan RDE
... 27
a. Dokumen Evaluasi Tapak RDE (Lanjutan) ... 27
b. Dokumen Pangkalan Data Tapak RDE ... 29
A.3. Indikator Kinerja 3 (IK.3): Persentase Pembangunan Reaktor Daya Eksperimental
... 30
A.4. Indikator Kinerja 4 (IK.4): Jumlah Laporan Penyiapan Infrastruktur Tapak RDE
... 31
A.5. Indikator Kinerja 5 (IK.5): Jumlah dokumen teknis pembangunan Reaktor Daya Eksperimental
... 33
A.6. Indikator Kinerja 6 (IK.6): Jumlah Publikasi Ilmiah
... 36
A.7. Kinerja Lainnya
... 37
A.7.1. Bimbingan Mahasiswa ... 37
A.7.2. Training dan Pelatihan ... 37
A.7.3. Kerjasama Luar Negeri ... 41
A.7.4. Indeks Kepuasan Masyarakat ... 41
B. Realisasi Anggaran ... 42
BAB IV PENUTUP ... 44
Lampiran I Capaian Kinerja PKSEN Tahun 2016 ... 45
Lampiran II Realisasi Keuangan yang Terkait Langsung ... 46
Lampiran III Realisasi Keuangan yang Tidak Terkait Langsung ... 48
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
3
4
Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Tahun 2016 Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir... 11
Tabel 3.1 Hasil Perhitungan Keekonomian Biaya Pembangkit Listrik ... 23
Tabel 3.2 Hasil Analisis Kelayakan Finansial Proyek PLTN SMR Jika Harga Jual Listrik Ditingkatkan ... 24
Tabel 3. 3 Perbandingan Capaian IK.1 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 25
Tabel 3. 4 Realisasi IK.1 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 26
Tabel 3. 5 Perbandingan Capaian IK.2 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 28
Tabel 3. 6 Realisasi IK. 2 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 29
Tabel 3. 7 Perbandingan Capaian IK.3 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 30
Tabel 3. 8 Realisasi IK.3 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 30
Tabel 3. 9 Perbandingan Capaian IK.4 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 31
Tabel 3. 10 realisasi IK.4 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 32
Tabel 3. 11 Perbandingan Capaian IK.5 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 34
Tabel 3. 12 Realisasi IK.5 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 34
Tabel 3. 13 Perbandingan Capaian IK.6 tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 35
Tabel 3. 14 Realisasi IK.6 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 35
Tabel 3.15 Bimbingan Mahasiswa ... 36
Tabel 3.16 Pelatihan dan Workshop RDE yang Telah Dilakukan 2014-2016 ... 36
Tabel 3.17 Pelaksanaan Pelatihan Peserta ... 38
Tabel 3.18 Kerjasama Luar Negeri ... 40
Tabel 3.19 Analisis Perhitungan IKM PKSEN 2016 ... 40
Tabel 3. 20 Perbandingan Capaian IKM Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 41
Tabel 3. 21 Realisasi IKM s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 41
Tabel 3.22 Anggaran total PKSEN Tahun 2016 dan Realisasinya ... 41
Tabel 3.23 Tingkat Efektivitas Kinerja PKSEN ... 42
Gambar 1.1 Struktur Organisasi PKSEN-BATAN ... 9
Gambar 1.2 Proses Bisnis PKSEN ... 9
Gambar 3.1 Tematik INEO dari tahun 2014-2018 ... 13
Gambar 3.2 Peta Tapak Potensial PLTN per Wilayah Pesisir Kalimantan Barat ... 14
Gambar 3.3 Posisi Hiposenter Gempabumi pada Bulan Januari 2016 dari Jaringan Pemantau Gempabumi Bangka ... 15
Gambar 3.4 Temperatur Rata-Rata Tiap Ketinggian pada Januari - Desember 2016 ... 16
Gambar 3.5 Kelembaban Relatif Udara Rata-Rata pada Ketinggian 10 M Januari - Desember 2016 ... 16
Gambar 3.6 Tekanan Udara Rata-Rata pada Ketinggian 2 M Januari - Desember 2016 ... 17
Gambar 3.7 Radiasi Matahari Rata-Rata pada Ketinggian 2 M Januari - Desember 2016 ... 17
Gambar 3.8 Jumlah Curah Hujan pada Ketinggian 1,2 M Januari - Desember 2016 ... 18
Gambar 3.9 Peta Seismisitas Semenanjung Muria Radius 150 Km Januari - Desember 2016 ... 18
Gambar 3.10 Peta Geologi Kota Batam. ... 19
Gambar 3.11 Peta Penggunaan Lahan ... 20
Gambar 3.12 Proyeksi Kebutuhan Energi Batam ... 21
Gambar 3.13 Proyeksi Kapasitas Terpasang Sistem Barelang ... 22
Gambar 3.14 Share Kapasitas Terpasang Sistem Barelang ... 22
Gambar 3.15 Gambar Aliran Daya di Sistem Barelang Setelah Penambahan PLTN ... 23
Gambar 3.16 Metodologi yang digunakan ... 27
Gambar 3.17 Database Pangkalan Data Tapak RDE ... 28
3
4
Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Tahun 2016 Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir... 11
Tabel 3.1 Hasil Perhitungan Keekonomian Biaya Pembangkit Listrik ... 23
Tabel 3.2 Hasil Analisis Kelayakan Finansial Proyek PLTN SMR Jika Harga Jual Listrik Ditingkatkan ... 24
Tabel 3. 3 Perbandingan Capaian IK.1 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 25
Tabel 3. 4 Realisasi IK.1 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 26
Tabel 3. 5 Perbandingan Capaian IK.2 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 28
Tabel 3. 6 Realisasi IK. 2 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 29
Tabel 3. 7 Perbandingan Capaian IK.3 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 30
Tabel 3. 8 Realisasi IK.3 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 30
Tabel 3. 9 Perbandingan Capaian IK.4 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 31
Tabel 3. 10 realisasi IK.4 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 32
Tabel 3. 11 Perbandingan Capaian IK.5 Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 34
Tabel 3. 12 Realisasi IK.5 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 34
Tabel 3. 13 Perbandingan Capaian IK.6 tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 35
Tabel 3. 14 Realisasi IK.6 s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 35
Tabel 3.15 Bimbingan Mahasiswa ... 36
Tabel 3.16 Pelatihan dan Workshop RDE yang Telah Dilakukan 2014-2016 ... 36
Tabel 3.17 Pelaksanaan Pelatihan Peserta ... 38
Tabel 3.18 Kerjasama Luar Negeri ... 40
Tabel 3.19 Analisis Perhitungan IKM PKSEN 2016 ... 40
Tabel 3. 20 Perbandingan Capaian IKM Tahun 2016 dan Tahun 2015 ... 41
Tabel 3. 21 Realisasi IKM s.d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah ... 41
Tabel 3.22 Anggaran total PKSEN Tahun 2016 dan Realisasinya ... 41
Tabel 3.23 Tingkat Efektivitas Kinerja PKSEN ... 42
Gambar 1.1 Struktur Organisasi PKSEN-BATAN ... 9
Gambar 1.2 Proses Bisnis PKSEN ... 9
Gambar 3.1 Tematik INEO dari tahun 2014-2018 ... 13
Gambar 3.2 Peta Tapak Potensial PLTN per Wilayah Pesisir Kalimantan Barat ... 14
Gambar 3.3 Posisi Hiposenter Gempabumi pada Bulan Januari 2016 dari Jaringan Pemantau Gempabumi Bangka ... 15
Gambar 3.4 Temperatur Rata-Rata Tiap Ketinggian pada Januari - Desember 2016 ... 16
Gambar 3.5 Kelembaban Relatif Udara Rata-Rata pada Ketinggian 10 M Januari - Desember 2016 ... 16
Gambar 3.6 Tekanan Udara Rata-Rata pada Ketinggian 2 M Januari - Desember 2016 ... 17
Gambar 3.7 Radiasi Matahari Rata-Rata pada Ketinggian 2 M Januari - Desember 2016 ... 17
Gambar 3.8 Jumlah Curah Hujan pada Ketinggian 1,2 M Januari - Desember 2016 ... 18
Gambar 3.9 Peta Seismisitas Semenanjung Muria Radius 150 Km Januari - Desember 2016 ... 18
Gambar 3.10 Peta Geologi Kota Batam. ... 19
Gambar 3.11 Peta Penggunaan Lahan ... 20
Gambar 3.12 Proyeksi Kebutuhan Energi Batam ... 21
Gambar 3.13 Proyeksi Kapasitas Terpasang Sistem Barelang ... 22
Gambar 3.14 Share Kapasitas Terpasang Sistem Barelang ... 22
Gambar 3.15 Gambar Aliran Daya di Sistem Barelang Setelah Penambahan PLTN ... 23
Gambar 3.16 Metodologi yang digunakan ... 27
Gambar 3.17 Database Pangkalan Data Tapak RDE ... 28
IKHTISAR EKSEKUTIF
(EXECUTIVE SUMMARY)
Laporan kinerja Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) BATAN tahun 2016 merupakan perwujudan status pencapaian sasaran PKSEN-BATAN. Sesuai dengan Perka BATAN Nomor 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN sebagaimana telah diubah dengan Perka BATAN Nomor 16 Tahun 2014. PKSEN merupakan unit kerja Eselon II di bawah Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pembinaan dan bimbingan di bidang pengkajian sistem energi nuklir. PKSEN didukung sumberdaya manusia sebanyak 108 orang pegawai, yang terdiri dari 71 orang pegawai tetap dan 37 orang tenaga honorer (pegawai pemerintah non-pegawai negeri).
Merujuk pada visi dan misi BATAN secara keseluruhan, serta mempertimbangkan tugas dan fungsi PKSEN, maka ditetapkan Sasaran Strategis PKSEN tahun 2016, sebagai berikut: diperolehnya kajian penerapan sistem energi nuklir untuk mendukung kebijakan energi nasional.
Jumlah indikator kinerja dan bobotnya cukup besar membutuhkan ketersediaan jumlah SDM lebih banyak dengan kompetensi yang mumpuni untuk mencapai kinerja yang optimal. Oleh karena itu, untuk mencapai target kinerja dari kegiatan tersebut di atas, dilaksanakan kerjasama dengan unit unit kerja lain di lingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), seperti Pusat Teknologi Keselamatan Radiasi Nuklir (PTKRN), Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN), Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Pusat Standarisasi & Mutu Nuklir (PSMN), Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), Pusat Pendidikan & Latihan (PUSDIKLAT), dan Pusat Teknologi Keselamatan & Metrologi Radiasi (PTKMR). Selain kerjasama internal BATAN, juga dilaksanakan kerjasama dengan institusi terkait lainnya, seperti universitas (ITB, UGM, UI, UNPAR, Politeknik Negeri Batam, STTNas), pemerintah daerah provinsi (Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau), Kota Tangerang Selatan, BP BATAM, BMKG, PVMBG-ESDM, PSG-ESDM, PT. PLN, IAEA dan CNEC-Cina.
Untuk melaksanakan kegiatan ini, PKSEN didukung pagu anggaran DIPA sebesar Rp. 21.825.811.000, tetapi pada pertengahan tahun terjadi penghematan/selfblocking anggaran yang berakibat pada perubahan target sasaran kegiatan. Jumlah total anggaran pada tahun berjalan setelah selfblocking menjadi Rp. 20.366.275.000,- (terdiri dari anggaran kegiatan teknis Rp. 7.696.180.000,- anggaran dukungan administrasi layanan perkantoran Rp. 1.154.481.000,- serta anggaran layanan perkantoran Rp. 11.515.286.000,-).
Secara umum dari hasil evaluasi kinerja yang dilakukan terhadap semua indikator kinerja (6 indikator) tercapai seluruhnya sesuai target, bahkan ada 2 indikator melampaui target. Profil capaian indikator kinerja, sebagai berikut:
(EXECUTIVE SUMMARY)
Laporan kinerja Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) BATAN tahun 2016 merupakan perwujudan status pencapaian sasaran PKSEN-BATAN. Sesuai dengan Perka BATAN Nomor 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN sebagaimana telah diubah dengan Perka BATAN Nomor 16 Tahun 2014. PKSEN merupakan unit kerja Eselon II di bawah Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pembinaan dan bimbingan di bidang pengkajian sistem energi nuklir. PKSEN didukung sumberdaya manusia sebanyak 108 orang pegawai, yang terdiri dari 71 orang pegawai tetap dan 37 orang tenaga honorer (pegawai pemerintah non-pegawai negeri).
Merujuk pada visi dan misi BATAN secara keseluruhan, serta mempertimbangkan tugas dan fungsi PKSEN, maka ditetapkan Sasaran Strategis PKSEN tahun 2016, sebagai berikut: diperolehnya kajian penerapan sistem energi nuklir untuk mendukung kebijakan energi nasional.
Jumlah indikator kinerja dan bobotnya cukup besar membutuhkan ketersediaan jumlah SDM lebih banyak dengan kompetensi yang mumpuni untuk mencapai kinerja yang optimal. Oleh karena itu, untuk mencapai target kinerja dari kegiatan tersebut di atas, dilaksanakan kerjasama dengan unit unit kerja lain di lingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), seperti Pusat Teknologi Keselamatan Radiasi Nuklir (PTKRN), Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN), Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Pusat Standarisasi & Mutu Nuklir (PSMN), Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), Pusat Pendidikan & Latihan (PUSDIKLAT), dan Pusat Teknologi Keselamatan & Metrologi Radiasi (PTKMR). Selain kerjasama internal BATAN, juga dilaksanakan kerjasama dengan institusi terkait lainnya, seperti universitas (ITB, UGM, UI, UNPAR, Politeknik Negeri Batam, STTNas), pemerintah daerah provinsi (Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau), Kota Tangerang Selatan, BP BATAM, BMKG, PVMBG-ESDM, PSG-ESDM, PT. PLN, IAEA dan CNEC-Cina.
Untuk melaksanakan kegiatan ini, PKSEN didukung pagu anggaran DIPA sebesar Rp. 21.825.811.000, tetapi pada pertengahan tahun terjadi penghematan/selfblocking anggaran yang berakibat pada perubahan target sasaran kegiatan. Jumlah total anggaran pada tahun berjalan setelah selfblocking menjadi Rp. 20.366.275.000,- (terdiri dari anggaran kegiatan teknis Rp. 7.696.180.000,- anggaran dukungan administrasi layanan perkantoran Rp. 1.154.481.000,- serta anggaran layanan perkantoran Rp. 11.515.286.000,-).
Secara umum dari hasil evaluasi kinerja yang dilakukan terhadap semua indikator kinerja (6 indikator) tercapai seluruhnya sesuai target, bahkan ada 2 indikator melampaui target. Profil capaian indikator kinerja, sebagai berikut:
a. Indikator Kinerja (IK.1): Jumlah Dokumen Teknis Pendukung Proyek PLTN, dengan target 6 (enam) dokumen teknis telah tercapai 100%;
b. Indikator Kinerja (IK.2): Jumlah Dokumen Teknis Persiapan Infrastruktur Pembangunan RDE, dengan target 2 (dua) dokumen teknis telah tercapai 100%;
c. Indikator Kinerja (IK.3): Persentase Pembangunan RDE dengan target 4%, telah tercapai 100%;
d. Indikator Kinerja (IK.4): Jumlah Laporan Penyiapan Infrastruktur Tapak RDE, dengan target 1 (satu) laporan telah tercapai 100%;
e. Indikator Kinerja (IK.5): Jumlah Dokumen Teknis Pembangunan RDE, dengan target 1 (satu) dokumen teknis telah tercapai 100%;
f. Indikator Kinerja (IK.6): Jumlah Publikasi Ilmiah dari Hasil Pengembangan dan Kajian Energi Nuklir, sebanyak 10 publikasi telah dapat dicapai sebanyak 30 publikasi (300%).
Selain merealisasikan 6 target indikator kinerja tersebut di atas, PKSEN juga telah merealisasikan kinerja lainnya yaitu survei kepuasan masyarakat dengan hasil 3,14 dan membimbing mahasiswa oleh SDM PKSEN dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sebanyak 1 orang.
Hasil kegiatan yang menonjol pada tahun 2016 adalah tersusunnya buku Indonesia Nuclear Energi Outlook (INEO) 2016 dan kegiatan terkait RDE, yaitu Evaluasi Tapak RDE, peningkatan SDM OMP (Organisasi Manajemen Proyek) pembangunan RDE, terbentuknya struktur dan personil organisasi OMP, serta tersusunnya draf dokumen persyaratan perizinan konstruksi pembangunan RDE, yang merupakan hasil dari beberapa unit kerja terkait di BATAN.
7
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka mendorong t erwuj udnya akunt abilit as kinerj a inst ansi pemerint ah sebagai salah sat u prasyarat t ercipt anya pemerint ahan yang baik dan t erpercaya, sert a didukung oleh semangat ref ormasi unt uk mewuj udkan sebuah sist em pemerint ahan yang bersih, pemerint ah t elah menerbit kan Perat uran Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2014 t ent ang Sist em Akunt abilit as Kinerj a Inst ansi Pemerint ah yang mewaj ibkan seluruh inst ansi pemerint ah unt uk mempert anggungj awabkan keberhasilan at au kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai t uj uan-t uj uan dan sasaran-sasaran yang t elah dit et apkan. Dalam pelaksanaannya, Perpres ini dilengkapi dengan Perat uran Ment eri Negara Pendayagunaan Aparat ur Negara dan Ref ormasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 t ent ang Pet unj uk Teknis Perj anj ian Kinerj a, Pelaporan Kinerj a, dan Tat a Cara Reviu at as Laporan Kinerj a Inst ansi Pemerint ah dan unt uk lingkungan int ernal BATAN dengan Perka BATAN Nomor 2 Tahun 2016 t ent ang Pedoman Penyusunan Perj anj ian Kinerj a dan Pelaporan Kinerj a.
Laporan Kinerj a disusun sebagai wuj ud pert anggungj awaban pencapaian kinerj a dikait kan dengan anggaran sert a pencapaian sasaran-sasaran st rat egis yang t elah dit et apkan dalam Rencana St rat egis (Renst ra) PKSEN Tahun 2015-2019. Berdasarkan Renst ra PKSEN 2015-2019 dan Perj anj ian Kinerj a PKSEN Tahun 2016, secara umum sasaran yang ingin dicapai di t ahun 2016 adalah diperolehnya kaj ian penerapan sist em energi nuklir unt uk mendukung kebij akan ener gi nasional. Indikat or kinerj a Tahun 2016 dif okuskan pada 6 indikat or sebagai berikut :
a. Indikat or Kinerj a (IK. 1), Jumlah Dokumen Teknis Pendukung Proyek PLTN;
b. Indikat or Kinerj a (IK. 2), Jumlah Dokumen Teknis Persiapan Inf rast rukt ur Pembangunan RDE;
c. Indikat or Kinerj a (IK. 3), Persent ase Pembangunan RDE;
d. Indikat or Kinerj a (IK. 4), Jumlah Laporan Penyiapan Inf rast rukt ur Tapak RDE;
e. Indikat or Kinerj a (IK. 5), Jumlah Dokumen Teknis Pembangunan RDE;
f . Indikat or Kinerj a (IK. 6), Jumlah Publikasi Ilmiah.
B. Profil dan Sej arah Singkat
PKSEN merupakan unit kerj a eselon II di bawah Deput i Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) BATAN, pada awalnya bernama Pusat Pengkaj ian Energi Nuklir (PPkEN) yang berdiri pada t ahun 1986 dengan Surat Keput usan Direkt ur Jenderal Badan Tenaga At om Nasional (BATAN) Nomor 127/ DJ/ XII/ 1986, sebagian besar personil berasal dari Bagian Teknologi Nuklir dan Energi (TNE), Biro Bina Program Bidang Nuklir (BBPBN), Proyek Penyelesaian St udi Kelayakan Pembangunan Pusat List rik Tenaga Nuklir (PSKP-PLTN) dan Pusat Penelit ian Bahan Galian Nuklir (PPBGN).
8
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
t anggal 27 Desember 2013 berubah menj adi PKSEN berdasarkan SK Kepala BATAN Nomor 14 t ahun 2013.
PKSEN berdasarkan Perat uran Kepala BATAN Nomor 14 Tahun 2013 t ent ang Organisasi dan Tat a Kerj a, mempunyai t ugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebij akan t eknis, pelaksanaan, pembinaan dan bimbingan di bidang Pengkaj ian Sist em Energi Nuklir dan Nomor 395/ KA/ XI/ 2005 t ent ang Organisasi dan Tat a Kerj a Unit Pemant auan Dat a Tapak dan Lingkungan PLTN yang mempunyai t ugas melaksanakan pemant auan seismologi dan geof isika, melaksanakan pemant auan met eorologi dan lingkungan.
Dalam melaksanakan t ugas dan f ungsinya Kepala Pusat Kaj ian Sist em Energi Nuklir (Eselon II) didukung oleh 2 (dua) orang Kepala Bidang (Eselon III), 1 (sat u) orang Kepala Bagian Tat a Usaha (Eselon III), 1 (sat u) orang Kepala LPTL Jepara (Eselon IV), 1 (sat u) Kepala Unit Jaminan Mut u (Eselon IV) dan 3 (t iga) orang Kepala Subbagian (Eselon IV), yait u berdasarkan Perat uran Kepala BATAN Nomor 14 t ahun 2013 t ent ang Organisasi dan Tat a Kerj a BATAN sebagaimana t elah diubah dengan Perat uran Kepala BATAN Nomor 16 Tahun 2014.
C. Tugas dan Fungsi
PKSEN mempunyai t ugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebij akan t eknis, pelaksanaan, dan pembinaan dan bimbingan di bidang pengkaj ian sist em energi nuklir.
Dalam melaksanakan t ugas t ersebut , PKSEN menyelenggarakan f ungsi:
1) pelaksanaan urusan perencanaan, persurat an dan kearsipan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah t angga, dokument asi ilmiah dan publikasi sert a pelaporan;
2) pelaksanaan pengkaj ian dat a t apak dan penerapan sist em energi nuklir; 3) pelaksanaan pengkaj ian dan dukungan t eknis persiapan inf rast rukt ur sist em
energi nuklir;
4) pelaksanaan sist em manaj emen mut u PKSEN;
5) pelaksanaan pemant auan dat a t apak dan lingkungan PLTN; dan
10
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
E. Isu Strategis
11
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Perumusan t arget kinerj a merupakan langkah awal dalam t ahapan perencanaan kinerj a di PKSEN. Target kinerj a t ersebut selaras dengan arah dan t uj uan PKSEN yang t elah dit et apkan. Target kinerj a PKSEN t ahun 2016 mengacu kepada t arget yang dit et apkan dalam Renst ra PKSEN 2015-2019, sert a memperhat ikan kebij akan BATAN t ahun 2015-2019 (t op down). Perencanaan Kinerj a PKSEN sepert i t erlihat pada Tabel 2. 1 berikut :
Tabel 2. 1 Perj anj ian Kinerj a Tahun 2016 Pusat Kaj ian Sistem Energi Nuklir No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerj a Target 1. Diperolehnya kaj ian
penerapan sist em energi nuklir unt uk mendukung kebij akan energi nasional
Jumlah dokumen teknis infrastruktur pendukung proyek PLTN
6 Dokumen
Teknis
Dokumen Indonesi a Nucl ear Ener gy
Out l ook 1
Dokumen Dukungan Teknis Sur vei Tapak
PLTN di Kal imant an 1
Dokumen Pemant auan Tapak PLTN di
Pul au Bangka 1
Dokumen Pemant auan Kegempaan, Met eor ol ogi & Li ngkungan di Wi l ayah Tapak Mur i a, Jepar a
1
Dokumen dukungan t ekni s sur vei t apak
PLTN di Kepul auan Ri au 1
Dokumen dukungan t ekni s non-t apak
PLTN di Kepul auan Ri au 1
Jumlah dokumen teknis persiapan infrastruktur pembangunan RDE
2Dokumen Teknis
Dokumen Eval uasi Tapak RDE (Lanj ut an) 1
Dokumen Pangkal an Dat a Tapak RDE 1
Persentase pembangunan Reaktor Daya
Eksperimental 4 % Jumlah laporan penyiapan infrastruktur
tapak RDE 1 Laporan Jumlah dokumen teknis pembangunan
Reaktor Daya Eksperimental
1Dokumen Teknis
Dokumen t ekni s peni ngkat an SDM, pr oses per i zinan, dan QA dal am r angka pembangunan RDE
1
Jumlah publikasi ilmiah 10 Publikasi
Ilmiah
Kegiat an
12
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
BAB III
KINERJA UNIT PKSEN
A. Capaian Kinerj a Organisasi
Sesuai dengan perj anj ian kinerj a (PK) t ahun 2016 yang t elah dit et apkan, PKSEN berusaha semaksimal mungkin unt uk mencapai t arget yang t elah dit et apkan. Pada bagian ini, akan dibahas mengenai capaian, hambat an/ kendala dan upaya yang t elah dilakukan sebagai wuj ud komit men at as perencanaan kinerj a t ahun 2016.
Sasaran Kegiat an yang dimaksudkan adal ah diperolehnya hasil kaj ian penerapan sist em energi nuklir unt uk mendukung kebij akan energi nasional yang meliput i:
Dokumen Indonesi a Nucl ear Ener gy Out l ook; Dokumen dukungan t ekni s sur vei t apak PLTN di Kal i mant an; Pemant auan t apak PLTN di Pul au Bangka; Dokumen pemant auan kegempaan, met eor ol ogi & l i ngkungan di wi l ayah Tapak Mur i a, Jepar a; Dokumen dukungan t ekni s sur vei t apak PLTN di Kepul auan Ri au; Dokumen dukungan t ekni s non-t apak PLTN di Kepul auan Ri au; Dokumen Eval uasi Tapak RDE; Pembangunan Reakt or Daya Eksperiment al; Dokumen Pangkal an Dat a Tapak RDE; Lapor an Penyi apan Inf r ast r ukt ur Tapak RDE; Dokumen t ekni s peni ngkat an SDM, pr oses per i zi nan, dan QA dal am r angka pembangunan RDE ser t a publikasi ilmiah.
Sasaran Kegiat an ini diukur melalui 6 (enam) Indikat or Kinerj a (IK) yait u IK 1. Jumlah dokumen t eknis Inf rast rukt ur Pendukung Proyek PLTN; IK 2. Jumlah dokumen t eknis persiapan inf rast rukt ur pembangunan RDE; IK 3. Persent ase pembangunan Reakt or Daya Eksperiment al; IK 4. Jumlah laporan penyiapan inf rast rukt ur t apak RDE; IK 5. Jumlah dokumen t eknis pembangunan RDE (dalam Renst ra t ert ulis Dokumen Tekni s Peni ngkat an SDM, dan Per i j i nan dan QA dal am Rangka Pembangunan RDE); dan IK 6. Jumlah publikasi ilmiah. Selanj ut nya uraian at as capaian masing-masing IK dij elaskan rinci sebagai berikut .
A. 1. Indikator Kinerj a 1 (IK. 1): Jumlah Dokumen Teknis Infrastruktur Pendukung Proyek PLTN
Pada t ahun 2016 t arget IK 1 sej umlah 6 dokumen t eknis t elah dapat direalisasikan sej umlah 6 dokumen t eknis, sehingga capaian IK 1 adalah 100%. Hasil yang diperoleh sebagai berikut :
a. Dokumen Indonesia Nuclear Energy Out look (INEO)
13
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Gambar 3. 1 Tematik INEO dari tahun 2014-2018
Limbah radioakt if adalah limbah yang mengandung bahan radioakt if . Limbah radioakt if pada umumnya berupa produk dari PLTN at au aplikasi nuklir lainnya sepert i f asilit as penelit ian maupun produksi obat -obat an. Limbah radioakt if berbahaya unt uk makhluk hidup dan lingkungan, sehingga harus diat ur dan diawasi oleh lembaga pemerint ah. Proses pengelolaan limbah nuklir adalah proses penanganan limbah nuklir sej ak dikeluarkan dari reakt or nuklir at au f asilit as nuklir lainnya hingga proses penyimpanan secara permanen.
BATAN memiliki Inst alasi Pengolahan Limbah Radioakt if (IPLR) dan f asilit as pendukung lainnya yang berf ungsi sebagai sarana dan prasarana unt uk layanan pengelolaan limbah radioakt if j enis padat dan cair yang berasal dari int ernal BATAN maupun dari luar BATAN. Limbah dari luar BATAN berasal dari indust ri, rumah sakit , lembaga penelit ian, dan lain-lain. Inst alasi t ersebut ant ara lain evaporat or, kompakt or,
chemi cal t r eat ment, insenerat or, pengkondisi limbah, sement asi dan penyimpanan. BATANj uga memiliki f asilit as dekont aminasi yang memberikan layanan dekont aminasi pakaian kerj a, shoes cover, peralat an-peralat an keselamat an kerj a kecil maupun peralat an-peralat an di inst alasi nuklir yang relat if besar, misalnya pompa, kat up, mot or, rumah f ilt er, duct ing, blower, dan lain-lain.
b. Dokumen Dukungan Teknis Survei Tapak PLTN di Kalimantan
14
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
penyediaan energi opsi nuklir besert a analisis keekonomian PLTN dan dampak ekonomi dari proyek pembangunan PLTN di wilayah Kalimant an Timur.
Kegiat an di Provinsi Kalimant an Barat t elah diperoleh6 daerah t apak pot ensial di wilayah kabupat en Sambas (1 lokasi), Ket apang (4 lokasi), dan Kayong Ut ara (1 lokasi). Analisis kesesuaian t apak PLTN menunj ukkan bahwa semua t apak pot ensial t ersebut t elah memenuhi krit eria umum dan khusus, ant ara lain karena bukan merupakan lahan gambut , sert a j auh dari pemukiman. Berdasarkan krit eria yang digunakan unt uk prasurvei t apak t elah dilakukan pemeringkat an t erhadap 6 t apak pot ensial t ersebut .
Gambar 3. 2 Peta Tapak Potensial PLTN per Wilayah Pesisir Kalimantan Barat
Pengembangan indust ri hilirisasi ini t ent u memerlukan pasokan list rik dalam j umlah yang cukup. Jika pasokan list rik t erpenuhi, maka secara ot omat is invest or akan t ert arik unt uk berinvest asi. Dengan adanya kebut uhan energi list rik yang cukup t inggi unt uk memasok t iga kawasan indust ri t ersebut , maka PLTN diperkirakan dapat muncul lebih awal dari skenario BAU at au j auh sebelum t ahun 2035.
c.
Dokumen Pemantauan Tapak PLTN di Pulau BangkaTelah dilakukan kegiat an penyiapan lokasi t apak PLTN di Pulau Bangka yang dimulai dari t ahun 2011 sampai dengan 2013 dengan kont rak t ahun j amak yang dilakukan oleh konsult an pelaksana (PT. Surveyor Indonesia bermit ra dengan AF Consult ). Hasil dari kegiat an evaluasi t apak pada t ahun 2013, t elah dit ent ukan dua lokasi di Pulau Bangka yait u Pant ai Tanah Merah-Teluk Menggris Desa Air Put ih-Desa Taj ung Ment ok Kecamat an Ment ok Kabupat en Bangka Barat dan Tanj ung Berani-Tanj ung Kerasak Desa Sebagin Kecamat an Simpang Rimba Kabupat en Bangka Selat an sebagai calon t apak PLTN.
15
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
unt uk Aspek Met eorologi dan Hidrologi. Hasil pengolahan dat a gempabumi sampai t ahun 2016 diperoleh bahwa daerah t apak Bangka Barat dan Bangka Selat an aman unt uk t apak PLTN.
Gambar 3. 3 Posisi Hiposenter Gempabumi pada Bulan Januari 2016 dari Jaringan Pemantau Gempabumi Bangka
Secara umum, ket ersediaan dat a met eorologi t ahun 2016 t ermasuk dalam kondisi bagus dengan persent ase sekit ar 80%. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis dat a dapat disimpulkan bahwa kondisi met eorologi masih mengikut i pola umum dan t idak t erdapat kej adian ekst rim.
d. Dokumen Pemant auan Kegempaan, Meteorologi & Lingkungan di Wilayah Tapak Muria, Jepara
Kegiat an ini adalah pengumpulan dat a series pemant auan met eorologi dan kegempaan t apak PLTN di Semenanj ung Muria, Jepara, Jawa Tengah, sert a menyiapkan dat a unt uk memenuhi persyarat an dan pedoman pemant auan yang dit et apkan BAPETEN dan IAEA. Aspek penelit ian yang dilakukan selama 2016 adalah pemant auan gempa mikro dan met eorologi. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis dat a disimpulkan bahwa keadaan iklim di St asiun Uj ungwat u adalah: Temperat urudara rat a-rat a 27, 6oC,
16
L
Gambar 3
Gambar
aporan
Kine
3. 4 Tempera
3. 5 Kelemb
erja
Pusat
Kaj
atur Rata-Ra
baban Relati
jian
Sistem
E
ata Tiap Ket
if Udara Rata Desember
Energi
Nuklir
tinggian pad
a-Rata pada 2016
r
2016
da Januari -
a Ketinggian
Desember 2
10 M Janua 2016
17
L
Gambar 3.
Gambar
aporan
Kine
. 6 Tekanan
r 3. 7 Radiasi
erja
Pusat
Kaj
Udara
Matahari Ra
jian
Sistem
E
-Rata pada K
ata-Rata pad 2016
Energi
Nuklir
Ketinggian 2
da Ketinggia 6
r
2016
2 M Januari
-an 2 M J-anua
- Desember
ari - Desemb 2016
18
L
Gambar
Hasil peng dit ampilka
Gambar 3.
aporan
Kine
3. 8 Jumlah
amat an keg n pada Gam
. 9 Peta Seis
erja
Pusat
Kaj
Curah Huj a
empaan Jan bar 3. 9.
misitas Sem
jian
Sistem
E
anpada Ketin
nuari s. d. De
menanj ung M 2016
Energi
Nuklir
nggian 1, 2 M
esember 201
Muria Radius 6
r
2016
M Januari - D
16 sebaran g
150 Km Jan
Desember 20
gempa lokal
nuari - Dese 016
l yang
19
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
e. Dokumen Dukungan Teknis Survei Tapak PLTN di Kepulauan Riau
Pada t ahun 2015 t idak ada IK t erkait dengan Dukungan Teknis Survei Tapak PLTN di Kepulauan Riau. Pada t ahun 2016 dilakukan survei t apak di Kawasan BBK (Bat am, Bint an, Karimun) merupakan kawasan st rat egis di Kepulauan Riau (Kepri), meliput i daerah indust ri, perdagangan yang perlu pasokan energi list rik cukup besar. Kebij akan Energi Nasional (KEN) menyat akan bahwa energi nuklir merupakan bagian dari sist em energi nasional sehingga perlu melakukan penyiapan t apak PLTN di beberapa daerah di Indonesia t ermasuk di Provinsi Kepri. Tuj uan penelit ian adalah menyiapkan t apak PLTN yang diawali pengumpulan dat a sekunder dan dat a primer t erbat as unt uk memperoleh daerah daerah int eres di Kepri.
Hasil yang diperoleh pada Tahun 2016, berdasarkan dat a geograf i dan t opograf i kepulauan Riau memiliki bent ang alam yang berbukit -bukit dan umumnya berupa pant ai landai dengan ket inggian 2-5 m dpl. Terut ama Kot a Bat am, secara geograf i berbat asan langsung dengan negara Singapura di sebelah ut aranya, dengan t opograf i berbukit -bukit dengan kemiringan 3-10 %.
Berdasarkan kondisi geologi kawasan Tanj ungpinang t ersusun bat uan sedimen yang mengandung bauksit , bat u pasir, granit dan diorit t ersebar cukup luas. Secara umum kandungan lit ologi t eridiri dari f ormasi sedimen Pra-Tersier dan Kwart er sert a bat uan beku granit dan diorit e, endapan Aluvium t ua (lempung, lanau, kerikil lempungan, sisa-sisa t umbuhan dan pasir granit ), dan bat uan granit Karimun. Kondisi geologi di Kabupat en Lingga t ersusun at as bat uan met amorf berum, t erobosan bat uan granit ik berumur Trias dan Kapur di bagian selat an, f ormasi Tanj ung Dat uk, Tengkis, Pancur, dan f ormasi Semarung. Kondisi geologi Bat am t ersusun granit Formasi Duriangkang, Formasi Pulau Panj ang, Formasi Tanj ung Keront ang, Formasi Goungon dan alluvium. t erdapat beberapa kelurusan, kekar, dan lipat an.
Gambar 3. 10 Peta Geologi Kota Batam
20
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Gambar 3. 11 Peta Penggunaan Lahan
Berdasarkan dat a kependudukan, Kepulauan Riau umumnya t idak merat a, Tanj ungpinang mempunyai sebaran penduduk 200. 000 j iwa, Kepulauan Anambas relat if rendah (<25000 j iwa), Kabupat en Nat una relat if rendah (secara umum <5000 j iwa). Kabupat en Bint an penduduknya cukup t inggi , Kabupat en Karimun sedikit lebih t inggi. Kabupat en Lingga bervariasi demikian pula di kondisi kependudukan di Kot a Bat am yang menunj ukkan bahwa Kecamat an Bulang dan Galang t erendah (<25000 j iwa) dibandingkan kecamat an lainnya.
Berdasarkan kerawanan bencana, Provinsi Kepulauan Riau bukan merupakan daerah rawan bencana gempa, t sunami sehingga aman unt uk t apak PLTN. Inf rast rukt ur Bat am siap mendukung pembangunan PLTN. Daerah-daerah int eres yang diperoleh meliput i Tanj ung Kelingking Pulau Rempang, Kelurahan Sij ant ung, Tanj ung Bat u dan Tanj ung Ramai Pulau Galang.
f. Dokumen Dukungan Teknis Non-Tapak PLTN di Kepulauan Riau
Pada t ahun 2015 t idak ada IK t erkait dengan Dukungan Teknis Survei Non-Tapak PLTN di Kepulauan Riau. Mengingat semakin meningkat nya kebut uhan list rik sej alan dengan meningkat nya laj u pert umbuhan ekonomi, laj u pert umbuhan penduduk dan pesat nya perkembangan sekt or indust ri di Bat am, maka perlu st rat egi unt uk memenuhi kebut uhan dan pasokan energi t ermasuk sekt or kelist rikan Bat am di masa mendat ang. Salah sat u pilihan dalam pemenuhan energi adalah dengan energi nuklir at au PLTN.
Pemilihan energi nuklir sebagai opsi dalam pemenuhan energi di Bat am didasarkan pada alasan keamanan energi nasional (ener gy secur i t y), karakt erist ik PLTN yang sesuai dengan karakt erist ik beban di kawasan indust ri yang dimana PLTN mampu menyuplai beban dasar dalam j umlah besar, kont inyu, dan masa operasi sebelum
21
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
invest asi dimana lebih lanj ut akan berdampak pada pert umbuhan ekonomi wilayah. Dengan melihat kebut uhan indust ri di Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) dimana hampir 80% indust ri Kepri t erkonsent rasi di Bat am, maka PLTN sebagai salah sat u t eknologi pemasok energi list rik pat ut dipert imbangkan dalam kebij akan pengembangan list rik kawasan Bat am dan sekit arnya.
Mengingat pent ingnya penyediaan energi j angka panj ang yang kompet it if unt uk mendukung pengembangan kawasan indust ri di Propinsi Kepri, maka perlu dilakukan sebuah st udi awal unt uk menget ahui kelayakan pembangunan PLTN di Propinsi Kepri, yang dalam hal ini diwakili oleh kawasan Bat am.
Dari kegiat an ini akan dihasilkan suat u dokumen yang berisi kaj ian awal pengembangan energi nuklir di Propinsi Kepulauan Riau dari beberapa aspek yait u:
– Perencanaan energi unt uk wilayah Kepri
– St udi j aringan list rik yang berf okus pada analisis aliran daya – St udi ekonomi & pendanaan PLTN
– St udi pot ensi part isipasi indust ri di wilayah Kepri unt uk mendukung PLTN – Perencanaan st rat egi pembangunan PLTN
Pada Tahun 2016, st udi ini didahului perencanaan energi yang berisi kaj ian
suppl ai & demand unt uk menget ahui kebut uhan energi list rik di Bat am dan pembangkit yang dapat berkont ribusi dalam sist em kelist rikan Bat am-Rempang-Galang (Barelang) selama 35 t ahun ke depan (2016-2050). Mengingat pembangunan PLTN membut uhkan wakt u yang cukup lama yait u 10 t ahun unt uk membangun PLTN dari persiapan sampai dengan operasi, maka dengan t ahun dasar st udi 2015 PLTN mulai beroperasi paling cepat pada t ahun 2026. Proyeksi kebut uhan energi list rik Bat am sampai dengan t ahun 2050 dit ampilkan dalam Gambar 3. 12 Kebut uhan energi list rik Bat am bergerak dari 2200 GWh di t ahun 2035 menj adi 51. 000 GWh di t ahun 2050. Dalam proyeksi t ersebut , pert umbuhan kebut uhan energi list rik mengalami penurunan set iap 10 t ahun. Pola ini mengikut i pert umbuhan energi list rik di Singapura, mengingat t uj uan pembangunan Bat am pada mulanya adalah unt uk menj adi basis indust ri nasional sebagaimana Singapura yang merupakan negara kot a berbasis indust ri.
Gambar 3. 12 Proyeksi Kebutuhan Energi Batam
22
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
sehingga t ot al PLTN yang direkomendasikan unt uk masuk dalam sist em selama periode st udi adalah 600 MW.
Gambar 3. 13 Proyeksi Kapasitas Terpasang Sistem Barelang
Sement ara it u, komposisi j enis pembangkit dalam sist em selama t ahun st udi dit unj ukkan pada Gambar 3. 14. Dengan shar e unt uk bat ubara, nuklir, dan gas berada pada kisaran 40%, 10%, dan 50%. Sement ara it u, pembangkit minyak (PLTD) t idak lagi dipert imbangkan unt uk dibangun di masa depan.
Gambar 3. 14 Share Kapasitas Terpasang Sistem Barelang
Set elah melakukan perencanaan pengembangan kapasit as sist em, maka dilakukan st udi aliran daya unt uk mencari posisi Gardu Induk (GI) yang akan menyalurkan daya PLTN secara opt imal. Berdasarkan st udi aliran daya yang dilakukan unt uk sist em kelist rikan Barelang di t ahun beroperasinya PLTN yait u 2026, dengan kapasit as 200 MW, maka kandidat GI unt uk penyaluran daya PLTN adalah GI Sei – Baloi, GI Bat u Besar, GI Sei Harapan, GI Tanj ung Sengkuang, GI Sagulung, dan GI Nongsa. Pemilihan dikarenakan pert imbangan pengoperasian PLTN pada beban dasar sehingga keluaran daya PLTN minimum adalah 80% dari kapasit as PLTN, dan melalui kandidat -kandidat GI t ersebut penyerapan daya PLTN bisa opt imal. Berikut adalah gambar aliran daya di sist em Barelang set elah penambahan PLTN.
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000
2015 2020 2025 2030 2035 2040 2045 2050
Kapasitas
Terpasang
(MW)
PLTD
PLTMG
PLTG
PLTGU
PLTN
PLTU
0% 20% 40% 60% 80% 100%
2015 2020 2025 2030 2035 2040 2045 2050
Share
Kapasitas
Terpasang
PLTD
PLTMG
PLTG
PLTGU
PLTN
23
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Gambar 3. 15 Gambar Aliran Daya di Sist em Barelang Setelah Penambahan PLTN
Perhit ungan biaya pembangkit an list rik j uga dilakukan dalam st udi ini unt uk set iap pembangkit dalam sist em Barelang. Hasil perhit ungan dit ampilkan dalam t abel berikut . Perhit ungan dilakukan menggunakan program Mini G4Econs.
Tabel 3. 1 Hasil Perhitungan Keekonomian Biaya Pembangkit Listrik
Ket erangan Sat uan
PLTU bat ubar
a
PLTN
SMR PLTG PLTD PLTGU PLTMG Biaya Invest asi $/ MWh 29. 27 71. 84 14. 66 2. 64 17. 07 10. 01 O&M $/ MWh 10. 33 24. 45 7. 01 1. 98 9. 28 7. 65 Bahan Bakar $/ MWh 22. 23 8. 79 29. 86 155. 12 29. 86 51. 20 Biaya Ekst ernal $/ MWh 47. 78 4. 38 14. 05 49. 47 14. 05 14. 05 Biaya Pembangkit
List rik t anpa biaya ekst ernal
$/ MWh
61. 83 105. 08 51. 53 159. 74 56. 22 68. 85
Biaya Pembangkit List rik dengan biaya ekst ernal
$/ MWh
109. 61 109. 47 65. 58 209. 21 70. 27 82. 90
24
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Tabel 3. 2 Hasil Analisis Kelayakan Finansial Proyek PLTN SMR Jika Harga Jual Listrik Ditingkatkan
No Paramet er Nilai 1 Harga Jual list rik = Rp 1. 400, -/ kWh
NPV 76. 132, 29 Jut a USD IRR 12, 15%
2 Harga Jual list rik = Rp 1. 500, -/ kWh
NPV 469. 416, 17 Jut a USD IRR 12, 86%
Dalam st udi ini j uga dilakukan st udi pot ensi indust ri nasional di Kepulauan Riau. St udi ini dilakukan unt uk mendat a indust ri-indust ri di lingkup Bat am khususnya dan propinsi Kepulauan Riau secara umum, yang berpot ensi dalam mendukung pembangunan PLTN. PLTN yang akan dij adikan ruj ukan adalah PLTN PWR secara umum, dan survei indust ri dalam st udi ini dilakukan unt uk mendat a perusahaan lokal yang mampu menyuplai komponen-komponen PLTN. Berdasarkan pada dokumen Bal ance of Pl ant Speci f i cat i ons milik Korea Hydro Nuclear Power Co. Lt d (KHNP) Korea Selat an, maka j enis–j enis komponen BOP dikelompokkan dalam 8 kelompok komponen yakni: a). Komponen Mekanikal (Mechani cal Component), b). Komponen Elekt rikal (El ect r i cal Component), c). Komponen Inst rument asi dan Kont rol (I & C), d). Komponen Sipil (Ci vi l Component), e). Komponen Arsit ekt ur (Ar chi t ect ur e Component), f ). Komponen Lingkungan (Envi r onment Component), g). Komponen Pemipaan (Pi pi ng Component) dan h). Komponen Nuklir (Nucl ear Component).
Berdasarkan dat a indust ri yang ada, unt uk indust ri Engineering, Procurement dan Const ruct ion (EPC), Komisioning dan O & M unt uk f asilit as pembangkit list rik yang t ersedia di kot a Bat am yakni PT. Medco Power Indonesia dan PT. Dalle Engineering Const ruct ion. Sedangkan dat a beberapa indust ri baj a yang t erdapat di kot a Bat am ant ara lain PT. KPE Indust ries (kawasan Kabil Int egrat ed Indust rial Park) yang memproduksi pr essur e vessel , heat exchanger , ai r cool er , shel l & t ube, ski d dan
pi pi ng. PT. Transalindo Eka Persada memproduksi pr essur e vessel , Heat Exhanger , Fi l t er s Separ at or s/ Dr y Gas Fi l t er s, Gas Condi t i oni ng , Regul at i ng & Met er i ng Syst ems, 2/ 3 Phase Separ at or Syst em Ski ds, dan lain-lain. PT. Mc Dermot t Indonesia j uga memproduksi pressure vessel unt uk perusahaan minyak. Beberapa indust ri baj a lainnya adalah PT. Technics Of f sore Jaya, PT. Smict man Indonesia (Kawasan Kara Indust rial Park), PT. Anugerah Baj a Ut ama (Kawasan Puri Indust rial Park), PT. Best Manuf act uring Indonesia (Kawasan Puri Indust rial Park), PT. Bet a Engineering (Kawasan Taiwan Int ernat ional Park), PT. Balindo Cit ra Perdana (Kawasan Cit ra Buana Cent re Park I), PT. St ainless st eel Indah Mandiri (Kawasan Cit ra Buana Cent re Park I), PT. Mult i Karya Baj at ama (Kawasan Cit ra Buana Cent re Park I), PT. Cent ral Jaya Sent osa (Kawasan Cit ra Buana Cent re Park II), PT. Dwi Sumber Arca Waj a (Kabil Int egrat ed Indust rial Park). Beberapa indust ri di Kepulauan Riau yang sudah pernah disurvei oleh BATAN adalah indust ri f abrikasi baj a yakni PT. Transalindo Eka Persada, PT. Of f shore Technics Jaya dan PT. Mc. Dermot t Indonesia.
25
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Berdasarkan kaj ian awal yang t elah dilakukan diket ahui bahwa kekuat an yang dimiliki Bat am ant ara lain j aringan list rik yang cukup baik, keamanan dan prot eksi f isik, dan pembiayaan, dimana diperkirakan dengan pot ensi pasar list rik kot a indust ri yang masih berkembang akan mudah menarik calon invest or. Dari sisi kelemahan, f akt or-f akt or yang berkont ribusi ant ara lain: manaj emen, t apak, SDM, dan procurement dimana semua ini adalah “ inf rast rukt ur” yang f undament al ket ikan PLTN akan dibangun, sedangkan Indonesia belum mempunyai pengalaman dalam proyek PLTN komersial. Sement ara it u, hal-hal yang dipandang merupakan peluang yang masih bisa diraih adalah: penanganan limbah radioakt if , prot eksi radiasi, saf eguard, siklus bahan bakar nuklir, kerangka hukum, prot eksi lingkungan, dan rencana kedarurat an. Sedangkan hal-hal yang dipandang merupakan ancaman adalah: posisi nasional, perset uj uan parlemen, ket erlibat an indust ri, dan ket erlibat an st akehol der.
Selanj ut nya, berdasarkan pemet aan kekuat an-peluang, st rat egi yang direkomendasikan adalah: Melakukan FS PLTN di kawasan Bat am, invent arisasi dan koordinasi st akehol der, sosialisasi dan pengkodisian masyarakat unt uk memast ikan go PLTN. Berdasarkan pemet aan kekuat an-ancaman, st rat egi yang direkomendasikan adalah: Lobi ke parlemen unt uk mendapat kan perset uj uan dan legalit as, dan membangun part isipasi st akehol der. Berdasarkan pemet aan kelemahan-peluang, st rat egi yang direkomendasikan adalah: Menyiapkan t apak dan f alit as pendukung sesuai persyarat an, dan menyiapkan manaj emen proyek yang memadai Berdasarkan pemet aan kelemahan-ancaman, st rat egi yang direkomendasikan adalah: mengadakan seminar yang melibat kan st akehol der, DPR dan indust ri, sert a melakukan komunikasi yang int ensif dan t erus-menerus dengan pihak-pihak t ersebut .
Tabel 3. 3 Perbandingan Capaian IK. 1 Tahun 2016 dan Tahun 2015
Indikator Kinerj a
Tahun 2016 Tahun 2015 Target Realisasi Capaian
Kinerj a Target Realisasi
Capaian Kinerj a
Jumlah dokumen t eknis inf rast rukt ur pendukung proyek
PLTN
6 6 100% 5 5 100%
26
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Tabel 3. 4 Realisasi IK. 1 s. d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah
Indikator Kinerj a
Target
Realisasi s. d Tahun
2016
Persentase Realisasi s. d Tahun 2016 terhadap
Target Jangka Menengah 2015 2016 2017 2018 2019
Jumlah dokumen t eknis inf rast rukt ur pendukung proyek
PLTN
5 6 7 6 6 11 37%
Persent ase realisasi sampai t ahun 2016 t erhadap t arget j angka menengah sebesar 37%. Realisasi Perj anj ian Kinerj a (PK) pada IK. 1 mencapai t arget 100%, walaupun demikian dalam upaya mencapai t arget t ersebut dit emui beberapa kendala diant aranya pemot ongan anggaran. Hal ini dapat diat asi dengan penyesuaian kegiat an sesuai kebut uhan.
A. 2. Indikator Kinerj a 2 (IK. 2): Jumlah Dokumen Teknis Persiapan Infrastruktur Pembangunan RDE
Pada t ahun 2016, realisasi t arget IK 2 sej umlah 2 dokumen t eknis sesuai t arget PK 2016, sehingga capaian kinerj a IK 2 adalah sebesar 100%. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut .
a. Dokumen Evaluasi Tapak RDE (Lanj utan)
27
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Pada t ahun 2016, dokumen evaluasi t apak yang dihasilkan init erdiri dari Laporan Ut ama dan 7 (t uj uh) apendik laporan evaluasi t apak. Diagram alir int egrasi proses dan pelaporan dari seluruh aspek dalam evaluasi t apak dapat digambarkan dalam diagram berikut .
Gambar 3. 16 Metodologi yang digunakan
Dari kaj ian dan analisis evaluasi t apak yang t elah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
Hasil analisis aspek kegempaan menunj ukkan bahwa t apak RDE aman dengan nilai PGA memenuhi ket ent uan Perka BAPETEN Nomor 8 Tahun 2013.
Kaj ian dan evaluasi aspek Kegunungapian t apak RDE menyimpulkan bahwa sist em vulkanik di kawasan RDE Serpong memiliki kapabilit as yang menghasilkan ancaman bahaya gunungapi yang berasal dari f enomena akt ivit as geot hermal. Sement ara it u, paramet er lainnya cenderung menunj ukan kondisi t idak kapabel.
Hasil analisis t erkait f akt or kest abilan lereng menunj ukkan bahwa lereng dalam kondisi aman pada kondisi eksist ing t anpa beban gempa. Pot ensi amblesan dari keberadaan si nkhol es akibat pelarut an bat ugamping, dapat disimpulkan pot ensi unt uk ambles dan t erangkat nya t apak adalah rendah. Analisis dist ribusi ukuran but ir menunj ukkan daerah penelit an t ermasuk zona mudah hingga sangat mudah t erlikuif aksi.
Seluruh paramet er met eorologi yang didapat berf ungsi sebagai paramet er desain RDE dan analisis dispersi radionuklida.
Hasil simulasi model hidrologi air permukaan menunj ukkan bahwa banj ir di Kali Salak memberikan dampak genangan di t apak RDE.
Hasil evaluasi aspek kej adian akibat ulah manusia diket ahui bahwa kedua j enis sumber bergerak dan t idak bergerak t idak berpot ensi membahayakan t apak.
28
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
b.
Dokumen Pangkalan Data Tapak RDEKegiat an pangkalan dat a t apak RDE di t ahun 2016 bert uj uan unt uk membuat suat u sist em pangkalan dat a (spasial & non spasial) hasil kegiat an evaluasi dan karakt erisasi t apak Reakt or Daya Eksperiment al (RDE) yang t erdiri dari aspek Kegempaan, Kegunungapian, Geot eknik dan Pondasi, Met eorologi, Hidrologi, Dispersi dan Kependudukan, dan Kej adian Akibat Ulah Manusia (KAUM).
Gambar 3. 17 Database Pangkalan Data Tapak RDE
Tabel 3. 5 Perbandingan Capaian IK. 2 Tahun 2016 dan Tahun 2015
Indikator Kinerj a
Tahun 2016 Tahun 2015 Target Realisasi Capaian
Kinerj a Target Realisasi
Capaian Kinerj a
Jumlah dokumen t eknis persiapan
inf rast rukt ur pembangunan RDE
2 2 100% 7 7 100%
29
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Tabel 3. 6 Realisasi IK. 2 s. d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah
Indikator Kinerj a
Target
Realisasi s. d Tahun
2016
Persentase Realisasi s. d Tahun 2016 Terhadap Target
Jangka Menengah
2015 2016 2017 2018 2019
Jumlah dokumen t eknis persiapan
inf rast rukt ur pembangunan RDE
7 2 2 1 2 9 64, 3%
Persent ase realisasi sampai t ahun 2016 t erhadap t arget j angka menengah sebesar 64, 3%. Realisasi PK pada IK. 2 mencapai t arget 100%, walaupun demikian dalam upaya mencapai t arget t ersebut dit emui beberapa kendala diant aranya pemot ongan anggaran. Hal ini dapat diat asi dengan penyesuaian kegiat an sesuai kebut uhan.
A. 3. Indikator Kinerj a 3 (IK. 3): Persentase Pembangunan Reaktor Daya
Eksperimental
Pada t ahun 2016, realisasi t arget IK 3mencapai4 % sesuai t arget PK 2016, sehingga capaian kinerj a IK 3 adalah sebesar 100%. Pada t ahun 2015 hasil yang diperoleh adalahdokumen konsept ual desain (3%), yang meliput i:
a. Dokumen t ent ang aspek geologi dan gunungapi,
b. Pr epar at i on of Pr el i mi nar y Engi neer i ng Desi gn Document f or Exper i ment al Power React or, yang berisi dokumen sebagai berikut :
St udi Kelayakan
Desain Konsept ual
Fr ont -End Engi neer i ng Desi gn (FEED)
Daf t ar Inf ormasi Desain (DID)
Daf t ar Ut ama Reakt or (DUR)
Laporan Analisa Keselamat an (LAK)
Tender Dokumen Engi neer i ng Pr ocur ement and Const r uct i on (EPC) Sedangkan t ahun 2016 diperoleh dokumen sebagai berikut :
a. Laporan Analisis Keselamat an – RDE, b. Sist em Saf eguard RDE,
c. Program Dekomisioning, d. Sist em Prot eksi Fisik, e. Kesiapsiagaan nuklir,
f . Program Manaj emen Penuaan, g. Dat a Ut ama Reakt or RDE, h. Daf t ar Inf ormasi Desain RDE,
i. Sist em Prot eksi dan Keselamat an Radiasi, j . Program Konst ruksi,
30
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
Terkait dengan hal t ersebut , t elah dilakukan program peningkat an SDM OMP dengan melibat kan 220 orang unt uk 4 pelat ihan pada t ahun 2014, 80 orang unt uk 2 pelat ihan pada t ahun 2015, dan 189 orang unt uk 11 pelat ihan pada t ahun 2016.
Tabel 3. 7 Perbandingan Capaian IK. 3 Tahun 2016 dan Tahun 2015
Indikator Kinerj a
Tahun 2016 Tahun 2015 Target Realisasi Capaian
Kinerj a Target Realisasi
Capaian Kinerj a
Persent ase pembangunan
Reakt or Daya Eksperiment al
4% 4% 100% 3% 3% 100%
IK. 3 dalam PK 2015 diperj anj ikan sebagai Persent ase pembangunan Reakt or Daya Eksperiment al sebesar 3% dan pada t ahun 2016 sebesar 4%, dengan capaian kinerj a yang sama dengan t ahun 2016 sebesar 100%. Adanya peningkat an 1% pada t ahun 2016, hal ini karena adanya kegiat an pembuat an dokumen yang meliput i: Laporan Analisis Keselamat an – RDE; Sist em Saf eguard RDE; Program Dekomisioning; Sist em Prot eksi Fisik; Kesiapsiagaan Nuklir; Program Manaj emen Penuaan; Dat a Ut ama Reakt or RDE; Daf t ar Inf ormasi Desain RDE; Sist em Prot eksi dan Keselamat an Radiasi; Program Konst ruksi; Sist em Manaj emen Konst ruksi.
Tabel 3. 8 Realisasi IK. 3 s. d. Tahun 2016 Dibandingkan dengan Target Jangka Menengah
Indikator Kinerj a
Target
Realisasi s. d Tahun
2016
Persentase Realisasi s. d Tahun 2016 Terhadap Target Jangka
Menengah
2015 2016 2017 2018 2019
Persent ase pembangunan
Reakt or Daya Eksperiment al
3 4 4, 2 8 15 4 26, 7%
Persent ase realisasi sampai t ahun 2016 t erhadap t arget j angka menengah sebesar 26, 7%. Realisasi PK pada IK. 3 mencapai t arget 100%, walaupun demikian dalam upaya mencapai t arget t ersebut dit emui beberapa kendala diant aranya pemot ongan anggaran. Hal ini dapat diat asi dengan penyesuaian kegiat an sesuai kebut uhan.
A. 4. Indikator Kinerj a 4 (IK. 4): Jumlah Laporan Penyiapan Infrastruktur
Tapak RDE
Pada t ahun 2016, realisasi t arget IK 4 sej umlah 1 laporan sesuai t arget PK 2016, sehingga capaian kinerj a IK 4 adalah sebesar 100%. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut .
31
Laporan
Kinerja
Pusat
Kajian
Sistem
Energi
Nuklir
2016
DokumenKAK Manaj emen Konst ruksi RDEadalah sebagaipet unj uk bagi Konsult an Manaj emen Konst ruksi dalam membuat masukan, azas, krit eria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhat ikan dalam set iap proses koordinasi, proses penyusunan dokumen, proses pengadaan, review, pengawasan dan pengendalian t erhadap pekerj aan EPC, yang mencakup:
1. Persiapan
a. Dokumen pengadaan EPC/t ur n-key
b. Dokumen SOP evaluasi t eknis yang akan digunakan oleh BATAN unt uk evaluasit eknis proses pengadaan EPC
c. Memberikan masukan t eknis dalam proses pengadaan EPC d. Menyusun draf t dokumen kont rak EPC
2. Pra-Pelaksanaan
a. Desain (Ext ended Basi c Desi gn dan Det ai l Desi gn)
b. Dokumen Program Konst ruksi dan sist em manaj emen konst ruksi c. Proses Perizinan
d. Rencana pengembangan t apak (Si t e Devel opment Pl an, SDP) 3. Pelaksanaan
Pengembangan t apak, pengadaan komponen, konst ruksi, inst alasi, dan komisioningRDE
4. Serah Terima Pekerj aan
Prosedur serah t erima, pengecekan dan pemeriksaan seluruh inst alasi, pengarsipanseluruh dokumen t erkait pembangunan RDE
5. Persiapan Operasional dan Pemeliharan
Pengembangan St andar d Oper at i ng Pr ocedur e (SOP) dan sist em pemeliharaan RDE, t raining, dan persiapan personil
6. Wakt u Pemeliharaan
Dokumen program konst ruksi RDE
Program konst ruksi yang dimaksud sekurang-kurangnya memuat : 1. Prosedur dan Jadwal Pelaksanaan Konst ruksi;
2. Prosedur Uj i Fungsi;
3. Krit eria Penerimaan Desain; 4. Dokument asi dan Pelaporan.
Dokumen bl uepr i nt/ cet ak biru reakt or daya MSR meliput i: 1. Teknologi dan Keselamat an
2. Kaj ian Teknologi dan URD 3. Benchmark paramet er t eras MSR
4. Desain konsept ual reakt or dari aspek neut ronik
5. Desain konsept ual reakt or dari aspek t ermohidrolika dan keselamat an 6. Desain konsept ual sist em primer reakt or
7. Desain konsept ual sist em pengolahan ulang bahan bakar t horium
Tabel 3. 9 Perbandingan Capaian IK. 4 Tahun 2016 dan Tahun 2015
Indikator Kinerj a
Tahun 2016 Tahun 2015 Target Realisasi Capaian
Kinerj a Target Realisasi
Capaian Kinerj a
Jumlah laporan penyiapan inf rast rukt ur
t apak RDE