RENSTRA DEPUTI BIDANG TEKNOLOGI ENERGI NUKLIR (2015-2019) - e-Repository BATAN
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Selain itu, muatan Renstra Deputi Bidang Perekonomian ini, terutama rumusan upaya dan langkah strategi, dapat dijadikan bahan bagi unit kerja terkait untuk
BATAN sebagai pengelola iptek nuklir di Indonesia dituntut untuk ikut berkontribusi dalam menanggulangi krisis energi dengan diusulkannya membangun PLTN, untuk itu BATAN
Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, telah ditetapkan Misi pada Kabinet Kerja Tahun 2015-2019 yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan Deputi Bidang.
perkembangan teknologi di sisi lain, mulailah pembangkit-pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan skala besar terutama energi angin (bayu) dan matahari (surya)
Di tengah adanya polemik pemanfaatan teknologi nuklir di masyarkat, PTRR sesuai dengan tugas dan fungsinya, harus dan terus berupaya untuk mengembangkan teknologi
Program PSTNT pada tahun 2015 adalah Program Penelitian Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir, Isotop dan Radiasi dengan kegiatan Pengembangan Sains dan Teknologi
Penggunaan energi listrik yang terbesar pada gedung 40 adalah untuk penggunaan pendingin ruangan yaitu 24,156.76 KWh/bulan, untuk itu perlu dilakukan penghematan
BATAN telah menetapkan prinsip yang harus dijadikan landasan pada semua tindakan dan pelaksanaan kegiatan, yaitu bahwa: Segenap kegiatan iptek nuklir dilaksanakan