BANK KONVENSIONAL DAN BANK ISLAM: BANK KONVENSIONAL DAN BANK ISLAM:
PILIHAN DILEMATIS PILIHAN DILEMATIS
Oleh : Adang Djumhur S. Oleh : Adang Djumhur S.
II Keh
Kehiduidupan pan umaumat t manmanususia ia dedewaswasa a inini i tidtidak ak dadapat pat dipdipisaisahkahkan n dardari i dunduniaia perbankan. Bank telah menjadi bagian integral dari kegiatan ekonomi masyarakat perbankan. Bank telah menjadi bagian integral dari kegiatan ekonomi masyarakat
duni
dunia, a, daladalam m segasegala la laplapisanisannyanya, , baik baik indiindividuvidual al maupmaupun un kelekelembagmbagaan, aan, pegapegawaiwai ne
negegeri ri mamaupupun un kakaryryawawan an swswasastata, , kokongnglolomemerarat t mamaupupun un pepetatani ni kekecicil, l, sesektktor or perdagangan maupun jasa, baik langsung maupun tidak langsung semuanya terkait perdagangan maupun jasa, baik langsung maupun tidak langsung semuanya terkait
dengan bank. Bahkan, termasuk kegiatan keagamaan seperti ibadah haji. dengan bank. Bahkan, termasuk kegiatan keagamaan seperti ibadah haji.
Dilihat dari misi dan pola operasionalnya, bank dapat dibedakan menjadi dua Dilihat dari misi dan pola operasionalnya, bank dapat dibedakan menjadi dua macam: bank konvensional dan bank Islam. Bank (konvensional) adalah lembaga macam: bank konvensional dan bank Islam. Bank (konvensional) adalah lembaga keuangan yang fungsi utamanya menghimpun dan menyalurkan dana kepada yang keuangan yang fungsi utamanya menghimpun dan menyalurkan dana kepada yang memerlukan, baik perorangan maupun badan untuk investasi dalam usaha-usaha memerlukan, baik perorangan maupun badan untuk investasi dalam usaha-usaha produktif dan lain-lain, dengan sistem bunga. Sedangkan bank Islam adalah lembaga produktif dan lain-lain, dengan sistem bunga. Sedangkan bank Islam adalah lembaga
keua
keuangan ngan yanyang g daladalam m operoperasioasionalinalisasisasinya nya beruberusaha saha menymenyesuesuaikaaikan n dengdengan an normnormaa ajaran Islam, dan karenanya menghindari sistem bunga yang diduga mengandung ajaran Islam, dan karenanya menghindari sistem bunga yang diduga mengandung unsur
unsur riba’ riba’ 11 yang diharamkan menurut syari’at Islam.yang diharamkan menurut syari’at Islam.22
11 Secara harfiah, riba berarti tambahan (Secara harfiah, riba berarti tambahan (al-ziyadahal-ziyadah). Secara istilah berarti “tambahan pembayaran). Secara istilah berarti “tambahan pembayaran tanpa ada imbalan, yang disyaratkan bagi
tanpa ada imbalan, yang disyaratkan bagi salah satu dari dua orang salah satu dari dua orang yang melakukan transaksi”. Lihatyang melakukan transaksi”. Lihat Al-jurjani,
Al-jurjani,al-Ta’rifat al-Ta’rifat , Kairo : Mustafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1938, hal. 97., Kairo : Mustafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1938, hal. 97.
Terdapat definisi yang menyatakan bahwa bank Islam ialah bank yang kebanyakan pendirinyaTerdapat definisi yang menyatakan bahwa bank Islam ialah bank yang kebanyakan pendirinya orang-orang Islam dan seluruh atau sebagian sahamnya milik umat Islam, sehingga kewenangan orang-orang Islam dan seluruh atau sebagian sahamnya milik umat Islam, sehingga kewenangan administrasi maupun lainnya terletak di tangan mereka. Lihat Fuad Mohd. Fachruddin,
administrasi maupun lainnya terletak di tangan mereka. Lihat Fuad Mohd. Fachruddin, Riba dalam Riba dalam Bank, Koperasi, Perseroan dan Asuransi
Kedua jenis ba
Kedua jenis bank itu nk itu secara ysecara yuridis, teknisuridis, teknis, atau psikolo, atau psikologis masing-magis masing-masingsing masi
masih h memimemiliki masalahliki masalah, , sehisehingga memilih ngga memilih banbank k yang tidak yang tidak bermbermasalasalah ah bukabukann pilihan yang mudah.
pilihan yang mudah. IdealnyIdealnya, a, lembaga keuangan tersebut secara teknis sehat, lembaga keuangan tersebut secara teknis sehat, secarasecara psikologis aman dan dapat dipercaya bahwa ia mampu memberikan keamanan dan psikologis aman dan dapat dipercaya bahwa ia mampu memberikan keamanan dan
keny
kenyamanamanan an untuuntuk k melamelakukakukan n inveinverstarstasi si dan dan kemikemitrautrausahasahan n bersbersama; ama; kemukemudiandian secara ideologis yuridis sah dan halal sehingga bebas dari
secara ideologis yuridis sah dan halal sehingga bebas dari perasaan dosa karena telahperasaan dosa karena telah melakukan
melakukan ribaribayang diharamkan agama.yang diharamkan agama.
Fenomena yang ada memperlihatkan bahwa dunia perbankan masih belum Fenomena yang ada memperlihatkan bahwa dunia perbankan masih belum sepenuhnya sesuai dengan kriteria ideal itu. Ada bank yang sehat tetapi tidak steril sepenuhnya sesuai dengan kriteria ideal itu. Ada bank yang sehat tetapi tidak steril dari
dari ribariba, , semsemententara ara babank nk yayang ng satsatunyunya a bebbebas as dardari i kekkekhahawatwatirairann ribariba namunnamun kondisinya kurang sehat dan tidak menjanjikan. Untuk itu, masih diperlukan berbagai kondisinya kurang sehat dan tidak menjanjikan. Untuk itu, masih diperlukan berbagai upaya yang serius, agar lembaga keuangan yang menjadi hajat hidup orang banyak ini upaya yang serius, agar lembaga keuangan yang menjadi hajat hidup orang banyak ini mencapai pilihan
mencapai pilihan ideal, bukan ideal, bukan pilihan yang pilihan yang dilematis.dilematis.
II II
Kontroversi Bank Konvensional Kontroversi Bank Konvensional
Bank
Bank konvkonvensensionaional l merumerupakapakan n bank bank yanyang g berkberkembaembang ng atas atas dasdasar ar sistsistemem ekonomi kapitalis, yang menempatkan sistem
ekonomi kapitalis, yang menempatkan sistem bunga sebagai urat bunga sebagai urat nadi kehidupannynadi kehidupannya.a. Sis
Sistem tem tertersebsebut ut tetelah lah menmenyiyimpampan n proprobleblem m yayang ng samsampapai i seksekaraarang ng bebelum lum dapdapatat diselesaikan. Selain problem likuiditas, yang tengah diderita oleh dunia perbankan diselesaikan. Selain problem likuiditas, yang tengah diderita oleh dunia perbankan nasi
nasional sejak onal sejak dua dua tahtahun un teraterakhir ini, khir ini, probproblem lem lainlainnya nya adaladalah ah probproblem lem yuriyuridis- dis-ideologis (normatif) yang dilatari oleh belum tuntasnya status hukum bank ditinjau ideologis (normatif) yang dilatari oleh belum tuntasnya status hukum bank ditinjau
dari
dari perspektiperspektif f Syari’ah.Syari’ah. HingHingga ga saat saat ini ini statstatus us hukhukumnyumnya a masimasih h kontkontroveroversiarsial.l. Sebagian umat Islam membolehkan, sedangkan sebagian lainnya mengharamkan. Sebagian umat Islam membolehkan, sedangkan sebagian lainnya mengharamkan.
Akar kontroversi bermula dari adanya perbedaan persepsi tentang kebolehan Akar kontroversi bermula dari adanya perbedaan persepsi tentang kebolehan dan keharaman0 bunga (rente) bank,
dan keharaman0 bunga (rente) bank, setelah mereka sepakat tentang haramnyasetelah mereka sepakat tentang haramnya riba’ riba’ .. Persoala
Persoalan itu n itu bermuara pada pertanyaan apakah bunga bank identik denganbermuara pada pertanyaan apakah bunga bank identik dengan ribariba atauatau tidak ? Jawaban atas pertanyaan ini berbeda-beda.
tidak ? Jawaban atas pertanyaan ini berbeda-beda.33 Ada yang Ada yang mempersamamempersamakan antarakan antara kedu
keduanyanya a secsecara ara mutlmutlak, ak, sehisehinggngga a bungbunga a bank bank daladalam m segasegala la jenijenisnya snya dihudihukumikumi haram. Ia hanya boleh dipungut dalam keadaan darurat, seperti karena belum ada haram. Ia hanya boleh dipungut dalam keadaan darurat, seperti karena belum ada bank Islam yang
bank Islam yang bebas dari sistem bebas dari sistem bunga. Itu pun bunga. Itu pun harus ditekan serendah-reharus ditekan serendah-rendahnyandahnya,, harus berdasar musyawarah ulama dengan pakar ekonomi; tidak bolek ditetapkan harus berdasar musyawarah ulama dengan pakar ekonomi; tidak bolek ditetapkan secara perorangan.
secara perorangan.
Ada yang berpendapat bahwa bunga bank tidak sama secara mutlak dengan Ada yang berpendapat bahwa bunga bank tidak sama secara mutlak dengan riba’. Hanya bunga konsumtif yang sama dengan
riba’. Hanya bunga konsumtif yang sama dengan riba’ riba’ ’, dan bunga demikianlah yang’, dan bunga demikianlah yang haram. Sedangkan bunga produktif tidak sama
haram. Sedangkan bunga produktif tidak sama dengandengan riba’’ riba’’ ’, karenanya bunga jenis’, karenanya bunga jenis ini halal. Termasuk kategori yang halal, bunga untuk kepentingan bersama seperti ini halal. Termasuk kategori yang halal, bunga untuk kepentingan bersama seperti bunga simpan pinjam koperasi, yang besarnya ditetapkan sebelumnya secara umum bunga simpan pinjam koperasi, yang besarnya ditetapkan sebelumnya secara umum melalui musyawarah. Bunga deposito dan bunga bank lainnya, yang besarnya sesuai melalui musyawarah. Bunga deposito dan bunga bank lainnya, yang besarnya sesuai dengan ketetapan pemerintah, baik untuk keperluan produktif maupun konsumtif, dengan ketetapan pemerintah, baik untuk keperluan produktif maupun konsumtif, menurut pendapat ini, juga termasuk dalam kategori yang dibolehkan.
menurut pendapat ini, juga termasuk dalam kategori yang dibolehkan. Di samping itu terdapat pendapat
Di samping itu terdapat pendapat poros tengah poros tengah yang berpendapat bahwayang berpendapat bahwa bunga bank termasuk perkara yang
bunga bank termasuk perkara yang mutasyabihat,mutasyabihat, yakni diragukan kehalalan danyakni diragukan kehalalan dan keharamannya. Sebenarnya pendapat ini tidak netral betul. Ia agak cenderung pada keharamannya. Sebenarnya pendapat ini tidak netral betul. Ia agak cenderung pada
pendapat pertama, sebab ada klausul hadits
pendapat pertama, sebab ada klausul hadits “Barangsiapa yang melakukan syubhat,“Barangsiapa yang melakukan syubhat, berarti terjerumus pada haram”.
berarti terjerumus pada haram”.
Dengan demikian, secara garis besar perbedaan pendapat tentang bungan bank Dengan demikian, secara garis besar perbedaan pendapat tentang bungan bank dan implikasiny
dan implikasinya terhadap hukum bank dapa terhadap hukum bank dapat dikelompokat dikelompokkan ke dalam kan ke dalam 3 kategori3 kategori33 sebagai berikut :
sebagai berikut : 1.
1. Haram Haram. Pendapat ini dikemukakan antara lain oleh Abu Zahrah, Guru Besar . Pendapat ini dikemukakan antara lain oleh Abu Zahrah, Guru Besar padapada
Fak
Fakultaultas s HukuHukum m UnivUniversiersitas tas CairCairo, o, AbduAbdul l AA’la ’la al-Mal-Maudaududi udi (Pak(Pakistaistan), n), dandan Muhamad Abdullah al A’rabi, Penasehat Hukum pada
Muhamad Abdullah al A’rabi, Penasehat Hukum pada Islamic Congress Islamic CongressCairo,Cairo,
yang menyatakan bahwa bunga bank itu sama dengan
yang menyatakan bahwa bunga bank itu sama dengan nasiahnasiah, yang dilarang oleh, yang dilarang oleh
Islam.
Islam.11 Karena itu umat Karena itu umat Islam dilarang bermuamalah dengan bank yang memakaiIslam dilarang bermuamalah dengan bank yang memakai sistem bunga, kecuali dalam keadaan darurat atau terpaksa.
sistem bunga, kecuali dalam keadaan darurat atau terpaksa. 2.
2. Boleh Boleh. . PePendndapapat at inini i didikekemumukakakakan n anantatara ra lalain in ololeh eh A. A. HaHasasan, n, pependndiriri i dadann
pemimpin Pesantren Bangil (Persis), yang menyatakan bahwa
pemimpin Pesantren Bangil (Persis), yang menyatakan bahwa bunga bank sepertibunga bank seperti di negara kita bukanlah
di negara kita bukanlah riba’ riba’ yang diharamkan, karena tidak berlipat gandayang diharamkan, karena tidak berlipat ganda
sebagaimana dinyatakan dalam Surat
sebagaimana dinyatakan dalam Surat Ali Imran Ali Imran ayat 130ayat 13044....
33Lihat Masjfuk Lihat Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah Zuhdi, Masail Fiqhiyah, Jakarta : Gunung Agung, 1996, hal. 112., Jakarta : Gunung Agung, 1996, hal. 112.
11 4 Untuk mendalami pendapat ini, lihat Abu Sura’I Abdul Hamid,4 Untuk mendalami pendapat ini, lihat Abu Sura’I Abdul Hamid, Al-Riba wa al- Al-Riba wa
al-Qurudl
Qurudl . . TTerjerjemahaemahan n M.ThaM.Thalib,lib, Bun Bunga ga BanBank k daldalam am PerPersoalsoalan an dan dan BahBahayanayanyaya terha
terhadap dap MasyarMasyarakat,akat, Yogyakarta: Pustaka LSI, l99l dan Isa Abduh,Yogyakarta: Pustaka LSI, l99l dan Isa Abduh, Wadl’u al-Wadl’u al- Riba’ f
Riba’ fi al-Bina’I i al-Bina’I al-Iqtishadi,al-Iqtishadi, Kuwait: Dar al-Buhuts al-Ilmiyah, 1973.Kuwait: Dar al-Buhuts al-Ilmiyah, 1973.
44 5 Yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat5 Yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat
ganda dan bertakw
ganda dan bertakwalah kamu kepada Alalah kamu kepada Allah, supaya kamu mendaplah, supaya kamu mendapat keberuntat keberuntunganungan”. ”. Riba yangRiba yang dima
dimaksud pada ksud pada ayat ini adalah riba ayat ini adalah riba masimasi’ah. ’ah. LihaLihat MT. Hasbi Asht MT. Hasbi Ashshiddshiddiqi dkk. Al-Quiqi dkk. Al-Qur’an danr’an dan terjemahannya Gem
terjemahannya Gema Risalah Pressa Risalah Press, Bandung: , Bandung: 1992 : 97.1992 : 97.
3.
3. Syubhat Syubhat . . PePendndapaapat t ini ini dikdikemuemukakkakan an oleolehh MajeliMajelis s TTarjiharjih MuhaMuhammadmmadiyaiyah h didi Sidoarjo Jawa Timur tahun 1968, yang memutuskan bahwa bunga bank yang Sidoarjo Jawa Timur tahun 1968, yang memutuskan bahwa bunga bank yang diberikan oleh bank kepada para nasabahnya dan sebaliknya, adalah termasuk diberikan oleh bank kepada para nasabahnya dan sebaliknya, adalah termasuk syubhat
syubhat atauatau musytabihat musytabihat , , arartintinya ya belbelum um jeljelas as halhalalal/ha/haramramnynya. a. MakMaka a sessesuaiuai dengan petunjuk Hadis, kita dianjurkan berhati-hati menghadapi masalah-masalah dengan petunjuk Hadis, kita dianjurkan berhati-hati menghadapi masalah-masalah yang masih
yang masih syubhat syubhat . Karena itu, bermuamalah dengan bank hanya dibolehkan. Karena itu, bermuamalah dengan bank hanya dibolehkan jika dalam
jika dalam keadaan tkeadaan terpaksa aerpaksa atau tau dalam keaddalam keadaanaan hajahhajah, artinya keperluan yang, artinya keperluan yang mendesak/penting, dengan sistem
mendesak/penting, dengan sistem bunga bunga yang sekadarnya yang sekadarnya saja.saja.
N
Namamun un peperlrlu u jujuga ga didikekemumukakakkanan, , babahwhwa a di di kakalalangngan an memerereka ka yyanangg mengharamk
mengharamkan bunga bank itu an bunga bank itu sendiri terdapat nuansa yang cukup unik.sendiri terdapat nuansa yang cukup unik. Pertama Pertama, di, di antara mereka itu tidak serta merta menjauhi bank. Mereka tetap berhubungan dan antara mereka itu tidak serta merta menjauhi bank. Mereka tetap berhubungan dan memanfaatkan jasa perbankan dengan alasan seperti telah disebutkan di atas, yaitu memanfaatkan jasa perbankan dengan alasan seperti telah disebutkan di atas, yaitu “darurat”,
“darurat”, meskmeskipun tanpa ipun tanpa ada ada kejekejelasalasan n mengmengenai batasan enai batasan istiistilah lah ituitu.. MerekaMereka memperkuat alasannya dengan kaidah “Keadaan darurat membolehkan hal-hal yang memperkuat alasannya dengan kaidah “Keadaan darurat membolehkan hal-hal yang ter
terlalaranrang g (( Al Al-dla-dlaruraruratu tu tubitubihu hu al al --mahdhurat mahdhurat )”)”. . PaPadadahahal, keal, keadadaan daan darururarat t itituu seyogyanya didefinisikan secara tegas, seberapa jauh dampak yang mungkin timbul seyogyanya didefinisikan secara tegas, seberapa jauh dampak yang mungkin timbul bi
bila la tidtidak ak berberhuhubunbungan gan dedengangan n babank, nk, bagbagi i ekseksististensensi i kekehidhidupaupan n manmanususia ia yayangng di
dililindndunungi gi huhukukum m ((mamaqaqashshid id al al sysyarari’i’ahah). ). ApApakakah ah akakan an memengngakakibibatatkakann ter
terggangganggunggunya ya stabstabilitailitas s agamagama, a, akalakal, , jiwajiwa, , ketuketurunarunan, n, dan dan hartharta a manmanusiausia. . BilaBila dem
demikikianian, , berberartarti i bebelum lum samsampapai i konkondisdisi i dardaruraurat. t. KemKemududianian, , samsampapai i kakapan pan dadann keadaan bagaimana hal tersebut dapat dipertimbangkan. Seyogyanya, keadaan darurat keadaan bagaimana hal tersebut dapat dipertimbangkan. Seyogyanya, keadaan darurat
adalah sebatas keadaan mendesak, yang tidak ada pilihan lain selain itu. Bila sudah adalah sebatas keadaan mendesak, yang tidak ada pilihan lain selain itu. Bila sudah ada
ada lembaga lembaga ekonomi lekonomi lain yang ain yang steril dasteril dariri riba’’ riba’’ , seperti bank Islam, maka wajiblah, seperti bank Islam, maka wajiblah
berpaling ke lembaga tersebut. berpaling ke lembaga tersebut.
Kedua,
Kedua, adada a jujuga ga oraorang ng yayang ng berberhubhubunungan gan dendengagan n banbank k kakarenrena a alaalasansan
pr
pragmagmatiatis, s, babahwa hwa babank nk mermerupaupakan kan kekebutbutuhauhan n hidhidup up yayang ng dudunianiawi wi sifsifatatnynya,a, meru
merupakapakan n lemblembaga aga keukeuangaangan n yang yang dapadapat t dimadimanfaanfaatkantkan. . KuraKurang ng lebilebih h difadifahamihami sebagai wilayah
sebagai wilayah “Antum a’lamu bi “Antum a’lamu bi umuri dunyakum”umuri dunyakum”. Bahkan sebagian dari mereka. Bahkan sebagian dari mereka
cenderung tidak peduli apakah agama memperbolehkan atau melarangnya. cenderung tidak peduli apakah agama memperbolehkan atau melarangnya.
Dilihat dari perspektif keberagamaan, kedua sikap tersebut merupakan cermin Dilihat dari perspektif keberagamaan, kedua sikap tersebut merupakan cermin da
dari ri siksikap ap menmendudua, a, kekepripribabadiadian n yayang ng tidtidak ak jujjujur ur dan dan tidtidak ak komkomitmitmen en terterhadhadapap keyakinan ajaran agamanya. Atau, merupakan paradigma sekuler yang tidak kondusif keyakinan ajaran agamanya. Atau, merupakan paradigma sekuler yang tidak kondusif bagi pembinaan kepribadian dan integritas seorang muslim. Inilah suatu persoalan. bagi pembinaan kepribadian dan integritas seorang muslim. Inilah suatu persoalan.
Demikian halnya dengan yang
Demikian halnya dengan yang membolehkamembolehkan bank. n bank. Mereka berusaha mencariMereka berusaha mencari argumen untuk
argumen untuk membolehkannya. membolehkannya. Di antaranya sebagai Di antaranya sebagai berikut :berikut : 1.
1. ImbImbanangagan n PePerubrubahahan an KurKurss
Kurs atau nilai mata uang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kurs atau nilai mata uang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Uang sejuta rupiah pada dua atau tiga tahun yang lalu berbeda nilainya dengan Uang sejuta rupiah pada dua atau tiga tahun yang lalu berbeda nilainya dengan sekarang atau setahun kemudian. Maka, bunga bank dipandang sebagai imbangan sekarang atau setahun kemudian. Maka, bunga bank dipandang sebagai imbangan dari perubahan nilai mata uang. Akan terasa rugi atau kurang adil bila utang dua dari perubahan nilai mata uang. Akan terasa rugi atau kurang adil bila utang dua tahun yang lalu dibayar sekarang dengan jumlah yang sama ketika nilainya sudah tahun yang lalu dibayar sekarang dengan jumlah yang sama ketika nilainya sudah berubah.
berubah. 22.. UUppaah h JJaassaa
Ba
Bank nk memerurupapakakan n lelembmbagaga a ekekononomomi i yyanang g dadalalam m opopererasasioionanalilisasasisinynyaa membutuhkan tenaga manajemen yang perlu biaya. Maka, bunga bank dalam hal membutuhkan tenaga manajemen yang perlu biaya. Maka, bunga bank dalam hal ini dapat dipandang sebagai biaya operasional atau upah jasa, setidaknya untuk ini dapat dipandang sebagai biaya operasional atau upah jasa, setidaknya untuk keperluan :
keperluan : a.
a. MeMengnggagantnti i bibiayaya-a-bibiayaya a yayang ng lalangngsusung ng didigugunanakakan n babank nk babagi gi kekepeperlrluauann operasional pelayanan nasabah, seperti biaya telepon, faks dan teleks untuk operasional pelayanan nasabah, seperti biaya telepon, faks dan teleks untuk memindahkan atau memberitahukan rekening nasabah.
memindahkan atau memberitahukan rekening nasabah. b.
b. MembaMembayar gajyar gaji para karyai para karyawan yanwan yang bekerjg bekerja untuk kepa untuk keperluerluan nasaan nasabah, jugbah, jugaa untuk sarana dan prasarana yang diperlukan serta biaya administrasi pada untuk sarana dan prasarana yang diperlukan serta biaya administrasi pada umumnya.
umumnya. 3.
3. TTerergagantuntung Perng Perununtuktukanannynyaa
Pada dasarnya muamalah dalam Islam
Pada dasarnya muamalah dalam Islam merupakamerupakan wujud n wujud dari konsepdari konsep “ta’awun”“ta’awun”,, saling tolong menolong dan saling menguntungkan. Dengan asumsi ini, maka saling tolong menolong dan saling menguntungkan. Dengan asumsi ini, maka be
bermurmuamamalaalah h dedengangan n banbank k konkonvevensinsionaonal l daldalam am kerkerangangka ka ususahaha a proprodukduktif tif dibolehk
dibolehkan karena dan karena dimungkinkaimungkinkan dapat memban dapat membantu pengembntu pengembangan usaangan usaha, ha, dandan terbuka peluang untuk melunasi utangnya. Sedangkan transaksi yang konsumtif terbuka peluang untuk melunasi utangnya. Sedangkan transaksi yang konsumtif di
dilarlaranang g karkarena ena dimdimungungkikinkankan n akakan an menmenjadjadi i bebbeban an utautang ng yayang ng tidtidak ak dadapatpat dilunasi.
dilunasi. 4.
4. PePertirtimbambangngan an menmenghghindindariari madlarat madlarat Bank dapat digunakan sebagai
Bank dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan uang, sekaligus menghindaritempat penyimpanan uang, sekaligus menghindari di
diri ri dadari ri ancancamaaman n kekeamaamananan n dan dan penpencucuriarian. n. BerBerdadasarsarkan kan perpertimtimbabangangan n ituitu muamalah dengan bank bukan saja dibolehkan tetapi mengambil bunganyapun muamalah dengan bank bukan saja dibolehkan tetapi mengambil bunganyapun
bi
bisa sa dihdihukukumi umi wawajibjib, , seksekirairanynya a dedengangan n tidtidak ak didiambambil il akakan an menmenggaggangnggugu kemaslahatan umat. Seperti kasus bunga bank di beberapa bank Amerika dan kemaslahatan umat. Seperti kasus bunga bank di beberapa bank Amerika dan Eropa milik kaum Zionis, yang tidak diambil oleh pemiliknya (para hartawan Eropa milik kaum Zionis, yang tidak diambil oleh pemiliknya (para hartawan Saudi) karena alasan riba’ yang kemudian oleh para bankir Amerika dan Eropa Saudi) karena alasan riba’ yang kemudian oleh para bankir Amerika dan Eropa digunakan untuk membiayai zionisme internasional, termasuk untuk mendanai digunakan untuk membiayai zionisme internasional, termasuk untuk mendanai Israel dalam memerangi dan merebut wilayah Palestina.
Israel dalam memerangi dan merebut wilayah Palestina. Be
Bebeberarapa pa alalasasan an di di atatasas, , dadan n mumungngkikin n adada a alalasasan an lalain in yyanang g dadapapatt dik
dikemuemukakkakanan, , mermerupaupakakan n upaupaya ya rarasiosionalnalisaisasi si untuntuk uk menmencarcari i leglegitiitimasmasi i bagbagii keabsahan bank, atau lebih khusus lagi bunga bank, untuk menghindari diri dari keabsahan bank, atau lebih khusus lagi bunga bank, untuk menghindari diri dari perasaan dosa.
perasaan dosa.
Namun, kendatipun masih tetap mengambilnya, sebagian besar umat Islam Namun, kendatipun masih tetap mengambilnya, sebagian besar umat Islam cenderung berpandangan bunga bank itu
cenderung berpandangan bunga bank itu riba’ riba’ , yang sejatinya harus ditinggalkan., yang sejatinya harus ditinggalkan.
Survei Info Bank pada April 1990 melaporkan bahwa sikap masyarakat terhadap Survei Info Bank pada April 1990 melaporkan bahwa sikap masyarakat terhadap bunga bank adalah sebagai berikut : sebanyak 31.7 % tidak setuju, 25.9 % kurang bunga bank adalah sebagai berikut : sebanyak 31.7 % tidak setuju, 25.9 % kurang
setuju, 8.1 % sangat tidak setuju, dan 34.3 % setuju. setuju, 8.1 % sangat tidak setuju, dan 34.3 % setuju.**
Data itu menunjukkan bahwa hampir dua pertiga responden menyatakan Data itu menunjukkan bahwa hampir dua pertiga responden menyatakan tid
tidak ak sesetujtuju u bunbunga ga banbank. k. NamNamunun, , sepseperterti i dikdikememukaukakakan n di di ataatas, s, sesebagbagian ian bebesar sar ma
masysyararakakat at tetetatap p memelalakukukakan n mumuamamalalah ah dedengngan an babank nk kokonvnvenensisiononal al dadann memanfaatkan jasa/bunganya dengan alasan kebutuhan (hajat) atau darurat. Tetapi, memanfaatkan jasa/bunganya dengan alasan kebutuhan (hajat) atau darurat. Tetapi, bila betul-betul alasannya demikian, seyogyanya mereka harus mengakhiri muamalah bila betul-betul alasannya demikian, seyogyanya mereka harus mengakhiri muamalah
**6 Zainul Bahar Noor, 6 Zainul Bahar Noor, Persiapan dan Operasi Bank Muamalah IndonesiPersiapan dan Operasi Bank Muamalah Indonesia (BMI), Makalah Seminar a (BMI), Makalah Seminar
Dies Natalies ke-21 STIE Malangkucecarawa Malang, 21 Januari 1992. Dies Natalies ke-21 STIE Malangkucecarawa Malang, 21 Januari 1992.
dengan bank itu dan beralih ke bank lain, ketika ada bank lain yang tidak memakai dengan bank itu dan beralih ke bank lain, ketika ada bank lain yang tidak memakai sistem bunga. Itulah bank Islam, yang dikenal juga dengan
sistem bunga. Itulah bank Islam, yang dikenal juga dengan Bank Syari’ah.. Bank Syari’ah III
III
Bank Islam : Krisis Bonaviditas dan Kepercayaan Bank Islam : Krisis Bonaviditas dan Kepercayaan Bank
Bank IslaIslam m sehaseharusnyrusnya a menjmenjadi adi altealternatrnatif if dari dari probproblem lem konkontrovtroversi ersi dandan keterpuru
keterpurukan bankan bank konvenk konvensional ysional yang masih bang masih berlangsuerlangsung hingga ng hingga saat ini. saat ini. Bank iniBank ini bukan mendasarkan usahanya pada sistem bunga, melainkan pada bagi hasil antara bukan mendasarkan usahanya pada sistem bunga, melainkan pada bagi hasil antara bank dengan nasabah. Akan tetapi, tidak demikian kenyataannya. Setidaknya sampai bank dengan nasabah. Akan tetapi, tidak demikian kenyataannya. Setidaknya sampai saat ini, setelah lebih dari tujuh tahun, terhitung mulai 1 Mei 1992 ketika Bank saat ini, setelah lebih dari tujuh tahun, terhitung mulai 1 Mei 1992 ketika Bank Muamalat mulai beroperasi di Indonesia, bank ini masih belum dapat menggeser Muamalat mulai beroperasi di Indonesia, bank ini masih belum dapat menggeser posisi bank konvensional, tidak terkecuali di kalangan orang yang mengaku beragama posisi bank konvensional, tidak terkecuali di kalangan orang yang mengaku beragama
Islam. Islam.
Fenomena ini menarik untuk dikaji, mengapa demikian adanya. Dengan Fenomena ini menarik untuk dikaji, mengapa demikian adanya. Dengan mengabaikan faktor usianya yang relatif masih sangat baru, bahkan dapat dikatakan mengabaikan faktor usianya yang relatif masih sangat baru, bahkan dapat dikatakan “asing”, bila dibandingkan dengan bank konvensional yang sudah berumur panjang “asing”, bila dibandingkan dengan bank konvensional yang sudah berumur panjang dan sudah sangat akrab dengan mereka, sebab utamanya adalah karena problem dan sudah sangat akrab dengan mereka, sebab utamanya adalah karena problem internal berupa krisis bonaviditas dan kepercayaan.
internal berupa krisis bonaviditas dan kepercayaan. Krisis ini
Krisis ini berpangberpangkal dari kebelum mampuan kal dari kebelum mampuan bank Islam dalam membangunbank Islam dalam membangun citra dirinya sebagai bank yang bonavide dan profesional dalam berbagai seginya, citra dirinya sebagai bank yang bonavide dan profesional dalam berbagai seginya, seperti dalam aspek permodalan dan terutama aspek manajemen dan sumber daya seperti dalam aspek permodalan dan terutama aspek manajemen dan sumber daya manusianya. Faktor bonaviditas dan profesionalitas yang belum terbangun dengan manusianya. Faktor bonaviditas dan profesionalitas yang belum terbangun dengan
bai
baik k itu itu berdberdampaampak k langlangsung sung padpada a rendrendahnyahnya a kepkepercaercayaayaan n masymasyarakarakat at terhterhadapadap lembaga keuangan Islami ini.
lembaga keuangan Islami ini.
Faktor lanjutan yang juga
Faktor lanjutan yang juga berpengaberpengaruh pada lambannya perkembangan bank ruh pada lambannya perkembangan bank
Islam di Indonesia adalah rendahnya minat masyarakat untuk melakukan muamalah Islam di Indonesia adalah rendahnya minat masyarakat untuk melakukan muamalah deng
dengan an bank bank terstersebut ebut baik baik daladalam m melamelakukkukan an inveinvestasstasi i maupmaupun un trantransakssaksi i usahusahaa lai
lainnynnya, a, karkarena ena sesecarcara a ekekonoonomis mis dadan n perpertimtimbabangangan n bisbisnis nis dipdipandandanang g kukuranrangg menjanjikan. Dari satu segi, tidak adanya sistem bunga dan anggunan merupakan menjanjikan. Dari satu segi, tidak adanya sistem bunga dan anggunan merupakan kele
kelebihabihan n dari dari banbank k IslIslam, am, akan akan tetatetapi pi karekarena na peraperangkangkat t manamanajemejemennynnya a belubelumm kondusif, dan terang tersosialisasikan dengan baik, maka kelebihan-kelebihan bank kondusif, dan terang tersosialisasikan dengan baik, maka kelebihan-kelebihan bank Islam tersebut sekaligus sebagai kelemahannya.
Islam tersebut sekaligus sebagai kelemahannya. Tidak adanya jaminan (
Tidak adanya jaminan (borg borg ) dalam bentuk barang atau surat berharga tidak ) dalam bentuk barang atau surat berharga tidak
menjadi jaminan ter
menjadi jaminan terpeliharanpeliharanya ya kejujurakejujuran, bahkan menjadi pelun, bahkan menjadi peluang untuk lari dariang untuk lari dari
tanggungjawab. Sehingga aspek ini memberi andil turunnya kepercayaan dan rasa tanggungjawab. Sehingga aspek ini memberi andil turunnya kepercayaan dan rasa aman para nasabah
aman para nasabah dan investor untuk dan investor untuk menabung dan melakukan investasi pada menabung dan melakukan investasi pada bank bank
ini. ini.
Demikian halnya dengan sistem bagi hasil yang dihapkan berfungsi sebagai Demikian halnya dengan sistem bagi hasil yang dihapkan berfungsi sebagai alternatif sistem bunga. Ketika kejujuran belum menjadi komitmen hidup semua alternatif sistem bunga. Ketika kejujuran belum menjadi komitmen hidup semua ora
orangng, , rodroda a peperekrekonoonomiamian n bebelum lum beberjarjalan lan baibaik, k, dadan n ikliklim im dudunia nia usausaha ha bebelumlum mendukun
mendukung, maka g, maka sistem bagi hasil belum sistem bagi hasil belum dapat menjanjikadapat menjanjikan keuntungan. Meskipunn keuntungan. Meskipun
sistem bagi hasil memberi kemungkinan keuntungan yang kebih besar dari pada sistem bagi hasil memberi kemungkinan keuntungan yang kebih besar dari pada sistem bunga yang ditawarkan oleh bank konvensional, tetapi sangat spekulatif dan sistem bunga yang ditawarkan oleh bank konvensional, tetapi sangat spekulatif dan riskan. Sehingga masyarakat dan para pelaku ekonomi tetap cenderung memilih riskan. Sehingga masyarakat dan para pelaku ekonomi tetap cenderung memilih
sis
sistem tem bunbunga ga papada da banbank k kokonvnvensensionional al karkarenena a betbetapapapapun un kekecilcilnynya a tettetapi api dadapatpat
memberi kepastian dan kenyamanan usaha. memberi kepastian dan kenyamanan usaha.
Pertimbangan teknis dan pragmatis ekonomis ini nampaknya cukup dominan Pertimbangan teknis dan pragmatis ekonomis ini nampaknya cukup dominan dalam memberi pengaruh terhadap rendahnya minat masyarakat untuk melakukan dalam memberi pengaruh terhadap rendahnya minat masyarakat untuk melakukan muamalah dengan bank Islam, sekaligus menjadi penyebab lambatnya perkembangan muamalah dengan bank Islam, sekaligus menjadi penyebab lambatnya perkembangan bank tersebut. Berarti, bank Islam sendiri belum dapat menjadi pilihan ideal dalam bank tersebut. Berarti, bank Islam sendiri belum dapat menjadi pilihan ideal dalam menggantikan bank konvensional yang kontroversial itu. Maka, upaya yang harus menggantikan bank konvensional yang kontroversial itu. Maka, upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana membangun citra dan kinerja bank Islam, sehingga dilakukan adalah bagaimana membangun citra dan kinerja bank Islam, sehingga tumbuh kepercayaan dan minat masyarakat untuk melakukan investasi dan berbagai tumbuh kepercayaan dan minat masyarakat untuk melakukan investasi dan berbagai transaksi bisnis lainnya.
transaksi bisnis lainnya.
IV IV
Peran Strategis Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Pemberdayaan Bank Peran Strategis Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Pemberdayaan Bank
Posisi dilematis yang dihadapi umat
Posisi dilematis yang dihadapi umat Islam, antara memilih Islam, antara memilih bank konvensionabank konvensionall
yang berbeban perasaan dosa karena tidak steril dari unsur
yang berbeban perasaan dosa karena tidak steril dari unsur riba’ riba’ , dengan bank Islam, dengan bank Islam
yang diangga kurang kredibel dan legitimit, perlu segera mendapat pemecahan. yang diangga kurang kredibel dan legitimit, perlu segera mendapat pemecahan.
Salah satu alternatif yang dapat diajukan adalah dengan melakukan program Salah satu alternatif yang dapat diajukan adalah dengan melakukan program silang. Misalnya, pada bank konvensional dibuka paket yang menggunakan sistem silang. Misalnya, pada bank konvensional dibuka paket yang menggunakan sistem bagi hasil (
bagi hasil (murabahah/ murabahah/ mudlaramudlarabahbah), atau bank tersebut membuka cabang yang), atau bank tersebut membuka cabang yang
khusus menggunakan sistem
khusus menggunakan sistem Syari’ahSyari’ah. Dari segi undang-undang perbankan (lihat. Dari segi undang-undang perbankan (lihat
Undang-Undang Nomor 10 Tahun l998) sudah tidak ada masalah. Tinggal kemauan Undang-Undang Nomor 10 Tahun l998) sudah tidak ada masalah. Tinggal kemauan para pengusaha bank untuk melakukannya, yang tentu saja kemauan ini sangat para pengusaha bank untuk melakukannya, yang tentu saja kemauan ini sangat
dipe
pasar. Dengan demikian persoalannya kembali kepada umat Islam sendiri, sebagai pasar. Dengan demikian persoalannya kembali kepada umat Islam sendiri, sebagai pa
pasar sar maymayorioritastas, , untuntuk uk mammampu pu melmelakuakukankan barbargainingaining g positipositionon dendengagan n banbank k
konvensional agar mau membuka paket usaha bagi hasil itu. konvensional agar mau membuka paket usaha bagi hasil itu.
Seme
Sementarntara a itu, itu, bank bank IslaIslam m sendsendiri iri beruberupaya paya membmemberdayerdayakan akan diri diri melamelaluilui pe
pembembenanahan han manmanajajemeemennynnya, a, bibila la peperlu rlu dedengangan n carcara a memerekrekrut rut tentenagaaga-te-tenagnagaa profesional dalam bidang perbankan. Dengan kekuatan manajemen dan sosialisasi profesional dalam bidang perbankan. Dengan kekuatan manajemen dan sosialisasi
yan
yang g optioptimel mel tenttentang ang kebkeberaderadaan aan banbank k IslaIslam m dengdengan an segsegala ala proprogramgramnyanya, , dapadapatt diharapkan tumbuh kepercayaan orang untuk melakukan muamalah dengan bank ini. diharapkan tumbuh kepercayaan orang untuk melakukan muamalah dengan bank ini.
Kedua alternatif di atas mensyaratkan adanya Sumber Daya Manusia (SDM), Kedua alternatif di atas mensyaratkan adanya Sumber Daya Manusia (SDM), ya
yang ng seselailain n menmenguaguasai sai sissistem tem ekekonoonomi mi IslIslami ami jugjuga a memmemiliiliki ki keketerterampampilailan n dandan wawasan dalam bidang administrasi dan usaha perbankan. Maka, peran strategis yang wawasan dalam bidang administrasi dan usaha perbankan. Maka, peran strategis yang dapat dimainkan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), termasuk Program dapat dimainkan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), termasuk Program Studi Muamalah dan
Studi Muamalah dan PerbankPerbankan Islam an Islam Sekolah TingSekolah Tinggi Agama Islam gi Agama Islam Negeri (STNegeri (STAIN)AIN)
Cirebon, adalah dalam penyediaan SDM yang memenuhi kualifikasi tersebut di atas. Cirebon, adalah dalam penyediaan SDM yang memenuhi kualifikasi tersebut di atas.
Dengan demikian, akan terbuka lapangan kerja baru bagi para lulusan PTAI, Dengan demikian, akan terbuka lapangan kerja baru bagi para lulusan PTAI, dengan terbukanya akses ke dalam dunia perbankan, baik pada bank konvensional dengan terbukanya akses ke dalam dunia perbankan, baik pada bank konvensional yang membuka sistem
yang membuka sistem murabahmurabahah/ ah/ mudlaramudlarabahbah maupun pada bank Islam sendiri.maupun pada bank Islam sendiri.
Sehingga, mereka tidak lagi selalu berebut di lahan sempit (Departemen Agama), Sehingga, mereka tidak lagi selalu berebut di lahan sempit (Departemen Agama), seperti selama ini. Selain itu, berarti PTAI juga telah andil memberikan konstribusi seperti selama ini. Selain itu, berarti PTAI juga telah andil memberikan konstribusi dalam menawarkan alternatif bagi pemecahan sebagian persoalan perbankan. Semoga dalam menawarkan alternatif bagi pemecahan sebagian persoalan perbankan. Semoga demikian adanya. Amin.
Buku Bacaan Buku Bacaan
Abdul Hadi, Abu Sura’I,
Abdul Hadi, Abu Sura’I, Bunga Bank dalam Persoalan dan Bahayanya terhadap Bunga Bank dalam Persoalan dan Bahayanya terhadap
Masyarakat,
Masyarakat,Yogyakarta: Pustaka SLI, l99l.Yogyakarta: Pustaka SLI, l99l.
Al-jurjani,
Al-jurjani, al-Ta’rifat al-Ta’rifat , Kairo : Mustafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1938., Kairo : Mustafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1938.
Fachruddin, Fuad Mohd.,
Fachruddin, Fuad Mohd., Riba’ dalam Bank, Koperasi, Perseroan, dan Asuransi Riba’ dalam Bank, Koperasi, Perseroan, dan Asuransi,,
Bandung: Al-Ma’arif, l985. Bandung: Al-Ma’arif, l985. Isa Abduh,
Isa Abduh, WWadl’u adl’u al-Rial-Riba’ fi ba’ fi al-Bial-Bina’I na’I al-Iqtal-Iqtishadiishadi,, Kuwait: Dar al-Buhuts al-Kuwait: Dar Buhuts
al-Ilmiyah, 1973. Ilmiyah, 1973. Masjfuk Zuhdi
Masjfuk Zuhdi , Masail Fiqhiyah , Masail Fiqhiyah, Jakarta : Gunung Agung, 1996., Jakarta : Gunung Agung, 1996.
Syabirin Harahap,
Syabirin Harahap, Bunga Uang dan Riba dalam Hukum Islam, Bunga Uang dan Riba dalam Hukum Islam, Jakarta: Pustaka Al-Jakarta: Pustaka
Al-Husna, l984. Husna, l984. Zainul Bahar Noor,
Zainul Bahar Noor, Pe Persiarsiapan pan dan dan OpeOperasi rasi BanBank k MuaMuamalmalah ah IndoIndonesinesia a (BM(BMI)I),,
Makalah Seminar Dies Natalies ke-21 STIE Malangkucecarawa Malang, 21 Makalah Seminar Dies Natalies ke-21 STIE Malangkucecarawa Malang, 21 Januari 1992.
Januari 1992.