45
BAB III ANALISA
3.1 ANALISA TAPAK
3.1.1 Pertimbangan Pemilihan Lokasi
Daerah Dago telah dikenal begitu luas sebagai salah satu daerah tujuan wisata belanja di Bandung selain Cihampelas. Daerah Dago terkenal akan Factory Outlet dan Kafe–kafe bertemakan gaya hidup yang tersebar di sepanjang koridor jalan Ir. Juanda. Selain itu daerah Dago juga terkenal karena menjadi daerah perkumpulan remaja yang cukup besar. Hal ini semakin jelas ketika malam minggu tiba, daerah Dago ini dipenuhi oleh para remaja yang datang beramai–ramai. Bukan hanya itu, di sekitar Dago terdapat beberapa universitas besar seperti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padjajaran yang menarik remaja–remaja dari luar Bandung untuk merantau ke Bandung dan kemudian tinggal di pondokan yang ada di sekitar daerah Dago ini.
Hal–hal yang telah disebutkan di atas menjadikan Dago sebagai daerah yang bisa disebut ideal untuk sebuah gelanggang remaja. Saat ini telah terdapat sebuah gelanggang remaja di daerah Dago ini, yaitu Gelanggang Pemuda Bandung yang terletak di jalan Merdeka. Namun karena keterbatasan lahan, fasilitas ini kurang memadai untuk menampung kegiatan yang sedemikian banyak dan bervariasi seperti yang harus diwadahi sebuah gelanggang remaja. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah memindahkan salah satu kegiatan yang ada ke sebuah fasilitas gelanggang remaja baru yang dalam hal ini adalah kegiatan bermusik, sehingga beban kegaiatan yang ditanggung oleh Gelanggang Pemuda Bandung berkurang dan ruangan yang ada dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lain.
Lokasi yang dipilih untuk perancangan Gelanggang Musik Remaja ini tepatnya berada di Jalan Ir. H Juanda, sekitar 450 meter ke arah Dago atas dari persimpangan Jl. Ir. H Juanda
46
dan Jl.Siliwangi–Jl.Dipati Ukur. Lokasi ini dianggap cocok karena memiliki lahan kosong yang cukup luas. Adanya perluasan ke belakang di masa mendatang pun masih dimungkinkan. Selain itu lokasi ini dipilih karena masih berada di koridor jalan Ir. H. Juanda yang ramai dengan kegiatan dan lalu lintas wisatawan dari luar daerah yang sebagian besar adalah keluarga dan anak muda.
Gambar 15 Peta tata guna lahan
Sumber : Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2013
3.1.2 Lokasi Perancangan
Lokasi Perancangan yang dipilih adalah sebuah lahan kosong yang berada di Jalan Ir. Juanda, sekitar 500 meter ke arah Dago atas dari Simpang Dago, Bandung, Jawa Barat.
47
Gambar 16 Lokasi Lahan Perancangan
3.1.3 Analisa Fungsi di Sekitar Lahan
Gambar 17 Fungsi di Sekitar Lahan
48
Daerah tepi jalan Ir. H. Juanda bagian atas didominasi oleh fungsi komersial dan perkantoran, begitu pula daerah di sekitar lahan. Fungsi–fungsi perkantoran yang ada antara lain adalah kantor Telkomsel dan Balai Pelatihan Operasi dan Pemasaran PJKA. Sementara fungsi pendidikan di sekitar lahan adalah Gedung Program D4 Kebidanan Universitas Padjajaran. Di sekitar lahan banyak terdapat kompleks ruko dan fungsi komersial kecil seperti studio foto, kafe, toko–toko serba ada, serta distro. Sementara fungsi hunian berada di belakang koridor dihubungkan dengan akses–akses berupa gang kecil.
Banyaknya fungsi perkantoran dan komersial menyebabkan daerah ini cenderung menjadi daerah yang ramai oleh berbagai aktivitas perdagangan dan komersial.
49
3.1.4 Kondisi Tapak
Lahan perancangan saat ini berupa tanah kosong yang terbengkalai, di beberapa bagiannya terolah sebagai kebun. Lahan ini biasanya digunakan sebagai tempat parkir beberapa mobil, serta dimanfaatkan oleh para pedagang yang pada sore hingga malam hari seringkali berjualan di tepi jalan depan lahan perancangan sebagai tempat meletakkan gerobaknya.
Banyak terdapat vegetasi di dalam lahan perancangan. Hampir keseluruhan lahan ditutupi oleh rumput. Hal ini menandakan bahwa tanah di daerah ini termasuk subur.
Gambar 19 Kondisi eksisting tapak
Gambar 20 Kondisi eksisting tapak
3.1.5 Studi Lalu Lintas, Zoning, Kebisingan, dan Akses Masuk
Dari segi lalu lintas, satu hal yang yang paling terlihat adalah bahwa lahan perancangan ini terletak di tepi jalan Ir. H. Juanda yang begitu ramai dan padat. Terlebih lagi
50
dengan keberadaan sebuah u-turn di depan lahan perancangan sehingga seringkali terjadi kemacetan di badan jalan depan lahan perancangan. Hal ini bisa menjadi sebuah permasalahan bagi perancangan frontage bagi gelanggang remaja sendiri. Potensi kemacetan lain terjadi di u-turn yang terletak lebih ke utara, serta di mulut gang Bangbayang karena seringnya terdapat angkot yang menunggu penumpang di mulut gang.
Gambar 21 Studi Lalu Lintas, Zoning, Kebisingan, dan Akses Masuk
Di sisi lain, keberadaan jalan Ir. H. Juanda memudahkan aksesibilitas bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan. Sisi lahan yang bersentuhan langsung dengan jalan besar ini menjadi sisi yang potensial untuk akses keluar dan masuk bagi kendaraan. Arus pejalan kaki yang cukup tinggi dan adanya jalur pejalan kaki di tepi jalan Ir. H. Juanda juga dapat menjadi alur yang baik sebagai akses masuk bagi pengunjung yang berjalan kaki ataupun menggunakan angkutan umum. Selain di tepi jalan Ir. H. Juanda sendiri, gang Bangbayang juga merupakan jalur pejalan kaki yang cukup ramai, terlebih behwa sebagian besar pejalan kaki yang melalui gang ini adalah mahasiswa serta pelajar SMU dan SMP, terutama pada jam-jam berangkat dan
51
pulang sekolah. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan fasilitas yang akan dirancang ini. Dengan membuat sebuah jalan pintas yang nyaman, orang-orang yang menyeberang melalui gelanggang remaja ini akan membuat fasilitas ini lebih hidup serta dapat menjadi pasar yang baik bagi fasilitas ini sendiri. Selain gang Bangbayang, terdapat beberapa jalur-jalur pejalan kaki dan sepeda motor yang tidak begitu ramai, seperti jalan Bangbayang Timur dan Bangbayang Selatan.
Pembagian zoning publik hingga privat disusun berdasarkan orientasi jalan Ir. H. Juanda. Jalan besar ini dianggap orientasi publik datang sehingga daerah yang terdekat dengan jalan ini akan menjadi area publik, sementara sebaliknya daerah yang terjauh menjadi area privat. Namun adanya perencanaan jalan pintas yang memotong-motong lahan perancangan, terdapat pula penyusunan area semi-publik dan privat ke arah atas.
3.1.6 Studi Vegetasi, Drainase, Kontur, dan Arah Orientasi Matahari
Vegetasi berupa pohon cemara berderet di sepanjang tepi jalan Ir. H. Juanda, termasuk di depan lahan perancangan. Di dalam lahan perancangan sendiri hampir di seluruh bagiannya ditumbuhi oleh rumput serta sesemakan. Di bagian utara lahan terdapat lahan yang dimanfaatkan sebagai kebun oleh orang yang menjaga lahan ini. Di sebelah timur lahan tumbuh banyak pohon pisang serta di bagian tengah terdapat beberapa pohon besar.
52
Lahan perancangan ini memiliki perbedaan ketinggian sebanyak 3 meter pada sepanjang lahan yang berjarak sekitar 28 meter. Kemiringannya sekitar 10% ke arah selatan. Hal ini menyebabkan aliran air permukaan yang cukup deras. Masalah ini cukup penting karena tak adanya saluran air yang memadai di sepanjang jalan di sisi timur lahan perancangan, sehingga air permukaan akan mengalir pada lahan perancangan.
Gambar 23 Potongan lahan perancangan; sejajar jalan (atas) dan tegak lurus dengan jalan (bawah)
Arah orientasi matahari cenderung menghalangi perancangan bangunan yang menghadap ke jalan Ir. H. Juanda. Keberadaan jalan pintas yang memotong diagonal terhadap lahan perancangan mungkin bisa menjadi orientasi yang baik bagi peletakan massa.
3.1.7 Potensi dan Kendala Tapak Potensi tapak di Jalan Ir. Juanda adalah :
• Berada di koridor jalan Dago yang merupakan koridor yang sangat ramai di Bandung. terlebih lagi koridor ini sering menjadi tempat untuk kegiatan– kegiatan rekreatif dan kreatif,
• Lahan yang cukup luas, berupa tanah tak terawat serta sepetak kebun, sehingga memungkinkan perluasan di masa yang akan datang,
53
• Kontur lahan tidak memiliki kemiringan yang menyulitkan prose perancangan dan tanah di dalam lahan perancangan tergolong subur, sehingga memungkinkan penciptaan ruang–ruang terbuka dengan vegetasi peneduh,
• Banyak terdapat fungsi hunian kos yang mayoritas ditinggali oleh mahasiswa, yaitu kaum remaja yang potensial menjadi pengguna fasilitas ini,
• Aksesibilitas menuju lahan tergolong baik karena mudah dicapai baik menggunakan mobil pribadi maupun angkutan umum,
• Perkembangan musik di daerah sekitar lahan, yaitu daerah Bandung Utara cenderung lebih maju dibandingkan dengan daerah–daerah lain di Bandung. Kendala tapak yang ada antara lain adalah :
• Lahan yang berada di tepi jalan besar sehingga kemungkinan akan muncul masalah kebisingan,
• Lahan hanya berbatasan dengan satu jalan besar sehingga kurang ideal untuk merancang beberapa akses masuk,
• Tak adanya sarana utilitas seperti saluran air yang memadai untuk menyelesaikan permasalahan drainase lahan perancangan.
3.2 ANALISA PENGGUNA RUANG
Sebelum menyimpulkan siapa saja orang yang akan beraktivitas di fasilitas ini, terlebih dulu dikaji program kegiatan yang nantinya diwadahi dalam hasil rancangan. Program kegiatan yang akan ditawarkan oleh Gelanggang Musik Remaja ini adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan Pendidikan musik
Kegiatan ini adalah usaha untuk mengembangkan kemampuan remaja baik dalam teori musik, penguasaan instrumen musik, maupun kemampuan pengoperasian sofware dan hardware musik terutama untuk proses rekaman. Semua ini dilakukan untuk mempermudah apresiasi remaja terhadap musik itu sendiri.
54
Kegiatan pertunjukan ini akan sering diadakan untuk mendukung proses pembelajaran musik itu sendiri karena pada dasarnya musik adalah seni pertunjukan dan banyak hal yang tidak bisa dipelajari hanya dengan latihan di studio musik. Para siswa seharusnya sering digembleng melalui kegiatan pertunjukan untuk melatih mental dan jiwa performanship mereka.
Kegiatan ini dilakukan utamanya oleh para siswa dari fasilitas pendidikan musik selain sebagai pembelajaran juga sebagai tolak ukur keterampilan dan kemampuan bermusik mereka. Musisi-musisi undangan juga sesekali didatangkan untuk menginspirasi dan membagikan pengalaman bagi siapapun pengguna fasilitas ini. Kegiatan ini juga bisa menjadi ajang pencarian bibit-bibit muda untuk masuk ke dalam industri musik nasional dan tentu saja seperti pertunjukan kesenian lainnya, kegiatan ini bisa menjadi salah satu alternatif hiburan bagi masyarakat karena terbuka untuk umum.
3. Kegiatan produksi musik
Agar sebuah musik dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas lagi, baik secara lapisan sosial maupun jarak, maka musik tersebut direkam dalam sebuah media agar lebih mudah didistribusikan. Hal inilah yang disebut produksi musik. Produksi musik ini juga diselenggarakan bagi band–band baru yang ingin membuat rekaman demo untuk diajukan kepada label–label rekaman besar. Kegiatan produksi musik ini dilakukan oleh anggota gelanggang musik yang mengkhususkan diri pada operator studio.
4. Kegiatan komersial
Kegiatan ini lebih merupakan fasilitas pelengkap bagi fasilitas ini. Fungsi–fungsi komersial yang ada antara lain toko dan servis alat musik, toko rekaman kuno dan langka, kantin, wartel, warnet, dan beberapa kegiatan lainnya. Fungsi komersial ini diwadahi dalam bentuk retail centre. Fungsi ini memiliki akses kepada masyarakat luar sehingga membuka interaksi remaja di dalam fasilitas dengan kalangan luar.
Berdasarkan program kegiatannya, orang–orang yang akan menggunakan ruang– ruang di dalam fasilitas ini antara lain :
55
Pengunjung fasilitas ini dibagi menjadi dua, yaitu pengunjung yang merupakan anggota fasilitas ini serta pengunjung non–anggota. Kegiatan kedua jenis pengunjung ini tidak banyak berbeda, mengingat semua fasilitas di dalam gelanggang musik ini pada dasarnya terbuka untuk umum. Namun fungsi seperti pendidikan musik dan perpustakaan tetap membutuhkan keanggotaan untuk masalah keamanan aset. Kegiatan anggota di dalam fasilitas ini bervariasi sesuai kegiatan apa yang mereka ikuti. Secara garis besar, kegiatan yang pengunjung secara umum dapat lakukan adalah sebagai berikut :
• Berbagi ilmu dan teknik dalam memainkan alat musik,
• Berdiskusi mengenai musik,
• Membeli alat musik atau memesan alat musik yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan,
• Latihan bersama band,
• Melakukan rekaman lagu,
• Menonton pertunjukan musik, baik pertunjukan indoor di Auditorium maupun outdoor di amphiteater,
• Browsing dan chatting di warnet,
• Makan dan minum di cafetaria,
• Mengikuti kegiatan–kegiatan penyuluhan atau seminar.
Sementara kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh pengunjung anggota adalah:
• Mengikuti kegiatan pendidikan musik,
• Mencari informasi baik dari media cetak maupun rekaman di perpustakaan. 2. Pengelola
Aktifitas pengelola terbagi atas dua jenis sifat kegiatan, antara lain: Kegiatan yang sifatnya reguler berupa:
• Menentukan program atau rencana-rencana ke depan mengenai kegiatan-kegiatan di Gelanggang musik remaja ini,
• Menghidupkan kerjasama antara gelanggang remaja dengan perkumpulan–perkumpulan musik yang ada,
56
• Menciptakan kerjasama dengan sekolah-sekolah.
• Mempersiapkan kegiatan pertunjukan sebagai evaluasi dari kemajuan dunia permusikan yang ada di dalam fasilitas ini,
• Menciptakan suasana yang positif bagi remaja yang menggunkan fasilitas ini, • Menjaga keberlangsungan dari gelanggang musik remaja ini,
• Melakukan dokumentasi mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di gelanggang musik remaja ini,
Kegiatan yang sifatnya khusus berupa:
• Mengadakan pertunjukan–pertunjukan musik, klinik alat musik dan apresiasi musik, yang mendukung kemajuan pengguna fasilitas ini,
• Mengadakan sebuah event–event musik yang melibatkan pemusik dari kalangan luar fasilitas
57
3.3 ANALISA ALUR AKTIVITAS
Analisis ini dilakukan berdasarkan kegiatan pengguna pada fungsi–fungsi yang ada dalam fasilitas ini.
3.3.1 Fasilitas Pendidikan
No. Pengguna Alur Aktivitas Keb. Ruang
Siswa LOBBY R. KELAS UMUM RUANG SEMINAR R. LATIHAN MUSIK RUANG RESITAL PERPUSTAKAAN TOILET MUSHOLLA 2 Pengajar LOBBY R. KELAS UMUM R. SEMINAR R. LATIHAN MUSIK RUANG RESITAL PERPUSTAKAAN PANTRY TOILET MUSHOLLA
Tabel 1 Alur Pengguna pada fasilitas pendidikan DATANG MASUK PARKIR ISTIRAHAT / MAKAN SIANG PERPUSTAKAAN KE TOILET / SHOLAT PULANG MENGAJAR ABSENSI DATANG MASUK PARKIR BELAJAR TEORI BELAJAR ALAT MUSIK MENGURUS ADMINIS TRASI PERPUS TAKAAN KE TOILET / SHOLAT IKUT SEMINAR PULANG ABSENSI
58
3.3.2 Fasilitas Studio Latihan / Rekaman
No. Pengguna Alur Aktivitas Keb. Ruang
1 Band LOBBY RUANG INFORMASI RUANG TUNGGU R. LATIHAN MUSIK R. REKAMAN TOILET MUSHOLLA 2 Staff / Operator LOBBY RUANG INFORMASI RUANG TUNGGU R. LATIHAN MUSIK R. REKAMAN RUANG KONTROL STUDIO MIXING STUDIOMASTERING TOILET MUSHOLLA
Tabel 2 Alur pengguna pada fasilitas studio latihan / rekaman
DATANG MASUK PARKIR ISTIRAHAT / MAKAN SIANG KE TOILET / SHOLAT PULANG OPERATOR STUDIO ABSENSI OPERATOR REKAMAN
MIXING MASTERING OVERDUB
DATANG MASUK PARKIR AMBIL HASIL REKAMA LATIHAN BAND REKAMAN / TRACKING PULANG DAFTAR / BOOKING MENUNGGU TOILET / SHOLAT
59
3.3.3 Auditorium
No. Pengguna Alur Aktivitas Keb. Ruang
1 Pengunjung LOBBY FRONT DESK LOKET LOUNGE RECITAL HALL SNACK BAR TOILET MUSHOLLA 2 Staff / Operator LOBBY FRONT DESK LOUNGE KANTOR R. KARYAWAN PANTRY TOILET MUSHOLLA GUDANG
Tabel 3 Alur pengguna pada auditorium DATANG MASUK PARKIR ISTIRAHAT / MAKAN SIANG KE TOILET / SHOLAT PULANG BEKERJA ABSENSI DATANG PESAN TIKET PARKIR MENONTON ISTIRAHAT MAKAN PULANG MENUNGGU TOILET / SHOLAT
60
3.3.4 Fasilitas Komersial
No. Pengguna Alur Aktivitas Keb. Ruang
1 Pengunjung Kafe HALL / LOBBY FRONT DESK R. MAKAN & MINUM DAPUR R. SAJI R. CUCI PIRING WASHTAFEL GUDANG MAKANAN GUDANG PERALATAN TOILET JANITOR 2 Karyawan Kafe HALL / LOBBY FRONT DESK R. MAKAN & MINUM DAPUR R. SAJI R. CUCI PIRING WASHTAFEL GUDANG MAKANAN GUDANG PERALATAN TOILET JANITOR DATANG MASUK PARKIR KE TOILET / SHOLAT PULANG MEMASAK MENYEDIAKAN MAKAN DAN
MINUM ABSENSI BAYAR GANTI SERAGAM ISTIRAHAT / MAKAN SIANG DATANG MASUK PARKIR KE TOILET / SHOLAT PULANG
MAKAN & MINUM PESAN
61 3 Pengunjung Warnet LOBBY FRONTDESK RUANG TUNGGU R. KOMPUTER TOILET MUSHOLLA 4 Karyawan Warnet LOBBY FRONTDESK R. KONTROL R. SERVER R. KOMPUTER TOILET MUSHOLLA
Tabel 4 Alur pengguna pada fasilitas komersial DATANG MASUK PARKIR ISTIRAHAT / MAKAN SIANG KE TOILET / SHOLAT PULANG MANAGE SERVER ABSENSI DATANG MASUK PARKIR BROWSING CHATTING PULANG DAFTAR / BOOKING MENUNGGU TOILET / SHOLAT MAKAN
62
3.4 ANALISA WAKTU PENGGUNAAN
Gambar 24 Skema waktu penggunaan fasilitas per fungsi
Skema waktu penggunaan ini dirancang dengan memperhatikan jadwal-jadwal jam belajar sekolah khususnya pada SMU, kuliah, serta jadwal kegiatan dari studi banding gelanggang remaja yang didapatkan secara informal. Tentu saja dari analisis ini didapat bahwa pada pagi hari fasilitas-fasilitas seperti studio latihan dan studio rekaman akan lebih banyak dimanfaatkan oleh remaja yang telah mahasiswa karena jadwal kuliah yang cenderung lebih fleksibel. Sementara itu, pada sore hari kegiatan akan lebih didominasi oleh pelajar SMU walau tak mustahil juga diwarnai mahasiswa. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kuantitas pengunjung mencapai puncaknya pada jam-jam seusai jam pelajaran sekolah berakhir. Belum termasuk pengunjung umum yang datang untuk menyaksikan pertunjukan di amphiteater atau auditorium.
Hal ini berpengaruh besar terutama kepada kebutuhan parkir dan penyelesaian-penyelesaian sirkulasi sehingga keramaian pengunjung yang datang, serta terlebih pengunjung yang pergi tidak berdampak kepada semakin parahnya kemacetan yang terjadi di jalan Ir. H. Juanda.
63
3.5 ORGANISASI RUANG 3.5.1 Umum
Gambar 25 Bagan hubungan ruang secara umum 3.5.2 Fasilitas Pendidikan Musik
Gambar 26 Bagan hubungan ruang pada fungsi pendidikan musik MAIN ENTRANCE/ AREA PENERIMA PLAZA OUTDOOR CAFE AUDITORIUM FASILITAS PENDIDIKAN MUSIK PLAZA GRAFIS FASILITAS KOMERSIAL PLAZA PLAZA AMPHI TEATER FASILITAS MUSIK / REKAMAN PARKIR
64
3.5.3 Fasilitas Produksi Musik
Gambar 27 Bagan hubungan ruang pada fungsi produksi musik
3.5.4 Auditorium
Gambar 28 Bagan hubungan ruang auditorium TIKET
LOBBY
TOILET PENITIPAN
AREA PENONTON PANGGUNG RUANG BELAKANG PANGGUNG
RUANG PERSIAPAN
RUANG LATIHAN
KANTOR PANTRY TOILET GUDANG RUANG RIAS RUANG AHU RUANG KONTROL RUANG ISTIRAHAT
65
3.5.5 Fasilitas Komersial
Gambar 29 Bagan hubungan ruang fasilitas komersial 3.6 KEBUTUHAN RUANG
3.6.1 Fungsi Penerima dan Amphiteater
No Nama Ruang Pemakai Kapasitas (org) Standar (m2/org) Luas satuan (m2) Jumlah Ruang Luas total (m2) 1 Entrance Pengunjung 25 0,4 20 1 20 2 Lobby Pengunjung 1 100 3 Area Penonton Pengunjung 400 1 400 4 Panggung Penampil 1 100 5 Toilet Pengunjung 18 2 36 6 Gudang Petugas 12 1 20 676 SIRKULASI 20% 135,2 811,2 Tabel 5 Program ruang fungsi penerima dan amphiteater
LOBBY TOILET
TOKO MUSIK
WARNET OUTDOOR CAFE
RUANG TUNGGU TOILET RUANG INFORMASI RUANG KOMPUTER / RUANG SERVER / ADMIN GUDANG RUANG MAKAN RUANG SAJI DAPUR GUDANG
66
3.6.2 Fungsi Pendidikan Musik
No Nama Ruang Pemakai Kapasitas
(org) Standar (m2/org) Luas satuan (m2) Jumlah Ruang Luas total (m2) 1 Lobby 80 1,5 120 1 120
2 Ruang Kelas Umum
Siswa /
Pengajar 40 1,2 48 4 192
3 Ruang Latihan Piano Tunggal
Siswa /
Pengajar 6 6 36 2 72
4 Ruang Kontrol Petugas 12,5 2 25
5 Ruang Latihan Keyboard
Siswa /
Pengajar 4 6 24 2 48
6 Ruang Latihan Vokal
Siswa /
Pengajar 4 1,4 5,6 4 22,4
7 Ruang Latihan Gitar / Bass
Siswa /
Pengajar 6 2 12 2 24
8 Ruang Latihan Drum / Perkusi
Siswa /
Pengajar 5 6,5 32,5 2 65
9 Ruang Latihan Alat Tiup
Siswa /
Pengajar 6 3 18 2 36
10 Ruang Latihan Alat Gesek Siswa / Pengajar 6 3 18 2 36 12 Ruang Resital Siswa / Pengajar 50 2 100
13 Ruang Kontrol Petugas 12,5 2 25
14 Ruang Latihan Combo
Siswa /
Pengajar 32 2 64
15 Ruang Kontrol Petugas 12,5 2 25
16 Ruang Pengajar Pengajar 20 3 60 1 60
17 Ruang Perpustakaan Siswa /
Pengajar 400 1 400
18 Gudang Petugas 16 4 64
19 Toilet Petugas 36 3 108
20 Ruang Administrasi Petugas 12 2 36 1 36
1522,4
67
1826,88 Tabel 6 Program ruang fungsi pendidikan musik
3.6.3 Fungsi Auditorium
No Nama Ruang Pemakai Kapasitas
(org) Standar (m2/org) Luas satuan (m2) Jumlah Ruang Luas total (m2) 1 Lobby Pengunjung / Resepsionis 500 0,3 150 1 150
2 Ticketing Box Pengunjung /
Petugas
2 4 2 8
3 Toilet Penonton Pengunjung 36 1 36
4 Area Penonton Pengunjung 220 0,75 165 1 165
5 Panggung Artis 75 1 75
6 Ruang Persiapan Artis 60 1,6 96 1 96
10 Ruang Kontrol Petugas 15 1 15
545 SIRKULASI 20% 109 654 Tabel 7 Program ruang auditorium
3.6.4 Fungsi Produksi Musik
No Nama Ruang Pemakai Kapasitas
(org) Standar (m2/org) Luas satuan (m2) Jumlah Ruang Luas total (m2) 1 Lobby / Ruang Informasi Pengguna 4 36 1 36 2 Gudang Petugas 24 2 48 3 Toilet Pengguna 36 2 72
4 Ruang Tunggu Pengguna 45 3 135
5 Ruang Studio
Latihan Pengguna
6 25 4 100
6 Ruang Duduk Pengguna 25 2 50
7 Studio Rekaman
Profesional Pengguna
72 1
72
8 Isolation booth Petugas 2 8 1 8
9 Ruang Kontrol Rekaman Petugas 4 18,5 1 18,5 10 Ruang Kontrol Latihan Petugas 2 16 4 64
11 Ruang Serba Guna Pengguna 108
711,5 SIRKULASI 20% 142,3
68
853,8 Tabel 8 Program ruang fungsi produksi musik
3.6.5 Fungsi Komersial
No Nama Ruang Pemakai Kapasitas (org) Standar (m2/org) Luas satuan (m2) Jumlah Ruang Luas total (m2) 1 Cafe Pengunjung 320 2 Retail Pengunjung 400
3 Festival stand Penjual 68
788 SIRKULASI 20% 157,6 945,6 Tabel 9 Program ruang fungsi komersial
3.6.6 Fungsi Penunjang
No Nama Ruang Pemakai Kapasitas (org) Standar (m2/org) Luas satuan (m2) Jumlah Ruang Luas total (m2) 1 Musholla Pengujung, staff 100
2 Pos satpam Satpam 20 1 20
3 Gudang Petugas 20 1 20
4 Toilet 36 2 72
5 Ruang M.E. Petugas 101,5 1 101,5
6 Ruang Pompa &
A.H.U Petugas
62,5 1
62,5
7 Reservoir Air Petugas 200 1 200
576 SIRKULASI 20% 115,2 691,2 Tabel 10 Program ruang fungsi penunjang
3.6.7 Kebutuhan parkir
Menurut studi banding, pengunjung beraktifitas di Gelanggang Remaja menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam. Pengunjung yang datang rata-rata akan menggunakan mobil, sepeda motor, berjalan kaki, atau dengan angkutan umum.
69
• Sebuah mobil kemungkinan dinaiki 4, 3, 2, atau 1 orang. Oleh karena itu dirata-ratakan, tiap mobil dapat mengangkut 2,5orang.
• Sementara sepeda motor dapat mengangkut 2 atau 1 orang. Maka dirata-ratakan tiap sepeda motor dapat mengangkut 1,5orang.
• Ada pula pengunjung yang datang berjalan kaki ataupun dengan angkot. Dalam hal ini tidak akan membebani tempat parkir, namun tetap diperhitungkan dalam perhitungan kapasitas orang.
Pada peak hours, yaitu pada sore hari, fungsi-fungsi yang akan paling banyak digunakan adalah auditorium dan fungsi pendidikan. Fungsi auditorium diasumsikan terisi penuh, sementara fungsi pendidikan pada sore hari diasumsikan hanya terisi 1/3 dari jumlah siswa yang belajar di sini. Saat ini diasumsikan sebagai saat fasilitas ini menampung paling banyak orang untuk memperhitungkan kebutuhan parkir fasilitas ini.
Fungsi auditorium dapat menampung sekitar 220 orang dalam satu waktu. Dengan asumsi bahwa :
• 150 orang dengan mobil, dibagi dengan 2,5orang/mobil, maka kebutuhan parkir adalah untuk 60 mobil;
• 40 orang dengan sepeda motor, dibagi dengan 1,5orang/motor, maka kebutuhan parkir adalah untuk 27 sepeda motor;
• 30 orang lagi diasumsikan menggunakan angkutan umum atau berjalan kaki. Fungsi pendidikan musik diasumsikan memiliki 90 orang siswa. Pada saat sore hari diasumsikan fungsi pendidikan terisi sebanyak 1/3nya, maka pengunjung yang diperhitungkan sebanyak 30 orang. Asumsi perhitungannya adalah :
• 15 orang dengan mobil, dibagi dengan 2,5orang/mobil, maka kebutuhan parkir adalah untuk 6 mobil;
• 9 orang dengan sepeda motor, dibagi dengan 1,5orang/motor, maka kebutuhan parkir adalah untuk 6 sepeda motor;
• 6 orang lagi diasumsikan menggunakan angkutan umum atau berjalan kaki. Maka kebutuhan parkir untuk fasilitas ini adalah 66 mobil, dengan tambahan 10% sebagai cadangan dan servis, sehingga kebutuhan parkir untuk mobil adalah 75mobil.
70
Sedangkan untuk sepeda motor adalah 33 sepeda motor dan setelah ditambah 10% cadangan dan servis, kebutuhan parkir sepeda motor adalah untuk sebanyak 37sepeda motor.
No Nama Ruang Pemakai Kapasitas (org) Standar (m2/org) Luas satuan (m2) Jumlah Ruang Luas total (m2) 1 Parkir Spd Motor Pengunjung dan pegawai 37 2,5 92,5 92,5 2 Parkir Mobil Pengunjung
dan pegawai 75 12,5 937,5 937,5 1030 SIRKULASI 20% 206 1236 Tabel 11 Program ruang fasilitas parkir
LUAS AREA BANGUNAN 5787,68 LUAS KESELURUHAN RANCANGAN 7023,68
3.7 ANALISA RUANG, BENTUK, STRUKTUR, DAN UTILITAS BANGUNAN 1. Fungsi Pendidikan
Nama Ruang Kegiatan Persyaratan Teknis
Lobby Penerima, Pemberi kesan pertama bagi pengunjung terhadap bangunan
Aksesibilitas mudah dari plaza utama Pintu menjorok ke dalam
Keamanan baik Interior terdesain baik Ruang Kelas dan
Ruang Seminar
Kegiatan belajar Teori Musik dan kegiatan seminar remaja atau musik
Pencahayaan baik minimal 600 lux Ventilasi jendela yang tinggi Ruang disusun memusat ke satu titik Bebas kolom di tengah ruangan
(Data Arsitek) Ruang – ruang
latihan musik dan ruang kontrol
Kegiatan belajar mengajar praktek memainkan alat musik
Penyelesaian dinding dengan akustik tile atau karpet Penyelesaian plafon kayu, baja, atau aluminium digantung Penyelesaian lantai menggunakan raised floor, dengan
bahan berbeda dan ruang antara.
Penggunaan dinding dan jendela ganda tidak sejajar Pengkondisian buatan : AC split
-indoor unit diletakkan tinggi tidak menghadap mikrofon -outdoor unit diletakkan jauh dari studio
71
Adanya ruang antara ruang kontrol dan studio
(Akustika Bangunan) Ruang
Perpustakaan
Kegiatan membaca buku dan mendengarkan media visual dan audial
Sunshading terhadap cahaya matahari Balok struktur lantai dibuat lebih kuat Pencahayaan dan ventilasi baik Tabel 12 Persyaratan teknis fungsi pendidikan
2. Fungsi Auditorium
Nama Ruang Kegiatan Persyaratan Teknis
Lobby Penerima, Pemberi kesan pertama bagi pengunjung terhadap bangunan
Aksesibilitas mudah dari plaza utama Pintu menjorok ke dalam
Keamanan baik Interior terdesain baik
Ticketing box Penjualan tiket masuk Mudah diakses baik secara sirkulasi maupun visual dari lobby
Aman dari akses orang yang tidak berkepentingan Panggung Tempat pertunjukan berlangsung
Gambar 30 Potongan area penonton Lebih tinggi 80–90cm dari level penonton terendah Penyelesaian lantai panggung dengan karpet
Kemiringan plafon panggung >5 derajat ke arah penonton, (Akustika Bangunan)
72
Area Penonton Tempat penonton saat pertunjukan berlangsung
Gambar 31 Aturan ruang auditorium
Jarak penonton terjauh dari panggung 30meter
Sudut pandang terbesar penonton ke panggung 100 derajat Jumlah kursi berderet ke samping maksimal 15 kursi Jarak kursi dengan kursi di depannya minimal 115cm Penyelesaian lantai area penonton bahan lunak spt karpet Penyelesaian dinding ganda, dibuat bergerigi
Gambar 32 Penyelesaian dinding akustikal Pintu masuk lebar antara 80cm hingga 150cm
(Akustika Bangunan) Tabel 13 Persyaratan teknis auditorium
73
3. Fungsi Studio Latihan / Rekaman
Nama Ruang Kegiatan Persyaratan Teknis
Lobby Penerima, Pemberi kesan pertama bagi pengunjung terhadap bangunan
Aksesibilitas mudah dari plaza utama Pintu menjorok ke dalam
Keamanan baik Interior terdesain baik Ruang Informasi Tempat mendaftar atau
booking
Mudah diakses baik secara sirkulasi maupun visual dari lobby Studio Latihan
atau Rekaman
Tempat melakukan proses rekaman atau tracking Tempat berlatih band
Gambar 33 Pembagian area studio
• Jauh dari fasilitas lain yang membutuhkan ketenangan • Penyelesaian dinding dengan akustik tile atau karpet
Gambar 34 Penyelesaian dinding studio • Penyelesaian plafon kayu, baja, atau aluminium
74
Gambar 35 Alternatif penyelesaian plafon • Penyelesaian lantai menggunakan raised floor, dengan
bahan berbeda dan ruang antara.
Gambar 36 Penyelesaian lantai studio
75
Gambar 37 Penyelesaian jendela studio
Gambar 38 Penyelesaian pintu studio • Pengkondisian buatan : AC split
76
Gambar 39 Alternatif penghawaan ruang studio dan ruang kontrol
• indoor unit diletakkan tinggi tidak menghadap mikrofon • outdoor unit diletakkan jauh dari studio
• Adanya ruang antara ruang kontrol dan studio
(Akustika Bangunan) Ruang Tunggu Tempat menunggu giliran
memanfaatkan fasilitas rekaman atau latihan
Pencahayaan dan ventilasi yang cukup Interior yang nyaman
Tabel 14 Persyaratan teknis studio latihan / rekaman 4. Fungsi Komersial
77
Nama Ruang Kegiatan Persyaratan Teknis
Cafe Tempat makan dan minum
Tempat mengolah masakan
Tempat nyaman dan bersih Memiliki pemandangan yang baik
Memiliki aksesibilitas yangmudah dari dapur Warnet Tempat browsing , chatting Tempat nyaman, tidak berada pada area bising
Pengkondisian buatan, outdoor unit terletak jauh Jaringan kabel LAN harus diperhitungkan Tabel 15 Persyaratan ruang fungsi komersial
5. Fungsi – fungsi penunjang
Nama Ruang Kegiatan Persyaratan Teknis
Ruang M.E Tempat kontrol terhadap utilitas bangunan
Terletak jauh dari area yang terganggu oleh kebisingan Loading dock Tempat penerima instrumen –
instrumen musik maupun dekorasi untuk sebuah pertunjukan
Ketinggian lantai sama dengan lantai gerbong truk atau bus yang membawa peralatan.
Memiliki ruang penyimpanan sementara yang cukup luas. Tabel 16 Persyaratan ruang fungsi penunjang
Persyaratan Struktur
Secara umum, fungsi ini tidak membutuhkan suatu penanganan struktur tertentu karena sebagian besar hanya berupa ruang kelas dan ruang–ruangan yang tidak memerlukan spesifikasi struktur tertentu.
Ruang – ruang yang harus diperhatikan dalam hal struktur adalah : 1. Ruang Auditorium
• Bentang yang lebar
• Menggunakan bahan yang memungkinkan akustik yang baik 2. Ruang Perpustakaan
• Struktur lantai harus lebih kuat untuk menahan beban buku dan rak yang relatif besar
3. Ruang kelas musik dan Ruang Studio musik