8
LANDASAN TEORI
2.1 Komunikasi Massa
Kemampuan untuk menjangkau ribuan, atau bahkan jutaan orang merupakan ciri dari komunikasi massa, yang dilakukan melalui medium massa seperti televisi atau koran. Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses penggunaan sebuah medium massa untuk mengirim pesan kepada audien yang luas untuk tujuan memberi informasi, menghibur, atau membujuk. (Vivian, 2008:450)
Pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik). Sebab, awal perkembangannya saja komunikasi massa berasal dari pengembangan kata media of mass communication. Media massa atau saluran.
Menurut Gerhard Maletzke, salah seorang pakar komunikasi Eropa, komunikasi massa adalah setiap bentuk informasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada public yang tersebar.
Menurut Hungaria George, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat, komunikasi massa adalah produksi dan distribus yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang continue serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.
Menurut Prof. Onong Uchajana, komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum, dan film yang dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop. (Prof.Onong Uchjana Effendy., 2003:79)
Dari ketiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa selalu bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang, menggunakan semua media yang ada. Dan komunikasi massa selalu mengikuti perkembangan zaman yang ada dalam penyampaiannya.
Jika di zaman dulu menggunakan cara-cara konvensional, yang kemudian berkembang menggunakan media cetak dan elektronik, sekarang sudah bertambah dengan menggunakan internet. Tak bisa dipungkiri bahwa komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahkan, hingga menjadi suatu usaha bisnis yang menjanjikan. Maka, sebagai makhluk yang mau tidak mau harus berkomunikasi, penting bagi kita untuk bisa menguasai teknik komunikasi dengan baik dan benar.
2.1.1. Ciri – Ciri Komunikasi Massa
Adapun ciri-ciri komunikasi massa tersebut, dijabarkan oleh Nurudin sebagai berikut: (Nurudin, 2007:19)
1) Komunikator dalam Komunikasi Massa Melembaga
Komunikator dalam komunikasi massa bukan satu orang, tetapi kumpulan orang. Artinya, gabungan antar berbagai macam unsur dan bekerja satu sama lain dalam sebuah lembaga. Lembaga yang dimaksud disini menyerupai sebuah sistem. Sebagaimana yang kita ketahui sistem itu adalah “sekelompok orang, pedoman, dan media yang melakukan suatu kegiatan mengolah, menyimpan, menuangkan ide, gagasan, simbol, lambang menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai satu kesepakatan dan saling pengertian satu sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber informasi. Dalam sistem sebagai sebuah lembaga dalam komunikasi massa
ada beberapa unsur yang membentuk sesuatu yang akhirnya disebut sebagai lembaga. Suatu unsur saling bekerja sama, berkaitan satu dengan yang lain dan juga saling melengkapi.
2) Komunikan dalam Komunikasi Massa bersifat Heterogen
Komunikan dalam komunikasi massa sifatnya heterogen/beragam. Artinya, penonton televisi beragam pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial ekonomi, memiliki jabatan yang beragam, memiliki agama atau kepercayaan yang tidak sama. Namun mereka adalah komunikan televisi.
3) Pesannya Bersifat Umum
Pesan-pesan dalam komunikasi massa tidak ditujukan kepada satu orang atau satu kelompok masyarakat tertentu. Kita bisa melihat televisi, misalnya. Karena televisi ditujukan untuk dinikmati oleh orang banyak, pesannya harus bersifat umum. Misalnya dalam pemilihan kata-katanya sebisa mungkin memakai kata-kata populer bukan kata-kata ilmiah. Sebab kata ilmiah merupakan monopoli kelompok tertentu.
4) Komunikasinya Berlangsung Satu Arah
Dalam media cetak seperti koran, hanya berlangsung satu arah. Kita tidak bisa langsung memberikan respons kepada komunikatornya (media massa yang bersangkutan). Kalaupun bisa sifatnya tertunda. Misalnya, kita mengirimkan ketidaksetujuan pada berita itu melalui rubrik surat pembaca. Jadi, komunikasi yang hanya berjalan satu arah akan memberi konsekuensi umpan balik (feedback) yang sifatnya tertunda atau tidak langsung (delayed feedback).
5) Komunikasi Massa menimbulkan Keserempakan
Dalam komunikasi massa ada keserempakan dalam proses penyebaran pesan-pesannya. Serempak berarti khalayak bisa menikmati media massa tersebut hampir bersamaan. Bersamaan tentu juga bersifat relatif. Contohnya majalah atau media. Komunikator dalam media massa berupaya menyiarkan informasinya secara serentak, walaupun ada wilayah jangkauannya yang berbed, yang memungkinkan terjadi perbedaan penerimaan.
6) Komunikasi Massa Mengandalkan Peralatan Teknis
Media massa sebagai alat utama dalam menyampaikan pesan kepada khalayaknya sangat memerlukan bantuan peralatan teknis. Peralatan teknis yang dimaksud misalnya pemancar untuk media elektronik (mekanik atau elektronik). Peralatan teknis merupakan sebuah sarana yang sangat dibutuhkan media massa, dikarenakan agar proses pemancaran atau penyebaran pesannya bisa lebih cepat dan serentak kepada khalayak tersebar. 7) Komunikasi Massa Dikontrol oleh Gatekeeper
Gatekeeper atau yang sering disebut penapis informasi/penjaga gawang, adalah orang yang sangat berperan dalam penyebaran informasi melalui media massa. Gatekeeper ini berfungsi sebagai orang yang ikut menambah atau mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami. Tidak semua data atau bahan-bahan yang akan disampaikan oleh media bisa disiarkan begitu saja, oleh karena itu perlu ada pemilihan dan penyesuaian dengan media yang bersangkutan.
Gatekeeper berfungsi untuk menginterpretasikan pesan, menganalisis, menambah data, dan mengurangi psean – pesan lainnya. Intinya Gatekeeper
merupakan pihak yang ikut menentukan pengemasan sebuah pesan dari media massa. Semakin kompleks sistem yang dimiliki, semakin banyak pula Gatekeeping yang dilakukan. Gatekeeper sangat menentukan berkualitas tidaknya informasi yang akan disebarkan. Baik buruknya dampak pesan yang disebarkannya pun tergantung pada fungsi penapisan informasi tersebut.
2.1.2. Fungsi Komunikasi Massa
Banyak ahli yang mengemukakan sejumlah fungsi komunikasi massa kendati dalam setiap item fungsi terdapat persamaan dan perbedaan. Karlinah mengemukakan fungsi komunikasi massa secara umum sebagai berikut (Ardianto & Erdinayah, 2004: 19):
1. Fungsi Informasi
Fungsi memberikan informasi ini diartikan bahwa media massa adalah penyebar informasi bagi pembaca, pendengat atau pemirsa. Berbagai informasi dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan sesuai dengan kepentingan khalayak. Khalayak sebagai manusia social akan selalu merasa haus informasi tentang segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Sebagian informasi didapat bukan dari sekolah atau tempat bekerja melainkan dari media.
2. Fungsi Pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass education). Karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca.
3. Fungsi Mempengaruhi
Fungsi mempengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada tajuk/editorial, features, iklan, artikel dan sebagainya. Fungsi mempengaruhi ini dapat dilihat antara lain dalam ruang atau kolom khusus, iklan atau artikel yag disusun sedemikian rupa sehingga tidak terlihat sebagai suatu artikel yang isinya mempromosikan suatu produk. Artikel tersebut biasanya memuat tulisan tentang suatu analisis produk tertentu. Khalayak terpengaruh oleh pesan-pesan dalam tulisan tersebut sehingga tanpa sadar khalayak melakukan tindakan sesuai dengan yang diinginkan oleh media tersebut.
4. Fungsi Proses Pengembangan Mental
Untuk mengembangkan wawasan, kita membutuhkan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan berkomunikasi, manusia akan bertambah pengetahuannya dan berkembang intelektualitasnya. Hal tersebut diperoleh dari pengalaman pribadinya dan dari orang lain. Pengalaman dapat membantu manusia untuk memahami betapa besar ketergantungan manusia kepada komunikasi, karena komunikasi dapat membantu manusia dalam perkembangan mentalnya. 5. Fungsi Adaptasi Lingkungan
Setiap manusia berusaha untuk menyesuaikan diri dengan dunianya untuk dapat bertahan hidup. Proses komunikasi membantu menusia dalam proses penyesuaian tersebut. Proses pengiriman pesan oleh komunikator dan penerimaan pesan oleh komunikan dapat membantu kita dalam berhubungan dengan orang lain, saling menyesuaikan diri, sehingga menimbulkan kesamaan di antara komunikator dan komunikan.
6. Fungsi Memanipulasi Lingkungan
Manipulasi di sini bukanlah diartikan sebagai sesuatu yang negatif. Memanipulasi lingkungan artinya berusaha untuk mempengaruhi. Setiap orang berusaha untuk saling mempengaruhi dunia dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dalam fungsi manipulasi, komunikan digunakan sebagai kontrol utama dan pengatur lingkungan.
2.2. Media Masa
2.2.1 Definisi Media Masa
Istilah ‘media massa’ memberikan gambaran mengenai alat komunikasi yang bekerja dalam berbagai skala, mulai dari skala terbatas hingga dapat mencapai dan melibatkan siapa saja dimasyarakat, dengan skala yang sangat luas. Istilah media massa mengacu kepada sejumlah media massa mengacu kepada sejumlah media yang telah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan tetap dipergunakan hingga saat ini, seperti surat kabar, majalah, film, radio, televisi, internet dan lain-lain.
Dalam kehidupan dewasa ini, informasi tentang kejadian disekeliling tidak lagi menjadi pintu rapat yang sulit untuk diketahui oleh banyak orang di luar sana. Hal ini terwujud dengan adanya media massa yang menjadi saluran komunikasi secara massa yang dapat menjangkau banyak orang dimanapun tanpa terbatas ruang gerak dan waktu. Media massa secara umum mempunyai definisi sebagai alat penyebarluasan.
Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber
kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis, seperti surat kabar, film, radio dan televisi. (Cangara, 2003, p.134). 2.2.2 Fungsi Televisi Sebagai Media Massa
Fungsi televisi sebagai media massa antara lain: 1. Fungsi Penerangan
Televisi merupakan media yang mampu menyiarkan informasi yang amat memuaskan. Hal ini disebabkan dua faktor yang terdapat didalamnya yaitu: “immediacy” dan “realism”. Immediacy mencakup pengertian langsung dan dekat. Peristiwa yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat dilihat dan didengar oleh pemirsa pada saat peristiwa itu berlangsung, seolah-olah mereka berada di tempat peristiwa itu terjadi. Sedangkan realism mengandung makna kenyataan, dimana televisi menyiarkan informasi secara audio visual dengan fakta.
2. Fungsi Pendidikan
Sebagai media massa, televisi merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya begitu banyak secara simultan. Sesuai dengan makna pendidikan, yakni pengetahuan dan penalaran masyarakat, televisi menyiarkan acara-acara tertentu yang mengandung pendidikan, seperti kuis dan sebagainya yang disebut educational television (ETV), yaitu acara pendidikan yang disiapkan dalam siaran yang bersifat umum. Karena keampuhan itulah, maka fungsi pendidikan yang dikandung televisi ditingkatkan lagi, sehingga dinamakan sarana pendidikan jarak jauh yang disebut Instruction Television.
3. Fungsi Hiburan
Seorang pakar komunikasi Charles R.Wright mengetengahkan pendapatnya tentang fungsi televisi sebagai media massa ini, yaitu:
“Communication act primarily intended for amusement irrespectively of any instrument effect they might have” yaitu bahwa media massa mempunyai fungsi sebagai media hiburan.
Sebagian besar alokasi waktu masa siaran diisi oleh program hiburan. Hal ini dapat dimengerti karena pada layar televisi dapat ditampilkan gambar hidup serta suara bagaikan kenyataan, dan dapat dinikmati sekalipun oleh khalayak yang tidak mengerti bahasa asing. (Effendy, 2003:24)
4. Fungsi Promosi
Wilbur Schramm menyatakan bahwa fungsi televisi sebagai media massa dapat dimanfaatkan “to sell goods for us” yang artinya bahwa media massa dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi. Pendapat ini cukup menonjol karena promosi merupakan tiang penyangga bagi kehidupan media massa itu sendiri. (Subroto, 2002:94)
2.2.3 Karakteristik Televisi Karakteristik televisi antara lain: 1. Audio Visual
Televisi memiliki kelebihan dibandingkan media penyiaran lainnya yaitu dapat didengar sekaligus dilihat, disebut juga audiovisual.
2. Berpikir dalam gambar
Kita dapat menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yangmenjadi gambar secara individual.dan merangkai gambar-gambarindividual sedemikian rupa, sehingga mengandung makna tertentu.
3. Pengoperasian lebih kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi jauh lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Peralatan yang digunakan pun lebih banyak dan untuk mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan oleh orang-orang yang terampil dan terlatih. (Elvinaro dan Erdinaya, 2004:127)
2.3 Berita
Berita adalah fakta yang berisi laporan hangat yang dapat menarik perhatian banyak orang, atau pernyataan manusia yang bersifat umun dan aktualuntuk tujuan pemberitaan kepada khalayak umum.
Realitas ditengah masyarakat, seperti peristiwa, pendapat, masalah hangat, dan masalah unik akan menghasilkan fakta dan hanya uraian fakta yang mengandung nilai berita serta yang sudah disajikan melalui media massa periode yang dapat disebut sebagai berita.
Uraian fakta yang nilai beritanya kuat, yaitu yang nilai beritanya sangat penting sekaligus menarik. Berita tersebut harus disajikan secepatnya kepada
Khalayak. Uraian fakta atau pendapat seperti itu disebut barita kuat. Masyarakat membutuhkan untuk mendapatkan informasi tentang peristiwa-peristiwa yang dapat mempengaruhi meraka, masyarakat diberdayakan dengan informasi yang disampaikan. Dengan informasi itu pula masyarakat menjadi
lebih paham dalam menangani masalah kehidupan, berita pada dasarnya bukan sekedar informasi, tetapi hal yang paling penting didalamnya adalah berupa ide dan fakta.
Morissan menyebutkan secara umum berita yang pantas disajikan kepada audien adalah yang memiliki news valueatau nilai berita.
Nilai berita diartikan sebagai nilai penting atau menarik atau gabungan keduanya bagi penonton televisi. Peristiwa yang memiliki nilai berita, misalnya mengandung konflik bencana dan kemajuan, dampak, kemasyuran, segar dan kedekatan, keganjilan,human interest, seksdan aneka nilainya.(Morissan:2010-29)
Berita televisi adalah media yang kompleks, tidak seperti radio atau media cetak. Pemirsa harus bergulat dengan gambar yang bergerak dengan cepat dan suara sebagai tambahan bagi informasi yang factual yang disampaikan dalam bentuk narasi atau ucapan sumber berita. Sumber berita adalah asal mula berita itu muncul. Adapun sumber berita meliputi :
1. Narasumber : biasanya memiliki latar belakang yang tidak sama, narasumber yang akan diwawancarai secara garis besar dapat digolongkan kedalam empat kelompok besar jika dilihat dari kepentingan yang mereka wakili, yaitu pemerintah atau penguasa. Kelompok ahli atau pakar dan pengamat, orang terkenal atau artis serta masyarakat biasa.
2. Catatan harian redaksi.
3. Files atau kliping dan kepustakaan.
4. Radio darurat(orari, kepolosian dan lain-lain). 5. Lembaga swadaya masyarakat.
6. Oposisi.
8. Pengumuman pemerintah. 9. Pernyataan pers dari humas. 10.Koresponden atauFreelance. 11. Jaringan televise atau radio.
2.4 Program Berita Televisi
Televisi dengan tayangan beritanya sudah menjadi bagian dari kehidupan. Dengan sifatnya yang immediaty, media televisi mampu mendekatkan peristiwa dan tempat kejadian dengan penontonnya. Ketika terjadi invasi Amerika dan sekutunya atas Irak hampir setiap orang ingin melihat perkembangannya lewat televisi. TV-7, Metro TV, ANTV, dan SCTV yang sengaja menayangkan kondisi di Irak lewat jaringan TV Al-Jazeera dan Al-Arabiya, Abu Dhabi TV serta CNN. Pidato orang nomor satu yang diburu Bush, yakni Sadam Husein, paling tidak memberikan gambaran akurat tentang kondisi di Irak pada saat itu. Demikian juga dengan pemberitaan seputar perlakuan tawanan Amerika oleh terntara Irak. Berita ini menjadi media propaganda Irak.Seolah-olah Irak ingin wanti-wanti agar tentara Irak yang ditawan Amerika dan sekutunya dapat diperlakukan sesuai dengan konvensi Jenewa.Semua dapat kita lihat dan saksikan secara langsung lengkap dengan suara dan suasana di Irak. (Baksin, 2009: 59-60)
Berita televisi bukan hanya sekedar melaporkan fakta tulisan / narasi, tetapi juga gambar (visual), baik gambar diam, seperti foto, gambar peta, grafis, maupun film berita yakni rekaman peristiwa yang menjadi topik berita dan mampu memikat pemirsa. Bagi berita televisi, gambar adalah primadona atau paling utama daripada narasi. Kalau gambar berita yang disiarkan mampu bercerita banyak, maka narasi
hanya sebagai penunjang saja. Berita televisi tanpa gambar tidak ada beda dengan berita radio.
Program news (berita) berarti suatu kajian laporan berupa fakta dan kejadian yang memiliki nilai berita (unusual, factual, esensial) dan disiarkan melalui media secara periodic. (Wibowo, 2009:132)
Sedangkan menurut Morissan (2010:8), berita adalah informasi yang penting dan/atau menarik bagi khalayak audien. Informasi yang dapat kita pilih sebagai berita harus memenuhi dua aspek yaitu:
• Aspek Penting
Informasi dapat dikatakan penting apabila informasi tersebut dapat memberikan pengaruh atau memiiliki dampak kepada pada penonton.
Informasi yang memberikan pengaruh atau memiliki dampak kepada penonton adalah informasi yang bernilai berita.
• Aspek Menarik
Berita yang menarik adalah jika informasi yang disampaikan it mampu membangkitkan rasa kagum, lucu/humor, atau informasi mengenai pilihan hidup dan mengenai sesuatu atau seseorang yang bersifat unik dan/atau aneh. (Morissan, 2010:8-9)
2.4.1 Jenis Berita Televisi
Program informasi (berita) di televisi, sesuai dengan namanya, memberikan banyak informasi untuk memenuhi rasa ingin tahu penonton terhadap suatu hal. Daya tarik program ini adalah informasi, dan informasi itulah yang dijual kepada audien.
Program informasi dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu berita keras (hard news) dan berita lunak (soft news). (Morissan, 2010:25)
1. Berita keras
Berita keras atau hard news adalah segala informasi penting dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karenan sifatnya yang harus segera ditayangkan agar dapat diketahui khalayak audien secepatnya.Peran televisi sebagai sumber utama hard news bagi masyarakat cenderung untuk terus meningkat.Media penyiaran adalah media yang paling cepat dalam menyiarkan berita kepada masyarakat. Dalam berita-berita mengenai konflik, televisi menjadi medium informasi yang paling dipercaya. Hal ini disebabkan televisi menyajikan gambar yang menjadi bukti yang tak terbantahkan. Pada umumnya stasiun televisi menginvestasikan dana dalam jumlah yang cukup besar untuk kegiatan pemberitaan dalam porsi waktu siaran yang cukup besar.
Stasiun televisi besar biasanya menyajikan program berita beberapa kali dalam satu hari, misalnya pada pagi, siang, petang, dan tengah malam. Bahkan ada televisi yang menyajikan program berita dalam setiap jam walaupun durasinya cukup singkat (kurang dari 5 menit). Media televisi biasanya menyajikan berita keras secara reguler yang ditayangkan dalam suatu program.
Berita keras disajikan dalam suatu program berita yang berdurasi mulai dari beberapa menit saja (misalnya breaking news) hingga program berita yang berdurasi 30 menit, bahkan satu jam. Sutatu program berita terdiri atas sejumlah berita keras atau dengan kata lain suatu program berita merupakan
kumpulan dari berita keras. Dalam hal ini berita keras dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk berita yaitu: straight news, features, dan infotainment. a. Straight News
Straight News berarti berita “langsung” (straight), maksudnya suatu berita yang singkat (tidak detail) dengan hanya menyajikan informasi terpenting saja yang mencakup 5W+1H (who, what, where, when, what, dan how) terhadap suatu peristiwa yang diberitakan. Berita jenis sangat terikat waktu (deadline) karena informasinya sangat cepat basi jika terlambat disampaikan kepada audien.
b. Feature
Kita sering melihat suatu program berta menampilkan berita-berita ringan misalnya informasi mengenai tempat makan yang enak atau tempat liburan yang menarik, berita semacam ini disebut feature. Dengan demikian, feature adalah berita ringan namun menarik.Pengertian “menarik” di sini adalah informasi yang lucu, unik, aneh, menimbulkan kekaguman, dan sebagainya.
Pada dasarnya berita-berita semacam ini dapat dikatakan sebagai soft news karena tidak terlalu terikat dengan waktu penayangan, namun karena durasinya singkat (kurang dari lima menit) dan ia menjadi bagian dari program berita, maka feature masuk ke dalam kategori hard news. Namun adakalanya suatu feature terkait dengan suatu periwtiwa penting, atau dengan kata lain terikat dengan waktu, dank arena itu harus segera disiarkan dalam suatu program berita. Feature semacam ini disebut news feature, yaitu sisi lain dari suatu berita straight news yang biasanya lebih menekankan pada sisi human interest dari suatu berita. Misalnya, suatu
peristiwa besar yang penting memiliki sisi human interest yang dapat disajikan dalam suatu laporan terpisah. Sebagai contoh peristiwa sidang umum MPR selain menampilkan berbagai berita straight news setiap harinya (misalnya, terpilih presiden baru), juga menyajikan berita features misalnya cerita mengenai kesibukan atau suka duka panitia persiapan persidangan atau cerita mengenai para pedagang dadakan atau hadirnya tukang pijat yang muncul di kompleks gedung MPR.
Tabel 2.1
Perbedaan Hard News dengan Soft News
Hard News Soft News
Harus ada peristiwa terlebih dahulu
Tidak perlu ada peristiwa terlebih dahulu
Peristiwa harus aktual (baru terjadi)
Tidak mesti aktual
Harus segera disiarkan Tidak bersifat segera (timeless) Mengutamakan informasi
terpenting saja
Menekankan pada detail
Tidak menekankan sisi human interest
Sangat menekankan sisi human interest
Laporan tidak mendalam (singkat) Laporan bersifat mendalam Teknik penulisan piramida tegak Teknik penulisan piramida
terbalik Ditayangkan dalam program
berita
Ditayangkan dalam program lainnya
2.4.2 Sumber Berita Televisi
Stasiun televisi tidak dapat hanya menunggu berita yang datang. Program berita yang disajikan oleh stasiun televisi diperoleh melalui beberapa sumber. Stasiun televisi harus mengejar berita agar dapat mempertahankan
kredibilitas pada pemirsa televisi. Apabila liputan berita yang diperoleh tim liputan tidak baik atau gagal, akan menurunkan kredibilitas stasiun televisi tersebut.
Sumber berita televisi terdiri dari: (Morissan, 2010:11-16)
1. Reporter. Sumber berita terpenting bagi stasiun TV adalah reporter dan juru kamera yang bertugas mencari info dan mengambil gambar di lapangan. Reporter atau juru kamera dikategorikan sebagai sumber berita apabila mereka melihat langsung atau menjadi saksi mata dari suatu peristiwa yang bernilai berita.
2. Pelayanan darurat. Reporter harus selalu sigap dan proaktif terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Untuk itu, reporter harus mempunyai jaringan yang dapat memberikan informasi awal yang dapat menjadi petunjuk dari suatu berita penting yang terjadi di masyarakat. Stasiun TV harus memiliki kontak dengan unit pelayanan darurat seperti polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, pusat informasi dan cuaca, dan lain-lain.
3. Kontak publik. Kontak publik adalah narasumber yang dapat dihubungi oleh semua orang (publik) untuk dimintakan keterangan terkait dengan organisasi atau profesi mereka. Narasumber dapat berasal dari organisasi pemerintah, non-pemerintah, kelompok oposisi, kalangan perguruan tinggi, dan lain-lain.
4. Kontak pribadi. Kontak pribadi adalah milik berharga seorang reporter. Kontak pribadi biasanya terdiri dari para pejabat, tokoh masyarakat, atau orang yang bekerja di lembaga pemerintahan dan non-pemerintahan.
Kontak pribadi tidak dapat diakses oleh masyarakat sebagaimana kontak publik.
5. Kantor berita. Kantor berita dapat menjadi sumber berita dengan cara stasiun televisi membeli berita pada kantor berita tersebut. Kantor berita terbesar di Indonesia adalah Kantor Berita Antara yang memiliki reporter di seluruh Indonesia dimana stasiun televisi mungkin tidak memiliki akses ke setiap provinsi. Beberapa kantor berita juga menjual gambar (footage) untuk televisi di Indonesia.
6. Siaran pers. Siaran pers (press release) adalah informasi atau pertanyaan (statement) yang dikirimkan ke media massa dengan tujuan untuk dapat dipublikasikan. Siaran pers dikeluarkan untuk mendapatkan citra yang baik atas suatu organisasi. Stasiun TV harus dapat memisahkan antara fakta dan opini dalam siaran pers. Siaran pers yang dikirimkan dapat menjadi sumber berita yang berguna, namun stasiun TV harus berhati-hati agar tidak terkesan menyajikan publisitas atau promosi gratis bagi suatu perusahaan atau lembga tertentu.
7. Jumpa pers. Jumpa pers mempunyai tujuan untuk menyampaikan pesan yang akan menguntungkan lembaga yang mengadakan jumpa pers tersebut. Stasiun TV harus selektif dalam memilih konfrensi pers yang akan diliput dan mempertimbangkan bobot berita dan narasumber yang akan memberikan jumpa pers.
8. Pemirsa. Pemirsa televisi terkadang menghubungi stasiun TV untuk memberikan informasi mengenai suatu peristiwa. Berdasarkan informasi dari peristiwa, reporter dan juru kamera dapat segera berada di lokasi
kejadian untuk segera mendapatkan liputan yang aktual. Namun, informasi yang diberikan pemirsa harus diperiksa terlebih dahulu.
9. Saksi mata. Saksi mata dapat menjadi sumber informasi yang sangat baik sebab saksi mata memberikan keterangan dengan cepat sehingga menambah kredibilitas berita yang dibuat.
10. Media lainnya. Siaran televisi dan radio dari berbagai pelosok daerah juga dapat menjadi sumber berita bagi stasiun TV. Tim kerja bagian pemberitaan sebaiknya memonitori stasiun TV saingan dalam mengambil berita yang lebih aktual dan lengkap dari yang telah diliput oleh stasiun TVnya. Selain itu, media cetak juga dapat menjadi sumber berita.
2.4.3 Format Berita Televisi
Format berita televisi dapat ditetapkan sesuai dengan bahan yang diperoleh. Reporter tidak dapat menentukan format secara sembarangan. Ada batasan yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan sebuat format sesuai bahan berita yang diperoleh. Suatu berita dapat disajikan dengan beberapa bentuk format,yaitu: (Morissan, 2010:34-40)
a. Reader (RDR)
Reader adalah format berita televisi ini yang paling dasar. Reporter cukup menuliskan lead in / teras berita saja untuk dibacakan oleh presenter / penyiar. Berita ini sama sekali tidak memiliki gambar.
b. Voice Over (VO)
Voice over adalah format berita televisi yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan penyiar seluruhnya. Sementara penyiar tengah membacakan isi tubuh berita, gambar pun menyertainya sesuai konteks naskah.
c. Reader Sound on Tape (RDR SOT)
Reader SOT adalah format berita televisi yang hanya berisi lead in dan statement (pernyataan) nara sumber. Penyiar hanya membacakan lead in berita, kemudian diikuti pernyataan nara sumber atau soundbite on tepe (SOT). SOT adalah cuplikan suara dari narasumber atau cuplikan dari wawancara panjang narasumber.
d. Voice over-Sound on Tape (VO/SOT)
Voice over SOT adalah gabungan antara VO dan SOT dimana VO mengenai peristiwa atau ada kaitannya dengan apa yang diungkapkan dalam SOT.
e. Reader-Grafis (RDR-GRF)
Reader-GRF adalah format berita yang gambar videonya digantikan dengan ilustrasi berupa grafis. Reader-GRF biasanya digunakan apabila stasiun TV belum mendapatkan akses untuk mengambil gambar dan merekamnya dalam kaset video.
f. Paket (Package/PKG)
Paket adalah format berita yang komprehensif dengan intro yang dibacakan atau dinarasikan sendiri oleh reporter atau pengisi suara. Paket merupakan laporan berita lengkap dengan narasi (voice over) yang direkam kedalam pita kaset.
g. Laporan Langsung (Live)
Laporan langsung digunakan apabila suatu peristiwa yang mengandung nilai berita masih berlangsung sementara program berita masih “on air", maka stasiun TV dapat menyampaikan berita. Laporan langsung adalah
format berita televisi yang dimana pelapornya langsung dari lapangan atau tempat peristiwa berlangsung.
h. Breaking News
Breaking news adalah format berita yang tidak terjadwal karena dapat terjadi kapan saja seperti kecelakaan besar, serangan teror, bencana alam yang tidak dapat terditeksi sebelumnya. Durasi breaking news mulai dari dua menit hingga tidak terbatas.
i. Laporan Khusus
Laporan khusus adalah format berita paket, lengkap dengan narasi dan soundbite dan sejumlah nara sumber yang memberikan pendapat dan analisis. Laporan khusus merupakan laporan panjang yang komprehensif mengenai berbagai peristiwa atau isu politik, kriminal, hukum, dan bencana.
2.4.4 Unsur-Unsur Berita Televisi
Dalam jurnalistik media cetak, kita mengenal unsur-unsur berita sebagai 5 W (Who, What, When, Where, Why) + 1 H (Ho). Naskah atau narasi di media cetak harus mengandung keenam unsur berita tersebut. Namun demikian, dalam dunia jurnalistik televisi 5W + 1H tidak harus seluruhnya terkandung dalam narasi atau naskah berita. Unsur berita yang tidak selalu terdapat dalam narasi berita televisi adalah when dan how.
When atau kapan tidak harus ada dalam narasi berita televisi, karena idealnya peristiwa yang terjadi hari itu akan diberitakan atau ditayangkan hari itu juga. When biasanya terkandung dalam narasi atau naskah berita televisi jika rnenyangkut kejadian besar atau luar biasa seperti ledakan bom, gempa
bumi, tsunami, atau kecelakaan besar. Dalam kejadian-kejadian besar seperti itu, orang biasanya akan bertanya, “Kapan terjadinya?”
How atau bagaimana suatu peristiwa terjadi juga tidak harus ada dalam narasi berita televisi, karena how ditampilkan dalam gambar. (Usman Ks, 2009:32)
2.5 Peran
Istilah peran dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mempunyai arti pemain sandiwara (film), tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. (Soejono Soekamto, 1982;238)
Ketika istilah peran digunakan dalam lingkungan pekerjaan, maka seseorang yang diberi (atau mendapatkan) sesuatu posisi, juga diharapkan menjalankan perannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pekerjaan tersebut. Karena itulah ada yang disebut dengan role expectation. Harapan mengenai peran seseorang dalam posisinya, dapat dibedakan atas harapan dari si pemberi tugas dan harapan dari orang yang menerima manfaat dari pekerjaan/posisi tersebut.
Peranan menurut Levinson sebagaimana dikutip oleh Soejono Soekamto, sebagai berikut: Peranan adalah suatu konsep prihal apa yang dapat dilakukan individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat, peranan meliputi norma-norma yang dikembangkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat, peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatanî. (Soejono Soekamto, 1982;238).
Menurut Biddle dan Thomas, peran adalah serangkaian rumusan yang membatasi perilaku-perilaku yang diharapkan dari pemegang kedudukan
tertentu. Misalnya dalam keluarga, perilaku ibu dalam keluarga diharapkan bisa memberi anjuran, memberi penilaian, memberi sangsi dan lain-lain.
Menurut Kozier Barbara peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu system. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. Peran adalah deskripsi sosial tentang siapa kita dan kita siapa. Peran menjadi bermakna ketika dikaitkan dengan orang lain, komunitas sosial atau politik. Peran adalah kombinasi adalah posisi dan pengaruh.
2.6 Produser
Pada stasiun televisi, produser bertanggung jawab terhadap suatu program berita. Stasiun televisi biasanya menyiarkan lebih dari satu program berita dalam sehari semalam. Stasiun televisi berskala nasional biasanya memiliki tiga hingga empat program berita reguler yaitu berita pagi, siang, sore dan malam. Masing-masing program berita itu di pimpin oleh satu atau beberapa orang produser. Produser akan memutuskan berita-beritaapa saja yang akan di siarkan dalam program beritanya, berapa lama durasi suatu berita dapat di siarkan, format berita apa yang akan digunakan (apakah VO, paket, reader, dll), berapa VO dan berapa paket yang harus di buat. Produser harus menyusun bagaimana urutan beritanya, yang akan di tampilkan pertama dan apa yang akan di keluarkan terahir. Singkatanya,produser bertugas membentuk program beritanya.
2.6.1 Produser Eksekutif
Produser eksekutif (Excecutive Producer) bertanggung jawab terhadap penampilan jangka panjang program berita secara keseluruhan. Dia bertugas memikirkan setting, dekor, latar belakang atau tampilan suatu program berita yang akan menjadi ciri khas program berita itu, misalnya gaya pembukaan dan penutupan program berita, menentukan siapa presenternya dan detil lainnya. Semua itu di lakukan setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan direktur pemberitaan dan manager stasiun televise.
Produser eksekutif melakukan pengawasan terhadap kerja reporter dan produser, dan memastikan staf redaksi mematuhi stile yang telah di tetapkan dan konsisten dengan ketetapan itu. Jika produser acara bertanggung jawab atas satu program berita, maka produser eksekutif bertanggung jawab terhadap beberapa program berita. Iya juga memegang keputusan ahir mengenai berita apa yang harus turun atau yang tidak perlu disiarkan. Iya harus memikirkan cara untuk memperbaiki mutu program dan menjaga peringkat acara (Rating) agar tetap baik, jika peringkat acara suatu program berita turun, iya harus dapat memberikan penjelasan mengapa peringkatnya turun dan iya harus dapat memberikan argumentasi bagaimana cara memperbaiki hal itu.(Morissan, 2005:276-277)
2.6.2 Produser Acara
Dalam tugasnya sehari-hari, produser acara atau show producer (atau sering juga di sebut dengan istilah line producer) bertanggung jawab untuk mempersiapkan penayangan suatu program berita. Iya bertugas memilih berita-berita yang akan di siarkan pada suatu program berita-berita. Produser acara
memutuskan berita apa yang akan di siarkan dan iya mempersiapkan segala sesuatu agar berita itu dapat di tayangkan. Produser acara harus mempersiapkan susunan berita(rundown) yang berisikan berbagai format berita yang akan di tampilka (apakah itu paket, VO, reader, grafik dll). Pada program berita produser acara harus memperhitungkan waktu tayang (durasi) dari masing-masing format berita itu. Iya juga harus mempersiapak urutan beritanya, apa saja yang akan tampil pada segmen pertama, kedua, dan seterusnya.
Jika produser acara mengalami kesulitan dengan program yang akan di jalankannya atau iya ragu-ragu untuk memutuskan berita-berita yang hatus menjadi berita utama (top stories) damal rundown – nya, maka iya dapat berkonsultasi dengan produser eksekutif atau direktur pemberitaan. Tugas produser acara akan diawasi langsung oleh produser eksekutif dan direktur pemberitaan.
Produser acara dalam menjalankan tugasnya dapat dukungan dari kordinator liputan (korlip) dan reporter. Ketiga pihak ini selalu bertemu dalam rapat rutin, dimana produser memberitahukan perkiraan rundown bagi program berita yang akan ditayangkan. Dalam rapat juga di bicarakan apa yang harus di liput oleh reporter, angle berita apa yang harus di angkat, durasi dari setiap berita dan format berita yang akan di buat oleh reporter.
Dalam mempersiapkan rundown produser acara setiap saat harus tanggap terhadap berbagai perkembangan berita. Dalam hal ini, struktur rundown dapat berubah sewaktu-waktu. Jika terdapat perkembangan yang di nilai menarik, produser acara dapat mengusulkan kepada korlip untuk menugaskan reporter meliput peristiwa itu.(Morissan, 2005:278)
2.6.3 Produser Lapangan
Stasiun televisi dengan siaran nasional biasanya memiliki posisi produser lapangan atau filed producer dalam struktur organisasi keredaksiannya. Produser lapangan bertugas melakukan kordinasi pada saat peliputan dan sesuai namanya, produser lapangan akan lebih banyak berada di lokasi. Fungsi produser lapangan menjadi penting ketika stasiun televise melakukan liputan langsung (live). Dia akan mengarahkan juru kamera dan reporter di lapangan termasuk mempersiapkan wawancara, memberikan masukan kepada reporter mengenai materi wawancara atau siapa narasumber yang dapat di wawancarai. Produser lapangan membantu reporter melakukan riset guna mendapatkan informasi bagi suatu liputan, dia juga harus mempersiapkan rencana perjalanan jika tim liputan harus berangkat ke daerah lain. (Morissan, 2005:278-279).
2.7. Produksi Program Televisi
Dalam produksi program televisi yang melibatkan banyak peralatan, orang dan biaya yang besar, selain memerlukan suatu organisasi yang rapi juga perlu suatu tahap pelaksanaan produksi yang jelas dan efisien. Setiap tahap harus jelas kemajuannya dibandingkan dengan tahap sebelumnya. Tahapan produksi terdiri dari tiga bagian di televisi yang lazim disebut standard operation procedure (SOP), seperti berikut: (Wibowo, 2009:38-44)
1. Pra Produksi (Pelaksanaan dan Persiapan)
Tahap ini sangat penting, sebab jika tahap ini dilaksanakan dengan rinci dan baik, sebagian pekerjaan dari produksi yang direncanakan sudah selesai. Tahap pra produksi meliputi tiga bagian, sebagai berikut:
Tahap ini dimulai dalam suatu rapat redaksi, ketika seorang produser menemukan ide atau gagasan, membuat riset dan menuliskan naskah atau meminta penulis naskah menggambarkan gagasan menjadi naskah sesudah riset.
b. Perencanaan
Tahap ini meliputi penetapan jangka waktu kerja (time schedule), penyempurnaan naskah, pemilihan crew-crew yang bertugas, lokasi dan peralatan.
c. Persiapan
Tahap ini meliputi pemberesan semua kontrak, perijinan, surat-menyurat, pembuatan setting, meneliti dan melengkapi peralatan yang diperlukan. Semua pekerjaan ini paling baik diselesaikan menurut jangka waktu kerja (time schedule) yang sudah ditentukan.
2. Produksi
Setelah perencanaan dan persiapan selesai dengan baik dan benar, maka masuk kedalam tahap produksi. Pada tahap ini produser bekerja sama dengan tim atau crew dalam merealisasikan apa yang telah direncanakan dan dipersiapkan pada tahap pra produksi sebelumnya. Produser mengarahkan tim produksi dalam menentukan pengambilan gambar (shooting). Setelah itu, barulah tim produksi melakukan eksekusi dalam pengambilan gambar. Biasanya gambar hasil shooting dikontrol setiap malam di akhir shooting untuk melihat hasil pengambilan gambar sungguh baik. Apabila tidak maka adegan itu perlu diulang pengainbilan gambarnya. Sesudah semua adegan di dalam naskah selesai diambil maka hasil gambar asli (original material/row
footage) dibuat catatannya untuk kemudian masuk dalam proses post production, yaitu editing.
3. Pasca Produksi
Pasca produksi memiliki tiga langkah utama, yaitu editing offline, editing online, dan mixing.
a. Editing Offline
Proses editing ini merupakan proses memadukan antara gambar satu dengan gambar lain serta pemotongan dan memperpadukan gambar menjadi satu kesatuan gambar yang bercerita, sehingga hasilnya nanti akan dapat dimengerti dan dinikmati oleh pemirsanya.
b. Editing Online
Berdasarkan naskah editing, editor mengedit hasil shooting asli. Sambungan setiap shoot dan adegan (scene) dibuat tepat berdasarkan catatan time-code dalam naskah editing. Demikian pua sound asli dimasukkan dengan level yang seimbang dan sempurna. Setelah editing online ini siap, proses berlanjut dengan mixing.
c. Mixing
Narasi yang sudah direkam dan ilustrasi musik yang juga sudah direkam, dimasukan ke dalam pita hasil editing online sesuai dengan petunjuk atau ketentuan yang tertulis dalam naskah editing. Keseimbangan antara sound effect, suara asli dan musik harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak saling mengganggu dan terdengar jelas. Sesudah proses mixing ini boleh dikatakan bagian yang penting dalam post-production sudah selesai. Setelah produksi selesai biasanya diadakan preview. Apabila
dalam preview tidak ada yang harus diperbaiki, maka program ini sudah siap untuk ditayangkan.
Dalam hal ini, terdapat dua macam teknik editing, yaitu: editing linear atau editing dengan teknik analog dan editing non linear atau editing dengan teknik digital.
a. Editing Linear (Analog)
Proses pengeditan gambar satu persatu secara berurutan dari awal hingga akhir. Materi hasil shooting langsung dipilih dan disambung-sambung dalam pita VHS. Kaset VHS hasil editng digunakan sebagai pedoman oleh editor.
b. Editing Non Linear (Digital)
Proses pengeditan gambar secara acak (tidak berurutan). Hasil shoot dimasukkan kedalam komputer melalui proses capturing atau digitizing, yaitu mengubah hasil gambar dalam pita menjadi file. Hasil dari capturing yang berupa file dapat disimpan ke dalam hardisk dan dapat diedit sesuai kebutuhan dengan menggunakan program editing seperti: Adobe Premiere, After Effect, Avid, Final Cut dan lain-lain.
2.8 Teori Agenda Setting
Didalam menganalisis hasil pengamatan dan penelitian, penulis akan menggunakan Agenda-Setting Theory, yang menganggap media massa mempunyai kemampuan untuk memindahkan agenda media tersebut ke dalam agenda publik. (EM Grfffin,2003;390)
Teori agenda setting ini berdasarkan asumsi bahwa organisasi berita atau media massa adalah pihak yang memutuskan mana sesuatu yang penting dan mana yang
tidak. Hal ini membuat sebuah berita misalnya, akan berbeda penonjolannya. Ini bisa dilihat dari penentuan headline suatu media cetak, atau berita utama yang ditampilkan di televisi, termasuk durasinya dan darimana angle suatu berita atau peristiwa ditampilkan.
Sementara itu, Manheim dalam pemikirannya tentang konseptualisasi agenda yang potensial untuk memahami proses agenda setting menyatakan bahwa agenda setting meliputi tiga agenda, yaitu agenda media, agenda khalayak, dan agenda kebijakan. Masing-masing agenda itu mencakup dimensi-dimensi sebagai berikut: (Effendy, Op.Cit. Hal.287-288)
1. Untuk agenda media, dimensi-dimensinya mencakup:
• Visibility, yaitu tentang jumlah dan tingkat menonjolnya berita. Berita tersebut dianggap penting oleh siapa, tergantung dari khalayak yang dipilih sebagai target khalayak, pakah berita itu penting bagi mereka secara demografis maupun psikografis.
• Audience Salience. Merupakan relevansi isi berita dengan kebutuhan khalayak. Apakah berita tersebut sesuai dengan kebutuhan target khlayak • Valence. Berkaitan dengan menyenangkan atau tidak menyenangkan cara
pemberitaan bagi suatu peristiwa. 2. Untuk agenda khalayak, dimensi-dimensinya:
• Familiarity. Merupakan kesadaran khalayak akan topik tertentu, apakah cukup akrab dengan mereka.
• Personal Salience (penonjolan pribadi), adalah relevansi kepentingan dengan ciri pribadi.
• Favorability adalah pertimbangan senang atau tidak senang akan topik berita 3.Untuk agenda kebijakan, dimensi-dimensinya adalah:
• Support (dukungan) merupakan kegiatan menyenangkan bagi posisi suatu berita tertentu.
• Likelihood of Action (kemungkinan kegiatan), adalah kemungkinan
pemerintah melaksanakan apa yang diibaratkan.
• Freedom of Action (kebebasan bertindak), merupakan nilai kegiatan yang mungkin dilakukan pemerintah