LAPORAN AKHI R TAHUN
PENGELOLAAN SUMBERDAYA GENETI K
( SDG) DI PROVI NSI BENGKULU
Afrizon
KEMENTERI AN PERTANI AN
BADAN PENELI TI AN DAN PENGEMBANGAN PERTANI AN
BALAI PENGKAJI AN TEKNOLOGI PERTANI ANBENGKULU
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga Laporan Akhir Tahun Kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Genetik (SDG) di Provinsi Bengkulu dapat tersusun. Laporan ini dibuat sebagai salah satu pertanggung jawaban terhadap hasil pelaksanaan kegiatan yang dimulai pada bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun 2014.
Laporan ini mencakup empat kegiatan utama yaitu inventarisasi SDG tanaman pada lahan pekarangan, karakterisasi tanaman dan ternak spesifik lokasi, pengamatan pertumbuhan tanamn koleksi serta sosialisasi hasil inventarisasi dan karakterisasi tanaman spesifik lokasi. Kegiatan inventarisasi SDG tanaman pada lahan pekarangan dilaksanakan pada 6 Kabupaten/ Kota yaitu Bengkulu Tengah, Kaur, Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu, Lebong dan Mukomuko. Karakterisasi tanaman spesifik meliputi tanaman Lobi-lobi, Karimunting, Jamblang, Mangga Bengkulu, Durian Bengkulu, Manggis Marel, Jeruk RGL, Jeruk Kalamansi dan pisang Rampit, sedangkan jenis ternak yang dikarakterisasi adalah sapi Kaur, itik Talang Benih dan ayam Burgo. Sosialisasi hasil inventarisasi dan karakterisasi tanaman dilaksanakan di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang.
Kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan di dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan serta penyusunan laporan, oleh karena itu kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan. Kepada semua yang telah berpartisipasi dan membantu pelaksanaan kegiatan ini kami sampaikan terima kasih. Semoga laporan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kelestarian SDG lokal di Provinsi Bengkulu.
Bengkulu, Desember 2014 PenanggungJawab
Drs. Afrizon, M.Si
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul RPTP : Pengelolaan Sumberdaya Genetik (SDG) di Provinsi Bengkulu
2. Unit Kerja : BPTP Bengkulu
3. Alamat : Jalan I rian Km 6,5 Kota Bengkulu
4. Diusulkan Melalui : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
5. Status Penelitian : Lanjutan 6. Penanggungjawab
a. Nama : Drs. Afrizon, M.Si
b. Pangkat/ Golongan : Penata Tk I / I I I d
c. Jabatan : Peneliti Muda
7. Lokasi : Provinsi Bengkulu
8. Agroekosistem : Lahan Kering 9. Tahun Dimulai Kegiatan : 2013
10. Tahun Selesai : 2014
11. Output Tahunan : Terbentuknya kebun koleksi plasma nutfah spesifik Bengkulu, sosialisasi kegiatan SDG kepada Stakeholder dan data base SDG spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu
12. Output Akhir : Pelestarian dan pengelolaan SDG, pemanfaatan SDG secara optimal dan keberlanjutan serta data base SDG spesifik Bengkulu
13. Biaya kegiatan : Rp. 146.951.000-, (Seratus Empat Puluh Enam Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Satu Ribu Rupiah)
Koordinator Program,
I r. Wahyu Wibawa, MP., Ph.D NI P. 19690429 199803 1 001
Penanggung Jawab RPTP,
Drs. Afrizon, M.Si
NI P. 19620415 199303 1 001
Mengetahui, Kepala BBP2TP,
Dr. I r. Abdul Basit, M.S NI P. 19610929 198603 1 003
Kepala BPTP Bengkulu,
DAFTAR I SI
1.2. Dasar Pertimbangan ... 2
1.3. Tujuan ... 3
1.4. Keluaran Yang Diharapkan ... 3
1.5. Hasil Yang Diharapkan... 3
1.6. Perkiraan Manfaat dan Dampak... 3
I I . TI NJAUAN PUSTAKA... 4
I I I . METODOLOGI ... 8
3.1. Lokasi dan Waktu... 8
3.2. Bahan dan Alat ... 8
3.3. Pendekatan ... 8
3.4. Ruang Lingkup Pengkajian ... 8
3.5. Metode Pelaksanaan Pengkajian ... 9
3.6. Metode Analisis Data ... 13
I V. HASI L DAN PEMBAHASANSEMENTARA... 14
4.1. Kegiatan Pendahuluan ... 14
4.2. I nventarisasi Tanaman dan Ternak ... 15
4.3. Karakterisasi Tanaman dan Ternak Spesifik Lokasi ... 28
4.4. Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Koleksi ... 40
4.5. Sosialisasi Hasil I nventarisasi dan Karakterisai ... 45
4.6. Focus Group Disscusin (FGD) ... 45
V. KESI MPULAN DAN SARAN ... 47
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Nilai tolak ukur indeks keanekaragaman ... 13
2. Calon lokasi survei SDG tanaman dan ternak pada lahan pekarangan berdasarkan hasil koordinasi ke Dinas/ I nstansi ... 14
3. Lokasi survei dan jumlah sampel pelaksanaan survei SDG lahan
Pekarangan pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 15
4. Lokasi survei SDG lahan pekarangan berdasarkan ketinggian tempat
ada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 16
5. Hasil survei SDG lahan pekarangan pada 6 Kabupaten/ kota
di Provinsi Bengkulu ... 16
6. Keragaman SDG tanaman pangan lahan pekarangan pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 17
7. Keragaman SDG tanaman sayuran lahan pekarangan pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 18
8. Keragaman SDG tanaman buah lahan pekarangan pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 19
9. Keragaman SDG tanaman hias lahan pekarangan pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 22
10. Keragaman SDG tanaman biofarmaka lahan pekarangan pada 6
6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 25
11. Keragaman SDG tanaman perkebunan lahan pekarangan pada 6
Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 26
12. Hasil inventarisasi ternak lahan pekarangan pada 6 Kabupaten/ Kota
di Provinsi Bengkulu ... 28
13. Pertumbuhan tanaman Mangga Bengkulu pada penanaman di
Lapangan dan di dalam pot ... 41
14. Pertumbuhan tanaman Manggis Lebong pada penanaman
langsung di lapangan dan di dalam pot ... 42
15. Pertumbuhan tanaman Sawo Pusakan di lapangan dan di pot ... 43
17. Pertumbuhan tanaman Mangga Madu pada penanaman di dalam pot ... 44
18. Pertumbuhan tanaman kelengkeng di dalam pot ... 44
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Tanaman lobi-lobi di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu ... 29
2. Tanaman karimunting yang telah dibudidayakan pada lahan pekarangan di Kelurahan Surabaya Kota Bengkulu ... 30
3. Batang Jamblang di Desa Pardasuka Kabupaten Kaur ... 31
4. Tanaman dan buah Mangga Bengkulu... 32
5. Tanaman dan buah Durian Bentara... 33
6. Tanaman dan buah Manggis Marel ... 34
7. Tanaman dan buah Jeruk RGL... 35
8. Tanaman Jeruk Kalamansi di dalam pot ... 36
9. Tanaman dan buah Sawo Pusaka ... 37
DAFTAR LAMPI RAN
Halaman
1. Daftar hadir peserta sosialisasi hasil inventarisasi dan karakterisasi tanaman di Kota Bengkulu ... 55
2. Daftar hadir peserta FGD di Kabupaten Kepahiang ... 56
3. Jenis tanaman pangan hasil inventarisasi pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu ... 58
4. Jenis tanaman sayuran hasil inventarisasipada 6 Kabupaten/ Kota
di Provinsi Bengkulu ... 62
5. Jenistanaman buah hasil inventarisasipada 6 Kabupaten/ Kota
di Provinsi Bengkulu ... 74
6. Jenistanaman biofarmaka hasil inventarisasi pada 6 Kabupaten/
Kota di Provinsi Bengkulu ... 114
7. Jenis tanaman hias hasil inventarisasi pada 6 Kabupaten/ Kota
di Provinsi Bengkulu ... 131
8. Jenis tanaman perkebunan hasil inventarisasi pada 6 Kabupaten/
Kota di Provinsi Bengkulu ... 154
9. Dokumentasi sosialisasi hasil inventarisasi dan karakterisasi
tanaman di Kota Bengkulu ... 170
RI NGKASAN
1. Judul RPTP : Pengelolaan Sumberdaya Genetik (SDG) di Provinsi Bengkulu
2. Unit Kerja : BPTP Bengkulu
3. Lokasi : Kabupaten Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur dan Kota Bengkulu
4. Tujuan : 1. Menginventarisir sumberdaya genetik tanaman dan ternak pada lahan pekarangan di Provinsi Bengkulu.
2. Mengkarakterisasi tanaman dan ternak spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu.
3. Pemeliharaan dan penambahan koleksi tanaman hortikultura spesifik lokasi di Kebun Koleksi BPTP Bengkulu.
5. Dasar Pertimbangan : SDG tanaman untuk pangan dan pertanian merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan secara langsung atau tidak langsung untuk mendukung ketahanan pangan. Pemanfaatan langsung SDG tanaman adalah budidaya tanaman untuk memenuhi kebutuhan tanpa memerlukan perbaikan tanaman melalui pemuliaan. Bagi SDG tanaman yang memiliki keunikan secara geografis, maka dapat dilindungi untuk memperoleh hak perlindungan I ndikasi Geografis. Pemanfaatan SDG secara tidak langsung,yaitumemanfaatkan keanekaragaman bahan genetik yang terdapat di dalam SDG tanaman untuk merakit varietas unggul baru melalui kegiatan pemuliaan tanaman.
I nformasi keanekaragamanserta status keberadaan SDG tanaman sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan SDG pertanian untuk
mewujudkan kesejahteraan
masyarakat.I nformasidapat diperoleh melalui serangkaian kegiatan inventarisasi SDG tanaman, baik melalui inventarisasi SDG tanaman yang berada di lahan pekarangan rumah petani, lahan petani maupun kebun koleksi. Data inventariasi SDG tanaman mencakup identitas petani, lokasi, jenis/ spesies tanaman yang dibudidayakan,
cakupan dan deskripsi serta
tingkat keberagaman/ diversitas dan potensi pemanfaatan serta sumber keberadaannya. Mengingat berlimpahnya sumber daya genetik di Provinsi Bengkulu, maka perlu upaya untuk konservasi atau pelestarian SDG tanaman di Bengkulu. Tujuan konservasi atau pelestarian SDG adalah untuk memelihara dan mengelola plasma nutfah domestik dan/ atau varietas asal dan introduksi agar terhindar dari kepunahan, mempertahankan serta menjaga agar tetap hidup untuk pemanfaatan lebih lanjut .
6. Metodologi : Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur dan Kota Bengkulu pada Januari-Desember 2014. Penelitian menggunakan metode survei dengan bantuan kuisioner. Tahap pelaksanaan meliputi koordinasi internal dan eksternal, inventarisasi, karakterisasi dan koleksi SDG serta pemeliharaan dan penambahan koleksi SDG di BPTP Bengkulu. Data yang diperoleh diolah dengan analisis four cell. Untuk mengetahui I ndeks Diversitas SDG dalam suatu wilayah dihitung dengan menggunakan I ndeks Shanon.
7. Perkiraan Manfaat : Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memperoleh status SDG tanamanlokal di Provinsi Bengkulu, mengetahui daerah distribusi dan status kelangkaannya.
8. Perkiraan Dampak : Tersedianya bahan
pemuliaantanamanlokalbagiBadanLitbangpertania ndansemua informasi dasar tersebut akhirnya dapat dipakai sebagai dasar penelitian lanjutan dalam upaya meningkatkan keragaman aksesi plasma nutfah tanaman yang ada di Provinsi Bengkulu.
9. Jangka Waktu : 1 (Satu) tahun
SUMMARY
1. RPTP Title : Management of Genetic Resources (GR) in Bengkulu Province
1. Unit of Work : Assesment I nstitute for Agricultur Technology of Bengkulu
2. Location : District Mukomuko, Lebong, Central Bengkulu, South Bengkulu, Kaur and Bengkulu City.
3. Objectives : 1. Exploring the genetic resources of crops and livestock in the province of Bengkulu specific location.
2. Maintenance and the addition of a collection of specific horticultural crops in gardens BPTP collection of Bengkulu.
4. Justification : Genetic resources crops for food and agriculture is a material that can be used directly or indirectly to support food security. Genetic resources is a direct use of plant cultivation to meet the requirements without the need for crop improvement through breeding. For genetic resources plant that has a unique geography, it can be protected to obtain the right to the protection of geographical indications. Utilization genetic resource indirectly, utilizing a diversity of genetic material contained in genetic resource plant to assemble new varieties through plant breeding.
Diversity of information and presence status genetic resource plants indispensable as a basis for policy management and utilization of agricultural genetic resourse for the public welfare. I nformation can be obtained through a series of activities genetic resorce inventory of plants, either through genetic resource inventory of plants that were in the yard area farmers, farmers’ fields and gardens collection. Data inventariasigenetic resource cover crop farmer identity, location, type/ species of cultivated plants, as well as the description of the scope and utilization.Genetic resources’s inventory of plant diversity can provide the level of diversity/ diversity and potential utilization as well as the source of its existence.
5. Methodology : The study was conducted in Mukomuko district, Lebong, Central Bengkulu, South Bengkulu,Kaur and Bengkulu City in January-December 2014. Research using a survey method with the help of questionnaires. I mplementation phase includes internal and external coordination, inventory, characterization and collection of maintenance and the addition of genetic resource and genetic resource collection in BPTP Bengkulu. The data obtained were processed with a four-cell analysis. To determine the diversity index SDG in a region is calculated using the Shannon I ndex.
6. Estimated Benefits : The expected benefits of this research is to obtain the status of genetic resource local plant in the Bengkulu Provinse, knowing the area distribution and rarity status.
7. Estimated I mpact : Availability of local plant breeding material for agricultural Research Agency and all of the basic information can ultimately be used as a basis for further research in an effort to increase the diversity of germplasm accessions that exist in the province of Bengkulu.
8. Period : 1 (one) years
I . PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
I ndonesia merupakan salah satu negara didunia yang memiliki sumber daya hayati sangat beragam sehingga dinyatakan sebagai negara " mega-biodiversity". Meskipun luas daratan I ndonesia hanya 1,3% dari luas daratan yang ada di dunia namun memiliki 10% spesies bunga dunia, 12% mamalia dunia, 17% burung di dunia, lebih dari 400 spesies palem dunia dan sekitar 25.000 jenis tumbuhan berbunga (Bappenas, 2003).Masyarakat I ndonesia selama ini telah memanfaatkan keanekaragaman plasma nutfah sesuai dengan tingkat pengetahuan dan kultural yang dimiliki oleh masing-masing individu ataupun kelompok masyarakat.
Provinsi Bengkulu terletak di sebelah barat pegunungan Bukit Barisan dengan luas wilayah mencapai lebih kurang 1.978.870 ha atau 19.788,7 kilometer persegi. Wilayah Provinsi Bengkulu memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung dengan jarak ± 567 kilometer. Provinsi Bengkulu memiliki berbagai kekayaan Sumberdaya Genetik (SDG) baik dari tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, kentang merah), tanaman buah (jeruk, mangga, durian, pisang, manggis), tanaman hias (anggrek danbunga raflesia) serta tanaman biofarmaka. Potensi yang ada tersebut tersebar di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu sesuai dengan agroekosistemnya.
Fenomena lingkungan dan sumber daya hayati Provinsi Bengkulu tersebut memberikan indikasi bahwa provinsi Bengkulu kaya akan sumber daya genetik. SDG merupakan landasan hayati yang secara langsung atau tidak langsung menopang kesejahteraan manusia di muka bumi. SDG mencakup keanekaragaman bahan genetik yang terdapat dalam tanaman dan hewan yang dapat digunakan sebagai pangan, pakan, serat, pakaian, bangunan, energi maupun pemenuhan estetika.
Ketiadaan akses terhadap SDG spesifik Bengkulu dan pengetahuan tradisional yang ada di masyarakat secara turun menurun dikhawatirkan menghilang. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu pengelolaan SDG melalui inventarisasi, identifikasi, eksplorasi serta pemanfaatan secara bijak dalam upaya untuk melestarikan secara berkelanjutan.
1.2. Dasar pertimbangan
Sumber daya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan secara langsung atau tidak langsung untuk mendukung ketahanan pangan. Pemanfaatan langsung SDG tanaman adalah budidaya tanaman untuk memenuhi kebutuhan tanpa memerlukan perbaikan tanaman melalui pemuliaan. Bagi SDG tanaman yang memiliki keunikan secara geografis, maka dapat dilindungi untuk memperoleh hak perlindungan I ndikasi Geografis. Pemanfaatan SDG secara tidak langsung, yaitu memanfaatkan keanekaragaman bahan genetik yang terdapat di dalam SDG tanaman untuk merakit varietas unggul baru melalui kegiatan pemuliaan tanaman.
I nformasi keanekaragamanmserta status keberadaan SDG tanaman sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan SDG pertanian untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.I nformasi dapat diperoleh melalui serangkaian kegiatan inventarisasi SDG tanaman, baik melalui inventarisasi SDG tanaman yang berada di lahan pekarangan rumah petani, lahan petani maupun kebun koleksi. Data inventariasi SDG tanaman mencakup identitas petani, lokasi, jenis/ spesies tanaman yang dibudidayakan, cakupan dan deskripsi serta pemanfaatan. Hasil inventarisasi keanekaragaman SDG tanaman dapat memberikan informasi tingkat keberagaman/ diversitas dan potensi pemanfaatan serta sumber keberadaannya.
1.3. Tujuan
1. Menginventarisir sumberdaya genetik tanaman dan ternak pada lahan pekarangan di Provinsi Bengkulu.
2. Mengkarakterisasi tanaman dan ternak spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu. 3. Pemeliharaan dan penambahan koleksi tanaman hortikultura spesifik lokasi
di Kebun Koleksi BPTP Bengkulu.
1.4. Keluaran
1. Data base kekayaan serta diversitas sumberdaya genetiktanaman dan ternak pada lahan pekarangan di Provinsi Bengkulu.
2. Karakterisasi sumberdaya genetik tanaman dan ternak spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu.
3. Terpelihara dan bertambahnya koleksi SDG tanaman hortikultura spesifik Bengkulu di kebun koleksi BPTP Bengkulu.
1.5. Perkiraan Manfaat dan Dampak
1.5.1. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memperoleh status SDG tanaman lokal di Provinsi Bengkulu, mengetahui daerah distribusi dan status kelangkaannya.
1.5.2. Dampak
I I . TI NJAUAN PUSTAKA
Sumber daya genetik atau plasma nutfah adalah bahan tanaman, hewan, jasad renik, yang mempunyai kemampuan untuk menurunkan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sumber daya genetik ini mempunyai nilai baik yang nyata, yaitu telah diwujudkan dalam pemanfaatan, maupun yang masih pada taraf potensi yaitu yang belum diketahui manfaatnya. Pada tanaman, sumber daya genetik terdapat dalam biji, jaringan, bagian lain tanaman, serta tanaman muda dan dewasa. Pada hewan atau ternak sumber daya genetik terdapat dalam jaringan, bagian-bagian hewan lainnya, semen, telur, embrio, hewan hidup, baik yang muda maupun yang dewasa. Sumber daya genetik dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemuliaan dalam mengembangkan varietas baru tanaman atau menghasilkan rumpun baru ternak. Adanya keragaman genetic yang luas di dalam plasma nutfah memberikan peluang yang besar untuk perbaikan genotip tanaman (Sumarno, 2002).
Sumber daya genetik dapat terkandung di dalam varietas tradisional dan varietas mutakhir atau kerabat liarnya. Bahan genetik ini merupakan bahan mentah yang sangat penting bagi para pemulia tanaman, hewan dan ikan. Bahan genetik ini merupakan bahan cadangan bagi makhluk untuk penyesuaian genetik dalam mengatasi perubahan kondisi lingkungan yang membahayakan dan perubahan kondisi ekosistem yang tidak mendukung kehidupan makhluk. Karagaman genetik yang ada dapat berasal dari eksplan atau karena pengaruh lingkungan (Wattimena, 1992).
Banyak spesies tanaman di I ndonesia memiliki keanekaragaman sumber daya genetik tinggi dan persebarannya meliputi berbagai daerah. Setiap daerah di I ndonesia memiliki beberapa sumber daya genetik yang khas, yang sering berbeda dengan yang ada di daerah lain. Kenyataan ini merupakan suatu potensi yang bernilai tinggi bagi daerah untuk memanfaatkan fenomena ini. Sebagian dari sumber daya genetik tersebut ada yang telah dikembangkan sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi, tetapi banyak pula di antaranya yang belum dimanfaatkan sama sekali, sehingga mengalami ancaman kepunahan.
Rojolele (Delanggu), beras Cianjur (Cianjur), bareh Solok (Solok), dan sebagainya (Anonim, 2007)
Sumber daya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian (SDGTPP) merupakan landasan hayati dari ketahanan pangan, yang langsung atau tidak langsung menopang kesejahteraan setiap manusia di muka bumi ini. SDGTPP mencakup keanekaragaman bahan genetik yang terdapat dalam varietas tradisional maupun varietas unggul yang ditanam petani serta kerabat liar tanaman budidaya dan spesies tanaman liar yang dapat digunakan untuk pangan, pakan, serat, pakaian, bangunan, energi dan sebagainya. SDGTPP t er seb ut m er upak an t et ua y ang d apat digun akan u nt uk m er ak it var iet as ungg ul bar u m elalui k eg iat an p em uliaan t an am an at au m elalui pem an f aat an biot ek n ologi. SDGTPP, yang langsung digunakan oleh petani atau pemulia, merupakan simpanan adaptabilitas genetik yang dapat digunakan untuk menanggulangi perubahan iklim dan lingkungan yang berbahaya serta perubahan ekonomi. Erosi terhadap SDGTPP dapat mendatangkan ancaman yang serius terhadap ketahanan pangan dalam jangka panjang, hal ini sering kurang diperhatikan. Dengan demikian pelestarian dan pemanfaatan SDGTPP secara berkelanjutan sebagai perlindungan terhadap perubahan yang tidak diharapkan di masa depan perlu dilakukan.
Saat ini tingkat pertambahan penduduk 3,7% per tahun, bisa diperkirakan berapa jumlah penduduk I ndonesia 50 tahun mendatang. Untuk itu diperlukan perbaikanvarietas yang terpercaya dan dapat meningkatkan hasil secara berkelanjutan guna mencukupi kebutuhan pangan penduduk yang terus bertambah. Pelestarian dan pemanfaatan SDGTPP secara berkelanjutan merupakan kunci perbaikan dalam menghadapi perubahan iklim, untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian, yang pada gilirannya akan mendukung pembangunan nasional, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.
Arti penting pelestarian sumberdaya genetik menjadi sangat jelas dan tidak dapat dibantah kebenarannya. Walaupun alasan pentingnya pelestarian tersebut kadang-kadang masih diperdebatkan dan metode konservasi yang harus diikuti masih menjadi topik hangat yang perlu didiskusikan (Zobel and Talbert, 1984). Namun keinginan melestarikan materi genetik untuk keperluan breeding pada saat sekarang dan keperluan untuk mendapatkan jenis tanaman dengan sifat adaptasi tinggi terhadap lingkungan walaupun sifat tersebut masih belum terlihat kemanfaatannya saat ini, menjadi sangat mendesak untuk dilakukan. Adapun sifat yang bernilai ekonomi tinggi t ersebut yang hingga kini masih belum dikaji secara intensif, misalnya adalah jenis jenis yang berpotensi untuk menghasilkan zat bioaktif, penghara industri masa depan, bahan konstruksi, penyerap C02 optimal dan lain sebagainya. Jenis tersebut pada kondisi sekarang mengalami ancaman kemusnahan dalam bentuk menyusutnya individu-individu ataupun populasi jenis target, terisolasinya populasi jenis target menjadi fragmentasi populasi yang berukuran kecil-kecil dan masing masing terpisah satu dengan lainnya.karena deforestasi, fragmentasi, dan bencana alam.
ditentukanuntuk hutan tropis seperti di Amazon, Brazil yang jumlah maupun jenis floranya relatif belum banyak dikenal (Davidson, 1983).
I I I . METODOLOGI
3.1. Lokasi dan Waktu
Kegiatan Pengelolaan SDG dilaksanakan di 6 Kabupaten/ Kota yaitu Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur dan Kota Bengkulu pada Januari-Desember 2014.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan adalah tanaman atau sampel tanaman yang menjadi objek identifikasi dan eksplorasi, parang, cangkulu, alat tulis, Global Positioning System (GPS) dan lain-lain.
3.3. Pendekatan
Masih banyaknya kekayaan SDG di Provinsi Bengkulu terutama plasma nutfah tanaman merupakan salah satu potensi yang perlu digali untuk mencarai sumber alternatif pengembangannya. Beberapa tumbuhan yang dapat menjadi alternatif solusi pengembangan sumberdaya plasma nutfah antara lain komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan maupun tanaman obat. Untuk itu perlu adanya suatu kajian inventarisasi dan pengelolaan sumberdaya genetik tanaman lokal yang ada di Provinsi Bengkulu.
Pemilihan daerah/ desa yang akan dijadikan sebagai lokasi untuk identifikasi dan eksplorasi nantinya mengacu kepada data sekunder dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dimana sumberdaya genetik tersebut berada. Berdasarkan keberadaan SDG yang akan dilestarikan pada daerah nantinya akan ditentukan cara pengelolaanya apakah dengan pendekatan in-situ atau dengan ex-situ.
3.4. Ruang Lingkup Pengkajian
Kegiatan Pengelolaan SDG di Provinsi Bengkulu dilakukan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dimana data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang diuraikan secara rinci untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
berbeda-beda. Artinya data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenarannya apabila digali dari berbagai sumber data yang berbeda.
I nventarisasi sumberdaya genetik tanaman dan ternak dilakukan melalui metode survei pada lahan pekarangan petani. Tujuan survei ini adalah untuk menginventarisasi berbagai spesies tanaman dan ternak yang dikoleksi oleh petani di Provinsi Bengkulu. Survei inventarisasi dilakukan pada 6 Kabupaten/ Kota yaitu Kabupaten Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur dan Kota Bengkulu. Jumlah petani responden untuk survei SDG pada lahan pekarangan sebanyak 30 orang/ Kabupaten yang dipilih secara sengaja (purposive).
Kegiatan karakterisasi dilakukan terhadap tanaman dan ternak spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu. Tujuan karakterisasi ini adalah untuk mengetahui potensi serta keunggulan sumberdaya genetik tersebut serta nama atau instansi kolektor.
3.5. Metode Pelaksanaan Pengkajian
Metode pelaksanaan kegiatan Pengelolaan SDG dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap awal dan tahap pelaksanaan. Tahap awal dilakukan melalui kegiatan koordinasi, sedangkan tahap pelaksaan dilakukan melalui inventarisasi, karakterisasi, koleksi SDG serta pemeliharaan kebun SDG.
1. Koordinasi
Koordinasi internal dilakukan dalam bentuk pertemuan ataupun seminar dengan Komda SDG Provinsi Bengkulu dan stakeholder di BPTP Bengkulu. Pada pertemuan tersebut dilakukan evaluasi kemajuan kegiatan, hambatan dan kendala, pencapaian serta rencana tindak lanjut kegiat an SDG. Koordinasi ini dilakukan dalam upaya menyamakan persepsi dan sinergi antara pengelolaan SDG di BPTP dengan program kerja Komda SDG Provinsi Bengkulu.
2. I nventarisasi SDG tanaman dan ternak pada lahan pekarangan
pekarangan milik petani responden. Pemilihan responden dilakukan dengan metode sampling sebanyak 30 responden rumah tangga/ kabupaten/ kota. Kuesioner untuk survei plasma nutfah pada lahan pekarangan petani pada Lampiran 2. Secara umum, data yang dikumpulkan pada saat survei sebagai berikut :
1). Waktu inventarisasi dan lokasi, meliputi :
a. Tanggal inventarisasi : tanggal pada saat dilakukan survei inventarisasi.
b. Lokasi mencakup :
- Letak lintang (LU atau LS) dan Bujur (BT atau BB) - Ketinggian tempat/ lokasi meter dari permukaan air laut)
2). I dentitas petani meliputi nama petani, alamat RT/ RW, nomor, Desa/ Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.
3). Data tanaman meliputi : nama tanaman, jumlah jenis, nama lokal, jumlah tanaman/ luas, deskripsi morfologi utama, pemanfaatan tanaman yang bersangkutan dan foto.
4). Data ternak, meliputi : nama ternak, jumlah jenis, nama lokal, jumlah tanaman/ luas, deskripsi morfologi utama, pemanfaatan ternak yang bersangkutan dan foto.
3. Karakterisasi sumberdaya genetik tanaman dan ternak spesifik lokasi
karakterisasi berjumlah 5-10 tanaman dengan tingkat kompetisi antar tanaman yang sama.
Karakterisasi tanaman pangan jenis serealia (padi, jagung, jewawut)
a). Karakter agronomi terdiri atas
- Umur mulai berbunga (Hari Setelah Tanam= HST) - Umur panen tanaman (HST)
- Tinggi tanaman (cm) : diukur mulai dari pangkal batang sampai daun tertinggi
- Anakan produktif (batang/ rumpun) - Bobot 1.000 butir (gram)
- Panjang malai/ tongkol (cm)
- Hasil biji (gram/ batang atau ton/ ha) b). Karakter morfologi terdiri atas
- Bentuk gabah/ biji - Warna gabah/ biji
- Tipe daun (daun tunggal atau daun majemuk) c). Pemanfaatan tanaman
Karakteristik tanaman pangan jenis umbi-umbian
a). Karakter agronomi terdiri dari : - Umur panen (HST)
- Jumlah ubi/ tanaman
- Tinggi tanaman (cm), diukur pada pangkal batang sampai ujung daun tertinggi
b). Karakter morfologi terdiri dari : - Warna daun pucuk
- Warna daun tua (merah kecoklatan, hijau, merah kehijauan atau yang lainya)
- Warna tangkai daun - Bentuk umbi
Karakteristik tanaman buah-buahan
a). Karakter agronomi terdiri dari : - Tinggi tanaman (cm)
- Waktu berbunga dan waktu panen - Umur mulai berbuah
- Jumlah buah pertanaman - Produksi/ pohon
b). Karakter morfologi terdiri dari : - Warna buah
- Bentuk buah - Ukuran buah - Warna kulit buah - Warna daging buah
- Analisis laboratorium untuk mengetahui tingkat kemanisan dan kandungan vitamin C.
c). Pemanfaatan tanaman
4. Pemeliharaan dan penambahan koleksi SDG
Pemeliharaan dilakukan terhadap koleksi tanaman hortikultura yang telah ada di BPTP Bengkulu. Koleksi SDG di BPTP Bengkulu adalah mangga bengkulu, manggis lebong asli, sawo pusaka, pisang curup, jeruk kalamansi, jeruk gerga lebong, durian bentara, mangga madu dan kelengkeng. Media penanaman koleksi tersebut dilakukan pada tiga media yaitu tanah, tabulampot dan screen house. Pemeliharaan yang dilakukan meliputi penyiraman, pengendalian gulma, penyulaman, pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Pemeliharaan tanaman dilakukan pada semua media penanaman baik penanaman di tanah maupun di dalam pot.
Penambahan koleksi dilakukan dengan menambah jumlah tanaman yang telah ada di kebun koleksi BPTP ataupun dengan melakukan penanaman baru untuk tanaman yang belum dikoleksi.
5. Pengamatan pertumbuhan tanaman koleksi di kebun koleksi BPTP Bengkulu
untuk mengetahui pertumbuhan tanaman pada masing-masing stadi pertumbuhan serta produksi masing-masing jenis yang dikoleksi. Parameter pengamatan antara lain tinggi tanaman (cm), jumlah cabang, umur tanaman berbunga setelah tanam, umur panen, jumlah buah/ batang, produksi buah/ batang (kg/ batang) serta pengamatan hama penyakit tanaman.
6. Sosialisasi hasil inventarisasi dan karakterisasi
Sosialisasi hasil kegiatan inventarisasi dan karakterisasi dilakukan setelah kegiatan survei selesai dilaksanakan. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil survei kepada Stakeholder Dinas Pertanian dan I nstansi terkait lainnya. Diharapkan hasil survei kegiatan Pengelolaan SDG ditindak lanjuti oleh Pemda daerah.
3.6. Metode Analisis Data
Hasil inventarisasi kemudian diolah dengan four cell analysis. Untuk mengetahui indeks diversitas SDG dalam suatu wilayah dapat dihitung dengan I ndeks Shanon (H) dan I ndeks Equitability (EH) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Dimana i= 1, pi adalah proporsi spesies ke-i dan s adalah banyaknya spesies dalam suatu wilayah. Nilai tolak ukur indeks keanekaragam menurut Restu (2002) dalam Fitriana (2006) pada Tabel 1.
Tabel 1. Nilai tolak ukur indeks keanekaragaman
Nilai tolak ukur Keterangan
H’ < 1,0 Keanekaragaman rendah, miskin, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil.
1,0 < H < 3,322 Keanekaragaman sedang, produktivitas cukup, kondisi ekosistem cukup seimbang, tekanan ekologis sedang. H’ > 3,322 Keanekaragaman tinggi, stabilitas ekosistem mantap,
I V.HASI L DAN PEMBAHASAN
4.1. Kegiatan Pendahuluan
Lokasi pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Genetik (SDG) dilaksanakan pada Kabupaten Bengkulu Tengah, Kaur, Bengkulu Selatan, Lebong, Mukomuko dan Kota Bengkulu. Kegiatan pendahuluan dilaksanakan melalui koordinasi ke Dinas/ I nstansi terkait di Kabupaten/ Kota lokasi pengkajian. Kegiatan koordinasi selain bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan di Kabupaten/ Kota yang bersangkutan juga untuk memperoleh gambaran lokasi survei inventarisasi SDG lahan pekarangan serta informasi SDG spesifik lokasi.
Berdasarkan hasil koordinasi, diperoleh informasi lokasi untuk survei SDG lahan pekarangan dan tanaman spesifik lokasi untuk kegiatan karakterisasi SDG tanaman dan ternak spesifik lokasi. Nama calon lokasi pelaksanaan survei inventarisasi SDG lahan pekarangan pada Tabel 2.
Tabel 2. Calon lokasi survei SDG tanaman dan ternak pada lahan pekarangan berdasarkan hasil koordinasi ke Dinas/ I nstansi
No. Kabupaten Calon lokasi survei Jenis
tanaman spesifk 1. Bengkulu Tengah Taba Penanjung, Pagar Jati
dan Pondok Kubang
-2. Bengkulu Selatan Seginim, Kedurang I lir dan Bunga Mas
-3. Kaur Kelam Tengah, Kaur Selatan dan Maje
-4. Lebong Topos, Lebong Utara dan Lebong Selatan
Buah iking, Amen, kisip, ketupak, dan limau pit.
5. Mukomuko Bunga Tanjung, Lubuk Pinang, Air Rami dan SP 6
-6. Kota Bengkulu Sungai Serut, Muara Bangka Hulu dan Selebar
Lobi-lobi dan karimunting
4.2. I nventarisasi SDG Tanaman dan Ternak
4.2.1. Profil lokasi survei
Pelaksanaan survei inventarisasi SDG lahan pekarangan dilakukan pada 123 sampel yang tersebar pada 6 Kabupaten/ Kota yaitu Bengkulu Tengah, Kaur, Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu, Lebong dan Mukomuko. Survei dilaksanakan pada 21 kecamatan dengan 54 desa/ kelurahan. Nama kabupaten/ kota, kecamatan, desa/ kelurahan dan jumlah sampel survei SDG lahan pekarangan pada Tabel 3.
Tabel 3. Lokasi survei dan jumlah sampel pelaksanaan survei SDG lahan pekarangan pada 6 Kabupaten Kota di Provinsi Bengkulu
No. Kabupaten Kecamatan Jumlah
2. Kaur 1. Kelam Tengah
2. Kaur Selatan 4. Kota Bengkulu 1. Sungai Serut
2. Ratu Samban 6. Mukomuko 1. Air Rami
2. I puh
Secara umum, survei inventarisasi tanaman pada lahan pekarangan dilakukan pada dataran rendah (Tabel 4). Jumlah lokasi sampling pada dataran rendah lebih banyak yaitu 91,06% dibandingkan dengan dataran tinggi yaitu 8,94% . Lokasi survei yang berada pada dataran tinggi adalah Kabupaten Lebong dengan ketinggian berkisar antara 708-940 meter di atas permukaan laut (m dpl), sedangkan 5 Kabupaten/ Kota lain berada pada ketinggian antara 12-216 m dpl.
Tabel 4. Lokasi survei SDG lahan pekarangan berdasarkan ketinggian tempat pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu.
No. Ketinggian lokasi survei Jumlah Persentase (% )
1. Dataran rendah (0-500 m dpl) 112 91,06
2. Dataran tinggi (> 500 m dpl) 11 8,94
Jumlah 123 100
4.2.2. I nventarisasi tanaman pangan
Berdasarkan survei, jenis tanaman pangan yang banyak dibudidayakan pada lahan pekarangan di Provinsi Bengkulu adalah tanaman pangan jenis umbi terutama dari famili Araceae (7 jenis) dan famili Dioscoreaceae (4 jenis). Selain itu, terdapat juga jenis tanaman lain yaitu ganyong, ubi jalar, ubi kayu, kacang-kacangan, garut dan sukun (Tabel 6).
Tabel 6. Keragaman SDG tanaman panganpada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu
No. Nama Jenis Famili Jumlah
1 Suweg (Amorphophallus paeoniifolius(Dennts) Nicolson) Aracaceae 3 2 Talas Bentul (Colocasia esculenta(L.) Schott.) Araceae 60
3 Talas Bogor Araceae 52
4 Talas Hitam Araceae 38
5 Talas Umbi Araceae 107
6 Talas/ Keladi Padi Araceae 27
7 Talas Kemumu Araceae 42
8 Ganyong (Canna discolorLindl.) Cannaceae 32 9 Waluh/ Prengi (Cucurbita pepo) Cucurbitaceae 6 10 Ubi Jalar (m) (I pomoea batatasL.) Convolvulaceae 99 11 Ubi Kayu (Manihot esculentaCrant.) Dioscoreaceae 429 12 Gadung (Dioscorea hispida) Dioscoreaceae 1 13 Uwi (Dioscorea alata) Dioscoreaceae 2 14 Koro Pedang (Canavalia gladiota(Jack.) DC) Dioscoreaceae 13 15 Kacang Tanah (Arachis hypogaeaL.) Fabaceae 160 16 Kacang Merah (vigna angularis(Willd.) Ohmi & H.Ohashi) Fabaceae 100 17 Garut (Maranta arundinaceaL.) Marantaceae 4 18 Sukun (Artocarpus altilis(Parkinson) Fosberg) Moraceae 22
I ndeks Keanekaragaman (H1) 2,16
Secara umum, tanaman pangan jenis talas bagian yang dimanfaatkan bagian umbinya, akan tetapi terdapat tiga jenis talas yang dimanfaatkan seluruh bagian tanaman mulai bagian daun, batang dan umbi. Jenis talas tersebut adalah talas hitam yang dimanfaatkan bagian batang dan umbinya dan talas kemumu yang dimanfaatkan seluruh bagian tanaman sebagai sayuran.
4.2.3. I nventarisasi tanaman Sayuran
Sayuran merupakan sebutan untuk jenis tanaman pangan yang berasal dari tumbuhan yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam bentuk olahan atau setelah diolah secara minimal (Anonymous, 2013). Berdasarkan hasil survei, diperoleh sebanyak 32 jenis tanaman yang tersebar pada 14 famili. Jenis-jenis tanaman sayuran tersebut terdiri dari tanaman sayuran daun, buah, polong dan umbi (Tabel 7).
Tabel 7. Keragaman SDG tanaman sayuranpada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu
No. Nama Jenis Famili Jumlah
1 Bayam (AmaranthusL.) Amaranthaceae 20 2 Kenikir (Cosmos caudatus) Asteraceae 7 3 Pepaya Jantan (Carica papayaL.) Caricaceae 5 4 Kangkung Cabut (I pomea reptans) Convolvulaceae 57 5 Bligu (Benincasa hispida) Cucurbitaceae 2 6 Gambas (Luffa acutangula(L.) Roxb.) Cucurbitaceae 21 7 Gendulo (Luffa aegyptiaca) Cucurbitaceae 2 8 Mentimun (Cucumis sativusL.) Cucurbitaceae 50 9 Pare (Momordica charantia) Cucurbitaceae 6 10 Pare Belut (Trichosanthes cucumerinaL.) Cucurbitaceae 2 11 Kentang Gantung (Dioscorea bulbifera) Dioscoreaceae 3 12 Singkong Daun (Manihot esculenta) Euphorbiaceae 190 13 Kacang Pedang (Canavalia ensiformis(L.)) Fabaceae 1 14 Kacang Tunggak (Viga unguiculatasubdp.unguilata (L.)) Fabaceae 3 15 Kecipir (Phosophocarpus tetragonolobus(L.)) Fabaceae 14 16 Kacang Panjang (Vigna sinensis) Leguminoceae 56 17 Kacang Keripit (Phaseolus lunatusL.) Leguminoceae 9 18 Bawang Daun (Allium fistulosum) Liliaceae 73 19 Bawang Merah (Allium cepa) Liliaceae 40 20 Bawang Kucai (Allium tuberosum) Liliaceae 12 21 Katuk (Sauropus androgynus) Phyllanthaceae 77 22 Tebu Telur (Saccarum edule) Poaceae 34 23 Cabe Rawit (Capsicum frustescensL.) Solanaceae 122 24 Cabe Besar (Capsicum annum L.) Solanaceae 132 25 Tomat (Lycopersicon esculentumMill.) Solanaceae 49 26 Tekokak (Solanum rudepannumL.) Solanaceae 29 27 Terung Minyak (Solanum melongena) Solanaceae 121 28 Terung Bulat Putih Solanaceae 7
29 Terung Ungu Solanaceae 51
30 Terung Batung Solanaceae 8
31 Seledri (Apium graveolensL.) Umbelliferae 32
32 Taruak Pipih 1
I ndeks Keanekaragaman (H1) 2,83
Terdapat 1 jenis tanaman sayuran yaitu Taruak Pipih yang diperoleh di Kabupaten Bengkulu Selatan yang belum teridentifikasi.
Nilai indeks keanekaragaman tanaman sayuran mempunyai nilai 2,83, ini menunjukkan bahwa keanekaragaman berada pada tingkat sedang (1,0 < H’ 3,322). I ndeks keanekaragaman sedang menunjukkan bahwa keanekaragaman sedang, produktivitas cukup, kondisi ekosistem cukup seimbang dan tekanan ekologis sedang (Fitriana, 2006).
4.2.4. I nventarisasi tanaman buah
Tanaman buah-buahan merupakan salah bagian dari cabang ilmu hortikultura. Buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan jasmani (Ashari, 1995). Berdasarkan hasil survei pada lahan pekarangan pada 4 Kabupaten Kota di Provinsi Bengkulu, diperoleh sebanyak 84 jenis tanaman yang tersebar pada 23 famili (Tabel 8).
Tabel 8. Keragaman SDG tanaman buahpada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu
No. Nama Jenis Famili Jumlah
1 Jambu Monyet (Anacardium occidentaleL.) Anacardiaceae 2 2 Mangga Lokal (Mangifera indicaL.) Anacardiaceae 37 3 Mangga Arumanis Anacardiaceae 32 4 Mangga Bengkulu Anacardiaceae 10 5 Mangga I ndramayu Anacardiaceae 1
6 Mangga Apel Anacardiaceae 2
7 Mangga Madu Anacardiaceae 15
8 Macang Anacardiaceae 5
9 Bembam Anacardiaceae 17
10 Tes Anacardiaceae 2
11 Kemang Anacardiaceae 2
12 Kedongdong (Spondias dulcisL.) Anacardiaceae 19 13 Gandaria (Bouea macrophyllaGriffith) Anacardiaceae 1 14 Buah Nona (Anona reciculataL.) Annonaceae 8 15 Sirsak (Annona mucurataL.) Annonaceae 62 16 Srikaya (Annona squamosaL.) Annonaceae 6 17 Durian (Durio zibethinusMurray) Bombacaceae 65
18 Durian Tembaga Bombacaceae 1
19 Durian Bangkok Bombacaceae 3
20 Nanas (Ananas comosus(L.) Merr) Bromeliaceae 133
21 Nanas Bogor Bromeliaceae 58
22 Nanas Putih Bromeliaceae 1
Lanjutan Tabel 8.
No. Nama Jenis Famili Jumlah
24 Pepaya (Carica papayaL.) Caricaceae 74
25 Buah Naga Merah Cactaceae 4
26 Buah Naga Putih Cactaceae 58
27 Buah Naga Hitam Cactaceae 1
28 Ceremai (Phyllanthus acidus(L.) Skeels) Euphorbiaceae 3 29 Bengkuang (Pachyrhizus erosus) Fabaceae 7 30 Namnam (Cynometra caulifloraL.) Fabaceae 1 31 Manggis (Garcinia manggostanaL.) Guttiferae 55 32 Alpukat (Persea americanaMiller) Lauraceae 31
33 Alpukat Bulat Lauraceae 1
34 Dukuh (Lansium domesticumCorrea) Meliaceae 35 35 Langsat (Lansium domesticumvar.domesticum) Meliaceae 58 36 Murbei (Morus albaL.) Moraceae 17 37 Nangka (Artocarpus heterophyllusLam.) Moraceae 28 38 Kersen (Muntingia calaburaL.) Muntingiaceae 6
39 Pisang Jantan Musaceae 262
40 Pisang Lidi Musaceae 1
41 Pisang Lidi Hitam Musaceae 1
42 Pisang Kepok Musaceae 218
43 Pisang Ambon Musaceae 26
44 Pisang Emas Musaceae 11
45 Pisang Masak Semalam Musaceae 4
46 Pisang Serindit Musaceae 13
47 Pisang Ayam Musaceae 2
48 Pisang Raja Cere Musaceae 14
49 Pisang Tanduk Musaceae 7
50 Pisang Merah/ Udang Musaceae 16
51 Pisang Poto Musaceae 1
52 Pisang Panjang Musaceae 5
53 Pisang Raja Nangka Musaceae 11 54 Pisang Jambi/ Awak Musaceae 24
55 Pisang Rotan Musaceae 3
56 Pisang Muli Musaceae 2
57 Pisang Kapal Musaceae 10
Lanjutan Tabel 8.
No. Nama Jenis Famili Jumlah
67 Salak Pondoh (Salacca zalacca(Gaertner) Voss) Palmae 1690 68 Salak Pondoh Gading Palmae 400
69 Salak Bali Palmae 130
70 Salak Malang Palmae 120
71 Salak Medan Palmae 10
72 Markisa (Passiflora edulisSims.) Passifloraceae 2 73 Air-air (Baccaerea metleyanaMuell.Arg.) Phyllanthaceae 15 74 Ketupak (Baccaurea racemosa(Reinw.) Muell.Arg.) Phyllanthaceae 7 75 Delima (Punica gratumL.) Punicaceae 2
76 Jeruk Kalamansi Rutaceae 5
77 Jeruk Nipis Rutaceae 17
78 Jeruk Sankis Rutaceae 8
79 Jeruk Bali Rutaceae 10
80 Jeruk Manis Rutaceae 29
81 Jeruk Purut Rutaceae 12
82 Jeruk RGL Rutaceae 3
83 Jeruk Lemon Rutaceae 3
84 Lobi-lobi (Flacourtia inermisRoxb.) Salicaceae 1 85 Rambutan (Nephelium lappaceumL.) Sapindaceae 81
86 Rambutan Aceh Sapindaceae 6
87 Rambutan Hutan (Sugi) Sapindaceae 2 88 Kelengkeng (Litchi chinensisSonn.) Sapindaceae 15 89 Matoa (Pometia pinnata) Sapindaceae 2 90 Sawo (Manilkara kauki(L.) Dubard) Sapotaceae 30
91 Sawo Hijau Sapotaceae 1
92 Sawo Mentega Sapotaceae 3
I ndeks Keanekaragaman (H1) 2,79
Berdasarkan penghitungan indeks keanekaragaman tanaman, menunjukkan indeks sedang dimana diperoleh nilai sebesar 2,79. Hal ini menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman tanaman buah-buahan sedang, produktivitas cukup, kondisi ekosistem cukup seimbang dan tekanan ekologis sedang (Fitriana, 2006).
4.2.5. I nventarisasi tanaman hias
Kegiatan budidaya tanaman hias merupakan kegiatan budidaya tanaman yang dilakukan di dalam pot, bunga potong dan bunga hias lainnya dimana sebagian besar dilakukan di dalam areal tertentu seperti rumah kaca, dan sebagainya. Berdasarkan hasil, diketahui diperoleh sebanyak 90 jenis tanaman hias yang tersebar pada 41 famili (Tabel 9).
Tabel 9. Keragaman SDG tanaman hias pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu
No. Nama Jenis Famili Jumlah
Lanjutan Tabel 9.
No. Nama Jenis Famili Jumlah
34 Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata(Lim.)) Crassulaceae 4 35 Paku Bindu (Cycas cylindris) Cycadaceae 5 36 Pakis Sikas (Cycas rumphii) Cycadaceae 4 37 Cemara Kipas (Thuja orientalisL.) Cupressaceae 21 38 Bambu Jepang (Dracaena surculosaLindl.) Dracaenaceae 3 39 Puring (Codiaeum variegatum(L.) A.Juss.) Euphorbiaceae 103 40 Euphorbia (Euphorbia milii) Euphorbiaceae 9 41 Bunga Patah Tulang (Euphorbia tirucalliL.) Euphorbiaceae 7 42 Bunga Betadin (Jatropha multifidaL.) Euphorbiaceae 22 43 Asoka (Saraca asoca(Roxb.) Wildu) Fabaceae 71 44 Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima(L.)) Fabaceae 3 45 Bunga Pisang (Heliconiasp) Heliconiaceae 35 46 Hanjuang (Cordyline terminalis) Laxmanniaceae 2 47 Keladi Bakung (Crinum asiaticumLinn.) Liliaceae 5 48 Bakung Putih (Crynum asiaticumL.) Liliaceae 4 49 Bunga Asparagus (Asparagus chonchinchinensis) Liliaceae 1 50 I nai Batang (Lawsonia inermis) Lythraceae 7 51 Kantil (Magnolis x alba) Magnoliaceae 2 52 Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) Malvaceae 8 53 Mawar Kapas (Hibiscus mutabilisL.) Malvaceae 1 54 Beringin (Ficus benjamina) Moraceae 1 55 Beringin Putih (Ficus benjaminavar.varigata) Moraceae 16 56 Herbras/ Air Beras (GerberaL.) Multisioeae 12 57 Bunga Pucuk Merah (Syzygium oleina) Myrtaceae 10 58 Bougenvil (Bougainvilleasp) Nyctaginaceae 73 59 Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapaL.) Nyctaginaceae 21 60 Lotus (Nelumbo nuciferaGaertn.) Nelumbonaceae 1 61 Anggrek Macan (Grammatophyllum speciosum) Orchidaceae 7 62 Anggrek Merpati (Dendrobium crumenatum) Orchidaceae 2 63 Anggrek Tanah Ungu Orchidaceae 3 64 Anggrek Kepahiang Orchidaceae 1 65 Anggrek Enggano Orchidaceae 1
66 Anggrek Bali Orchidaceae 1
67 Anggrek Dendrobium Orchidaceae 5 68 Anggrek Douglas Orchidaceae 20
69 Anggrek Onchi Orchidaceae 5
70 Anggrek Chibidium Orchidaceae 4 71 Anggrek Katliya Orchidaceae 8 72 Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus) Polygonaceae 1 73 Tanduk Rusa (Platycerium bifurcatum) Polypodiaceae 1 74 Bunga Ginseng (Talinum paniculatum Jacq. Gaerth) Portulacaceae 1 75 Mawar (Rosa canina) Rosaceae 31 76 Melati (Jasminum sambacAir.) Rosaceae 17 77 Kaca Piring Besar (Gardenia augustaL.) Rubiaceae 44 78 Kemuning (Murraya paniculata(L.)) Rutaceae 13 79 Sansievera Kuning (Sansevieria trifasciata) Ruscaceae 17 80 Sansievera Hijau Polos (Sansevieria trifasciata var.Prain) Ruscaceae 8 81 Sansievera Tanduk (Sansevieria cylindrica) Ruscaceae 9 82 Bonsai (Duranta repensL.) Verbanaceae 1 83 Bunga Tahi Ayam (Lantana camaraL.) Verbanaceae 2 84 Bunga Pagoda (Clerodendron paniculatumVahl.) Verbanaceae 1 85 Lengkuas Merah (Alpinia purpurataK.Schum.) Zingiberaceae 30
86 Bunga Mangkok 1
87 Cucak Rowo 2
89 Melati Jepang 1 Lanjutan Tabel 9.
No. Nama Jenis Famili Jumlah
90 Wijaya Kusumah 91 Bunga Torenia
I ndeks Keanekaragaman (H1) 3,75
Tanaman hias yang banyak ditemukan merupakan jenis dari famili Orchidaceae sebanyak 11 jenis, araceae sebanyak 6 jenis, Apocynaceae sebanyak 5 jenis dan Euphorbiaceae sebanyak 4 jenis. Penanaman tanaman hias banyak dilakukan pada areal depan pekarangan, hal ini karena salah satu tujuan tanaman hias adalah sebagai penghias rumah. Selain itu beberapa jenis tanaman memiliki peran ganda, yaitu sebagai tanaman hias juga sebagai tanaman obat. Salah satu jenis tanaman ini adalah puding hitam (Graptophyllum pictum (L.) Griff.) daunya dimanfaatkan sebagai obat penyakit wasir, keladi bakung (Crinum asiaticum Linn.) seluruh bagian tanaman dimanfaatkan sebagai obat memar dan bunga sedingin atau cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lim.)) yang banyak dimanfaatkan sebagai obat penurun demam.
Berdasarkan penghitungan indeks keanekaragaman tanaman, menunjukkan indeks tinggi dimana diperoleh nilai sebesar 3,75. Hal ini menunjukkan bahwa keanekaragaman tinggi, stabilitas ekosistem mantap, produktivitas tinggi dan tahan terhadap tekanan ekologis (Fitriana, 2006).
4.2.6. I nventarisasi tanaman biofarmaka
Tabel 10. Keragaman SDG tanaman biofarmaka pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu
No. Nama Jenis Famili Jumlah
1 Keji Beling (Strobilanthes crispaBlume.) Acanthaceae 49 2 Sambiloto (Andrographis paniculata(Burm.f.) Wall.ex.Nees) Acanthaceae 2 3 Jeringau (m) (Acorus calamusL.) Acoraceae 6 4 Sambung Nyawa (Gynura procumbens(Blume) Miq.) Asteraceae 20 5 Tempuyung (Sonchus arvensisL.) Asteraceae 16 6 Capo (Blumea balsamifera(L.) DC) Asteraceae 3 7 Beluntas (Pluchea indicaL.) Asteraceae 1 8 Binahong (Anredera cordifolia(Ten.)Steenis) Basellaceae 1 9 Timun Tikus (Coccinia grandis(L.) J.Voigt.) Cucurbitaceae 1 10 Suji (Dracaena angustifolia(Medik) Roxb.) Dracaenaceae 12 11 Rumput Anting-anting (Acalypha indicaL.) Euphorbiaceae 1 12 Kemanggi (Ocimum xcitriodorumVis.) Lamiaceae 21 13 Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus(Blume) Miq.) Lamiaceae 7 14 Ruku-ruku (Ocimum teuiflorum) Lamiaceae 38 15 Selasih (Ocimum basilium L.) Lamiaceae 11 16 Nilam Bedak (Pogostemon cablinBenth.) Lamiaceae 1 17 Rosela (Hibiscus sabdariffaL.) Malvaceae 1 18 Pegagan (m) (Centella asiatica(L.)) Mackinlayaceae 3 19 Cingcau (Cyclea barbataMiers.) Menispermaceae 2 20 Brotowali (Tinospora crispa(L.) Miers ex Hoff.) Menispermaceae 3 21 Salam (Syzygium polyanthum(Wight) Walpers) Myrtaceae 2 22 Pandan Wangi (m) (Pandanus amaryllifoliusRoxb.) Pandannaceae 33 23 Empedu Beruang (Rivina humilisL.) Phytolaccaceae 2 24 Sirih Biasa (Piper betleL.) Piperaceae 16 25 Sirih Merah (Piper ornatumN.E.Br) Piperaceae 7 26 Serai (Cymbopogon citratus(DC) Stapf.) Poaceae 155 27 Mengkudu (Morinda citrifoliaL.) Rubiaceae 20 28 Ceplukan (Physalis angulataL.) Solanaceae 1 29 Kecubung Hitam (Datura metel) Solanaceae 6 30 Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa(Scheff.Boerl)) Thymelaeaceae 57 31 Kecombrang (Etlingera elation(Jack.) R.M.Smith) Zingiberaceae 6 32 Lempuyang (Zingiber zerumbetL.) Zingiberaceae 4 33 Lengkuas (Alpinia galangaL.) Zingiberaceae 77 34 Kunyit (Curcuma domesticaVal.) Zingiberaceae 151 35 Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) Zingiberaceae 23 36 Kencur (Kaempferia galangaL.) Zingiberaceae 57 37 Banglai (Zingiber casumounanRoxb.) Zingiberaceae 7 38 Jahe Merah (Zingiber officinalRoscoe.) Zingiberaceae 74 39 Temu Kunci (Boesenbergia rotunda(L.) Masf.) Zingiberaceae 3 40 Temulawak (Curcuma xanthorrizaRoxb.) Zingiberaceae 9 41 Kapulaga (Amomum compactumSoland.ex Maton) Zingiberaceae 30
42 Tampal Balam Putih 5
43 Tepu 3
44 Kayu Biring 3
I ndeks Keanekaragaman (H1) 2,93
dilakukan karena selain bermanfaat sebagai tanaman obat juga sebagai tanaman bumbu masakan.
Berdasarkan penghitungan indeks keanekaragaman tanaman, menunjukkan indeks sedang dimana diperoleh nilai sebesar 2,93. Hal ini menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman tanaman buah-buahan sedang, produktivitas cukup, kondisi ekosistem cukup seimbang dan tekanan ekologis sedang (Fitriana, 2006).
4.2.7. I nventarisasi tanaman perkebunan
Hasil survei terhadap jenis-jenis tanaman perkebunan diperoleh sebanyak 62 jenis yang tersebar pada 24 famili (Tabel 11). Pada famili Arecaceae diperoleh jumlah jenis terbanyak yaitu 11 jenis, Fabaceae 8 jenis dan Poaceae sebanyak 7 jenis.
Tabel 11. Keragaman SDG tanaman perkebunan pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu
No. Nama Jenis Famili Jumlah
1 Kepayang (Pangium eduleReinw.ex.Blume) Achariaceae 1 2 Jelutung (Dyera costulaca(Miq.) Hook) Apocynaceae 1 3 Kedongdong Pagar (Poluscias frusticosaMiq.) Araliaceae 1 4 Aren (Arenga pinnata(Wurmb.) Merr) Arecaceae 13
5 Kelapa Bulan Arecaceae 2
6 Kelapa Dalam (Cocos nucifera) Arecaceae 7
7 Kelapa Hibrida Arecaceae 25
8 Kelapa Hijau Arecaceae 59
9 Kelapa Lokal Arecaceae 79
10 Kelapa Gading Arecaceae 41
Lanjutan Tabel 11.
No. Nama Jenis Famili Jumlah
32 Kayu Manis (Cinnamomum burmanii(Nees & Th. Nees)) Lauraceae 6 33 Kersen (Muntingia calaburaL.) Muntingiaceae 4 34 Kayu Bayur (Pterosermum javanicumJungh.) Malvaceae 10 35 Kakao (Theobroma cacaoL.) Malvaceae 72 36 Kayu Suren (Toona sinensis) Meliaceae 1 37 Kayu Bawang (Melia azedarachL.) Meliaceae 5 38 Mahoni (Swietenia mahagoni(L.) Jacq.) Meliaceae 20 39 Kelor (Moringa pterygosperma, Gaertn.) Moringaceae 2 40 Cengkeh (Syzygium aromaticum(L.) Meril & Perry) Myrtaceae 5 41 Panili (Vanilla planifolia) Orcidaceae 5 42 Lada (Piper nigrum L.) Piperaceae 103 43 Tebu Biasa (Saccarum officinarumL.) Poaceae 33
44 Tebu Hitam Poaceae 12
45 Bambu Poaceae 1
46 Bambu Betung Poaceae 1
47 Bambu Tali Poaceae 2
48 Bambu Kapal Poaceae 2
49 Batang Kapung Poaceae 1
50 Kopi Arabika (Coffea arabica) Rubiaceae 27 51 Kopi Robusta (Coffea robustaL.) Rubiaceae 150 52 Kayu Jabon (Neolamarckia cadamba(Roxb.) Brossser) Rubiaceae 7 53 Labu Kayu (Aegle marmelos(L.) Corr.) Ruraceae 3 54 Cendana (Santalum albumL.) Santalaceae 1 55 Tembakau (Nicotiana tabacumL.) Solanaceae 1 56 Kayu Sungkai (Peronema canescensJack.) Verbanaceae 8
57 Kayu Simpul 6
58 Kayu Pelawi Pipit 1
59 Kayu Api 1
60 Kayu Bambang Lanang 2
I ndeks Keanekaragaman (H1) 3,15
Berdasarkan penghitungan indeks keanekaragaman tanaman, menunjukkan indeks sedang dimana diperoleh nilai sebesar 2,79. Hal ini menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman tanaman buah-buahan sedang, produktivitas cukup, kondisi ekosistem cukup seimbang dan tekanan ekologis sedang (Fitriana, 2006).
4.2.8. I nventarisasi ternak
pekarangan yang dimiliki oleh masyarakat di kota relatif lebih sempit jika dibandingkan dengan lahan pekarangan di kabupaten.
Tabel 12. Hasil inventarisasi ternak pada 6 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu
No. Nama Ternak
Hasil survei per kabupaten/ kota (ekor,kotak)
Bengkulu
2 Ayam Kampung 124 118 131 18 15 115 521
3 Ayam Kate 0 2 0 0 0 0 2
4 Mentog 52 40 14 0 6 65 177
5 Kambing Kacang 10 14 12 0 0 25 61
6 Sapi Bali 2 0 14 0 0 0 16
7 Lebah 0 1 0 0 0 0 1
I ndeks Kenanekaragaman (H1) 1,00
Berdasarkan perhitungan indeks keanekaragaman, keanekaragaman ternak memiliki nilai sebesar 0,92 atau rendah. Nilai tersebut menunjukkan bahwa keanekaragaman ternak pada 4 Kabupaten Kota di Provinsi Bengkulu berada pada tingkat rendah (H’< 1,0) yang berarti keanekaragaman rendah, miskin, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil (Fitriana, 2006).
4.3. Karakterisasi Tanaman dan Ternak Spesifik Lokasi
4.3.1. Karakterisasi tanaman spesifik lokasi
Karakterisasi SDG tanaman spesifik lokasi baru dilakukan terhadap dua jenis tanaman buah-buahan yaitu tanaman lobi-lobi dan karimunting. Kedua jenis tanaman tersebut ditemukan di Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu.
4.3.1.1. Lobi-lobi (Flacourtia inermis)
Bentuk tanaman lobi-lobi berupa pohon dengan ketinggian dapat mencapai 10 m. Tanaman ini mempunyai daun tunggal yang terletak secara berseling dan bertangkai pendek. Helaian daun bentuknya lonjong dengan panjang ± 8-20 cm dan lebar ± 3-15 cm. Daun berwarna hijau dengan daun muda berwarna merah keunguan. Buah berbentuk buah buni, bulat dan berbiji banyak dengan diameter buah mencapai 1-3 cm. Buah mempunyai permukaan licin denga kulit buah lunak dengan warna kulit buah merah tua hingga ungu kehitaman. Buah memiliki rasa masam hingga sangat masam, kadang-kadang manis atau sepat. Karena buah mempunyai biji banyak sehingga daging buahnya hanya sedikit mengandung air.
Gambar 1. Tanaman lobi-lobi di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu
4.3.1.2. Karimunting (Rhodomyrtus tomentosa)
Karimunting awalnya merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di pinggir-pinggir hutan. Karena keberadaannya sudah agak jarang, tumbuhan ini telah dibudidayakan pada lahan pekarangan di Kelurahan Surabaya RT 4 RW 9 sebanyak 2 batang dan di Perumahan Surabaya Permai 2 batang.
majemuk berwarna putih, dengan ukuran buah kecil yang mempunyai biji banyak. Buah berbentuk bulat dengan permukaan buah licin dan sisa mahkota bunga masih terlihat. Buah muda berwarna hijau dan buah yang telah masak berwarna ungu kehijauan. Gambar tanaman karimunting pada Gambar 2.
Gambar 2. Tanaman karimunting yang telah dibudidayakan pada lahan pekarangandi Kelurahan Surabaya Kota Bengkulu
4.3.1.3. Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skells.)
Jamblang merupakan tanaman yang termasuk famili Myrtaceae atau satu famili dengan tanaman karimunting. Jamblang berbentuk pohon dengan ketinggian batang bisa mencapai 10-30m. Kulit batang berwarna putih dengan permukaan batang tidak halus. Cabang-cabang biasanya rendah dan mempunyai tajuk bulat atau tidak beraturan.
Posisi daun terletak berhadapan dan bertangkai dengan panjang daun 1-3,5 cm. Helaian daun berbentuk bulat telur agak lonjong sampai lonjong. Pangkal dau lebar dan berbentuk pasak atau bundar, ujung daun tumpul atau agak melancip, tepi daun rata dengan warna daun hijau tua mengkilat. Daun jamblang yang masih muda berwarna merah jambu. Jamblang mempunyai pertulangan daun yang menyirip.
Gambar 3. Batang Jamblang di Desa Pardasuka Kabupaten Kaur
4.3.1.4. Mangga Bengkulu
Batang tanaman Mangga Bengkulu berbentuk batang silindris dengan percabangan sedang dan berdaun rimbun. Kedudukan cabang condong ke atas dengan warna batang kecoklatan.Daun berbentuk jorong dengan ujung meruncing. Warna daun hijau tua dengan warna tulang daun hijau kekuningan. Malai bunga berbentuk piramida tumpul, panjang malai 23 – 50 cm, dengan bunga berwarna kuning.
Gambar 4. Tanaman dan buah Mangga Bengkulu
4.3.1.5. Durian Bentara
Tanaman Durian Bentara mempunyai tajuk berbentuk menjulang dengan lebar ± 10 m. Batang berbentuk silindris, warna kulit batang kecoklatan dengan tekstur kulit batang sedang. Percabangan melengkung ke atas, kedudukan cabang horizontal dengan letak cabang terendah 1-5 m. Daun berbentuk jorong yang berukuran panjang ± 14 cm, dan lebar ± 4,2 cm. Tepi daun rata dengan ujung daun runcing. Permukaan daun bagian atas mengkilap dengan warna hijau tua, sedangkan permukaan daun bagian bawah suram berwarna kecoklatan dengan panjang tangkai daun ± 1,9 cm. Belahan daun simetris, tipe daun datar, dengan kedudukan daun mendatar. Arah daun menghadap ke atas dengan jarak antar daun ± 3,9 cm. Jumlah daun baru per tangkai/ siklus 2-4 daun. Bunga berbentuk bulat dalam tandan. Warna mahkota bunga krem dengan benangsari putih kekuningan. Jumlah bunga/ tandan 7-15 bunga. Kedudukan bunga berada di percabangan. Lama bunga mekar menjadi buah 135-150 hari. Jumlah buah/ tandan 1-3 buah. Tipe buah beralur dan mudah dibelah.
keadaan daging buah kering. Rasa daging buah manis sekali dengan aroma harum. Jumlah juring/ buah 5 juring dengan jumlah pongge 15-25 pongge/ buah. Kandungan gula 25,80 Brix, kadar lemak 4% , kandungan vitamin 71 mg/ 100 g dengan kadar air 76% . Biji berbentuk lonjong kecil dengan jumlah biji sempurna 1-3 biji/ buah. Produksi 125-175 buah/ pohon/ musim. Durian Bentara kurang tahan terhadap pengangkutan jarak jauh. Durian Bentara beradaptasi dengan baik pada dataran dengan ketinggian ± 300 m dpl pada tanah podsolik merah kuning dengan pH 6,5.
Gambar 5. Tanaman dan buah Durian Bentara
4.3.1.6. Manggis Marel
Jumlah bunga/ tandan 1-2 kuntum dengan panjang tangkai 1,0-1,5 cm. Tempat tumbuh pada bagian ujung ranting.
Buah Manggis Marel berbentuk membulat (spherical), berukuran tinggi 4,5-5,2 cm dengan diameter 4,2-5,0 cm. Kulit buah berwarna merah keungu-unguan tua, dengan ketebalan kulit buah 0,7-1,0 cm. Daging buah berwarna putih dan mudah dibuka. Bobot/ buah 130-180 g, jumlah juring 6-7 juring/ buah dengan jumlah biji 1-2 biji/ buah. Rasa daging buah asam manis dengan tekstur halus tidak berserat. Kandungan gula 140 brix dengan bagian yang dapat dikonsumsi 20,3-33,5% . Tangkai buah mempunyai panjang 2,0-2,5 cm dengan jumlah buah/ tandan 1 buah. Buah mempunyai daya simpan 10-14 hari setelah panen. Biji berbentuk oblong (reniform) dengan ukuran panjang 1,5-2,0 cm, lebar 1,0-1,5 cm, tebal biji 0,1-0,2 cm dengan warna coklat muda. Manggis Marel beradaptasi baik di dataran tinggi dengan ketinggian 700-1.200 m dpl.
Gambar 6. Tanaman dan buah Manggis marel
4.3.1.7. Jeruk RGL
bunga berwarna putik, warna kepala putik hijau muda dan warna benangsari berwarna kuning. Waktu berbunga adalah pada bulan Mei, Juli, September, November, Januari, Maret.
Buah Jeruk RGL berbentuk bulat panjang (abloid) dengan ukuran buah tinggi 4,9-6,9 cm dengan diameter buah 6,7-9,6 cm. Kulit buah berwarna kuning orange dengan ketebalan kulit 0,4-0,5 cm. Daging buah berwarna orange dengan rasa daging buah manis asam segar. Jumlah juring/ buah 12-15 juring dengan berat/ buah 173-347 g. Jumlah buah/ panen sebanyak 535-617 buah dengan produksi buah/ pohon sebanyak 92-214 kg (sebanyak 6 kali musim panen. Berbentuk bulat panjang (clavate-ovoid) dengan warna biji krem.
Jeruk RGL mempunyai kandungan air 89,2% , kadar gula 10,51% (12-150 brix), kandungan vitamin C 18,34 mg/ 100 g dengan persentase bagian yang dapat dimakan 73% . Ciri utama Jeruk RGL adalah ukuran daun besar dan kaku dengan kulit buah tebal serta berbuah sepanjang tahun. Wilayah adaptasi pada dataran tinggi dengan ketinggian 900-1.200 m dpl. Waktu panen pada Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November.
4.3.1.8. Jeruk Kalamansi FR
Tajuk tanaman jeruk Kalamansi berbentuk bulat panjang-menyamping dengan penampang batang berbentuk bulat, diameter batang ± 12,73 cm, dan mempunyai warna batang coklat. Daun berbentuk jorong dengan ukuran daun panjang 5,0-9,9 cm, lebar 3,0-5,4 cm dengan warna daun hijau tua. Bunga berbentuk seperti bintang, kelopak bunga berwarna putih kehijauan, mahkota bunga berwarna putih, kepala putik berwarna hijau muda dengan benangsari berwarna kuning. Waktu berbunga Oktober, November, Juni dan Juli.
Gambar 8. Tanaman Jeruk Kalamansi di dalam pot
4.3.1.9. Sawo Pusaka
Tajuk tanaman Sawo Pusaka berbentuk seperti payung, penampang batang berbentuk silindris, diameter batang berukuran ± 47,13 cm dengan warna batang cokelat. Daun berbentuk jorong, ukuran daun panjang 7,4-12,6 cm, lebar 2,3-5,6 cm dengan warna daun bagian at as dan bagian bawah berwarna hijau tua. Bunga berbentuk seperti genta. Kelopak bunga berwarna putih kehijauan, mahkota bunga dan kepala putik berwarna putih, sedangkan benangsari berwarna putih kehijauan. Waktu berbunga sepanjang tahun.
Bentuk buah Sawo Pusaka lonjong, tinggi buah 6,20-7,80 cm dengandiameter buah 5,00-6,80 cm. Kulit buah matang dan warna daging buah matang coklat keemasan. Rasa daging buah manis dengan aroma harum. Biji berbentuk pipih dengan warna biji hitam. Kandungan air pada buah 75,07% , dengan kadar gula 21,00-22,50 brix, kandungan vitamin C 13,816 mg/ 100 g. Berat/ buah 105,00-193,00 g. Daya simpan buah pada suhu kamar 6 hari setelah panen. Produksi buah 400-500 kg/ pohon/ tahun. Ukuran buah besar (105-193 g) dengan warna daging buah matang coklat keemasan. Rasa buah manis dengan kadar gula 21,00-22,50 brix.
4.3.1.10. Pisang Rampit
Tanaman pisang Rampit mempunyai bentuk dan penampang batang sama dengan pisang Kepok. Ciri yang membedakan antara pisang Kepok dengan pisang Rampit adalah pada bentuk buah. Bentuk buah pisang Rampit berdempetan, rata-rata 2 buah saling berdempetan, sehingga ukuran buah besar. Kulit buah berwarna kuning kehijauan dengan daging buah berwarna kuning. Jumlah sisir/ tandan 9-12 sisir. Buah muda berwarna hijau, buah masak berwarna kuning. Daging buah berwarna kuning muda dengan rasa manis. Pemanfaatan buah pisang Rampit bisa sebagai buah meja ataupun sebagai pisang olaha.
Lokasi penanaman pisang Rampit berada di Desa Air Merah Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong pada ketinggian 724 m dpl. Titik koordinat lokasi penanaman pisang Rampit adalah pada LS 03° 47’425" BT 102° 17’991". Tanaman dan buah pisang Rampit pada Gambar 10.
Gambar 10. Pohon dan buah pisang Rampit
Karakterisasi SDG ternak spesifk lokasi dilakukan pada tiga jenis ternak yaitu sapi Kaur, itik Talang Benih dan ayam Burgo. Ketiga jenis ternak tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memiliki ciri khusus yang membedakan dengan jenis ternak yang sama.
4.3.2.1. Sapi Kaur
Sapi Kaur merupakan salah satu jenis sapi yang banyak ditemukan di Kabupaten Kaur. Dibandingkan dengan jenis sapi lain, sapi Kaur memiliki ciri khas tersendiri. Sifat khusus yang menjadi ciri khas sapi Kaur adalah pada dahi dan tanduk. Dahi pada sapi Kaur berbentuk segitiga terbalik dan berwarna coklat, memiliki tanduk yang panjang dan cenderung melengkung ke depan menyerupai bulan sabit serta memiliki punuk yang kecil hanya pada sapi jantan. Warna bulu sapi Kaur didominasi oleh warna putih agak kekuningan (80% ), merah bata (10% ), atau kombinasi warna hitam putih, putih, bercak hitam keputihan dan merah (10% ). Sapi jantan dewasa mempunyai bobot ± 400 kg dan betina ± 300 kg.
Karakteristik lain yang dimiliki oleh sapi Kaur adalah mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang beriklim panas dan lembab serta pada kualitas pakan yang kurang baik. Selain itu, sapi Kaur juga mempunyai sifat yang jinak dan secara sporadis dapat dimanfaatkan sebagai penarik gerobak pasir, batu serta hasil pertanian lainnya.
4.3.2.2. I tik Talang Benih
I tik Talang Benih merupakan salah satu jenis itik yang telah ditetapkan sebagai plasma nutfah asli dari Kabupaten Rejang Lebong. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Republik I ndonesia Nomor 2836/ KPTS/ LB.430/ 2005 tentang rumpun itik Talang Benih. Berdasarkan SK tersebut, itik Talang Benih merupakan salah satu rumpun itik lokal I ndonesia dan sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal.