• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPMENDAGRI NO 2 TH 2001

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KEPMENDAGRI NO 2 TH 2001"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH

NOMOR 2 TAHUN 2001

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT ILMU PEMERINTAHAN

MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH

Menimbang : a. bahwa sesuai dengan perkembangan kebijakan pendidikannasional dan dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan kedinasan di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, maka dipandang perlu menetapkan organisasi dan tata kerja Institut Ilmu Pemerintahan;

b. bahwa penetapan dimaksud perlu diatur dalam suatu Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;

4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 199 Tahun 1967 tentang Pengesahan Pendirian Institut Ilmu Pemerrintahan;

5. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 1967 tentang Pendirian Institut Ilmu Pemerintahan;

(2)

7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 99 Tahun 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri;

Memperhatikan : Surat Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 114/M.PAN/12/2000 tanggal 6 Desember 2000.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT ILMU PEMERINTAHAN.

BAB I

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Pasal 1

Institut Ilmu Pemerintahan untuk selanjutnya disebut IIP adalah perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.

Pasal 2

IIP mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengkajian masalah pemerintahanm terutama yang erat berkaitan dengan penyelenggaraan tugas-tugas Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.

Pasal 3

(3)

c. melakukan pengkajian ilmu dan masalah-masalah pemerintahan;

d. memberi saran dan pertimbangan kepada Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan tugas dan praktek penyelenggaraan pemerintahan;

e. memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan; f. mendokumentasikan bahan dan informasi ilmiah di bidang pemerintahan.

BAB II

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 4

Organisasi IIP terdiri dari :

a. Dewan Penyantun;

b. Senat IIIP;

c. Unsur Pimpinan :

1. Rektor;

2. Pembantu Rektor.

d. Unsur Pelaksana akademik :

1. Jurusan-jurusan; 2. Lembaga-lembaga.

e. Unsur pelaksana Administrasi :

(4)

BAB III

DEWAN PENYANTUN

Pasal 5

(1) Dewan Penyantun bertugas membantu memecahkan masalah-masalah IIP, demi kemajuan dan pengembangannya.

(2) Keanggotaan Dewan Penyantun berasal dari pejabat-pejabat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Departemen Pendidikan Nasional, Universitas Pembina, dan pihak lain yang dianggap mampu mendukung keberadaan IIP.

(3) Dewan penyantun terdiri dari seorang Ketua dan Sekretaris dan beberapa Anggota.

(4) Anggota Dewan Penyantun diangkat oleh setelah mendapat pertimbangan Senat dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.

(5) Kedudukan dan masa bhakti anggota Dewan Penyantun diatur dalam peraturan IIP.

BAB IV

SENAT IIP

Pasal 6

(1) Senat adalah Badan Normatif dan Perwakilan tertinggi.

(2) Senat diketuai oleh Rektor yang dibantu oleh seorang Sekretaris Senat.

(3) Sekretaris Senat dipilih oleh dan dari anggota Senat.

(4) Anggota Senat terdiri atas Rektor, para Pembantu rektor, para Dekan Fakultas, para Direktur Program Pasca Sarjana, Ketua Lembaga Penelitian, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat, para Guru Besar dan 1 (satu) orang Wakil Dosen dari setiap Fakultas yang dipilih oleh Senat Fakultas yang bersangkutan.

(5)

(1) Senat mempunyai tugas pokok :

a. menyusun, mempertimbangkan dan mengesahkan strategi pembinaan dan pengembangan, serta pnjabarannya dalam bentuk kebijakan dan program baik yang diajukan oleh senat maupun yang diajukan oleh rektor;

b. merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan; c. menegakkan kaidah yang berlaku bagi sivitas akademika IIP;

d. memberikan pertimbangan/arah kebijakan rencana anggaran yang disusun oleh Rektor; e. menilai pertanggungan jawab rektor atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan;

f. memberikan pertimbangan kepada Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah atas calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Rektor; g. memberikan pertimbangan kepada Menteri Pendidikan Nasional berkenaan dengan dosen yang dicalonkan memangku jabatan akademik

atas Rektor;

h. mengukuhkan pemberian gelar doktor kehormatan;

i. membentuk komisi-komisi yang diperlukan untuk membahas masalah akademik, administrasi, kemahasiswaan dan alumni serta masalah lain.

(2) Pengambilan keputusan dalam rapat senat atau sidang senat dilaksanakan berdasarkan asas musyawarah untuk mufakat, jika tidak tercapai kata sepakat diambil voting.

(3) Masajabatan anggota senat adalah 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali apabila memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(4) Persyaratan administratif Sekretaris Senat di atur lebih lanjut dengan Keputusan Senat.

BAB V

PIMPINAN IIP

Pasal 8

(6)

(2) Rektor mempunyai tugas memimpin penyelenggaran pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pembinaan tenaga kependidikan, peserta didik, tenaga administrasi, dan pembinaan hubungan yang bersifat internal dan eksternal.

Pasal 9

(1) Dalam melaksanakan tugasnya, Rektor dibantu oleh Pembantu Rektor yang bertanggungjawab kepada Rektor.

(2) Pembantu Rektor bidang akademik membantu rektor dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengkajian, pengabdian masyarakat.

(3) Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum. (4) Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan membantu Rektor dalam pelaksnaan kegiatan di bidang pembinaan kemahasiswaan dan alumni.

Pasal 10

(1) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada pasal 29 (2), Pembantu Rektor bidang Akademik mempunyai fungsi :

a. pelaksnaan koordinasi kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengkajian masalah pemerintahan;

b. pengembangan tenaga edukatif, dan c. tugas-tugas lain yang diberikan oleh Rektor.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 9 (3) Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan koordinasi kegiatan administrasi kepegawaian, keuangan, ketatausahaan, kerumahtanggaan, dan perlengkapan; b. pengembangan administrasi umum, dan

c. tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Rektor.

(3) (3) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Pasal 9 ayat (4) Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan mempunyai tugas :

a. Pelaksanaan koordinasi kegiatan-kegiatan pengembangan daya penalaran, minat dan bakat mahasiswa; b. Pelaksnaan koordinasi kegiatan pembinaan alumni, dan

c. Tugas-tugas lain yang diberikan oleh Rektor.

BAB VI

(7)

(1) Biro adalah unsur staf yang membatu pimpinan di bidang administrasi akademik, administrasi umum dan administrasi kemahasiswaan yang bertanggungjawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor.

(2) Biro mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif kepada unsur-unsur pimpinan, unsur pelaksana dan unsur penunjang lainnya di lingkungan IIP.

(3) Biro terdiri dari :

a. Biro Administrasi Akademik; b. Biro Administrasi Umum;

c. Biro Administrasi Kemahasiswaan.

Pasal 12

(1) Biro Administrasi Akademik dipimpin oleh seorang Kepala Biro yang bertanggungjawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Akademik.

(2) Biro Administrasi Akademik mempunyai tuga :

a. melaksanakan tata usaha pendidikan;

b. melaksanakan administrasi perkuliahan dan ujian;

c. melaksanakan administrasi pengembangan tenaga edukatif; d. melakukan pengelolaan perpustakaan.

Pasal 13

Biro Administrasi Akademik terdiri dari :

a. Bagian Tata Usaha Kependidikan; b. Bagian Perkuliahan dan Ujian;

(8)

Pasal 14

(1) Bagian Tata Usaha Kependidikan mempunyai tugas :

a. melaksanakan kegiatan registrasi;

b. melaksanakan pencatatan nilai hasil ujian; c. mengelola transkrip dan ijazah;

d. merencanakan kebutuhan peralatan perkuliahan dan ujian; e. melaksanakan ketatausahaan Biro.

(2) Bagian Perkuliahan dan Ujian mempunyai tugas :

a. merencanakan dan mengatur kuliah dan ujian; b. menyiapkan ruang kuliah dan ujian;

c. menyiapkan daftar hadir dan laporan bulanan kehadiran mahasiswa dan dosen; d. menyiapkan naskah ujian;

e. pendaftaran dan pengumuman nilai-nilai hasil ujian;

f. memyiapkan bahan-bahan untuk rapat senat keputusan hasil ujian; g. pembukuan nilai-nilai hasil ujian, pengukuran IPK mahasiswa; h. mengatur penyelenggaraan yudisium;

i. pembuatan laporan hasil kemajuan belajar mahasiswa kepada Pemerintah Daerah.

(3) Bagian Pengembangan Tenaga Edukatif mempunyai tugas :

a. merencanakan rekrutmen dan penempatan tenaga edukatif; b. menyusun program pengembangan tenaga edukatif;

c. menyiapkan bahan evaluasi pengembangan tenaga edukatif.

(4) Bagian Perpustakaan mempunyai tugas :

a. merencanakan dan melaksanakan pengadaan bahan pustaka; b. melakukan pemeliharaan/perawatan bahan pustaka;

(9)

(1) Biro Administrasi Umum dipimpim oleh Kepala Biro yang bertanggung jawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Administrasi.

(2) Biro Administrasi Umum mempunyai tugas :

a. melaksanakan administrasi kepegawaian; b. melaksanakan administrasi keuangan;

c. melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga;

d. melaksanakan kegiatan ketatausahaan, perencanaan umum, kehumasan dan keprotokolan.

Pasal 15

Biro Administrasi Umum terdiri dari :

a. Bagian Kepegawaian;

b. Bagian Keuangan;Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan; c. Bagian Umum.

Pasal 16

(1) Bagian Kepegawaian mempunyai tugas :

a. melaksanakan perencanaan kebutuhan pegawai;

b. melaksanakan penempatan dan pengembangan pegawai; c. melaksanakan pencatatan dan pelaporan disiplin pegawai; d. melaksanakan upaya peningkatan kesejahteraan pegawai.

(2) Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas :

a. merencanakan kebutuhan barang dan jasa;

(10)

c. mengendalikan dan mengawasi secara terus menerus penggunaan barang dan jasa; d. melaksanakan pemeliharaan barang dan jasa;

e. mengusulkan penghapusan barang dan jasa;

f. memberikan pelayanan dan penyelenggaraan rapat, diskusi, seminar dan pertemuan lainnya; g. mengelola kebersihan dan keindahan kampus;

h. mengatur perpakiran dan pengamanan kampus.

(3) Bagian Keuangan mempunyai tugas :

a. menyusun anggaran belanja rutin dan pembangunan; b. melaksanakan pembukuan penerimaan dan pengeluaran; c. melaksanakan kegiatan perbendaharaan;

d. menyusun laporan keuangan; e. mengurus gaji pegawai.

(4) Bagian Umum mempunyai tugas :

a. melaksanakan ketatausahaan umum; b. melaksanakan perencanaan umum;

c. melaksanakan kegiatan kehumasan dan keprotokolan.

Pasal 17

(1) Biro Administrasi Kemahasiswaan dipimpin oleh Kepala Biro yang bertanggung jawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.

(2) Biro Administrasi Kemahasiswan memepunyai tugas :

a. melakasanakan administrasi pembinaan kemahasiswaan; b. melaksanakan administrasi pembinaan alumni;

(11)

Biro administrasi Kemahasiswaan terdiri dari :

a. Bagian Kemahasiswaan; b. Bagian Alumni;

c. Bagian Asrama;

Pasal 19

(1) Bagian Kemahasiswaan mempunyai tugas :

a. mengelola kegiatan olah raga dan kesenian mahasiswa;

b. mengelola kegiatan pengembangan daya penalaran mahasiswa; c. mengelola kegiatan di luar kelas;

d. mengelola keigatan keagamaan;

e. memfasilitasi kegiatan senat mahasiswa;

f. melaksanakan pencataan dan pelaporan disipilin mahasiswa.

(2) Bagian Alumni mempunyai :

a. mengelola data alumni;

b. menjalin komunikasi dengan alumni;

c. memantau dan menyiapkan informasi dan perkembangan karier alumni.

(3) Bagian Asrama mempunyai tugas :

a. mengatur penempatan mahasiswa di asrama;

b. memelihara ketertiban kehidupan mahasiswa di asrama;

c. mengawasi dan menertibkan pemanfaatan barang-barang inventaris asrama.

BAB VII

(12)

Pasal 20

(1) Setiap Jurusan dipimpin oleh Ketua Jurusan yang bertanggung jawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Akademik. (2) Jurusa terdiri dari :

a. Jurusan Kebijakan Pemerintahan; b. Jurusan Manajemen Pemerintahan; c. Jurusan Politik Pemerintahan; d. Jurusan Manajemen Pembangunan; e. Jurusan Manajemen Keuangan;

f. Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Pasal 21

Jurusan mempunyai tugas :

a. mengelola program studi;

b. merencanakan dan mengevaluasi kurikulum program studi;

c. melaksanakan kegiatan pengkajian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni pemerintahan sesuai dengan jurusan masing-masing;

d. melaksanakan kegiatan laboratorium dan srudi; e. membina dosen jurusan;

f. melaporkan kehadiran mahasiswa dan dosen kepada Pembantu Rektor Bidang Akademik setiap tengah semester dan akhir semester; g. memonitor dan melaporkan kegiatn perkuliahan kepada Pembantu Rektor Bidang Akademik setiap tengah dan akhir semester;

h. membina disiplin mahasiswa di dalam kelas.

Pasal 22

Jurusan terdiri dari :

(13)

LEMBAGA PENELITIAN

Pasal 23

(1) Lembaga Penelitian dipimpin oleh Kepala Lembaga yang bertanggungjawab kepada Rektor. (2) Lembaga Penelitian mempunyai tugas :

a. melaksanakan penelitian guna pengembangan ilmu pengetahuan umumnya dan ilmu pemerintahan khususnya, serta teknologi dan seni pemerintahan;

b. melaksanakan penelitian untuk pengembangan kebijakan pemerintahan; c. melaksanakan kerja sama antar lembaga di bidang penelitian;

d. melaksanakan pengkajian masalah-masalah pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Pasal 24

Lembaga Penelitian terdiri dari :

a. Kepala Lembaga; b. Sekretariat Lembaga;

c. Bidang Penelitian Perkembangan Ilmu Pemerintahan; d. Bidang Pengkajian dan Praktek Pemerintahan.

Pasal 25

Kepala Lembaga penelitian mempunyai tugas :

a. memimpin kegiatan penelitian ilmu maupun penelitian terapan; b. mengkordinasikan, memantau dan menilai pelaksanaan penelitian; c. melaksanakan kerja sama antar lembaga dalam bidang penelitian.

Pasal 26

(14)

(2) Sekretariat Lembaga Penelitian mempunyai tugas :

a. melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administratif; b. menyusun program dan kegiatan penelitian;

c. menyiapkan kelengkapan administrasi dalam rangka kerjasama antar lembaga dalam bidang penelitian; d. mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil penelitian.

Pasal 27

(1) Bidang Penelitian Perkembangan Ilmu Pemerintahan dipimpin oleh Kepala Bidang yang bertanggung-jawab kepada Kepala Lembaga;

(2) Bidang Penelitian Perkembangan Ilmu Pemerintahan mempunyai tugas :

a. merencanakan program penelitian untuk pengembangan ilmu pemerintahan; b. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan penelitian ilmu pemerintahan; c. menhsun konsep-konsep baru bidang pemerintahan;

d. menyusun rekomendasi yang menyangkut pengembangan ilmu pemerintahan.

BAB VIII

LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Pasal 29

(1) Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat dipimpin oleh Kepala lembaga yang bertanggung jawab kepada Rektor; (2) Kepala Lembaga mempunyai tugas :

a. merencanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; b. memimpin kegiatan pengabdian pada masyarakat;

c. mengadakan hubungan kerjasama dalam rangka kegiatan pengabdian dengan unit-unit Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat atau pihak yang membutuhkan;

d. membuat laporan dan menghimpun hasil-hasil pengabdian pada masyarakt.

Pasal 30

(15)

a. melaksanakan pelayanan kegiatan teknis dan administrasi; b. menyusun program dan kegiatan pengabdian pada masyarakat;

c. menyiapakan kelengkapan administrasi dalam rangka kerjasama antar lembaga dalam bidang pengabdian masyarakat; d. mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil pengabdian pada masyarakat.

Pasal 31

(1) Bidang karya Bhakti Praja dipimpin oleh Kepala Bidang yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga; (2) Bidang Penerapan Ilmu Pemerintahan mempunyai tugas :

a. merencanakan program penerapan ilmu pemereintahan;

b. mengidentifikasi kegiatan-kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berkaitan dengan penerapan ilmu pemerintahan; c. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan penerapan ilmu pemerintahan;

d. menyusun rekomendasi tindak lanjut untuk pengkajian penelitian aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan.

Pasal 32

(1) Bidang Karya Bhakti Praja dipimpin oleh Kepala Bidang yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga; (2) Bidang Karya Bhakti Praja mempunyai tugas :

a. mengidentifikasi masalah untuk perumusan program karya bhakti praja; b. merencanakan program kaya bhakti praja;

c. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan karya bhakti praja;

d. menyusun rekomendasi sebaai tindak lanjut kegiatan karya Bhakti Praja.

Pasal 33

Lembaga Pengabdian Masyarakat terdiri dari atas :

a. Kepala Lembaga. b. Sekretariat Lembaga.

(16)

d. Bidang Karya Bhakti Praja.

Pasal 34

Kepala Lembaga mempunyai tugas :

a. merencanakan kegiatan pengabdian masyarakat; b. memimpin kegiatan pengabdian kepada masyarakat;

c. melaksanakan kerjasama antar lembaga dalam bidang pengabdian pada masyarakat; d. membuat laporan dan menghimpun hasil-hasil pengabdian pada masyarakat.

Pasal 35

(1) Sekretariat Lembaga dipimpin oleh Sekretaris Lembaga yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga. (2) Sekretariat Lembaga mempunyai tugas :

a. melaksanakan kegiatan pelayanan teknis administratif;

b. menyusun program dan kegiatan pengabdian pada masyarakat;

c. menyiapkan kelengkapan administrasi dalam rangka kerja sama antar lembaga dalam bidang pengabdian pada masyarakat; d. mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil pengabdian pada masyarakat;

Pasal 36

(1) Bidang Penerapan Ilmu Pemerintahan dipimpin oleh Kepala Bidang yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga. (2) Bidang Penerapan Ilmu Pemerintahan mempunyai tugas :

a. merencanakan program penerapan ilmu pemerintahan.

b. mengidentifikasikan kegiatan-kegiatan penabdian pada masyarakat yang berkaitan dengan penerapan ilmu pemerintahan. c. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan penerapan ilmu pemerintahan.

d. Menyusun rekomendasi tindak lanjut untuk pengkajian dan penelitian aspek-aspek penyelenggaraan pemerintah.

Pasal 37

(17)

c. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan karya bhakti praja;

d. menyusun rekomendasi sebagai tindak lanjut kegiatan karya bhakti praja.

BAB IX

LEMBAGA LABORATORIUM DAN MUSEUM PEMERINTAHAN

Pasal 38

(1) Lembaga Laboratorium dan Museum Pemerintahan dipimpin oleh Kepala Lembaga yang bertanggung jawab kepada Rekor. (2) Kepala Lembaga Laboratorium dan Museum Pemerintahanmempunyai tugas :

a. merencanakan kegiatan laboratorium dan museum pemerintahan; b. memimpin kegiatan laboratorium dan museum pemerintahan;

c. melaksanakan kerjasama antar lembaga dalam rangka kegiatan laboratorium dan museum pemerintahan; d. membuat laporan dan menghimpun hasil-hasil kegiatan laboratorium dan museum pemerintahan.

Pasal 39

(1) sekretariat lembaga dimpin oleh Sekretaris Lembaga yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga.

(2) Sekretariat Lembaga dipimpin oleh Sekretaris Lembaga yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga :

a. melaksanakan kegiatan pelayanan teknis administratif;

b. menyusun program dan kegiatan laboratorium dan museum pemerintahan;

c. menyiapkan kelengkapan administrasi dalam rangka kerja sama antar lembaga dalam bidang laboratorium dan museum pemerintahan; d. mendokumentasikan dan mempublikasikan dan hasil kegiatan laboratorium dan museum pemerintahan.

(18)

Lembaga Laboratorium dan Museum terdiri dari :

a. Kepala Lembaga; b. Sekretariat lembaga;

c. Bidang Laboratorium Pemerintahan; d. Bidang Museum Pemerintahan;

Pasal 41

(1) Bidang Museum Pemerintahan dipimpin oleh Kepala Bidang yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga : (2) Bidang Museum Pemerintahan mempunyai tugas :

a. merencanakan program museum pemerintahan;

b. melaksanakan dan mengevauasi kegiatan museum pemerintahan; c. menghimpun, memelihara dan menyajikan bahan museum pemerintahan; d. mendokumentasikan dan mempublikasikan sejarah pemerintahan Indonesia.

Pasal 42

(1) Bidang Museum Pemerintah dipimpin oleh Kepala Bidang yang bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga. (2) Bidang Museum Pemerintahan mempunyai tugas :

a. merencanakan program museum pemerintahan;

b. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan museum pemerintahan; c. menghimpun, memelihara dan menyajikan bahan museum pemerintahan; d. mendukomentasikan dan mempublikasikan sejarah pemerintahan Indonesia

BAB X

(19)

(1) Unsur Kelengkapan IIP dari Senat, Dewan Penyatun, Senat Mahasiswa dan Badan Permusyaratan Mahasiswa.

(2) Susunan Organisasi dan tata kerja unsur kelengkapan sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Rektor IIP

BAB XI

TATA KERJA

Pasal 44

(1) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan prinsip Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi, baik dilingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi dilingkungan IIP.

(2) Kerjasama antar lembaga yang bersifat eksternal dilaksanakan berdasarkan persetujuan Rektor.

Pasal 45

(1) Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkungan IIP bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyempaikan laporan secara berkala.

(3) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawah wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

Pasal 46

Rektor, Pembantu Rektor, Kepala Biro, Ketua Jurusan dan Kepala Lembaga dalam melaksanakan tugasnya berpedoman kepada kebijakan dan petunjuk teknis Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah

BAB XII

MASA JABATAN

Pasal 47

(20)

(2) Masa Jabatan dimaksud ayat (1) dalam pasal ini dapat diperpanjang, jika dipandang perlu.

BAB XIII

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 48

Eselonering organisasi dan tata kerja IIP sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

BAB XIV

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 49

Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Keputusan ini ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab dibidang pendayagunaan aparatur negara.

Pasal 50

Dengan berlakunya Keputusan ini, maka semua ketentuan yang bertentangan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 51

(21)

MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH

ttd

SURJADI SOEDIRDJA

LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH

NOMOR : 2 TAHUN 2001 TANGGAL : 5-1-2001

REKAPITULASI UNIT ORGANISASI, ESELON DAN NON ESELON DILINGKUNGAN INSTITUT ILMU PEMERINTAHAN

NO UNIT KERJA NON ESELON ESELON

(22)

1. Rektor 1 -

-2. Senat 1 -

-3. Pembantu Rektor 3 -

-4. Lembaga Penelitian 4 -

-5. Lembaga Pengabdian Masyarakat 4 -

-6. Lembaga Laboratorium dan Museum 4 -

-7. Biro - 3 11

8. Jurusan Kebijakan Pemerintahan 2 -

-9. Jurusan Menejemen Pemerintahan 2 -

-10. Jurusan Politik Pemerintahan 2 -

-11. Jurusan Manajemen Pembangunan 2 -

-12. Jurusan Manajemen Keuangan 2 -

-13 Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia

2 -

-JUMLAH 29 3 11

MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH

Referensi

Dokumen terkait

bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2021 termuat dalam Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2021 yang disusun

Pada saat istirahat sistem saraf parasimpatis (nevus vagus) berperan sangat dominan, dimana sistem saraf simpatis akan menurunkan tekanan darah dengan cara

Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa karakter adalah kualitas atau kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan

Mengacu pada rumusan masalah di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan perilaku

Dengan demikian Pancasila letaknya bukan dibibir, bukan juga ditempel menjadi hiasan baju dalam bentuk burung Garuda, tetapi adanya dalam pikiran kita yang menjunjung

konsumen dengan pengetahuan yang luas mengenai isu-isu lingkungan, namun hasil berbeda ditemukan oleh Awwaliyah (2013) yang menjelaskan bahwa, pengetahuan tentang

bahwa sesuai ketentuan Pasal 28 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 20 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan estimasi kesalahan metode estimasi waktu perjalanan antara linear model dan instantaneous model