• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN RI NOMOR 37/MPP/Kep/1/2004 TANGGAL 29 JANUARI 2004

TENTANG

PEMBENTUKAN TIM PEMANTAUAN PERSEDIAAN DAN HARGA BERAS DALAM NEGERI

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN RI

Menimbang :

a. bahwa dalam upaya menjamin tersedianya beras di daerah sehubungan dengan dikeluarkannya kebijakan tata niaga impor beras sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 9/MPP/Kep/1/2004 dipandang perlu untuk melakukan pemantauan persediaan dan harga beras di dalam negeri;

b. bahwa untuk itu, perlu dikeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan yang membentuk Tim Pemantauan Persediaan dan Harga Beras Dalam Negeri.

Mengingat :

1. Keputusan Presiden RI Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;

2. Keputusan Presiden RI Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen;

3. Keputusan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen; 4. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara;

5. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 417/MPP/Kep/6/2003.

6. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 115/MPP/Kep/2/1998 tentang Jenis Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat;

7. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 86/MPP/Kep/3/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perindustrian dan Perdagangan;

8. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 9/MPP/Kep/1/2004 tentang Ketentuan Impor Beras.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERTAMA :

Membentuk Tim Pemantauan Persediaan dan Harga Beras Dalam Negeri yang selanjutnya disebut Tim Pemantau Beras, terdiri dari Pengarah dan Tim Pemantau dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini.

KEDUA :

Tim Pemantau Beras bertugas : a. Pengarah :

Memberikan pengarahan kepada Tim Pemantau apabila ada hal-hal yang perlu dilakukan oleh Tim Pemantau dalam melaksanakan tugasnya.

(2)

1. melakukan pemantauan kondisi persediaan dan harga beras di daerah-daerah;

2. menyusun peta pendistribusian beras dalam rangka menjamin pemenuhan kebutuhan beras di daerah.

KETIGA :

Ketua Tim Pemantau wajib melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA huruf b kepada Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Pertanian pada hari kerja terakhir setiap minggunya.

KEEMPAT :

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas :

a. Ketua Tim Pemantau dapat membentuk Tim Pelaksana; b. Sekretaris Tim dapat mengangkat anggota sekretariat.

KELIMA :

Segala biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas opersional Tim Pemantau Beras dibebankan kepada anggaran Instansi masing-masing.

KEENAM :

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 29 Januari 2004

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN ttd.

(3)

LAMPIRAN

SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM PEMANTAU PERSEDIAAN BERAS

I. Pengarah : 1. Menteri Perindustrian dan Perdagangan 2. Menteri Pertanian

II. Tim Pemantau :

1. Ketua : Rifana Erni, S.Teks. MBA

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perindustrian dan Perdagangan

2. Wakil Ketua I : Dr. Ir. Delima Hasri Azahari, MS

Direktur Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian

Wakil Ketua II : Drs. Sudar S.A

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perindustrian dan Perdagangan

3. Sekretaris I : Drs. Gunaryo

Direktur Bina Pasar dan Distribusi, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri

Departemen Perindustrian dan Perdagangan

Sekretaris II : Dr. Moehaimin Sovan

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian

4. Anggota : 1) Ir. H. Zaenal Arifin

Direktur Jenderal Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan Departemen Perindustrian dan Perdagangan

2) Dr. Ir. Ahmad Suryana, MSc.

Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Ad-Interim Departemen Pertanian

3) Dr. Ir. Hermanto, MSc.

Kepala Pusat pengembangan Distribusi Pangan Departemen Pertanian

4) Ir. Aang Kanaan Adikusumah Direktur Impor

Ditjen Perdagangan Luar Negeri

(4)

5) Ir. H.M. Yamin Rachman Direktur Industri Agro

Ditjen Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan Departemen Perindustrian dan Perdagangan

6) Drs. Paiman Turnip

Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perindustrian dan Perdagangan

7) Bachrul Chairi, SE, MBA

Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perindustrian dan Perdagangan

8) Dr. Ir. Budhi Darmadi, MSc

Direktur Bina Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Ditjen Perdagangan Dalam Negeri

Departemen Perindustrian dan Perdagangan

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN ttd.

Referensi

Dokumen terkait

menyatakan bahwa memiliki/tidak memiliki* hubungan keluarga dengan (suami / istri/ bapak / ibu /anak / mertua / menantu /saudara kandung*) dari karyawan/

Pokja Pengadaan Jasa Lainnya Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali akan melaksanakan Pelelangan Sederhana

If this message is not eventually replaced by the proper contents of the document, your PDF viewer may not be able to display this type of document.. You can upgrade to the

Berdasarkan Ketentuan Perpres nomor : 54 tahun 2010 dan Perpres nomor : 70 tahun 2012 beserta perubahannya, Dokumen Pemilihan Nomor :

Bahwa berdasarkan hasil evaluasi dokumen penawaran peserta seleksi sederhana, dengan ini Pokja Pengadaan Pekerjaan Perencanaan Pematangan Lahan, Pagar, Gapura, Papan

Pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan dapat diwakilkan dengan membawa surat tugas dari direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang dan kartu pengenal;...

Bila Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sudah memenuhi syarat, maka Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut sudah siap dipergunakan sebagai bahan pedoman

Selain itu, pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) juga diajarkan hanya sebatas teori saja tidak dibarengi dengan kegiatan observasi, eksperimen yang