• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum ESDM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum ESDM"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDENT REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 1999

TENTANG

JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

:

bahwa dokumentasi dan informasi hukum yang tertata dan terselenggara dengan baik dalam suatu jaringan nasional, sangat renting arti dan perannya dalam upaya

peningkatan pemahaman pada khususnya, dan pembangunan bidang hukum sebagai bagian dari pembangunan nasional pada umumnya;

a.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dan untuk segera mewlljlldkan adanya jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional, dipandang perlu menetapkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional;

b.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL.

Pasal 1

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum adalah suatu sistem pendayagunaan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya secara tertib, terpadu dan berkesinambungan serta merupakan sarana pemberian pelayanan informasi hukum secara mudah, cepat, dan akurat.

Pasal 2

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional berfungsi :

sebagai salah satu upaya penyedian sarana pembangunan bidang hukum;

a.

untuk meningkatkan penyebarluasan dan pemahaman pengetahuan hukum;

b.

untuk memudahkan pencarian dan penelusuran peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya;

c.

untuk meningkatkan pemberian pelayanan pelaksanaan penegakan hukum dan kepastian hukum.

d.

Pasal 3

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri dari Pusat Jaringan dan Anggota Jaringan.

1.

Pusat Jaringan adalah Badan Pembinaan. Hukum Nasional, Departemen

2.

Kepres No. 91 tahun 1999 http://www.pu.go.id/itjen/hukum/kp91-99.htm

(2)

Kehakiman.

Anggota Jaringan adalah :

Biro Hukum dan atau Perundang-undangan atau unit kerja yang melaksanakan tugas dalam bidang atau bagian Hukum dan peraturan perundang-undangan :

Kantor Menteri Koordinator;

1.

Kantor Menteri Negara;

2.

Departemen;

3.

Sekretariat Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara;

4.

Lembaga Pemerintah Non Departemen atau Badan Negara;

5.

Pemerintah Daerah Propinsi;

6.

Pemerintah Daerah KabupateniKota.

7.

a.

Pengadilan Tingkat Banding;

b.

Pengadilan Tingkat Pertama;

c.

Pusat Dokumentasi Hukum pacta Perguruan Tinggi di Indonesia;

d.

Lembaga-Iembaga lain yang bergerak di bidang pengembangan dokumentasi dan informasi hukum, yang ditetap kan oleh Menteri Kehakiman.

e.

Pasal 4

Pemerintah Daerah Propinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal, 3 ayat (3) huruf a angka 6 bertindak sebagai Pusat Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum di wilayahnya.

Pasal 5

Dalam rangka pelaksanaan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Anggota Jaringan menyelenggarakan :

penyimpanan dan pengolahan dokumentasi peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum lainnya yang ditetapkan atau dimiliki instansi sebagai Anggota Jaringan, atau diterima dan Pusat Jaringan;

a.

penyampaian salinan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan dan atau disahkan oleh Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota atau Pimpinan Instansil Lembaga Pemerintah lainnya kepada Pusat Jaringan, dalam bentuk dan jumlah yang disepakati bersama;

b.

penyediaan dan penyebarluasan informasi segala peraturan ,. perundang-undangan yang tersedia dan dokumentasi hukum lainnya di lingkungan instansinya, dan masyarakat yang memerlukannya;

c.

pengembangan tenaga pengelola dan sarana dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan instansinya;

d.

evaluasi secara berkala terhadap pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum di lingkungannya dan menyampaikan hasil-hasilnya kepada Pusat Jaringan.

e.

Pasal 6

Badan Pembinaan Hukum Nasional sebagai Pusat Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional bertugas melakukan pembinaan,

pengembangan, pemantauan, dan pelayanan sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional.

1.

Badan Pembinaan Hukum Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud menyelenggarakan fungsi :

perumusan kebijaksanaan pengembangan dan pelayanan sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional;

a.

2.

3.

Kepres No. 91 tahun 1999 http://www.pu.go.id/itjen/hukum/kp91-99.htm

(3)

bertindak sebagai pusat rujukan informasi dan dokumetasi hukum nasional;

b.

pengumpulan dan penyebarluasan bahan dokumentasi dan informai hukum kepada para. Anggota Jaringan, baik dalam bentuk salinan, abstraksi, panduan penemuan kembali, maupun bentuk lainl1ya;

c.

pembinaan tenaga pengelola dokumentasi dan informasi hukum;

d.

pembinaan kerja sarna diantara Anggota Jaringan;

e.

evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum;

f.

pelayanan informasi dan dokumentasi hukum nasional kepada masyarakat.

g.

Pasal 7

Badan Pembinaan Hukum Nasional. sebagai Pusat Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional dalam melaksanakan tugas dibantu oleh sebuah Tim Pembina.

1.

Tugas, pembentukan, dan susunan Jc.eanggotaan Tim Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman.

2.

Pasal 8

Biaya pelaksanaan J aringan Dokumentasi dan Infonnasi Hukum Nasional dibebankan kepada anggaran masing-masing instansi Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional.

Pasal 9

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pacta tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Keputusan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1999

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1999

MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

ttd

MULADI

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 135

Salinan sesuai dengan aslinya

SEKRETARIAT KABINET RI

Kepres No. 91 tahun 1999 http://www.pu.go.id/itjen/hukum/kp91-99.htm

(4)

Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt

Edy Sudibyo

Kepres No. 91 tahun 1999 http://www.pu.go.id/itjen/hukum/kp91-99.htm

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut akan terwujud jika peraturan perundang-undangan dapat dijalankan dan dipatuhi sebagaimana untuk tujuan bersama yaitu kehidupan yang tertib dan teratur,

Rencana Pengelolaan DAS Terpadu merupakan rencana umum jangka panjang pengelolaan DAS yang mengakomodasikan berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dijabarkan

Menetapkan: PERATURAN PRESIDEN TENTANG GAJI DAN PENGHASILAN SERTA HAK LAINNYA YANG SAH BAG1 KETUA DAN ANGGOTA KOMITE BADAN PENGATUR PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN

(2) Tata cara pelaksanaan kegiatan pengelolaan keuangan oleh Pemerintah Daerah dan Desa dalam pelaksanaan Tugas Pembantuan mengacu kepada peraturan perundang-undangan tentang tata

peraturan perundang-undangan dan produk hukum, pelaksanaan pembinaan kesadaran hukum, serta pengumpulan, penyiapan,. pengelolaan data dan informasi peraturan perundang-undangan

Biaya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, dibebankan pada Anggaran Unit Kerja masing-masing sesuai dengan peraturan

Biro Hukum mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan peraturan perundang- undangan, telaahan hukum, pengembangan hukum, pengelolaan dokumentasi hukum,

NOMOR 2 TAHUN KE: XXXIV TRIWULAN : II TAHUN 2019 JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI JDI HUKUM INFORMASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA