MENTERI PERMUKI MAN DAN PRASARANA WI LAYAH REPUBLI K I NDONESI A
KEPUTUSAN MENTERI PERMUKI MAN DAN PRASARANA WI LAYAH NOMOR: 76/ KPTS/ M/ 2003.
TENTANG
JARI NGAN DOKUMENTASI DAN I NFORMASI HUKUM
DI LI NGKUNGAN DEPARTEMEN PERMUKI MAN DAN PRASARANA WI LAYAH
MENTERI PERMUKI MAN DAN PRASARANA WI LAYAH
Menim bang
:
a. Bahw a dalam r angk a pem binaan huk um di lingk ungan Depar t em en Per m uk im an dan Pr asar ana Wilay ah diper luk an adany a penat aan dan peny aj ian bahan dok um ent asi dan infor m asi hukum y ang lengkap dan t erpadu;b. Bahw a dok um ent asi dan infor m asi huk um agar t er t at a dan t er selenggar a dengan baik diper luk an suat u j ar ingan;
c. Ber dasar k an Keppr es Nom or 91 Tahun 1999 Bir o Huk um Depar t em en Per m uk im an dan Pr asar ana Wilay ah sebagai anggot a dar i Pusat Jar ingan Nasional m em puny ai t ugas m elak uk an pem binaan, pengem bangan dan I nfor m asi di Lingk unganny a;
d. Bahw a sehubungan dengan hur uf a, b dan c di at as, per lu m em bent uk Jar ingan Dok um ent asi dan I nfor m asi Huk un di lingkungan Depar t em en Per m uk im an dan Pr asar ana Wilay ah.
Mengingat
:
1. Undang- Undang Nom or 20/ PRPS/ Tahun 1961 t ent ang Tugas Kew aj iban Lapangan Pek er j aan Dok um ent asi dan Per pust ak aan Dalam Lingk ungan Pem er int ah ( Lem bar an Negar a Tahun 1961 Nom or 331, Tam bahan Lem bar an Negar a Nom or 2361) ;2. Keput usan Pr esiden Nom or 91 Tahun 1999 t ent ang Jar ingan Dok um ent asi dan I nfor m asi Huk um Nasional;
3. Keput usan Pr esiden Nom or 177 Tahun 2000 t ent ang Susunan Or ganisasi dan Tugas Depar t em en;
4. Keput usan Pr esiden Nom or 228/ M Tahun 2001 t ent ang Kabinet Got ong Royong;
5. Keput usan Pr esiden Nom or 102 Tahun 2001 t ent ang Keduduk ann, Tugas, Fungsi, Kew enangan, Susunan Or ganisasi dan t at a Ker j a Depar t em en; 6. Keput usan Ment er i Per m uk im an dan Pr asar ana Wilay ah Nom or .
01/ KPTS/ M/ 2001 t ent ang Or ganisasi dan Tat a Ker j a Depar t em en Per m uk im an dan Pr asar ana Wilay ah.
M E M U T U S K A N :
Mengingat
:
KEPUTUSAN MENTERI PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH TENTANGJARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH
:
BAB I KETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum adalah suatu sistem pendayagunaan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya secara tertib, terpadu dan berkesinambungan serta meupakan sarana pemberian pelayanan informasi hukum secara mudah, cepat dan akurat.
2. Dokumentasi Hukum adalah semua jenis bahan hukum yang terdiri dari semua peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya, yang meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, perawatan dan
pendistribusian/penyebarluasan buku-buku hukum / peraturan perundang-undangan. 3. Informasi Hukum adalah penyampaian keterangan tentng hukum/peraturan
perundang-undangan baik berupa data, fakta atau lisan secara cepat dan akurat.
BAB II
KEUDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 2
Jaringan Dokumentasi dan Informasi (JDI) Hukum Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah terdiri dari :
a. Pusat Jaringan Dokumentasi dan Inforamasi Hukum untuk selanjutnya disebut Pusat Jaringan.
b. Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum untuk selanjutnya disebut Anggota Jaringan.
Pasal 3
1. Pusat Jaringan sebagai dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, berada di Sekretariat Jenderal Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dalam hal ini dilaksanakan oleh Biro Hukum
2. Anggota Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, terdiri dari : a. Anggota Jaringan Sektretariat Jenderal berada di Bagian Tata Usaha Menteri
dan Protokol, Biro Umum;
b. Anggota Jaringan Direktorat Jenderal Penataan Ruang berada di Bagian Hukum dan Umum Sekretariat Jenderal Penataan Ruang;
c. Anggota Jaringan Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah berada di Bagian Hukum dan Perundang-undangan Sekretariat Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah;
d. Anggota Jaringan Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan berada di Bagian Hukum Sekretariat Direktorat Jendaral Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan;
e. Anggota Jaringan Direktorat Perumahan dan Permukiman berada di Bagian Hukum Sekretariat Direktorat Perumahan dan Permukiman;
f. Anggota Jaringan Direktorat Sumber Daya Air berada di Bagian Hukum Sekretariat Direktorat Sumber Daya Air;
g. Anggota Jaringan Inspektorat Badan Penelitian dan Pengembangan berada di Bagian hukum, Ortala dan Publikasi Sekretariat Inspektorat Jenderal;
Sosialisasi dan Standardisasi Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan;
i. Anggota Jaringan Badan Pembinaan Konstruksi dan Informasi Kimpraswil berada di Bagian Informasi dan Sidementasi Sekretriat Badan Pembinaan Konstruksi dan Investasi;
j. Anggota Jaringan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia berada di Bagian Perencanaan dan Informasi Tatalaksana Sekretariat Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia;
k. Anggota Jaringan Dinas Daerah Provinsi, DInas Kabupaten/Kota Bidang Kimpraswil berada di Bagian Hukum/TU/Unit Hukum yang ditunjuk oleh Kepala Dinas masing-masing daerah;
l. Anggota Jaringan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di lingkungan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah berada di Manager/Sub Divisi Hukum atau unit hukum lainnya yang ditugaskan oleh Direksi BUMN yang bersangkutan.
Pasal 4
1. Pusat Jaringan, mempunyai tugas :
a. membina dan mengkoordinasikan anggota jaringan'
b. melaksanakan koordinasi dengan Pusat Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional, Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan Pusat Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Departemen / Lembaga Pemerintah Non Departemen lainnya;
c. menghimpun, mengelola, menyimpan dan memelihara bahan-bahan dokumentasi hukum;
d. menerbitkan informasi pearturan perundang-undangan khususnya di bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah baik dalam bentuk naskah lengkap, abstrak maupun data;
e. melaksanakan penyebarluasan dan pelayanan informasi hukum baik kepada unit-unit hukum di luar maupun di lingkungan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayaj;
f. menyusun program jaringan dokumentasi dan informasi hukum;
g. melaporkan pelaksanaan tugas kepada pimpinan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dengan tembusan kepada Kepala Biro Hukum dan Kepala Pusat Data dan Informasi Publik.
2. Pusat Jaringan, mempunyai fungsi :
a. memadukan anggota jaringan dalam pelaksanaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum;
b. melaksanakan kerjasama dan pertukaran bahan dokumentasi dan informasi hukum dengan anggota jaringan pada Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen;
c. mengembangan jaringan dokumenasi dan informasi hukum; d. pembinaan kerjasama diantara anggota jaringan;
e. pembinaan tenaga pengelola jaringan;
f. mendukung sistem informasi manajemen Permukiman dan Prasarana Wilayah; g. evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan JDI Hukum di seluruh anggota
jaringan baik di Pusat maupun di Daerah;
h. melaksanakan pemantauan pelaksanaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum pada seluruh anggota jaringan;
i. nenberikan layanan informasi hukum kepada masyarakat;
Pasal 5
1. Anggota jaringan mempunyai tugas :
b. Mamantau pelaksanaan dokumentsi dan informasi hukum di lingkungan unit kerjanya.
2. Anggota Jaringan, mempunyai fungsi :
a. Menghimpun, mengelah, menyimpan dan memelihara bahan dokumentasi hukum.
b. Melaksanakan penyebaran dan pelayanan informasi hukum kepada unit kerja di lingkungannya atau instansi lain yang terkait di wilayah kerjanya;
menyampaikan peraturan perundang-undangan yang bersifat mengatur (produk hukum di lingkungannya) kepada Pusat Jaringan.
c. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan tembusan kepada Pusat Jaringan
BAB III
BAHAN DOKUMENTASI HUKUM
Pasal 6
Bahan Dokumentasi Hukum, meliputi :
1. Kelompok perturan perundang-undangan. 1. Undang-Undang Dasar 1954; 2. Ketetapan MPR;
3. Undang-Undang;
4. Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang; 5. Peraturan Pemerintah;
6. Keputusan Presiden; 7. Instruksi Presiden;
8. Keputusan Bersama Menteri; 9. Keputusan Menteri;
10. Instruksi Menteri; 11. Surat Edaran Menteri; 12. Peraturan Dearah;
13. Keputusan Pejabat Eselon I; 14. Instruksi Pejabat Eselon I; 15. Surat Edaran Pejabat Eselon I; 16. Keputusan Gubernur;
17. Instruksi Gubernur; 18. Surat Edaran Gubernur; 19. Keputusan Bupati/Walikota; 20. Instruksi Bupati/Walikota; 21. Surat Edaran Bupati/Walikota; 22. Keputusan Direksi;
23. Instruksi Direksi; 24. Surat Edaran Direksi;
25. Peraturan perundang-undangan lainnya, yang bersifat pengaturan;
2. Kelompok bukan peraturan perundang-undangan. 1. Hasil peneitian Bidang Hukum;
2. Hasil Pengkajian Bidang Hukum; 3. Hasil Pertemuan Ilmiah Bidang Hukum; 4. Karya Ilmiah Bidang Hukum
5. Naskah Akademis; 6. Perjanjian;
8. Majalah/Buletin Bidang Hukum;
9. Referensi (kamus, bibliografi dan kliiping);
10. Yurisprudensi (Putusan Pengadilan Negeri, Putusan Pengadilan TInggi dan Putusan Mahkamah Agung tentang Kasus berkaitan dengan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah);
11. Hasil-Hasil Penelitian Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah; 12. Dokumen hukum lainnya.
BAB IV
TEKNIS SARANA DAN PRASARNA
Pasal 7
Teknis pengelolaan bahan hukum, meliputi :
a. buku indusl;
b. daftar inventasisasi peraturan; c. katalog peraturan;
d. katalog buku; e. abstraksi;
f. daftar petunjuk; g. bibliografi; h. dan lain-lainnya.
Pasal 8
Sarana kerja, meliputi :
a. kartu katalog;
b. blanko daftar invenstarissi; c. blanko daftar petunjuk; d. mesin ketik;
e. komputer dan perlengkapannya; f. meja dan kursi kerja;
g. meja dan kursi baca; h. almari katalog;
i. filing kabinet; j. rak kabinet; k. telepon, faximile;
l. mesin foto copy m. sarana kerja lainnya;
Pasal 9
Prasarana kerja meliputi :
a. gedung/ruangan; b. ruang kerja pimpinan; c. ruang koleksi;
d. ruang kerja pengolahan; e. prasarana kerja lainnya;
f. ruang baca.
PENGELOLAAN
Pasal 10
1. Pusat Jaringan dan Anggota Jaringan dikelola oleh petugas teknis domumentasi dan informasi hukum sesuai dengan kebutuhan.
2. Petugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), harus memeilik keahlian di dalam pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum.
BAB VI
HUBUNGAN ANTAR JARINGAN
Pasal 11
Hubungan antara Pusat Jaringan dengan Anggota Jaringan dan antar Anggota Jaringan bersifat dua arah, kooperatif dan koordinatif.
Pasal 12
Sarana jaringan antara Pusat Jaringan dengan Anggota Jaringan dan antara Anggota Jaringan menggunakan teknologi informatika dan /atau sarana lain yang tersedia.
Pasal 13
Tata cara pemakaian jasa informasi diatur oleh Pusat Jaringan dan masing-masing Anggota Jaringan.
BAB VII
PEMBIAYAAN
Pasal 14
Biaya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, dibebankan pada Anggaran Unit Kerja masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB VIII
TANGGUNG JAWAB
Pasal 15
1. Pusat Jaringan bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal atas terselenggaranya jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
2. Anggota Jaringan bertanggung jawab kepada pimpinan unit kerja masing-masing.
BAB IX
Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Para Menteri Kabinet Gotong Royong; 2. Para Gubernur di seluruh Indonesia; 3. Para Bupati di seluruh Indonesia;
4. Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman dan HAM;
5. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal dan Para Direktur Jenderal dan Para Kepala Badan di lingkungan Departemen Permukiman
dan Prasarana Wilayah;
6. Para Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah; 7. Para Direksi BUMN di lingkungan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
Pasal 16
Keputusan ini, mulai nerlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
:
JakartaPada tanggal
:
26 - 02 - 2003a.n.MENTERI PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH
Sekretaris Jenderal