• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zona Kesehatan | Blogger Lampung Tengah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Zona Kesehatan | Blogger Lampung Tengah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJ

SELAMATA

DI PROYEK INDUST

Sya hril Effe n

Sta f Pe ng a ja r Fa ku

trak: Pengembangan sistem keselamatan da e

EMEN KE

N DAN KESEHATAN KERJA

RI

d y Pa s

lta s Eko

n k sehat

itangani secara serius de tentuan U

eselamatan ksanakan hal

an ngan peng

ada kead angan proyek yang sedang

Manajem n K3, Proyek In Jasa Konstruksi

Penerapan Sistem keselamatan dan kesehatan

n h

n pengusaha, emerintah, dan masyarakat. Dalam GBHN 1999-004 bidang Kesehatan dan Kesejahteraan sosial

bahwa arah kebijakan yang harus dilaksan

men perusahaan Untuk indungan tenaga kerja tersebut maka p

salah satu norma ketenagakerjaan yang enerapannya bertujuan untuk mencegah emungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan enyakit akibat kerja di perusahaan tempat kerja.

eselamatan dan kesehatan kerja merupakan asalah yang berkaitan dengan berbagai aspek

antara

Pa ndaki

diriny

meras diri pribadi yang terkena

kecela cahay

atau s n

keluar

keluar timbul

ecelakaan kerja terhadap pekerjanya, selain gan tenaga kerja, juga perusahaan akan endapat beban tanggung jawab materi sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku (Sumakmur PK, 1989).

Penyelenggaraan perkerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan teknik tentang keteknikan, keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan kontstruksi. Kesadaran hukum dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi perlu ditingkatkan termasuk kepatuham para pihak dalam pemenuhan kewajibannya serta pemenuhan terhadap ketentuan yang terkait dengan aspek keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja serta lingkungan (UU No.18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi)

Penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di setiap perusahaan harus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semboyan keselamatan dan kesehatan kerja “utamakan keselamatan” terwujud.

JASA KONSTRUKSI

a rib u

no m i UMSU

Abs

d

an kerja pada Proyek Industri Jasa Konstruksi harus ndang-Undang Ketenagakerjaan dan peraturan

dan kesehatan kerja. Untuk mela ngan berpedoman kepada ke

perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan k ini maka perusahaan jasa kontsruksi harus menerapk dengan melibatkan pihak manajemen dan pekerja de dilaksanakan secara terintegrasi dengan mengacu kep dikerjakan oleh perusahaan

sistem keselamatan dan kesehatan kerja di proyek awasan dari pemerintah. Penerapannya harus aan dan perkemb

Kata kunci: e dustri

I. Pendahuluan

kerja memiliki banyak dimensi keterkaitan di mana keterkaitan itu tidak hanya dengan tenaga kerja sebelum, selama, da sesuda kerja tetapi juga keterkaitan dengan kepentinga

p 2

disebutkan

akan pemerintah adalah mengembangkan sistem jaminan sosial tenaga kerja bagi seluruh tenaga kerja untuk meningkatkan perlindungan, keselamatan dan kesehatan kerja yang memadai yang pengelolaannya melibatkan pemerintah, perusahaan, dan pekerja. Kebijakan tersebut di atas erat kaitannya dengan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang harus diterapkan pada setiap perusahaan.

Menurut pasal 86 dan 87 (Undang-Undang No.13 tahun 2003) tentang ketenagakerjaan bahwa setiap pekerja/buruh berhak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan, dan kesehatan moral dan kesusilaan serta perlakukan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia dan nilai-nilai agama. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manaje

mewujudkan perl

emerintah melakukan upaya pembinaan norma di bidang ketenagakerjaan yang mencakup pengertian pembentukan, penerapan, dan pengawasan norma itu sendiri. Lalu Husni (2000)

Sistem keselamatan dan kesehatan kerja merupakan

p k p K m

lain ekonomi, hukum, dan sosial.

da dasarnya semua orang tidak menghe terjadinya kecelakaan kerja karena apabila seseorang ditimpa musibah kecelakaan kerja maka selain

a pribadi, keluarganya juga akan turut akan akibatnya. Bagi

kecelakaan akan menderita phisiknya dan khusus kaan yang menimbulkan cacat membuat a kehidupannya menjadi cenderung menurun uram. Bagi keluarga, akan menimbulkan beba moril, adakalanya menjadi beban materil jika yang mengalami kecelakaan kerja merupakan anggota

ga yang menjadi tulang punggung kehidupan ga. Khusus bagi perusahaan, jika k

(2)

II. Peraturan Keselama

Pada prinsipnya, tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3

setiap orang. Setiap pekerja harus dalam setiap kegiatan keselam

kerja serta bertanggung jawab atas keselam

esehatan dirinya masing-masing. Karena dalam

tenaga kerja maupun

iliawati Muljono, 1997).

endukung sistem keselamatan dan

n Menteri Tenaga Kerja

RI

Kerja RI tenaga dan

13. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI

85 tentang pesawat angkat dan

nteri Tenaga Kerja RI No.01/MEN/1996 tentang pelaksanaan tata cara

tanggal 16-4-1981 tentang pedoman pembuatan peraturan perusahaan, yang juga harus menetapkan bahwa tunjangan kecelakaan kerja, tunjangan kematian akibat kecelakaan kerja,

kerja harus dimuat dalam peraturan perusahaan.

n semua tenaga kerja nga

ta

- 0,50% dari harga kontrak dibawah Rp 100 juta Perundang-Undangan dengan tentang

tan dan Kes

12. Peraturan Menteri Tenaga

pesawat

ehatan Kerja No.04/MEN/85 tentang

produksi.

) berada pada

berpartisipasi No.05/MEN/ atan dan kesehatan

atan dan

angkut.

14. Peraturan Me k

suatu proyek jasa konstrusi senantiasa terdapat kegiatan teknik yang melibatkan juga berbagai peralatan teknik dan sumber daya manusia, maka secara keseluruhan beban tanggung jawab atas operasi perusahaan berada pada pimpinan perusahaan/kontraktor.

Penerapan sistem manajemen K3 dapat menjamin keselamatan dan kesehatan

pembuatan KKB. Dalam Setiap Pembuatan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) harus dicantumkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja.

15. Instruksi Dirjen Hubungan-Perburuhan dan Perlindungan tenaga kerja No. INS.8/PP/1980

orang lain yang berada di tempat kerja (Eugenua L

Untuk m

kesehatan kerja di perusahaan-perusahaan, pemerintah telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja antara lain:

1. Undang-Undang N0.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

2. Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.

3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI PER 07/MEN/1964 tentang kesehatan kerja.

4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-04/MEN/1995 tentang perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja

5. Instruksi Menteri Tenaga Kerja RI No. INST 05/M/RW/96 tanggal 28-10-1996 tentang pengawasan dan pembinaan keselamatan kerja pada kegiatan konstruksi bangunan.

6. Peratura

No.04/MEN/1987 tentang tata tata cara pembentukan P2K3 dan pengangkutan ahli K3. 7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.PER

05/MEN/1996 tentang sistim manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Kep 19/M/BW/97 tanggal 26-2-1997 tentang pelaksanaan audit sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

9. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.Kep 04/MEN/80 tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR).

10. Peraturan Menteri Tenaga Kerja

No.01/MEN/82 tentang bejana bertekanan.

11. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI

No.02/MEN/82 tentang pengawasan instalasi penyalur petir.

keselamatan kerja dan perlindungan

Demikian juga untuk penanganan kecelakaan kerja pemerintah telah menerbitkan UU No.3 tahun 1992 tentang Jamsostek di mana kecelakaan kerja merupakan salah satu program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang yang dijabarkan dengan PP No.14 Tahun 1993 tentang penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja.

Kemudian khusus untuk perkerjaan industri jasa kontruksi diterbitkan lagi pertunjuk pelaksaannya yaitu Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Tenga Kerja serta di daerah Keputusan Gubernur Kepala Daerah yang menerapkan bahwa setiap kontraktor induk maupun subkontraktor yang melaksanakan proyek-proyek industri jasa konstruksi wajib mempertangungjawabka

boro n harian lepas dan musiman dengan

mendaftarkannya ke PT Jamsostek (persero) selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum pekerjaan dimulai dengan mengisi formulir 1/I K dengan lampiran Surat Perintah Kerja ataupun perjanjian borongan/kontrak atau surat pernyataan melengkapi SPK/surat perjanjian borongan/ kontrak. Adapun besaran tarif iuran Jamsostek bagi pekerjaan industri jasa konstruksi adalah:

- 0,20% dari harga kontrak untuk proyek di atas Rp 500 juta

(3)

III. Manajemen K3 di Proyek Industri Jasa Kontruksi

alah setiap tempat yang di

Ada

pr

pera ungan kerja, dan pekerj

udar umpulnya uap beracun y

a y

dengar isyarat

amatan dan

ntunan dan ganti rugi

disebut kecelakaan K3 bukan hanya yang mengakibatkan cedera/saaitnya tenaga kerja tetapi juga rusak/berkurangnya produktivitas

kerja di proyek ada beberapa

ngan kerja yang sesak dan kurang teratur

ditetapkan orma kesehatan kerja di perusahaan yang

n

ca

engan diawasi langsung oleh panitia Keselamatan an Kesehatan Kerja pada setiap perusahaan yang ersangkutan.

elaksanaan peraturan perundang-undangan tentang eselamatan dan kesehatan kerja diawasi oleh pihak emerintah/Depnaker atau tenaga teknis yang Keselamatan dan kesehatan kerja adalah

suatu program yang harus diterapkan dan dilaksanakan disetiap tempat kerja di proyek industri jasa kontruksi.

Menurut G. Kartasapoetra (1985) yang dimaksud tempat kerja ialah ruangan atau lapangan baik yang tertutup ataupun yang terbuka, yang bergerak atau yang tetap, di mana para tenaga kerja (buruh) atau yang sering dimasuki para tenaga kerja (buruh) untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber sumber bahaya .

Tempat kerja ialah ad

dalamnya terdapat 3 unsur, yaitu:

a. Adanya suatu usaha, baik itu usaha yang bersifat ekonomi maupun usaha sosial.

b. Adanya sumber daya.

c. nya tenaga kerja yang berkerja di dalamnya baik secara terus menerus maupun hanya sewaktu waktu. Lalu Husni (2000)

Kecelakaan kerja pada oyek

a itu

ang

ang

meliputi:

a. Pemeliharaan dan mempertinggi derajat kesehatan pekerja.

b. Pemberian pengobatan, perawatan bagi pekerja yang sakit.

c. Pengaturan, penyediaan tempat kerja, cara, dan syarat yang memenuhi persyaratan kesehatan di perusahaan.

biasanya timbul dari beberapa faktor yaitu latan teknis, lingk

sendiri misalnya akibat jeleknya pengaturan sirkulasi a menyebabkan terk

mengakibatkan kecelakaan karena pekerja yang ada dirungan tersebut akan menghirup udar

tercemar.

Bisa juga kalau lingkungan kerja sedemikian bisingnya tidak bisa ter

terjadinya bahaya. Dapat dipastikan bahwa setiap kecelakaan akan berakibat buruk bagi korbannya yaitu manusia.

Data dari Annual Report mengenai kesel

kesehatan kerja tahun 2002 yang diterbutkan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, menunjukkan bahwa sektor usaha bangunan menduduki peringkat ke-4 yang mempunyai kasus kecelakaan tertinggi. Selengkapnya peringkat untuk 5 sektor adalah:

1. Sektor Pertanian dan Peternakan 13,60 % 2. Industri kecil 8.65 %

3. Indutri Pakaian Jadi dan Bahan Jadi 5,68% 4. Bangunan 5,67 %

5. Penebangan Kayu 5,58 %

Data di atas diperoleh dari data kecelakaan dari tahun 1995 s/d 1999 dengan jumlah kecelakaan kerja 412,652 kasus dengan nilai kerugian Rp 340 Milyar dan pembayaran sa

on

sebesar kurang lebih Rp 329 milyar Bambang Triwibowo dkk (2003).

Oleh karena itu para kontraktor perlu menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di setiap proyek jasa konstruksi

Sebenarnya yang

bahan/peralatan. Penanganan K3 yang tidak baik akan berakibat pada turunnya produktivitas

Dalam pelaksanaan

bahaya yang harus dihindari, dijauhkan, atau dicegah dan dikendalikan, yaitu bahaya yang dapat timbul pada waktu pekerja sedang aktif melaksanakan kerjanya:

a. Mesin kerja dan alat perlengkapannya.

b. Pesawat baik yang dijalankan tenaga uap ataupun listrik beserta perlengkapannya.

c. Sarana perlengkapan kerja lainnya beserta perlengkapannya

d. Lingku

e. Metoda penanganan pekerjaan

f. Sifat fisik dan mental daripada pekerjanya

Untuk itu maka setiap perusahaan diwajibkan menetapkan standar dan ketentuan tertentu untuk menjadi pedoman dan pegangan pokok dalam pelaksanaan pekerjaan agar kecelakaan bisa dihindarkan atau minimalkan.

Disamping hal-hal di atas juga harus n

d. Kesehatan kerja untuk mencegah timbulnya penyakit yang akan menimpa para pekerja baik sebagai akibat pelaksanaan kerja maupun penyakit umum.

e. Ketetapan syarat-syarat kerja bagi perusahaan yang tertuju pada perlindungan kesehatan bagi pada buruhnya.

Dalam masalah kesehatan kerja di proyek harus diperhatikan sumber-sumber bahaya bagi kesehatan tenaga kerja yang bersumber dari faktor fisik, faktor kimia, faktor biologis, faktor faal, dan faktor psikologis. Kelima faktor tersebut akan mempengaruhi, kesehatan tenaga kerja berupa gangguan fisik, mental, dan sosial yang menyebabkan mereka tidak bisa bekerja optimal. Mengingat masalah keselamatan dan kesehatan kerja ini berkaitan dengan berbagai aspek yaitu hukum, ek omi, dan sosial, maka pelaksanaan keselamatan

kesehatan

da kerja ini tidak mungkin hanya

diserahkan kepada pengusaha tetapi harus dilakukan ra

bersama-se sama oleh jajaran manajemen

erusahaan dengan seluruh tenaga kerja dengan p

(4)

ditunjuk oleh pemerintah/Depnaker. saha berkew

Pengu ajiban memberi penjelasan khusus epada setiap buruh terutama yang baru tentang:

Kon

disetiap ruang kerja serta metode

wajiban bagi pengusaha u

indakan darurat di

terse aya perusah

a aporkan kepada Depn

pekerja dan eamanan kerja, serta untuk perbaikan-perbaikan

kai alat pelindung diri yang diwajibkan oleh

agar semua persyaratan keselam

No.PER asi

pa je rja.

lain yang

ya, perlengkapannya, dan lingkungannya engenai

mas nomic,

mics adalah tercapainya

.

ngan ara mekanisasi, penerapan kepegawaian yang sehat

pan manajemen

s dan pengendalian yang ketat dan

peng

ungan dengan peralatan kerja.

at kerja.

- Warna ruangan dan perlengkapannya. k

a. disi dan bahaya yang dapat timbul dalam tempat kerja.

b. Tentang semua alat pengaman dan pelindung yang ada

penggunaannya.

c. Tentang semua alat peralatan pelindung diri bagi buruh dalam hal terjadinya bahaya.

d. Tentang cara-cara dan sikap serta perlakuan yang aman dalam pelaksanaan kerja.

Suatu ke ntuk tenteram, aman, dan menyenangkan

segera melakukan tindakan penyelamatan darurat

apabila terjadi kecelakaan, berupa t c

lingkungan perusahaan atau mengirim pekerja

but ke rumah sakit atas bi aan.

aker

dan penyempurnaan metode kerja, penghematan gerak. Mekanisasi dapat dilakukan dengan mengganti tenaga manusia dengan mesin dengan sasaran peningkatan produktivitas namun akan mengurangi tenaga kerja. Penera

Kej dian tersebut harus dil

untuk diteliti penyebabnya. Berdasarkan pasal 12 (Undang-Undang No.1 Tahun 1970) tentang keselamatan kerja untuk kepentingan

k

agar tidak terulang kembali kecelakaan pada waktu yang akan datang pekerja berkewajiban untuk:

1. Memberikan keterangan yang benar secara penuh tanggung jawab apabila diminta oleh petugas suatu ahli keselamatan kerja yang mengemban tugas dari kantor Depnaker.

2. Mema

2.

pengusaha.

3. Memenuhi dan menaati semua syarat

keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan meminta dengan secara baik kepada

pengusaha atan - Penerangan yang cukup dan tepat sehingga

akan sedikit kesalahan dan tidak cepat merasa lelah.

dan kesehatan kerja dipenuhi oleh pengusaha. 4. Menyampaikan keberatan melakukan tugas kerja

di mana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan telah dinyatakan meragukan oleh pegawai pengawas.

Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja 12-12-1996 komunik du

05/MEN/1996 tanggal a

kan men

- Udara yang sesuai suhu dan kelembabannya.

- Sarana yang membuat konsentrasi tidak terganggu.

Untuk mencapai tujuan dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan proyek secara terintegrasi maka pengelolaan K3 harus melibatkan unsur manajer mulai dari level atas sampai level terendah beserta jajarannnya dengan dukungan d arah yang efektif dan pelaporan rutin meru

m penerapan sistem mana sumber penting dala

kesehatan dan keselamatan ke ntuk it

U u perusahaan harus mempunyai prosedur yang dapat menjamin bahwa tujuan keselamatan dan kesehatan yang terbaru, dikomunikasikan kepada semua pihak di proyek. Segala sesuatu tentang kesehatan kerja yang tersebut pada setiap peraturan Menteri Tenaga Kerja harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya oleh pengusaha karena pegawai pengawas perburuhan yang ditunjuk oleh Menteri berhak untuk memberi perintah sebagai upaya paksa untuk pelaksanaan norma-norma perlindungan kerja sebagai upaya mewujudkan perlindungan kerja di perusahaan sehingga setiap orang yang berada di tempat kerja terjamin keselamatannya.

Diluar ketentuan perundang-undangan tentang keselamatan dan kesehatan kerja ada aspek

sangat penting yang ada relevansinya dengan sistem keselamatan dan kesehatan kerja serta berpengaruh terhadap produktivitas yaitu aspek Ergonomics. Ergonomics adalah hubungan antara orang dan pekerjaann

dan terutama penerapan dari pengetahuan m anatomi, fiisiologi, dan ilmu jiwa terhadap

masalah-alah yang timbul daripadanya (LAN, Ergo 1994).

Sasaran dari ergono

produktivitas setinggi-tingginya dalam suasana

Peningkatan produktivitas dapat dilakukan de

yang sehat antara lain melalui seleksi yang ketat dalam penerimaan tenaga kerja, pengembangan karir yang jela

terkontrol. Penyempurnaan metode kerja dengan hematan gerak:

1. Yang berhubungan dengan penggunaan tubuh manusia.

Yang berhubungan dengan pengusunan tempat kerja.

3. Yang berhub

Hal-hal lain yang dapat meningkatkan produktivitas dan kegairahan kerja adalah:

- Tata ruang temp

ari para pekerja.

Untuk melaksanakan dan menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di proyek industri jasa konstruksi ada beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian pihak manajemen/kontraktor antara lain:

1. Memenuhi kelengkapan admnistrasi K3 yang terdiri dari:

1.1 Pendaftaran proyek ke Kantor Depnaker setempat.

(5)

misalnya Construction All Risk (CAR) untuk

tuk

lam proyek .

ri kantor Dinas PU

a peralatan

escalator,

lift pekerja, lift bahan, tower crane ,dll.

.2. Risiko kecelakaan dan pencegahannya

2.3. 2.4.

secara

n.

ut

masalah K3 masalahnya bisa cepat

adap

mengandung bahaya terhadap

as hasil/laporan

kaan, yang terdiri dari:

anan

dan penanganan

4. P

gian s

lam pekerjaan sementara. bangunan/fisik proyek dan peralatan kerjanya,

atau Personal Accident (PA) un

pertugas/orang yang melaksanakan, bila ada disyaratkan da

1.4 Izin pengunaan jalan dan jembatan menuju lokasi proyek yang akan digunakan untuk lalu lintas alat berat da

1.5. Keterangan laik pakai alat-alat berat/ringan yang akan dioperasikan diproyek khususny

proyek yang menyangkut keselamatan umum seperti mobil bus/truk, lift, elevator,

1.6 Pemberitahuan kepada Muspida setempat tentang keberadaan/kegiatan proyek

2. Penyusunan Safety Plan (Rencana K3) untuk Proyek.

Safety Plan bertujuan agar proyek dalam pelaksaannya aman dari kecelakaan dan penyakit sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi yang berisi antara lain:

2.1 Pembukaan:

a. Gambaran proyek

b. Pokok perhatian untuk kegiatan K3 2

(risiko yang mungkin terjadi di proyek) Tata cara pengoperasian alat

Alamat Instansi yang terkait dengan proyek

Safety Plan yang telah disusun dan diteliti cermat kemudian disahkan oleh manajer proyek sebagai bukti pelaksanaa

3. Kegiatan K3 di lapangan

Kegiatan K3 di lapangan adalah merupakan pelaksanaan Safety Plan yang harus dilaksanakan kontraktor dalam setiap proyek yang menyangk kegiatan-kegiatan:

3.1.Kerjasama dengan instansi yang terkait K3. Instansi yang dimaksud di sini adalah Depnaker, Polisi, dan Rumah Sakit yang tujuannya adalah kalau ada

ditangani dengan baik karena adanya hubungan kerjasama tersebut.

3.1.1. Pengawasan pelaksanaan K3

Pengawasan pelaksanaan K3 dilaksanakan oleh tim yang dibentuk dengan kegiatan:

a. Safety Patrol, melaksanakan patroli selama kira-kira 1 atau 2 jam yang dilakukan secara rutin sekali seminggu di lingkungan proyek yang terdiri dari 2 atau 3 orang dengan tugas mencatat hal-hal yang tidak sesuai ketentuan/yang memiliki risiko kecelakaan yang tolak ukurnya ada di dalam:

-

Safety Plan

-

Panduan Pelaksanaan K3

-

Hal-hal yang secara teknis mengandung risiko bahaya

b. Safety Supervisor, yaitu petugas yang ditunjuk oleh manajer proyek untuk mengadakan pengawasan terh

pelaksanaan pekerjaan. Dengan wewenang menegur dan memberikan instruksi langsung kepada kepala pengawas (superintendent) bila ada pelaksanaan pekerjaan yang

keselamatan kerja

c. Safety Meeting, yaitu rapat dalam proyek yang membah

dari Safety Patrol maupun

hasil/laporan dari Safety Supervisor.

Yang dihasilkan pada Safety Meeting adalah:

- Perbaikan atas pelaksanaan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan K3;

- Perbaikan sistem kerja untuk mencergah penyimpangan tidak terulang kembali.

d. Pelaporan dan penanganan

kecela

-

Pelaporan dan penanganan

kecelakaan ringan.

-

Pelaporan dan penanganan

kecelakaan berat.

-

Pelaporan dan penang

kecelakaan dengan korban unia.

meninggal d

-

Pelaporan

kecelakaan peralatan berat.

elatihan Program K3

Pelatihan Program K3 terdiri dari dua ba y itu Pelatihan Secara Umum dan Pelatihana Khusu Proyek.

4.1 Pelatihan Secara Umum, materinya bersifat yaitu tenta

umum ng panduan tentang K3 di proyek

misalnya:

- Pedoman praktis pelasksanaan K3 pada proyek bangunan gedung.

- Penanganan, penyimpanan, dan pemeliharaan material.

- K3 dalam perkejaan Sipil.

- K3 dalam pekerjaan finishing luar.

- K3 dalam pekerjaan mekanikal dan elektrikal. - K3 dalam pekerjaan finishing dalam

- K3 dalam pekerjaan pembesian. - K3 da

- K3 dalam pekerjaan rangka.

- K3 dalam pekerjaan struktur khusus. - K3 dalam pekerjaan pembetonan.

- K3 dalam pekerjan Pondasi Pile dan Strutting. - K3 dalam pekerjaan pembongkaran

(6)

4.2.

.1 Promosi Program K3, yang terdiri dari:

era perusahaan dengan cara

dera RI lebih tinggi dan K3 dan bendera perusahaan sama

ng dapat - Obat-obatan untuk P3K

asi tertentu b. Sa

-

eperti kantor proyek,

ubang di sumur, galian

tan gunan.

- Pe

c.

k.

emasuki area tertentu. - La

berba

- Petun ntuk melapor (keluar masuk pro

n ketrampilan K3

6. Pen

harus diatur

sedem ang

bek ru saling

men pro

yan anaan tata

letak adalah: Pelatihan Khusus Proyek diberikan pada:

- Saat awal proyek

- Saat di tengah periode pelaksanaan proyek Materi pelatihan adalah meliputi pengetahuan umum K

proyek yang bersangkutan serta penjelasan tentang kegiatan proyek dan kemungkinan-kemungkinan bahaya/risiko ya

terjadi.

Perlengkapan dan peralatan penunjang program K3

Perlengkapan dan peralatan penunjang pr K3 dalam pelaksanaan proyek meliputi beberapa hal

ra lain: 5

a. Pemasangan Bendera K3, Benderra RI, Bend

pemasangan adalah Bendera RI ditengah diapit oleh bendera K3 sebelah kiri dan Bendera perusahaan sebelah kanan dengan ketentuan ben

bendera tingginya.

b. Pemasangan sign board K3 ya berisi antara lain: Sloganm-slogan mengingatkan perlunya bekerja selamat. Gmbar-gambar/pamlet bahaya/kecelakaan yang mungkin terjadi di lokasi pekerjaan. Slogan maupun pamlet dapat dipasang di kantor proyek atau lokasi pekerjaan di lapangan.

5.2. Sarana peralatan untuk K3

Sarana peralatan untuk K3 adalah meliputi: a. Yang melekat pada orang:

- Topi helm - Sepatu

- Sabuk pengaman untuk pekerja di tempat yang tinggi

- Sarung tangan untuk pekerja tertentu - Masker pengaman untuk gas beracun

untuk pekerja tertentu - Kacamata la

- Pelampung renang untuk lok rana lingkungan:

Tabung pemadam kebakaran parangan ruang-ruangan s

gudang bahan bakar, gudang material, ruang genset, gudang bahan peledak mess tenaga kerja, barak tenaga kerja di tiap lantai bangunan proyek.

- Pagar pengaman, yang terdiri dari: Pagar/railing yang kuat dan tali warna kuning sebagai tanda pembatas/ peringatan yang diperlukan untukb lobang di lantai, l

ah, dan tepi ban nangkal petir darurat.

- Pemeliharaan jalan kerja dan jembatan kerja.

- Jaringan pengamanan pada bangunan tinggi.

Pagar pengaman lokasi proyek

Rambu-rambu peringatan yang fungsinya antara lain untuk:

- Peringatan bahaya dari atas. - Peringatan bahaya benturan kepal. - Peringatan bahaya longsoran. - Peringatan bahaya api/kebakaran. - Peringatan tersengat listri

- Penunjuk ketinggian untuk bangunan yang lebih dari 2 lantai.

- Penunjuk jalur instalasi listrik.

- Penunjuk batas ketinggian penumpukan material.

- Larangan m

rangan membawa barang-barang haya.

juk u yek).

gatan uintuk memakai alat aman kerja.

- Peringatan ada alat/mesin yang berbahaya (untuk lokasi tertentu).

- Peringatan/larangan untuk memasuki kelokasi genset/power listrik (untuk orang tertentu).

pun peralatan/sarana K3 tersebut sudah cukup belum berarti persyaratan K3 sudah nuhi semua peryaratan K3, karena bekerja

yang benar adalah apabila telah nuhi 3 hal sebagai berikut:

ngnya, yaitu pengawas dan tenaga kerja us punya sikap yang benar yaitu:

a. Punya pengetahuan da

b. Berperilaku sesuai ketentuan K3 c. Sehat jasmani dan rohani

2. Mesin/alat kerja seta sarana perlatan K3 sesuai ketentuan.

3. Lingkungan kerja sesuai ketentuan, yaitu: a. Lay out planning (perencanaan tata letak).

b. House keeping (pemeliharaan alat-alat rumah tangga).

c. Penerangan dan ventilasi.

ataan Lingkungan

ataan lingkungan adalah meliputi pere letak fasilitas-fasuilitas untuk melaksanakan erjaan dan pengelolaan kebersihan lingkungan

a (house keeping) yang meliputi: Lay out planning (perencanaan tata

Perencanaan tata letak

ikian rupa sehingga orang dan alat y just erja tidak saling terganggu, tetapi

dukung agar pelaksanaan kerja dengan ai. Faktor duktivitas tinggi dan aman dapat dicap

(7)

elevasi

- - -

6.2 Hou

erupak t K3. Adapun sarana kebersihan dan

c.

d. Pen n bak-bak sampah pada lokasi

e. Pem saluran pembuangan air limbah cara teratur g.

pakai

Pada tabel d contoh isi

dari safety kaan

dan pencega operasian

alat.

Kecelak

No L han/Penanganan Penanggung

- Dimensi (ukuran), posisi, (ketinggian)

- Gerakan manusia dan alat Suara (kebisingan) Getaran

Cahaya dan sirkulasi udara

se keeping

Kebersihan dan kerapian tempat kerja an syara

m

kerapian untuk program K3 adalah a. Penyediaan air bersih yang cukup

b. Penyediaan toilet/WC yang bersih, penyediaan ruang mushola yang bersih dan terawat

Penyediaan WC/toilet untuk pekerja proyek yediaa

yang diperlukan buatan

f. Pembersihan sampah-sampah se

Kerapian penempatan alat-alat kerja di lapangan setelah di

ibawah ini kami cantumkan plan yang berkaitan dengan kecela

hannya dalam tata cara peng

aan dan pencegahannya (Tabel -1)

okasi & Risiko kecelakaan Pencega

Jawab

Pekerjaan fondasi Franki rang jatuh dari crane

ejatuhan split

O

K /beton

O

S

G

Crane amblas

rang terperosok/jatuh ke lubang franki pile ling crane putus

alian Basement okasi banjir

ekisting batako ambruk

L

anah galian longsor

erjatuh ke dalam galian

alan depan lokasi proyek kotor

ec lakaan mobil waktu akan keluar/masuk proyek

tion Tower Crane

e service amblas

i sabuk pengam - pakai helm pengamanan

n tanah sebelu

H-beam untuk

segera setelah ndisi sling se

sid

- buat kemiring - tutup segera d

aga - buat tang

pasang rambu- tan

tem tanah yang me - tutup bak kend

ang rambu aut/kunci-kunci jatuh

g kejatuhan baut

- taruh

- cegah s bawah

- pasa

- paka an waktu naik sewaktu kerja - rataka

m crane masuk proyek dudukan crane

dicor

belum mulai kerja setiap hari

e ditch (galian tepi), arahkan ke sum-pit, lalu irnya keluar lokasi

atako ½ dari tinggi rencana

era bekas galian samping dan bagian atasnya

e

- ra dengan terpal bila akan hujan

an pada galian

engan terpal bila akan hujan

- buat p r pen

ga turun ke lokasi galian rambu peringa gaman

-- buat pat (kolom) cuci ban kendaraan, dan buang ngendap secara periodik

araan tanah dengan terpal

- pas - atu

peringatan lalu lintas di jalan raya bila ada kendaraan keluar/masuk lin

anah dengan matras

ngkur pondasi sehingga benar-benar “level”

pass)

elasan angkur sehingga yakin kuat

eranjang TC

lama erection agar orang tidak berada di ngsung

(8)

3.5

4.

.2

Tower crane ambruk

4.1

4

Universal Lift

Kabin lift meluncur melewati rel - cek ko

- pasan - pasa

Orang jatuh

ponda - pasang sabuk/ - pasang rambu an - dipasang switc o - pasang penang

nd g r ng maksimu

- cek dud ft pada pondasi agar “level”

(di-l rang pegangan tiap 2 lantai

- atur/tempatkan kabin lift sedekat mungkin dengan pemberhentian

- pasang pagar pengaman pada daerah pemberhentian - periksa si agar sesuai ketentuan

labrang pada tiap empat lantai beb

h ot matis bila over cut

kal petir

isi lift

el lebih tinggi 6 meter dari pemberhentian lift

switch otomatis agar lift-pit berhenti m pada posisi lantai teratas

ukan li waterpa

- pasang

ss)

ab

Tata C (Tabel – 2)

enanganan Selama Operasi K t ara Pengoperasian Alat

No Pemeriksaan Elemen P e erangan

1.

2.

3.

4.

5.

Alat Pancang emua sling

a. Periksa s

b. Periksa beam landasan alat pancang

penger k kipas mesin

c. Periksa roda penggerak alat pancang g hidrolik

d. Periksa selan

e. Periksa air pendingin air a f. Periksa tutup

Exavator

hidrolik

c. Periksa tutp kipas angin d. Periksa pen-pen exavator e. Periksa switch hidrolik a. Periksa semua sling b. Periksa oli hidrolik

Tower Crane

a. Periksa pen-pen boom/section

d. Periksa panel listrik e. Periksa switch otomatis

h. Periksa poli-sling

b. Periksa oli hidrolik c. Periksa sling angkat

f. Periksa kanvas rem

g. Periksa seluruh bearing

Bar Cutter

a. Periksa pisau potong

t

ngan van belt

it switch

g. Periksa pelumas b. Periksa switch

c. Periksa kabel-kabel d. Periksa baut-bau

nce e. Periksa kele

f. Cek stop lim

Bar Bender

a. Periksa kabel-ka b. Periksa switch-swi

bel

tch

c. Periksa stop limit swicth d. Periksa van belt

e. Periksa baut-baut f. Periksa oli

Sepatu kerja

Angkat sesuai dengan kapasitas angkut dalam

mau

Pemotongan sesuai dengan kapasitas . Memakai sarung tangan

ja

a. Jalan perlahan-lahan pada besi H-beam

b. Posisi hammer selalu si bawah setelah selesai atau istirahat

a c. Utamakan keselamatan kerj d. Pakai helm

Pakai sarung tangan e.

f.

a. Hindari sewaktu alat memutar

b. Memberikan kode (klakson) sewaktu alat memutar

c. Utamakan keselamatan kerja . Istirahat alat keruk ke posisi bawah d

a.

b. Sewaktu swing sling

posisi aman

c. Aba-aba sesuai dengan alat HT . Pengikat bahan-bahan yang d

diangkut dalam keadaan kuat

e. Bucket cor dalam keadaan tidak bocor

f. Sewaktu istirahat dalam keadaan terkunci

g. Utamakan keselamatan kerja

a. b

c. Memakai helm d. Memakai sepatu kerja

a. Pembengkokan sesuai dengan kapasitas b. Memakai sarung tangan

Memakai sepatu ker c.

(9)

6. Generating Set

a. Periksa oli mesin b. Periksa air radiator c. Periksa bahan bakar d. Periksa tutup kipas mesin e. Periksa van belt

aut-baut g. Cek warna gas

s

Sewaktu membersihkan alat mesin dalam keadaan mati

Periksa panel listrik amatan kerja f. Periksa b

a. Jauhkan tempat bahan bakar b. Memakai tutup telinga c. Menyediakan tabung

d. Tidak boleh ada jemuran dekat kipa radiator

e.

f.

g. Utamakan kesel

Bamban ibowo dkk (2003)

uk mencapai tujuan dari upaya keselam

hatan kerja di proyek industri jasa ksi

bagai uns ber yang ada perl i t da

ur uatu sistem pengaturan sesu

dengan tugas dan fungsi serta jenjang yang a

melalui sistem manajemen keselam n

esehatan kerja guna tercapainya tempat kerja yang r harus en

elamat erja perusaahaan

encapai kecelakaa hil (zero accident

mperol gan yang optimal

na

eberapa K

n akan menjadi tem ang

sien, dan produktif sehingga

p n

m an secara maksim

dar

y ng timbul berupa kehilang a b da, aset perusahaan lainnya

term a terjadi y

k an.

perusahaan sehing ntuk

al IS

ja di peru gairah, efesien, dan produktif

jam lamatan dan kese

ker

b. Peke kepastian akan

m tunan kecelakaan

ah kecelakaan ke

kemam t nis

a dan kew spa ang

m menghadapi kemungkinan

d. P itas perusahaan

m terhadap keuntu

p pek a pekerja rsama keluarga

1. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di uksi bertujuan

us melindungi rjanya agar perusahaan berdiri kokoh dan berkembang dan tidak terganggu karena kecelakaan kerja maupun karena gangguan kesehatan yang berakibat mengurangi kondisi fisik pekerja.

eselamatan Audit) perlu

n tu ui kinerja

di perusahaan dan -bahaya potensial yang kap serta mencari alternatif yang

agi upaya pengendalian bahaya ut.

Pembuatan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja menunjukkan bahwa faktor

dan kesehatan kerja harus menjadi rintah sebagai pengawas ngusaha sebagai pemilik ekerja sebagai aset perusahaan. 4. Penerapan sistem K3 diperusahaan memiliki

kaitan erat dengan aspek hukum, ekonomi dan rlukan kerjasama yang erat awab yang tinggi untuk kepentingan bersama atas kelangsungan

a

Bambang Triwibowo dkk. 2003. Referensi Untuk Kontraktor Bangunan Gedung dan Sipil.

Pustaka Utama.

lu. 2000. Pengantar Hukum

gakerjaan Indonesia. Jakarta: PT Raja Gratindo Persada.

Kartasapoetra, G, Kartaspoetra, R.G, Kartasapoetra, A.G. 1985. Hukum Perburuhan di Indonesia. Bandung: Bina Aksara.

egara RI. 1994. Himpunan Pokok Pelajaran-Pelajaran Pelatihan s Jabatan.

Peraturan Sistem Manajemen Keselamatanan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Harvarindo.

g Tr

Unt atan dan IV. Kesimpulan

kese konstru

ber ur dan sum

kedalam s

u d ta a n ai

proyek industri jasa konstr melindungi pekerja dan sekalig diat

da tempat kerjanya serta peralatan ke atan da

k

aman, effisien, dan produktif. Pihak kontrakto akin bahwa dengan menerapkan sistem manajem y

kes an dan kesehatan k n ni

me eh keuntun dari keselamatan kerja

pelaksa an proyek.

B manfaat penerapan Sistem Manajemen terung

tepat guna b 3

menemukan bahaya belum

di proyek:

1. Manfaat bagi pengusaha: a. P rusahaae

aman, efe

pat kerja y

roduk/karya yang dihasilka akan keselamatan

eningkatkan keuntung al perhatian pihak peme

dengan kerugian minimal.

b. Pengusaha akan terhin dari kerugian perusahaan dan p

a an hart en

modal, dan

asuk pekerja karen erusaha

n a sosial untuk itu dipe ecelakaan kerja di p

C. Standar kinerja bagi ga

dan rasa tanggung j

akan berpeluang u p

memperoleh perusahaan.

enghargaan Internasion O. 2. Manfaat bagi pekerja

a. Pekerja akan beker sahaan dengan ya

rja mendapat

emperoleh san kerja Jakarta: Gramedia

apabila terjadi musib rja di Husni La

perusahaan.

c. Pekerja memiliki puan ek

pencegahan bahay a daan y

t gin gi dala

terjadinya kecelakaan.

eningkatan produktiv akan Lembaga Administrasi N

empengaruhi positif ngan Materi

perusahaan dan taraf hidu erja sehingga Analisi

upah yang diterim cu u unk p tuk Eugenia Liliawati Mulyono. 1997.

(10)

Sumakmur P.K. 1981. Kecelakaan Kerja dan

Pence . Jakarta: CV Ha

Masa

Tahun 2

Tahun199

n dang RI No.14 Tahun 1

Keselamatan Kerja.

gahan Kecelakaan ji

gung.

Undang-Undang RI No.16 003 tentang

Ketenagakerjaan.

Undang-Undang RI No.18 9 tentang Jasa Konstruksi.

Referensi

Dokumen terkait

Block cipher dengan pola ikan berenang merupakan algoritma yang dikembangkan berdasarkan prinsip block cipher dengan ukuran blok sebanyak 64 bit. Penelitian ini membuat

Letter writing campaigns: letter writing campaigns are a great tool it allows you to tell your leaders how you feel and gives them a good sense of how strong the American people

pihak-pihak yang berkaitan dengan perencanaan Museum Wayang Nusantara

alat-alat untuk mencapai tujuan apabila manajemen operasi sendiri kurang pengetahuan tentang pengelolaan yang efisien. Audit operasional bertujuan unuk mencapai efisiensi

xhr.onreadystatechange = TampilHalaman; // Isi fungsi yang akan dipanggil ketika ada perubahan status XMLHttpRequest xhr.open("GET", namafile, true); // Buka file yang ada

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat, karunia, dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis

Dalam melakukan analisis struktur suatu bangunan, seorang praktisi teknik sipil perlu melakukan  perhitungan  yang  tidak  bisa  dikatakan  sederhana.  Perhitungan 

a) Gaya direktif. Pimpinan yang direktif pada umumnya membuat keputusan- keputusan penting dan banyak terlibat dalam pelaksanaannya. Semua kegiatan terpusat pada