• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN KURIKULUM SMK

Kurikulum adalah sejumlah Pengalaman

Belajar yg disusun sekolah dalam upaya siswa menguasai Kompetensi yang

DITETAPKAN (Finch & Crunkilton, (Finch & Crunkilton, 1993)

1993).

Manajemen Kurikulum, sbg Proses, Manajemen Kurikulum, sbg Proses,

meliputi (1) Penetapan Bidang meliputi (1) Penetapan Bidang

Kompetensi Lulusan; (2) Penyusunan Isi Kompetensi Lulusan; (2) Penyusunan Isi

Kurikulum; (3) Kurikulum; (3)

Pelaksanaan PBM; dan Pelaksanaan PBM; dan

(2)

1. Penetapan Kompetensi

1. Penetapan Kompetensi

Lulusan

Lulusan

Tujuan SMK adalah Membekali/Menyiapkan Tujuan SMK adalah Membekali/Menyiapkan

Peserta Didik/Lulusan untuk Bekerja di Peserta Didik/Lulusan untuk Bekerja di

Dunia Usaha/Industri (disingkat DUDI). Dunia Usaha/Industri (disingkat DUDI). Penetapan bidang/jenis kompetensi,

Penetapan bidang/jenis kompetensi,

idealnya, mengacu hasil survey ke DUDI idealnya, mengacu hasil survey ke DUDI

tentang bidang dan tingkat kompetensi tentang bidang dan tingkat kompetensi

tenaga kerja yang mereka butuhkan. tenaga kerja yang mereka butuhkan. Kesalahan penetapan bidang kompetensi Kesalahan penetapan bidang kompetensi

tsb berakibat lulusan tidak terserap tsb berakibat lulusan tidak terserap

oleh DUDI sehingga Diklat akan oleh DUDI sehingga Diklat akan

(3)

Prosedur Penetapan

Prosedur Penetapan

Bidang Kompetensi

Bidang Kompetensi

Bidang Kompetensi yg akan

Bidang Kompetensi yg akan

ditawarkan kepada peserta

ditawarkan kepada peserta

didik didasarkan hasil:

didik didasarkan hasil:

1.

1.

Identifikasi Kebutuhan DUDI

Identifikasi Kebutuhan DUDI

2.

2.

Identifikasi Minat Peserta

Identifikasi Minat Peserta

3.

3.

Identifikasi Ketersediaan

Identifikasi Ketersediaan

Sumber

(4)

Identifikasi Kebutuhan

Identifikasi Kebutuhan

1. Kebutuhan DUDI berdasarkan:

1. Kebutuhan DUDI berdasarkan:

Hasil Survey ke DUDI

Hasil Survey ke DUDI

Data Permintaan

Data Permintaan

Hasil Analisis (prediksi) pakar

Hasil Analisis (prediksi) pakar

tenaga kerja

tenaga kerja

2. Minat (kebutuhan) siswa

2. Minat (kebutuhan) siswa

Potensi siswa

Potensi siswa

(5)

lanjutan

lanjutan

3. Identifikasi

3. Identifikasi

Ketersediaan

Ketersediaan

Sumber:

Sumber:

Prasarana

Prasarana

Sarana/Alat

Sarana/Alat

SDM

SDM

Dana

Dana

Dari Pemerintah

Dari Pemerintah

Peserta/Ortu

Peserta/Ortu

(6)

2. Isi Kurikulum

2. Isi Kurikulum

Isi Kurikulum adalah sejumlah

Pengalaman Belajar yg harus

dilalui siswa, baik secara formal

maupun informal.

Pengalaman Belajar siswa secara

Formal berupa sejumlah mata

pelajaran yang disusun menjadi

Kurikulum dan harus ditempuh

(7)

lanjutan

lanjutan

Pengalaman kegiatan tidak terstruktur

atau informal diperoleh siswa

karena aktif sbg pengurus/anggota

Osis, Pramuka, Palang Merah Remaja,

dsb

yg

akan membentuk Kompetensi

Tambahan yg juga berguna pada saat

bekerja di DUDI maupun saat hidup

bermasyarakat.

(8)

Rumusan Kompetensi

Lulusan

Rumusan Kompetensi yang harus

dikuasai Lulusan SMK disusun oleh

Asosiasi Profesi dan/atau

Badan

Badan

Nasional Sertifikasi Profesi

Nasional Sertifikasi Profesi

(BNSP) berupa Standar Kompetensi

(BNSP) berupa Standar Kompetensi

supaya

supaya diakui oleh DUDI

.

.

Dengan demikian sekolah harus

Dengan demikian sekolah harus

mengikuti/ mengacu pd Standar

mengikuti/ mengacu pd Standar

Kompetensi Lulusan tsb, tidak

Kompetensi Lulusan tsb, tidak

perlu menyusun sendiri, kecuali

perlu menyusun sendiri, kecuali

belum ada.

(9)

Sub Kompetensi Lulusan

Sub Kompetensi Lulusan

 Kompetensi lulusan biasanya masih Kompetensi lulusan biasanya masih

“besar” sehingga Sekolah/Guru harus

“besar” sehingga Sekolah/Guru harus

menguraikan menjadi Sub atau Sub-sub

menguraikan menjadi Sub atau Sub-sub

Kompetensi.

Kompetensi.

 Rumusan Sub/Sub-sub kompetensi menjadi Rumusan Sub/Sub-sub kompetensi menjadi

acuan guru menyusun materi dan membantu

acuan guru menyusun materi dan membantu

siswa untuk mencapainya dalam waktu

siswa untuk mencapainya dalam waktu

relatif singkat dan bila “gagal” siswa

relatif singkat dan bila “gagal” siswa

mengulanginya.

mengulanginya.

 Sub-sub kompetensi memuat: Sub-sub kompetensi memuat: indikator indikator

hasil terukur/dpt diamati, cara kerja,

hasil terukur/dpt diamati, cara kerja,

dan

dan waktuwaktu pencapaian untuk dasar pencapaian untuk dasar penilaian.

(10)

Contoh

Contoh

Rumusan Kompetensi:

Rumusan Kompetensi:

Lulusan mampu mengelas pada posisi

Lulusan mampu mengelas pada posisi

di bawah tangan menggunakan Las

di bawah tangan menggunakan Las

Oksi-Asetilin (O-A).

Oksi-Asetilin (O-A).

Rumusan Sub Kompetensi:

Rumusan Sub Kompetensi:

1.

1.

Mengoperasikan alat-alat Las O-A

Mengoperasikan alat-alat Las O-A

secara benar

secara benar

2.

2.

Membuat sambungan dasar memakai

Membuat sambungan dasar memakai

Las O-A

Las O-A

3.

(11)

Contoh lanjutan

Contoh lanjutan

 Rumusan Sub Kompetensi:Rumusan Sub Kompetensi:

1.

1.Mengoperasikan alat Las O-A secara Mengoperasikan alat Las O-A secara

benar.

benar.

 Rumusan Sub-sub KompetensiRumusan Sub-sub Kompetensi

1.

1.Menyebutkan 5 alat utama Las O-AMenyebutkan 5 alat utama Las O-A 2.

2.Mendeskripsikan cara kerja Regulator GasMendeskripsikan cara kerja Regulator Gas 3.

3.Mengatur Tekanan kerja Oksigen secara Mengatur Tekanan kerja Oksigen secara

benar

benar

4.

4.Mengatur Tekanan kerja Asetilin secara Mengatur Tekanan kerja Asetilin secara

benar

benar

5.

(12)

Contoh lanjutan

Contoh lanjutan

 Rumusan Sub Kompetensi:Rumusan Sub Kompetensi: 1.

1.Membuat Rigi-rigi Lasan menggunakan Las Membuat Rigi-rigi Lasan menggunakan Las

O-A secara benar pada posisi di bawah

O-A secara benar pada posisi di bawah

tangan.

tangan.

 Rumusan Sub-sub KompetensiRumusan Sub-sub Kompetensi 1.

1.Menyalakan api las normal dalam waktu 2 Menyalakan api las normal dalam waktu 2

menit

menit

2.

2.Membuat Rigi-rigi lasan tanpa bahan Membuat Rigi-rigi lasan tanpa bahan

tambah dengan indikator: panjang rigi 8

tambah dengan indikator: panjang rigi 8

cm, tembus sempurna, rapi, dalam waktu 2

cm, tembus sempurna, rapi, dalam waktu 2

menit.

menit.

3.

(13)

Latihan

Latihan

Berdasarkan contoh tersebut dan

Berdasarkan contoh tersebut dan

pengalaman selama praktik di

pengalaman selama praktik di

Prodi PTM FT UNY, Buat Rumusan

Prodi PTM FT UNY, Buat Rumusan

Sub dan Sub-sub Kompetensi lain

Sub dan Sub-sub Kompetensi lain

Kegiatan dilakukan secara

Kegiatan dilakukan secara

berkelompok, 3-4 orang per

berkelompok, 3-4 orang per

kelompok

kelompok

(14)

2. Isi Kurikulum Diklat

2. Isi Kurikulum Diklat

Vokasi

Vokasi

Isi Kurikulum Pendidikan dan Latihan

Isi Kurikulum Pendidikan dan Latihan

(Diklat) Vokasi disusun melalui 3 tahap:

(Diklat) Vokasi disusun melalui 3 tahap:

1.

1.Pengembang Isi Kurikulum mengamati Pengembang Isi Kurikulum mengamati

beberapa Pekerja Terampil yang sedang

beberapa Pekerja Terampil yang sedang

bekerja di DUDI untuk dipilih sbg

bekerja di DUDI untuk dipilih sbg

sampel.

sampel.

Sampel yg sedang bekerja diamati Sampel yg sedang bekerja diamati secara berulang oleh ahli untuk

secara berulang oleh ahli untuk

identifikasi butir kegiatan utama dan

identifikasi butir kegiatan utama dan

pendukung dan disusun menjadi Daftar

pendukung dan disusun menjadi Daftar

Butir Kegiatan.

(15)

lanjutan

lanjutan

2. Daftar Kegiatan tsb divalidasi dg 2. Daftar Kegiatan tsb divalidasi dg

Teknik Delphi, yaitu dikirim kpd Teknik Delphi, yaitu dikirim kpd

beberapa pakar dari bidang terkait beberapa pakar dari bidang terkait

untuk diberi tanda cek (v) pd butir yg untuk diberi tanda cek (v) pd butir yg

dia setujui. dia setujui.

Untuk menjaga validitas pendapat, Untuk menjaga validitas pendapat, pakar (responden) tsb tidak saling pakar (responden) tsb tidak saling

bertemu. bertemu.

Butir yg paling banyak disetujui Butir yg paling banyak disetujui

responden dikategorikan sbg butir responden dikategorikan sbg butir

(16)

lanjutan

lanjutan

3. Langkah ke 3 adalah Identifikasi

3. Langkah ke 3 adalah Identifikasi

Teori pengetahuan pendukung

Teori pengetahuan pendukung

pelaksanaan butir-butir Kegiatan

pelaksanaan butir-butir Kegiatan

terpilih.

terpilih.

Teori tsb mencakup teori dasar Teori tsb mencakup teori dasar operasi pengantar praktek supaya

operasi pengantar praktek supaya

siswa terhindar dari praktek

siswa terhindar dari praktek

coba-coba dan salah (trial and error) dan

coba dan salah (trial and error) dan

Teori Dasar Ilmu supaya dapat

Teori Dasar Ilmu supaya dapat

mengikuti pengembangan ilmu dan

mengikuti pengembangan ilmu dan

teknologi terkait dengan Tujuan yang

teknologi terkait dengan Tujuan yang

akan dicapai

(17)

Taksonomi Tujuan

Taksonomi Tujuan

Kompetensi sebagai Tujuan yang

Kompetensi sebagai Tujuan yang

harus dikuasai Peserta Didik,

harus dikuasai Peserta Didik,

menurut Bloom (Dettmer, 2006)

menurut Bloom (Dettmer, 2006)

dapat dikalsifikasi menjadi:

dapat dikalsifikasi menjadi:

1.

1.

Kognitif

Kognitif

2.

2.

Afektif

Afektif

3.

3.

Sensorimotor

Sensorimotor

4.

4.

Sosial

Sosial

5.

(18)

Delapan Phase

Delapan Phase

COGNITIVE

COGNITIVE

1.

1.

Meng

Meng

etahui

etahui

2.

2.

Me

Me

nguasai

nguasai

3.

3.

Menerapkan

Menerapkan

4.

4.

Mengnalysis

Mengnalysis

5.

5.

Mengevaluasi

Mengevaluasi

6.

6.

Mensintesa

Mensintesa

7.

7.

Mengimaginasikan

Mengimaginasikan

8.

(19)

Delapan Phase

Delapan Phase

AFFECTIVE

AFFECTIVE

1.

1.

Menerima/Me

Menerima/Me

ngakui

ngakui

2.

2.

Menanggapi

Menanggapi

3.

3.

Menilai

Menilai

(

(

Value

Value

)

)

4.

4.

Mengorganisasikan

Mengorganisasikan

5.

5.

Menginternalisasikan

Menginternalisasikan

6.

6.

Menjadikan Karakter

Menjadikan Karakter

7.

7.

Mem

Mem

ikirkan yg baru (

ikirkan yg baru (

Wonder

Wonder

)

)

8.

(20)

Delapan Phase Sensori

Delapan Phase Sensori

motor

motor

1.

1.

Me

Me

ngamati

ngamati

2.

2.

Bereaksi

Bereaksi

3.

3.

Bertindak

Bertindak

4.

4.

Men

Men

gadaptasi

gadaptasi

5.

5.

Me

Me

wujudkan

wujudkan

6.

6.

Meng

Meng

harmonisasikan

harmonisasikan

7.

7.

Melakukan Improvisasi

Melakukan Improvisasi

8.

(21)

Delapan Phase Sosial

Delapan Phase Sosial

1.

1.

Menghubungkan

Menghubungkan

2.

2.

Mengkomunikasikan

Mengkomunikasikan

3.

3.

Berpartisipasi

Berpartisipasi

4.

4.

Melakukan Negosiasi

Melakukan Negosiasi

5.

5.

Melakukan Penyesuaian

Melakukan Penyesuaian

6.

6.

Melakukan Kolaborasi

Melakukan Kolaborasi

7.

7.

Melakukan Inisisasi

Melakukan Inisisasi

8.

(22)

Delapan Phase Gabungan

Delapan Phase Gabungan

1.

1.

Mengupayakan

Mengupayakan

2.

2.

Memahami

Memahami

3.

3.

Menggunakan

Menggunakan

4.

4.

Membedakan

Membedakan

5.

5.

Memvalidasi

Memvalidasi

6.

6.

Mengintegrasikan

Mengintegrasikan

7.

7.

Mengambil Manvaat (

Mengambil Manvaat (

Venture

Venture

)

)

8.

(23)
(24)

KOMPETEN

(25)

KOMPETEN

(26)

COMPETENCY STANDARDS

A Competency Standards Defines The

Competency Required For Effective

Performance In The Work Place

Standards Are Expressed In Outcome

Terms And Have A Standards Format

Comprissing Unit Title, Unit

Descriptor, Elements Of Competency,

Performance Criteria, Range Of

(27)

GURU/INSTRUKTUR

GURU/INSTRUKTUR

Guru dapat bekerja dengan baik bila:

Guru dapat bekerja dengan baik bila:

Memiliki Kompetensi Sejenis

Memiliki Kompetensi Sejenis

Memerlukan Pelatihan Khusus Dan Pelatihan

Memerlukan Pelatihan Khusus Dan Pelatihan

Ulang Periodik

Ulang Periodik

Lebih Baik Bila Memiliki Pengalaman Kerja Di

Lebih Baik Bila Memiliki Pengalaman Kerja Di

Industri

Industri

(Bukan Sekedar Pernah Melihat Orang

(Bukan Sekedar Pernah Melihat Orang

Bekerja)

Bekerja)

(28)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

Pendekataan yang dilakukan untuk perjanjian kartel alangkah baiknya diubah dari yang semula secara “Rule of Reason’ menjadi “ Per Se Illegal ” dengan tujuan agar di

PACCON2010 (Pure and Applied Chemistry International Conference).. Edi ted w ith the trial version of Foxit Advanced

[r]

Mata kuliah ini untuk mengembangkan kompentensi dalam kerja/praktek ilmiah untuk mendalami dan mengungkap fenomena dan penemuan konsep mengenai biologi, yang

Box Culvert Desa Jati Baru pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2011, dengan ini diumumkan bahwa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dukungan sosial, loneliness dan trait kepribadian terhadap gejala depresi narapidana remaja. Hasil uji hipotesis

Berdasarkan latar belakang tersebut maka perumuskan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah terdapat pengaruh faktor makro ekonomi (Tingkat Inflasi, Tingkat

Ahmad Yani melakukan dakwahnya melalui media cetak, seperti koran atau majalah, beliau juga seorang penulis aktif di bidang dakwah , salah satu karyanya adalah buku