KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
PENYERTAAN MODAL
DAN INVESTASI DAERAH
PADA BADAN USAHA MILIK DAERAH
Disampaikan oleh:
Budiono Subambang
ISU
1.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan, dapatkah Pemda melakukan
penyertaan modal dan investasi daerah?
2.
Dengan pertimbangan dan dasar apakah pelaksanaan penyertaan modal dan
investasi daerah?
3.
Bagaimana pemerintah daerah mengimplementasikan penyertaan modal daerah
dalam pengelolaan keuangan daerah? Sebab hal ini terkait dengan bagaimana
penyertaan modal oleh pemerintah daerah baik dalam bentuk uang maupun
barang?
4.
Apakah BPK berwenang melakukan pemeriksaan atas perusahaan-perusahaan
dimana kepemilikan saham Pemda kurang dari 51%?
5.
Bagaimana kita dapat menilai apakah penyertaan modal , investasi daerah atas
pembentukan BUMD tersebut menguntungkan atau merugikan daerah?
6.
Bagaimana konsekuensi hukum yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah
apabila penyertaan modal, investasi daerah atau pembentukan BUMD
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Berdasarkan peraturan
Arah Perubahan Kebijakan BUMD
UU 5/62 ttg
Perusda
UU 1/95 ttg
Perseroan
UU 40/07 ttg
Perseroan
UU 5/74 ttg
Pokok2 Pemda
UU 22/99 ttg
Pemda
UU 32/2004
ttg Pemda
UU 23/14 ttg
Pemda
PMDN 3/98 Bentuk Hukum BUMD: PD & PT
PP BUMD
PMDN BUMD
Permen K/L
Modul
PMDN
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Dasar Hukum
Dasar Hukum
• UU No.5/1962
pendirian PERUSDA dengan
menerbitkan PERDA.
• Penetapan Presiden No.6 Tahun 1959 tentang Pemerintah
Daerah. Kepala Daerah melakukan hak, kewenangan dan
kekuasaan sebagai pemegang saham/ saham prioritet atas
nama Pemerintah Daerah,
mempertanggungjawabkan
UU No. 5 /1962 UU No. 23 /2014
PP ttg BUMD
BAB XII 4 Bagian 13 Pasal
(Pasal 331-343)
Pasal 402 (2) UU 23/2014: BUMD yang telah ada sebelum UU ini berlaku, wajib
menyesuaikan dgn ketentuan dalam UU ini dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak UU ini diundangkan.
Pasal 405 UU 23/2014
Pada saat UU ini mulai berlaku, semua ketentuan peraturan perUU yg merupakan peraturan pelaksanaan dari UU 5/1962 ttg Perusahaan Daerah, dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan
dengan ketentuan dalam UU ini.
Pasal 409 UU 23/2014: Pada saat UU ini mulai berlaku : a. UU 5/1962 tentang
Perusahaan Daerah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
a. Pendirian
b. tata cara penyertaan modal; c. organ dan kepegawaian; d. tata cara evaluasi;
e. tata kelola perusahaan yang baik; f. perencanaan, pelaporan, pembinaan,
pengawasan; g. kerjasama;
h. penggunaan laba;
i. penugasan Pemerintah Daerah; j. pinjaman;
k. satuan pengawas intern, komite audit dan komite lainnya;
l. penilaian tingkat kesehatan, restrukturisasi, privatisasi;
m. perubahan bentuk hukum; n. kepailitan; dan
o. penggabungan, peleburan & pengambilalihan p. Pembubaran
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Pasal 41 UU 1/2004
Pasal 41 UU 1/2004
(1) Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang untuk memperoleh
manfaat ekonomi, sosial dan/atau manfaat lainnya.
(2) melakukan investasi jangka panjang dilakukan dalam bentuk saham, surat utang,
dan investasi langsung.
(3) melakukan investasi jangka panjang diatur dengan peraturan pemerintah. (
PP
8/2007 diganti dengan PP 1/2008 ttg Investasi Pemerintah)
(4) Penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan negara/daerah/swasta
ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
(5)
PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH DAERAH pada perusahaan
negara/daerah/swasta ditetapkan dengan peraturan daerah.
Pasal
41
Ayat
(5)
UU
1/2004
tentang
Perbendaharaan
Negara:
“
penyertaan
modal
Pemerintah
Daerah
pada
perusahaan
negara/daerah/swasta ditetapkan dengan peraturan daerah
”.
Pasal 177 UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah:
“Pemerintah daerah
dapat memiliki BUMD yang pembentukan, penggabungan, pelepasan
kepemilikan, dan/atau pembubarannya ditetapkan dengan Perda yang
berpedoman pada peraturan perundang-undangan”.
Pasal 75 PP 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah: “
penyertaan
modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan
disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam
peraturan daerah tentang penyertaan modal daerah berkenaan
”.
Pasal 72 Ayat (1) PP 27/2014 tentang Pengelolaan BMN/D: “
Penyertaan
Modal Pemerintah Daerah atas BMD dilakukan dalam rangka pendirian,
memperbaiki struktur permodalan dan/atau meningkatkan kapasitas usaha
BUMN/BUMD atau badan hukum lainnya yang dimiliki negara sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan”.
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
UU 17/ 2003 UU 1/ 2004 UU 32/ 2004
PERMENDAGRI
52/2012
PP 1/2008
PP 6/2006
PERMENDAGRI
17/2007
PERMENDAGRI
XX/201X
PP 58/2005
Investasi Jangka Pendek : 1. Kurang dr 12 bulan
2. Misal : deposito, SUN jangka pendek, SBI.
Investasi jangka panjang :
1. Permanen (tidak ada niat utk dijual). Misal : pemanfaatan aset, PMD
2. Non permanen (ada niat utk dijual). Misal obligasi Srt Utang Jangka Panjang
Pemanfaatan BMD (sewa, kerjasama pemanfaatan dan bangun guna serah) dan PMD BMD
Investasi PemDa: 1. Investasi Surat berharga: pembelian saham dan pembelian surat utang 2. Investasi Langsung : Penyertaan Modal dan Pemberian Pinjaman
pembentukan dana secara bergulir kepada kelompok masyarakat,
Pasal 48(2) Pasal 49(6)
Pasal 304 ayat (1) UU 23/2014
•
Daerah dapat melakukan penyertaan modal
pada BUMN dan/atau BUMD.
Penyertaan Modal Daerah
Pasal 304 ayat (1) UU 23/2014
•
Daerah dapat
melakukan penyertaan
modal pada BUMN
dan/atau BUMD.
Pasal 41 ayat (5) UU 1/2004
•
PENYERTAAN MODAL
PEMERINTAH DAERAH
pada perusahaan
negara/daerah/swasta
ditetapkan dengan
peraturan daerah.
Pasal
75
PP
58/2005
tentang
Pengelolaan
Keuangan
Daerah:
“
penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah
yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan
dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal daerah berkenaan
”.
Dengan pertimbangan dan dasar apakah
pelaksanaan penyertaan modal dan
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Pasal 14 Permendagri 52/2012
Investasi pemerintah daerah dapat dilaksanakan
dalam hal:
a. APBD diperkirakan surplus yang
penggunaannya ditetapkan dalam Peraturan
Daerah tentang APBD;
b. Terdapat barang milik daerah yang tidak
digunakan dalam penyelenggaraan
Pelaksanaan I nvestasi Daerah
( Permendagri 52/ 2012)
Yang
Diterbitkan PT
Saham
Utang
Surat
Pemberian
Pinjaman
Penyertaan
Modal
Yang
diterbitkan Pem/pemda
Opsi Buy Back
Disalurkan melalui Bank/Lembaga Non Bank Yang Diterbitkan PT
Analisis Investasi Penasihat Investasi
Analisis Penilaian Saham
Analisis Portofolio
Analisis Risiko
Analisis
Penilaian Surat Utang
Analisis Risiko
Analisis Kelayalakan
Analisis Portofolio
Analisis Risiko
Analisis Kelayalakan
Analisis Portofolio
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Pasal 305 Ayat (1) dan ayat (2) b.
Dalam hal APBD diperkirakan
SURPLUS
, APBD dapat
digunakan untuk
pengeluaran pembiayaan
Daerah
yang ditetapkan dalam Perda tentang APBD.
Struktur APBD
1. Pendapatan Daerah
2. Belanja Daerah
a. Belanja Tidak Langsung
b. Belanja Langsung:
3. Pembiayan Daerah
a. Penerimaan Pembiayaan
b. Pengeluaran Pembiayaan
1. Surplus Anggaran Daerah
adalah selisih lebih antara
pendapatan daerah dan
belanja daerah
2. Defisit Anggaran Daerah
adalah selisih kurang antara
pendapatan daerah dan
belanja daerah.(Ps. 1(28) &
(29) PP 58/2005).
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Pasal 331 ayat (5) UU 23/2014
Pendirian BUMD didasarkan pada:
a. kebutuhan Daerah; dan
Bagaimana pemerintah daerah
mengimplementasikan penyertaan modal daerah
dalam pengelolaan keuangan daerah? Sebab hal ini
terkait dengan bagaimana penyertaan modal oleh
pemerintah daerah baik dalam bentuk uang maupun
barang?
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
STRUKTUR PEMBI AYAAN
A. Penerimaan Pembiayaan:
1. Selisih Lebih Perhitungan ( SiLPA) Anggaran Tahun
Sebelumnya
2. Pencairan Dana Cadangan
3. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
4. Penerimaan Pinjaman Daerah
5. Penerimaan
Kembali
Pemberian
Pinjaman/
Penerimaan Piutang Daerah
B. Pengeluaran Pembiayaan:
1. Pembentukan Dana Cadangan
2. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
3. Pembayaran Pokok Utang
4. Pemberian Pinjaman
KLASI FI KASI PENDAPATAN
1.
1. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD);PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD);
a. pajak daerah; b. retribusi daerah;
c. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; dan
d. lain-lain PAD yang sah.
1) hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak
dipisahkan;
2) hasil pemanfaatan atau pendayagunaan kekayaan daerah yang tidak
dipisahkan; 3) jasa giro;
4) pendapatan bunga; 5) tuntutan ganti rugi; 6) keuntungan selisih nilai
tukar rupiah terhadap mata uang asing; dan
7) komisi, potongan, Ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/ atau pengadaan barang
dan/ atau jasa oleh daerah.
2
2.. DANA PERI MBANGAN;DANA PERI MBANGAN;
a. Dana Bagi Hasil;
1) Dana Bagi Hasil Pajak
2) Bagi Hasil Bukan PajakPajak/ Sumber
Daya Alam
b. Dana Alokasi Umum; dan c. Dana Alokasi Khusus.
3.
3. LAI NLAI N--LAI N PENDAPATAN DAERAH YANG SAH.LAI N PENDAPATAN DAERAH YANG SAH.
a. hibah,
b. dana darurat, dan
c. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan
Pemerintah Daerah lainnya
1) Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi 2) Dana Bagi Hasil Pajak dari Kabupaten 3) Dana Bagi Hasil Pajak dari Kota
d. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
1) Dana Penyesuaian 2) Dana Otonomi Khusus
e. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau
Pemerintah Daerah lainnya
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Pasal 331 UU 23/2014
3. Penyertaan modal Daerah dapat berupa uang
dan barang milik Daerah.
4. Barang milik Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (3) dinilai sesuai nilai riil pada saat
barang milik Daerah akan dijadikan
Hubungan Keuangan APBD dan BUMD
Perencanaan Penganggaran Pelaksanaan &Penatausahaan Pertanggungjawaban
APBD
BUMD
1. RKI 2. Analisis
Investasi 3. Perda P.M
1. Perda APBD (Lamp. VIII)
2. PerKDH
Penjabaran APBD
1. DPA-SKPKD 2. SPP, SPM,
SP2D
Ranperda PJ Pel. APBD, dilampiri:
Ikhtisar laporan keuangan BUMD
Perencanaan Penganggaran Pelaksanaan &Penatausahaan Pertanggungjawaban Bussines Plan RKAP RencanaDeviden KebijakanAkuntansi Lap. Keuangan
PM
Pengelaran Pembiayaan
Hasil Pengelolaan KKYN daerah yg
dipisahkan
Deviden Hasil Pengelolaan KKYN daerah yg
dipisahkan
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Apakah BPK berwenang melakukan
pemeriksaan atas perusahaan-perusahaan
dimana kepemilikan saham Pemda kurang
Bagaimana kita dapat menilai apakah
penyertaan modal, investasi daerah atas
pembentukan BUMD tersebut
KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI
BUMD ( Perumda & Perseroda)
Tujuan
(pasal 331 ayat 4)
a. memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian Daerah
pada umumnya;
b. menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan
barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup
masyarakat sesuai kondisi, karakteristik dan potensi Daerah
yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang
baik; dan
c. memperoleh laba dan/atau keuntungan.
UU 23 /2014 ttg Pemerintahan Daerah
1. Pengukuran Kinerja BUMD harus disesuaikan dengan Tujuan Pendirian BUMD.
2. Tujuan Pendirian BUMD terdapat pada Perda tentang Pendirian BUMD dan/atau AD.
3. Perlu mendapat perhatian, bahwa selama ini penghitungan kinerja BUMD cenderung
dari sisi perolehan laba dan/atau keuntungan materi dibandingkan dengan multiplier
effect dalam bentuk perekonomian lokal dan kemanfaatan umum. Seharusnya,
Bagaimana konsekuensi hukum yang dapat
dilakukan oleh pemerintah daerah apabila
penyertaan modal, investasi daerah atau
pembentukan BUMD merugikan keuangan