Rabu,
3
Juli
201
3
Aula
Gedung Pascasarjana
UNS
Diselenggarakan oleh:
Program
studi
Magister pendidikan
Matematika
Program
Pascasarjana
universitas sebelas
Maret
Surakarta
Seminar Nasional Maternatika dan Pendidikan Matematika 2013 Magister Pendidikan Matematika UNS, 3 Juli 2013
SQIIG (STUDENT.QUESTION.HAVE GAME) SEBAGAI TIPE MODEL
PEMBELAJARAN
KO OPERATIF
UNTUK
MEN INGKAT
KAN KEAKT IFAN
MAIIASISWA DALAM PEMBELAJARAN
BudiMulyono
v--'
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsri
Jl. Raya Palembang-Prabumulih
KM
32 Indralaya oganIlir
30662E-mail: [email protected]
Abstrak
SQHG merupakan tipe pembelajaran hasil dari penelitian pengembangan model pembelajaran
koiperatif. Pe.-asaluhan yang melatar belakangi penelitian ini adalah kenyataan kurang aktifuya
mahasiswa dalam proses- belajar pada mata kuliah Kalkulus
II
di
program studi pendidikanmatematika FKIp Unsri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu tipe model
pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menstimulasi mahasiswa agar lebih aktif dalam
f"rint"*t
ti
puau -ptot"t belajardi
perkuliahan. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode penelitian p"ttge*bangan. Hasil dari penelitian
ini
menunjukan bahwa SQHGdapat dijadikan salah rutu
tip"
pembelajaran kooperatif dalam upaya meningkatkan aktifitasmahasiswa dalam proses belajar diperkuliahan.
Keywords: Pembelajaran Kooperatif, SQHG (Student- Question-Have Game)
PENDAHTILUAI\ i
000il'
''
''
'i i:'i'\'
penelitian
ini
berlatar belakang keprihatinan peneliti terhadap kondisi kurang interaktifrryaperkuliahan Kalkulus
II.
Peneliti yang dalam hal ini juga bertindak sebagai dosen pengampu matakuliah Kalkulus
II
melihat penyebabdari
kondisi tersebut adalah kurangaktifirya
rnahasiswamengungkapkan ide serta permasalahan yang mereka hadapi dalam perkuliahan Kaliculus
II.
Penelitisebelurnnya telah mencoba untuk membuat kondisi kelas agar lebih dinamis dan interaktif dimana mahasiswa diminta secara individual untuk mengajukan pertanyaan kemudian pertanyaan tersebut
dibahas dan didiskusikan secara bersama-sama. Namun hal tersebut tidak berjalan seperti apa yang
diharapkan
oleh peneliti
sebagai dosen pengampu matakuliah Kalkulus
II.
Mahasiswa lebih cenderung takut untuk bertanya danjuga
tidak percayadiri
dalam menjawab soal yang sedangdidiskusikan. Sehingga kondisi atau suasana belajar yang terjadi
lebih
cenderung satu arah dan terpusat pada dosen pengajar (teacher center).Kondisi perkuliahan Kalkulus
II
yang kurang interaktif tersebut membuat peneliti merasa perlu membuat suatu desain pernbelajaran yang dapat menstimulasi mahasiswa untuk lebihaktif
dalamproses belajar mengajar dalam perkuliahan, kfiususnya pada mata kuliah Kalkulus
II.
Adapun desainpembelajaran
yang
akan dibuat
oleh
peneliti
untuk
mengatasi
permasalahan tersebutmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. model pembelajaran yang digunakan dapat menrbuat
mahasiswa
lebih
berani dan bebasuntuk
bertukarpikiran
antara mereka;2.
pendekatan yangdigunakan dapat membuat menciptakan penrbelajarannya berpusat
di
mahasiswa;3'
pernbelajaranharus lebih menekankan pada aktifitas diskusi kelas yang pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa
sendiri;
4.
suasana penrbelajaran dapat memunculkan kompetisi yang positip padadiri
mahasiswa'Sehingga peneliti dituntut untuk mendesain suatu pernbelajaran yang mengakomodasi hal-hal tersebut
I
r,,lagister Pendidikan Matematika uNS,3 Juli 2013 seminar Nasional Matematika dan
Dendidikan Matematika 2013
agar dapat menjadi alternatif solusi yang dapat diberikan untuk permasalahan yang
terjadi pada
perkuliahan di mata kuliah Kalkulus
II
pada khususnya'Model
pembelajaran kooperatif merupakan salahsatu model
pembelajaranyang
dapat diterapkan untuk memberikan kesempatan dan kebebasan pada mahasiswa untuksaling bertukar
pikiran dalam
kelompoknya terutamauntuk
kelas besar (Rusman:2010)'
Sehingga aktifitaspembelajaran yang terjadi dapat diarahkan pada pendekatan proses pembelajaran yang berpusat di mahasiswa atau student center learning (SCL)' Karena secara operasional di dalam SCL para peserta
didik
memiliki
keleluasaanuntuk
mengembangkan segenap potensinya(cipta'
karsa' danrasa)'
mengeksplorasi bidang/ilmu yang diminatinya secara bertanggung jawab' membangun
pengetahuan
serta kemudian mencapai kompetensinya melarui proses pembelajaran
aktii
interaktif,kolaboratii
kooperatif, kontekstual dan mandiri (Buku
putih
SCL-STAR.: 2010).
Dengan mengoptimalkanpendekatan SCL akan memberikan kesempatan mahasiswa memulai pelajaran dari apa yang mereka
ketahui
dan
apayang belum
mereka pahami sertalebih
menekankan pada aspek eksplorasipengetahuan mahasiswa secara mandiri. Sehingga pembelajaran dapat dimulai dengan
pertanyaan-pertanyaan
dari
mahasiswa (student questionhave)'
Selanjutnya dengan strategi mendesainpertanyaan-pertanyaan mahasiswa menjadi s\a1t garne akan membuat pembelajaran
lebih
interaltif
dan menantang bagi mahasiswa'
Uraian di atas menjelaskan alasan dasar, tujuan serta kegunaan dari penelitian mendesain
suatu
pembelajara
n
student-euestion-Hate Game(seHG)
yang diterapkan pada perkuliahan KalkulusII
pada program studi pendidikan matematika FKIP Unsri pada semester genap 201212013'
}IETODE
PENELITIAI\
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan
Waktu dan TemPat Penelitian
penelitian
ini
dilakukan dalam lingkungan program studi pendidikan matematika FKIPuniversitas sriwijaya dan waktu penelitian pada semester genap tahun akademik
201212013'
TargeUsubjek Penelitian
subjek penelitian
ini
adalah mahasiswa program shrdi pendidikan maternatikaFKIP Unsri
yang mengambil mata kuliah Kalkulus
II
pada semester genap tahun akademik2ol2l20l3'
Adadua
kelas Kalkurus II pada sernester genap zorzrzor3yaitu kelas Kal*ulus
II
kampus Indaralaya(30 orang
mahasiswa) dan kelas Kalkulus
II
kampus Palembang (21 orang mahasiswa)' Dalam penelitianini
kedua kelas tersebut dijadikan subjek penelitian dengan tujuan agar mendapatkan umpan
balik yang
banyak dan bervariasi dari mahasiswa terhadap desain pembelajaran yang dibuat' Kelas Palembang di bagi menjadi 4 kelompok sedangkan kelas Indralaya dibagi menjadi 5 kelompok'
Makalah Pendamping: Pendidikan Matematika 2
seminar Nasionar Matematika dan pendidikan Matematika 2013
Magister Pendidikan Mtt'
Prosedur
Langkah.langkahpenelitiandanpengembanganyangdigunakandalampenelitianini
ditunjukkan pada Gambar 1. Namun tidak sampai pada tahap
produksi masal
'
karena produk dalampenelitianiniberupadesainpembelajaranyangtidakmemerlukanproduksimasal.
$:$t\*"rtthlx*N's
rt$t'$l s+'::ttst'1:\
ryp
o $DESA,NPR.D,K\
W\
Xt'JBt''l
{'at.**^*.rr*.ooo'o**tt""to******o**tooo"*i $ut*o***t*****t*o*sr$.*'rv't1:'*ti<i*::rW
iiiii::.,.iiil:Y.:::i.|! rii".Fi'r.'r'::Tiif f; :'4!?i1l1fi{i
:.ffi. "ffi#oo
+..]-ffi,ff*.+-'':!&r:
PRODUKSI MASAL
'i
[image:4.595.108.550.151.406.2]'1" "jr" ! "r'r'1:11j1l:r'j'?i-'1i,.,...,..a..1111i1air'!1i:1 " ":11:iiri'if il'
Gambar 1. Langkah-langkah Penelitian Pengembangan o (SugiYono' 2009:409)
Potensi dan Masalah
Kalkulustrmerupakansalatrsatumata}uliahwajibbagimahasiswaprogramstudipendidikan
matematika FKIp Unsri. perkuriahan mata kuliah Kalkurus
II
selama ini rebih dominan menggunakanmetode ceramah dan tanya-jawab, namun berdasarkan pengamatan
peneliti sebagai dosen pengampu
ternyata kedua metode tersebut tidak membuat mahasiswa aktif daram
perkuliahan sehingga suasana
pembelajaran
kurang interaktif.
Model
pembelajaran kooperatifpun
pernah digunakan padaperkuliahan Kalkulus
II
namun peneliti sebagai dosen pengampumenilai mahasiswa kurang dapat
mengeksplorasi potensi yang ada pada mereka, karena mahasiswa hanya
menjawab soal-soal yang
diberikan oleh dosen pengampu, dimana soar-soar yang diberikan terkadang
tidak
sesuai dengankemampuan yang
dimiliki
oleh mahasiswa. Potensi perreliti sebagaidosen pengampu yang memaham:
kondisi dan permasalahan yang ada pada perkuliahan Kalkutus
II
merupakanhal yang baik dan positip
untuk mendesain pembelajaran SQHG yang dapat menjadi solusi dari permasalalran tersebut'
PengumPulan Data
Pengumpulandatadalamhalinimerupakanpenelusuransertapengkajianbahanpustakayang
mendukung desain pembelajaran
seHG.
Adapun bahan pustaka yangdikaji
dan dijadikan acua:untuk mendesain SQHG adalah kajian tentang model pembelajaran kooperatif,
pendekatan studerz:
MakalahPendamping:PendidikanMatematika-UJICOBA
PEMAIGIAN
I
RWlsI PRODUK
UJlcoBA
1PRODUK
ii)
::
.:rTri:t'1'q::if; lifi:71':'r'4] 1*l 11Rl$.v..li,i!g.5ril:'r').tP.:ati1-v']ilt!:t''
REVISI PRODUK
Magister Pendidikan Matematika UNS, 3 Juli 2013 Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2013
center learning (SCL), pembelajaran berbasis permainan (game), serta kajian tentang penelitian
pengembangan di bidang pendidikan. Dari kajian-kajian pustaka tersebut dibuat draft desain SQHG.
Desain Produk
Pendesainan pembelajaran SQHG khususnya pada mata kuliah Kalkulus
II
ini
disesuaikandengan kebutuhan mahasiswa pendidikan matematika, dimana mahasiswa dituntut tidak hanya mampu
menguasai dan memahami konsep-konsep dasar Kalkulus
II,
namunjuga
mampu mengekplorasikemampuan serta potensi yang ada dalam
diri
agarlebih
percayadiri
dalam berpendapat danberargumentasi, yang nantinya diharapkan menjadi bekal mereka untuk meningkatkan profesionalitas
dan mampu bersaing secara global di dunia pendidikan.
Validasi Produk
Desain pembelajaran
ini
divalidasi oleh Hapizah, S.Pd., M.T., kandidat Doktor Pendidikan Matematika dari program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia, yang juga ahli di bidang KalkulusII
dan merupakan dosen pengampu mata kuliah Kalkulus[I
di
program studi pandidikanmatematika FKIP Unsri.
Revisi Produk
Berdasarkan
kritik
dan saran dari Hapizah, S.Pd., M.T., desain pembelajaran pada mata kuliah KalkulusIl
direvisi yang selanjutnya diujicobakan pada perkuliahan Kalkulus II.Uji
Coba ProdukDesain pernbelajaran
SQHG
hasil revisi
berdasarkan masukan Hapizab" S.Pd., M.T.,diujicobakan pada perkuliahan Kalkulus
II-
Selanjutnya umpanbalik
ujicobadari
hasil ujicoba dijadikan masukan untuk perbaikan desain SQHG untuk menjadi lebih baik.Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data
Dalam pendesainan pernbelajaran SQHG
ini,
metode Walk-Trough digunakan sebagai carapengumpulan data. Dimana dengan metode seorang ahli diminta untuk memberikan masukan serta
saran terhadap desain pembelajaran SQHG yang dibuat dari aspek orisinilatis dan aspek kepraktisan..
Selain
itu
penelitianini
menggunakan data yang didapat dari umpan balik mahasiswa terhadapuji
coba penggunaan
SQHG pada
perkuliahanKalkulus
II,
untuk
melakukan perbaikan desainpembelajaran SQHG. Adapun teknik pengumpulan data dari mahasiswa adalah berupa angket terbuka dimana peneliti merninta mahasiswa mengirimkan umpan
balik
melalui e-mail berupa komentarmengenai
kelebihan,
, serta saran untuk SQHG yang telah diujicobakan pada perkuliahan KalkulusII
yang mereka ikuti.133
Makalah Pendamping: Pendidikan Matematika 2
Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2013 Magister Pendidikan Matematika UNS, 3 Juli 2013
Teknik Analisis Data
Data berupa masukan dan saran yang didapat dari ahli tersebut dan juga umpan
balik
darimahasiswa dikaji secara kualitatif untuk dijadikan bahan perbaikan desain pembelajaran SQHG.
HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHASANHasil
penelitianini
berupa desain pembelajaranSQHG,
adapun deskripsidari
desain pembelajaran SQHG sebagai berikut:Tahap Persiapan Awal SQHG
./
Dosen pengampu menginformasikan dan menugaskan mahasiswa untuk mempelajari secaramandiri topik perkuliahan untuk pertemuan yang menerapkan SQHG.
/
Dosen pengampu menjelaskan aturan-aturan SQHG yang berlaku pada mahasiswa.'/
Dosen pengampu membagi mahasiswa dalam beberapa kelompok.,/
Dosen harus mempersiapkan kumpulan soal-soal tentang topik yang akan dibahas dan dipelajaridimana terurut secara hirarki tingkat kesulitannya dari mudah ke sulit.
Tahap Pelaksanaan SQHG
,/
Mahasiswa diharuskan sudah duduk dan berkumpul dalam kelompoknya masing-masing.,/
Setiap kelompok ditugaskan untuk mengajukan pertanyaan sesuai dengan aturan SQHG../
Setiap kelompok diwajibkan menjawab soal yang menjadi tugasnya berdasarkan aturan SQHGdan mempresentasikannya ke depan kelas.
t
Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk memberikan koreksi terhadap hasil presentasi dari kelompok lain sesuai dengan aturan SQHG./
Dosen pengampu memberikan rewards alaupunishmentlerlndap hasil presentasi suatu kelompokdan koreksi dari kelompok lain.
/
Dosen pengampu wajib memberikan penjelasan, penegasan serta koreksi terhadap hasil presentasisuatu kelompok berdasarkan aturan SQHG sebelum kelompok
lainnya
mempresentasikanhasilnya.
/
Dosen pengampu harus menjaga suasana diskusi kelas agar tidak keluar dari topik yang sedangdibahas dan dipelajari.
Aturan-Aturan SQHG
/
Setiap kelompok diwajibkan mengajukan sebuah pertanyaan dengan cara memilih satu soal dari kumpulan soal yang diberikan oleh dosen pengampu./
Soal yang diajukan sebagai pertanyaan haruslah soal yang benar-benar mereka belum dapat selesaikan./
Hirarki
nomor soal yangdipilih
suatu kelompokmemiliki
asumsi bahwa soal-soaldi
bawahnomor yang dipilih sudah dapat diselesaikan dan dipahami oleh kelompok tersebut.
,/
,/
Magister Pendidikan Matematika UNS, 3 Juli 2013
l
Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2013
,/
Suatu kelompok wajib menjawab satu soal yang ditanyakan oleh kelompok lain dimana nomorsoal yang dijawab harus
lebih
rendah dan terdekat dengan nomor soal yang kelompoknyatanyakan.
,/
Reward (penghargaan) denganpoin
4
diberikan kepada kelompok yang mampu menjawabdengan benar soal yang nomor soalnya
lebih
rendahdari
nomor soal yang kelompoknyatanyakan.
Re**ard (penghargaan) dengan
poin
6
diberikan kepada kelompok yang mampu menjawabdengan benar soal yang nomor soalnya lebih tinggi dari nomor soal yang kelompoknya tanyakan.
Punishment (hukuman) dengan poin -2 diberikan kepada kelompok yang salah dalam menjawab soal yang nomor soalnya lebih rendah dari nomor soal yang kelompoknya tanyakan.
No-Punishment (tidakada hukuman) dengan poin 0 diberikan kepada kelompok yang salah dalam menjawab soal yang nomor soalnya lebih tinggi dari nomor soal yang kelompoknya tanyakan.
Reward (penghargaan) dengan
poin
2
diberikan kepada kelompok yang mampu memberikanargumentasi koreksi yang tepat terhadap kesalahan dari presentasi kelompok lain.
No-Punishment
(tidak
ada
hukuman) denganpoin
0
diberikan kepada kelompok yang argumentasi koreksinya terhadap hasil presentasi kelompok lain ternyata tidak diterima dengan kata lain hasil presentasi kelompok lain tersebut benar.Memrut pendapat Hapizah, S.Pd., M.T., sebagai ahli yang diminta kritik dan sarannya, desain
SQHG memiliki aspek orisinalitas yang baik dalam artian meskipun model pembelajaran kooperatif dan pendekatan SCL bukanlah
hal
baru, namun kombinasi model dan pendekatan pembelajarantersebut yang dituangkan dalam sistematika desain serta aturan SQHG dapat dikategorikan sebagai
suatu karya kreatif dan inovatif dari seorang tenaga pengajar yang berusaha untuk berkontribusi dalam
dunia pendidikan. Sedangkan ditinjau dari aspek kepraktisan, SQHG
dinilai
sangat mungkin untuk diterapkan dengan catatan bahwa dosen pengampu harus mampu memperhitungkan dengan baikalokasi waktu unhrk setiap pengkajian setiap soal yang diajukan oleh mahasiswa.
Kritik
dan saran dari Hapizah, S.Pd.,M.T., dijadikan rujukan peneliti untuk menambahkan aturan dalam alokasi waktu. Adapun aturan alokasi waktunya sebagai berikut:./
Dosen pengampu memberikan waktu +-5 menit (secara serentak) kepada setiap kelompok untuk mengkaji kumpulan soal sebelum menentukan nomor soal yang akan diajukan sebagai pertanyaankelompok.
./
Setiap kelompok diberikanwaktu
+-2
menit
(secara serentak) untuk menjawab soal yang ditugaskan untuk kelompoknya../
Setiap kelompok diberikan +-2 menit untuk mempresentasikan jawaban yang mereka buat../
Dosen pengampu memberikan waktu+-1
menit
(secara serentak) kelompok lainnya untuk mengkaji jawaban dari kelompok yang presentasi. Jika dalam rentang waktu tersebut tidak adakelompok yang memberikan sanggahan ataupun koreksi, maka dosen pengampu (selama
+-
2It/akalah Pendamping: Pendidikan Matematika 2 135
a
seminar Nasionar Matematika dan pendidikan Matematika 2013
Magister Pendidikan Mate
menit)langsungmemberikanpenjelasan,penegasan,serlarewardsalaupunislltnentlerhagz:
hasil kerja kelompok yang presentasi'
UjicobapenerapanSQHGpadaperkuliahanKalkulusllterlaksanasebanyakTkaligan..
dengan rincian 3 kari
di
kelas kampus Indralaya dan 4kali di
kelas kampus parembang. Dari has-'
ujicoba tersebut banyak har yang muncul dan menjadi masukan
u'tuk
perbaikan
'QHG'
Pada gar--=
keempat di keras kampus palembang saat mengkaji soal-soal
bagian
6.i
buku Kalkulus purcell,sai-satu kelompok mengajukan soal nomor 1 sebagai pertanyaan kelompok,
sehingga pada saat itu pene--
-terpaksa harus membuat soar yang tingkat kesulitannya lebih
rendah dari soal nomor
r
tersebut' un:*'dijadikan soal yang harus dikerjakan oleh kelompok tersebut'
Hal
ini
menunjukan bahwa
pe:'-dipersiapkan soal-soal cadangan yang tingkat kesulitanya
lebih
rendah
dari
soal nomor1
pa-kumpulan soal yang diberikan pada mahasiswa' Berikut salah satu
hasil dari rekapitulasi penerap::
SQHG Pada Per
Skor Menskoreksi 2 2 Total Skor Penghargaa
-Juara ll
-ff
Juara l J ua ra lll
KelomPok
Rena
Tirrldi
RizkY Rina
No. Soal Yang
DitanYa
9 3 6 8
No. Soal Yang
Diiawab 8 2
6
6 Skor MeniawabI
4 q 4 4+6 T2 4 4Mahasiswajugamemberikanumpanbalikberupaszrranuntuknomorsoaltertinggi).a:.;
ditanyakan, dijadikan soal rebutan bagi kelompok yang bukan penanya
soal tersebut' namun kelomS
'-penanya diberikan kesempatan menjawab bila tidak ada kelompok
iain yang mampu menjawabnl "
Karena sebelumnya aturan SQHG tidak mengatur kelompok mana
yang harus menjawab nomor
sc':-tertinggi yang ditanyakan suatu kelompok. Seperti yang hampir terjadi
pada setiap game, dimana
sal-satunya di kelas kampus Indralaya saat merrgtaji soal-soal bagian 5.8 bulo, Kalh'rlus Purcell,
ada
sa:-kelompokyangmengjukanpertanyaandengannomorsoal3Tternyatam4mpumenjawabsoaldr.
kerompok
lain
yangnomor
soal3g
yang secarahirarki lebih
tingg
tingkat
kesulitannyacr'
pertanyaan kelompoknya. Peneliti melihat bahwa penerapan SQHG
pada perkuliahan Kalkulus
I
mampu mencipakan proses pembelajaran yang interaktif dimana
diawali dengan pertanyaan tia:'
mahasiswa,dikerjakanolehmahasiswa,dandipresentasikanuntukmatrasiswa.
Banyak komentar berupa
kritik
dan saran dari mahasiswayang dikirimkan lewat
e-rr'::-setelah pelaksanaan perkuliahan Kalkulus
tr
denganseHG,
dan semua komentar tersebut
dijadik-bahan refleksi bagi peneliti untuk memperbaiki penerapan SQHG
pada perkuliahan selanjutnya'
Sdr.
satucontohkomentardarimahasiswatersebutadalatrsebagaiberilatt:
Kelebihan:
l.
Lebih membuat suasana belajar lebih hidup dan pernbel apran student centerlebih tercipta'
2.
Secara tidak lan$sung membuat mahasiswa lebih kompak dan merasatertantang untuk beke;
'
sama mengerjakan soal'
da perkuliahan Kalkulus II:
.,zjister Pendidikan Matematika uNs,3 Juli 2013 Seminar Nasional Matematika dan
pendidikan Matematika 2013
3.
Membentuk mahasiswa lebih berani, kreatif, teliti, dan cerdas dalam menyelesaikan soal maupun mengkoreksi jawaban dan membentuk karaller sportif dalam mengikutisegala aturan
dalam games. lekurangan:
1.
Beberapa soal pada tiap latihan tidak semuanya didiskusikan kareua terbatas oleh waktu'2.
Terkadang terlihat hanya beberapa mahasiswa yang maju atau menonjol dan bisa sajamenimbulkan sifat ketergantungan anggota kepada anggota lain yang dirasa lebih jago'
Saran:
i.Adabaiknyajikasetelahgameskelompok,masing-masingindividuatautiap-tiapkelompok
juga mengumpulkan hasil diskusi dan hasil pekerlan yang belum senlpat di dish'rsikan dalam
bentuktulisanjadihasilpekerjaanyangbelumsempatdidiskusikanbisadikoreksimelalui
tulisan tersebut.
2.Modelgameskelompokharuslebihdwanasikandantidaksekedatmenyelesaikansoaldalam
buku tetapi bisa dengan pembuatan soal sendiri oleh masing-masing kelompok atau soal
tambahan dari dosen dan juga disertai dengan permainan yang lebih menarik contohnya
sePerti Permainan adu cePat'
3.
Mungkin dirasa perlu jika setelah beberapa kali games, anggota kelompok untuk di acak lagiagar lebih akrab dengan teman-teman yang lain'
Komentar
dari
salah satu
mahasiswa tersebut membuatpeneliti harus
lebih
cermatdalam
mengalokasikan waktu dalam penerapan SQHG serta juga perlu memperhatikan beberapa
aspek yang
belum terkaji dalam penelitian
ini'
SIMPULAI\
DAN SARAI\PerrelitimenyimpulkanbahwasecararrmumdesainpembelajaranSQHGdapatdijadikansalah
Satualtematiftenagapengajarrrntukmenstimulasidanmembuatpelajarlebihaktifdanmandiridalam
belajar,meskipunmasihbanyakaspekyangperludiperhatikans@arakhusus'Dalampenrlitianini
efek potensial dari penerapan
seHG
belum diinvestigasi secara khusus, sehinggahal
ini
dapatdij adikan penelitian-penelitian lanjutan'
DAFTAR PUSTAKA
BularPutihSCL-STAR.(2010).StudentCenteredLearning(SCL)dan-studentTeacherAesthethic
Role-shaingTirenl.
v"gyakarta:pusat
Pengembangan Pendidikan
uGM.
GeorgeD.C.&KarenC.(1999).Transformation:FromTeacher-CenteredtoStudent-Centered
-
Elrgrneering Education'
Jiurnal
of Engineering Education'Purcell. (2002). Kalkulus dan Geometri Analitis Edisi Kelima' (Terjemahan I Nyoman Susila)'
Jakarta
: Erlangga'
Rusman. (2010). Model-model Pembelajaran, Mengembangkan Profesionalisme
Guru'
Jakarta:
Rajawali Pers.
Makalah Pendamping: Pendidikan Matematika 2
7
Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2013 Magister Pendidikan Matematika UNS 3 - -,
Syaefudin, U.S. (20 1 0) . Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfa Beta.
Unsri, FKIP. (2009). Buku Pedoman
FKIP
Unsri. Palembang: UnsriMakalah Pendamping: Pendidikan Matematra
-,'.'','