• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGATURAN SANKSI PIDANA TERHADAP PEMILIK USAHA DAN PELAKU PROSTITUSI TEMPAT USAHA SPA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGATURAN SANKSI PIDANA TERHADAP PEMILIK USAHA DAN PELAKU PROSTITUSI TEMPAT USAHA SPA."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Maka atas kuasa-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul ” PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PASAL 296 KUHP tentang TINDAK PIDANA PROSTITUSI OLEH

Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pertambangan minyak dan gas bumi yang merusak lingkungan hidup telah dilakukan secara cukup maksimal oleh aparat penegak

Departemen Agama RI, Al Qur‟an Dan Terjemahnya, (Semarang: Karya Toha, 2002).. Maka perbuatan itu dalam Islam dikategorikan dalam jarimah ta’zir. Disebutkan dalam KUHP

Pengertian perbuatan tuna susila diatur dalam Perda Tahun 1984 Pasal 1 ayat (5): “Perbuatan Tuna Susila adalah perbuatan yang dilakukan oleh siapa pun baik laki-laki

Pemberlakuan sanksi pidana terhadap pelaku yang melibatkan anak dalam produksi dan distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya merupakan bagian dari penegakan hukum

Persamaan sanksi pidana yang diberikan terhadap pelaku tindak pidana perdagangan minuman keras menurut hukum pidana positif dan hukum pidana Islam adalah

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA PENJUALAN BAHAN BAKAR MINYAK BERSUBSIDI TANPA IZIN DI KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NOMOR 22

PENUTUP Berdasarkan hasil dan pembahasan penegakan hukum pidana prostitusi ditinjau dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang