• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Siswa Kelas 7 SMP Agama Katolik dan Budi Pekerti Backup Data www.dadangjsn.blogspot.com

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Buku Siswa Kelas 7 SMP Agama Katolik dan Budi Pekerti Backup Data www.dadangjsn.blogspot.com"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Lorensius Atrik Wibawa
    • Maman Sutarman
  • Pengajar:
    • F.X. Adisusanto S.J.
    • Matheus Beny Mite
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  • Topik: Buku Siswa Kelas 7 SMP Agama Katolik dan Budi Pekerti
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2013
  • Kota: Jakarta

I. Manusia Citra Allah

Bab ini menjelaskan tentang pemahaman bahwa setiap manusia diciptakan sebagai citra Allah yang unik. Pemahaman ini penting karena akan mempengaruhi sikap dan pandangan hidup seseorang sebagai orang beriman. Dalam sub-bab ini, peserta didik diajak untuk mengenal keunikan diri dan menyadari bahwa setiap individu memiliki kemampuan dan keterbatasan. Proses pembelajaran ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap syukur dan penerimaan diri, serta mendorong peserta didik untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.

1.1. Aku Citra Allah yang Unik

Peserta didik diajak untuk memahami keunikan diri mereka sebagai ciptaan Allah. Melalui refleksi dan diskusi, mereka dapat mengenali sifat fisik, karakter, dan pengalaman hidup yang membentuk diri mereka. Hal ini penting untuk membangun rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri.

1.2. Tugasku sebagai Citra Allah

Sebagai citra Allah, manusia memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan mengembangkan ciptaan-Nya. Peserta didik diajak untuk memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi dalam masyarakat, sesuai dengan kehendak Allah.

1.3. Aku Memiliki Kemampuan

Bab ini menekankan pentingnya mengenali dan mengembangkan kemampuan yang telah dianugerahkan Allah kepada setiap individu. Melalui berbagai aktivitas, peserta didik didorong untuk menemukan dan mengasah bakat mereka, serta berusaha untuk mencapai potensi maksimal.

1.4. Kemampuanku Terbatas

Kesadaran akan keterbatasan diri menjadi fokus dalam sub-bab ini. Peserta didik diajak untuk menyikapi keterbatasan dengan cara positif, serta belajar untuk saling mendukung dan berkolaborasi dengan orang lain.

1.5. Syukur sebagai Citra Allah

Bab ini mengajak peserta didik untuk bersyukur atas segala anugerah yang diberikan Tuhan. Sikap syukur ini penting untuk membentuk karakter yang positif dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama dan lingkungan.

II. Aku Diciptakan Sebagai Perempuan Atau Laki-Laki

Bab ini membahas tentang identitas gender dan bagaimana setiap individu, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki martabat dan peran yang sama di hadapan Allah. Peserta didik diajak untuk bangga atas identitas mereka dan memahami bahwa kesetaraan gender merupakan bagian dari ajaran Kristiani.

2.1. Aku Bangga sebagai Perempuan atau Laki-laki

Peserta didik diajak untuk menghargai diri mereka sebagai bagian dari gender yang mereka miliki. Melalui diskusi, mereka dapat berbagi pengalaman dan saling mendukung dalam mengembangkan potensi yang ada.

2.2. Perempuan dan Laki-laki Sederajat

Bab ini menekankan bahwa baik perempuan maupun laki-laki memiliki hak dan tanggung jawab yang sama. Peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menghormati satu sama lain dan bekerja sama dalam berbagai bidang.

2.3. Mengembangkan Diri sebagai Perempuan dan Laki-laki

Peserta didik diajak untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi dan bakat masing-masing. Mereka didorong untuk berkontribusi dalam masyarakat tanpa terhalang oleh stereotip gender.

III. Tumbuh Dan Berkembang Bersama Orang Lain

Dalam bab ini, peserta didik belajar tentang pentingnya interaksi sosial dan peran orang lain dalam perkembangan diri. Mereka diajak untuk memahami bagaimana keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat berkontribusi dalam membentuk karakter dan nilai-nilai yang dimiliki.

3.1. Peran Keluarga bagi Perkembanganku

Peserta didik diajak untuk memahami pentingnya dukungan keluarga dalam pertumbuhan pribadi. Keluarga merupakan fondasi yang membentuk nilai-nilai dan karakter seseorang.

3.2. Peran Sekolah bagi Perkembanganku

Sekolah sebagai tempat belajar dan berinteraksi sosial memiliki peranan penting dalam perkembangan peserta didik. Mereka diajak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.

3.3. Peran Gereja bagi Perkembanganku

Gereja sebagai komunitas iman memberikan bimbingan spiritual dan moral. Peserta didik diajak untuk terlibat dalam kegiatan gereja sebagai bentuk pengamalan iman.

3.4. Peran Masyarakat bagi Perkembanganku

Peserta didik diajak untuk berkontribusi dalam masyarakat dan memahami tanggung jawab sosial mereka. Interaksi dengan masyarakat luas akan memperkaya pengalaman hidup.

3.5. Berteman dan Bersahabat

Bab ini menekankan pentingnya hubungan pertemanan yang sehat. Peserta didik diajak untuk membangun hubungan yang saling menghargai dan mendukung.

IV. Meneladani Karakter dan Sikap Yesus

Bab ini membahas tentang karakter dan sikap Yesus sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diajak untuk meneladani sikap-sikap positif Yesus dalam interaksi dengan sesama.

4.1. Yesus Sang Pendoa

Peserta didik diajak untuk memahami pentingnya doa dalam kehidupan. Yesus sebagai teladan berdoa secara teratur dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

4.2. Yesus yang Berbelas Kasih

Sikap belas kasih Yesus menjadi contoh bagi peserta didik untuk bersikap empati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

4.3. Yesus Sang Pengampun

Peserta didik diajak untuk memahami pentingnya sikap pengampunan dalam hubungan antar manusia, mengikuti teladan Yesus yang selalu mengampuni.

4.4. Yesus Pejuang Kesetaraan Gender

Yesus memperlakukan semua orang dengan sama, tanpa memandang gender. Peserta didik diajak untuk meneladani sikap ini dalam interaksi sehari-hari.

4.5. Yesus Peduli terhadap Penderitaan Manusia

Peserta didik diajak untuk peka terhadap penderitaan orang lain dan berusaha membantu mereka, mengikuti teladan Yesus yang selalu peduli.

V. Nilai-nilai Dasar yang Diperjuangkan Yesus

Bab ini menguraikan nilai-nilai yang diajarkan Yesus dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dan menerapkannya dalam tindakan.

5.1. Kebebasan Anak-Anak Allah

Peserta didik diajak untuk memahami bahwa sebagai anak-anak Allah, mereka memiliki kebebasan untuk memilih dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan.

5.2. Sabda Bahagia

Peserta didik diajak untuk merenungkan makna Sabda Bahagia dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

5.3. Kasih yang Tidak Membedakan

Peserta didik diajak untuk mengembangkan sikap kasih yang tulus tanpa membedakan latar belakang orang lain, mengikuti teladan Yesus.

5.4. Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Peserta didik diajak untuk membangun karakter dan sikap diri yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani, mengikuti teladan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar

gambar tersebut! Bagaimana pendapatmu tentang kesederajatan berikut?

Referensi

Dokumen terkait

Guru meminta peserta didik memperlihatkan “kolom insya Allah aku bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf kegiatan ini dapat juga

Guru mempersilakan setiap peserta didik untuk menunjukan sikap-sikap berdoa yang baik dan benar. mereka boleh memilih sikap yang paling disukainya. Baik sekali apabila mereka

Dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk melihat apa yang sudah dipelajari oleh peserta didik dan

• Peserta didik diajak untuk menuliskan ungkapan syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan dirinya sebagai laki-laki atau perempuan yang merupakan!.

Palestina yang berkepanjangan sumber: www.google.com.. Dalam keyakinan agama Khonghucu, semua manusia dilahirkan sederajat. Tidak ada seorang manusia atau suatu bangsa yang lebih

Atau tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kris- tus, telah dibaptis dalam kematian-Nya dengan demikian, kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia

Kesadaran akan peran dari pihak di luar dirinya sudah sewajarnya memunculkan sikap syukur kepada Allah yang dinyatakan dalam berbagai bentuk seperti; doa, nyanyian, dan

Hal itu dinasehatkan pula oleh Santo Paulus bahwa di dalam harta milik terdapat hak bagi mereka yang kurang beruntung , “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap