• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Siswa Kelas 4 SD Agama Katolik dan Budi Pekerti Backup Data www.dadangjsn.blogpspot.com

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Buku Siswa Kelas 4 SD Agama Katolik dan Budi Pekerti Backup Data www.dadangjsn.blogpspot.com"

Copied!
145
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Daniel Boli Kotan
    • Marianus Didi Kasmudi
  • Pengajar:
    • F.X. Adisusanto, SJ.,STL
    • Mgr. John Liku Ada'
    • Matheus Beny Mite
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  • Topik: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2013
  • Kota: Jakarta

I. Pribadi Peserta Didik

Bagian ini membahas pentingnya pemahaman diri sebagai laki-laki atau perempuan, yang merupakan bagian dari penciptaan Tuhan. Dalam konteks pendidikan, peserta didik diajak untuk mengenali dan menghargai perbedaan serta keunikan masing-masing. Hal ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri dan sikap positif terhadap diri sendiri. Pembelajaran ini juga mengedepankan pentingnya lingkungan dalam perkembangan pribadi, di mana peserta didik diajarkan untuk bersyukur atas penciptaan mereka dan memahami peran mereka dalam masyarakat.

1.1. Aku Bangga Diciptakan sebagai Perempuan atau Laki-Laki

Peserta didik diajak untuk menyadari bahwa mereka diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan dengan tujuan tertentu. Mereka belajar untuk menghargai diri sendiri dan orang lain, serta memahami bahwa perbedaan gender bukanlah halangan, melainkan kekuatan dalam berinteraksi dan bekerja sama.

1.2. Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku sebagai Perempuan atau Laki-Laki

Pembelajaran ini menekankan peran lingkungan dalam membentuk identitas peserta didik. Lingkungan sosial dan budaya di sekitar mereka dapat memberikan dampak positif atau negatif, sehingga penting bagi mereka untuk mengenali pengaruh tersebut dan berusaha untuk berkembang dengan cara yang positif.

1.3. Bersyukur sebagai Perempuan atau Laki-Laki

Peserta didik diajarkan untuk bersyukur atas keunikan dan potensi yang dimiliki. Melalui pemahaman ini, mereka diharapkan dapat mengembangkan sikap positif dan berkontribusi dalam masyarakat dengan cara yang sesuai dengan identitas mereka.

1.4. Kemampuan dan Keterbatasanku

Dalam bagian ini, peserta didik diajak untuk mengenali kemampuan dan keterbatasan diri mereka. Mereka belajar untuk mengembangkan kemampuan yang ada dan menerima keterbatasan sebagai bagian dari diri mereka, sehingga dapat bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

1.5. Mengembangkan Kemampuan Diriku

Peserta didik didorong untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Hal ini penting untuk mempersiapkan mereka menjadi individu yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

II. Yesus Kristus

Bagian ini membahas tentang pribadi Yesus Kristus dan perannya dalam kehidupan umat manusia. Peserta didik diajarkan untuk memahami ajaran Yesus sebagai pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman ini, diharapkan peserta didik dapat meneladani sifat-sifat baik Yesus dalam interaksi mereka dengan sesama.

2.1. Allah Menyampaikan Sepuluh Firman-Nya sebagai Pedoman Hidup

Peserta didik mempelajari bahwa Sepuluh Firman Allah merupakan pedoman moral yang harus dipegang teguh. Ketaatan terhadap perintah Allah diyakini dapat membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi kehidupan mereka.

2.2. Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji

Dalam konteks ini, peserta didik belajar tentang perjalanan bangsa Israel yang penuh tantangan dan bagaimana iman kepada Allah membantu mereka mencapai tujuan. Ini memberikan pelajaran tentang pentingnya ketekunan dan kepercayaan dalam mencapai cita-cita.

2.3. Allah Memberkati Para Pemimpin Israel: Samuel, Saul, dan Daud

Peserta didik diajarkan tentang peran para pemimpin dalam sejarah Israel dan bagaimana mereka dipilih oleh Allah untuk memimpin umat. Ini mengajarkan nilai kepemimpinan yang baik dan tanggung jawab dalam memimpin.

III. Masyarakat

Bagian ini membahas tentang hubungan antar manusia dalam masyarakat. Peserta didik diajarkan untuk menghormati orang tua, mencintai sesama, dan menghormati hak hidup serta milik orang lain. Melalui pembelajaran ini, diharapkan mereka dapat menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

3.1. Hormat kepada Orang Tua

Peserta didik diajarkan untuk menghormati orang tua sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa dan pengorbanan mereka. Ini menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga.

3.2. Cinta kepada Sesama

Pembelajaran ini menekankan pentingnya cinta dan empati terhadap sesama. Peserta didik diajarkan untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari.

3.3. Menghormati Hidup

Peserta didik diajarkan untuk menghargai kehidupan sebagai anugerah dari Tuhan. Mereka belajar tentang nilai-nilai kehidupan yang harus dijunjung tinggi dalam masyarakat.

3.4. Menghormati Milik Orang Lain

Pembelajaran ini menekankan pentingnya menghormati hak milik orang lain. Peserta didik diajarkan untuk tidak mencuri atau merusak milik orang lain, sebagai bentuk penghormatan terhadap sesama.

IV. Gereja

Bagian ini mengupas tentang peran gereja dalam kehidupan umat Katolik. Peserta didik diajarkan untuk memahami makna kehidupan menggereja dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam komunitas gereja. Ini bertujuan untuk membangun rasa kebersamaan dan solidaritas dalam iman.

4.1. Ungkapan Syukur Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama

Peserta didik belajar tentang ungkapan syukur dari tokoh-tokoh Perjanjian Lama sebagai contoh bagaimana iman harus diungkapkan dalam tindakan nyata.

4.2. Doa Syukur Gereja

Pembelajaran ini menekankan pentingnya doa syukur dalam kehidupan gereja. Peserta didik diajarkan untuk bersyukur atas segala berkat yang diterima.

4.3. Doa Pribadi

Peserta didik diajarkan untuk mengembangkan kehidupan doa pribadi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

4.4. Doa Bersama

Pembelajaran tentang pentingnya doa bersama dalam komunitas gereja sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan dalam iman.

Referensi Dokumen

  • Hidup Bersama Orang Lain ( Chandra, Yulius )
  • Kitab Suci untuk Anak-Anak ( de Graaf, Anne )
  • Doa Sang Katak 2 ( de Mello, Anthony )
  • Dokumen Konsili Vatikan II ( Hardawiryana R, S.J. (penerjemah) )
  • Ensiklopedi Orang Kudus ( Heuken, A. SJ. )
  • Tantangan Membina Kepribadian ( Heuken, Adolf SJ. )
  • The Joy in Loving; 365 Hari Bersama Ibu Teresa ( Jaya Chaliha & Edward Le Joly )
  • Menjadi Sahabat Yesus. Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas IV ( Komkat KWI )
  • Seri Murid-murid Yesus. Pendidikan Agama Katolik ( Komkat KWI )

Gambar

Gambar Allah sendiri.
Gambar apakah yang kamu lihat? Ceritakan! ..................

Referensi

Dokumen terkait

Hakikat Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti yang bersumber pada Kitab Suci Veda selalu mengarah pada konsep Tri Kaya Parisudha (berpikir yang baik, berkata yang baik, dan

Pendidikan agama Hindu dan Budi Pekerti yang berlandaskan Kitab Suci Veda menekankan peserta didik untuk memiliki Sraddha Bhakti, berakhlak mulia, dan berbudi pekerti luhur

Adapun manusia hanya dapat berpaling kepada kebaikan bila ia bebas. Kebebasan itu oleh orang-orang zaman sekarang sangat dihargai serta dicari penuh semangat, dan memang

● Buddha telah menjadi pahlawan sejati yang menyelamatkan makhluk dari

Ungkapan terima kasih kepada Tian dilakukan dengan berbuat baik kepada sesama manusia dan lingkungan.. Perbuatan apa yang dapat kamu lakukan kepada

Bila Yesus berkuasa di tengah keluarga pasti kita bahagia pasti kita bahagia.. (Sumber Lagu: Kidung Ceria

Keempat peristiwa itu adalah pertanda bagi Pangeran Siddharta yang dilakukan oleh para dewa dalam rangka membantu Pangeran meninggalkan istana untuk menjadi petapa agar

Beliau adalah seorang Maharsi yang sangat rajin dan tekun dalam mendekatkan diri kehadapan Sang Hyang Widhi.. Maharsi Gritsamada sangat berjasa bagi