• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Dinamik Bendungan Sermo Di Jawa Tengah.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Dinamik Bendungan Sermo Di Jawa Tengah."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DINAMIK BENDUNGAN SERMO

DI JAWA TENGAH

F. Alfa P. L. T.

NRP : 9621102 NIRM : 41077011960381

Pembimbing : Theodore F.Najoan.,Ir.,M.Eng

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

ABSTRAK

Bendungan tipe urugan merupakan jenis bendungan yang banyak terdapat di Indonesia. Mengingat fungsinya yang cukup vital dan bahaya yang ditimbulkan bila terjadi kelongsoran cukup besar, maka perlu diadakan evaluasi kestabilan bendungan terhadap beban gempa.

Metode yang dipakai untuk menganalisis stabilitas bendungan yang

dipergunakan dalam skripsi ini adalah metode koefisien gempa temodifikasi dan metode dinamik dengan cara alihan tetap dari Maksidi dan Seed. Untuk cara koefisien gempa termodifikasi diambil periode ulang 100 thn, dengan syarat tanpa adanya kerusakan yang serius pada tubuh bendungan. Untuk cara dinamik diambil periode ulang 10000 thn, dengan persyaratan boleh terjadi kerusakan tanpa adanya keruntuhan. Analisis dilakukan dengan bantuan program Slope/W.

Dari hasil analisis dinamik yang dilakukan, untuk periode ulang 100 thn Bendungan Sermo dalam keadaan stabil (FK ≥ 1.2). Untuk perode ulang 10000 thn, Bendungan Sermo terjadi deformasi di bagian udik. Besarnya deformasi yang

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

SURAT KETERANGAN TUGAS AKHIR ... i

SURAT KETERANGAN SELESAI TUGAS AKHIR ... ii

ABSTRAK ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI... vi

DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN ... x

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL... xvi

1.4 Sistematika Pembahasan ... 3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Filosofi dasar gempa bumi ... 7

2.1.1 Pengertian dan Definisi Gempa Bumi... 7

2.1.2 Klasifikasi Gempa Bumi ... 8

(3)

2.1.4 Istilah dan Parameter Gempa ... 10

2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Parameter Gempa untuk Desain Bendungan Tahan Gempa ... 14

2.2.1 Faktor-Faktor Utama yang perlu Dipertimbangkan dalam Desain Bendungan Tahan Gempa ... 14

2.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Evaluasi Tingkat Keamanan terhadap Gempa ... 18

2.3 Karakteristik Parameter Evaluasi Gempa ... 25

2.3.1 Goncangan Maksimum di Tanah Dasar... 25

2.3.2 Durasi Gempa ... 29

2.3.3 Ragam Sambutan Gempa... 30

2.3.3.1 Ragam Percepatan Gempa Desain ... 31

2.3.4 Sejarah Waktu Percepatan Gempa ... 35

2.3.4.1 Percepatan Gempa Maksimum di Permukaan Tanah ... 36

2.4 Statistik Kejadian Gempa... 39

BAB 3 METODE ANALISIS STABILITAS DINAMIK BENDUNGAN 3.1 Penentuan Parameter Dinamik Tanah dan Batuan... 41

3.1.1 Metode Uji Lapangan... 42

3.1.1.1 Hubungan antara Modulus Geser dan Kecepatan Rambat Gelombang Geser ... 42

3.1.1.2 Metode Uji Crosshole ... 43

(4)

3.1.1.4 Cara Empiris untuk Memperkirakan Modulus Geser Maksimum dan Cepat Rambat

Gelombang Geser... 45

3.1.2 Metode Uji Laboratorium ... 46

3.1.2.1 Uji Resonant Column... 46

3.1.2.2 Uji Triaxial Siklik ... 47

3.1.3 Metode Empiris (Hasil Laboratorium)... 49

3.2 Analisis Stabilitas Lereng Bendungan ... 65

3.2.1 Metode Irisan Bidang Luncur Bundar (Slice Method) 66 3.2.2 Metode Irisan Bidang Luncur Kombinasi... 71

3.3 Analisis dengan Cara Koefisien Gempa ... 72

3.3.1 Cara Koefisien Gempa ... 73

3.3.2 Cara Koefisien Gempa Termodifikasi ... 74

3.4 Analisis dengan Cara Dinamik... 76

3.4.1 Analisis Alihan Tetap Cara Makdisi & Seed ... 76

BAB 4 STUDI KASUS 4.1 Tinjauan Umum ... 79

4.2 Data Bendungan ... 80

4.3 Analisis Dinamik Bendungan Sermo ... 82

4.3.1 Penentuan Koefisien Gempa Termodifikasi Bendungan Sermo ... 82

(5)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ... 89 5.2 Saran... 90

DAFTAR PUSTAKA

...xix

(6)

DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN

ac : percepatan gempa dasar (gal)

ad : percepatan gempa desain hasil koreksi jenis tanah setempat (gal)

ag : percepatan maksimum di permukaan tanah (gal)

A : Amplituda

FRk : Faktor resiko pengaruh kapasitas waduk

FRt : Faktor resiko pengaruh tinggi bendungan

FRe : Faktor resiko kebutuhan evakuasi

FRh : Faktor resiko tingkat kerusakan hilir

G : modulus geser

H : ketinggian (meter)

Hi : tebal lapisan ke-i

(7)

K2 : konstanta, tergantung regangan geser dan kepadatan relatif

Kh : koefisien gempa dasar yang tergantung periode ulang T

Ko : koefisien gempa desain terkoreksi di permukaan

MMI : Modified Mercalli Intensity (Skala Intensitas Mercalli)

ML : Skala Magnitude gempa oleh Richard Richter

Ms : Skala Magnitude gempa oleh Guttenberg

Mb : Skala Magnitude gempa yang didasarkan gelombang badan

MCE : Maximum Credible Earthquake

MDE : Maximum Design Earthquake

N : jumlah tumbukan dari SPT

OBE : Operating Basis Earthquake

PHA : the peak horizontal accelaration

PGA : Peak Ground Accelaration

ρ : modulus geser

r : Jarak hiposentrum terdekat

San : ragam percepatan gempa normalisasi untuk D = 5 %

Sas : ragam percepatan gempa normalisasi untuk D =5 %

T : perioda ulang

Ts : perioda predominan dari perlapisan tanah dengan regangan besar

Tg : perioda predominan dari perlapisan tanah dengan regangan kecil

(8)

Vp : kecepatan rambat gelombang P

Vs : kecepatan rambat gelombang S

Vsi : cepat rambat gelombang geser pada lapisan tanah ke-i (m/det)

v : koefisien koreksi pengaruh jenis tanah

ν : angka poison

(9)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1.1 Bagan Alir Metode Analisis Stabilitas Dinamik... 5

Gambar 1.2 Bagan Alir Perhitungan Tetap Cara Maksidi-Seed... 6

Gambar 2.1 Episentrum dan Hiposentrum... 9

Gambar 2.2 Ragam Percepatan Gempa Penormalan untuk

Batuan ... 32

Gambar 2.3 Ragam Percepatan Gempa Penormalan untuk

Dillivium ... 33

Gambar 2.4 Ragam Percepatan Gempa Penormalan untuk

Alluvium ... 33

Gambar 2.5 Ragam Percepatan Gempa Penormalan untuk

Alluvium Lunak ... 34

Gambar 2.6 Faktor Koreksi Cn untuk Menentukan Gempa

Penormalan dengan D ≠ 5%... 34

Gambar 3.1 Hubungan antara Regangan Geser dengan K2 untuk

Pasir... 50

Gambar 3.2 Hubungan antara G/Gmaks dengan Regangan Geser

untuk Pasir... 51

Gambar 3.3 Hubungan Antara Rasio Redaman Dengan Regangan

(10)

Gambar 3.4 Hubungan Antara G/su dengan Regangan Geser untuk

Tanah Lempung ... 52

Gambar 3.5 Hubungan Antara G/Gmax dengan Regangan Geser

untuk Lempung ... 53

Gambar 3.6 Hubungan antara Rasio Redaman D dengan Regangan

Geser untuk Lempung ... 53

Gambar 3.7 Hubungan antara Gmax dengan σ untuk Tanah Pasir ... 56

Gambar 3.8 Hubungan antara Gmax dengan σ untuk Tanah

Lempung ... 57

Gambar 3.9 Hubungan antara Gmax dengan σ untuk Tanah Berbutir .

Kasar ... 59

Gambar 3.10 Perbandingan Hubungan antara G/Gmax dengan γ untuk

Tanah Pasir... 61

Gambar 3.11 Perbandingan Hubungan antara D dengan γ untuk Tanah

Lempung ... 62

Gambar 3.12 Perbandingan Hubungan antara G/Gmax dengan γ untuk

Tanah Lempung ... 62

Gambar 3.13 Perbandingan Hubungan antara D dengan γ untuk Tanah

Lempung ... 63

Gambar 3.14 Perbandingan Hubungan antara G/Gmax dengan γ untuk

Penelitian Rollins dengan Seed untuk Bahan Berbutir

(11)

Gambar 3.15 Perbandingan Hubungan antara D dengan γ untuk

Penelitian Rollins dengan Seed untuk Bahan Berbutir

Kasar ... 64

Gambar 3.16 Cara Menentukan Besarnya Harga-Harga N dan T ... 68

Gambar 3.17 Skema Perhitungan dengan Metode Irisan Bidang Luncur ... 70

Gambar 3.18 Skema Perhitungan dengan Metode Kuncur Kombinasi .. Metode Wedge ... 72

Gambar 3.19 Grafik Hubungan Kmax/Umax dengan Y/H... 78

Gambar 3.20 Grafik Hubungan antara Uk dengan Ms ... 78

(12)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Tingkat Kerusakan menurut Besarnya Percepatan Gempa

Maksimum ... 20

Tabel 2.2 Kriteria Faktor Resiko Evaluasi Keamanan Bendungan... 21

Tabel 2.3 Kelas Resiko Bendungan dan Bangunan Air... 21

Tabel 2.4 Kriteria Beban Gempa untuk Desain Bendungan ... 22

Tabel 2.5 Kelas Lokasi Tergantung pada Keras Batuan ... 27

Tabel 2.6 Konstanta β untuk persamaan Kenneth W. Campbell ... 28

Tabel 2.7 Percepatan Gempa Dasar untuk Berbagai Periode Ulang... 36

Tabel 2.8 Koefisien Zona Gempa pada Zona A, B, C, D, E, F... 37

Tabel 2.9 Faktor Koreksi Pengaruh Jenis Tanah Setempat... 37

Tabel 3.1 Hubungan antara Nspt dengan Gmax dan Vsmax ... 45

Tabel 3.2 Rangkuman Persamaan Empiris Penentuan Gmax untuk Pasir ... 54

Tabel 3.3 Rangkuman Persamaan Empiris Penentuan Gmax untuk Lempung ... 54

Tabel 3.4 Rangkuman Persamaan Empiris Penentuan Gmax untuk Kerikil (Butir Kasar) ... 55

Tabel 3.5 Kondisi Perencanaan Teknis untuk Perhitungan Stabilitas Bendungan Metode Irisan Bidang Luncur Bundar ... 70

(13)

Tabel 3.7 Karakteristik Rencana Teknis untuk Perhitungan Stabilitas..

Bendungan Metode Luncur Kombinasi ... 72

Tabel 3.8 Cepat Rambat Gelombang untuk Bendungan Tipe

Urugan... 77

Tabel 3.9 Parameter Tanah Bendungan Sermo... 82

Tabel 4.0 Hasil Analisis Stabilitas Lereng Bendungan Sermo Tanpa

Gempa Dan Dengan Gempa... 87

Tabel 4.1 Alihan Tetap Bendungan Sermo Kondisi Steady seepage

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Peta Zona Gempa Indonesia ... 91

Lampiran 2. Gambar Bidang Longsor Kritis Bendungan Sermo ... 92

Lampiran 3. Grafik Hubungan Antara Koefisien Gempa Dengan FK Pada

Kondisi Steady Seepage Upstream ... 100

Lampiran 4. Grafik Hubungan Antara Koefisien Gempa Dengan FK Pada

Kondisi Steady Seepage Downstream ... 102

(15)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pembangunan bendungan-bendungan besar pada akhir-akhir ini

berkembang dengan sangat pesat terutama dengan bendungan tipe urugan. Salah

satunya adalah bendungan Sermo di Jawa Tengah. Ketinggiannya yang mencapai

51 m menjadikannya bendungan dengan klasifikasi tingkat tinggi. Karenanya segi

keselamatan dari bendungan tersebut merupakan salah satu faktor yang sangat

penting terhadap pengaruh alamiah yang dapat menghancurkannya seperti gempa

bumi.

Sehubungan dengan hal itu, maka perlu diperhatikan tingkat ketahanan

(16)

menganalisa tingkat ketahanan bendungan dengan memperhatikan

parameter-parameter gempa dan parameter-parameter dinamik tanah dan batuan.

Dengan demikian diharapkan hasil analisa tersebut dapat dipakai sebagai

bahan acuan terhadap tingkat ketahanan bendungan .

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud penulisan Tugas Akhir ini adalah membuat analisis stabilitas

dinamik berdasarkan parameter gempa dan parameter dinamik tanah dengan

menggunakan metode koefisien gempa dan cara analisis dinamik.

Tujuan dari studi ini adalah memperoleh tingkat ketahanan (keamanan)

bendungan sermo dari pengaruh gempa bumi

1.3. Pembatasan Masalah

Pembatasan dalam Tugas Akhir ini memerlukan batasan-batasan agar isi

tidak terlalu meluas. Pembatasan masalah dalam penelitian ini dibatasi hal-hal

sebagai berikut :

1. Penentuan beban gempa menggunakan peta zona gempa (dengan cara

menggunakan percepatan gempa maksimum di permukaan tanah untuk

bendungan).

2. Metode analisis stabilitas dinamik yang dipergunakan yaitu analisis koefisien

gempa termodifikasi dengan bantuan program Slope/W dan analisis dinamik

(17)

3. Penentuan parameter dinamik untuk tanah mencakup modulus geser (G),

rasio redaman (D) serta regangan geser (γ).

4. Perhitungan analisis dilakukan hanya pada tubuh bendungan.

1.4. Sistematika Pembahasan

Agar penulisan Tugas Akhir ini menjadi lebih terarah, maka penulisan akan

dibagi menjadi beberapa bab, yaitu :

Bab 1 : Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, pembatasan

masalah serta sistematika penulisan yang digunakan dalam menyusun

laporan Tugas Akhir ini.

Bab 2 : Studi Pustaka

Bab ini berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan

yang ditinjau, yang diperoleh dari kepustakaan serta dari laporan

penelitian sebelumnya yang sudah ada.

Bab 3 : Metode Analisis Dinamik Stabilitas Bendungan

Bab ini berisi tentang metode-metode yang dipergunakan dalam

menganalisa stabilitas bendungan tipe urugan.

Bab 4 : Studi Kasus

Bab ini menjelaskan tentang prosedur penganalisaan kestabilan

bendungan terhadap bahaya gempa berdasarkana analisis secara

(18)

Bab 5 : Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi kesimpulan yang merangkum beberapa hal penting

sebagai hasil akhir dari data yang diperoleh pada hasil penelitian dan

(19)
(20)
(21)

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan.

Dari hasil analisis dinamik yang telah dilakukan, dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut :

Bendungan Sermo stabil terhadap beban gempa pada periode ulang 100

tahun (T = 100 thn), baik pada bagian udik (Upstream) maupun pada

bagian hilir (Downstream) dengan keadaan steady seepage (aliran

langgeng).

Pada Periode ulang 10000 tahun (T = 10000 thn), Bendungan Sermo

mengalami Deformasi di bagian Udik (Upstream) pada Y/H = 1, Y/H =

(22)

lebih kecil dari setengah tinggi jagaan (1.68 m), sehingga tidak

membahayakan (aman)

Pada Periode ulang 10000 tahun (T = 10000 thn), Bendungan Sermo stabil

terhadap beban gempa pada bagian hilir (Downstream).

5.2. Saran.

Perhitungan analisis stabilitas Bendungan urugan terhadap beban gempa

yang mengalami deformasi, perlu segera diperiksa kembali semua parameter

bahan dasar bendungan urugan tersebut. Kemudian dilakukan perhitungan

kembali, namun apabila deformasi yang ditimbulkan masih tidak memenuhi

syarat maka perlu diadakan perbaikan pada bendungan urugan tersebut.

Cara untuk memperbaiki stabilitas bendungan urugan antara lain :

Memperlandai kemiringan tubuh bendungan urugan.

Memberikan lapisan penguat di lereng yang diperkirakan mungkin

(23)

DAFTAR PUSTAKA

1. Das, Braja M., (1998), “Principles of Geotechnical Engineering”, fourth

edition. California State University, Sacramento.

2. Joyner, W. B.; Boore, D. M. (1982), “Prediction of Earthquake Response

Spectra”, 51 st Annual Convention, SEAOC, Sacramento.

3. Kramer, Steven. L. (1996), “Geotechnical Earthquake Engineering”,

University of Washington.

4. Makdisi, F. I.; Seed, R. K. (1976), “Simplified Procedure for Estimating Dam

and Embankment Earthquake Induced Deformations”, Journ of The

Geotechnical Engineering Division, ASCE.

5. Najoan, Th. F., Carlina Soetjino. (2003), “Metode Analisis Stabilitas

Bendungan Tipe Urugan”, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah,

Bandung.

6. Najoan, Th. F. (1980), “Perencanaan Bendungan Tipe Urugan Tahan

Gempa”, Direktorat Penyelidikan Masalah Air, Direktorat Jenderal Pengairan,

Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.

7. Najoan, Th. F. (1979), “Beberapa Catatan tentang Cara-Cara Perencanaan

Bendungan Tipe Urugan Tahan Gempa”, Direktorat Penyelidikan Masalah

(24)

8. Najoan Th. F., Soeroso, D. dan Rukhijat, S. (1996), “Peta Zona Gempa Dan

Cara Penggunaannya Sebagai usulan Dalam Perencanaan Bangunan

Pengairan Tahan Gempa”, Jurn. Litbang Air, no. 36. Th. II-KW 1.

9. Sosrodarsono S., Kensaku Takeda. (2002), “Bendungan Tipe Urugan”,

Pradnya Pramita, Pustaka Teknologi dan Informasi, Jakarta.

10. Wahlstrom Ernest E., (1974), “Dams, Dam Foundations, and Reservoir Sites”,

Gambar

Gambar 1.1 Bagan Alir Metode Analisis Stabilitas Dinamik
Gambar 1.2 Bagan Alir Perhitungan Tetap Cara Makdisi - Seed

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengetahui besarnya tampungan efektif bendungan yang dibutuhkan untuk keperluaan irigasi dan PLTA yang dapat dikeluarkan pada

Selimut Bumi Adhi Cipta, pada Oktober 2015 hingga Agustus 2017 dengan judul “Analisis Rembesan Bendungan Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Pada Bendungan Cengklik

Kawasan Bendungan Manganti merupakan suatu bendungan yang mempunyai fungsi untuk membendung air Ci Tanduy yang dapat mengairi persawahan masyarakat sekitar, air kolam, dan

Bendungan Krisak adalah tipe urugan tanah homogen dari jenis tanah Lempungan. Bendungan Krisak memiliki umur bendungan yang sudah cukup lama, hingga kini ini masih

Makalah ini akan menganalisis desain banjir Bendungan Way Apu dengan periode ulang 1000 tahun dengan mempertimbangkan karakteristik fraktal dari DAS menggunakan

Tabel 4.16 Hasil Perhitungan Stabilitas Lereng Hulu Bendungan Pengelak Pada Kondisi Kosong dengan Gempa Metode Bishop

Peta Lokasi Bendungan Penjalin, Sumber Laporan DOISP Metodologi Penelitian Dalam penyelidikian geologi teknik bawah permukaan yang paling baik dan akurat adalah dengan pemboran inti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan seismik, kerapuhan batuan dan tingkat periode ulang untuk membuat peta bahaya gempa