• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

27 A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kriteria sebagai berikut:

1. perusahaan menerbitkan laporan keuangan selama periode penelitian yaitu 4 tahun berturut-turut dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 dengan tahun buku yang berakhir 31 Desember;

2. data lengkap dan tersedia dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD); serta 3. telah dihitung rasio keuangannya.

B. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian uji komparatif, yaitu akan menguji pengaruh implementasi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

C. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara ataupun kesimpulan untuk menjawab permasalahan yang terdapat dalam penelitian. Dalam penelitian ini, penulis menentukan hipotesis awal sebagai berikut:

Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

(2)

Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Berdasarkan hipotesis secara keseluruhan tersebut kemudian dirinci lebih lanjut menjadi sub hipotesis sebagai berikut:

Hipotesis 1

Ho1 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Current Ratio perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Ha1 : Terdapat perbedaan yang signifikan Current Ratio perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Hipotesis 2

Ho2 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Leverage Ratio perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Ha2 : Terdapat perbedaan yang signifikan Leverage Ratio perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Hipotesis 3

Ho3 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Gross Profit Margin perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

(3)

Ha3 : Terdapat perbedaan yang signifikan Gross Profit Margin perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Hipotesis 4

Ho4 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Operating Profit Margin perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Ha4 : Terdapat perbedaan yang signifikan Operating Profit Margin perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Hipotesis 5

Ho5 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Total Asset Turnover perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Ha5 : Terdapat perbedaan yang signifikan Total Asset Turnover perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Hipotesis 6

Ho6 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Return On Investment perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Ha6 : Terdapat perbedaan yang signifikan Return On Investment perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

(4)

Hipotesis 7

Ho7 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Return On Equity perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Ha7 : Terdapat perbedaan yang signifikan Return On Equity perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

D. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Definisi operasional variabel adalah definisi yang diberikan bagi variabel dengan cara memberikan arti sehingga dapat memberikan gambaran tentang bagaimana suatu variabel dapat diukur (Theresia, 2009). Ada dua definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode satu tahun dan dua tahun sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

2. Kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode satu tahun dan dua tahun sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Penilaian kinerja keuangan perusahaan manufaktur menggunakan tujuh rasio keuangan sebagaimana penelitian Siti (2005) yang direplikasikan dari penelitian Beaver (1966), Altman(1968), Zmejewski (1984), dan Machfoedz (1999). Rasio keuangan tersebut adalah Current Ratio (CR), Leverage (LR), Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), Total Assets Turnover (TATO), Return on

(5)

Investment (ROI), dan Return on Equity (ROE). Variabel tersebut diukur dengan skala rasio yang diukur dalam satuan persen (%) dan kali (X).

E. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan membuat salinan atau menggandakan data yang ada.

Pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi agar diperoleh data yang relevan, dapat dipercaya, obyektif dan dapat dijadikan landasan dalam proses analisis.

Prosedur pengumpulan data melalui metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data-data rasio keuangan dengan pooling data perusahaan manufaktur dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010.

F. Jenis Data

Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Laporan Keuangan yang diunggah pada situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) serta data yang berasal dari Institute for Economic and Financial Research (ECFIN) dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2010 dan tahun 2011. Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2008 mulai berlaku pada 1 Januari 2009, sehingga window period diambil dua tahun sebelum (2007, 2008) dan dua tahun sesudah (2009,2010) berlakunya Undang-Undang tersebut. Pertimbangan lain penulis mengambil window period pada periode tersebut adalah karena adanya penerapan tarif yang berbeda pada Wajib Pajak Badan yaitu 28 persen pada tahun pajak 2009 dan 25 persen mulai tahun pajak 2010.

G. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Penulis menggunakan metode purposive sampling sebagai

(6)

teknik pengambilan sampel. Metode ini digunakan penulis agar mendapatkan data sampel yang jelas, lengkap dan tersedia. Sampel penelitian yang akan digunakan harus memenuhi syarat-syarat, yaitu: (1) perusahaan menerbitkan laporan keuangan selama periode penelitian yaitu 4 tahun berturut-turut dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 dengan tahun buku yang berakhir 31 Desember, (2) data lengkap dan tersedia dalam ICMD, serta (3) telah dihitung rasio keuangannya.

Data jumlah perusahaan terdaftar yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dalam IDX Fact Book 2011 dapat diringkas dalam Tabel 3.1 di bawah ini.

Tabel 3.1.

Data Jumlah Perusahaan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011

No. Sistematika Jumlah

1 Primary Sectors 46

2 Secondary Sectors (Industry and Manufacturing) 132

3 Tertiary Sectors (Service) 250

Total 428

Sumber: IDX Fact Book 2011 diolah

Berdasarkan Tabel 3.1. di atas, dari 428 perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia sampai dengan akhir tahun 2011, 132 diantaranya adalah perusahaan di sektor manufaktur. Populasi perusahaan di sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejumlah 132 perusahaan tersebut akan diteliti lebih lanjut berkenaan dengan kelengkapan dan ketersediaan data. Apabila data tidak tersedia atau tidak lengkap maka perusahaan tersebut tidak dijadikan sampel penelitian.

Tabel 3.2.

Data Populasi dan Sampel Penelitian

No. Uraian Jumlah

1 Perusahaan manufaktur terpilih sebagai sampel penelitian 79 2 Perusahaan manufaktur tidak terpilih sebagai sampel penelitian 53

Total 132

Sumber: IDX Fact Book 2011 dan ICMD 2010-2011 diolah

(7)

Penulis menggunakan klasifikasi sektor industri yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia dalam Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA) Index.

JASICA Index menggunakan klasifikasi bisnis berdasarkan segmentasi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik serta mengikuti International Standard Industrial Classification (ISIC) dengan beberapa penyesuaian. Struktur klasifikasi JASICA Index diuraikan dalam Lampiran I. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, didapatkan sebanyak 79 perusahaan yang akan dijadikan sampel sebagaimana tercantum dalam Lampiran II. Daftar perusahaan manufaktur yang tidak terpilih menjadi sampel penelitian diuraikan dalam Lampiran IV. Daftar seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 diuraikan dalam Lampiran V.

H. Metode Analisis Data

Setelah pengukuran masing-masing rasio keuangan, maka selanjutnya dilakukan pengujian statistik untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan.

Perbandingan kinerja keuangan perusahaan pada periode sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 dilakukan baik untuk masing- masing variabel kinerja per rasio (univariate) maupun secara serentak (multivariate).

Untuk data yang tidak berdistribusi normal teknis analisis yang digunakan adalah uji statistik non parametrik dengan menggunakan alat uji Peringkat Tanda Wilcoxon (Wilcoxon Signed Ranks Test). Sedangkan pengujian rasio keuangan secara serentak (multivariate) untuk periode sebelum dan sesudah berlakukanyaUndang- Undang Nomor 36 Tahun 2008 menggunakan alat uji Wilks Lambda Manova.

(8)

Analisis data akan menggunakan software statistik, yaitu SPSS versi 17.0. Dasar pertimbangan pengambilan kesimpulan atas hipotesis yang telah dirumuskan adalah sebagai berikut:

1. Jika signifikansi pengujian lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu terdapat perbedaan kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur pada periode sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

2. Jika signifikansi pengujian lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, yaitu tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur pada periode sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Pada hari ini Rabu Tanggal Lima belas Bulan Maret Tahun Dua Ribu Tujuh Belas, kami selaku Pokja ULP Perencanaan Pembuatan Konstruksi Penahan Tebing Sungai (Sheet Pile)

Dari parameter–parameter kualitatif tersebut, tampak bahwa, filosofi–filosofi pengendalian PID yang dibuat dengan pendekatan logika fuzzy pada daerah 3 dan daerah yang

Penataan bagi ruang kelas anak berkebutuhan khusus pada intinya sama saja dengan penataan pada ruang kelas orang normal, hanya saja perbedaaan terletak pada

The slave VCSEL is shown to respond only strongly to the wavelength but not the data from the master DFB laser, with good upstream transmission performance obtained over 25-km

Reforma agraria atau pembaruan agraria sebagai suatu gagasan atau ide yang kemudian diwujudkan dalam pelaksanaan suatu kebijakan, mengalami perubahan dan perkembangan baik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterandalan informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah, dimana faktor yang mempengaruhi

Berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan dan analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti, secara makro dapat disimpulkan bahwa proses implementasi

Anggaran untuk sasaran kegiatan Meningkatnya daya ungkap Bahasa Indonesia sebesar Rp173.478.000 (Seratus tujuh puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh delapan ribu