• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN KAYU HUTAN RAKYAT HASIL UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI KREATIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMANFAATAN KAYU HUTAN RAKYAT HASIL UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI KREATIF"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN KAYU HUTAN RAKYAT HASIL

TEKNOLOGI PENGAWETAN RAMAH LINGKUNGAN TEKNOLOGI PENGAWETAN RAMAH LINGKUNGAN

UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI KREATIF

Arinana Trisna Priadi

Istie Sekartining Rahayu

Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

(2)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Produksi kayu bulat pada tahun 1996/1997 tercatat sebesar Produksi kayu bulat pada tahun 1996/1997 tercatat sebesar 26,0 juta m3 turun drastis menjadi 13,5 juta m3 pada tahun 26,0 juta m3 turun drastis menjadi 13,5 juta m3 pada tahun 2004/2005 (Departemen Kahutanan Indonesia, 2006).

2004/2005 (Departemen Kahutanan Indonesia, 2006).

Sementara itu jumlah penduduk terus bertambah Sementara itu jumlah penduduk terus bertambah

(diperkirakan tahun 2010 sebesar 231 juta jiwa, meningkat (diperkirakan tahun 2010 sebesar 231 juta jiwa, meningkat 24 juta jiwa dari tahun 2000).

24 juta jiwa dari tahun 2000).

Ini berarti

Ini berarti kebutuhan bahan bangunan berupa kayu untuk kebutuhan bahan bangunan berupa kayu untuk perumahan dan furniture juga

perumahan dan furniture juga akan mengalami peakan mengalami peningkatningkatanan

p j g

p j g gg pp gg

dari tahun ke tahun dari tahun ke tahun..

(3)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Konsumsi rata

Konsumsi rata--rata kayu bulat Indonesia sepanjang rata kayu bulat Indonesia sepanjang y y p p j j g g tahun 1999

tahun 1999 – – 2004 2004 sekitar 40 juta sekitar 40 juta m3/ m3/tahun. Jauh tahun. Jauh di atas kemampuan hutan alam menyediakan

di atas kemampuan hutan alam menyediakan pasokan secara lestari yang hanya rata

pasokan secara lestari yang hanya rata--rata rata pasokan secara lestari yang hanya rata

pasokan secara lestari yang hanya rata--rata rata sebesar 6,9 juta

sebesar 6,9 juta m3/ m3/tahun tahun..

Propinsi Jawa Barat yang terdiri dari 16 kabupaten Propinsi Jawa Barat yang terdiri dari 16 kabupaten dan 8 kotamadya ini memiliki potensi kayu hutan dan 8 kotamadya ini memiliki potensi kayu hutan rrakyat yang besar yang belum dimanfaatkan akyat yang besar yang belum dimanfaatkan

rrakyat yang besar, yang belum dimanfaatkan akyat yang besar, yang belum dimanfaatkan secara optimal.

secara optimal.

(4)

Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian

„

„

Oleh karena itu melalui penelitian Oleh karena itu melalui penelitian ini ini kami kami ingin ingin

„

„

Oleh karena itu melalui penelitian Oleh karena itu melalui penelitian ini ini, kami , kami ingin ingin mengetahui

mengetahui potensi kayu hutan rakyat potensi kayu hutan rakyat di Jawa di Jawa Barat.

Barat.

„

„

Mengetahui sifat dasar (sifat fisis dan mekanis) Mengetahui sifat dasar (sifat fisis dan mekanis) kayu rakyat potensial di Jawa Barat.

kayu rakyat potensial di Jawa Barat.

(5)

B Ali P liti

B Ali P liti

Bagan Alir Penelitian

Bagan Alir Penelitian

(6)
(7)

METODE METODE METODE METODE

„

„ Penelitian diawali dengan kegiatan survei potensi kayu Penelitian diawali dengan kegiatan survei potensi kayu hutan rakyat di Jawa Barat dengan mengambil 11

hutan rakyat di Jawa Barat dengan mengambil 11 yy gg gg

kabupaten yang ada di Jawa Barat (Garut, Sukabumi, kabupaten yang ada di Jawa Barat (Garut, Sukabumi,

Indramayu, Sumedang, Purwakarta, Tasikmalaya, Cianjur, Indramayu, Sumedang, Purwakarta, Tasikmalaya, Cianjur, Bandung, Kuningan, Subang, dan Bogor). Pemilihan ke

Bandung, Kuningan, Subang, dan Bogor). Pemilihan ke--11 11 kabupaten dari 16 kabupaten yang ada di Jawa Barat

kabupaten dari 16 kabupaten yang ada di Jawa Barat adalah berdasarkan luas ladang pada masing

adalah berdasarkan luas ladang pada masing--masing masing kabupaten, dimana ke

kabupaten, dimana ke--11 kabupaten terpilih adalah 11 kabupaten terpilih adalah

kabupaten yang memiliki ladang terluas (BPS Jawa Barat kabupaten yang memiliki ladang terluas (BPS Jawa Barat kabupaten yang memiliki ladang terluas (BPS Jawa Barat, kabupaten yang memiliki ladang terluas (BPS Jawa Barat, 2007).

2007).

„

„ MasingMasing--masing kabupaten diambil dua kecamatan yang masing kabupaten diambil dua kecamatan yang akan disurvei sehingga jumlah lokasi survei adalah 22 akan disurvei sehingga jumlah lokasi survei adalah 22 akan disurvei, sehingga jumlah lokasi survei adalah 22 akan disurvei, sehingga jumlah lokasi survei adalah 22 kecamatan (bekerja sama dengan Dinas Kehutanan kecamatan (bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat).

Propinsi Jawa Barat).

Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis

„

„ Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis kayu rakyat potensial

kayu rakyat potensial

(8)

Sifat Fisis Sifat Fisis Sifat Fisis Sifat Fisis

„

„

Kadar Air Segar Kadar Air Segar

„

„

Kadar Air Segar Kadar Air Segar

„

„

Kembang Susut Kembang Susut

K t

K t

„

„

Kerapatan Kerapatan

„

„

Berat Jenis Berat Jenis

„

„

Kadar Air Titik Jenuh Serat Kadar Air Titik Jenuh Serat

(9)

Sifat Mekanis Sifat Mekanis Sifat Mekanis Sifat Mekanis

„

„

Kekuatan Tekan Kekuatan Tekan

„

„

Kekuatan Tekan Kekuatan Tekan

„

„

Kekuatan Lentur Kekuatan Lentur

K k K

K k K

„

„

Kekerasan Kayu Kekerasan Kayu

(10)

Klasifikasi KH Felix Yap (1964) Klasifikasi KH Felix Yap (1964) Klasifikasi KH Felix Yap (1964) Klasifikasi KH Felix Yap (1964)

Kelas Kuat Berat Jenis MOR Tekan //

Kelas Kuat Berat Jenis MOR

(kg/cm2) Tekan //

Serat (kg/cm2)

I > 0 90 > 1 100 > 580

I > 0,90 > 1.100 > 580

II 0,90 – 0,60 725 – 1.100 410 – 580 III 0,60 – 0,40 500 – 725 309 – 410

IV 0,40 – 0,30 360 – 500 209 – 309

V < 0,30 < 360 < 209

(11)

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN Daftar Lokasi Survei

Daftar Lokasi Survei

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN

No Kabupaten Kecamatan yang Di Survey 1 Bogor Cariu dan Kalapa Nunggal

2 G t M l b d Li b

2 Garut Malangbong dan Limbangan 3 Sukabumi Simpenan dan Lengkong 4 Indramayu Pasekan dan Cantigi

5 Sumedang Sumedang Selatan dan Tanjung Medan 6 Purwakarta Darangdan dan Sukatani

7 Tasikmalayay Bantar Kalong dan Culamegag g 8 Cianjur Mande dan Warung Kondang 9 Bandung Cipatay dan Pacet

10 K i Ci i b d K i

10 Kuningan Ciawigebang dan Kuningan 11 Subang Cipeundeuy dan Pusakanagara

(12)

Jenis Kayu Rakyat Potensial Jenis Kayu Rakyat Potensial

No. Jenis Pohon Tahun Tanam Umur panen (th) Diameter saat dipanen (cm) dipanen (cm)

1 Mahoni 1997 25 25-30

2 Jeunjing (Sengon) 1997-2007 3-10 10-55

3 Jati 1985 - 2004 20-25 30-40

4 Mindi 2003 8 30-40

5 Manglid - - -

6 Suren - - 25-30

7 Maesopsis - - 20-40

8 Gmelina 1995 20 20

9 Durian 1990-2006 20-40 20-50

9 Durian 1990 2006 20 40 20 50

10 Angsana - 20-50

11 Nangka 1992-2000 20-30 20-40

12 Flamboyan - - 20-50

13 Menteng - - 20-55

14 R l 30 40

14 Rasamala - - 30-40

15 Rambutan 1989-2000 20-30 20-40

16 Lamtoro - 20-25 20-40

17 Mangium 2003 5 25-35

18 Karet 1988 25 25-30

19 Jelutung - - -

20 Petai 1993-1997 20-25 20-40

21 Jengkol 1995-2002 20 20-40

22 Manii 2002-2005 3-8 10-45

23 K k 20 50

23 Kapuk - - 20-50

24 Kecapi 1997-2005 6-20 20-40

25 Sawo - - 20-40

26 Mangga 1990-2002 20-30 20-55

27 Kemang 1985-1988 25 25-45

(13)

„

„

Pemakaian kayu hutan rakyat oleh pemiliknya, Pemakaian kayu hutan rakyat oleh pemiliknya, selain dipakai untuk keperluan sendiri, kayu

selain dipakai untuk keperluan sendiri, kayu--kayu kayu tersebut juga ada yang dijual ke industri

tersebut juga ada yang dijual ke industri-- tersebut juga ada yang dijual ke industri tersebut juga ada yang dijual ke industri

insudstri kayu di sekitarnya. Untuk industri insudstri kayu di sekitarnya. Untuk industri penggergajian umumnya memproduksi bahan penggergajian umumnya memproduksi bahan

bang nan be pa balok papan kaso eng boks bang nan be pa balok papan kaso eng boks bangunan berupa balok, papan, kaso, reng, boks, bangunan berupa balok, papan, kaso, reng, boks, pallet dan kotak telur.

pallet dan kotak telur.

„

„

Mengingat keterbatasan kualitas bahan baku Mengingat keterbatasan kualitas bahan baku tidak semua ukuran produk tersebut (terutama tidak semua ukuran produk tersebut (terutama

j ) i d k k d di

j ) i d k k d di

panjang) sesuai dengan ukuran kayu yang ada di panjang) sesuai dengan ukuran kayu yang ada di pasaran.

pasaran.

(14)

„

„ Kayu rakyat juga digunakan pada industri sekunder yaitu Kayu rakyat juga digunakan pada industri sekunder yaitu industri pengolahan kayu menjadi produk akhir seperti industri pengolahan kayu menjadi produk akhir seperti

kusen dan daun pintu, kusen jendela, list profile, peti kaca, kusen dan daun pintu, kusen jendela, list profile, peti kaca, perabot rumah tangga seperti kursi tamu, kursi makan,

perabot rumah tangga seperti kursi tamu, kursi makan,

b ff t t t tid l i k i l i k j

b ff t t t tid l i k i l i k j

buffet, tempat tidur, lemari pakaian, lemari makan, meja buffet, tempat tidur, lemari pakaian, lemari makan, meja belajar, rak buku, bangku sekolah, kursi santai, meja rias belajar, rak buku, bangku sekolah, kursi santai, meja rias dan meja telepon.

dan meja telepon.

(15)

Sifat Fisis Sifat Fisis

kadar air segar 180.00

sengon nangka rasamala

t

120.00 140.00 160.00

%)

menteng rambutan lamtoro mangium karet

60.00 80.00 100.00

kadar air (%

jelutung angsana flamboyan petai kapuk

0.00 20.00 40.00

1

manii durian kecapi kemang 1 sawo

jenis kayu jengkol

mangga

KA segar tertinggi (159,63%) kayu kapuk. KA segar terrendah (16,84%) g gg ( , ) y p g ( , ) kayu nangka.

Dipengaruhi oleh kerapatan dan berat jenis. BJ tinggi biasanya KA segar rendah. KA mempengaruhi proses pengawetan Æ perlu KA rendah Æ waktu.

(16)

Sifat Fisis Sifat Fisis

kerapatan segar

1 00 1.20

sengon nangka rasamala menteng

0.80 1.00

gar (g/cm3)

rambutan lamtoro mangium karet jelutung

0.40 0.60

kerapatan seg j g

angsana flamboyan petai kapuk manii

0.00 0.20

1

manii durian kecapi kemang sawo jengkol

jenis kayu jengkol

mangga

Perbandingan masa dengan volume. Sangat dipengaruhi oleh KA. KA tinggi ke p t n tinggi Ke p t n k p d kondi i eg > ke ing tinggi, kerapatan tinggi. Kerapatan kayu pada kondisi segar > kering udara > kering tanur.

Tertinggi 1,04 gr/cm3 (sawo). Terendah 0,29 g/cm3 (sengon).

(17)

Sifat Fisis Sifat Fisis

berat jenis

0.80

0.90 sengon

nangka ras amala

0 50 0.60 0.70

is

menteng ram butan lam toro mangium karet

0.30 0.40 0.50

berat jen

jelutung angs ana flam boyan petai kapuk

0.00 0.10

0.20 manii

durian kecapi kem ang sawo 1

jenis kayu

jengkol mangga

Perbandingan berat kering tanur dengan volume. Nilai BJ biasanya g g g y berimplikasi terhadap kelas kuat.

Nilai tertinggi 0,77 pada kayu sawo dan nilai terrendah 0,25 pada kayu sengon dan kapuk.

(18)

Kelas Kuat Berat Jenis MOR Tekan //

Kelas Kuat Berat Jenis MOR

(kg/cm2) Tekan //

Serat (kg/cm2)

I > 0,90, > 1.100 > 580

II 0,90 – 0,60 725 – 1.100 410 – 580

III 0,60 – 0,40 500 – 725 309 – 410

IV 0 40 0 30 360 500 209 309

IV 0,40 – 0,30 360 – 500 209 – 309

V < 0,30 < 360 < 209

Berdasarkan klasifikasi dari KH Felix Yap (1964) hasil pengujian BJ dari 20 jenis kayu rakyat : 55% kelas kuat IV dan V.

(19)

Sifat Fisis Sifat Fisis

kadar air titik jenuh serat

90 00 100.00

sengon nangka rasamala menteng rambutan

60 00 70.00 80.00 90.00

h serat (%)

rambutan lamtoro mangium karet jelutung

30.00 40.00 50.00 60.00

r air titik jenuh jelutung

angsana flamboyan petai kapuk

0.00 10.00 20.00 30 00

kadar p

manii durian kecapi kemang 1

jenis kayu

sawo jengkol mangga

Sangat penting karena merupakan titik kritis mulai terjadinya proses Sangat penting karena merupakan titik kritis mulai terjadinya proses penyusutan kayu Æ perubahan dimensi.

Nilainya hampir seragam (15% -30%), kecuali pada kapuk (ada cacat pecah dalam).

(20)

Sifat Mekanis Sifat Mekanis

1400.00

MOR sengon

nangka rasamala menteng

1000.00 1200.00

rambutan lamtoro mangium karet

600.00 800.00 MOR (kg/cm2)

jelutung angsana flamboyan petai

0 00 200.00

400.00 kapuk

manii durian kecapi 0.00

1 jenis kayu

kemang sawo jengkol mangga

Nilai tertinggi 1.258,35 kg/cm2 pada kayu Rasamala Nilai terrendah pada kayu kapuk 85,60 kg/cm2

(21)

Kelas Kuat Berat Jenis MOR Tekan //

Kelas Kuat Berat Jenis MOR

(kg/cm2) Tekan //

Serat (kg/cm2)

I > 0,90, > 1.100 > 580

II 0,90 – 0,60 725 – 1.100 410 – 580

III 0,60 – 0,40 500 – 725 309 – 410

IV 0 40 0 30 360 500 209 309

IV 0,40 – 0,30 360 – 500 209 – 309

V < 0,30 < 360 < 209

Berdasarkan klasifikasi dari KH Felix Yap (1964) hasil pengujian MOR dari 20 jenis kayu rakyat : 45% kelas kuat IV dan V.

(22)

Sifat Mekanis Sifat Mekanis

14000.00

MOE sengon

nangka rasamala menteng rambutan

8000.00 10000.00 12000.00

rambutan lamtoro mangium karet jelutung

4000.00 6000.00

MOE (kg/cm2) angsana

flamboyan petai kapuk manii

0.00 2000.00

1 jenis kayu

durian kecapi kemang sawo jengkol jengkol mangga

Nilai tertinggi 128.655 kg/cm2 pada kayu rasamala. Nilai terrendah 8 030 k / 2 d k k k

8.030 kg/cm2 pada kayu kapuk.

Berdasar klasifikasi Den Berger (1921) hasil pengujian MOE sebanyak 65% masuk dalam kelas kuat IV dan V (< 70.000 kg/cm2).

(23)

Sifat Mekanis Sifat Mekanis

Kekerasan arah Tangensial sengon

nangka rasamala

1000 1200

rasamala menteng rambutan lamtoro mangium

600 800

Kekerasan (kg/cm2)

mangium karet jelutung angsana flamboyan

200 400

flamboyan petai kapuk manii durian 0

1 jenis kayu

durian kecapi kemang sawo jengkol jengkol mangga

(24)

Sifat Mekanis Sifat Mekanis Sifat Mekanis Sifat Mekanis

Kekerasan arah Radial sengon

900 1000

nangka rasamala menteng rambutan

600 700 800

900 lamtoro

mangium karet jelutung

200 300 400 500

kekerasan (kg/cm2) angsana

flamboyan petai kapuk

0 100 200

1

manii durian kecapi kemang

jenis kayu sawo

jengkol mangga

(25)

Kekerasan Kekerasan Kekerasan Kekerasan

„

„

Kayu dengan sifat kekerasan yang Kayu dengan sifat kekerasan yang

„

„

Kayu dengan sifat kekerasan yang Kayu dengan sifat kekerasan yang tinggi diperlukan antara lain untuk tinggi diperlukan antara lain untuk lantai rumah bagian tepi pada peti lantai rumah bagian tepi pada peti lantai rumah, bagian tepi pada peti, lantai rumah, bagian tepi pada peti, mesin tenun dll.

mesin tenun dll.

Nilai tertinggi pada kayu sawo dan Nilai tertinggi pada kayu sawo dan

„

„

Nilai tertinggi pada kayu sawo dan Nilai tertinggi pada kayu sawo dan terrendah pada kayu kapuk.

terrendah pada kayu kapuk.

(26)

SIMPULAN SIMPULAN SIMPULAN SIMPULAN

„

„ Berdasarkan hasil survei diperoleh hasil bahwa terdapat 27 Berdasarkan hasil survei diperoleh hasil bahwa terdapat 27 jenis kayu hutan rakyat yang paling dominan dan potensial jenis kayu hutan rakyat yang paling dominan dan potensial di Jawa Barat yaitu angsana, nangka, flamboyan, menteng, di Jawa Barat yaitu angsana, nangka, flamboyan, menteng, rasamala, rambutan, lamtoro, mangium, karet, jelutung, rasamala, rambutan, lamtoro, mangium, karet, jelutung,

i j k l ii k k d i k i i j k l ii k k d i k i

sengon, petai, jengkol, manii, kapuk, durian, kecapi, sawo, sengon, petai, jengkol, manii, kapuk, durian, kecapi, sawo, mangga, kemang, manglid, suren, sengon, mahoni, jati, mangga, kemang, manglid, suren, sengon, mahoni, jati, mindi dan gmelina.

mindi dan gmelina.

H il ji if t fi i d k i t h d 20 j i H il ji if t fi i d k i t h d 20 j i

„

„ Hasil pengujian sifat fisis dan mekanis terhadap 20 jenis Hasil pengujian sifat fisis dan mekanis terhadap 20 jenis kayu rakyat potensial di Jawa Barat, rata

kayu rakyat potensial di Jawa Barat, rata--rata 55% masuk rata 55% masuk dalam kelas kuat IV dan V,(berdasarkan pengklasifikasian dalam kelas kuat IV dan V,(berdasarkan pengklasifikasian KH Felix Yap dan Den Berger)

KH Felix Yap dan Den Berger) KH Felix Yap dan Den Berger).

KH Felix Yap dan Den Berger).

(27)

SARAN SARAN SARAN SARAN

Sifat dasar yang penting untuk diteliti Sifat dasar yang penting untuk diteliti Sifat dasar yang penting untuk diteliti Sifat dasar yang penting untuk diteliti lebih lanjut adalah keawetan kayu

lebih lanjut adalah keawetan kayu hutan rakyat ini sehingga dapat hutan rakyat ini sehingga dapat hutan rakyat ini, sehingga dapat hutan rakyat ini, sehingga dapat ditentukan perlakuan yang harus ditentukan perlakuan yang harus

dilakukan sebelum kayu digunakan dilakukan sebelum kayu digunakan dilakukan sebelum kayu digunakan dilakukan sebelum kayu digunakan untuk meningkatkan masa pakainya.

untuk meningkatkan masa pakainya.

(28)

Rencana Publikasi Rencana Publikasi

Journal of Tropical Forest Sciences Journal of Tropical Forest Sciences

(Forest Research Institute Malaysia/FRIM)

(Forest Research Institute Malaysia/FRIM)

(Forest Research Institute Malaysia/FRIM)

(Forest Research Institute Malaysia/FRIM)

(29)

Penelitian Tahun Ke

Penelitian Tahun Ke -- 2 2 Penelitian Tahun Ke

Penelitian Tahun Ke 2 2

Penelitian tahun kedua berupa Penelitian tahun kedua berupa p p pengujian keawetan alami,

pengujian keawetan alami,

keterawetan, pengawetan dengan keterawetan, pengawetan dengan rendaman dingin dan fumigasi

rendaman dingin dan fumigasi rendaman dingin dan fumigasi.

rendaman dingin dan fumigasi.

Pengujian efikasi dilakukan secara Pengujian efikasi dilakukan secara laboratorium dan lapangan dengan laboratorium dan lapangan dengan

d d d 8

d d d 8

mengacu pada standard ASTM 2008.

mengacu pada standard ASTM 2008.

(30)

Terimakasih

Terimakasih

Terimakasih

Terimakasih

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,dapat disimpulkan bahwa Kota Magelang mengalami peningkatan perolehan suara sah di tiap kelurahan dengan kemenangan partai

Jadi hipotesa menyatakan masalah siswa dalam kemampuan menulis teks naratif dari kelas sebelas IPA A di SMA Islam Tuan Sokolangu Gabus Pati tahun ajaran

Selama 4 (empat) tahun terakhir pernah memiliki pengalaman menyediakan barang baik dilingkungan pemerintah atau swasta untuk pengadaan barang yang sejenis, termasuk

Pengujian keseluruhan sistem obstacle avoidence pada differential steering mobile robot ini meliputi pengujian penentuan arah menghindar robot dan pemilihan

statis; (2) Penyimpanan arsip dilakukan secara mandiri dengan menggunakan klasifikasi sistem masalah; (3) Pengelolaan arsip dinamis aktif meliputi: penerimaan arsip,

Populasi penelitian ialah semua data rekam medik pasien Bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut yang dirawat jalan dan mendapat pengobatan antibiotik di RSUP

Drone selfie adalah selfie yang dilakukan dengan menggunakan sebuah mesin terbang tanpa awak yang dilengkapi kamera dan dikendalikan dari jarak jauh dengan

Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada ekuitas kecuali untuk