I
PUTUSAN SAliINAN
NOMOR 32 K/PID/2016 UNTUK DINAS DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
MAHKAMAH AGUNG
Memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat kasasi telah memutuskan
sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
Na ma : MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH alias
VERY bin UNTUNG SUJADI;
Tempat lahir : Kendal;
Umur/tanggal lahir : 23 tahun/13 September 1992;
Jenis kelamin : Lakl-laki;
Kebangsaan ; Indonesia;
Tempat tinggal :Kampung Jagalan RT. 007/002, Desa Kutoharjo,
Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal;
Agama : islam;
Pekerjaan :Karyawan PT. Sumi Rubber Indonesia Dunlop;
Terdakwa ditahan di dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik sejak tanggal 16 Pebruari 2015 sampai dengan tanggal 7 Maret
2015;
2. Perpanjangan penahanan oleh Penuntut Umum sejak tanggal 8 Maret 2015
sampai dengan tanggal 16 April 2015;
3. Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 17
April 2015 sampai dengan tanggal 26 Mel 2015;
4. Penuntut Umum sejak tanggal 15 Juni 2015 smpal dengan tanggal 4 Jull
2015:
5. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 29 Juni 2015 sampai dengan tanggal
28 Juli 2015;
6. Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 29 Juli
2015 sampai dengan tanggal 26 September 2015;
7. Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 27
September 2015 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2015;
8. Hakim Pengadilan Tinggi sejak tanggal 6 Oktober 2015 sampai dengan
tanggal 4 Nopember 2015;
9. Perpanjangan penahanan oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal
5 Nopember 2015 sampai dengan tanggal 3 Januari 2016;
r
JO.Berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung R.l. u.b. Ketua Muda Pidana tanggal 21 Desember 2015 Nomor 702/2015/S.316.TAH/PP/2015/
MA.. Terdakwa diperintahkan untuk ditahan selama 50 (lima puluh) hari sejak
tanggal 3 Desember 2015;
H.Perpanjangan penahanan berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung R.l. u.b. Ketua Muda Pidana tanggal 21 Desember 2015 Nomor 703/2015/
S.316.TAH/PP/2015/MA., Terdakwa diperintahkan untuk ditahan selama 60
(enam puluh) hari sejak tanggal 22 Januari 2016;
Terdakwa diajukan di persidangan Pengadilan Negeri Punwakarta karena
kwa dengan dakwaan sebagai berikut:
TU lAIR:
•JJJ Bahwa ia Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH
Jiflas VERY bin UNTUNG SUJADI pada hari Minggu tanggal 15 Februri 2015
sekira pukul 01.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Februari 2015 bertempat di Kampung Pasir Kihiang RT. 14 RW, 06, Desa Lebak Anyar, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Purwakarta atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Punwakarta yang memeriksa dan mengadili perkaranya, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, perbuatan mana dilakukan oleh Terdakwa
dengan cara-cara sebagai berikut:
Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas awalnya pada
han Sabtu tanggal 14 Februari 2015 sekira pukul 16.30 WIB ketika Terdakwa
sedang melakukan aktifitas perkerjaan di PT. Sumi RIbber Indonesia Dunlop sebagai operator produksi ditegur oleh saksi Widodo mengenai kesalahan di dalam perkerjaannya yaitu mendorong rak row cover dan membawa botol minuman di area mesin dengan kata-kata "kalau kamu tidak mau terima
teguran saya kamu saya iaporkan ke HRD dan kamu ngomong anjing atau
mengajak saya berantem ayo di luar" dengan adanya perkataan dari saksi
WIDODO tersebut membuat Terdakwa tersinggung dan terngiang-nglang atau ingat terus dipikiran Terdakwa, lalu Terdakwa pulang dari tempat ketja menuju
tempat kontrakannya kemudian sekira pukul 01.00 wib Terdakwa tiba di rumah kontrakan Terdakwa di daerah Sadang Purwakarta, Terdakwa masih teringat terus perkataan yang disampaikan saksi WIDODO kepada Terdakwa
hingga membuat Terdakwa emosi kemudian timbul niat Terdakwa untuk
mendatangi njmah saksi Widodo (suami korban) untuk diberi peringatkan
Hal. 2 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
akan apa yang diucapannya dan akan diajak duel atau bertarung, selanjutnya Terdakwa mengganti baju seragam kerja dengan pakaian blasa, Terdakwa memakai sweter wama hitam bertullskan HURLEY serta menylapkan sebilah pisau yang Terdakwa masukan ke dalanfi tas slempang warna hitam kemudian Terdakwa berangkat menuju ke rumah saksi WIDODO (suami korban) dengan mengunakan sepeda motor Yamaha VIxon dan setelah sampal dl rumah saksi
Widodo lalu Terdakwa memberhentlkan sepeda motomya di depan Masjid lalu Terdakwa turun dan berjalan mendekati rumah korban dan sesampainya di rumah korban Terdakwa kemudian mengetuk pintu dengan mengunakan
ngan dan tidak lama dibukakan pintu oleh korban sdri. SRI ROSWATI
«|mbil bertanya kepada Terdakwa "siapa kamu dan Terdakwa jawab saya
annya pak WIDODO" akan tetapi korban tidak percaya dengan perkataan
^ rdakwa sambil mendorong pintu hingga mengenai kepala Terdakwa sampai
erdakwa tersungkur/jatuh di lantai dan pada saat itu Terdakwa mendengar korban lari ke dalam kamar sambil berteriak maling mendengar teriakan dari korban kalau Terdakwa kemudian Terdakwa mematikan saklar skring lampu yang posisinya berada di luar rumah di samping pintu dengan maksud supaya tidak terlihat oleh korban atau oleh orang lain dari luar, setelah itu Terdakwa masuk ke rumah dan mengejar korban sdri. SRI ROSWATI yang masuk ke dalam kamar setelah Terdakwa masuk ke dalam kamar Terdakwa mengambil sebilah pisau yang ada di dalam tas yang dibawanya lalu menusukannya ke tubuh korban dari arah belakang sehingga mengenai di bagian punggung yang dilakukan berulang kali dengan cara tanggan kiri Terdakwa memegang badan korban dengan posisi telungkup dan tangan kanan menusuk pisau yang dipegangnya dan setelah melihat korban sdri. SRI ROSWATI tersungkur
bersimbah darah dan pada saat itu kedua anak korban memukul badan
Terdakwa dari arah belakang, hingga Terdakwa tambah emosi dan pada saat
itu juga Terdakwa putar badan dan Terdakwa melihat korban Amelia Agustin
dalam posisi ketakutan lalu Terdakwa kembali menusukan pisau yang ada
pada saat itu masih dipegangnya sebanyak lebih dari satu kali hingga
bersimbah darah. kemudian Terdakwa melihat korban Alfian berteriak
menangis berdiri di tembok lalu Terdakwa tusuk dengan mengunakan alat
yang sama dari arah depan dan mengenai bagian dadanya dan jatuh ke lantai
tidak berdaya setelah Terdakwa melihat ketiga korban tersungkur lalu
Terdakwa keluar dari pintu semula dan melihat di luar sudah banyak orang
berdiri di depan pintu pagar dari salah seorang menanyakan kepada
Terdakwa "siapa kamu" dan dijawab Terdakwa "saya ponakan sdr. WIDODO
dari jawa" kemudian orang tersebut menanyakan kembali kepada Terdakwa dimana sdri. SRI ROSWATI dan dijawab oleh Terdakwa ada di dalam kamar sedang menyusui anaknya karena tidak percaya dengan omongan Terdakwa
maka salah satu warga masuk ke dalam rumah dan berteriak minta tolong
setelah mendengar teriakan minta tolong maka Terdakwa diamankan oleh
warga kemudian Terdakwa berontak mau nalk motor namun tetap dihalang- halangi oleh warga dan dipukuli hlngga Terdakwa tersungkur kemudian Terdakwa bangun dan lari namun tetap dikejar oleh Satpam kemudian rdakwa merebut sangkur mlllk Satpam dan selanjutnya sangkur tersebut
Te dakwa acung-acungkan ke arah Satpam dan warga yang lain sampai
T^dakwa berhasil mendekati sepeda motor Yamaha VIXION warna hitam
ilik Terdakwa hlngga akhlrnya Terdakwa berhasil melarikan dirl kemudian Terdakwa melarikan diri ke jalan arah Wanayasa kemudian keluartembus ke jalan Munjul kemudian Terdakwa pulang ke rumah kontrakan hari masih
gelap, kemudian Terdakwa membersihkan dirl dengan mencuci kepala Terdakwa dan kemudian ganti baju dan selanjutnya Terdakwa menuju ke
mesjid Al-falah Sadang untuk Istlrahat;
- Kemudian sekira pukul 18.30 WIB Terdakwa bangun dan mau kembali ke rumah untuk mengambil pakalan guna akan melarikan dirl ke Kendal akan tetapl sebelum sampai dl rumah kontrakan di Gang Ai Falah Terdakwa ditangkap oleh petugas kepollslan untuk dlproses lebih lanjut;
Berdasarkan hasil Visum et Repertum Nomor RA/eR/08/ll/2015/Dokpoi
tanggal 28 Februarl 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Numl Alda Fathya. SdF. dokter Speslalis Forenslk dl Rumah Sakit Bhayangkara Sartlka Aslh Bandung bertempat di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Sartlka Aslh Bandung telah melakukan pemerlksaan bedah jenazah atas nama SRI
ROSWATI dengan keslmpulan sebagal berikut:
- Pada pemerlksaan mAyat perempuan berusia tiga puluh lima sampai dengan empat puluh tahun yang dalam keadaan mengandung antara dua belas hlngga empat belas minggu ini, ditemukan lima buah luka terbuka pada punggung akibat kekerasan tajam yang seluruhnya menembus rongga dada, pada pemerlksaan dalam ditemukan darah pada rongga dada kiri dan kandung jantung terpotongnya paru kiri, kandung jantung, batang nadi, dlsertai resapan darah yang luas paru kiri yang kempls organ-organ
lain tanpak pusat, menuait sifat dan gambaran lukanya, luka diakibatkan senjata tajam bermata satu dengan panjang minimal empat belas koma
delapan sentlmeter;
Hal. 4 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
Sebab kematian pada jenazah ini adalah akibat kekerasan tajam pada
punggung yang memotong jantung dan batang nadi. dan menimbulkan
pendarahan. Perkiraan waktu kematian antara empat belas Februari tahun
dua ribu lima belas pukul kosong-kosong lewat empat puluh menit waktu
Indonesia bagian barat;
Perbuatan Terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340
KUHP:
SUBSIDAIR:
Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH alias
;Y bin UNTUNG SUJADI pada hari IVIinggu tanggal 15 Februri 2015 sekira I 01.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Februari bertempat di Kampung Pasir Kihiang RT. 14 RW. 06, Desa Lebak Anyar,
fecamatan Pesawahan, Kabupaten Purwakarta, atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Purwakarta yang memeriksa dan mengadili perkaranya, dengan sengaja
merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan, perbuatan mana dilakukan oleh Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:
Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas awalnya pada
hari Sabtu tanggal 14 Februari 2015 sekira pukul 16.30 WIB ketika Terdakwa sedang melakukan aktifitas perkerjaan di PT. Sumi Ribber Indonesia Dunlop sebagai operator produksi ditegur oleh saksi Widodo mengenai kesalahan di dalam perkerjaannya yaitu mendorong rak row cover dan membawa botol minuman di area mesin dengan kata-kata "kalau kamu tidak mau terima teguran saya kamu saya laporkan ke HRD dan kamu ngomong anjing atau
mengajak saya berantem ayo di luar" dengan adanya perkataan dari saksi
WIDODO tersebut membuat Terdakwa tersinggung dan temgiang-ngiang atau ingat terus di pikiran Terdakwa, lalu Terdakwa puiang dari tempat kerja
menuju tempat kontrakannya kemudian sekira pukul 01.00 WIB Terdakwa tiba di rumah kontrakan Terdakwa di daerah Sadang Purwakarta, Terdakwa masih teringat terus perkataan yang disampaikan saksi WIDODO kepada Terdakwa hingga membuat Terdakwa emosi kemudian timbul niat Terdakwa untuk mendatangi rumah saksi Widodo (suami korban) untuk diberi peringatkan akan apa yang diucapannya dan akan diajak duel atau bertarung, selanjutnya Terdakwa mengganti baju seragam keija dengan pakaian biasa, Terdakwa memakai sweter wama hitam bertuliskan HURLEY serta menyiapkan sebilah pisau yang Terdakwa masukan ke dalam tas slempang
wama hitam kemudian Terdakwa berangkat menuju ke rumah saksi WIDODO
(suami korban) dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Vixon dan setelah sampai di rumah saksi Widodo lalu Terdakwa memberhentikan sepeda motornya di depan Masjid lalu Terdakwa turun dan berjalan mendekati rumah korban dan sesampainya di rumah korban Terdakwa kemudian mengetuk pintu dengan mengunakan tangan dan tidak lama dibukakan pintu
oleh korban sdri. SRI ROSWATI sambii bertanya kepada Terdakwa "siapa kamu dan Terdakwa jawab saya temannya pak WIDODO" akan tetapl korban tidak percaya dengan perkataan Terdakwa sambii mendorong pintu hingga
lengenai kepala Terdakwa sampai Terdakwa tersungkur/jatuh di lantai dan Ida saat itu Terdakwa mendengar korban lari ke dalam kamar sambii irteriak maling mendengar teriakan dari korban lalau Terdakwa kemudian rdakwa mematikan saklar skring lampu yang posislnya berada di luar umah di samping pintu dengan maksud supaya tidak terlihat oleh korban atau
oleh orang lain dari luar, setelah itu Terdakwa masuk ke rumah dan mengejar korban sdri. SRI ROSWATI yang masuk ke dalam kamar setelah Terdakwa masuk ke dalam kamar Terdakwa mengambll sebilah pisau yang ada di dalam tas yang dibawanya lalu menusukannya ke tubuh korban dari arah belakang sehingga mengenai di bagaian punggung yang dilakukan berulang kali dengan cara tanggan kiri Terdakwa memegang badan korban dengan posisi telungkup dan tangan kanan menusuk pisau yang dipegangnya dan setelah melihat korban sdri. SRI ROSWATI tersungkur bersimbah darah dan pada saat itu kedua anak korban memukul badan Terdakwa dari arah belakang.
hingga Terdakwa tambah emosi dan pada saat itu juga Terdakwa putar badan
dan Terdakwa melihat korban Amelia Agustin dalam posisi ketakutan lalu Terdakwa kembali menusukan pisau yang ada pada saat itu masih dipegangnya sebanyak lebih dari satu kali hingga bersimbah darah. kemudian Terdakwa melihat korban Alfian berteriak menangis berdiri ditembok lalu Terdakwa tusuk dengan mengunakan alat yang sama dari arah depan dan
mengenai bagian dadanya dan jatuh ke lantai tidak berdaya setelah Terdakwa melihat ketiga korban tersungkur lalu Terdakwa keluar dari pintu semula dan melihat di luar sudah banyak orang berdiri di depan pintu pagar dari salah
seorang menanyakan kepada Terdakwa "siapa kamu" dan dijawab Terdakwa
"saya ponakan sdr. WIDODO dari jawa" kemudian orang tersebut
menanyakan kembali kepada Tenjakwa dimana sdri. SRI ROSWATI dan
dijawab oleh Terdakwa ada di dalam kamar sedang menyusui anaknya karena tidak percaya dengan omongan Terdakwa maka salah satu warga masuk ke dalam rumah dan berteriak minta tolong setelah mendengar teriakan minta
Hal. 6 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
tolong maka Terdakwa diamankan oleh warga kemudian Terdakwa berontak
mau naik motor namun tetap di halang-halangi oleh warga dan dipukuli hingga Terdakwa tersungkur kemudian Terdakwa bangun dan lari namun tetap dikejar oleh Satpam kemudian Terdakwa merebut sangkur milik Satpam dan
selanjutnya sangkur tersebut Terdakwa acung-acungkan ke arah Satpam dan warga yang lain sampal Terdakwa berhasil mendekati sepeda motor Yamaha
Vixion warna hitam milik Terdakwa hingga akhirnya Terdakwa berhasil melarikan diri kemudian Terdakwa melarikan diri ke jalan arah wanayasa kemudian keluar tembus ke jalan munjul kemudian Terdakwa pulang ke l^ah kontrakan hari masih gelap kemudian Terdakwa memberslhkan diri
igan mencuci kepala Terdakwa dan kemudian ganti baju dan selanjutnya iakwa menuju ke Masjid Al-falah Sadang untuk istirahat;
^^mudian sekira pukul 18.30 WIB Terdakwa bangun dan mau kembali ke
^ rumah untuk mengambil pakalan guna akan melarikan diri ke Kendal akan
tetapi sebelum sampal di rumah kontrakan di Gang Al Falah Terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian untuk diproses lebih lanjut;
Berdasarkan hasil Visum et Repertum Nomor FWeR/08/ll/2015/Dokpol
tanggal 28 Februari 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurul Aida
Fathya, SdF. dokter Spesialis Forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung bertempat di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Sartika
Asih Bandung telah melakukan pemeriksaan bedah jenazah atas nama SRI
ROSWATI dengan kesimpulan sebagai berikut;
Pada pemeriksaan mAyat perempuan berusia tiga puluh lima sampai dengan empat puluh tahun yang dalam keadaan mengandung antara dua belas hingga empat belas minggu ini, ditemukan lima buah luka terbuka pada punggung akibat kekerasan tajam yang seluruhnya menembus rongga dada, pada pemeriksaan dalam ditemukan darah pada rongga dada kiri dan kandung jantung terpotongnya paru kiri, kandung jantung, batang nadi, diserai resapan darah yang luas paru kiri yang kempis organ-organ lain tanpak pusat, menurut sifat dan gambaran lukanya, luka diakibatkan senjata tajam bennata satu dengan panjang minimal empat belas koma
delapan sentimeter;
Sebab kematian pada jenazah ini adalah akibat kekerasan tajam pada
punggung yang memotong jantung dan batang nadi, dan menimbulkan pendarahan. Perkiraan waktu kematian antara empat belas Februari tahun dua ribu lima belas pukul kosong-kosong lewat empat puluh menit waktu
Indonesia bagian barat;
I
Perbuatan Terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338
KUHR;
LEBIH SUBStDAIR:
Bahwa ia Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH alias VERY bin UNTUNG SUJADI pada hari Minggu tanggal 15 Februri 2015 sekira
pukul 01.00 wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Febmari
2015 bertempat di Kampung Pasir Kihiang RT. 14 RW. 06. Desa Lebak Anyar, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Punwakarta atau setidak-tidaknya di suatu '3'n yang masih termasuk datam daerah hukum Pengadilan Negeri
PuWakarta yang memeriksa dan mengadili perkaranya, penganiayaan
mlengakibatkan mati. Perbuatan mana dilakukan oleh Terdakwa dengan cara-
cara sebagai berikut:
^' ^hwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas awalnya pada
lari sabtu tanggal 14 Februari 2015 sekira pukul 16.30 wib ketika Terdakwa
sedang melakukan aktifitas perkerjaan di PT. Sumi Ribber Indonesia Dunlop sebagai operator produksi ditegur oleh saksi Widodo mengenal kesalahan dl dalam perkerjaannya yaitu mendorong rak row cover dan membawa botol minuman di area mesin dengan kata-kata "kalau kamu tIdak mau terima
teguran saya kamu saya laporkan ke HRD dan kamu ngomong anjing atau
mengajak saya berantem ayo di luar" dengan adanya perkataan darl saksi
. WIDODO tersebut membuat Terdakwa tersinggung dan terngiang-ngiang atau ingat terus dipikiran Terdakwa, lalu Terdakwa pulang dari tempat kerja menuju
tempat kontrakannya kemudian sekira pukul 01.00 wib Terdakwa tiba di rumah kontrakan Terdakwa di daerah Sadang Purwakarta, Terdakwa maslh teringat terus perkataan yang disampaikan saksi WIDODO kepada Terdakwa
hingga membuat Terdakwa emosi kemudian timbul niat Terdakwa untuk mendatangi rumah saksi Widodo (suami korban) untuk diberi peringatkan akan apa yang diucapannya dan akan diajak duel atau bertarung, selanjutnya Terdakwa mengganti baju seragam kerja dengan pakaian blasa, Terdakwa memakai sweter wama hitam bertuliskan HURLEY serta menyiapkan sebilah pisau yang Terdakwa masukan kedalam tas slempang warna hitam kemudian Terdakwa berangkat menuju ke rumah saksi WIDODO (suami korban) dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Vixon dan setelah sampai dl rumah saksi Widodo iaiu Terdakwa memberhentikan sepeda motomya didepan Masjid lalu Terdakwa turun dan berjalan mendekati rumah korban dan sesampainya di rumah korban Terdakwa kemudian mengetuk pintu dengan mengunakan
tangan dan tidak lama dibukakan pintu oleh korban sdrl. SRI ROSWATI
Hal. 8 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
'V
sambil bertanya kepada Terdakwa "siapa kamu" dan Terdakwa jawab, "saya
temannya pak WIDODO" akan tetapi korban tidak percaya dengan perkataan
Terdakwa sambit mendorong pintu hingga mengenai kepala Terdakwa sampai Terdakwa tersungkur/jatuh di lantai dan pada saat itu Terdakwa mendengar
korban lari ke dalam kamar sambil berterlak maling mendengar terlakan dari
korban lalu Terdakwa kemudian Terdakwa mematikan saklar skring lampu
yang posisinya berada di luar rumah di samping pintu dengan maksud suapaya tidak terllhat oleh korban atau oleh orang iain dari luar, setelah itu
Terdakwa masuk ke njmah dan mengejar korban sdri. SRI ROSWATI yang
^asuk ke dalam kamar setelah Terdakwa masuk ke dalam kamar Terdakwa ingambil sebilah pisau yang ada di dalam tas yang dibawanya lalu
jmSnusukannya ke tubuh korban dari arah belakang sehingga mengenai
f#|^agian punggung yang dilakukan berulang kali dengan cara tanggan kiri
-:.;^^rdakwa memegang badan korban dengan posisi telungkup dan tangan
kanan menusuk pisau yang dipeganya dan setelah melihat korban sdri. SRI ROSWATI tersungkur bersimbah darah dan pada saat itu ke-dua anak korban memukui badan Terdakwa dari arah belakang. hingga Terdakwa tambah emosi dan pada saat itu juga Terdakwa putar badan dan Terdakwa melihat korban Amelia Agustin dalam posisi ketakutan lalu Terdakwa kembali menusukan pisau yang ada pada saat itu masih dipegangnya sebanyak lebih dari satu kali hingga bersimbah daraha, kemudian Terdakwa melihat korban
Alfian berterlak menangis berdiri ditembok lalau Terdakwa tusuk dengan mengunakan alat yang sama dari arah depan dan mengenai bagian dadanya dan jatuh ke lantai tidak berdaya setelah Terdakwa melihat ketiga kori^an
tersungkur lalu Terdakwa keluar dari pintu semula dan melihat diluar sudah
banyak orang berdiri di depan pintu pagar dari salah seorang menanyakan kepada Terdakwa "siapa kamu" dan dijawab Terdakwa "saya ponakan sdr.
WIDODO dari jawa" kemudian orang tersebut menanyakan kembali kepada
Terdakwa dimana sdri. SRI ROSWATI dan dijawab oleh Terdakwa ada di
dalam kamar sedang menyusui anaknya karena tidak percaya dengan
omongan Terdakwa maka salah satu warga masuk ke dalam rumah dan
berteriak minta tolong setelah mendengan teriakan minta tolong maka
Terdakwa diamankan oleh warga kemudian Terdakwa berontak mau naik
motor namun tetap dihalang-halangi oleh warga dan dipukuli hingga Terdakwa
tersungkur kemudian Terdakwa bangun dan lari namun tetap dikejar oleh
Satpam kemudian Terdakwa merebut sangkur milik satpam dan selanjutnya
sangkur tersebut Terdakwa acung-acungkan ke arah Satpam dan warga yang
lain sampai Terdakwa berhasil mendekati sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam milik Terdakwa hingga akhirnya Terdakwa berhasil melarikan diri
kemudian Terdakwa melarikan diri ke jalan arah Wanayasa kemudlan keluar tembus ke jalan munjul kemudian Terdakwa pulang ke rumah kontrakan hari _ masih gelap kemudian Terdakwa membersihkan diri dengan mencuci kepala
Terdakwa dan kemudian ganti baju dan selanjutnya Terdakwa menuju ke
Masjid Al-Falah Sadang untuk istirahat;
- Kemudian seklra pukul 18.30 wib Terdakwa bangun dan mau kembali ke rumah untuk mengambil pakaian guna akan melarikan diri ke Kendal akan itapi sebelum sampai di rumah kontrakan di Gang Al Falah Terdakwa
ngkap oleh Petugas Kepolisian untuk diproses lebih lanjut;
lasarkan hasil Visum et Repertum Nomor RA/eR/08/ll/2015/Dokpol igal 28 Februari 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurul Aida ithya. SdF. dokter Spesialis Forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung bertempat di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung telah melakukan pemeriksaan bedah jenazah atas nama SRI
ROSWATI dengan kesimpulan sebagai berikut:
Pada pemeriksaan mAyat perempuan berusia tiga puluh lima sampai dengan
empat puluh tahun yang dalam keadaan mengandung antara dua belas
hingga empat belas minggu ini, ditemukan lima buah luka terbuka pada
punggung akibat kekerasan tajam yang seluruhnya menembus rongga dada, pada pemeriksaan dalam ditemukan darah pada rongga dada kiri dan
kandung jantung terpotongnya paru kiri. kandung jantung, batang nadi, di serai resapan darah yang luas paru kiri yang kempis organ-organ lain tanpak pusat, menurut sifat dan gambaran lukanya, luka diakibatkan senjata tajam bermata satu dengan panjang minimal empat belas koma delapan sentimeter;
Sebab kematian pada jenazah ini adalah akibat kekerasan tajam pada
punggung yang memotong jantung dan batang nadi. dan menimbulkan
pendarahan. Perkiraan waktu kematian antara empat belas Februari tahun dua ribu lima belas pukul kosong-kosong lewat empat puluh menit waktu
Indonesia bagian barat;
Perbuatan Terdakwa tersebut diaturdan diancam pidana dalam Pasal 351
Ayat (3) KUHP;
DAN KEDUA:
Bahwa ia Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH alias VERY bin UNTUNG SUJADl pada hari Minggu tanggal 15 Februri 2015 seklra
en
Hal. 10 darl 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
pukul 01.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Februari
2015 bertempat dl Kampung Pasir Klhiang RT. 14 RW. 06, Desa Lebak Anyar, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Purwakarta atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Purwakarta yang memeriksa dan mengadili perkaranya, dengan sengaja melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan atau ancaman kekerasan atau penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan luka dan mati. Perbuatan mana dilakukan oleh Terdakwa dengan cara-cara sebagai
berikut:
^ahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas awalnya pada
ri Sabtu tanggal 14 Februari 2015 sekira pukul 16.30 WIB ketika Terdakwa
Jang melakukan aktifitas perkerjaan di PT. Sumi Ribber Indonesia Dunlop
' ^ >*^lam perketjaannya yaitu mendorong rak row cover dan membawa botol produksi ditegur oleh saksi Widodo mengenai kesalahan di minuman di area mesin dengan kata-kata "kalau kamu tidak mau terima
teguran saya kamu saya laporkan ke HRD dan kamu ngomong anjing atau
mengajak saya berantem ayo di luar" dengan adanya perkataan dari saksi
WIDODO tersebut membuat Terdakwa tersinggung dan temgiang-ngiang atau ingat terus dipikiran Terdakwa, lalu Terdakwa pulang dari tempat kerja menuju
tempat kontrakannya kemudian sekira pukul 01.00 WIB Terdakwa tiba di rumah kontrakan Terdakwa di daerah Sadang Punwakarta, Terdakwa masih teringat terus perkataan yang disampaikan saksi WIDODO kepada Terdakwa hingga membuat Terdakwa emosi kemudian timbul niat Terdakwa untuk mendatangi rumah saksi Widodo (suami korban) untuk diberi peringatkan akan apa yang diucapannya dan akan diajak duel atau bertarung, selanjutnya
Terdakwa mengganti baju seragam kerja dengan pakaian biasa, Terdakwa memakai sweter wama hitam bertuliskan HURLEY serta menyiapkan sebilah pisau yang Terdakwa masukan kedalam tas slempang warna hitam kemudian
Terdakwa berangkat menuju ke rumah saksi WIDODO (suami korban) dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Vixen dan setelah sampai di rumah saksi Widodo lalu Terdakwa memberhentikan sepeda motornya di
depan Masjid lalu Terdakwa turun dan berjalan mendekati rumah korban dan sesampainya di rumah korban Terdakwa kemudian mengetuk pintu dengan mengunakan tangan dan tidak lama dibukakan pintu oleh korban sdri. SRI ROSWATI sambil bertanya kepada Terdakwa "siapa kamu dan Terdakwa
jawab saya temannya pak WIDODO" akan tetapi korban tidak percaya dengan
perkataan Terdakwa sambil mendorong pintu hingga mengenai kepala
Terdakwa sampai Terdakwa tersungkur/jatuh di lantai dan pada saat itu Terdakwa mendengar korban lari ke dalam kamar sambil berteriak maling
mendengar teriakan dari korban lalau Terdakwa kemudian Terdakwa mematikan saklar skring lampu yang posisinya berada di luar rumah di samping pintu dengan maksud suapaya tidak terlihat oleh korban atau oleh
orang lain dari luar, setelah itu Terdakwa masuk ke rumah dan mengejar
korban sdri. SRI ROSWATI yang masuk ke dalam kamar setelah Terdakwa masuk ke dalam kamar Terdakwa mengambil sebilah pisau yang ada di dalam tas yang dibawanya lalu menusukanaya ke tubuh korban dari arah belakang sehingga mengenai di bagian punggung yang dilakukan berulang kali dengan
^ara tanggan kiri Terdakwa memegang badan korban dengan posisi telungkup
\dah tangan kanan menusuk pisau yang dipegangnya dan setelah melihat korban sdri. SRI ROSWATI tersungkur berslmbah darah dan pada saat itu ke- dua anak korban memukul badan Terdakwa dari arah belakang, hingga Terdakwa tambah emosi dan pada saat itu juga Terdakwa putar badan dan Terdakwa melihat korban Amelia Agustin dalam posisi ketakutan lalu Terdakwa kembali menusukkan pisau yang ada pada saat itu masih dipegangnya sebanyak lebih dari satu kali hingga bersimbah darah, kemudian Terdakwa melihat korban Alfian berteriak menangis berdiri di tembok lalu
Terdakwa tusuk dengan mengunakan alat yang sama dari arah depan dan
mengenai bagian dadanya dan jatuh ke lantai tidak berdaya setelah Terdakwa melihat ketiga korban tersungkur lalu Terdakwa keluar dari pintu semula dan _melihat di luar sudah banyak orang berdiri di depan pintu pagar dari saiah
seorang menanyakan kepada Terdakwa "siapa kamu" dan dijawab Terdakwa saya ponakan sdr. WIDODO dari jawa" kemudian orang tersebut menanyakan kembali kepada Terdakwa dimana sdri. SRI ROSWATI dan
dijawab oleh Terdakwa ada di dalam kamar sedang menyusui anaknya karena
tidak percaya dengan omongan Terdakwa maka salah satu warga masuk ke dalam rumah dan berteriak minta tolong setelah mendengar teriakan minta tolong maka Terdakwa diamankan oleh warga kemudian Terdakwa berontak
mau naik motor namun tetap di halang-halangi oleh warga dan dipukuli hingga Terdakwa tersungkur kemudian Terdakwa bangun dan lari namun tetap dikejar oleh satpam kemudian Terdakwa merebut sangkur milik Satpam dan selanjutnya sangkur tersebut Terdakwa acung-acungkan ke arah Satpam dan
warga yang lain sampai Terdakwa berhasil mendekati sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam milik Terdakwa hingga akhimya Terdakwa berhasil melarikan diri kemudian Terdakwa melarikan diri ke jalan arah wanayasa
Hal. 12 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
is- V
kemudian keluar tembus ke Jalan Munjul kemudian Terdakwa pulang ke
rumah kontrakan hari masih gelap kemudian Terdakwa membersihkan diri
dengan mencuci kepala Terdakwa dan kemudian ganti baju dan selanjutnya
Terdakwa menuju ke Masjid Al-Falah Sadang untuk istirahat;
Kemudian sekira pukul 18.30 wib Terdakwa bangun dan mau kembali kerumah untuk mengambil pakaian guna akan melarikan diri ke Kendal akan tetapi sebelum sampai di rumah kontrakan di Gang Al Falah Terdakwa ditangkap oleh petugas Kepollsian untuk diproses lebih lanjut;
- Berdasarkan hasil Visum et Repertum Nomor RA/eR/08/ll/2015/Dokpol v^T^anggal 28 Februari 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurul Aida
lya, SdF., dokter Spesialis Forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika
h?!* bertempat di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Sartika
' Bandung telah melakukan pemeriksaan bedah jenazah atas nama
lELIA dengan kesimpulan sebagai berikut:
- Pada anak perempuan usia kurang lebih dua belas tahun ini ditemukan
enam buah luka terbuka pada punggung akibat kekerasan tajam, tiga diantaranya tembus rongga perut, pada pemeriksaan dalam ditemukan darah pada rongga perut terpotongnya organ-organ dalam antara lain: sekat
rongga badan, otot paha bagian dalam, ginjal kiri, kelenjar anak ginjal kiri, pembulu nadi ginjal, batang nadi bagian perut, kelenjar liur perut dan hati bagian belakang, selanjutnya ditemukan resapan darah yang luas dinding belakang perut, paru tampak kempis, organ-organ lainya tampak pucat.
Berdasarkan sifat dan gambaran lukanya, luka diakibatkan senjata tajam bermata satu dengan panjang minimal sebelas koma lima sentimeter;
Sebab kematian pada jenazah ini adalah akibat kekerasan tajam pada
bagian pinggang yang memotong berbagai organ dalam dan menimbulkan pendarahan perkiraan waktu kematian antara empat belas Febmari tahun dua ribu lima belas pukul sembilan belas lewat tiga belas menit waktu
Indonesia bagian barat;
Dan berdasarkan hasil Visum et Repertum Nomor 441.9/1149.RSUD tanggal lima belas Februari dua ribu lima belas jam 02.33 wib yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. APNARIA LIANA WATI dokter pada Rumah Sakit Bayu Asih Kabupaten Purwakarta telah memeriksa seorang penderita bemama ALFIAN dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut:
- Kepala : Tidak terdapat jelas;
- Leher : Tidak terdapat jelas;
- Dada
- Punggung
- Anggota gerak atas
- - Anggota gerak bawah
: Luka robek di dada kiri bagian luar ukuran tiga kali
dua centimeter:
: Tidakterdapatjelas;
: Luka robek di lengan kanan dua tempat Ukuran
empat kali satu centimeter dan ukuran dua kali satu centimeter:
: Luka robek dipinggang kanan dua tempat tembus kulit samping luar ukuran tiga kali tiga centimeter:
Kesimpulan: "seorang laki-laki dengan identitas di atas dengan luka-luka Tersebut di atas akibat kekerasan tumpul dan tajam":
Perbuatan Terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 80 1) dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 Ig Perlindungan Anak:
Mahkamah Agung tersebut:
Membaca tuntutan pidana Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri
Purwakarta tanggal 14 September 2015 sebagai berikut:
1- Menyatakan Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH alias VERY bin UNTUNG SUJADI terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan melakukan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan mati" sebagaimana dalam dakwaan melanggar Kesatu Primair
Pasal 340 KUHP dan Kedua Pasal 80 Ayat (1) dan (3) Undang-Undang
Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak:
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana mati:
3. Menyatakan Barang Bukti berupa:
-1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Vixion warna hitam:
(dirampas untuk negara):
-1 (satu) bilah sangkurwama hitam:
(dikembalikan kepada saksi Ade):
-1 (satu) bilah pisau bergagang stailess bersarung warna hitam:
-1 (satu) potong sweter warna hitam bertullskan Hurley:
-1 (satu) potong kaos lengan pendek warna merah:
-1 (satu) buah tas selempang warna hitam merk Palazzo:
-1 (satu) potong celana pendek warna hitam bertuliskan Solo Hadiningrat:
-1 (satu) potong kaos singlet benwarna hitam:
-1 (satu) potong celana dalam wama hiau bertuliskan time dan show,
(dirampas untuk dimusnahkan);
Hal. 14 darl 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
&
4. Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);
Membaca putusan Pengadilan Negeri Purwakarta Nomor 149/Pid.B/2015/
PN.Pwk. tanggal 6 Oktober 2015, yang amar lengkapnya sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH alias
VERY bin UNTUNG SUJADI telah terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah melakukan tindak pidana "Pembunuhan Berencana dan Kekerasan
yang mengakibatkan matinya Anak";
2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana Mati;
Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;
pnetapkan barang bukti berupa:
(satu) unit sepeda motor merk Yamaha Vixion warna hitam;
Pampas untuk negara;
(satu) bilah sangkur warna hitam;
Dikembalikan kepada saksi Ade Saroji;
-1 (satu) bilah pisau bergagang stainless bersarung warna hitam;
-1 (satu) potong sweafer warna hitam bertuliskan Hurley;
-1 (satu) potong kaos lengan pendek warna merah;
-1 (satu) buah tas selempang warna hitam merk Palazzo;
-1 (satu) potong celana pendek warna hitam bertuliskan Solo Hadiningrat;
-1 (satu) potong kaos singlet berwama hitam;
-1 (satu) potong celana dalam warna hijau bertuliskan time dan show;
Dirampas untuk dimusnahkan;
5. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp5.000,00
(lima ribu rupiah);
Membaca putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 304/PID/2015/
PT.BDG. tanggal 16 November 2015, yang amar lengkapnya sebagai berikut:
- Menerima permintaan Banding dari Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum
tersebut;
- Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Punwakarta tanggal 06 Oktober 2015, Nomor 149/Pid.B/2015/PNPwk. yang dimintakan banding tersebut;
- Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;
- Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam dua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding sebesar Rp2.500.00 (dua ribu lima ratus rupiah);
Mengingat Akta Pennohonan Kasasi Nomor 10/KASASI/Akta.Pid/2015/
PN.Pwk. yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Punwakarta yang
menerangkan, bahwa pada tanggal 3 Desember 2015 Terdakwa telah
mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi Bandung
tersebut;
Memperhatikan Memori Kasasi tanggal 10 Desember 2015 dari Terdakwa
sebagai Pemohon Kasasi, yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Purwakarta pada tanggal 10 Desember 2015;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi Bandung tersebut telah diberitahukan kepada Pemohon Kasasi/Terdakwa pada tanggal 2 Desember 2015 dan Pemohon Kasasi/Terdakwa mengajukan pennohonan kasasi pada
^gal 3 Desember 2015 serta Memori Kasasi Pemohon Kasasi/Terdakwa
m diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Punwakarta pada tanggal
i^|esember 2015. dengan demikian pennohonan kasasi beserta dengan
Jl^l^n-alasan Pemohon Kasasi/Terdakwa telah diajukan dalam tenggang waktu
dengan cara menurut undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa tersebut formal dapat diterima;
Menimbang. bahwa alasan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/
Terdakwa pada pokoknya sebagai berikut:
Bahwa menurut hemat kami putusan pidana tersebut telah salah dan
keliru dalam penerapan hukum serta adanya kekhilafan Hakim, sehingga tidak
memenuhi rasa keadilan bagi diri Terdakwa dan keluarganya. Keberatan kami
terhadap putusan tersebut tidak terhadap seluruh Isi putusan dan pertimbangan- pertimbangan hukumnya tetapi pada sebagian isi putusan dan sebagian pertimbangan-pertimbangan hukumnya sebagaimana yang akan kami uraikan
secara rinci di bawah ini;
Bahwa alasan Pemohon Kasasi menurut hemat kami sangat beralasan menurut ketentuan hukum, alasan tersebut merupakan prinsip hukum dimana setiap orang berhak untuk hidup sehingga Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung yang telah menguatkan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwakarta telah bertentangan dengan HAM. Dalam hal Ini Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH dalam mengajukan Permohonan Kasasi sangat kuat relevansinya dengan ketentuan hukum yang telah diatur sebagaimana ketentuan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Kehakiman, sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman dan sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, dimana untuk mengajukan upaya hukum biasa harus terdapat salah satu dari tiga hal pokok yaitu:
Hal. 16 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
1. Salah dalam penerapan hukum;
2. Adanya kekhilafan Hakim;
3. Mengabulkan tuntutan yang tidak dlminta;
Bahwa terhadap penllalan Hakim yang dituangkan dalam pertimbangan hukum yang salah dan keliru serta adanya kekhilafan Hakim pada tingkat pertama yang dibenarkan oleh Hakim pada tingkat banding masih dapat dipersoalkan oleh Hakim tingkat kasasi karena merupakan kewenangan Hakim dalam mengadili perkara (Judex Juris), sehingga apapun hasilnya putusan Pengadilan Tinggi serta putusan Pengadilan Negeri tersebut, masih dapat
^""^d^ibah sepanjang, ditemukan serta dapat dibuktikan adanya salah satu dari
r; Miga hal pokok sebagai syarat tersebut yaitu apabila telah nyata-nyata
diter^ukan kesalahan atau kekeliruan dalam penerapan hukum, atau telah nyata-
^ ny&ta ditemukan adanya kekhilafan hakim dalam memutus perkara dan atau
\^^^^^^_a|3^blla telah nyata-nyata hakim mengabulkan tuntutan yang tidak diminta;
Terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Perkara Pidana Nomor 304/ PID/2015/PT.Bdg., tanggal 16 November 2015 jo Putusan Pengadilan Negeri Punwakarta Perkara Pidana Nomor 149/Pid.B/2015/PN.Pwk. tanggal 6 Oktober 2015. menurut hemat kami ditemukan adanya dua hal dari ketiga syarat tersebut yaitu butir 1 dan butir 2. Putusan tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan yang tidak cermat dan tidak teliti, sehingga pertlmbangan- pertimbangan tersebut telah menyimpang dari akar permasalahan yang kaitannya dengan Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH
harus menanggung sanksl PIDANA MATI, sehingga sangat bertentangan
dengan Hak Asasi Manusia (HAM);
Bahwa Majells Hakim Pengadilan Negeri Pun/vakarta yang telah memutus perkara a quo, dari tiga Hakim terdapat satu Hakim Anggota yang berpendapat lain {Dissenting Opinion), sehingga dapat dijadikan dasar bagi kami selaku
>enasihat Hukum Terdakwa untuk berkeyakinan bahwa Putusan Majelis Hakim tidak memenuhi rasa keadllan dan netralitas, karena Pertimbangan Majells
Hakim sangat subjektif;
Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung tidak cermat dalam memeriksa kembali perkara a quo sehingga balk Majells Hakim Pengadilan Tinggi Bandung dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwakarta menurut hemat kami dalam pertimbangan hukum tersebut Majelis Hakim telah salah dan keliru serta terdapat kekhilafan Hakim dalam menyimpulkan fakta yang
sebenarnya, keslmpulan Hakim tersebut terialu sumier tidak secara detail
tK
terperinci sehingga kesimpulan tersebut menjadi satah, untuk itu akan Kami uraikan dimana letak salahnya, sebagai berikut:
: Bahwa kami sangat tidak sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwakarta yang mengartikan adanya unsur
disengaja dimana dalam pertimbangan hukumnya menyatakan " maka cukup menjadi alasan bagi Majelis Hakim apabila Terdakwa telah
menghendaki kematian korban SRI ROSWATI dan korban AMELIA, dan oleh
karenanya unsur kesengajaan telah ada pada diri Terdakwa" pertimbangan hukum tersebut telah salah mengartikan, karena dalam situasi kepanikan seorang bisa menjadi kalap tanpa bisa berpikir secara jernih apa yang us dilakukan, apalagi diartikan menghendaki kematian hal tersebut sangat k berdasar, karena kata "Menghendaki Kematian" berarti seseorang yang imang telah dijadikan target untuk dibunuh, sementara fakta sebenarnya ang menjadi sasarannya adalah saksi WIDODO, sehubungan pada awalnya didasari adanya rasa ketersinggung-an pada saat di tempat kerja atas tindakan sdr. Saksi Widodo, oleh karenanya pertimbangan hukum Majelis Hakim telah keliru mengartikan menghendaki kematian korban dijadikan alasan adanya unsur kesengajaan:
Bahwa kami tidak sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim pada halaman 73 yang menyatakan: "bahwa Majelis berpendapat bahwa tidak ada niat Terdakwa untuk membatalkan rencananya yang akan menghabisi (membunuh) para korban sekeluarga
Pertimbangan hukum Majelis Hakim tersebut seolah-olah Terdakwa
berencana membunuh keiuarga Saksi WIDODO sementara fakta yang sebenarnya Terdakwa hanya berniat membuat perhitungan kepada Saksi WIDODO, namun niatan tersebut tidak tercapai, dan hal tersebut menurut ketentuan hukum masuk kategori Percobaan melakukan pembunuhan terhadap sdr Widodo, maka oleh karenanya pendapat Hakim tersebut sangat
keliru:
Bahwa kami tidak sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim pada halaman 74 yang menyatakan: "bahwa ....Majelis Hakim berpendapat keadaan maupun kejadian dalam tenggang waktu tersebut memang telah difokuskan/ditujukan bagi para korban dan dapat disimpulkan bahwa hal-hal keadaan dalam tenggang waktu dan sebuah rangkaian peristiwa yang telah Terdakwa rencanakan terlebih dahulu, berawal dari Terdakwa ditegur oleh saksi WIDODO, kemudian Terdakwa menjadi kesal dan emosi, lalu Terdakwa pulang dari tempatnya bekerja dan sampai tempat Kost Terdakwa hingga
Hal. 18 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
Terdakwa sampai di rumah Saksi WIDODO dan akhirnya menusuk para korban". Pertimbangan hukum Majelis Hakim tersebut dalam menyimpulkan bahwa perbuatan Terdakwa difokuskan/ditujukan bagi para korban sangat keliru, dalam hal ini Majelis Hakim telah mengenyampingkan peristiwa awal
yang menjadi penyebabnya serta sasarannya adalah Saksi WIDODO.
Kesimpulan Majelis Hakim yang menyatakan korban meninggal karena
pembunuhan yang direncanakan oleh Terdakwa MUHAMAD VERY
MAULANA HIDAYATULLOH, faktanya tidak demikian sehingga Majelis Hakim salah dalam menyimpulkan, fakta hukum yang ada adalah tindak pidana
^rcobaan perencanaan pembunuhan terhadap Sdr. WIDODO;
iwa kami sangat tidak sependapat dengan Pertimbangan Hukum Majelis im pada halaman 80 yang menyatakan: "bahwa.... Majelis tidak
f/n^mperoleh satupun hal yang dapat meringankan bagi diri Terdakwa, oleh
arenanya pula Majelis Hakim tidak sependapat dengan nota pembelaan yang diajukan Terdakwa yang pada pokoknya memohon keringanan hukuman dan sependapat dengan tuntutan Penuntut Umum sehingga Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan terhadap diri Terdakwa sebagaimana tuntutan Penuntut Umum yaitu menjatuhkan pidana mati". Pertimbangan hukum Majelis Hakim telah salah dan keliru karena Majelis Hakim hanya melihat dari sisi negatif tanpa melihat sisi positifnya dimana selama proses persidangan Terdakwa selalu bersikap baik serta dalam memberikan keteranganpun tidak berbelit- belit sehingga memudahkan proses persidangan. Selain itu Majelis Hakim tidak memahami isi dari Pembelaan Terdakwa dimana intinya adalah meminta keadilan untuk diberikan kesempatan bagi Terdakwa tetap hidup dengan tanpa dibatasi usia/tidak dihukum mati, dengan kata lain agar Majelis Hakim bersikap netralitas tanpa ada keberpihakan baik kepada Jaksa Penuntut Umum ataupun Penasihat Hukum Terdakwa, sehingga dalam pertimbangan hukumya didasarkan kepada nilai-nilai yang dijunjung oleh prinsip hukum
positif dan norma-norma kemanusiaan serta Hak Asasi Manusia bukan atas
desakan keluarga korban yang selalu Intervensi di dalam menghadiri
persidangan:
Bahwa kami tidak sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim
yang menyatakan "bahwa....mengenai barang bukti berupa 1 (satu) unit
sepeda motor merk Yamaha Vixion warna hitam, oleh karena barang bukti
tersebut barang bukti sepeda motor yang dipakai Terdakwa untuk sampai
ketempat kejadian dan melakukan tindak pidana dan sepeda motor tersebut
memiliki nilai ekonomis, maka terhadap barang bukti tersebut dirampas untuk
negara". Pertimbangan hukum Majelis Hakim tersebut telah keliru, karena belum dapat dibuktikan dengan pasti status sepeda motor merk Yamaha Vixion tersebut milik pribadi Terdakwa sehubungan masih ada keterkaitan dengan pihak lain, sehingga motor merk yamaha vixion tidak bisa dirampas
begitu saja oleh negara:
Bahwa kami sangat sependapat dengan Hakim Anggota I yaitu EVA MT.
PASARIBU, S.H. yang mengajukan Disenting Opinion, yaitu:
Bahwa penjatuhan hukuman mati sekalipun masih merupakan altematif
^lam hukum positif di Negara Republlk Indonesia, akan tetapi sebagai negara
•vy^ menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kita harus
mer^ghargai nyawa sesama manusia, karena baik hidup matinya manusia ada di
n Tuhan, bukan di tangan manusia:
fwa pemidanaan selain dimaksudkan untuk membawa manfaat bag!
syarakat umum, yang terpenting adalah diharapkan agar membawa manfaat dan berguna pula bagi diri pribadi Terpidana itu sendiri. Oleh karena itu penjatuhan pidana tidaklah bertujuan sebagai balas dendam bagi Terdakwa";
"Bahwa Terdakwa masih berusia muda yaitu sekitar 23 (dua puluh tiga) tahun sehingga diharapkan apabila diberikan kesempatan ia masih dapat berubah
menjadi manusia yang iebih baik";
Bahwa oleh sebab itu Hakim Anggota I berpendapat untuk menjatuhkan pidana
seumur hidup kepada Terdakwa";
Pertimbangannya hakim Anggota I dipandang sangat netralitas yang berdasarkan kepada prinsip hukum positif serta norma-norma kemanusian, sehingga dalam pertimbangannya dipandang adil dan bijaksana. Selain itu Hakim Anggota I dalam pertimbangannya kami anggap telah tepat dan cermat karena dengan memberi kesempatan kepada Terdakwa untuk hidup, sehingga Terdakwa memitiki kesempatan untuk berubah dan bertobat serta memperbaiki diri disisa hidupnya serta akan Iebih bermanfaat apabila hukuman tersebut membuat Terdakwa menjadi manusia yang baik dari pada Terdakwa dibinasakan
hidupnya;
Bahwa pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung dalam pertimbangannya yang termaktub pada halaman 24 menyebutkan "Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa terbukti bersalah dan kepadanya harus dijatuhi hukuman. maka Terdakwa diperintahkan tetap ditahan" pertimbangan Majelis Hakim tersebut tidak menegaskan Hukuman Mati terhadap Terdakwa sehingga pertimbangan hukum tersebut menjadi multitafsir karena ketidakjelasan itu, kami artikan pertimbangan hukum tersebut sebagai hukuman penjara bagi Terdakwa,
Hal. 20 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
karena pertimbangannya tidak jelas mengakibatkan putusan tidak lengkap dan
merupakan suatu kesalahan dan kekhilafan bagi Hakim;
Bahwa pendapat Majelis Hakim Pengadiian Tinggi Bandung yang telah memutus sama dengan menguatkan putusan Pengadiian Negeri Punwakarta, telah sangat keliru dimana hukuman "MATI" merupakan penerapan hukum yang sangat bertentangan dengan HAM, karena dalam sistem hukum di Indonesia
tidak berlaku hukum "QISOS" dimana orang yang telah menghilangkan nyawa
seseorang harus dihukum MATI;
Bahwa pidana hukuman mati hanjs diterapkan secara selektif dan hanya uk kejahatan-kejahatan tertentu saja yang luar biasa yang menimbulkan efek luas atau membahayakan orang banyak, seperti halnya terhadap kejahatan isme dan Bandar Narkoba. Begitupula terhadap perkara a quo apabita -^jdM dari sisi HAM menurut hukum sangat bertentangan karena telah m^nyalahi prinsif HAM dimana orang mempunyai hak hidup, dengan rnenjatuhkan hukuman mati jelas telah sangat bertentangan dengan ketentuan dalam Pasal 28 AUndang-Undang dasar 1945 yang menyatakan "setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya" selain itu bertentangan pula dengan Pasal 1 Ayat (1) jo. Pasal 4 Undang-Undang Nomor 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia serta Declaration of Human Right article 3:
"everyone has the right of life, liberty and security of person, artinya: setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai individu";
Menimbang, bahwa terhadap alasan kasasi dari Pemohon Kasasi/
Terdakwa tersebut Mahkamah Agung berpendapat sebagai berikut:
Bahwa alasan kasasi Terdakwa tidak dapat dibenarkan, karena Judex FacW tidak salah menerapkan hukum dalam mengadiii Terdakwa;
Bahwa putusan Judex Facti Pengadiian Tinggi Bandung Nomor 304/PID/
2014/PT.BDG. tanggal 16 November 2015, yang menguatkan putusan Judex Facti Pengadiian Negeri Purwakarta Nomor 149/Pid.B/2015/PN.Pwk. tanggal 6 Oktober 2015, yang menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "Pembunuhan berencana dan kekerasan yang mengakibatkan matinya Anak", dan rnenjatuhkan pidana mati kepada Terdakwa, dibuat berdasarkan pertimbangan hukum yang tepat dan tidak salah menerapkan
peraturan hukum;
Bahwa putusan Judex Facti telah mempertimbangkan fakta hukum yang
relevan secara yuridis dengan tepat dan benar sesuai fakta hukum yang
terungkap di persidangan. Perbuatan Terdakwa termasuk perbuatan sadis dan
tidak berperikemanusiaan, yang dilakukan terhadap orang-orang tidak bersalah
A
dan tidak ada masalah sama sekali dengan Terdakwa, yaitu dilakukan terhadap perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya pada malam hari, dan menyebabkan tiga orang korban, yaitu seorang ibu yang sedang hamil 3 (tiga) bulan dan satu orang anak yang masih keci! menemui ajalnya dengan sangat
mengenaskan. serta satu orang lagi mengalami luka berat. Maka dengan
demikian perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana Pasal 340 KUHR pada dakwaan Kesatu Primair dan Pasai 80 Ayat (1) dan Ayat (3) Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang
^^or 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pada Dakwaan Kedua;
Bahwa alasan keberatan dari Pemohon Kasasi/Terdakwa merupakan
^|piffiian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan.
l^sberatan semacam itu tidak dapat dipertimbangkan pada pemeriksaan
^j^kat kasasi, karena pemeriksaan dalam tingkat kasasi hanya berkenaan
dengan tidak diterapkan suatu peraturan hukum atau peraturan hukum tidak diterapkan sebagaimana mestinya, atau cara mengadiii tidak dilaksanakan menurut ketentuan Undang-Undang, atau Pengadilan telah melampaui batas wewenangnya. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, dan lagi pula ternyata putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan
"hukum dan undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut hams
ditolak;
Menimbang, bahwa oleh karena pemiohonan kasasi dari Pemohon
Kasasi/Terdakwa ditolak dan Terdakwa dipidana, maka biaya perkara pada
tingkat kasasi ini dibebankan kepada Terdakwa;
Memperhatikan Pasal 340 KUHP, Pasal 80 Ayat (1) dan Ayat (3) Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2014, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004, dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
MENGADILI,
- Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: Terdakwa MUHAMAD VERY MAULANA HIDAYATULLOH alias VERY bin UNTUNG SUJADI
tersebut;
Hal. 22 dari 23 hal. Put. No. 32 K/PID/2016
r v