Desain Konverter DC/DC Zero Voltage
Switching dengan Perbaikan Faktor Daya
sebagai Charger Baterai untuk Kendaraan
Listrik
BAGUS PRAHORO TRISTANTIO, MOCHAMAD ASHARI, SOEDIBJO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO, FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)
JL. ARIEF RAHMAN HAKIM, SURABAYA 60111
E-MAIL: [email protected], [email protected],
LATAR BELAKANG
ο΅
Charger baterai dengan efisiensi yang tinggi sangat dibutuhkan
terutama untuk kendaraan listrik.
ο΅
Charger yang umum digunakan terdiri dari sebuah rangkaian AC
ke DC (penyearah) untuk memperbaiki faktor daya dan sebuah
konverter DC ke DC yang berfungsi mengubah tegangan DC sesuai
dengan tegangan pengisian yang sesuai dengan rating tegangan
baterai.
PFC
DIGUNAKAN UNTUK MENJAMIN BAHWA POWER FACTOR DARI SISTEM MENDEKATI UNITY POWER FACTOR = 1 DC/DC KONVERTER DIDESAIN DENGAN EFISIENSITINGGI MENGGUNAKAN ZVS. DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT
TEGANGAN DC SESUAI DENGAN TEGANGAN PENGISIAN PADA BATERAI
DAN DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI CONTACTLESS
CHARGER
PERUMUSAN
Perumusan masalah :
ο΅
Desain perbaikan faktor daya
ο΅
Besarnya Total Harmonics Distortion (THD) sebelum dan
setelah pemasangan perbaikan faktor daya
ο΅
Analisa gelombang sebelum dan setelah penggunaan
soft switching.
ο΅
Total rugi daya yang mungkin terjadi akibat
pensakelaran
ο΅
Efisiensi dengan dan tanpa menggunakan soft
BATASAN MASALAH
Batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah sebagai
berikut :
1.
Pada tugas akhir ini tidak membahas tentang
contactless charger
2.
Analisa efisiensi dan soft switching tidak melibatkan
perbaikan faktor daya, efisiensi ditujukan hanya untuk
converter DC/DC tipe full bridge.
3.
Pada desain perbaikan faktor daya menggunakan
PENYEARAH 3 FASA VIENNA
ο΅
Penyearah
VIENNA
merupakan
penyearah tipe boost yang berfungsi
menaikkan tegangan pada output
penyearah.
ο΅
Terdiri dari 6 buah dioda dimana pada
titik tengah masing-masing dioda tiap
fasanya dihubungkan dengan switch
dua arah ke titik tengah dari kapasitor
output.
ο΅
Rangkaian VIENNA rectifier merupakan
modifikasi dari penyearah 6 pulsa
dengan menggunakan dioda. Sehingga
analisanya
dapat
menggunakan
analisa penyearah 6 pulsa dengan
menggunakan dioda.
3 Phase Sin
TEGANGAN DAN ARUS PFC
(VIENNA)
Tegangan dan arus rms minimum :
ππ·π·βπππ = π9οΏ½ (ππ π π π ππ)2 2π 3 π 3 πππ ππ·π·βπππ = 1,655 ππ πΌπ·π·βπππ = 1.655 πππ
Tegangan dan arus rata-rata minimum :
π
π·π·βπππ=
2π6β«
2π33ππ π π π ππ πππ
π
3
Hysteresis current control (kontrol arus histeresis)
ο΅
Metode arus histeresis menggunakan arus referensi (I
ref) dan arus
aktual (I
fasa) dari konverter 3 fasa yang digunakan.
ο΅
Sinyal error hasil pengurangan dari arus referensi dengan arus fasa
FULL BRIDGE DC/DC KONVERTER
M1 M2 M3 M4 VDC Ro TRAFOSEBELUM PENAMBAHAN SOFT SWITCHING (LLC RESONAT) M1 M2 M3 M4 Lr Cr Lm VDC Ro TRAFO
Hard Switching Vs Soft Switching
ο΅Hard Switching
ο΅
Soft Switching
VDS IDS
DIAGRAM BLOK SISTEM
PERBAIKAN FAKTOR DAYA
3 Phase Sin
Arus Referensi
ο΅
Arus referensi merupakan arus sinus rms pada sisi input AC. Arus
referensi didapatkan dengan mengalikan magnitud arus rms ac
dengan sinyal sinus referensi. Sinyal sinus referensi tersebut
merupakan sinyal sinus referensi dari tegangan.
Perancangan Hysteresis current control
ο΅
Hysteresis current control didapatkan dengan mengurangi arus
DC/DC Zero Voltage Switching
M1 M2 M3 M4 Lr Cr Lm VDC Ro TRAFOHold up time
ο΅ Dikarenakan adanya kebutuhan hold-up time pada DC/DC konverter dimana
kapasitor pada sisi DC mensuplay energi ke beban melalui konverter selama 20 ms pada saat sumber seolah-olah hilang. Maka dibutuhkan VDC minimum
selama hold-up time yang didefenisikan sebagai : ππ·π·ππ·π· = π·π·π·βπππ(π·π·π·βπππ.ππ·π·βπππ
2β2.ππ.π‘βπ)
π·π·π·βπππ
Dimana :
CDC-bus = Kapasitansi dari DC-bus kapasitor VDC-nor = Tegangan input normal
Frekuensi kerja dan impedansi resonan
Frekuensi kerja dari system haruslah diantara dua frekuensi berikut yaitu :
π
1=
1
2π πΏ
ππΆ
πdan,
π
2
=
2π (πΏ
1
π
+πΏ
π
)π·
π
Rasio Induktansi (k
L
) dari LLC
resonan
Efek dari resonansi didapatkan dengan nilai L
myang tetap.
Dimana nilai L
mdidefenisikan sebagai :
Penguatan dari LLC resonan
Dari gambar fungsi transfer dari penguatan tegangan pada LLC resonan dapat dirumuskan :
πΊπΊπ π
πΏπΏπ·=
1 1+πΏππΏπβ πΏπ ππ2.πΏπ+π.π. ππβ 1 ππ Dimana : ππ· = ππππ π = πΏππ οΏ½π·π ππ = 2.π.ππ.πΏπ π ππDengan mengkombinasikan persamaan maka penguatan tegangan pada LLC resonan dapat ditulis sebagai berikut :
Spesifikasi Dari LLC resonan
Spesifikasi dan parameter
Nilai
Tegangan DC bus 300-500 Volt
Tegangan keluaran converter 200-400 Volt Daya keluaran konverter DC/DC 4 kW Req 20-25 β¦ Lr β Cr frekuensi resonan (fr) 100 kHz Rasio transformer 1.6 : 1 Penguatan tegangan maksimum 1.44 Parameter Nilai
Induktor resonansi paralel (Lm)
39.8 Β΅H
Induktor resonansi seri (Lr) 9.95 Β΅H
Kapasitansi resonansi seri (Cr)
254 nF
Rasio transformer 1.6 : 1
Hasil Simulasi dan Analisa
Pengukuran system terdiri dari :
ο΅
PFC (penyearah VIENNA)
1.
Tegangan dan arus pada sisi output (DC)
2.THD arus input
3.
Faktor daya (PF) pada sisi input
ο΅
DC/DC converter
1.
Tegangan dan arus output (beban)
2.
Rugi-rugi pada MOSFET sebelum dan setelah pemasangan LLC
resonan
Pengujian THD
1. Dengan Histeresis minimum
Parameter Nilai Boost Inductor (L) 7.45 mH Kapasitor (C) 1000 Β΅F Daya output 5 kW THD : IR IS IT 6.73% 6.73% 6.73%
Lebar Pita
THD
I
RI
SI
T0.5
7.46%
7.46%
7.46%
1
9.8%
9.8%
9.8%
1.5
11.2%
11.2%
11.2%
2
17,8%
17,8%
17,8%
2.5
18,79%
18,79%
18,79%
2. Dengan pengaturan lebar pita
histeresis
Beban (watt)
THD(%)
1000
18.01
2000
13.26
3000
7.34
4000
7.12
5000
6.67
10000
5.43
Bentuk Arus Input PFC dengn HCC
a. Arus Input dengan beban 1 kW
b. Arus Input dengan pita hysteresis 0,5
PENGUJIAN FAKTOR DAYA
Lebar Pita
Histeresis
Faktor Daya
0.5
0.999
1
0.995
2
0.986
3
0.976
4
0.970
Beban
(watt)
Faktor daya
1000
0.95
2000
0.98
3000
0.99
4000
0.99
5000
0.99
10000
0.99
Fasa R
Fasa S
Fasa T
0.9958
0.9958
0.9958
a. Faktor daya dengan hysteresis minimum
b. Faktor daya dengan pengaturan lebar
pita histeresis
Pengujian converter DC/DC tanpa soft switching
a. Tegangan Drain-Source dan arus Drain-source
tanpa ZVS
Total disipasi daya dan energy yang hilang
selama pensakelaran dengan soft switching
Frekuensi
Switching
waktu
Lama
(watt)
Psw
(mJ)
Esw
Perbandingan efisiensi
Frek (kHz) PSW (Watt) Total PSW (Watt) VO (V) Eff (%)
Tanpa ZVS 104 111.24 449.96 400 88.87 125 132.28 529.12 320 86.77 150 150.02 600.08 250 85 Dengan ZVS 104 40.22 201.1 400 94.9 125 53.12 212.48 320 94.7 150 142.7 570.8 250 85.75 80 82 84 86 88 90 92 94 96 2 2.5 3 3.5 4
Efisiensi
Daya OutputPerbandingan efisiensi dengan dan tanpa soft switching
KESIMPULAN
Telah didapatkan system charging baterai dengan efisiensi tinggi dan faktor daya yang baik. Charger baterai ini terdiri atas dua komponen utama yaitu penyearah VIENNA sebagai perbaikan faktor daya yang menjamin faktor daya system mendekati unity power factor serta full bridge DC/DC converter untuk mendapatkan tegangan pengisisn yang sesuai, menghasilkan isolasi elektris, serta mampu digunakan sebagai contactless battery charger dengan efisiensi yang tinggi. Sistem yang disimulasikan memiliki tegangan DChasil penyearahan sebesar 500 Volt dengan output tegangan pada beban bervariasi dari 200-400 Volt. Hasil-hasil simulasi dapat disimpulkan sebagai berikut :
ο΅ Penyearah VIENNA dengan HCC dapat memperbaiki faktor daya dari
penyearah.
ο΅ Faktor daya 0.99 didapatkan dengan lebar pita histeresis minimum. Semakin
lebar pita histeresis, maka semakin besar pula THD arus input. Frekuensi switching akan semakin rendah. Namun faktor daya tetap bernilai 0.99.
ο΅ LLC resonan yang diterapkan pada rangkaian full bridge DC/DC konverter