• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. dari masyarakat dalam bentuk tabungan. Visi dan Misi Bank Tabungan Negara (Persero) Adapun Misi bank BTN adalah:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. dari masyarakat dalam bentuk tabungan. Visi dan Misi Bank Tabungan Negara (Persero) Adapun Misi bank BTN adalah:"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Bentuk, Bidang, Perkembangan Usaha 1.1.1 Bentuk Usaha

PT. Bank Tabungan Negara adalah sebuah perusahaan persero dengan dikeluarkannya PP No. 24 Tahun 1992 tanggal 29 April 1992 yang merupakan pelaksanaan dari UU No. 7 Tahun 1992. Sejak itu nama BTN menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) dengan call name Bank BTN.

Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 1968 tanggal 19 Desember 1968 mengenai pendiriannya PT. Bank Tabungan Negara (Persero) mempunyai tugas pokok untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi nasional dengan jalan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan.

Visi dan Misi Bank Tabungan Negara (Persero)

™ Visi bank BTN adalah menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan dan mengutamakan kepuasan nasabah.

™ Adapun Misi bank BTN adalah:

1. Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri kepada lapisan masyarakat menengah kebawah serta menyediakan produk dan jasa perbankan lainnya.

(2)

2. Menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional serta memiliki integritas yang tinggi.

3. Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

4. Menyelenggarakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan Good Corporate Governance untuk meningkatkan shareholder value.

5. Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.

1.1.2 Bidang Usaha

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) pada awal hadirnya mempunyai tujuan utama untuk mendidik masyarakat agar gemar menabung, sesuai dengan nama dan dasar hukum yang melatarbelakangi pendiriannya.

Namun sejak tahun 1974 BANK TABUNGAN NEGARA ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976, karena itulah tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN.

Berdasarkan kajian konsultan independent, Price Waterhouse Coopers, Pemerintah melalui Menteri BUMN dalam suran Nomor: S-

(3)

tanpa subsidi. Jaringan Bank BTN berjumlah 409, terdiri dari Kantor Cabang 44 kantor, kantor Kancapem 81 kantor, kantor Kas 76 dan ATM Batara 208 unit. Jumlah tersebut belum termasuk jaringan ATM Link Batara bersama Bank BUMN lain yang saat ini berjumlah 5.695 unit.

Adapun fasilitas yang ada pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) adalah sebagai berikut:

1. Produk Dana, terdiri atas:

a. Tabungan Batara

Tabungan bebas yang bersifat multiguna dan fleksibel yang diperuntukkan bagi semua lapisan masyarakat, baik perorangan maupun secara kolektif.

b. Tabungan e-Batara Pos

Suatu jenis tabungan bebas yang khusus disediakan melalui loket-loket kantor pos di seluruh pelosok tanah air.

c. Tabungan Haji Nawaitu

Tabungan yang diperuntukkan bagi calon jamaah haji dalam rangka persiapan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.

d. Deposito Berjangka Rupiah

Simpanan masyarakat (deposan) pada bank yang penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu tertentu dan kesepakatan yang telah ditentukan.

(4)

e. Deposito Dollar

Deposito Berjangka Valas Simpanan berjangka dalam mata uang US $ yang menguntungkan.

f. Sertifikat Deposito

Suatu bentuk simpanan berjangka yang diterbitkan oleh bank, dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak ketiga.

g. Giro Rupiah

Simpanan uang pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau surat perintah pembayaran lainnya. Kecuali untuk giro valas, penarikannya dapat menggunakan kuitansi / bank notes traveler cheque / pemindahbukuan.

h. Giro Dollar

Giro Dollar Kemudahan bertransaksi dengan fleksibilitas tinggi. Manfaat : Sarana penyimpanan uang yang aman dan terpercaya Menunjang aktivitas usaha dalam pembayaran dan penerimaan Memudahkan aktivitas kebutuhan keluarga/

pribadi/usaha Mendapat jasa giro yang menarik

(5)

2. Produk Jasa, terdiri atas:

a. ATM-BATARA

ATM Batara merupakan fasilitas layanan bagi nasabah Tabungan dan Giro (Rp-Perorangan) di Bank BTN yang memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memenuhi berbagai macam

kebutuhan transaksi seperti tarik tunai di mesin ATM, pembayaran tagihan dan berbelanja.

b. Kiriman Uang

Fasilitas jasa pelayanan Bank BTN untuk pengiriman uang dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing yang ditujukan kepada pihak lain di suatu tempat (dalam/luar negeri).

c. Inkaso

Jasa pelayanan yang diberikan oleh bank BTN untuk melakukan penagihan kepada pihak ketiga (tertagih / pihak yang wajib membayar tagihan) atas inkaso tanpa dokumen di tempat lain di dalam negeri.

d. Inkaso Luar Negeri (Collection)

Jasa pelayanan Bank BTN untuk menagihkan pembayaran atas suatu warkat/dokumen berharga kepada pihak ketiga yang berada di luar negeri menggunakan jasa bank koresponden.

e. Safe Deposit Box

Jasa pelayanan bank dalam bentuk penyewaan wadah/box yang dirancang khusus untuk menyimpan barang berharga.

(6)

f. Money Changer

Jasa pelayanan bank BTN kepada masyarakat yang ingin menjual/membeli atas mata uang asing tertentu, yang mempunyai catatan kurs pada Bank Indonesia.

g. Penerimaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH)

Memberi kepastian keberangkatan ibadah haji berkat system online.

h. Bank Garansi

Adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan nasabah (pihak terjamin) untuk menjamin resiko tertentu (penggantian kerugian) yang timbul apabila pihak terjamin tidak dapat menjalankan kewajibannya dengan baik (wan prestasi) kepada pihak yang menerima jaminan.

i. Payment Point

Merupakan fasilitas layanan bagi nasabah untuk memudahkan dalam membayar tagihan rutin bulanan. Pembayaran tagihan yang dapat dilakukan saat ini adalah : telkom, PLN, telkomsel, pajak, PDAM.

j. Real Time Gross Settlement (RTGS)

Sistem transfer dana on-line dalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan per transaksi secara individual.

(7)

k. Batara Payroll

Pilihan Tepat Pembayaran Gaji Karyawan

Batara Payroll merupakan layanan Bank BTN bagi Pengguna Jasa (Perusahaan, Perorangan, Lembaga) dalam mengelola pembayaran Gaji, THR dan Bonus serta kebutuhan finansial lainnya yang bersifat rutin bagi karyawan pengguna jasa.

l. SPP Online Perguruan Tinggi

SPP Online merupakan layanan Bank BTN bagi Perguruan Tinggi/Sekolah dalam menyediakan delivery channel menerima Setoran Biaya-biaya Pendidikan secara online.

3. Produk Kredit, terbagi dua yaitu:

Kredit Perorangan:

a. KPR Platinum

Fasilitas kredit yang diberikan untuk pembelian rumah atau apartemen, termasuk take over nilai kredit > Rp. 150 juta.

b. Kredit Griya Utama (KGU)

Kredit yang diberikan oleh bank BTN untuk pembelian sebuah rumah berikut tanahnya dengan standar bangunan diatas keperluan Rumah Sederhana (RS).

c. Kredit Griya Multi (KGM)

Kredit yang diberikan oleh bank BTN kepada mereka yang membutuhkan dana untuk keperluan produktif, konsumtif dan

(8)

investasi dalam rangka meningkatkan kemampuan ekonomis dalam arti seluas-luasnya, dengan jaminan rumah dan tanah yang dimiliki oleh pemohon.

d. Kredit Pemilikan Ruko

Kredit yang diberikan oleh Bank untuk membeli Rumah Toko guna dihuni dan digunakan sebagai toko.

e. Kredit Swa Griya (Kredit Membangun Rumah)

Kredit yang diberikan oleh bank BTN untuk biaya membangun rumah diatas tanah milik pemohon. Produk kredit ini hanya ada di beberapa cabang bank BTN tertentu.

f. Kredit Griya Sembada (Kredit Rumah Sewa)

Kredit yang diberikan oleh bank BTN untuk pembiayaan, pembelian, pengadaan atau pembangunan proyek perumahan tempat tinggal yang akan dikelola sebagai rumah sewa.

g. Kredit Swadana (Kredit Dengan Agunan Deposito / Tabungan) Kredit yang diberikan oleh bank BTN kepada nasabah yang memerlukan dana dengan agunan / jaminan dana tabungan / deposito yang telah ditempatkan di bank BTN.

(9)

Kredit Umum / Korporasi:

a. Kredit Yasa Griya / Kredit Konstruksi

Kredit yang diberikan oleh bank BTN kepada developer atau koperasi untuk membantu modal kerja dalam rangka pembiayaan proyek yang berkaitan dengan perumahan.

b. Kredit Modal Kerja Kontraktor

Kredit Modal Kerja yang diberikan oleh Bank BTN kepada kontraktor atau pemborong untuk membantu modal kerja didalam menyelesaikan pekerjaan borongan sesuai dengan kontrak kerja.

c. Kredit Modal Kerja Industri Terkait dengan Perumahan

Kredit Modal Kerja yang diberikan oleh Bank BTN dalam rangka pembiayaan kebutuhan modal kerja khususnya bagi sektor-sektor industri yang terkait dengan perumahan dan atau usaha-usaha yang dapat menunjang sektor-sektor tersebut.

d. Kredit Investasi (KI) Industri Terkait dengan Perumahan

Kredit Investasi yang disediakan oleh Bank dalam rangka pembiayaan investasi khususnya bagi sektor-sektor industri yang terkait dengan perumahan dan atau usaha-usaha yang dapat menunjang sektor-sektor dimaksud.

(10)

1.1.3 Perkembangan Usaha

Perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh bank BTN tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang dilakukan perusahaan awal berdirinya. Dengan maksud mendidik masyarakat agar gemar menabung, Pemerintah Hindia Belanda melalui Koninklijk Besluit NO. 27 Tanggal 16 Oktober 1897 mendirikan POSTPAARBANK, yang kemudian terus hidup dan berkembang serta tercatat hingga tahun 1939 memiliki 4 (empat) cabang yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar.

Namun pada tahun 1942 Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Pemerintah Jepang. Jepang membekukan POSTPAARBANK dan mendirikan TYOKIN KYOKU sebuah bank yang bertujuan untuk menarik masyarakat melalui tabungan, TYOKIN KYOKU memiliki satu cabang yaitu cabang Yogyakarta.

Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, telah memberikan inspirasi kepada Bp. Darmosoetanto untuk memprakarsai pengambilalihan TYOKIN KYOKU dari Pemerintah Jepang ke Pemerintah RI dan terjadilah penggantian nama menjadi KANTOR TABUNGAN POS. Bp. Darmosoetanto ditetapkan oleh Pemerintah RI menjadi Direktur yang pertama. Tugas pertama menjadi KANTOR TABUNGAN POS adalah melakukan penukaran uang Jepang dengan

(11)

(Desember 1946) mengakibatkan didudukinya semua kantor termasuk kantor cabang dari KANTOR TABUNGAN POS hingga tahun 1949.

Saat KANTOR TABUNGAN POS dibuka kembali (1949), nama KANTOR TABUNGAN POS diganti menjadi BANK TABUNGAN POS RI berdasarkan UU Darurat No. 9 Tahun 1950 tanggal 9 Februari 1950. Sejak kelahirannya dan sampai berubah nama BANK TABUNGAN POS RI, lembaga ini bernaung di bawah Kementrian Perhubungan. Walaupun dengan UU Darurat tersebut masih bernama BANK TABUNGAN POS RI, tetapi tanggal 9 Februari 1950 ditetapkan sebagai hari dan tanggal lahir BANK TABUNGAN NEGARA. Perubahan nama dari BANK TABUNGAN POS menjadi BANK TABUNGAN NEGARA didasarkan pada PERPU No. 4 Tahun 1963 tanggal 22 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan dengan UU No. 2 Tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964.

Penegasan BANK TABUNGAN NEGARA sebagai bank milik negara ditetapkan dengan UU No. 20 Tahun 1968 tanggal 19 Desember 1968.

Jika tugas utama saat pendirian POSTPAARBANK (1897) sampai dengan BANK TABUNGAN NEGARA (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan, maka sejak tahun 1974 BANK TABUNGAN NEGARA ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976, karena itulah tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN.

(12)

1.2 Tujuan dan Ruang Lingkup Unit Kerja 1.2.1 Tujuan Unit Kerja

Unit kerja Loan Service mempunyai tujuan sebagai berikut:

1. Memberikan pelayanan kepada nasabah 2. Membuat daftar usulan pemohon kredit 3. Merealisasikan akad kredit

1.2.2 Ruang Lingkup Unit Kerja

Ruang lingkup kerja Loan Service antara lain:

1. Pelayanan pemberian kredit

Melakukan supervisi dan memastikan terlaksananya seluruh proses pemberian kredit yang sesuai dengan ketentuan bank. Serta layanan informasi kredit baik melalui telepon, surat maupun debitur / customer yang dating langsung dengan baik.

2. Pelayanan terhadap proses penyelesaian kredit

Tugasnya melayani nasabah mulai dari permohonan kredit, wawancara, akad kredit sampai dengan nasabah menerima dokumen pokok yang dijaminkan oleh pihak bank.

3. Pelayanan terhadap nasabah yang ingin kompalin (claim)

Tugasnya melayani nasabah yang komplain tentang pelayanan dan kredit yang dimilikinya.

4. Pelayanan terhadap nasabah yang ingin alih debitur

(13)

5. Pelayanan terhadap nasabah yang ingin melunasi kredit

Tugasnya memberikan pelayanan kepada nasabah yang ingin menyelesaikan pelunasan kredit yang telah jatuh tempo ataupun yang belum jatuh tempo.

1.3 Hubungan Kerja dengan Unit Lain 1.3.1 Teller Service

Menyediakan loket pelayanan yang efisien untuk para nasabah mengenai penyetoran, penarikan tentang administrasi kas, transaksi valuta asing (valas), dan proses tunai.

1.3.2 Customer Service

Menyediakan informasi dan bantuan dalam menjual produk-produk BTN ke nasabah, serta membantu dalam mentransfer rekening melalui kartu ATM.

1.3.3 Loan Administrasi

Memproses aplikasi kredit dan dokumentasi kredit mengenai proses transaksi yang akurat dan efisien, untuk administrasi umum kredit.

(14)

1.4 Tujuan Magang dan Tujuan Penulisan Laporan Magang 1.4.1 Tujuan Magang

Tujuan Magang yang dilakukan penulis adalah:

1. Memberikan pelatihan didalam dunia pekerjaan nantinya.

2. Agar kita mengetahui dunia kerja.

3. Menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah ke dalam dunia kerja.

4. Menciptakan rasa tanggung jawab dan displin dalam menyelesaikan pekerjaan.

1.4.2 Tujuan Penyusunan Laporan

Tujuan Penyusunan Laporan yang dilakukan penulis adalah:

1. Melatih disiplin dan tanggung jawab dalam tugas yang dibebankan.

2. Untuk memberikan gambaran yang jelas pada penulisan laporan tentang teori yang diterima dengan praktek kerja yang sebenarnya.

3. Menyeimbangkan antara kemampuan komunikasi secara lisan dengan ketrampilan melalui tulisan.

Referensi

Dokumen terkait

Anak yang memperoleh kewarganegaraan ganda tersebut tidak hanya diperoleh oleh anak yang lahir dari perkawinan yang sah , tetapi kewarganegaraan ganda juga

Analisis menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) dari 50 jumlah sampel hanya terdapat 6 sampel nelayan yang efisien dalam menggunakan kapasitas tangkap yang dapat diukur

(Don’t know how to create a lookup? Better check out Chapter 7.) You can merge a document with your current contact, your current lookup, or the entire database.. ⻬ A document

And The Mastery Of Pronunciation Of The Eleventh Grade Students Of Smk Nu Ma’arif Kudus In The Academic Year 2013/2014 .Skripsi: English Education Department Teacher

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Desain Sistem Kontrol Suhu Berbasis Mikrokontroler pada Mesin Pemanas Air untuk Pembibitan Tebu Metode

Orangtua yang keduanya bekerja dan berada di kota besar bisa memilih apakah anaknya akan mengenyam pendidikan di sekolah yang memang sudah menerapkan sistem full day

Dari hasil penelitian, Konsistensi jumlah upah yang diberikan kepada pekerja UD. Barokah Jaya Wonokromo Surabaya telah dilakukan oleh pemilik, yakni upah yang