• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Umum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Umum"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

LAMPIRAN :

1. Surat Pernyataan Telah Direviu

2. Perjanjian Kinerja (PK) Eselon II (terbaru) 3. Perjanjian Kinerja (PK) Eselon II (awal) 4. Rencana Kerja Tahunan tahun 2020

5. Realisasi Anggaran dan Kegiatan Inspektorat III Tahun 2020 6. Daftar 220 Kabupaten/Kota Pelaksanaan TPG

(5)

BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum

Pendidikan dan Kebudayaan;

2. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

3. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;

4. pelaksanaan pengawasan teknis bidang Pendidikan dan kebudayaan di daerah;

5. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; dan

6. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal;

7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Pada Pasal 206 menyatakan bahwa Inspektorat I sampai dengan Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi :

1. perumusan kebijakan teknis pengawasan internal;

2. penyusunan rencana, program, kegiatan, dan anggaran Inspektorat;

3. pelaksanaan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap kinerja, keuangan, kepegawaian, dan barang milik negara.

4. pelaksanaan pengawasan

5. pelaksanaan pencegahan korupsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2019 tentang Oganisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bab VIII Pasal 195 Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan Pasal 196 Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan fungsi:

1. Penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan Kementerian

(6)

6. pengawasan teknis penyelenggaran Pendidikan dan kebudayaan di daerah sesuai wilayah kerjanya

7. penyusunan laporan hasil pengawasan.

8. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis serta pengawasan internal di wilayah kerjanya.

Inspektorat III Itjen Kemendikbud membina satuan kerja eselon II yaitu : Sekretariat Jenderal, Ditjen Guru Tenaga Kependidikan dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Unit Pelaksana Teknisnya (UPT).

B. Dasar Hukum

Laporan Kinerja Inspektorat III Inspektorat Jenderal Kemendikbud tahun anggaran 2020 disusun berdasarkan :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

2. Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 1/U/2002 tentang Pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional;

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14/2006 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional;

4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

5. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Permendikbud No.39 Tahun 2020 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tanggal 20 Agustus 2020.

(7)

C. Tugas Pokok dan Fungsi Serta Struktur Organisasi

Inspektorat Jenderal Kemendikbud sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikbud dalam Pasal 196 Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan fungsi:

1. Penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

2. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

3. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;

4. pelaksanaan pengawasan teknis bidang Pendidikan dan kebudayaan di daerah;

5. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; dan

6. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal;

7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Untuk pelaksanaan fungsi yang ke 1 sd 6 akan dilakukan oleh Inspektorat III Itjen Kemendikbud, yang mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:

Gambar 1.1: Struktur Organisasi Inspektorat III Itjen Kemendikbud

(8)

D. Isu-isu Strategis

1. Bantuan Pemerintah dari Biro Keuangan dan BMN : Laporan dari penerimaan bantuan belum disampaikan kepada Biro Keuangan dan BMN

2. Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak tepat sasaran

3. Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) belum melakukan aktivasi rekening 4. Pemberian bantuan kuota belajar belum tepat sasaran dan tidak efektif 5. Banyak guru yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) 6. Banyak guru yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) 7. Masih banyak ruang publik yang menggunakan bahasa asing

Langkah-langkah strategis yang sudah dilakukan:

1. Melaksanakan Audit Tujuan Tertentu atas program Bantuan pemerintah dari Biro Keuangan dan BMN

2. Melaksanakan diskusi terpumpun dengan pengelola KIP Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik)

3. Melaksanakan diskusi terpumpun dengan pengelola PIP, BPK, OJK, Dirjen Anggaran, dan Bank Penyalur

4. Melaksanakan Audit Tujuan Tertentu atas program pemberian bantuan kuota belajar

5. Melaksanakan pemantauan dan Workshop atas program TPG dengan

6. Melaksanakan Audit Tujuan Tertentu atas program PPG pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

7. Melaksanakan Audit Kinerja atas program penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik

Laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III Itjen Kemendikbud ini memuat laporan kinerja yang telah dicapai sampai dengan 31 Desember 2020, capaian kinerja yang diukur dengan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) untuk semua program dan kegiatan yang dilaksanakan.

melibatkan Dinas Pendidikan, Bendahara Umum Daerah, perwakilan dari Kepala Sekolah pada 34 provinsi dan 76 Kabupaten/Kota (data terlampir)220 Kabupaten/Kota

(9)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

INSPEKTORAT III INSPEKTORAT JENDERAL KEMENDIKBUD

A. Rencana Kinerja Tahunan

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, Inspektorat III pada tahun 2020 berencana akan melaksanakan program penguatan pengawasan Inspektorat III dengan output utama “Layanan Audit Internal dengan enam komponen kegiatan yaitu: (1) Pelaksanaan Audit, (2) Pelaksanaan Reviu, (3) Pelaksanaan Evaluasi, Pemantauan dan Pengawasan Lainnya, (4) Pelaksanaan Pengawasan Penerapan SPIP; (5) Pelaksanaan Pengawasan Penerapan WBK dan WBBM, (6) Dukungan Operasional Pengawasan Internal. Program Penguatan Penguatan Penguatan Inspektorat III dengan output utama enam komponen tersebut dituangkan ke dalam Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT), dan dalam melaksanakan program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam PKPT, Inspektorat III didukung oleh anggaran senilai Rp 11.583.325.000,00.

Tabel 2.1: Rencana Kinerja Tahunan Sasaran

Kegiatan Indikator Kinerja Target Tri

wulan IV Realisasi Tersedianya

hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat III

1

Persentase Pengawasan Teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh

pemerintah provinsi di wilayah kerja

Inspektorat III

20% 20%

1.234.680.000

Pengawasan Anggaran Transfer Daerah Bidang Pendidikan

(10)

2 Persentase Pengawasan Teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan Kebudyaan yang dikelola oleh pemerintah

kabupaten/kota di wilayah kerja Inspektorat III

20% 20%

Pengawasan Anggaran Transfer Daerah Bidang

Pendidikan

3 Persentase satker yang berintegritas di bidang kerja Inspektorat III

70% 70%

Pelaksanaan

Pengawasan Penerapan WBK dan WBBM

548.729.000

4

Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja

Inspektorat III

Skor

3,1 Skor 3,1

- Pelaksanaan

Pengawasan Penerapan SPIP

531.900.000 - Pelaksanaan Audit 7.424.324.000 - Dukungan Operasional

Pengawasan Internal 772.255.000 - Pelaksanaan Evaluasi,

Pemantauan dan Pengawasan Lainnya

575.787.000

5

Persentase satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja

Inspektorat III

100% 100%

Pelaksanaan Reviu 495.650.000

-

(11)

B. Perjanjian Kinerja

Inspektorat III Itjen Kemendikbud mendapat pagu anggaran sebesar Rp11.583.325.000,00. (posisi per 31 Desember 2020). Pagu tersebut dialokasikan ke per output kegiatan di Inspektorat III Itjen Kemendikbud, dengan rincian sebagai berikut.

Tabel 2.2 Rincian Anggaran per output kegiatan di Inspektorat III (dalam Rupiah)

No. O u t p u t Pagu Anggaran

51 Pelaksanaan Audit 7.424.324.000,00

52 Pelaksanaan Reviu 495.650.000,00

53 Pelaksanaan Evaluasi,

Pemantauan dan Pengawasan

Lainnya 1.810.467.000,00

54 Pelaksanaan Pengawasan

Penerapan SPIP 531.900.000,00

55 Pelaksanaan Pengawasan

Penerapan WBK dan WBBM 548.729.000,00 56 Dukungan Operasional

Pengawasan Internal 772.255.000,00

T O T A L 11.583.325.000,00

(12)

Perjanjian Kinerja Inspektorat III Itjen Kemendikbud merupakan dokumen pernyataan kinerja antara Inspektur III dengan Inspektur Jenderal Kemendikbud untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh Inspektorat III Itjen. Berikut merupakan target capaian dalam Perjanjian Kinerja antara Inspektorat III dengan Inspektur Jenderal TA 2020.

Tabel 2.3: Target kinerja dalam perjanjian kinerja Inspektorat III tahun 2020

SASARAN KEGIATAN (SK) INDIKATOR KINERJA TARGET

KINERJA (%) Tersedianya hasil

pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat III

1 Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di bidang kerja Inspektorat III

20%

2 Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh kabupaten/kota di bidang kerja

Inspektorat III 20%

3 Persentase satker yang berintegrasi di

bidang kerja Inspektorat III 70%

4

Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern (SPIP) eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat III

3,1

5

Persentase satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang

kerja Inspektorat III 100%

Dengan total jumlah anggaran Inspektorat III yang diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja yang sebesar Rp11.583.325.000,00.

Type text here

(13)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA INSPEKTORAT III INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Inspektorat III Inspektorat Jenderal Kemendikbud selalu berupaya dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para pemangku kepentingan (stakeholders). Untuk mengetahui tingkat ketercapaian (keberhasilan/kegagalan) dari setiap target kinerja yang ditetapkan serta sebagai bahan evaluasi kinerja, diperlukan uraian dan analisis capaian kinerja yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berikut merupakan uraian ketercapaian kinerja yang telah dilakukan oleh Inspektorat III Itjen Kemendikbud.

A. Capaian Kinerja Inspektorat III Itjen Kemendikbud

Sesuai dengan Perjanjian Kinerja 2020 yang telah ditetapkan, Inspektorat III Itjen Kemendikbud memiliki 6 (enam) indikator kinerja yang akan dicapai.

Berikut merupakan tabel pengukuran kinerja Inspektorat III Itjen Kemendikbud Tahun Anggaran 2020

Tabel 3.1 Pengukuran Kinerja Inspektorat III Itjen Tahun Anggaran 2020

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target

Kinerja

Realisasi Kinerja

Tersedianya hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat III

1

Persentase Pengawasan Teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh

pemerintah provinsi di wilayah kerja Inspektorat III

20% 100%

Pengawasan Anggaran Transfer Daerah Bidang

Pendidikan

2

Persentase Pengawasan Teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan Kebudyaan yang dikelola oleh

pemerintah kabupaten/kota di wilayah kerja Inspektorat

20% 42,88%21,21%

(14)

Pengawasan Anggaran

Transfer Daerah Bidang Pendidikan

3 Persentase satker yang berintegritas di bidang kerja

Inspektorat III 70% 52,94%

Pelaksanaan Pengawasan

Penerapan WBK dan WBBM

4

Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat III

Skor 3,1

Akan

dilaksanakan di bulan Januari 2021 - Pelaksanaan Pengawasan

Penerapan SPIP

- Pelaksanaan Audit

- Dukungan Operasional

Pengawasan Internal

- Pelaksanaan Evaluasi, Pemantauan dan Pengawasan Lainnya

5

Persentase satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja Inspektorat III

100%

Akan

dilaksanakan di bulan Januari 2021

Pelaksanaan Reviu

-

B. Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) pertama

IKK Pertama yaitu persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di bidang kerja Inspektorat III sudah dapat diukur dengan rumus : Jumlah pemerintah provinsi yang telah mencapai pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Dikbud dibagi jumlah seluruh provinsi x 100% di bidang kerja inspektorat III. Diketahui tingkat ketercapaiannya dengan nilai capaian persentasenya sebesar 100%.

Analisis : IKK ke-1 didukung oleh Komponen Pemantauan atas Pelaksanaan Dana Transfer Daerah (TPG-PNSD) dimana telah dilaksanakan pemantauan

Type text here

(15)

transfer Dana Daerah di 34 provinsi mulai dari Pemetaan Data dan Informasi sampai dengan sosialisasi dilaksanakan pada Agustus 2020 sedangkan Pelaksanaan semula perjadin menjadi menggunakan dalam jaringan (virtual) sampai dengan Penyusunan Laporan Hasil Pemantauan dilaksanakan pada September 2020.

1. Pemantauan atas Pelaksanaan Dana Transfer Daerah (TPG-PNSD)

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 5 s.d. 7 Agustus

2020 Pemetaan Data dan Informasi Tangsel 30 Orang

2

9 s.d. 11 Agustus 2020

Penyusunan Pedoman Tangsel 30 Orang

3 14 s.d. 16 Agustus

2020 Penyusunan Instrumen Tangsel 30 Orang

4 18 s.d. 19 Agustus

2020 Ujicoba Instrumen 30 Orang

5 24 Agustus 2020 Sosialisasi daring

6 1 s.d. 2 Sept. 2020 Pemantauan Prog. Dana Transfer Daerah (TPG-PNSD) Frek 1

228 Orang 7 3 s.d. 4 Sept. 2020 Pemantauan Prog. Dana Transfer

Daerah (TPG-PNSD) Frek 2 228 Orang

8 7 s.d. 9 Sept. 2020 Kompilasi Hasil Pemantauan Dana Transfer Daerah TPG PNSD

Bogor 30 Orang

9

10 s.d. 12 Sept.

2020

Penyusunan Laporan Hasil Pemantauan Transfer Dana Daerah TPG PNSD

Bogor 30 Orang

10

14 s.d. 16 November 2020

FinalisasiPenyusunan Laporan Hasil Pemantauan Transfer Dana Daerah TPG PNSD

Bogor 30 orang

Kegiatan ini belum dapat terlaksana, yang semula dijadwalkan pada bulan April dan Mei sebagai tahap persiapan dan Juni pelaksanannya, namun karena ada pandemic covid-19 maka kegiatan belum terlaksana.

Baru pada Agustus 2020 dilaksanakan rangkaian kegiatan Pemantauan transfer dana daerah di 220 kab/kota pada 34 provinsi mulai dari Pemetaan Data dan Informasi sampai dengan sosialisasi.

Kegiatan ini telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan dengan anggaran sejumlah Rp1.228.210.000,00 atau 99% dari alokasi sebesar Rp1.234.680.000,00 sebagai berikut :

(16)

D. Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Ketiga

Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) ketiga, yaitu Persentase satker yang berintegrasi di bidang kerja Inspektorat III sudah dapat diukur dengan rumus : Jumlah satker yang mendapatkan predikat WBK/WBBM oleh MenPAN RB dibagi dengan satker yang diusulkan x 100% di bidang kerja Inspektorat III. Diketahui tingkat ketercapaiannya dengan nilai capaian persentasenya sebesar 52,94 %.

Analisis : Hasil penilaian dari KemenPAN RB terdapat 9 satker yang lulus penilaian ZI WBK dari 19 satker yang diusulkan, meskipun 6 diantaranya sekarang telah menjadi satker Ditjen Vokasi.

Adapun yang termasuk dalam komponen ini antara lain

1. Pelaksanaan Pengawasan Penerapan WBK dan WBBM ( Komponen kelima)

a. Pelatihan di kantor sendiri /Sosialisasi dalam rangka mendukung komponen kelima, dengan realisasi anggaran sebesar Rp 9.600.000,- C. Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Kedua

Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) kedua, yaitu Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota di bidang kerja Inspektorat III sudah dapat diukur dengan rumus : Jumlah pemerintah kab/kota yang telah mencapai pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Dikbud dibagi jumlah seluruh kab/kota x 100% di bidang kerja inspektorat III. Diketahui tingkat ketercapaiannya dengan nilai capaian persentasenya sebesar 42,88 %.

Analisis : IKK ke-2 didukung oleh Komponen Pemantauan atas Pelaksanaan Dana Transfer Daerah (TPG-PNSD) dimana telah dilaksanakan pemantauan transfer Dana Daerah di 74 kabupaten/kota pada 34 provinsi mulai dari Pemetaan Data dan Informasi sampai dengan sosialisasi dilaksanakan pada Agustus 2020 sedangkan Pelaksanaan semula perjadin menjadi menggunakan dalam jaringan (virtual) dan survey melalui IT sampai dengan Penyusunan Laporan Hasil Pemantauan dilaksanakan pada September 2020.

Adapun rangkaian kegiatannya adalah sama dengan point B di atas.

220

(17)

atau 71% dari anggaran sebesar Rp13.500.000,00 telah dilaksanakan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 12 Juni 2020 PKS Pendampingan ZI

WBK daring 40 Orang

2 17 Juni 2020 PKS Pendampingan ZI

WBK daring 40 Orang

3 18 Juni 2020 PKS Host daring 40 Orang

4 9 Okt. 2020

PKS Tata Kelola Perencanaan Program Anggaran pada Satker Atdikbud

daring

2. Evaluasi Zona Integritas/WBK/WBBM

Zona Integritas adalah strategi percepatan reformasi birokrasi yang dilakukan unit kerja pada instansi pemerintah. Pembangunan ZI ini berfokus pada kepuasan masyarakat sehingga dalam proses penilaiannya tidak hanya dinilai tim penilai internal dan nasional, namun juga memperhatikan hasil dari survei online dengan melibatkan masyarakat.

Kementerian PANRB perlu memastikan apakah instansi pemerintah yang diusulkan dalam pembangunan ZI tersebut benar-benar menerapkan budaya antikorupsi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sehingga layak mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). “Masyarakat yang merasakan langsung pelayanan dari unit kerja yang diusulkan.

Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 396.500.000,00 atau 99% dari pagu sebesar Rp 399.029.000,00, adapun kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 22 s.d. 26 Juni 2020 Pendampingan ZI WBK/

WBBM daring 87 Orang

Sesuai dengan undangan KemenPAN RB pada Senin, 21 Desember 2020 telah dianugerahkan beberapa satuan kerja di bawah pengawasan Inspektorat III

(18)

untuk mendapat predikat satker zona integritas wilayah bebas korupsi, antara lain :

a. P4TK Bidang Bangunan dan Listrik b. P4TK Bidang Bisnis dan Pariwisata c. P4TK Bidang IPA

d. P4TK Bidang Matematika e. P4TK Bidang Pertanian

f. P4TK Bidang Seni dan Budaya

g. Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan

i. P4TK Bidang Otomotif dan Elektronika

9. Pencegahan Korupsi

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan tata kelola Perencanaan Program Anggaran pada Satker Atdikbud secara dalam jaringan (daring) dengan fokus pada tata telola perencanaan program anggaran pada Satker Atdikbud di luar negeri. Kegiatan ini didukung dengan anggaran sebesar Rp 60.000.000,00 atau 92% dari alokasi sebesar Rp 65.200.000,00.

Adapun kegiatanya sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 13-15 Okt 2020 Tata Kelola Perencanaan Program Anggaran pada Satker

Atdikbud daring 21 Orang

10. Ekspose/Workshop

Kegiatan worksop yang dilaksanakan adalah untuk mendukung kegiatan pendampingan dalam rangka penilaian Satker oleh KemenPAN RB, Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan anggaran sejumlah Rp71.000.000,00 atau 92% dari alokasi sebesar Rp65.200.000,00. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 1 Juli 2020 Workshop Pembahasan Bahan

Presentasi ZI WBK/WBBM Kantor Itjen 14 Orang

(19)

2 1 Juli 2020 Workshop Pembahasan Bahan

Presentasi ZI WBK/WBBM Kantor Itjen 14 Orang

3 2 Juli 2020 Workshop Pembahasan Bahan

Presentasi ZI WBK/WBBM Kantor Itjen 14 Orang

4 2 Juli 2020 Workshop Pembahasan Bahan Presentasi ZI WBK/WBBM Kantor Itjen 14 Orang

5 3 Juli 2020 Workshop Pembahasan Bahan

Presentasi ZI WBK/WBBM Kantor Itjen 13 Orang

E. Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Keempat

Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) keempat, yaitu Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern (SPIP) eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat III dapat diukur dengan rumus : Jumlah skor maturitas SPIP Eselon I dibagi jumlah Eselon I di bidang kerja Inspektorat III. Adapun penilaian IKK ini akan dilaksanakan pada bulan Januari 2021.

Analisis : program/kegiatan yang mendukung pencapaian target IKK tersebut antara lain:

1. Pelaksanaan Pengawasan Penerapan SPIP (Komponen 054) a. Pelatihan di kantor sendiri /Sosialisasi

Kegiatan PKS/sosialisasi ini telah dilaksanakan dengan anggaran sejumlah Rp1.500.000,00 atau 75% dari alokasi anggaran sebesar Rp2.000.000,00, dengan kegiatan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 29 Juni 2020 PKS Tata Kelola Aset

dan Keuangan daring 77 Orang 2 30 Juni 2020 PKS Tata Kelola SPI daring 77 Orang 3 1 Juli 2020 PKS Tata Kelola

Kepegawaian daring 77 rang

b. Tata Kelola

Kegiatan ini berupa pendampingan tata kelola berupa keuangan, kepegawaian dan SPI. Dimana sebelum kegiatan dilaksanakan para Satker diberi edaran tentang substansi apa saja yang menjadi kendala di satkernya masing-masing, kemudian dipetakan sehingga tim yang diturunkan dapat konsen pada substansi yang diperlukan dari masing satker tersebut.

(20)

Kegiatan ini telah dilaksanakan dalam beberapa frekuensi dengan dukungan anggaran sejumlah Rp 509.200.000,00 atau 96% dari alokasi sebesar Rp 529.900.000,00 dengan kegiatan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 6-10 Juli 2020 Pendampingan Tata Kelola

Satker daring 75 orang

2 17 s.d. 19

November 2020 Implementasi Manajemen

Risiko daring 66 orang

2. Pelaksanaan Audit (Komponen 051)

Yakni pelaksanaan audit di wilayah kerja Inspektorat III sudah dapat diukur tingkat ketercapaiannya dengan nilai capaian persentasenya. Adapun yang menjadi bagian dari komponen ini antara lain : seb

a. Workshop

Dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 17 Januari 2020 dengan tema audit kinerja, diikuti oleh 85 orang peserta.

Tujuan workhop ini antara lain agar peserta :

a. Memahami prosedur standar audit kinerja di Itjen Kemendikbud;

b. Mengenal Government Accountability Office (GAO) dan Inspektorat Jenderal Pendidikan di Amerika Serikat;

c. Mengenal audit kinerja di Amerika dan Eropa;

d. Memahami penyusunan Memorandum Perencanaan Audit (MPA).

b. Pelatihan di kantor sendiri (PKS)

Pelatihan Kantor Sendiri pada komponen ini adalah kegiatan pendukung komponen ke empat (054) yaitu kegiatan transfer pengetahuan atau keterampilan dari pegawai untuk pegawai sendiri. PKS biasanya dilakukan dengan kelompok-kelompok kecil, waktunya pendek, dan dapat dilakukan sesering mungkin. Materi PKS budaya kerja dapat membahas tema-tema kecil tertentu sesuai dengan waktunya, misalnya membahas nilai-nilai dasar budaya kerja tertentu seperti nilai Tanggung Jawab, nilai Integritas, nilai Profesionalisme, atau yang lainnya. Materi PKS juga dapat diarahkan untuk membahas masalah- masalah yang muncul di sekitar kantor. PKS dapat diberikan baik oleh

(21)

pejabat struktural, fungsional, atau pegawai lain yang dianggap mampu.

Adapun pelatihan di kantor sendiri (PKS) yang telah dilaksanakan adalah:

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 28 Januari 2020 PKS Pengelolaan Aset Unit Utama dan UPT di

lingkungan Kemendikbud

Kantor

Itjen 90 Orang

2 29 Januari 2020 PKS Permendikbud No. 45 Tahun 2019 tentang OTK Kemendikbud

Kantor

Itjen 90 Orang

3 30 Januari 2020 PKS Teknik Penyusunan

Instrumen Kantor 90 Orang

4

14 Februari 2020

Sosialisasi ATT Aset Kantor 90 Orang

5 6 Maret 2020 Sosialisasi Audit Kinerja

Frekuensi I Kantor 90 Orang

6 23 Maret 2020 LKE Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi

Birokrasi daring 40 Orang

7 24 Maret 2020 LKE Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

daring

40 Orang

8 26 Maret 2020 PKS Pengadaan Swakelola

Tipe I, II, dan III daring 40 Orang

9 27 Maret 2020 PKS Pengadaan Swakelola

Tipe I, II, dan III daring 40 Orang

10 30 Maret 2020 PKS Pengadaan Khusus daring 40 Orang

11 31 Maret 2020 PKS Pengadaan Khusus daring 40 Orang

12 6 April 2020 PKS tentang SE Sesjen terkait Pembayaran keg.

WFH dan PMK yg Mendasari Pembayaran Tsb

daring 40 Orang

13 7 April 2020 daring 40 Orang

14 13 April 2020 PKS Pengadaan Jasa Konsultan

daring 40 Orang

15 14 April 2020 daring 40 Orang

16 26 Mei 2020 PKS Pembangunan Karakter dlm situasi Pandemi Covid 19

daring

78 Orang 17 11 Juli 2020 PKS Audit UPT 1 daring 90 orang 18 17 September

2020 PKS Audit UPT 1 daring 60 orang

19 15 Oktober 2020 PKS Audit UPT 1 daring 35 orang

20 30 Oktober 2020 ATT PPG daring

21 21 November ATT Banpem Biro Keuangan daring

(22)

Adapun untuk kegiatan workshop, pelatihan di kantor sendiri dan sosialisasi tersebut di atas terserap anggaran sebesar Rp 99.100.000,00 atau 87 % dari anggaran Rp 113.500.000,00.

c. Audit Unit Utama

Audit yang dilakukan merupakan audit kepatuhan untuk melihat apakah pengelolaan program dan anggaran dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan audit ini adalah memberi keyakinan memadai bahwa pengelolaan program dan anggaran telah dilakukan sesuai prinsip-prinsip penggunaan keuangan yang baik.

Kegiatan audit Unit Utama (Setjen, Ditjen GTK dan Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) telah terserap anggaran sebesar Rp 1.528.545.000,00 atau 100% dari pagu anggaran sebesar Rp1.532.020.000,00

Dengan kegiatan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 15 s.d. 23 Desember 2020

Audit Unit

Utama Jakarta,

Bogor,

Tangerang 63 orang

d. Audit Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Kegiatan audit ini sudah dilaksanakan dalam 4 (empat) frekwensi dengan anggaran sejumlah Rp 1.528.545.000,00 atau 100% dari pagu anggaran Rp1.532.020.000,00 adapun kegiatan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Sasaran Kegiatan Petugas 1 13 s.d. 17 Juli 2020 DKI, Banten, Jabar 43 Orang 2 27 s.d. 30 Juli 2020 Banten, Jabar 26 Orang 3 21 s.d. 30 September

2020 Banten, Jabar, Jateng, D.I.Y,

Lampung 48 Orang

4 19 s.d. 28 Oktober 2020 20 Provinsi 32 Orang

(23)

e. Audit Kinerja

Tujuan dari audit kinerja adalah menilai kinerja suatu organisasi, program, atau kegiatan yang meliputi audit atas aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas (3E). Audit fokus pada area yang mampu memberi nilai tambah dan memiliki potensi untuk perbaikan berkelanjutan.

Kegiatan audit kinerja yang telah dilaksanakan dengan anggaran sejumlah Rp1.264.311.000,00 atau 100% dari pagu anggaran sebesar Rp 1.266.530.000,00 sebagai berikut :

No. Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 8 s.d. 14 Maret

2020 Pengutamaan Bahasa

Negara di Ruang Publik Bali 12 Orang 2 8 s.d. 14 Maret

2020

PKP Berbasis Zonasi Jawa Barat 12 Orang

3 8 s.d. 14 Maret 2020

Kinerja Kepala Sekolah Jawa Barat 10 Orang

4 8 s.d. 14 Maret 2020

Diklat Guru Sumbar,

Jabar,Sumsel 11 Orang 5 8 s.d. 14 Maret

2020

TPG Non PNS Jawa Timur 12 Orang

6 8 s.d. 14 Maret

2020 Penguatan Kepala

Sekolah Bali 12 Orang

7 11-17 Agustus

2020 Pengutamaan Bahasa

Negara D.I.Y 12 Orang

8 12-25 Agustus

2020 PKP Berbasis Zonasi Jatim 12 Orang Kinerja Kepala Sekolah Jabar 11 Orang

Diklat Guru Jateng, Jatim 9 Orang

TPG Non PNS 12 Orang

Penguatan Kepala

Sekolah 12 Orang

e. Audit Tujuan Tertentu

Pemeriksaan dengan tujuan tertentu bertujuan untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang diperiksa. Pemeriksaan ini bersifat eksaminasi (examination), reviu (review), atau prosedur yang disepakati (agreed-upon procedures). Pemeriksaan dengan tujuan tertentu meliputi antara lain pemeriksaan atas hal-hal lain di bidang keuangan, pemeriksaan investigatif, dan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern.

(24)

Kegiatan audit ini telah dilaksanakan di beberapa satker dengan anggaran sejumlah Rp 3.909.639.597,00 atau 96% dari pagu anggaran sebesar Rp4.085.347.000,00. Kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 8 s.d. 10

Januari 2020 Verifikasi Calon Kepala

Sekolah/Guru SILN dan Atdikbud Jakarta 4 Orang

2 8 s.d. 17 Jan. 2020

Dugaan Pelanggaran Statuta dan Penyimpangan Proses Pemilihan

Rektor UNG (Preliminary Work) Jakarta 9 Orang

3 15 s.d. 24

Jan. 2020 Kedudukan Organisasi QITEP

(Preliminary Work) Jakarta 13 Orang

4

20 Jan - 6 Feb 2020

Dugaan Penyimpangan

Penggunaan Dana APBN Jakarta 4 Orang

5 3 -7 Feb.

2020

Kedudukan Organisasi QITEP

(Field Work) Yogya,

Jabar, DKI

Jkt 13 Orang

6

4 - 8 Feb 2020

Dugaan Pelanggaran Statuta dan Penyimpangan Proses Pemilihan

Rektor UNG (Field Work) Gorontalo 9 Orang

7

13 - 14 Feb

2020 Dugaan Kekerasan Thd Siswa oleh Guru/Wakasek SMAN 12 Bekasi

Jawa

Barat 2 Orang

8 16 - 22 Feb

2020 Audit atas Aset di lingkungan Pusat dan UPT Sekretariat

Jenderal dan Direktorat Jenderal GTK Kemendikbud

Jabar, DIY, Jateng, Banten Sumut, Sulsel, Jatim, DKI

69 Orang

9 17 - 25 Feb

2020

10

27 - 29 Feb

2020 Dugaan Penyalahgunaan Wewenang oleh Kepala Balai

Bahasa Yogyakarta Yogyakarta 4 Orang

11

13 - 17 Juli 2020

Validasi dan Verifikasi atas tindaklanjut temuan Laporan Keuangan TA 2018 pada Lembaga Sensor Film oleh BPK-RI

DKI

Jakarta 5 orang

12 13 – 19 Sept

2020 Fact Finding Refocusing

Anggaran Covid Jawa

Barat 5 orang

13 28 – 30 Sept

2020 Tahapan Pelaksanaan Seleksi SKB Penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019 di lingkungan Kemendikbud

Jawa

Barat 5 orang

14 5-9 Oktober

2020 Program Bantuan Pulsa/Kuota Data bagi Peserta Didik dan Pendidik - 1

Jakarta, Jabar dan

Banten 62 orang 15 19-23 Oktober

2020 Program Bantuan Pulsa/Kuota Data bagi Peserta Didik dan Pendidik - 2

22 orang

16

1-7 November 2020

Program Profesi Guru di Universitas Negeri/Swasta

Sumut, Sumsel, DIY, NTB, Jabar, Jateng,

63 orang

(25)

Jatim, DKI, Banten 17 7-13

November 2020

s.d.a

18 9-13 Nobember 2020

s.d.a

19

22 s.d. 28

Nov. 2020 Penyaluran Bantuan Pemerintah pada Biro Keuangan dan BMN Tahun 2019-2020

Sumut, Sumsel, DIY, NTB, Jabar, Jateng, Jatim, DKI, Banten

63 orang

20

1 s.d. 7 Des

2020 Program Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah Tahun 2020

Sumbar, Lampung, Kalteng, Kalsel, Kaltim, D.I.Y, Jateng, Kalbar, Banten, Jabar

68 orang

f. Ekspose Hasil Audit

Gelar kasus atau ekspose merupakan kegiatan pembahasan terhadap kasus-kasus yang akan diaudit, dalam proses audit, atau telah diaudit, guna mengantisipasi atau menghindari kelemahan timbul dalam pelaksanaan audit atau rekomendasi yang disampaikan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghindari kesalahan rekomendasi atas suatu temuan, dan upaya koreksi temuan yang dihasilkan sehingga terjadi perbaikan positif atas hasil audit berikutnya

Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan realisasi anggaran sebesar Rp21.630.000,00 atau 77% dari pagu anggaran Rp 28.000.000,00 antara lain :

(26)

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta 1 2 s.d. 3 Maret

2020 Ekspose Hasil ATT Aset Kantor Itjen 90 Orang 2 16 Maret 2020 Ekspose Hasil Audit

Kinerja I Kantor Itjen 90 Orang

g. Kompilasi hasil audit

Kompilasi Hasil Audit merupakan kegiatan menggabungkan hasil audit untuk dapat diterjemahkan lebih jauh sebagai dasar pengambilan keputusan.

Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan realisasi anggaran sebesar Rp203.810.000,00 atau 97% dari pagu anggaran Rp 209.100.000,00 sebagai berikut:

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 4 s.d. 5 Maret

2020 Kompilasi Hasil ATT

Aset Kantor

Itjen 30 Orang

2 4 Maret 2020 Kompilasi Hasil ATT

Aset Kantor

Itjen 30 Orang

3

12 s.d.14 Des.

2020

Kompilasi Hasil Audit

Kinerja Serang 30 Orang

4

12 s.d. 14 Des 2020

Kompilasi Hasil Audit

PPG Serang 30 Orang

F. Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) kelima

Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) kelima yaitu persentase satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja Inspektorat III, diukur dengan rumus : Jumlah satker mendapatkan hasil kajian LK Baik dibagi jumlah seluruh satker yang direview x 100% di bidang kerja Inspektorat III, dimana hasil penilaiannya dilaksanakan dibulan Januari 2021.

Analisis : program/kegiatan yang mendukung pencapaian target IKK tersebut antara lain:

1. Pelaksanaan Reviu

Merupakan komponen kelima dalam IKK Inspektorat III tahun 2020, yang kegiatannya antara lain :

a. Pelatihan di kantor sendiri /Sosialisasi

Kegiatan ini merupakan pendukung dari komponen ini, dimana sebelum dilakukan reviu ke lapangan, maka akan diadakan pelatihan di kantor

(27)

sendiri sebagai bahan untuk mengetahui sebuah satker tentang situasi dan kondisi terkini beserta ketentuan terbaru yang mengiringi kegiatannya.

Kegiatan yang telah dilaksanakan dengan menyerap anggaran sebesar Rp6.600.000,00 atau 55% dari pagu sebesar Rp 12.000.000,00, sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 18 Juli 2020 Pendampingan LK Kantor

Itjen 30 Orang 2 18 Juli 2020 Pendampingan LAKIP Kantor itjen

b. Reviu Laporan Keuangan Eselon I dan II

Reviu LK adalah penelaahan atas penyelenggaraan Keuangan Kementerian/ Lembaga (LK K/L) Negara atau Lembaga yang kompeten untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi dan laporan keuangan kementerian/lembaga telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, dalam upaya membantu Menteri/Pimpinan Lembaga untuk menghasilkan laporan keuangan kementerian/lembaga yang berkualitas.

Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan anggaran sejumlah Rp173.350.000,00 atau (97%) dari alokasi sebesar Rp 179.000.000,00 kegiatan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 10 s.d. 14 Februari 2020 Eselon I Jakarta 33 Orang

2 24 s.d. 28 Februari 2020 Kementerian Jakarta 33 Orang 3 20 s.d. 24 Juli 2020 Eselon I Jakarta 33orang 4 27 s.d. 27 Juli 2020 Kementerian Jakarta 10 orang

c. Reviu RKAKL

Untuk memberi keyakinan terbatas (limited assurance) bahwa informasi dalam RKA‐K/L sesuai dengan Pagu Anggaran K/L dan/atau Alokasi

(28)

hasil kesepakatan pemerintah dengan DPR dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN, standar biaya, kebijakan pemerintah lainnya, dan memenuhi kaidah perencanaan penganggaran serta dilengkapi dokumen pendukung.

Reviu tidak memberikan dasar untuk menyatakan pendapat sebagaimana dalam audit karena reviu tidak mencakup pengujian atas pengendalian intern, penetapan risiko pengendalian, pengujian atas dokumen sumber dan pengujian atas respon terhadap permintaan keterangan dengan cara pemerolehan bahan bukti yang menguatkan melalui inspeksi, pengamatan, atau konfirmasi, dan prosedur tertentu lainnya yang biasa dilaksanakan dalam suatu audit.

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 dengan daya serap sebesar Rp 109.496.000,00 atau 95% dari pagu Rp 115.150.000,00 sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 3 s.d. 7 Agustus

2020 Reviu atas Organisasi

Penggerak Jakarta 30 Orang

d. Reviu LAKIP

Laporan kinerja harus direviu oleh auditor Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau tim yang dibentuk untuk itu. Pereviu akan memberikan Surat Pernyataan Telah Direviu jika Laporan Kinerja telah mendapatkan reviu melalui kertas kerja.

Kegiatan reviu LAKIP telah dilaksanakan dengan anggaran terserap

sebesar Rp 171.725.000,00 atau 97% dari pagu sebesar Rp 177.500.000,00 dengan pelaksanaan sebagai berikut :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 10 s.d. 14 Februari 2020 Eselon I Jakarta 32 Orang

2 24 s.d. 28 Februari 2020 Kementerian Jakarta 32 Orang 3 20 s.d. 24 Juli 2020 Kementerian Jakarta 33 orang

(29)

e. Reviu RKBMN

Reviu RKBMN adalah penelaahan atas penyusunan dokumen rencana kebutuhan BMN yang bersifat tahunan berupa RKBMN oleh auditor APIP K/L yang kompeten, memberi keyakinan terbatas (limited assurance) bahwa RKBMN telah disusun sesuai dengan ketentuan perencanaan kebutuhan BMN. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 24 Oktober 2020.

f. Reviu PIPK

Reviu PIPK adalah penelaahan oleh auditor Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang kompeten atas penilaian PIPK untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa penyusunan laporan keuangan telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai.

Kegiatan ini semula akan dilaksanakan pada bulan September 2020, namun karena adanya pandemi covid-19 maka dilakukan penjadwalan ulang. Dikarenakan masing-masing satker belum menyusun tim pengendalian intern laporan keuangan maka tim Itjen tidak bisa melakukan reviu atas Pengendalian Intern Laporan Keuangan (PIPK) tersebut sehingga kegiatan ini tidak dilaksanakan pada tahun 2020.

g. Tim Evaluasi Pengajuan Realisasi Anggaran (TEPRA)

Pembentukan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) untuk mendorong penyerapan anggaran secara optimal di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus pengawasan terhadap realisasi anggaran tahun 2020. TEPRA juga akan membuat integrasi sistem bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan laporan penyerapan anggaran setiap saat

Kegiatan ini sesuai jadwal akan dilaksanakan pada bulan April, Juli, Oktober dan Desember 2020, namun sampai akhir tahun anggaran 2020 tidak dapat dilaksanakan karena adanya pandemi covid-19 dan tidak adanya koordinasi dari BPKP untuk melaksanakan kegiatan TEPRA.

(30)

2. Pelaksanaan Evaluasi, Pemantauan dan Pengawasan Lainnya (komponen 053)

Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam komponen ini antara lain : a. Pelatihan di kantor sendiri /Sosialisasi

Belum ada kegiatan PKS/Sosialisasi sampai dengan Desember 2020 yang menunjang kegiatan dalam komponen ketiga ini.

b. Evaluasi SAKIP

Tujuan evaluasi SAKIP adalah untuk mengetahui sejauh mana instansi pemerintah mengimplementasikan SAKIP-nya, serta sekaligus untuk mendorong adanya peningkatan kinerja instansi pemerintah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 s.d 16 Oktober 2020.

c. Monitoring atas Layanan Audit

Pemantauan/monitoring atas layanan audit dilaksanakan sebagai pengarahan, pembinaan, tuntunan atau pengendalian kepada auditor yang dilakukan oleh penanggung jawab audit dalam upaya menjaga dan meningkatkan mutu audit.

Pemantauan/monitoring atas layanan audit merupakan salah satu program yang tercantum dalam Program Kerja Inspektorat III Inspektorat Jenderal Tahun 2020 dalam rangka mewujudkan misi

“Penguatan Pengawasan Inspektorat III”.

Dalam laporan kompilasi data monitoring layanan audit ini disampaikan data-data terkait pelaksanaan audit yang dapat digunakan sebagai bahan analisa dalam rangka penjaminan mutu terhadap layanan audit seluruh program yang ada pada satuan kerja yang ada dibawah pengawasan Inspektorat III.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 180.128.000,00 atau 97% dari pagu Rp 184.787.000,00, antara lain :

No Tanggal Kegiatan Sasaran Petugas

1

23 Feb s.d. 3 Maret 2020

Pengadaan CPNS Tahun 2019

DIY, Jatim, Bali, Jambi,

Sumsel 10 Orang

2 11 s.d. 14 Maret

2020 Audit Kinerja I Jabar, Jatim,

Sumbar 7 Orang

(31)

Audit Kinerja II 7 Orang 3 29 Sept – s/d 1 Okt

2020 Audit UPT DKI, Jabar,

Banten 7 orang

4 9 s/d 12 Nopember

2020 Audit ATT PPG Jabar, Jateng,

Banten 6 orang

d. Fasilitasi/Konsultasi

Adapun kegiatan fasilitasi/konsultasi ini diantaranya adalah Forum Discussion Group (FGD) yang telah dilaksanakan beberapa frekuensi dengan menyerap anggaran sebesar Rp347.743.000,00 atau 90% dari pagu sebesar Rp 386.000.000,00.

Kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 9 Juni 2020

Risiko dan Solusinya atas Program/Kegiatan pada Pusat Penguatan Karakter SetJen Kemendikbud T.A. 2020

Dalam

jaringan 20 Orang

2 10 Juni 2020

Risiko dan Solusinya atas BanPem Prog. Organisasi Penggerak pada Dijen GTK Kemendikbud dlm Perspektif Pengawasan T.A. 2020

Dalam

jaringan 19 Orang

3 15 Juni 2020

Risiko dan Solusinya atas TaKol pada BPP Bahasa Kemendikbud dlm Perspektif Pengawasan T.A. 2020

Dalam

jaringan 18 Orang

4 16 Juni 2020

Risiko dan Solusinya atas Program Profesi Guru pada DitJen GTK Kemendikbud dlm Perspektif Pengawasan T.A. 2020

Dalam

jaringan 18 Orang

5 18 Juni 2020

Strategis Mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi pada SatKer di lingkungan pengawasan Insp. III Itjen

Kemendikbud

Dalam jaringan

6 19 Juni 2020

Risiko dan Solusinya atas TaKol Aset pada SatKer di lingkungan pengawasan Inspektorat III Itjen Kemendikbud

Dalam jaringan 7 19 Juni 2020 Risiko dan Solusinya atas TaKol Aset

pada SatKer di lingkungan pengawasan Inspektorat III Itjen Kemendikbud

Dalam jaringan

Frek 6

8 3 Juli 2020 Risiko dan Solusinya atas PIP/KIP Dalam

jaringan Frek 7

9 22 Juli 2020 PPPPTK BMTI Dalam

jaringan Frek 8

10 24 Juli 2020 PPPPTK BOE Dalam

jaringan

Frek 9 11 29 Juli 2020 Peta Risiko Program Darma Siswa Dalam

jaringan Frek 10 12 30 Juli 2020 Program KIP Perkuliahan, Risiko dan

Mitigasinya

Dalam jaringan

Frek 11

(32)

13 9 September 2020

Risiko dan Antisipasi Program Bantuan Pulsa/Kuota Data bagi Peserta Didik, Guru, dan Dosen oleh PUSDATIN dalam Perspektif Pengawasan dan Pengendalian

Dalam jaringan

Frek 12

14 25 Sept. 2020 Percepatan Pencairan Dana Program PIP

Dalam jaringan

Frek 13

15 8 Ok. 2020 Pengawasan dan Pengendalian Penyaluran Bantuan Kuota Belajar

Dalam jaringan

22 orang

16 3 Des. 2020 Risiko dan Solusi Program Bantuan

Subsidi Upah Dalam

jaringan Frek 15 17 18 Des. 2020 Percepatan Tindaklanjut Temuan

BPK-RI pada Ditjen GTK

Dalam jaringan

Frek 16

18 21 Des. 2020 Permasalahan dan Solusi Banpem pada Biro Keuangan Setjen

Dalam jaringan

Frek 17

19 28 Des. 2020 Mengenali Kondisi dan Permasalahan

di dlm LLDikti Dalam

jaringan Frek 18 20 29 Des. 2020 Hasil Audit Program Penguatan

Kepala Sekolah

Dalam jaringan

Frek 19 21 30 Des. 2020 Peran Aparat Penegak Hukum dlm

Pengawasan Pendidikan

Dalam jaringan

Frek 20

G. Dukungan Operasional Pengawasan Internal (Komponen keenam) 1. Perencanaan dan Evaluasi Program dan Anggaran

Kegiatan ini merupakan kegiatan menyusun program dan penganggaran Inspektorat III. Kegiatan diawali dengan proses evaluasi atas program dan penganggaran tahun berjalan sebagai acuan penyusunan program dan anggaran tahun berikutnya :

No Tanggal Kegiatan Tempat Peserta

1 21 Januari 2020 Non RDK Kantor Itjen 20 Orang 2 21 Januari 2020 RDK Kantor Itjen 30 Orang 3 27 Januari 2020 Non RDK Kantor Itjen 30 Orang 4 29 Januari 2020 RDK Kantor Itjen 30 Orang 5 12 Februari 2020 RDK Kantor Itjen 27 Orang 6 13 Februari 2020 RDK Kantor Itjen 30 Orang 7 14 Februari 2020 RDK Kantor Itjen 30 Orang 8 25 Februari 2020 Non RDK Kantor Itjen 20 Orang 9 26 Februari 2020 Non RDK Kantor Itjen 15 Orang 10 27 Februari 2020 RDK Kantor Itjen 20 Orang

11 27 Juli 2020 Non RDK Kantor 25 Orang

Referensi

Dokumen terkait

Apabila suatu masukan (input) Gerbang NAND dan NOR tersebut akan bekerja sebagai gerbang NOT atau inverter, seperti terlihat pada Gambar 5-9 dengan menggunakan persamaan

Tingkat serangan ulat grayak pada galur harapan kedelai tahan lebih rendah dibandingkan dengan galur rentan yang mengelilinginya (investasi hama terjadi secara alami).. Tingkat

Perkawinan adalah sebuah akad atau kontrak yang mengikat dua pihak yang setara antara laki-laki dan perempuan yang masing-masing telah memenuhi persyaratan

Camp David 1979 yang selama ini telah memicu kemarahan masyarakat Palestina.Perbedaan kepentingan dari Israel dan Palestina inilah yang mungkin memicu keputusan

Lampiran 8 Struktur diameter tegakan hutan rakyat di Kabupaten Ciamis Pola

Berdasarkan pemaparan masalah pada latar belakang dimana saat ini sistem yang ada masih dapat dikembangkan karena sistem yang ada belum berjalan maksimal dimana masih

Rara Liyani Heronika, 2001, Optimalisasi Pengukuran Jarak Pada Kapasitor Keping Sejajar sebagai Alat Ukur Kapasitansi Kapasitor ( Uji Optimalisasi Kapasitansi

Ditambah lagi terjadinya kecurangan-kecurangan yang terjadi pada peserta didik, guru yaitu pada ujian nasional (UN) dengan melakukan penyalahgunaan pendidikan karakter