1.1. Latar Belakang Permasalahan
Pertumbuhan pasar DVD akan terus berkembang seiring dengan semakin mudah dan murahnya perangkat lunak DVD sehingga konsumen dapat menikmati hiburan di rumah yang murah dan kualitas baik tanpa harus menonton film di bioskop. Teknologi DVD akan menjadi lebih popular di Indonesia, karena sekalipun VCD masih banyak digunakan, kualitas gambar dan suaranya tidak sebaik DVD (www.pikiran-rakyat.com).
Pertumbuhan DVD di pasar dalam negeri berkembang pesat. Bahkan LGEIN menargetkan 30% pangsa pasar DVD player di dalam negeri diperkirakan mencapai 120.000 unit tahun 2004, menyusul peluncuran sejumlah produk baru serta lokasi produksi DVD di Indonesia. Untuk memperkuat pasar DVD di Indonesia, Tahun 2004 LG meluncurkan lima tipe baru sekaligus. DVD LG yang termasuk paling tipis di dunia itu menerapkan format universal playbility CD/CD- R/CD-RW/MP3/WMA. Tahun 2004 LG lebih banyak mengeluarkan tipe DVD terbaru. Ini sebagai suatu strategi LG menciptakan selera pasar untuk menggunakan DVD daripada VCD karena DVD memiliki banyak kelebihan, terutama dari segi kualitasnya (www.pikiranrakyat.com).
Keisitimewaan yang dimiliki DVD dibandingkan media gambar lainnya
adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1. Keunggulan DVD
Keunggulan Keterangan
Daya tampung film Film durasi 2 jam
Akses Mampu mengakses format TV Standar (fullscreen 4:3) maupun TV layar lebar (widescreen 16:9)
Kualitas suara Dapat menghasilkan suara dalam bentuk dolby digital Akses untuk karaoke Lebih dari 32 jenis subtitutle/karaoke tracks
Daya tampung kamera Dapat menampung 9 sudut pandang kamera (tergantung feature tiap film)
Daya tampung feature Dapat menampung feature interaktif seperti games, puzzle, quiz, dan lainnya
Kemampuan pencarian judul untuk title, chapter dan lainnya
Mampu mencari cepat (instant search) untuk title, chapter dan lainnya
Daya tahan Tidak mudah rusak (fisik), tidak terpengaruh medan magnetis, tahan kondisi panas pada player
Desain Bentuk yang kompak dan ringkas, sehingga mudah untuk di bawa dan disimpan
Sumber: www.cineplex.com, modified: 26 Novemver 2004
Demikian halnya di Surabaya, DVD juga menunjukkan perkembangan pasar. Pertumbuhan dari penjualan DVD ini berdasarkan hasil survei di Tunjungan Center (TC). Pemilihan Tunjungan Center (TC) karena tempat ini merupakan salah satu pusat dari penjualan VCD, DVD, maupun produk elektronik lainnya (televisi, video game, dan lainnya) yang terlengkap dan paling ramai di Surabaya. Adapun hasil survei yang dilakukan disajikan berikut:
Tabel 1.2. Penjualan DVD Bulan juli-desember 2004 di Tujungan Centre
Bulan Penjualan DVD
(keping)
Juli 14.998
Agustus 15.166
September 16.684
Oktober 19.716
Nopember 25.782
Desember 27.299
Sumber: hasil survei di Tunjungan Centre, Januari 2005
Berdasarkan data yang disajikan tersebut, terlihat bahwa penjualan DVD terus meningkat dari bulan ke bulan. Hal ini selain dipicu oleh masalah keunggulan DVD juga karena satu keping DVD bisa menampung film yang berdurasi 2-3 jam dalam 1 keping.
Terlebih lagi untuk saat ini, sudah menjamur adanya home theatre, dimana
salah satu ruang dalam tempat tinggal didesain seperti layaknya sebuah bioskop.
kenyamanan. Hal ini juga berdasarkan data hasil survei terhadap 150 konsumen, dimana 150 konsumen ini sebanyak 80% terbiasa menyewa DVD, sedangkan 20% lebih banyak melakukan pembelian DVD daripada sewa. Penetapan jumlah 150 ini berdasarkan hasil screening awal yang dilakukan peneliti bahwa dari 200 konsumen yang diwawancara, sebanyak 150 yang menyatakan mengetahui dengan baik tentang DVD. Dilihat dari kepemilikan home theatre, maka 150 responden tersebut, 53% mempunyai home theatre dengan deskripsi data sebagai berikut:
Tabel 1.3. Hasil Survei Tentang Kepemilikan Home theatre
Wilayah Jumlah Mempunyai
Home theatre
Tidak Mempunyai Home theatre
Surabaya Barat 30 19 11
Surabaya Utara 30 21 9
Surabaya Pusat 30 18 12
Surabaya Timur 30 9 21
Surabaya Selatan 30 13 17
Jumlah 150 80 70
Sumber: hasil survei, Januari 2005
Berdasarkan data tabel tersebut, menunjukkan bahwa 53% responden yang menjadi responden survei pendahuluan ini menyatakan mempunyai home theatre.
Jika dikaitkan dengan volume penjualan DVD sebagaimana di tabel 1.2. tersebut, maka kemungkinan besar kepemilikan home theatre akan terus mengalami peningkatan.
Menghadapi fenomena yang terjadi ini, tentunya Bioskop 21 harus melihat
kembali positioningnya karena semakin maraknya keberadaan home theatre yaitu
bioskop prestisius yang tercermin harga tinggi atas tiket yang ditawarkan. Salah
satu bioskop terkenal di Surabaya adalah Bioskop 21. Bioskop 21 berpusat di
Jakarta di bawah PT Subentra, dan di Surabaya berpusat di Vida Supermarket
Surabaya dengan nama: PT Indo Ika Mandiri Film. Perusahaan ini mempunyai
jaringan bisnis yang di Surabaya dengan membuka bioskop di berbagai tempat
pembelanjaan ternama. Bioskop 21 disinyalir mempunyai kekuatan monopoli
yang luar biasa sehingga banyak bioskop di luar bioskop 21 bangkrut karena
monopoli yang dimiliki bioskop 21 (www.gatra.com/2002-07-18).
Bioskop 21 juga mempunyai keunggulan diantaranya bahwa bioskop ini yang berpengalaman menyuguhkan film-film pilihan di jaringannya dan PT Laksana Dewa Satria (LDS) yang kompeten dalam penyediaan mobile content, bertempat di Marios Place, Kamis, 26 Agustus 2004, meluncurkan MovID. MovID adalah singkatan dari Movie Identity. Latar belakang memunculkan MovID tak lain adalah sebagai wujud apresiasi bagi para pecandu film yang kerapkali disebut Movie Goers. Dengan memilki MovID, Movie Goers bisa memperoleh beragam kesempatan seperti:
(a) Menonton film perdana di Bioskop 21 melalui SMS quiz setiap bulan
(b) Menjadi pemenang "Quiz Wacth n Win" dengan hadiah bernilai jutaan rupiah, cukup dengan mengirim nomor kode tiket bioskop
(c) Mendapat info up to date mengenai film box office, gosip selebriti serta info film midnight melalui SMS sebanyak 4 (empat) SMS per bulan
(d) Mendapat kemudahan mengakses jadwal jam tayang bioskop melalui SMS (e) Memperoleh diskon di ratusan merchant, mulai dari cafe, resto hingga salon
terkemuka
(f) Mendapat fasilitas lain dengan sarana SMS seperti zodiak, hongshui, shio dan fun download untuk mendapatkan ringtone yang disukai
Dengan memanfaatkan layanan diatas, anggota MovID secara otomatis memperoleh point reward, yang dapat ditukarkan dengan beragam hadiah mulai dari merchandise, free pass, hingga paket liburan di dalam dan luar negeri (www.pikiranrakyat.com)
Bioskop 21 tersebar di delapan propinsi yaitu: Jambi, Lampung, Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara. Dominasi pasar oleh grup Bioskop 21 juga melemahkan posisi tawar menawar pemilik bioskop di luar grup 21 dalam hal mendapatkan priorotas pemutaran film di tempatnya (www.gatra.com/2002-07-18).
Di Surabaya, Bioskop 21 ini cukup prestisius karena berada di area
pembelanjaan yang mempunyai nama prestisius di Surabaya. Adapun deskripsi
dari Bioskop 21 di Surabaya adalah sebagai berikut:
Tabel 1.4. Kapasitas Seat dan Harga Tiket
Keterangan Kapasitas Seat Harga Regular
& Mid night
Harga Paket hemat Surabaya Pusat
Tujungan Plaza
Studio 1 248 25.000 17.500
Studio 2 184 25.000 17.500
Studio 3 224 25.000 17.500
Studio 4 248 25.000 17.500
Delta “21”
Studio 1 219 20.000 12.500
Studio 2 219 20.000 12.500
Studio 3 218 20.000 12.500
Studio 4 194 20.000 12.500
Surabaya Timur Galaxi mall
Studio 1 300 22.500 15.000
Studio 2 142 22.500 15.000
Studio 3 142 22.500 15.000
Studio 4 142 22.500 15.000
Studio 5 142 22.500 15.000
Surabaya Barat Empire
Studio 1 279 15.000 10.000
Studio 2 279 15.000 10.000
Studio 3 207 15.000 10.000
Studio “21” (PTC)
Studio 1 219 25.000 17.500
Studio 2 219 25.000 17.500
Studio 3 138 25.000 17.500
Studio 4 138 25.000 17.500
Studio 5 156 25.000 17.500
Surabaya Utara
Surabaya “21” (Tugu Pahlawan)
Studio 1 114 12.500 9.000
Studio 2 114 12.500 9.000
Studio 3 114 12.500 9.000
Studio 4 114 12.500 9.000
Studio 5 114 12.500 9.000
Surabaya Selatan
Tidak ada bioskop “21” 0 0 0
Sumber: Hasil survei, September 2004
Tabel tersebut menunjukkan adanya kapasitas seat yang berbeda. Jika
kepemilikan DVD dari waktu ke waktu semakin meningkat, hal ini mempengaruhi
terhadap penjualan yang dicapai Bioskop 21 karena keunggulan dan kenyamanan
menonton film dengan home theatre dibandingkan bioskop. Data yang
mendukung kepemilikan home theatre mempengaruhi penjualan bioskop 21 adalah sebagai berikut:
Tabel 1.5. Pengaruh Home theatre Terhadap Penjualan Bioskop 21
Sebelum mempunyai home theatre, Saudara dulu menonotonfilm di Bioskop 21 minimal 2 x sebulan Jumlah %
o Ya 80 100
o Tidak 0 -
Jumlah 80 100
Setelah mempunyai home theatre, seberapa sering Saudara
menonton film di Bioskop 21 Jumlah %
o Lebih dari 2 x sebulan 16 20.00
o 1 kali dalam 3 bulan 55 68.75
o Tidak pernah dalam 3 bulan terakhir (Desember 2004
– Februari 2005) 9 11.25
Jumlah 80 100