• Tidak ada hasil yang ditemukan

GERAKAN SWASEMBADA GIZI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GERAKAN SWASEMBADA GIZI"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

GERAKAN SWASEMBADA GIZI

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DENGAN MENDORONG

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PEMERINTAH DAERAH DAN PARTISIPASI

MASYARAKAT DALAM PEMENUHAN GIZI SECARA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN

BUKU PRAKTIK BAIK

UPAYA PERCEPATAN PENANGANAN STUNTING

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

(2)

PENGANTAR

BUPATI LAMPUNG SELATAN

Dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Stunting terintegrasi, Kabupaten Lampung Selatan telah mencanangkan program Swasembada Gizi sebagai prioritas daerah dengan target di Tahun 2024 Kabupaten Lampung Selatan Bebas Stunting.

Penyusunan Buku Praktik Baik dari pembelajaran Kabupaten Lampung Selatan dalam penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri merupakan hal baik sebagai ajang tukar pengalaman antar pemerintah daerah dalam upaya Bersama pusat dan daerah menuju Indonesia Bebas Stunting dengan hasil generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing dimasa yang akan datang.

Lampung Selatan, Juli 2021

Nanang Ermanto

Bupati Lampung Selatan

(3)

UCAPAN TERIMA KASIH

DUTA SWASEMBADA GIZI

Gerakan Swasembada Gizi adalah program prioritas Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka memastikan generasi penerus Lampung Selatan yang unggul. Penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi tidak hanya dilaksanakan di tingkat desa dan masyarakat namun juga tingkat kabupaten dan kecamatan. Gotong royong dan kebersamaan menjadi nafas Gerakan Swasembada Gizi ini dengan harapan besar di tahun 2024 angka kejadian stunting di Lampung Selatan dibawah 5%. Kerja bersama antara pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait sangat penting dilakukan untuk dapat memastikan tujuan Gerakan Swasembada Gizi tercapai dan memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri yang memberikan kesempatan kepada Gerakan Swasembada Gizi dapat berbagi pengalaman dan pembelajaran, Semoga sedikit pembelajaran dari Kabupaten Lampung Selatan dapat memberikan kontribusi dalam upaya percepatan penanganan Stunting secara nasional.

Lampung Selatan, Juli 2021 Winarni Nanang Ermanto

Duta Swasembada Gizi

Hj. Winanrni Nanang Ermanto Duta Swasembada Gizi

(4)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

1. COVER 2. PENGANTAR

3. UCAPAN TERIMA KASIH

4. LATAR BELAKANG GERAKAN SWASEMBADA GIZI 5. PROFILE KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

6. GERAKAN SWASEMBADA GIZI SEBUAH UPAYA PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT 7. DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN

8. GERAKAN SWASEMBADA GIZI DALAM RPJMD KABUPATEN LAMPUNG SELATAN 2021 – 2026 9. PERKEMBANGAN GERAKAN SWASEMBADA GIZI

10. UPAYA SWASEMBADA GIZI (BISNIS PROSES DAN PENDEKATAN PROGRAM) 1. BISINIS PROSES SWASEMBADA GIZI

2. BISINIS PROSES PRINSIP PERENCANAAN TERPADU SWASEMBADA GIZI 3. LOKASI LAYANAN DAN PENERIMAN MANFAAT PROGRAM

4. STRATEGI KOMUNIKASI SWASEMBADA GIZI

5. RENTANG KENDALI PROGRAM (SISTEM PELAPORAN DAN KOORDINASI)

6. TAHAPAN SWASEMBADA GIZI (KABUPATEN, KECAMATAN DAN DESA/KELURAHAN) 11. IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGAN GERAKAN SWASEMBADA SWASEMBADA GIZI

1. CAPAIAN GERAKAN SWASEMBADA GIZI

2. PENGEMBANGAN PROGRAM DI TINGKAT KABUPATEN 3. PENGEMBANGAN PROGRAM DI TINGKAT KECAMATAN 4. PENGEMBANGAN PROGRAM DI TINGKAT DESA

12. TANTANGAN PROGRAM DAN UPAYA PENANGANAN 13. KEBERLANJUTAN GERAKAN SWASEMBADA GIZI

Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 22 51 56

3

(5)

LATAR BELAKANG

GERAKAN SWASEMBADA GIZI

01

03

04

02

05

02 - Menindak lanjuti hal tersebut

Pemerintah Kabupaten berupaya melaksanakan kegiatan

penanganan stunting ditingkat kabupaten sampai desa dengan pendekatan penanganan stunting secara konvergen.

03 - Disaat bersamaan Kabupaten Lampung

Selatan sedang berproses mencapai target Stop Buang Air Besar Kabupaten di tahun 2019 dengan menyelenggaran Gerakan Swasembada WC dan berhasil mencapai target dengan Dideklarasikan pada tahun 2019

Atas pembelajaran penyelenggaraan keberhasilan Gerakan Swasembada WC dan memastikan program pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melanjutkan pendekatan Gerakan Swasembada WC untuk percepatan pananggulangan Stunting dengan meresmikan dan menyelenggarakan Gerakan Swasembada Gizi dengan target Kabupaten Lampung Selatan Bebas Stunting Tahun 2024, yang diperkuat dengan Instruksi Bupati Lampung Selatan nomor 2 Tahun

2020 Tentang Strategi Penanganan Stunting Kabupaten Lampung Selatan Melalui Gerakan Swasembada Gizi- 04

01 - Sejak tahun 2018 Kabupaten

Lampung Selatan menjadi salah satu kabupaten lokasi focus Stunting di Indonesia yang ditetapkan melalui surat Kementerian Bappenas

Advokasi Gerakan Swasembada Gizi kepada kepala daerah terpilih masa bakti 2016-2026 telah berhasil menjadikan Gerakan Swasembada Gizi menjadi upaya penanganan Stunting Kabupaten Lampung Selatan yang tercantum dalam RPJMD Tahun 2021 –

2026 dan wajib dilaksanakan di semua desa dan kelurahan di Lampung Selatan.- 05

(6)

Profile Kabupaten Lampung Selatan

Jumlah

Penduduk :

1.061.000 Jiwa

256 Desa

4 Kelurahan

17 Kecamatan

Luas Wilayah

2.109,74 Km2

Kabupaten Lampung

Selatan terletak di

ujung timur Pulau

Sumatera yang dijuluki

juga sebagai kabupaten

Serambi Sumatera,

dengan Kota Kalianda

sebagai ibukotanya.

Kabupaten Lampung

Selatan berpenduduk

berbagai macam suku

bangsa dan merupakan

salah satu ikon dunia

dengan keberadaan

Gunung Anak Krakatau

di wilayahnya.

(7)

GERAKAN SWASEMBADA GIZI SEBUAH UPAYA

PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT

Analisa Situasi dan Determinasi Prevalensi Stunting

Kolaborasi dan Multy Stakeholder Partnership dalam Pelaksanaan Pembangunan Daerah Dukungan Kabupaten

Lampung Selatan Dalam Upaya Penanganan Stunting Secara Nasional (Lokasi Stunting Sejak 2018)

Angka Prevalensi STUNTING 43% (Riskesdas 2013)

Keberlanjutan Program Pembangunan Pemerintah Daerah Lampung Selatan (Swasembada WC (ODF 2019) ➔ Swasembada Gizi (Bebas Stunting 2024)

Upaya Memastikan Generasi Lampung Selatan Yang Unggul Dan Berdaya Saing

KITA SEMUA BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP

KUALITAS SDM LAMPUNG SELATAN DAN INDONESIA SEKARANG DAN MASA DEPAN

(Duta Swasembada Gizi Indonesia)

(8)

DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN

Perbup Penyelanggaraan Dana Desa No. 51 Tahun 2021 Tentang Pemanfaatan

Dana Desa (didalamnya termasuk untuk penanganan

Stunting)

RPJMD 2021-2026

Gerakan Swasembada Gizi sebagai Strategi Penanganan Stunting dan

peningkatan gizi anak-anak Lampung Selatan Instruksi Bupati No 1

Tahun 2017 Penyelanggaraan Swasembada WC

Perbup Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Lampung

Selatan

Instruksi Bupati No. 2 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan

Swasembada Gizi

(9)

GERAKAN SWASEMBADA GIZI DALAM RPJMD

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN 2021 - 2026

Visi Kabupaten Lampung Selatan

“Terwujudnya Masyarakat Lampung Selatan yang Berintegritas, Maju dan Sejahtera

dengan Semangat Gotong Royong”.

Misi 3

Membangun

infrastruktur untuk meningkatkan

konektivitas antar wilayah dan pusat-pusat perekonomian yang berkelanjutan

Misi 5

Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang profesional, transparan, efektif dan akuntabel

Misi 2

Meningkatkan kualitas Sumber Daya

Manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan serta kesejahteraan sosial

Misi 4

Mengembangkan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah

Misi 1

Meningkatkan penerapan nilai-nilai agama, budaya dan keluarga dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam rangka

percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Selatan diluncurkan kegiatan Swasembada Gizi yang diharapkan setiap

keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarganya secara mandiri (Dokumen RPJMD 2021-2026)

(10)

PERKEMBANGAN GERAKAN

SWASEMBADA GIZI

8

43 29 5,3 3,6

GRAFIK PREVALENSI STUNTING KABUPATEN

LAMPUNG SELATAN

2013 2018 2019 2021 % % % %

(11)

UPAYA SWASEMBADA GIZI

Bisnis Proses dan Pendekatan Program

(12)

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

INSTITUTIONAL

MOBILISASI SUMBER DAYA/ PENDANAAN SDM LAMPUNG SELATAN UNGGUL RENCANA AKSI SWASEMBADA GIZI IMPLEMENTASI PROGRAM YANG KONSEKUEN dan

KONSISTEN

SWASEMBADA GIZI 2024

TERPADU/KOLABORATIF, KONVERGEN DAN DIDUKUNG

SEMUA PIHAK KAPASITAS PELAKSANA DAN MONITORING YANG KUAT

BISINIS PROSES

SWASEMBADA GIZI

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DENGAN MENDORONG PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PEMERINTAH DAERAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMENUHAN GIZI SECARA MANDIRI

TIM PENGENDALI

SPESISIFIK DAN

SENSITIF

(13)

BISINIS PROSES

PRINSIP PERENCANAAN TERPADU SWASEMBADA GIZI

LOKASI

PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PENYELENGGARAAN GERAKAN SWASEMBADA GIZI.

SEMUA KEGIATAN BERBAGAI PIHAK YANG MENDUKUNG GERAKAN SAWASEMBADA GIZI/PENANGANAN STUNTING

MOBILISASI SUMBERDAYA DAN PENDANAAN DARI BERBAGAI SUMBER APBN, APBD, DANA DESA SUMBER LAINNYA

PAYUNG HUKUM YA NG DIBUTUHKAN DALAM MENDUKUMNG TERJADINYA INTEGRASI KEGIATAN

KEGIATAN SIAPA

KEB

IJ

A

KA

N

PEN D ANAAN

LOKASI FOKUS DESA DAN DESA PERLUASAN

(14)

LAYANAN AIR

MINUM DAN

SANITASI

LAYANAN KIA

LAYANAN SOSIAL

BISINIS PROSES (2)

LAYANAN SWASEMBADA GIZI

LAYANAN PAUD

LAYANAN GIZI

SPESIFIK

Layanan priorioritas (emergency)

dengan target perubahan status gizi

balita dalam 2 bulan wajib dalam

kondisi baik

SENSITIF

Layanan lanjutan dengan target

menjaga kondisi status gizi tetap

dalam kondisi baik untuk balita, ibu

hamil menyusui dan remaja putri.

(15)

Wanita, Pria, Remaja Putri

1. Posyandu Pra Konsepsi

2. Kampanye dan Konseling Gizi untuk Suami

3. Pencegahan Covid 19 keluarga 4. Pemberian vitamin untuk remaja

putri

5. Konseling dan promosi reproduksi untuk remaja putr

6. Edukasi kespro dan PKBR (Perencanaan kehidupan Berkeluarga bagi Remaja)

didalamnya ada PUP

(Pendewasaan Usia Perkawinan) 7. BKB Emas (Eliminasi Masalah

Stunting)

8. Pembinaan ketahanan keluarga pada klp BKB di Kampung KB

Ibu Hamil

1. Pemberian makanan tambahan untuk ibu KEK 2. Pemberian Tablet Tambah

Darah

3. Pemerikasaan Kehamilan 4. Konseling Kehamilan

5. Promosi dan pencegahan covid 19 untuk ibu dan balita 6. Layanan unit Covid 19 khusus

untuk ibu hamil, menyusui, melahirkan dan balita

7. Konseling dan kampanye penganekaragaman gizi 8. Deteksi Dini IVA (Deteksi dini

cancer Servic)

Ibu Menyusui dan anak Umur 0-23 Bulan

1. Promosi dan konseling menyusui dan PMTBA 2. Pejelasan Tata Laksana Gizi

Buruk

3. Pemberian Makanan Percepatan gizi untuk anak dengan permasalahan gizi 4. Pemantauan pertumbuhan 5. Pemberian suplemen dan

vitamin

6. Promosi dan pencegahan covid 19 untuk ibu dan balita

7. Pencegahan kecacingan.

Anak Umur 24 – 59 Bulan

1. Tata lakasana Gizi Buruk

2. Pemberian makanan percepatan gizi untuk anak-anak 3. Pemantauan dan promosi pertumbuhan 4. Pemberian suplemen dan vitamin 5. Pelaksanaan MTBS 6. Pencegahan kecacingan.

LAYANAN KIA

LAYANAN GIZI

13

(16)

1. Peningkatan layanan air melalui program PAMSIMAS

2. Uji kualitas Air

3. Kampanye dan pemerikasaan depot air minum isi ulang

4. Kampanye layanan sanitasi aman dengan penyedotan terjadwal 5. Kampanye Cuci tangan pakai

Sabun dan pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

1. Penyelanggaraan PAUD Holistik terintegratif

2. Kampanye Gizi untuk anak PAUD dan orang tua dan Guru

1. Kampanye dan sosialisasi pencegahan dan penanganan Stunting melalui berbagai media 2. Peningkatan kapasitas KPM, Bidan

Desa dan kader dalam penyelenggaraan Gerakan Swasemabda Gizi

3. Peningkatan kapasitas perubahan perilaku antar pribadi

4. Penyelenggaraan Keluarga Berencana dan Kampung KB 5. Peningkatan Jaminan Kesehatan 6. Peningkatan PKH

7. Kampanye perlindungan perempuan dan anak

1. Advokasi kebijakan pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa dalam penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi

2. Dukungan program Pangan Lestari 3. Pembinaan Kelompok Wanita Tani 4. Implemntasi program Pemanfaatan

pekarangan (Gertak Tayur) melalui Dasa Wisma PKK

5. Kampanye Gerakan Kebun, Kolam dan Kandang dalam penyediaan gizi secara mandiri

6. Pemberian bantuan Pangan Non Tunai (Program Sembako)

7. Pemberian Bantuan Covid 19 untuk keluarga terdampak

8. Fasilitasi kartu BPJS PBI- APBD bagi bayi dan anak Stunting

LAYANAN AIR

DAN SANITASI

LAYANAN PAUD

LAYANAN SOSIAL

(17)

LOKASI LAYANAN DAN PENERIMAN MANFAAT

PROGRAM

Lokasi Fokus

Konvergensi

Lokasi, focus dan konvergensi kegiatan pada tahun 2021 adalah 21 desa. Dasar penentuan lokasi adalah :

1. Berdasarkan hasil analisa situasi 2. Berdasarkan sebaran kejadian

stunting

Lokasi

Replikasi

(Perluasan Layanan)

Dasar penentuan lokasi adalah:

1. Perbup Lampung Selatan No.53/2021 Tentang Penggunaan Dana Desa

2. Upaya preventif dan promotive strategi prioritas layanan kesehatan Kabupaten Lampung Selatan

Layanan Program

100 % (260) Desa/kelurahan se Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarakan Gerakan Swasembada Gizi, berdasarkan:

1. Instruksi Bupati Lampung Selatan No. 2 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan

2. Target Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2024 prevelansi stunting 5 persen se Kabupaten Lampung Selatan

100%

9%

91%

PENERIMA MANFAAT

1.PEMERINTAH DAERAH, KECAMATAN, DESA

2.MASYARAKAT, KADER, RUMAH TANGGA, BALITA, REMAJA PUTRI

(18)

STRATEGI KOMUNIKASI

SWASEMBADA GIZI

KADER HEBAT DAN

MILITAN

KADER YANG MAMPU MENDAMPINGI MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN PERILAKU KESEHATAN DAN PEMENUHAN GIZI MANDIRI

“MEMAHAMI DAN SADAR”

MENDORONG INFORMASI PERUBAHAN PERILAKU KEPADA

MASYARAKAT UNTUK

MENUMBUHKAN PEMAHAMAN DAN KESADARAN TENTANG KEBUTUHAN

PERILAKU SEHAT

SEMUA

MENDUKUNG DAN

GOTONG ROYONG

GOTONG ROYONG, TERINTEGRASI DAN DIDUKUNGAN KEBIJAKAN

PEMENUHAN GIZI

MANDIRI

MASYARAKAT DAN PEMERINTAH MAMPU PEMENUHAN SUMBER GIZI SECARA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN

(19)

RENTANG KENDALI PROGRAM

(Sistem Pelaporan dan Koordinasi)

“SWASEMBADA GIZI” KEBIJAKAN PRIORITAS PEMBANGUNAN KABUAPATEN LAMPUNG SELATAN TIM PENGENDALI PROGRAM KABUPATEN TIM PENGENDALI PROGRAM KECAMATAN TIM PENGENDALI PROGRAM DESA

1

3

2

4

17

(20)

TAHAPAN SWASEMBADA GIZI

(KABUPATEN, KECAMATAN DAN DESA/KELURAHAN)

TAHAPAN

PROSES

TAHAPAN PROSES PENYELENGGARAAN PROGRAM SWASEMBADA GIZI

KONSOLIDASI KEGIATAN LINTAS OPD, KECAMATAN DAN

KEBIJAKAN DANA DESA (RENCANA KERJA SWASEMBADA GIZI)

PEMBENTUKAN TIM PENGENDALI PROGRAM (KABUPATEN, KECAMATAN, DESA/KEL) TIM KECIL IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

DAN RENCANA INTEGRASI PROGRAM (KABUPATEN) SOSIALISASI DAN SELURUH

STAKEHOLDERS KOMITMEN BERSAMA SWASEMBADA GIZI

MONITORING EVALUASI DAN KOORDINASI IMPLEMENTASI

KEGIATAN (KABUPATEN, KECAMATAN DAN DESA) ROAD SHOW SWASEMBADA GIZI

DAN KONSOLIDASI MULTI STAKEHOLDER PARTNERSHIP ADVOKASI ANGGARAN

1

2

3

4

5

6

7

8

9

18

(21)

TAHAPAN SWASEMBDA GIZI

TINGKAT KABUPATEN

ADVOKASI

1. ADVOKASI ANGGARAN DAN KEBIJAKAN 2. PEMBENTUKAN TIM PENGENDALI

PROGRAM SWASEMBADA GIZI KABUPATEN

3. PENANDATANGANAN KOMITMEN PENYELENGGARAAN PROGRAM

4. ADVOKASI DUKUNGAN BERBAGAI PIHAK

RENCANA KERJA SWASEMBADA GIZI

RENCANA KERJA BERSAMA LINTAS SEKTOR TINGKAT KABUPATEN

IMPLEMENTASI KEGIATAN

1. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KEGIATAN KAMPANYE DAN SOSIALISASI (IEC MATERIAL, ALAT PERAGA)

2. DUKUNGAN KABUPATEN DALAM PENYEDIAAN ANGGARAN DAN PENDAMPINGAN

PENINGKATAN KAPASITAS

1. ROAD SHOW PROGRAM

2. PENINGKATAN KAPASITAS PELAKSANA GERAKAN SWASEMBADA GIZI TINGKAT KECAMATAN, DESA DAN KADER

MONITORING DAN EVALUASI

1. SISTEM/FORMAT MONITORING BERSAMA LINTAS PROGRAM

2. PENDATAAN DAN UPDATE DATA PERKEMBANGAN PROGRAM

3. VERIFIKASI DAN KUNJUNGAN LAPANGAN

4. PERTEMUAN RUTIN KECAMATAN KOORDINASI SWASEMBADA GIZI

(22)

TAHAPAN SWASEMBDA GIZI

TINGKAT KECAMATAN

ADVOKASI

1. ADVOKASI KEBIJAKAN

2. PEMBENTUKAN TIM PENGENDALI PROGRAM SWASEMBADA GIZI KECAMATAN

3. PENANDATANGANAN KOMITMEN PENYELENGGARAAN PROGRAM

4. ADVOKASI DUKUNGAN BERBAGAI PIHAK

RENCANA KERJA SWASEMBADA GIZI

RENCANA KERJA BERSAMA LINTAS SEKTOR TINGKAT KECAMATAN

IMPLEMENTASI KEGIATAN

1. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KEGIATAN KAMPANYE DAN SOSIALISASI (IEC MATERIAL, ALAT PERAGA)

2. DUKUNGAN KABUPATEN DALAM PENYEDIAAN ANGGARAN DAN PENDAMPINGAN PROGRAM

PENINGKATAN KAPASITAS

1. PELATIHAN CARA PENDAMPINGAN UNTUK KADER

2. MEMASTIKAN DUKUNGAN UNTUK DESA DAN KADER TERSEDIA

MONITORING DAN EVALUASI

1. PENDATAAN DAN UPDATE DATA PERKEMBANGAN PROGRAM

2. VERIFIKASI DAN KUNJUNGAN LAPANGAN

3. PERTEMUAN RUTIN KECAMATAN (KOORDINASI SWASEMBADA GIZI)

(23)

IMPLEMENTASI KEGIATAN

1. PENGGERAKKAN DAN PENDAMPINGAN IBU HAMIL, BALITA DAN REMAJA PUTRI

2. PENINGKATAN LAYANAN DI POSYANDU DENGAN 5 LAYANAN SWASEMBADA GIZI

3. KAMPANYE

STUNTING/SWASEMBDA GIZI

MONITORING DAN EVALUASI

1. SISTEM/FORMAT MONITORING CAPAIAN DAN KEGIATAN

2. PENDATAAN DAN UPDATE DATA PERKEMBANGAN PROGRAM

3. VERIFIKASI DAN KUNJUNGAN LAPANGAN

4. PERTEMUAN RUTIN DESA MEMBAHAS SWASEMBADA GIZI/PENANGANAN STUNTING

ADVOKASI KEBIJAKAN DAN PENGANGGARAN

1. ADVOKASI ANGGARAN DAN KEBIJAKAN 2. PEMBENTUKAN TIM PENGENDALI

PROGRAM SWASEMBADA GIZI DESA 3. PENANDATANGANAN KOMITMEN

PENYELENGGARAAN PROGRAM 4. ADVOKASI DUKUNGAN MASYARAKAT

PENINGKATAN KAPASITAS

1. PEMBENTUKAN KADER/MENGGUNAKAN KADER YANG SUDAH ADA

2. PELATIHAN CARA PENDAMPINGAN KADER

3. RENCANA KERJA KADER

RENCANA KERJA SWASEMBADA GIZI

1. RENCANA KERJA BERSAMA LINTAS SEKTOR

2. PRIORITAS DESA STUNTING

TAHAPAN SWASEMBDA GIZI

TINGKAT DESA

(24)

IMPLEMENTASI DAN

PENGEMBANGAN GERAKAN

SWASEMBADA GIZI

Penyelerenggaraan Gerakan Swasembada Gizi dalam 1 tahun terakhir memberikan

dampak yang positif dalam upaya penanganan stunting dan permasalahan Gizi. Selain

capaian penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan, juga

melahirkan pengembangan-pengembangan program disemua tingkatan (kabupaten,

kecamatan, desa/kelurahan dan masyarakat/kader) yang berkontribusi terhadap

meningkatnya kinerja layanan dari UPT dan partisipasi masyarakat dan sektor swasta

dalam penyelenggaraan program

(25)

CAPAIAN GERAKAN SWASEMBADA GIZI

2

1

3

CAPAIAN KEPROGRAMAN

1. 260 Desa dan Kelurahan menyelenggarakan

Gerakan Swasembada Gizi

2. Implementasi Gerakan Swasembada Gizi sesuai dengan konsep yang dikembangkan

CAPAIAN PENURUNAN PREVALENSI STUNTING

Prevalensi Stunting Tahun 2021 sebesar 3,6%

PENGHARGAAN

1. Terbaik konvergensi penanganan stunting tingkat Provinsi aksi 5-8 Tahun 2021 2. Terbaik konvergensi penanganan stunting

Provinsi Lampung aksi 1-4 tahun 2020 3. Stop Buang Air Besar Sembarangan

Kabupaten Tahun 2019

4. STBM Award Terbaik 2 Nasional Tahun 2021 5. Penghargaan STBM Keberlanjutan dari

Kementerian Kesehatan 2021 6. Kabupaten Layak Anak 2021

(26)

PENGEMBANGAN PROGRAM DI

TINGKAT KABUPATEN

(27)

Tim Pengendali dan Sekretariat Swasembada Gizi

Tim dan Sekretariat Swasembada Gizi adalah wadah yang dibentuk untuk melakukan koordinasi, konsolidasi dan monitoring penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi di tingkat kabupaten dengan tujuan memastikan target capaian Kabupaten Lampung Selatan dalam penanganan Stunting terwujud.

(28)

GERTAK TAYUR (GERAKAN SERENTAK TANAM SAYUR)

Gerakan Serentak Tanam Sayur diresmikan oleh Bupati Lampung Selatan, bertujuan untuk memastikan pemenuhan gizi mandiri keluarga dengan pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Gerakan ini dilaksanakan di semua kecamatan dan desa di Kabupaten Lampung Selatan bekerjasama dengan TP PKK dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

(29)

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN COVID 19 UNTUK IBU HAMIL, NIFAS, MELAHIRKAN DAN BALITA

Salah satu upaya khusus untuk memastikan kesehatan ibu hamil, nifas dan balita, serta ibu melahirkan di Kabupaten Lampung Selatan, saat ini Kabupaten Lampung Selatan mengembangkan unit khusus layanan untuk ibu hamil, nifas, ibu

melahirkan dan balita yang terpapar covid 19.

(30)

SYSTEM MONITORING CEPAT GERAKAN SWASEMBADA GIZI

System monitoring cepat adalah kelengkapan system monitoring program Swasembada Gizi yang bertujuan memonitoring perkembangan program di tingkat Kecamatan, desa, kader dan balita dengan mengunakan aplikasi google form.

System monitoring cepat yang digunakan antara lain:

1. Sistem monitoing Swasembada Gizi tingkat kecamatan dan desa 2. Sistem monitoring Kader Pembangunan masyarakat

3. Sistem monitoring perkembangan balita by name dan address

(31)

KAMPANYE PERUBAHAN PERILAKU MASSIVE MELUAS MELALUI MEDIA ONLINE MAUPUN CETAK

Kegiatan kampanye Gerakan Swasemba Gizi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan tujuan memberikan informasi dan pengetahuan kepada seluruh warga Kabupaten Lampung Selatan.

(32)

PENGEMBANGAN PANDUAN DAN IEC (INFORMASI, EDUKASI DAN KOMUNIKASI) MATERIAL GERAKAN SWASEMBADA GIZI

Sebagai Gerakan dan program prioritas yang melibatkan semua tingkatan dan pihak dalam penyelenggaraannya, Gerakan Swasembada Gizi dilengkapi dengan panduan pelaksanaan dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa dan materi informasi, edukasi dan kampanye gerakan.

(33)

MAKANAN ANJURAN PENAMBAH GIZI BALITA (OFFICIAL MAKANAN PERCEPATAN GIZI BALITA GERAKAN SWASEMBADA GIZI)

Gerakan Swasembada Gizi yang bertujuan meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil memiliki makanan khusus yang dianjurkan dalam rangka percepatan perubahan kondisi gizi masyarakat, yaitu makanan olahan tanaman Kelor. Kegiatan ini

bekerjasama dengan UMKM Lamban Kelor melalui pembinaan dari Dinas Perdagangan dan Korperasi.

(34)

DUTA SWASEMBADA GIZI

Sebagai gerakan menyeluruh yang melibatkan pemerintah dan masyarakat, Gerakan Swasembada Gizi Mengangkat Duta Swasembada Gizi sebagai penggerak, pendukung advokasi, juru kampanye dan juru bicara program kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi.

(35)

KERJASAMA DENGAN MITRA PEMBANGUNAN DAERAH

Gerakan Swasembada Gizi juga melibatkan kelompok organisasi kemasyarakatan dan komunitas dalam penyelenggaraannya. Salah satu kerjasama yang dibangun dalam mendukung program adalah dengan organisasi social Child Fun, yang mendampingi penanganan stunting di 3 desa lokasi project.

(36)

ROAD SHOW GERAKAN SWASEMBADA GIZI

Sebagai program prioritas Kabupaten Lampung Selatan, Gerakan Swasembada Gizi melaksanakan roadshow ke seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan 260 desa dan 17 kecamatan. Tujuan dari roadshow ini adalah memastikan komitmen seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan masyarakat melaksanakan Gerakan Swasembada Gizi

(37)

Taman Edukasi Gizi Keluarga

Salah satu prinsip Gerakan Swasembada Gizi adalah penyediaan Gizi secara mandiri oleh keluarga. Dalam memberikan informasi dan contoh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membangun kebun edukasi gizi keluarga. Harapannya pemerintah desa dan masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk ditanami sebagai salah satu sumber gizi mandiri

masyarakat.

(38)

DUKUNGAN APBD PENYELERENGGARAAN GERAKAN SWASEMBADA GIZI DI KECAMATAN

Selain kabupaten dan desa, Tim Pengendali Gerakan Swasembada Gizi juga terdapat di tingkat kecamatan. Hal ini untuk memudahkan rentang kendali program. Untuk memastikan rencana kerja Tim Pengendali Kecamatan berjalan dengan baik, pemerintah kabupaten memberikan dukungan pendanaan khusus bersumber dari APBD terkait kegiatan koordinasi, kampanye dan monitoring dan evaluasi Gerakan Swasembada Gizi di tingkat kecamatan.

(39)

KERJASAMA PENDATAAN BALITA MELALUI SSGI

Kegiatan kerjasama antara Dinas Kesehatan dengan Lembaga Survey dalam melakukan pendataan balita di Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendataan kondisi prevalensi status gizi balita serta sebagai

data pembanding terhadap data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan tentang capaian program KIA.

(40)

LAYANAN PENYEDOTAN TINJA TERJADWAL L2 T2 MELALUI APLIKASI ANDROID “SALAMAN”

Kegiatan L2T2 Dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman yang bertujuan melakukan penyedotan tinja tanki septic secara berkala 3-4 tahun sekali, dengan tujuan untuk memastikan tidak terjadi pencemaran sumber air rumah tangga

yang diakibatkan rembesan atau kebocoran tanki septic. Sehingga kualitas air yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga dengan baik.

(41)

PELUK ANAKKU

Peluk Anakku adalah kegiatan yang dilakukan oleh Duta Swasembada Gizi dalam memonitoring Balita dan orang tua, Bidan Desa, Kader dan Pemerintah desa melalui Teleconference antara Duta Swasembada Gizi dengan orang tua dan penanggungjawab balita dan program swasembada gizi secara terjadawal

(42)

KERJASAM DENGAN UNIVERSITAS

Gerakan Swasembada Gizi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga mengajak universitas dalam penyelenggaraannya, bentuk kerjasama dengan pelibatan kampanye perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan gizi yang baik di rumah tangga. Bentuk kerjasamanya adalah menjadikan KKN tematik Gizi dalam memastikan penanganan stunting di desa lokasi KKN tertangani dengan baik.

(43)

GERAKAN SERENTAK PENANAMAN KELOR (GERTAK PELOR)

Adalah Upaya Puskesmas Candipuro dalam meningkatkan kondisi gizi balita dan ibu hamil dengan melakukan budidaya Tanaman kelor dan pengolahan daun kelor sebagai bahan makanan penambah gizi keluarga. Puskesmas bekerjasama dengan pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan.

(44)

PENGEMBANGAN PROGRAM DI

TINGKAT KECAMATAN

(45)

TIM PENGENDALI PROGRAM SWASEMBADA GIZI KECAMATAN

Dibentuk disemua kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, yang berfungsi sebagai wadah koordinasi, kolaborasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi di tingkat kecamatan. Tim Pengendali Kecamatan juga didukung anggaran kegiatan dari APBD khusus untuk mengawal Gerakan Swasembada Gizi Kecamatan.

43

(46)

AKUNG ASIK

(AYAH MENDUKUNG PEMBERIAN ASI EKSLUSIVE)

Akung asik adalah kegiatan upt puskesmas way urang yang melibatkan suami/ayah balita dalam mendukung pemberian asi exclusive kepada balita dengan memberikan pendampingan, pengetahuan dan cara untuk suami/ayah dalam mendukung

istri/ibu balita.

(47)

Kerjasama UPT Puskesmas Dengan Peternak Ayam Dalam Mendukung Program Swasembada Gizi Melalui Kampanye Makan Telor

Kegiatan kerjasama antara UPT Pusekesmas Candipuro dan peterak ayam pedaging dan petelur di Kecamatan Candipuro untuk mendukung program Swasembada Gizi, dengan memberikan daging dan telor kepada Balita dan Ibu hamil di lokasi Posyandu secara rutin. Kegiatan kerjasama ini tidak hanya terjadi di wilayah Puskesmas Candipuro, tapi juga terjadi di semua Puskesmas di Kabupaten Lampung Selatan.

(48)

PENGEMBANGAN PROGRAM DI

TINGKAT DESA

(49)

TIM PENGENDALI PROGRAM SWASEMBADA GIZI DESA

Dibentuk di semua desa di Kabupaten Lampung Selatan, yang berfungsi sebagai wadah koordinasi, kolaborasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan Gerakan Swasembada Gizi di tingkat desa. Salah satu kegiatan Tim Pengendali Program Swasembada Gizi Desa adalah melaksanakan perencanaan terkait penanganan Stunting melalui rembug stunting

dan pengangkatan kader Pembangunan Manusia, selain melngimplemntasikan Gerakan Swasembada Gizi di tingkat keluarga balita dan ibu hamil.

(50)

TAMAN GIZI DESA (KANDANG, KEBUN DAN KOLAM)

Kegiatan kerjasama Pemerintah Desa dengan PKK Desa dalam menyediakan sumber gizi berupa sayur dan tanaman obat lainnya, yang diperuntukkan untuk seluruh masyarakat desa, ibu hamil dan balita.

(51)

SEKOLAH SWASEMBADA GIZI

Sekolah Swasembada Gizi adalah komunitas kader Swasembada Gizi yang mendukung penyelenggaraan Gerakan dengan menyampaikan kampanye, penyebaran informasi tentang pencegahan stunting dan penelitian bahan makanan olahan Tanaman Kelor sebagai penambah gizi cepat untuk balita dan ibu menyusui.

(52)

“BUGISA” Lumbung Gizi Desa Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan

Taman Tanaman sayur dan obat masyarakat yang hasil diperuntukkan untuk orang tua yang memiliki balita dengan masalah gizi. Selain kegiatan penyediaan sayur dan obat kegiatan BUGISA juga memberikan sumber protein, telur dan ikan. Kegiatan BUGISA di dukung oleh Dana Desa.

(53)

DANA DESA UNTUK DUKUNGAN PEMANFAATAN MAKANAN OLAHAN TANAMAN KELOR DALAM PENANGANAN STUNTING

Kegiatan Pemerintah Desa Bulok dalam memastikan gizi masyarakat desa dengan memberikan makanan olahan kelor secara menyeluruh.

(54)

TANTANGAN PROGRAM DAN UPAYA

PENANGANAN

(55)

IDENTIFIKASI TANTANGAN DALAM PENYELENGGARAN

GERAKAN SWASEMBADA GIZI

KECAMATAN 1. Identifikasi rencana kerja Program Swasembada Gizi Kabupaten 2. Identifikasi Upaya/kegiatan Program Swasembada Gizi 3. Identifikasi kapasitas

tim Swasembada Gizi Kecamatan DESA/KELURAHAN 1. Identifikasi rencana kerja Program Swasembada Gizi Kabupaten 2. Identifikasi Upaya/kegiatan Program Swasembada Gizi 3. Identifikasi Kapasitas Tim Swasembada Gizi Desa/Kelurahan 4. Identifikasi kapasitas

Bidan Desa/kader dalam Pelaksanaan Program Swasembada Gizi

5. Identifikasi kelengkapan layanan Posyandu

IBU HAMIL/BALITA Identifikasi multi aspek factor penghambat stunting Level KABUPATEN 1. System monitoring terpadu program swasembada gizi 2. Kampanye dan perubahan perilaku gizi yang efektif

Dasar identifikasi:

1. Form monitoting capaian Swasembada Gizi Kecamatan 2. Form monitoting capaian Swasembada Gizi Desa/Kelurahan 3. Form Identifikasi Faktor penyebab stunting

4. Identifikasi kapasitas penyelenggaraan Swasembada Gizi di Kecamatan, desa dan kader (kendala dan upaya penanganan) 5. Data e-PPGBM

KADER

Kemampuan kader dalam memahami tugas dan dukungan dalam penyelenggaraan

program husunya dalam pendampingan ibu hamil dan balita

(56)

REKOMENDASI YANG DIHASILKAN

KABUPATEN

KECAMATAN

DESA/KELURAHAN

OPD, TIM PENGENDALI SWASEMBADA GIZI

KABUPATEN

OPD TERKAIT WAJIB MENINDAKLANJUTI HASIL REKOMENDASI DENGAN MELAKUKAN PENGANGGARAN UNTUK MEMASTIKAN LAYANAN SWASEMBADA GIZI DI LOKASI BARU DAN SELURUH WILAYAH KABUPATEN

TIM PENGENDALI SWASEMBADA GIZI KECAMATAN

PEMERINTAH KECAMATAN DAN UPT TERKAIT WAJIB MENINDAKLANJUTI HASIL REKOMENDASI DENGAN MELAKUKAN PENGANGGARAN UNTUK MEMASTIKAN LAYANAN SWASEMBADA GIZI DI LOKASI FOKUS BARU DAN SELURUH KECAMATAN SERTA MEMPERKUAT PENDAMPINGAN DAN MONITORING PELAKSANAAN GERAKAN DI SELURUH WILAYAH

TIM PENGENDALI SWASEMBADA GIZI DESA

DESA WAJIB MENGANGGARKAN KEGIATAN SWASEMBADA GIZI SESUAI REKOMENDASI DARI TIM KABUPATEN DAN KECAMATAN, MEMPERKUAT PENDAMPINGAN DAN PENGAWASAN, PERAN KADER DAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MENSUKSESKAN GERAKAN

REKOMENDASI UNTUK PEMERINTAH DAN KELUARGA/IBU HAMIL DAN BALITA

KELUARGA/IBU HAMIL DAN BALITA

KELUARGA/IBU HAMIL DAN BALITA

1. DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMENUHAN GIZI UNTUK IBU HAMIL DAN BALITA

2. MEMASTIKAN 100 HPK DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN OLEH KELUARGA, IBU HAMIL DAN BALITA

(57)

PERBAIKAN MANAJEMEN LAYANAN UNTUK MEMASTIKAN LAYANAN

MENJANGKAU RUMAH TANGGA

Kader Swasembada Gizi Desa/KPM:

1. Memastikan rencana kerja kader sesuai dengan hasil identiifikasi

2. Memastikan Kapasitas Kader

memenuhi dalam

mendampingi RT 100 HPK 3. Memastikan pendampingan

kader menjangkau Rumah Tangga 100 HPK

Monitoring

1. Memperkuat monitoring terhadap Rumah Tangga 1000 HPK

2. Memperkuat monitoring terhadap aktifitas kader Swasembada Gizi

3. Memperkuat monitoring terhadap aktifitas posyandu dan Tim Swasembada Gizi Desa

Tim Pengendali Swasembada Gizi Desa:

Memastikan rencana kerja dan pengaganggaran kegiatan tepat kegiatan dansasaran

sesuai kebutuhan dari hasil rekomendasi

Posyandu:

Memastikan fasilitas dan aktifitas layanan posyandu sesuai dengan hasil rekomendasi MEMASTIKAN 5 LAYANAN SWASEMBADA GIZI SAMPAI DI RUMAH TANGGA Memastikan Meningkatnya Perilaku Rumah Tangga 1000 HPK menerima/menjalankan 5 layanan Swasembada Gizi

(58)

1. PERBAIKAN KOORDINASI ANTAR OPD SERTA ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA, KECAMATAN DAN DESA 2. PERBAIKAN MANAJEMEN DATA STUNTING DAN CAKUPAN INTERVENSI

1. KONSOLIDASI CEPAT CAPAIAN/PELAPORAN OPD MELALUI SYSTEM PENILAIAN CEPAT (Google Form)

2. MEMPERKUAT KOORDINASI DAN INTEGRASE KEGIATAN MELALUI PERTEMUAN RUTIN 3. PENINGKATAN KAPASITAS TIM

PENANGANAN STUNTING/ SWASEMBADA GIZI KABUPATEN

ANTAR OPD (TIM PENANGANAN

STUNTING/TIM SWASEMBADA GIZI

KABUPATEN)

1. JOINT MONITORING PROGRAM KE LAPANGAN MELALUI KUNJUNGAN LAPANGAN/SPOT CHECK

2. MENINGKATKAN RESPON CEPAT ISU DI LAPANGAN MELALUI SECRETARIAT SWASEMBADA GIZI kabupaten (TECHNICAL ASSISTENT)

3. DISTRIBUSI PANDUAN PROGRAM UNTUK KECAMATAN DAN DESA

TIM SWASEMBADA GIZI KABUPATEN DENGAN KECAMATAN DAN DESA 1. MENGEMBANGKAN PENILAIAN CEPAT DAN MEMPERKUAT SYSTEM LAMA TENTANG CAPAIAN PROGRAM/PELAPORAN/DATA KE KABUPATEN

2. PENINGKATAN KAPASITAS TIM SWASEMBADA GIZI KECAMATAN 3. JOINT MONITORING PROGRAM KE

LAPANGAN MELALUI KUNJUNGAN LAPANGAN/SPOT CHECK

4. KOORDINASI RUTIN MEMBAHAS CAPAIAN DAN TANTANGAN PROGRAM DI KECAMATAN

5. MENINGKATKAN RESPON CEPAT ISU DI LAPANGAN MELALUI SECRETARIAT SWASEMBADA GIZI KECAMATAN (TECHNICAL ASSISTENT)

TIM SWASEMBADA GIZI KECAMATAN

1. MENGEMBANGKAN PENILAIAN CEPAT DAN MEMPERKUAT SYSTEM LAMA TENTANG CAPAIAN PROGRAM/PELAPORAN/DATA KE KABUPATEN/KECAMATAN 2. PENINGKATAN KAPASITAS TIM

SWASEMBADA GIZI DESA/KELURAHAN

3. MONITORING PROGRAM KE FASILITAS KESEHATAN DAN RT 1000 HPK MELALUI KUNJUNGAN LAPANGAN/SPOT CHECK

4. KOORDINASI RUTIN MEMBAHAS CAPAIAN DAN TANTANGAN PROGRAM DI DESA/KELURAHAN

TIM SWASEMBADA GIZI DESA

MEMPERKUAT RENTANG KENDALI DAN M&E PROGRAM

(59)

KEBERLANJUTAN

GERAKAN SWASEMBADA GIZI

2021

2024

Memperkuat pelayanan dan pendampingan progam di seluruh desa se Kabupaten

Lampung Selatan

Kampanye Perubahan Perilaku dan peningkatan kapasitas Swasembada Gizi untuk

kader, pelaksana program, pemerintah

kecamatan dan desa

1. Advokasi dan Internalisasi Dalam Program Pembangunan Desa secara berkelanjutan (Peraturan Desa) 2. Dashboard data Balita berbasis IT 3. Kerjasama multi pihak dalam

mempercepat keberhasilan program

1. Peningkatan kapasitas yang berkelanjutan 2. Pengembangan

Kerjasama Multi pihak lebih luas

3. Peningkatan kapasitas kader hebat dan militan

Memastikan dan mengawal internaslisasi Gerakan Swasembada Gizi kedalam Rencana Kerja Tahunan Pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan ,merupakan langkah keberlanjutan program ke depan sesuai dengan target pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam penanganan stunting yang tercantum dalam RPJMD 2021 -2026 .

(60)

KITA SEMUA BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP

KUALITAS SDM LAMPUNG SELATAN DAN INDONESIA

SEKARANG DAN MASA DEPAN

TERIMA KASIH

(Tim Pengendali Swasembda Gizi, Kabupaten Lampung Selatan) Cq. Dinas Kesehatan kabupaten Lampung Selatan

Gambar

GRAFIK PREVALENSI STUNTING KABUPATEN  LAMPUNG SELATAN

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan berdasarkan hasil analisis didapatkan jumlah peningkatan sel limfosit pada penderita malaria falciparum dan vivax yang menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan

Sebuah perkawinan tentulah ada yang namanya prosesi yang di pakai, masyarakat Madura yang akan melangsungkan perkawinan dengan masyarakat kepulauan Pagerungan

Namun demikian, prinsip hukum modern yang terkait dengan kedaulatan, imunitas negara, kewajiban negara untuk melindungi warganegaranya, dan menjaga keutuhan wilayah, dan seluruh

Gratifikasi dianggap sebagai suap jika si penerima gratifikasi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang mempunyai jabatan dan si penerima (pejabat) melakukan suatu

limbah padat hasil dari proses pembakaran di dalam furnace pada PLTU yang. kemudian terbawa keluar oleh sisa-sisa

Zeolit merupakan adsorbent yang unik, karena memiliki ukuran pori yang sangat kecil dan seragam jika dibandingkan dengan adsorbent yang lain seperti karbon aktif dan silika

Hal ini hampir sama dengan tingkat pengetahuan, dikarenakan pada kedua kelompok saat pre test sama-sama belum mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan alat